cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS II MIM SIDOKERTO DEWI MUSLIHAH BUDI UTAMI; SUKARI SUKARI; LAILLA HIDAYATUL AMIN; INTAN AYU WULANDARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1080

Abstract

This research is an attempt to improve the learning outcomes of Akidah Akhlak through the Make a Match type of Cooperative Learning model for Class II.B students of MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. In this case, because the model in delivering the material is still teacher-centered (lecture method) it causes students to be more passive in the ongoing learning. As a result, the learning outcomes of Akidah Akhlak are still relatively low or below the KBM, which is 75. This study uses Classroom Action Research (CAR) in the form of applying the Make a Match type of Cooperative Learning model with the aim of increasing student learning outcomes in Class II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen consisting of of three cycles and each cycle consists of planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of this study were students of Class II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. There were 24 students in total. The results showed that the application of the Make a Match type of Cooperative Learning method to the Class II.B students of MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. Judging from the results of Pre-Cycle learning, only 8 students (33%) completed KBM, and 16 students (67%) had not completed, in Cycle I only 12 students (50%) completed, and 12 students (12%) not yet completed, from Cycle II there were 18 students (75%) who had completed, and only 6 students (25%) had not completed, while in Cycle III there were 21 students (88%) completed, and 3 students (12%) had not completed . From the increase in learning outcomes, this class action research was stopped in Cycle III because it had reached the classical completeness criteria, namely 85% of the total students who had completed learning were declared successful in improving the learning outcomes of Akidah Akhlak in Class II.B students of MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen Year Lesson 2019/2020. ABSTRAKPenelitian ini merupakan usaha untuk meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak melalui model Cooperative Learning tipe Make a Match pada siswa Kelas II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. Dalam hal ini disebabkan model dalam penyampaian materi masih berpusat pada guru (metode ceramah) menyebabkan siswa lebih cenderung pasif dalam pembelajaran berlangsung. Akibatnya hasil belajar Akidah Akhlak masih terbilang rendah atau dibawah KBM yaitu 75. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berupa penerapan model Cooperative Learning tipe Make a Match dengan tujuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen yang terdiri dari tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini pada siswa Kelas II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. Total siswa ada 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Cooperative Learning tipe Make a Match pada siswa Kelas II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen. Dilihat dari hasil belajar Pra Siklus siswa yang tuntas KBM hanya 8 siswa (33%) tuntas, dan 16 siswa (67%) yang belum tuntas, pada Siklus I hanya 12 siswa (50%) yang tuntas, dan 12 siswa (12%) belum tuntas, dari Siklus II ada 18 siswa (75%) yang tuntas, dan hanya 6 siswa (25%) yang belum tuntas, sedangkan di Siklus III terdapat 21 siswa (88%) tuntas, dan 3 siswa (12%) belum tuntas. Dari peningkatan hasil belajar tersebut penenlitian tindakan kelas ini di berhentikan di Siklus III di karenakan telah mencapai kriteria ketuntasan klasikal yaitu  85% dari total siswa tuntas belajar dinyatakan berhasil untuk meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak pada siswa Kelas II.B MI Muhammadiyah Plupuh, Sragen Tahun Pelajaran 2019/2020.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN KELAS I SLB KHUSUS BINA MANDIRI SURABAYA ZURAIDAH ZURAIDAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1081

