cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP SELFT REGULATED LEARNING DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (PENDEKATAN SEM) Gunawan, Guntur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9656

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in higher education requires students not only to master technology but also to regulate their own learning processes effectively. In this context, digital literacy and technology utilization are considered two critical factors that may influence self-regulated learning (SRL), including the possibility of an interactive relationship between them. This study aims to analyze the effect of digital literacy on SRL, examine the contribution of technology utilization to SRL, and evaluate the moderating role of technology utilization among PGMI students at IAIN Curup. The research employed an explanatory design using a survey method involving 150 purposively selected students. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with a bootstrapping technique. The findings indicate that both digital literacy and technology utilization have positive and significant effects on SRL. However, the moderating effect was found to be negative and significant, suggesting that higher levels of technology utilization may weaken the influence of digital literacy on self-regulated learning. These results confirm that digital literacy serves as a primary determinant of SRL, while technology functions as a contextual factor that can alter the strength of this relationship. This study contributes by demonstrating that the relationship between digital competence and self-regulation is conditional, offering implications for the design of technology-enhanced learning environments that preserve student agency. ABSTRAK Transformasi digital di pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengelola proses belajarnya secara mandiri. Dalam konteks tersebut, literasi digital dan pemanfaatan teknologi dipandang sebagai dua faktor penting yang berpotensi memengaruhi self-regulated learning (SRL), termasuk kemungkinan adanya hubungan interaktif di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap SRL, menguji kontribusi pemanfaatan teknologi terhadap SRL, serta mengevaluasi peran pemanfaatan teknologi sebagai variabel moderator pada mahasiswa PGMI IAIN Curup. Penelitian menggunakan pendekatan eksplanatori dengan metode survei terhadap 150 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares dengan teknik bootstrapping. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi digital dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap SRL. Namun, efek moderasi yang ditemukan bersifat negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanfaatan teknologi dapat memperlemah pengaruh literasi digital terhadap regulasi diri belajar. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan determinan utama SRL, sementara teknologi berfungsi sebagai faktor kontekstual yang dapat mengubah kekuatan hubungan tersebut. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa relasi antara kompetensi digital dan regulasi diri bersifat kondisional, serta memberikan implikasi bagi perancangan pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menjaga agensi mahasiswa.