cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
KAJIAN BILANGAN PRIMA YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN Setiyawan, Wa Ode Nining; Rizal, Rizal; Darmawansyah, Tely
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7192

Abstract

The purpose of this research is to find out: 1) The essence of the existence of prime numbers in the Al-Qur’an. 2) The uniqueness of the prime numbers 7, 11, and 19 in the Al-Qur’an. 3) The existence of numbers other than prime numbers in the Al-Qur’an. This type of research is a literature study or qualitative research, where the main objects of this research are books and other library sources. The data analysis used in this research consists of four stages. The first stage is Inventory or data collection obtained through observation, participation, and in-depth interviews. The second stage is Identification, where from the existing data, data relevant to the research topic are selected. The third stage is Classification, which is the grouping of data, data from interviews conducted, then general answers are obtained, namely answers from respondents who are knowledgeable and answers from respondents who are less knowledgeable or not knowledgeable about the research topic. The fourth stage is Interpretation, where the interview results are interpreted regarding prime numbers found in the Al-Qur’an. The results of this study indicate that prime numbers in the Al-Qur’an hold a special place. This is evidenced by the research results showing that prime numbers have a significant influence on the structure of writing, both verses and chapters in the Al-Qur’an. This is proven by the placement of chapters and verses in the Al-Qur’an, where almost all use prime numbers. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). Hakekat keberadaab bilangan prima dalam Al–Qur’an. 2). Keistimewaan bilangan prima angka 7, 11, dan 19 dalam Al-Qur’an. 3). Adanya bilangan selain bilangan prima dalam Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka atau kualitatif dimana penelitian ini menggunakan yaitu penelitian yang obyek utamanya adalah buku-buku, sumber kepustakaan lainnya. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat tahap. Tahap pertama Inventarisasi atau pengumpulan data yang diperoleh melalui observasi, berpartisipasi dan wawancara secara mendalam. Tahap kedua Identifikasi dari sejumlah data yang ada diambil data yang sesuai dengan topik penelitian. Tahap ketiga Klasifikasi yaitu pengelompokan data, data dari hasil wawancara yang telah dilakukan, kemudian diperoleh jawaban umum, yaitu diperoleh jawaban responden yang menguasai dan ada jawaban responden yang tidak atau kurang menguasai topik penelitian. Tahap keempat Interprestasi, hasil dari wawancara diinterprestasikan tentang bilangan prima yang terdapat dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bilangan prima dalam Al-Qur’an memiliki tempat khusus. Ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang mana bilangan prima sangat berpengaruh dalam struktur penulisan baik ayat, surat dalam Al–Qur’an. Ini terbukti dengan penempatan surat, ayat dalam Al–Qur’an, hampir semua menggunakan bilangan prima.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA JAM MATERI WAKTU DAN DURASI DI BIMBEL RUMAH BELAJAR SIDOARJO Indriyani, Hikmah Ar Rizqi; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7619

Abstract

This study reveals the challenges faced by second-grade students at Bimbel Rumah Belajar Candinegoro Wonoayu Sidoarjo in understanding the concepts of time and duration in mathematics, resulting in low learning outcomes. To address this issue, the researcher implemented clock media as a practical tool that makes learning more engaging and comprehensible. Employing the Classroom Action Research method with Kurt Lewin's model, this study involved 13 students across three phases: pre-cycle, cycle I, and cycle II. Initially, only 23% of students achieved the passing standard with an average score of 49.23%. Following the clock media intervention, the passing percentage increased dramatically to 69% in cycle I (average score 67.29%) and 100% in cycle II (average score 86.92%). This media not only enhanced conceptual understanding but also fostered active student participation, transforming a monotonous learning environment into a more vibrant and meaningful one. In conclusion, the use of clock media proved effective in improving mathematics learning outcomes, inspiring educators to integrate concrete tools into the educational process.  ABSTRAK Penelitian ini mengungkap tantangan siswa kelas II di Bimbel Rumah Belajar Candinegoro Wonoayu Sidoarjo yang kesulitan memahami konsep waktu dan durasi dalam matematika, sehingga hasil belajar mereka rendah. Untuk mengatasi hal itu, peneliti menerapkan media jam sebagai alat bantu praktis yang membuat pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin, studi ini melibatkan 13 siswa melalui tiga fase: pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Pada awalnya, hanya 23 persen siswa yang mencapai standar kelulusan dengan nilai rata-rata 49,23 persen. Setelah intervensi media jam, persentase kelulusan naik drastis menjadi 69 persen di siklus I (nilai rata-rata 67,29 persen) dan 100 persen di siklus II (nilai rata-rata 86,92 persen). Media ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa, mengubah suasana belajar yang monoton menjadi lebih hidup dan bermakna. Kesimpulannya, penggunaan media jam terbukti efektif dalam memperbaiki hasil belajar matematika, memberikan inspirasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan alat konkret dalam proses edukasi.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA TANGRAM PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS 2 SDN CANDIPARI 1 Siswoyo, Yunda Izzatun Nafisah; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7625

