cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS MERANGIN Bransika, Dien Muhammad Ismal; Iswantir, Iswantir; Wati, Salmi; Husni, Arman; Zakir, Supratman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6213

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in Public Universities (PTU) has a strategic role in shaping the character of students who are moderate, religious, and moral. However, in practice, the implementation of PAI still faces various challenges that cause discrepancies between the ideal curriculum and factual implementation in the field. This study aims to examine the curriculum structure, integration of religious moderation values, challenges in developing teaching materials, and the perceptions of lecturers and students regarding the effectiveness of PAI learning at Merangin University. The method used is a qualitative approach with case studies, through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that although the curriculum has referred to PMA No. 33 of 2021, its implementation is still textual, rigid, and has minimal contextualization. The learning method is dominated by lectures, teaching materials tend to be normative, and have not been effectively integrated with other disciplines. The Islamization of knowledge and the value of moderation have not been fully internalized in the learning process. Lecturers face pedagogical limitations, and students lack critical and creative space. This study recommends strengthening lecturer competencies, developing contextual teaching materials, and integrating Islamic values ??with contemporary science as strategies for renewing Islamic Religious Education at PTU. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Umum (PTU) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang moderat, religius, dan berakhlak. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan PAI masih menghadapi berbagai tantangan yang menyebabkan terjadinya diskrepansi antara kurikulum ideal dan implementasi faktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kurikulum, integrasi nilai-nilai moderasi beragama, tantangan pengembangan bahan ajar, serta persepsi dosen dan mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran PAI di Universitas Merangin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kurikulum telah merujuk pada PMA No. 33 Tahun 2021, implementasinya masih bersifat tekstual, kaku, dan minim kontekstualisasi. Metode pembelajaran didominasi ceramah, bahan ajar cenderung normatif, serta belum terintegrasi dengan disiplin ilmu lain secara efektif. Islamisasi pengetahuan dan nilai moderasi belum diinternalisasi secara utuh dalam proses pembelajaran. Dosen menghadapi keterbatasan pedagogik, dan mahasiswa kurang mendapat ruang kritis dan kreatif. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kompetensi dosen, pengembangan bahan ajar kontekstual, serta integrasi nilai keislaman dengan keilmuan kontemporer sebagai strategi pembaruan PAI di PTU.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KETERAMPILAN ESENSIAL SISWA MENUJU GENERASI EMAS 2045 Rachmawati, Nuzulia; Chumairoh, Lutfi; Khasanah, Uswatun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6393

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of teachers in instilling essential skills in students in preparation for Indonesia's Golden Generation 2045, using a case study at MA Darul Hikmah Kyai Abdan. Essential skills such as critical thinking, communication, collaboration, and leadership are key components of 21st-century education. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The study was conducted at MA Darul Hikmah Kyai Abdan, involving main subject teachers, the school principal, and 11th and 12th grade students selected purposively. The data were analyzed interactively using Miles and Huberman’s model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The study seeks to examine the teacher's role in developing students' essential skills as a contribution to shaping the Golden Generation 2045. The findings show that teachers play a crucial role as facilitators and mentors in developing students’ skills through active learning methods and activities rooted in pesantren (Islamic boarding school) values. However, the implementation of essential skills still faces challenges such as limited teacher training and suboptimal assessment systems for non-cognitive skills. Therefore, strengthening teacher professionalism and supportive educational policies are needed to ensure that education can truly produce an adaptive, character-driven generation ready to face future challenges. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menanamkan keterampilan esensial siswa menuju Generasi Emas 2045, dengan studi kasus di MA Darul Hikmah Kyai Abdan. Keterampilan esensial seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan menjadi elemen penting dalam pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di MA Darul Hikmah Kyai Abdan dengan subjek guru mata pelajaran utama, kepala madrasah, serta siswa kelas XI dan XII yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam menanamkan keterampilan esensial siswa sebagai kontribusi menuju Generasi Emas 2045. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting sebagai fasilitator dan pembimbing dalam membentuk keterampilan siswa, melalui metode pembelajaran aktif dan kegiatan berbasis nilai kepesantrenan. Meskipun demikian, implementasi keterampilan esensial masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru dan belum optimalnya sistem evaluasi keterampilan non-kognitif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan profesionalisme guru dan dukungan kebijakan agar pendidikan benar-benar mampu mencetak generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA TOPIK APLIKASI METODE SOL-GEL PADA MATA KULIAH SINTESIS DAN ELUSIDASI STRUKTUR SENYAWA ANORGANIK Pratiwi, Nurul; Alim, Khairul
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6423