Abstract

The purpose of this study is to help overcome the problems of mild mentally retarded students in recognizing letters, media that can help and facilitate students is needed. Media that can help students with mild mental retardation in recognizing letters is by using geoboard media. This study uses two cycles of action. Each cycle consists of two meetings and consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The target of this research is students with mild mental retardation in class I Special SLB Bina Mandiri. The data obtained in the form of formative test results and observation sheets of learning activities. From the results of data analysis, it is known that students' reading learning outcomes in Recognizing letters have increased from the pre-cycle 44.4%, in the first cycle a score of 55.5% and in the second cycle the expected completion limit is 80%. The conclusion of this research is that through geoboard media students have increased in recognizing letters in early reading learning. Geoboard media is popular with students because it not only learns to recognize what can be learned but also recognizes numbers and images, its use is also very easy, practical and economical. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk membantu mengatasi permasalahan siswa tunagrahita ringan dalam mengenal huruf, diperlukan media yang dapat membantu dan memudahkan siswa. Media yang dapat membantu siswa tunagrahita ringan dalam mengenal huruf yaitu dengan menggunakan media geoboard. Penelitian ini menggunakan tindakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas I SLB Khusus Bina Mandiri. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar pengamatan kegiatan pembelajaran. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar membaca siswa dalam Mengenal huruf mengalami peningkatan dari pra siklus 44,4 %, pada siklus I memperoleh skor 55,5 % dan pada siklus II telah mencapai batas tuntas yang diharapkan yaitu 80%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui media geoboard siswa mengalami peningkatan dalam mengenal huruf pada pembelajaran membaca permulaan. Media Geoboard digemari siswa karena tidak hanya belajar mengenal yang dapat dipelajari tapi juga mengenal bilangan dan gambar, penggunaanya pun sangat mudah, praktis dan ekonomis.
PENGGUNAAN PARODI DALAM MEMPERTAHANKAN INGATAN MATERI PELAJARAN KIMIA MELIYANI MELIYANI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1082

Abstract

Many teenagers are happy and even have a hobby with singing activities. Not infrequently the song he likes is faster to remember than the subject matter. This study was conducted to provide a reference for the use of parody in retaining the memory of the subject matter. The research conducted is a qualitative descriptive study with the respondents being students of SMA Adzkia Islamic School class XII MIPA in chemistry subjects in the 2021/2022 school year. Previously, students had used parodies in ongoing chemistry subjects in grades X, XI and XII. Data collection techniques using observation techniques and unstructured interviews. In the process of collecting data, the student’s memory of the material that was parodied and which was not parodied was explored. The results showed that the use of parody can maintain a memory of chemistry subject matter. This is shown from the research data as much as 95% of students still remember the material for X and XI class which is presented in the form of a parody. The results of the interview showed that 19 out of 20 students agreed that parody could help them remember the subject matter and motivate students in chemistry. ABSTRAKBanyak remaja senang bahkan hobi dengan aktivitas bernyanyi. Tak jarang lagu yang disukainya lebih cepat diingat daripada materi pelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan referensi penggunaan parodi dalam mempertahankan ingatan materi pelajaran. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan responden siswa SMA Adzkia Islamic School kelas XII MIPA pada mata pelajaran kimia tahun pelajaran 2021/2022. Sebelumnya siswa sudah pernah menggunakan parodi pada mata pelajaran kimia di kelas X, XI dan kelas XII yang sedang berjalan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara tidak terstruktur. Pada proses pengumpulan data, digali daya ingat siswa terhadap materi yang diparodikan dan yang tidak diparodikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan parodi dapat mempertahankan ingatan terhadap materi pelajaran kimia. Hal ini ditunjukkan dari data penelitian sebanyak 95% siswa masih mengingat materi kelas X dan XI yang disajikan dalam bentuk parodi. Hasil wawancara menunjukkan 19 dari 20 siswa setuju bahwa parodi dapat membantu mereka mengingat materi pelajaran dan memotivasi siswa dalam mata pelajaran kimia.
PEMANFAATAN KOMPOSIT FE(HTRZ)3(BF4)2–NATA DE COCO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIS PADA SENYAWA KOMPLEKS SUMARNO SUMARNO
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1083