Abstract

This study was conducted to address the suboptimal mathematics learning outcomes among second-grade students at SDN Candipari 1 Porong Sidoarjo, particularly in the topic of flat shapes, by utilizing tangram media as an educational tool. This approach is expected to foster a more engaging learning environment and assist students in grasping fundamental concepts through direct hands-on experiences. The research method employed is Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which encompasses four main stages: planning, action implementation, observation, and reflective evaluation. The study took place over two cycles in the even semester of the 2025/2026 academic year, involving 15 students consisting of 9 males and 6 females. The findings indicate a significant improvement in classroom mastery rates, rising from 33.33% in the pre-cycle phase to 86.77% in the second cycle, accompanied by enhanced participation from both teachers and students. The use of tangram media proved effective in boosting motivation, creativity, and students' understanding of flat shape topics through concrete and enjoyable learning activities. These results align with previous research emphasizing the importance of concrete aids in early childhood education. Therefore, innovative tools like tangram can serve as a strategic alternative to enhance the quality of mathematics education in elementary schools. ABSTRAK Studi ini dilakukan untuk menanggulangi capaian pembelajaran matematika yang kurang optimal pada siswa kelas II di SDN Candipari 1 Porong Sidoarjo, terutama dalam topik bangun datar, melalui pemanfaatan media tangram sebagai alat bantu edukasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun lingkungan belajar yang lebih menarik dan mendukung siswa dalam memahami prinsip-prinsip dasar melalui praktik langsung. Metode penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup empat langkah utama: penyusunan rencana, implementasi aksi, pengamatan, dan evaluasi reflektif. Penelitian ini berlangsung selama dua putaran pada semester genap tahun ajaran 2025/2026, dengan melibatkan 15 siswa yang terdiri dari 9 laki-laki dan 6 perempuan. Temuan studi menunjukkan kemajuan yang cukup besar dalam tingkat kelulusan kelas, dari 33,33% pada fase awal sebelum putaran menjadi 86,77% pada putaran kedua, yang disertai oleh peningkatan partisipasi baik dari instruktur maupun peserta didik. Penerapan media tangram terbukti ampuh dalam merangsang motivasi, kemampuan kreatif, dan pemahaman siswa terhadap topik bangun datar melalui aktivitas belajar yang bersifat nyata dan menghibur. Kesimpulan ini selaras dengan penelitian terdahulu yang menekankan perlunya alat bantu konkret dalam proses edukasi anak-anak usia sekolah awal. Oleh karena itu, inovasi alat bantu seperti tangram bisa menjadi pilihan efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE OBSERVASI LINGKUNGAN SEKITAR PADA SISWA SDN PLUMBUNGAN SUKODONO Abdullah, M.Burhanuddin Yusuf; El-Yunussi, Muhammad Yusron Maulana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7647