Abstract

ABSTRACT This study aims to compare the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL), focused on the application of the sol-gel method, with conventional lecture-based instruction in improving student learning outcomes in the Synthesis and Elucidation of Inorganic Compound Structures course. The research employed a quasi-experimental design using a posttest-only control group model, without a pretest. The sample consisted of two parallel classes selected purposively, with one serving as the experimental group (PjBL) and the other as the control group (lecture). A learning outcome test was administered after the instructional process. The Shapiro-Wilk test indicated that the data were not normally distributed, while Levene’s test confirmed homogeneity of variance. Therefore, the Mann-Whitney U test, a non-parametric statistical method, was used for data analysis. The results revealed a significant difference between the two groups, with students in the PjBL group achieving higher average test scores and more consistent value distribution. These findings indicate that the PjBL approach is more effective in enhancing conceptual understanding and academic performance of students, particularly in the sol-gel method application topic within this course. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) dalam topik aplikasi metode sol-gel dengan pembelajaran konvensional seperti ceramah dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Sintesis dan Elusidasi Struktur Senyawa Anorganik. Desain yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan model posttest only control group, tanpa pretest. Sampel terdiri dari dua kelas paralel yang dipilih secara purposif, masing-masing sebagai kelompok eksperimen (PjBL) dan kelompok kontrol (ceramah). Tes hasil belajar diberikan setelah pembelajaran selesai. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sedangkan uji Levene menunjukkan data homogen. Oleh karena itu, analisis dilakukan dengan uji Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok, di mana mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek menunjukkan skor tes yang lebih tinggi dan distribusi nilai yang lebih merata. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan PjBL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar mahasiswa pada topik aplikasi metode sol-gel dalam mata kuliah ini.
TANTANGAN DAN SOLUSI GURU PAI DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Rosfiani, Okta; Sukmana, Bayu; Andri, Eldrida; Sukma, Dewi; Saidah, Marwatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6464

Abstract

The digital era has brought significant changes to education, particularly affecting Islamic Religious Education (PAI) teachers who must balance technological advancement with character formation. This research explores the real challenges faced by PAI teachers when integrating character values into digital-based learning environments. Through qualitative interviews and classroom observations involving ten PAI teachers across different educational levels, we discovered three main challenge categories: technological limitations (including insufficient digital skills and infrastructure gaps), pedagogical difficulties (struggles in developing character-focused technology strategies), and socio-cultural barriers (community resistance and student digital distractions). Our findings reveal practical solutions including systematic digital training programs, blended learning approaches, and enhanced parent-school communication strategies. The study emphasizes the critical need for institutional support and collaborative efforts to create effective PAI learning environments that honor Islamic character values while embracing digital transformation. ABSTRAKEra digital telah menghadirkan perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, terutama bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini mengeksplorasi tantangan nyata yang dihadapi guru PAI ketika harus mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam lingkungan pembelajaran berbasis digital. Melalui wawancara kualitatif dan observasi kelas yang melibatkan guru PAI, ditemukan tiga kategori tantangan utama: keterbatasan teknologi (termasuk kurangnya keterampilan digital dan kesenjangan infrastruktur), kesulitan pedagogis (perjuangan dalam mengembangkan strategi teknologi yang berfokus pada karakter), dan hambatan sosial-budaya (resistensi masyarakat dan gangguan digital siswa). Temuan kami mengungkapkan solusi praktis termasuk program pelatihan digital sistematis, pendekatan pembelajaran campuran, dan strategi komunikasi orang tua-sekolah yang ditingkatkan. Studi ini menekankan kebutuhan kritis akan dukungan institusional dan upaya kolaboratif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran PAI yang efektif yang menghormati nilai-nilai karakter Islam sambil merangkul transformasi digital.
UPAYA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Bariyah, Khoirotul; Sari, Dyta Agnes Layung
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6465