Abstract

Fe(Htrz)3(BF4)2 – nata de coco composite can be made by reacting Iron (II) tetrafluoroborate and triazole ligand in nata de coco matrix. The resulting composite is purple in color, because the Fe(Htrz)3(BF4)2 complex is formed in the nata de coco matrix. When this composite is heated, the color changes to white starting at 373 K to 398 K and when the temperature is lowered, the color of the composite changes back to purple at 358 K to 333 K. The appearance of such complex compounds is known as the hysteresis effect, which has the potential for storage. information on electronic devices, which depends on the width of the hysteresis. Determined by the Image J Sever program, the Fe(Htrz)3(BF4)2 complex has a hysteresis width of 40 K. The hysteresis phenomenon can be associated with the electron spin transition process on the central atom which is related to the magnetic properties of the complex compound. The characteristic of Fe(Htrz)3(BF4)2 – nata de coco composite which undergoes color changes in the high and low temperature range is a unique phenomenon of complex compounds, and can be used as an interesting learning medium for students in discussing the nature of complex compounds. ABSTRAKKomposit Fe(Htrz)3(BF4)2 – nata de coco dapat dibuat dengan cara mereaksikan Besi (II) tetrafluoroborat dan ligan triazol dalam matrik nata de coco. Komposit yang dihasilkan berwarna ungu, karena kompleks Fe(Htrz)3(BF4)2 terbentuk di dalam matrik nata de coco. Ketika komposit ini dipanaskan terjadi perubahan warna menjadi putih mulai pada suhu 373 K sampai 398 K dan ketika temperaturnya diturunkan, warna komposit berubah kembali menjadi ungu pada suhu 358 K sampai 333 K. Penampilan senyawa kompleks seperti ini dikenal sebagai efek histeresis, yang berpotensi sebagai penyimpanan informasi pada perangkat elektronik, yang tergantung pada lebar histeresis. Ditentukan dengan program Image J Sever diperoleh kompleks Fe(Htrz)3(BF4)2 memiliki lebar histeresis sebesar 40 K. Fenomena histeresis dapat diasosiasikan sebagai proses transisi spin elektron pada atom pusat yang berkaitan dengan sifat kemagnetan senyawa kompleks. Karakteristik komposit Fe(Htrz)3(BF4)2 – nata de coco yang mengalami perubahan warna dalam rentang suhu tinggi dan suhu rendah ini merupakan fenomena unik dari senyawa kompleks, dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa pada pembahasan sifat senyawa kompleks.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM AAN MUSTHOFIAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1084

Abstract

In general, the purpose of this research is to improve the teaching and learning process of SKI students/I MAN 2 Cilegon City for the academic year 2020/2021 with the Group Investigation (GI) Cooperative Learning Method which is expected to have a positive impact on student achievement. The research method uses Classroom Action Research (CAR). This research was conducted for 2 cycles and each cycle consisted of 2 meetings. As for the classroom action research model, the author chooses the model from Kurt Lewin which is the main reference for various action research models. Data was collected through observation, documentation and tests. Data analysis was carried out in 3 (three) stages including: data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. Based on the results of the researchers' observations on the scores obtained by students both before and after the implementation of the group investigation, it was found that the implementation of this method could improve student achievement in class XII IPA 1 MAN Pulomerak in the 2013-2014 academic year. The results of student learning tests in pre-cycle learning can be seen from 27 students who achieved the standard of learning mastery as many as 12 students with a value of the test results of the first cycle we can know from 27 students who achieved the standard of learning completeness as many as 21 students with an average value of 72.4. So that it can be seen that the student's level of completeness is 77%. And the increase obtained is 33% of the pre cycle. Then continue the second cycle and we can know from 27 students that 25 students achieved the standard of learning mastery with an average value of 76.2. The increase in completeness obtained is 15% from cycle I, the following is a graph of the increase obtained from the pre-cycle, cycle 1 to cycle 2 ABSTRAKSecara umum tujuan dari penelitian ini adalah memperbaiki proses belajar mengajar SKI siswa/I MAN 2 Kota Cilegon Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) yang diharapkan akan berdampak positif kepada prestasi belajar siswa/I. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Adapun mengenai model penelitian tindakan kelas, penulis memlihih model dari Kurt Lewin yang merupakan acuan pokok dari berbagai midel action research. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan 3 (tiga) tahapan meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap nilai yang diperoleh siswa baik sebelum dan sesudah pelaksanaan group investigation adalah bahwa implementasi metode tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII IPA 1 MAN Pulomerak tahun ajaran 2013-2014. Hasil tes belajar siswa pada pembelajaran pra siklus dapat kita ketahui dari 27 siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 12 siswa dengan nilai Hasil tes siklus I dapat kita ketahui dari 27 siswa mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 21 siswa dengan nilai rata-rata 72,4. Sehingga dapat diketahui tingkat ketuntasan siswa sebesar 77%. Dan peningkatan yang diperoleh adalah 33% dari pra siklus. Kemudian melanjutkan siklus II dan dapat kita ketahui dari 27 siswa mencapai standar ketuntasan belajar sebanyak 25 siswa dengan nilai rata-rata 76,2 Sehingga dapat diketahui tingkat ketuntasan siswa sebesar 92%. Adapun peningkatan ketuntasan yang diperoleh adalah 15% dari siklus I, berikut ini grafik peningkatan yang diperoleh dari mulai pra siklus, siklus 1 hingga siklus 2
PENGARUH PENGGUNAAN EDMODO DAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENDESAIN BAHAN AJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PAI (STUDI DI SMA NEGERI 1 DAN MA NEGERI KOTA CILEGON) JUPRI JUPRI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i1.1085