Abstract

Science subjects in elementary school have an important goal to encourage concrete thinking and active inquiry about the natural world around them. However, in reality, many learning outcomes are still low; this problem occurs because learning tends to lack student activeness. The purpose of this research is to improve the learning outcomes of students at SD Negeri Plumbungan on the topic of Symbiotic Interactions among Living Organisms through the application of environmental observation methods. The classroom action research approach is the approach used with two implementation cycles over three weeks. Each cycle has several stages starting with planning, followed by action implementation, then observation, and reflection. Data were collected through several classifications such as student activeness, courage to express opinions, calmness and self-confidence in conveying ideas, attention to the teacher's explanation, group cooperation, and the ability to listen well when peers speak. The use of observation methods in science learning showed a significant increase in activeness and learning outcomes, as seen from the increase in learning mastery from 26%, to 60%, and peaked at 88%. The application of the observation method proved successful in helping students understand the concept of symbiosis through direct experience in the surrounding environment. Thus, learning based on environmental observation is able to create a meaningful, contextual learning process and ultimately enables students to think scientifically. ABSTRAK Mata pelajaran IPA di SD mempunyai tujuan penting untuk berpikir nyata serta aktif mencari tahu tentang dunia alam di sekitarnya. Namun, kenyataan masih banyak hasil belajar yang masih di bawah standar, masalah ini terjadi dikarenakan pembelajaran yang cenderung kurang dalam melibatkan keaktifan siswa. Tujuan daripada penelitian, upaya meningkatkan hasil belajar siswa SD Negeri Plumbungan pada materi Interaksi Simbiosis antar Makhluk Hidup melalui penerapan metode observasi lingkungan sekitar. Pendekatan penelitian tindakan kelas adalah pendekatan yang digunakan dengan dua siklus pelaksanaan selama tiga minggu. Setiap siklus memiliki beberapa tahapan yang diawali dengan perencanaan dilanjutkan pelaksanaan tindakan, lalu melakukan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui beberapa klasifikasi seperti keaktifan siswa, keberanian berpendapat, ketenangan dan kepercayaan diri dalam mengemukakan gagasan, perhatian terhadap penjelasan guru, kerja sama dalam kelompok, serta kemampuan mendengarkan dengan baik saat teman berbicara. Penggunaan metode observasi dalam pembelajaran IPA menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan dan hasil belajar, dapat dilihat dari ketuntasan belajar meningkat yang awalnya 26%, menjadi 60%, dan klimaksnya naik mencapai 88%. Penerapan metode observasi terbukti berhasil dalam membantu siswa memahami konsep simbiosis melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembelajaran berbasis observasi lingkungan mampu menciptakan proses belajar menjadi bermakna, kontekstual dan pada akhirnya siswa mampu untuk berpikir secara ilmiah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA KELAS IV MI SALSABILA CAMP Mardliyah, Lika; El-Yunusi, Muhammad Yusron Maulana
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7656

Abstract

The experimental method is one method that can be applied in science learning because students are given the opportunity to be more active in observing, analyzing, drawing conclusions, and evaluating the experiments they carry out, so that learning science is not boring.This investigation employs the Classroom Action Research (CAR) approach, encompassing 10 pupils from Class IV at MI Salsabila Camp during the 2025/2026 school term. The investigation spanned two rounds, with each round including steps for strategy development, execution, monitoring, and reassessment. Tools utilized in this investigation comprise student assignment sheets, monitoring forms, written assessments, and documentation records. Data gathering techniques in this investigation involve direct monitoring, review of pupil achievement files, and documentation. Investigation outcomes suggest an advancement in pupil learning performance on the science subject related to energy and its changes following the implementation of the experimental approach. In the initial stage prior to rounds, merely 40% succeeded in reaching the minimum standard, whereas in round 1, pupils achieving minimum standard totaled 60%, and in round 2, pupils achieving minimum standard reached 90%. Drawing from this data, it can be inferred that the experimental approach effectively boosts learning performance for Class IV pupils at MI Salsabila Camp in the science course about energy and its transformations. ABSTRAK Metode eksperimen merupakan suatu metode yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran IPA dimana siswa diberi peluang lebih aktif dalam mengobservasi, menganalisis, menarik kesimpulan, serta mengevaluasi uji coba yang dilakukannya, sehingga belajar IPA tidak membosankan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mencakup 10 siswa kelas IV MI Salsabila Camp pada periode akademik 2025/2026. Penelitian berlangsung selama dua putaran, dengan masing-masing putaran mencakup langkah penyusunan rencana, eksekusi, pemantauan, dan penilaian ulang. Perangkat yang diterapkan dalam penelitian ini terdiri dari lembar tugas siswa, formulir pemantauan, evaluasi tertulis, dan rekaman dokumentasi. Pendekatan pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup pemantauan langsung, evaluasi berkas pencapaian siswa, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengindikasikan adanya kemajuan dalam performa belajar siswa pada subjek IPA terkait energi dan perubahannya setelah penerapan metode eksperimen. Pada tahap awal sebelum putaran, hanya 40% yang berhasil mencapai KKM, sedangkan pada putaran 1 siswa yang mencapai KKM berjumlah 60%, dan pada putaran 2 siswa yang mencapai KKM mencapai 90%. Berdasarkan informasi ini, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen secara efektif dapat meningkatkan performa belajar siswa kelas IV MI Salsabila Camp dalam mata pelajaran IPA tentang energi dan perubahannya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA DI SDN 2 SUMOKEMBANGSRI BALONGBENDO Shofi’, Zahrotus; El-Yunusi, Muhammad Yusron
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7770