Abstract

Education plays an important role in educating the nation's children, both to form intellectual intelligence and general intelligence, which are able to develop potential in children, especially in children at an early age. Therefore, it is important to examine in depth the integration of character education to develop intelligence in children at an early age as a form of manifestation of the nation's successor intelligence from birth to 6 years of age for a better future. This study uses literature/library studies. The results obtained in this study are that child education carried out in the age range from birth to 6 years who are experiencing a golden period and a critical period, makes children need certain stimulation to achieve the right maturity according to their growth and development according to their age. Children in this age range are very sensitive and sensitive in capturing stimuli consisting of various forms of learning processes. Child education at this time is a determinant in the formation of children's character and personality, which has a major influence on the development of children's intelligence, so that it is expected to be able to apply the values ????obtained during the educational stimulus process both in formal and non-formal learning environments. ABSTRAKPendidikan memegang peranan penting dalam mendidik anak bangsa, baik untuk membentuk kecerdasan intelektual maupun kecerdasan umum, yang mampu mengembangkan potensi dalam diri anak, terutama pada anak di usia dini. Oleh karena itu, penting untuk menelaah secara mendalam terkait pengintegrasian pendidikan karakter untuk mengembangkan kecerdasan pada anak di usia dini sebagai bentuk manifestasi inteligensi penerus bangsa sejak lahir hingga usia 6 tahun untuk masa depan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan studi literature/kepustakaan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah pendidikan anak yang dilaksanakan pada rentang usia lahir sampai 6 tahun yang sedang mengalami masa emas dan masa kritis, membuat anak membutuhkan stimulasi tertentu untuk mencapai kematangan yang tepat sesuai dengan tumbuh kembang sesuai umurnya. Anak di rentang usia ini sangat peka dan sensitif dalam menangkap stimulus yang yang terdiri atas berbagai bentuk proses belajar. Pendidikan anak pada masa ini merupakan penentu dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak, yang berpengaruh besar bagi pengembangan inteligensi anak, sehingga diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai yang didapat pada saat proses stimulus pendidikan baik di lingkungan belajar formal maupun non formal.
KEEFEKTIFAN MODEL SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) DITINJAU DARI PRESTASI DAN MOTIVASI SISWA SMP MUHAMMADIYAH BANGUNTAPAN Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Hirzi, Ristu Haiban
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6468

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model.  The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANCOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of student achievement and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of student achievement and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes prestasi dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa.
KENDALA GURU DALAM PELAKSANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PENDDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH PAGAR ALAM Oktari, Mepta
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6469

Abstract

This research was motivated by the gap between the demands of the Independent Curriculum and actual practice, where Islamic Religious Education (PAI) teachers at Muhammadiyah Pagar Alam Senior High School have not fully implemented the differentiated learning strategy. The focus of this research is to identify the obstacles faced by PAI teachers in implementing this strategy and analyze the efforts made to overcome them. Using a descriptive qualitative approach, the main research steps included data collection through observation, in-depth interviews with PAI teachers and the curriculum vice-adviser, and documentation studies. Key findings indicate that the implementation of differentiated learning is hampered by several obstacles, including: limited supporting resources, a lack of understanding of students' interests and talents, limited learning time, and teachers' adaptation period to the new curriculum. In response, various efforts have been undertaken, such as early identification of student characteristics by teachers and collaboration with guidance and counseling teachers to map student potential. In conclusion, although the implementation of the differentiated learning strategy has not been optimal due to various obstacles, teachers and the school have proactively formulated solutions to facilitate more personalized, participatory learning that meets each student's learning needs according to their potential. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dengan praktik di lapangan, di mana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Muhammadiyah Pagar Alam belum sepenuhnya menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PAI dalam implementasi strategi tersebut serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, langkah penelitian utama meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan waka kurikulum, serta studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi terhambat oleh beberapa kendala, antara lain: keterbatasan sumber daya pendukung, kurangnya pemahaman siswa akan minat dan bakatnya, waktu pembelajaran yang terbatas, serta masa adaptasi guru terhadap kurikulum yang masih baru. Sebagai respons, berbagai upaya mulai dilakukan, seperti identifikasi awal karakteristik siswa oleh guru, serta kolaborasi dengan guru BK/BP untuk memetakan potensi siswa. Kesimpulannya, meskipun penerapan strategi pembelajaran diferensiasi belum optimal akibat berbagai kendala, pihak guru dan sekolah telah proaktif merumuskan langkah-langkah solutif untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal, partisipatif, dan mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa sesuai potensinya.
ANALISIS E-RAPORT PENGINPUTAN NILAI SUMATIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA MUHAMMADIYAH PAGAR ALAM Leski, Rina
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6470