Abstract

The aims of this study were (1) to determine the effect of using Edmodo on PAI learning outcomes in SMA Negeri and MA Negeri Cilegon City. (2) To determine the effect of teachers' ability in designing teaching materials on PAI learning outcomes in SMA Negeri and MA Negeri Cilegon City. (3) To determine the effect of using Edmodo and the ability of teachers in designing teaching materials on PAI learning outcomes in SMA Negeri and MA Negeri Cilegon City. This study uses a factorial-experimental research method with quantitative and qualitative approaches and multiple linear regression analysis techniques. The technique used in the sampling process is purposive sampling with the number of respondents being 98 students (class XI MIPA SMA Negeri 1 and MA Negeri 2 Cilegon City). The results showed that the use of Edmodo in SMA Negeri 1 and MA Negeri 2 Cilegon City with an average of 57.65 could be categorized as sufficient. Meanwhile, the teacher's ability to design teaching materials with an average of 58.13 is categorized as sufficient. For student learning outcomes in SMA Negeri 1 and MA Negeri 2 Cilegon City in this study, seen from the posttest results, the average value of 89.95 was categorized as very good. By using the t test, the results of the significance level t count < t table are 0.019 < 0.05. Thus H0 is rejected and H1 is accepted simultaneously (simultaneously) then the results of the f test with a significance of t count < t table are 0.000 < 0.05. Furthermore, there is sufficient influence between the use of Edmodo and the ability of teachers to design teaching materials on student learning outcomes with an adjusted R squared value of 0.540 or 54%. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Edmodo terhadap hasil belajar PAI di SMA Negeri dan MA Negeri Kota Cilegon. (2) Untuk mengetahui pengaruh kemampuan guru dalam mendesain bahan ajar terhadap hasil belajar PAI di SMA Negeri dan MA Negeri Kota Cilegon. (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Edmodo dan kemampuan guru dalam mendesain bahan ajar terhadap hasil belajar PAI di SMA Negeri dan MA Negeri Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian factorial-experimental dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dan teknik analisis regresi linier berganda. Teknik yang digunakan dalam proses pengambilan sampel adalah Purposive Sampling dengan jumlah responden 98 siswa (kelas XI MIPA SMA Negeri 1 dan MA Negeri 2 Kota Cilegon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edmodo di SMA Negeri 1 dan MA Negeri 2 Kota Cilegon dengan rata-rata 57,65 dapat dikategorikan cukup. Sedangkan kemampuan guru dalam mendesain bahan ajar dengan rata-rata 58,13 dikategorikan cukup. Untuk hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 dan MA Negeri 2 Kota Cilegon dalam penelitian ini dilihat dari hasil postest nilai rata-rata 89,95 di katagorikan sangat baik. Dengan menggunakan uji t didapatkan hasil tingkat signifikansi t hitung < t tabel yaitu 0,019 < 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima secara bersama-sama (simultan) selanjutnya hasil uji f dengan signifikansi t hitung< t tabel yaitu 0,000 < 0,05. Selanjutnya terdapat pengaruh yang cukup antara penggunaan edmodo dan kemampuan guru dalam mendesain bahan ajar terhadap hasil belajar siswa dengan nilai adjusted R kuadrat sebesar 0,540 atau 54%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEPAK BOLA DENGAN PERMAINAN BOTAK (BOLA TANGAN KAKI) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASORKES KELAS XIII SMA NEGERI 10 BONE A. JUFRI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1289