Abstract

This study was designed to improve the academic achievement of fourth-grade students at SDN 2 Sumokembangsri regarding the topic of material transformation using experimental techniques. The experimental method was chosen because it allows students to learn actively, conduct direct experiments, observe changes in the form of objects, record results, and draw conclusions independently. This study applied the Classroom Action Research (CAR) method through two cycles, which included stages of planning, implementation, observation, and in-depth evaluation. The research participants involved all students at the fourth-grade level, totaling 30 individuals. The measurement tools applied were learning achievement tests and student behavior recording forms. The study findings revealed significant progress in students' academic achievement, learning enthusiasm, and scientific thinking abilities. There was an increase in the percentage to 100% in the first stage and 97% in the second stage. Observations showed improvements in observation skills, measurement, data analysis, and the ability to explain phenomena sequentially. The experimental method also fostered interest, creativity, and independence. This research proves that experiment-based science learning. This approach proved very successful in encouraging mastery of core ideas, building scientific thinking skills, and stimulating learning enthusiasm among students. Thus, the experimental method becomes an appropriate alternative to optimize science learning in elementary schools. ABSTRAK Studi ini dirancang untuk memperbaiki pencapaian akademik murid kelas empat di SDN 2 Sumokembangsri terkait topik transformasi bentuk materi dengan menggunakan teknik eksperimen. Metode eksperimen dipilih karena memungkinkan siswa belajar secara aktif, melakukan percobaan langsung, mengamati perubahan wujud benda, mencatat hasil, dan menarik kesimpulan secara mandiri. Studi ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua putaran, yang mencakup tahapan penyusunan rencana, implementasi, pengamatan, serta evaluasi mendalam. Peserta penelitian melibatkan semua murid di tingkat kelas IV, dengan total 30 individu. Alat pengukuran yang diterapkan adalah ujian prestasi belajar serta formulir pencatatan perilaku siswa. Temuan studi mengungkapkan kemajuan yang nyata dalam capaian akademik, semangat belajar, serta kemampuan berpikir ilmiah para siswa. Terjadi peningkatan persentase menjadi 100% pada tahap pertama dan 97% pada tahap kedua. Observasi menunjukkan peningkatan keterampilan observasi, pengukuran, analisis data, dan kemampuan menjelaskan fenomena secara runtut. Metode eksperimen juga menumbuhkan tertarik, kreativitas, serta kemandirian. Penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran IPA berbasis percobaan Pendekatan ini terbukti sangat sukses dalam mendorong penguasaan ide-ide pokok, membangun kemampuan berpikir ilmiah, serta merangsang semangat belajar di antara para peserta didik. Dengan demikian, metode eksperimen menjadi alternatif yang tepat untuk mengoptimalkan pembelajaran ilmu pengetahuan di sekolah dasar.
MANAGEMENT OF THE INTEGRATED ISLAMIC SCIENCE-BASED CURRICULUM AT NONFORMAL EDUCATION: A CASE STUDY OF ABATA MOVEMENT INDONESIA Annafi, Novia; Choiriyah, Siti
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7817

Abstract

ABSTRACT Science-based curriculum integrated with Islamic values ??continues to be carried out based on the development of the times and the spirit of ijtihad or innovation in overcoming complex life problems in the 21st century era. This study aims to analyze the planning and implementation of the science curriculum management  based on Islamic values. This study uses a qualitative method with a case study approach. The instruments used were interviews with the coordinator of the foundation's program team and teachers, observations by observing and participating in the process of implementing curriculum innovation Abata Sains Quran at the non-formal educational institution Abata Movement Indonesia, and studies of existing research literature on educational institutions, both formal and non-formal, in implementing science-based curriculum innovation, especially in order to form a STEAM learning system (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) in Abata Sains Quran Program (ASIQ). The data were analyzed using qualitative analysis techniques by Milles and Huberman on the concept of the program that has been implemented. The result indicated that the ASIQ (Abata Sains Quran) program at Yayasan Abata Movement Indonesia was planned by the Manager Program through compiling the blueprint and socializing to the stakes holders such as teachers and volunteers who were involved in this program. Challenges and supporting factors are also faced by Manager Program such as contextualization of various terms in science which are suitable for children. ABSTRAK Kurikulum berbasis sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam terus berkembang seiring perkembangan zaman dan semangat ijtihad atau inovasi dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang kompleks di era abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan implementasi manajemen kurikulum sains yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan meliputi wawancara dengan tim koordinator program yayasan dan para guru, observasi dengan mengamati serta berpartisipasi dalam proses pelaksanaan inovasi Abata Sains Quran di lembaga pendidikan nonformal Abata Movement Indonesia, serta kajian literatur terhadap penelitian-penelitian yang telah ada pada lembaga pendidikan formal dan nonformal terkait penerapan inovasi kurikulum berbasis sains, khususnya dalam pembentukan sistem pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam Program Abata Sains Quran (ASIQ). Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif Miles dan Huberman pada konsep program yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program ASIQ (Abata Sains Quran) di Yayasan Abata Movement Indonesia direncanakan oleh Manajer Program melalui penyusunan cetak biru dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan seperti guru dan relawan yang terlibat dalam program ini. Berbagai tantangan dan faktor pendukung juga dihadapi oleh Manajer Program, seperti kebutuhan untuk mengkontekstualisasikan berbagai istilah dalam sains agar sesuai dengan pemahaman anak-anak.
NOVEL 3 SRIKANDI KARYA SILVARANI: STUDI MORALITAS DAN REALITAS SOSIAL Desvalan, Khen Fredha Falalova; Pamungkas, Onok Yayang
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7824