Abstract

This research is in the background by the application of the Curriculum which began to be used in class X at Muhammadiyah Pagar Alam Senior High School. This study aims to find out how the process of inputting the final summative score and the obstacles faced by teachers in the implementation of grade input into the Electronic Report Card in Islamic Religious Education subjects. This study uses descriptive qualitative research. The data collection techniques used were direct observation, interviews with teachers of Islamic Religious Education and Waka of the independent curriculum, as well as documentation of the process of input grades into the Electronic Report Card. The results of the study show that teachers can use Electronic Report Cards well, starting from the login process, class selection, grade input and data storage. The use of Electronic Report Cards makes it easier for teachers, students, and parents to see student learning results. This Electronic Report Card System helps teachers assess more fairly and based on clear data. Electronic report cards are also considered more practical than manual systems because they are faster, reduce errors, and make it easier to recap and report scores. However, in the implementation process, teachers face several obstacles, namely external obstacles such as unstable internet networks and still lack of facilities and administrative and policy constraints such as filling in learning objectives and the time given in completing them is too short. ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi oleh penerapan Kurikulum yang mulai digunakan pada kelas X di SMA Muhammadiyah Pagar Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penginputan nilai sumatif akhir serta kendala yang dihadapi oleh guru dalam pelaksanaan penginputan nilai ke dalam E-Raport pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan Waka kurikulum merdeka, serta dokumentasi terhadap proses penginputan nilai ke dalam E-Raport. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah bisa menggunakan E-Raport dengan baik, mulai dari dari proses login, pemilihan kelas, penginputan nilai dan simpan data. Penggunaan E-Raport memudahkan guru, siswa, dan orang tua dalam melihat hasil belajar siswa. Sistem E-Raport ini membantu guru menilai secara lebih adil dan berdasarkan data yang jelas. E-Raport juga dinilai lebih praktis dibandingkan sistem manual karena lebih cepat, mengurangi kesalahan, dan memudahkan rekap serta pelaporan nilai. Namun, dalam proses pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa kendala yaitu kendala Eksternal seperti jaringan internet yang tidak stabil dan masih kurangnya fasilitas dan kendala administrasi dan kebijakan seperti mengisi tujuan pembelajaran dan waktu yang diberikan dalam penyelesaiannya terlalu singkat.
ANALISIS MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENENTUAN STRATEGI PEMBELAJARAN SMP AISYIYAH TERPADU PAGAR ALAM Sari, Yolanda
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6471