Abstract

This research is a classroom action research conducted at SMA Negeri 10 Bone and aims to determine the improvement of students' physical education learning outcomes through the soccer learning model with the foot ball game. This study used two cycles with steps for each cycle consisting of: action planning, action implementation, observation and evaluation, and reflection. This is so that when researchers find problems that need improvement, they can be carried out in the next cycle. The research subjects were students of class XII MIA SMA Negeri 10 Bone in the 2021/2022 school year, totaling 32 people with varying levels of ability and student absorption. Data collection was carried out using a learning outcome test in the form of an essay. The collected data were analyzed using quantitative and qualitative analysis. In addition, to determine student activity in the learning process, observation sheets were used during teaching and learning activities. The results showed that: (a) after being given an action with a soccer learning model with a foot ball game there was an increase in the average score of physical and physical education learning outcomes for Class XII MIA SMA Negeri 10 Bone which at the end of Cycle I was 79,28 to 85,94 at the end of Cycle II; (b) after being given an action with a soccer learning model with a foot ball game there was an increase in learning mastery for Class XII MIA SMA Negeri 10 Bone which at the end of Cycle I was 84.38% to 96.97% at the end of Cycle II; (c) an increase in student learning activity in the learning process from Cycle I to Cycle II; and (d) based on the standard category, the score of physical education learning outcomes is categorized as high. From the results above, it can be concluded that the soccer learning model with the foot ball game can improve physical education learning outcomes for Class XII MIA students at SMA Negeri 10 Bone. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 10 Bone dan bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar penjasorkes siswa melalui model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki). Penelitian ini menggunakan dua siklus dengan langkah-langkah untuk setiap siklus terdiri dari: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hal ini dimaksudkan agar manakala peneliti menemukan permasalahan yang perlu perbaikannya, dapat dilaksanakan pada siklus berikutnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone pada tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 32 orang dengan tingkat kemampuan dan daya serap siswa yang sangat bervariasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk essay. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Di samping itu, untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran digunakan lembar observasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) setelah diberikan tindakan dengan model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) terjadi peningkatan skor rata-rata hasil hasil belajar penjasorkes siswa Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone yang pada akhir Siklus I sebesar 79,28 menjadi 85,94 pada akhir Siklus II; (b) setelah diberikan tindakan dengan model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) terjadi peningkatan ketuntasan belajar Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone yang pada akhir Siklus I sebesar 84.38% menjadi 96.97 % pada akhir Siklus II; (c) terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran dari Siklus I ke Siklus II. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sepak bola dengan permainan botak (bola tangan kaki) dapat meningkatkan hasil belajar penjasorkes siswa Kelas XII MIA SMA Negeri 10 Bone
ANALISIS KURIKULUM PONDOK PESANTREN MU'ADALAH SEBAGAI PEMBAHARUAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SURIP SURIP
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1290