Abstract

This research aims to describe the moral values and social realities in Silvarani's novel 3 Srikandi. This study applies a moral approach and literary sociology using a qualitative descriptive method. Data was obtained through reading techniques and recording elements such as dialogues, narratives, and events in the novel that show moral values and social reality. The results of the study revealed that this novel contains three categories of moral values, namely human relationships with themselves (such as confidence, responsibility, and hard work), human relationships with other humans (e.g., friendship, devotion to parents, and empathy), and human relationships with their God (including gratitude, religious, and prayer). The social reality in the novel consists of two types, namely objective social reality that describes the norms and structure of society, and subjective social reality that reflects the character's personal view of the social conditions in his environment. In general, the novel 3 Srikandi not only tells the struggles of Indonesian female athletes, but also reflects moral values and social situations that are in accordance with daily life, so that it can function as an educational tool to shape character and increase the social awareness of readers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan nilai-nilai moral serta realitas sosial yang ada dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Kajian ini menerapkan pendekatan moral dan sosiologi sastra dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik membaca dan mencatat unsur-unsur seperti dialog, narasi, serta peristiwa dalam novel yang menunjukkan nilai moral dan realitas sosial. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa novel ini mengandung tiga kategori nilai moral, yakni hubungan manusia dengan diri sendiri (seperti percaya diri, tanggung jawab, dan kerja keras), hubungan manusia dengan manusia lain (misalnya persahabatan, berbakti kepada orang tua, serta empati), dan hubungan manusia dengan Tuhannya (termasuk syukur, religius, dan berdoa). Adapun realitas sosial dalam novel terdiri dari dua jenis, yaitu realitas sosial objektif yang menggambarkan norma serta struktur masyarakat, serta realitas sosial subjektif yang mencerminkan pandangan pribadi tokoh terhadap kondisi sosial di lingkungannya. Secara umum, novel 3 Srikandi tidak hanya menceritakan perjuangan atlet perempuan Indonesia, tetapi juga mencerminkan nilai moral dan situasi sosial yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari, sehingga bisa berfungsi sebagai alat pendidikan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran sosial pembaca.
ANALISIS PERAN SYEKH ABDUL RAUF SINGKEL TERHADAP PENDIDIKAN TASAWUF DAN FIQIH DI UJUNG SUMATRA Niswah, Choirun; Ghifari, Muhammad Rafi Al; Puspa, Hayatul; Azizah, Dina Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7845

