cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 263 Documents
CODE SWITCHING PERFORMED BY ENGLISH TEACHER IN TEACHING AND LEARNING PROCESS IN ZUMROTUS SALAMAH PRIMARY SCHOOL Rohman, Amik Kholilu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7847

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of code-switching in bilingual education serves as a crucial bridge in facilitating second language acquisition, particularly at the elementary school level where English is still considered a foreign language. This study focuses on analyzing the linguistic practices of an English teacher at Zumrotus Salamah Elementary School, with the primary goal of identifying the types of code-switching used and the underlying pedagogical reasons. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through in-depth classroom observations, interviews, and documentation, which were then analyzed based on Poplack and Hoffman's theoretical framework. The findings revealed that the teacher actively switched between English, Indonesian, and Arabic through three specific categories: extra-sentential, intra-sentential, and inter-sentential, with the intra-sentential type appearing most dominant. This language switching was not random but rather a conscious strategy aimed at clarifying meaning, emphasizing instruction, checking student understanding, and maintaining group identity. This study concludes that code-switching is not an indication of a lack of linguistic competence but rather an effective and adaptive pedagogical strategy that supports student understanding and maintains interactive communication in a bilingual classroom environment.   ABSTRAK Fenomena alih kode dalam pendidikan bilingual berfungsi sebagai jembatan krusial dalam memfasilitasi pemerolehan bahasa kedua, khususnya di tingkat sekolah dasar di mana bahasa Inggris masih dianggap sebagai bahasa asing. Penelitian ini berfokus pada analisis praktik linguistik seorang guru bahasa Inggris di SD Zumrotus Salamah, dengan tujuan utama mengidentifikasi jenis-jenis alih kode yang digunakan serta alasan pedagogis yang mendasarinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi kelas yang mendalam, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis berdasarkan kerangka teori Poplack dan Hoffman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru secara aktif melakukan pergantian antara bahasa Inggris, Indonesia, dan Arab melalui tiga kategori spesifik: extra-sentential, intra-sentential, dan inter-sentential, di mana tipe intra-sentential muncul paling dominan. Peralihan bahasa ini terbukti bukan terjadi secara acak, melainkan merupakan strategi sadar yang bertujuan untuk mengklarifikasi makna, menekankan instruksi, memeriksa pemahaman siswa, serta menjaga identitas kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alih kode bukanlah indikasi kekurangan kompetensi linguistik, melainkan sebuah strategi pedagogis yang efektif dan adaptif yang mendukung pemahaman siswa serta menjaga keberlangsungan komunikasi interaktif dalam lingkungan kelas bilingual.
A GENRE ANALYSIS OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENT THESIS ABSTRACTS AT UIN RADEN INTAN LAMPUNG Ulyana, Arini Diah; Kurniawan, Iwan; Kholid, Fikri Nugraha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7848