Abstract

By using a descriptive qualitative research method through a field study approach. Problem solving procedures are carried out based on problems that arise after being identified, regarding data collection techniques using observation, interviews, data collection and documentation techniques. The results of the research on this theme are that through the mu'dalam curriculum (hereinafter referred to as mu'dalam) Islamic educational institutions can develop the quality of education by creating alumni of Islamic boarding schools to continue their further education, either at home or abroad. The quality of Islamic educational institutions can be seen from the quality of their outcomes, the Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School has carried out an MOU with Al-Azhar Cairo in November 2021 as a form of improving the quality of future education, with the hope that alumni can continue the undergraduate program. 1st and 2nd strata in the pyramid country, while at the same time adding experience and insight in accordance with the five souls of the lodge, namely broad-minded. Through the mu'adah program with Al-Azhar Cairo for alumni of Islamic boarding schools as embryos for the development of knowledge and a form of renewal of Islamic educational institutions, besides that, students and teachers have the opportunity to take part in a cycle organized by Al-Azhar University for 3 (three) month, this can open up opportunities for improving the quality of Arabic knowledge and skills. With mu'adah, Islamic boarding schools no longer seem exclusive but are open at the level of inward looking (micro) and outward looking (macro). ABSTRAKDengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi lapangan. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul setelah diidentifikasi, mengenai Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pengumpulan data dan dokumentasi. Hasil Penelitian dari tema ini bahwa melalui kurikulum mu'adalah (selanjutnya disebut mu'adalah) pada lembaga pendidikan Islam dapat mengembangkan mutu pendidikan dengan menciptakan alumni pondok pesantren untuk melanjutkan pendidikan tingkat lanjut, baik di dalam negeri atau di luar negeri. Kualitas lembaga pendidikan Islam bisa dilihat dari kualitas outcomenya, Pondok Pesantren Al-Amanah Al-gontory telah melakukan MOU mu'adalah dengan Al-Azhar cairo pada bulan November 2021 sebagai bentuk peningkatan mutu pendidikan masa depan, dengan penuh harapan agar alumni bisa melanjutkan program strata 1 dan strata 2 di negeri piramida, sekaligus menambah pengalaman dan wawasan sesuai dengan panca jiwa pondok yaitu berwawasan luas. Dengan melalui program mu'adalah dengan Al-Azhar cairo untuk para alumni pondok pesantren sebagai embrio pengembangan ilmu dan bentuk pembaharuan lembaga pendidikan Islam, salain itu santri dan guru mendapat kesempatan untuk ikut daurah yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Al-Azhar selama 3 (tiga) bulan, ini bisa membuka peluang untuk peningatan kualitas ilmu dan keterampilan bahasa arab. Dengan mu'adalah maka pondok pesantren sudah tidak lagi terkesan eksklusif akan tetapi terbuka dalam tataran inward looking (mikro) dan outward looking (makro).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICSS EDUCATION (RME) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA YETTI WIDIARTI; HANIFAH HANIFAH; SALEH HAJI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1291

Abstract

This study aims to determine whether there is an effect of the learning model Blended Learning with the Realistic Mathematics Education (RME) approach on students' conceptual understanding. This type of research is an experimental study with a quasi-experimental design which was carried out at The Junior High School Student Number 11 Bengkulu City in the even semester of the 2020/2021 school year with the research population being all students of class VIII totaling 248 students and the research sample totaling 60 students consisting of 2 classes namely class VIII.E as the experimental class and VIII.F as the control class. Based on the Mancova analysis test, it shows that there is a significant effect of thelearning model Blended Learning with the approach Realistic Mathematics Education on understanding concepts. The understanding of students' mathematical concepts in the class taught with thelearning model Blended Learning with the approach Realistic Mathematics Education is higher than the class taught with the conventional model. The average understanding of concepts in the experimental class is 75.67 while in the control class it is 67.83. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap pemahaman konsep siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimental yang dilaksanakan di SMPN 11 Kota Bengkulu pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 248 siswa dan sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VIII.E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.F sebagai kelas kontrol. Berdasarkan uji analisis Mancova, menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education terhadap pemahaman konsep. Pemahaman konsep matemaika siswa pada kelas yang diajar dengan model pembelajaran Blended Learning dengan pendekatan Realistic Mathematics Education lebih tinggi dibandingkan kelas yang diajar dengan model konvensional. Rata – rata pemahaman konsep pada kelas eksperimen sebesar 75,67 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 67,83.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW PADA MATERI BILANGAN BULAT NEGATIF PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 085/IV KOTA JAMBI HERIANTO HERIANTO
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1292