Abstract

Aceh, as the intellectual center of Islam in the Indonesian archipelago, produced the great scholar Sheikh Abdul Rauf Singkel, who played a vital role in the transmission of Islamic knowledge. This study aims to analyze Sheikh Abdul Rauf Singkel's strategic contribution to the development of Sufism and Islamic jurisprudence education in the Indonesian archipelago. Using a qualitative approach and library research, this study examines his monumental works, such as Mir'at al-Thullab and Turjuman al-Mustafid, in depth, as well as related historical literature. The main findings indicate that Sheikh Abdul Rauf successfully harmonized the legal-oriented Islamic jurisprudence discipline with Sufism, which emphasizes spirituality, creating a moderate and balanced model of Islamic education. As the authority of Qadi Malik al-Adil and the propagator of the Syatariyah Order, he was not only prolific in writing books but also successfully established a network of scholars connecting the Haramain with the Indonesian archipelago, as evidenced by the spread of his students to various regions such as Minangkabau and Java. It is concluded that the integration of knowledge he initiated became an important foundation for the Islamic education system in Southeast Asia, emphasizing the balance between sharia and reality, as well as the formation of solid moral character within Malay civilization. ABSTRAKAceh, sebagai pusat intelektual Islam di Nusantara, melahirkan ulama besar Syekh Abdul Rauf Singkel yang memegang peranan vital dalam transmisi keilmuan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi strategis Syekh Abdul Rauf Singkel terhadap pengembangan pendidikan tasawuf dan fiqih di Ujung Sumatra. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini menelaah secara mendalam karya-karya monumental beliau, seperti Mir’at al-Thullab dan Turjuman al-Mustafid, serta literatur sejarah terkait. Temuan utama menunjukkan bahwa Syekh Abdul Rauf berhasil melakukan harmonisasi antara disiplin fiqih yang berorientasi hukum dengan tasawuf yang menekankan spiritualitas, menciptakan model pendidikan Islam yang moderat dan seimbang. Sebagai pemegang otoritas Qadi Malik al-Adil dan penyebar Tarekat Syatariyah, beliau tidak hanya produktif dalam penulisan kitab, tetapi juga sukses membangun jejaring ulama yang menghubungkan Haramain dengan Nusantara, terbukti dari penyebaran murid-muridnya ke berbagai wilayah seperti Minangkabau dan Jawa. Disimpulkan bahwa integrasi keilmuan yang digagasnya menjadi fondasi penting bagi sistem pendidikan Islam di Asia Tenggara yang menekankan keseimbangan antara syariat dan hakikat, serta pembentukan karakter akhlak yang kokoh dalam peradaban Melayu.
HUBUNGAN ANTARA PEMBELAJARAN SANITASI HIGIENE DAN PENERAPANN DI LABORATORIUM TATA BOGA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Sembiring, Artika Betasya Br; Sianturi, Dhini Pratiwi; Ginting, Laurena; Saragih, Vina Gabriella
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7846

Abstract

The application of sanitation and hygiene principles is a crucial foundation in culinary arts education to ensure food safety, practitioner health, and the quality of learning outcomes. Although this material has been integrated and synchronized, the gap between theoretical knowledge and practical application in the field often poses an academic challenge. This study aims to empirically examine the relationship between the effectiveness of sanitation and hygiene learning and the level of implementation in the Culinary Arts Laboratory, Medan State University. Adopting a quantitative approach with a cross-sectional design, this study involved 75 students from the class of 2023 who had completed relevant courses as respondents. Data were collected using a self-efficacy questionnaire that passed validity and reliability tests. Data were then analyzed using normality tests, Pearson correlation, and simple linear regression. The study findings showed that the instrument had high internal consistency, and there was a strong and statistically significant positive relationship between the learning and implementation variables. The regression analysis revealed that learning provided a dominant partial contribution to students' hygienic behavior. The main conclusion of this study is that the quality of sanitation and hygiene learning serves as a crucial predictor in improving compliance with sanitation procedures in the laboratory, indicating that strengthening educational methods directly improves students' occupational safety and hygiene standards. ABSTRAKPenerapan prinsip sanitasi dan higiene merupakan fondasi vital dalam pendidikan tata boga demi menjamin keamanan pangan, kesehatan praktisi, serta kualitas hasil pembelajaran. Meskipun materi ini telah terintegrasi dalam kurikulum, fenomena kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan aplikasi praktis di lapangan sering kali menjadi tantangan akademik. Penelitian ini difokuskan untuk menguji secara empiris hubungan antara efektivitas pembelajaran sanitasi higiene dengan tingkat penerapannya di Laboratorium Tata Boga Universitas Negeri Medan. Mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 75 mahasiswa angkatan 2023 yang telah menyelesaikan mata kuliah relevan sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, korelasi Pearson, serta regresi linier sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang tinggi, serta terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan secara statistik antara variabel pembelajaran dan penerapan. Analisis regresi menegaskan bahwa pembelajaran memberikan kontribusi parsial yang dominan terhadap perilaku higienis mahasiswa. Simpulan utama studi ini adalah kualitas pembelajaran sanitasi higiene berfungsi sebagai prediktor krusial dalam meningkatkan kepatuhan prosedur sanitasi di laboratorium, mengindikasikan bahwa penguatan metode edukasi secara langsung berkorelasi dengan peningkatan standar keselamatan dan kebersihan kerja mahasiswa.