Abstract

This research is in the background of the problem found at the Pagar Alam Integrated Aisyiyah First Secondary School, namely that there are still teachers who do not understand the right learning strategy because of the changes in the independent curriculum that have just been implemented. This study aims to find out the teaching module of Islamic Religious Education in determining learning strategies at aisyiyah Integrated Junior High School Pagar Alam. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study show that teachers design learning strategies by adjusting to the material to be taught and looking at the conditions and needs of students during the learning process. Therefore, teachers use different methods at each meeting by adjusting to the conditions that have been described. However, teachers also face several obstacles, such as limited time due to the workload they have, lack of infrastructure, and lack of training for teachers in developing learning tools. Despite the obstacles, determining the right learning strategy not only makes it easier for teachers to deliver material, but can also make students active and understand learning. In addition, appropriate learning strategies can create a pleasant learning atmosphere, increase student participation in the learning process so that the expected goals are achieved. However, the obstacles that occur require optimal support from related parties so that the learning process can run well. ABSTRAKPenelitian ini di latar belakangi masalah yang di temukan di SMP Aisyiyah Terpadu Pagar Alam yaitu masih adanya guru yang belum terlalu memahami dalam penentuan strategi pembelajaran tepat karena perubahan kurikulum merdeka yang baru diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui modul ajar Pendidikan Agama Islam dalam penentuan strategi pembelajaran di SMP Aisyiyah Terpadu Pagar Alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru merancang strategi pembelajaran dengan menyesuaikan pada materi yang akan diajarkan serta melihat kondisi dan kebutuhan siswa pada saat proses pembelajaran. Maka dari itu guru menggunakan metode yang berbeda-beda pada setiap pertemuan dengan menyesuaikan pada kondisi yang telah dijelaskan. Namun guru juga menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu karena beban tugas yang dimiliki, minimnya sarana prasarana, serta kurangnya pelatihan bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Meskipun terdapat hambatan, penentuan strategi pembelajaran yang tepat tidak hanya memudahkan guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga dapat membuat siswa aktif dan memahami pembelajaran. Selain itu, strategi pembelajaran yang sesuai dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan tercapai. Akan tetapi hambatan yang terjadi memerlukan dukungan yang optimal dari pihak terkait agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
PROBLEMATIKA ASESMEN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL Rohmah, Putri Ainur; Islah, Ahmad Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6512

Abstract

ABSTRACT This study aims to deeply uncover the problematic implementation of assessments in multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN Daseh, while also analyzing the causal factors and offering alternative solutions. The background of this study is based on the fact that PAI assessments still predominantly assess cognitive aspects, such as memorization and understanding of teaching materials, while affective and social aspects such as tolerance, empathy, and appreciation for diversity have not received serious attention. This condition has implications for the limited role of assessment in supporting the formation of inclusive student character and able to live harmoniously in a pluralistic society. This study adopted a descriptive qualitative method with data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings of this study indicate that PAI teachers experience difficulties in developing assessment measurement tools that consider multicultural aspects, and there is a lack of adequate training or technical guidance. The assessment rubric does not clearly include multicultural indicators, and the existing assessment process does not reflect the values of diversity that should be in accordance with the school's vision that emphasizes the value of diversity. The conclusion of this study emphasizes the importance of reconstructing Islamic Religious Education (PAI) assessments through the development of relevant, contextual, and holistic indicators and assessment instruments, which encompass cognitive, affective, and social aspects in a balanced manner. This effort is expected to make assessments a tool for developing tolerant, inclusive, and socially just character in students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam probematika pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiultural di SDN Daseh, sealigus menganalisis faktor penybabnya dan menawarkan alternatif solusi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa asesmen PAI masih dominan menilai aspek kognitif, seperti hafalan dan pemahaman materi ajar, sementara aspek afektif dan social seperti toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman belum mendapat perhatian serius. Kondisi ini berimplikasi pada terbatasnya peran asesmen dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik yang inklusif dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan analisis dokumen. Temuan dari studi ini mengindikasikan bahwa pengajar PAI mengalami kesulitan dalam menyusun alat ukur asesmen yang mempertimbangkan aspek multikultural, serta belum adanya pelatihan atau panduan teknis yang memadai. Rubrik penilaian tidak secara jelas mencakup indikator multikultural, dan proses asesmen yang ada belum mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang seharusnya sesuai dengan visi sekolah yang menekankan nilai kebhinekaan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya melakukan rekonstruksi dalam asesmen PAI melalui pengembangan indikator dan instrumen penilaian yang relevan, kontekstual, dan holistik, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan social secara seimbang. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan asesmen sebagai sarana pembentukan karakter toleran, inklusif, dan berkeadilan social pada peserta didik.