Abstract

This study aims to increase motivation and learning outcomes of elementary school students at SD Negeri 85/IV Jambi City through the Jigsaw method of cooperative learning. The research design used is classroom action research. The research design setting was carried out in Class VI (six) State Elementary School 85 Jambi City in the Mathematics subject with negative integers. The subjects of the study were sixth grade teachers and sixth grade students at SDN 85 Jambi City in the 2021/2022 academic year with a total of 30 students. Data collection techniques using observation and documentation. The data analysis technique used qualitative analysis techniques and descriptive analysis. The instrument used to collect research data consisted of tests and observation sheets. Research data were analyzed descriptively by using percentages to see the trends that occur in learning activities. The research procedure was carried out cyclically. Each cycle consists of planning activities, implementing actions, observing, and reflecting activities. Based on the class actions in the first, second and third rounds, it was shown that the Jigsaw method in learning could increase student activity and learning outcomes on negative integers in 6th grade students of State Elementary School 85 Jambi City. The results of observations and tests on the learning process carried out obtained information that students' readiness to receive lessons, activeness and learning outcomes that the Reflection of Cycle I observations in the field of students showed interest in learning Students' readiness to receive lessons was 65%; active students as much as 65% and the average learning outcomes of 70.3. The action performed by the method is still used. In reflection II, the students' observations in the field showed interest in learning. Students' readiness to receive lessons was 80%; active students as much as 90% and the average learning outcomes of 72.3. The action performed by the method is still used. In Reflection III, observations in the field showed students' interest in learning. Students' readiness to receive lessons was 100%; active students as much as 100% and the average learning outcomes of 80. The actions taken by the method are still used. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Sekolah Dasar SD Negeri 85/IV Kota Jambi melalui model pembelajaran Kooperatif metode Jigsaw. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Setting desain penelitian dilaksanakan di Kelas VI (enam) Sekolah Dasar Negeri 85 Kota Jambi pada mata pelajaran Matematika materi bilangan bulat negatif. Subyek penelitian adalah guru kelas VI dan siswa kelas VI SDN 85 Kota Jambi Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian terdiri dari tes dan lembar observasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran. Prosedur penelitian dilakukan secara bersiklus. Pada setiap siklusnya terdiri dari kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan kegiatan refleksi. Berdasarkan tindakan kelas pada putaran kesatu, kedua dan ketiga menunjukkan bahwa metode Jigsaw dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat negatif pada siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 85 Kota Jambi. Hasil observasi dan tes pada proses pembelajaran yang dilakukan diperoleh informasi bahwa kesiapan siswa menerima pelajaran, keaktifan dan hasil belajar bahwa Refleksi Siklus I pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 65%; siswa aktif sebanyak 65 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 70,3. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan. Pada refleksi II pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 80 %; siswa aktif sebanyak 90 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 72,3. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan. Pada Refleksi III pengamatan di lapangan siswa menunjukkan minat belajar Kesiapan siswa menerima pelajaran sebanyak 100 %; siswa aktif sebanyak 100 % dan hasil belajar rata-rata sebesar 80. Tindakan yang dilakukan metode tetap digunakan.

Page 8 of 29 | Total Record : 281