Abstract

ABSTRACT An abstract is a significant component of a thesis that summarizes the key parts of a research study. Preliminary observation showed that students of the English Education Department at UIN Raden Intan Lampung display variation in the rhetorical structures used in their thesis abstracts. These differences may confuse readers and indicate a lack of consistent academic writing guidance. This research aims to analyze the rhetorical structure of thesis abstracts written by English Department students at UIN Raden Intan Lampung, to determine whether they align with the five-move model of Hyland, and to identify their linguistic features. This research employed a qualitative content analysis method. Thirty thesis abstracts from the 2022–2024 academic years were analyzed using Hyland’s model, consisting of five moves: Introduction, Purpose, Method, Product, and Conclusion. The findings revealed that the most common structure was a truncated PMRC model (Purpose, Method, Results, Conclusion), found in most abstracts. The Introduction move appeared in only 43.33% of cases, suggesting a practical adaptation for internal readers. the Purpose and Method moves were present in all abstracts (100%), while the Results and Conclusion appeared in 90.00% and 73.33%, respectively. These findings indicate that students prioritize the essential empirical elements of their research—its aim, method, and findings. Rather than reflecting a writing deficiency, the structural variations demonstrate a functional adaptation of Hyland’s model. Overall, the abstracts adhere to a simplified yet effective version of the model, showing students’ awareness of audience needs and communicative purpose.     ABSTRAK Abstrak merupakan komponen penting dalam tesis yang merangkum bagian-bagian penting dari sebuah penelitian. Observasi awal menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung menunjukkan variasi struktur retorika yang digunakan dalam abstrak tesis mereka. Perbedaan ini dapat membingungkan pembaca dan menunjukkan kurangnya panduan penulisan akademik yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur retorika abstrak tesis yang ditulis oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung, menentukan kesesuaiannya dengan model lima langkah Hyland, dan mengidentifikasi ciri-ciri linguistiknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif. Tiga puluh abstrak tesis dari tahun akademik 2022–2024 dianalisis menggunakan model Hyland, yang terdiri dari lima langkah: Pendahuluan, Tujuan, Metode, Produk, dan Kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur yang paling umum adalah model PMRC (Tujuan, Metode, Hasil, Kesimpulan) yang terpotong, yang ditemukan di sebagian besar abstrak. Langkah pendahuluan hanya muncul pada 43,33% kasus, menunjukkan adaptasi praktis bagi pembaca internal. Langkah Tujuan dan Metode terdapat pada semua abstrak (100%), sementara Langkah Hasil dan Kesimpulan masing-masing muncul pada 90,00% dan 73,33%. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memprioritaskan elemen empiris esensial dari penelitian mereka—tujuan, metode, dan temuannya. Alih-alih mencerminkan kekurangan dalam penulisan, variasi struktural menunjukkan adaptasi fungsional dari model Hyland. Secara keseluruhan, abstrak mengikuti versi model yang disederhanakan namun efektif, menunjukkan kesadaran mahasiswa akan kebutuhan audiens dan tujuan komunikatif.
THE INFLUENCE OF DESIGN THINKING AND CREATIVITY ON TEACHER EFFICACY IN 21ST-CENTURY EDUCATION Anjani, Dia; Sutiyono; Komang; Suryanadi, Juni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7940

Abstract

ABSTRACT The importance of strengthening teachers’ professional competence in the 21st-century education era is closely linked to teacher efficacy, which plays a crucial role in the success of the learning process. This study emphasizes the need to analyze the influence of design thinking and teacher creativity on teacher efficacy in the context of 21st-century education. A quantitative survey approach was employed, involving a saturated population of 75 Buddhist education teachers in Lampung Province. Data were collected in Bandar Lampung using a Likert-scale questionnaire specifically adapted to measure design thinking, creativity, and teacher efficacy. Prior to the application of multiple linear regression analysis, instrument validity and reliability tests were conducted. The findings indicate that design thinking has a positive and significant effect on teacher efficacy, while teacher creativity also exerts a positive and substantial influence. Simultaneously, both predictor variables enhance the model’s ability to explain the variance in teacher efficacy. This study concludes that teacher efficacy can be strengthened through professional development programs based on studio-style design thinking that integrate empathy, problem interpretation, ideation, prototyping, and testing, as well as through the reinforcement of creative practices within the school environment. ABSTRAK Pentingnya penguatan kompetensi profesional guru di era pendidikan abad ke-21, khususnya terkait efikasi guru yang berperan dalam keberhasilan proses pembelajaran. Pentingnya menganalisis tentang pengaruh pemikiran desain dan kreativitas guru terhadap efikasi guru di era pendidikan abad ke-21. Pendekatan survei kuantitatif digunakan dengan melibatkan populasi jenuh sebanyak 75 guru agama Buddha di Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan di Bandar Lampung melalui kuesioner skala Likert yang disesuaikan untuk mengukur pemikiran desain, kreativitas, dan efikasi guru. Sebelum analisis regresi linier berganda diterapkan, dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran desain memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi guru, sementara kreativitas guru juga berpengaruh positif dan cukup besar. Secara simultan, kedua variabel prediktor meningkatkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi efikasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi guru dapat diperkuat melalui program pengembangan profesional berbasis studio design thought yang mengintegrasikan empati, penafsiran masalah, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian, serta penguatan praktik kreatif di lingkungan sekolah.