cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 281 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODELBELAJAR MAKE -A MATCH PADA PESERTA DIDIK KELAS XII IPS 4 MAN KOTA TEGAL SEMESTER GASAL TAHUN 2018/2019 WAHYUNINGSIH WAHYUNINGSIH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1293

Abstract

The problem of this research is the low learning achievement of mathematics, especially in understanding the material for students in class X Social Sciences 4. To overcome this, the authors apply learning using the Make A Match Learning method for students. This study aims to improve learning achievement in Mathematics in the Trigonometry chapter. This research was carried out in class X IPS 4 MAN Tegal City for the 2018/2019 academic year with a total of 30 students consisting of 20 female students and 10 male students. The research procedure includes the following stages: (a) planning, (b) implementation of actions, (c) observation and interpretation, (d) analysis and reflection. Based on the results of the study, it can be concluded that the Make-A Match learning method can improve mathematics learning achievement for students, in this case the Trigonometry chapter. This is evident from the increase in the percentage level of classical completeness of students who have reached the Minimum Completeness Criteria (KKM), namely from the initial conditions that have been completed only 26.67%, in the first cycle which has been completed 56.67%, in cycle 2. or increased to 86.67%. ABSTRAKMasalah penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar matematika terutama dalam memahami materi pada peserta didik kelasX IPS 4. Untuk mengatasi hal tersebut penulis menerapkan pembelajaran menggunakan metode Pembelajaran Make A Match pada Pesertadidik. Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar Matematika pada bab Trigonometri. Penelitianini dilaksakan di kelas X IPS 4 MAN Kota Tegal tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah peserta didik 30 terdiri dari 20 peserta didik perempuan dan 10peserta didik laki-laki.. Prosedur penelitian meliputi tahap: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan interprestasi, (d)analisisdan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Pembelajaran Make-A Match dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika pada peserta didik dalam hal ini bab Trigonometri. Halini terbukti dari kenaikan tingkat prosentase ketuntasan klasikal peserta didik telah yang telah mencapai Kreteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu dari kondisi awal yang yang sudah tuntas hanya 26,67%, pada siklus I yang sudah tuntas 56,67%, pada siklus 2.atau mengalami kenaikan menjadi 86,67 %.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI FUNGSI ADE FERDIANSYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1294

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of mathematics learning outcomes for students of SMK Negeri 2 Tangerang Regency using a problem based learning model. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class X TKJ 2 SMK Negeri 2 Tangerang Regency in the even semester of the 2021/2022 academic year, totaling 42 people. The data collection instrument in this study was a test question sheet on the student worksheet. The research method uses a descriptive quantitative approach. This research was carried out in two cycles and each cycle consisted of three meetings, for the teaching and learning process and tests. The results showed that by using the Problem Based Learning learning model, student learning outcomes increased. This can be seen from student learning outcomes in the first cycle the percentage of class completeness reaches 70.77%. While in the second cycle the percentage of class completeness increased to 88.50%. Thus, the researchers concluded that using the PBL learning model could improve student learning outcomes in mathematics lessons on the function of students in class X TKJ 2 SMK Negeri 2 Tangerang Regency. Therefore, teachers should use a variety of appropriate learning models according to the character of students and it needs to be applied continuously to optimize learning, so as to create conditions that can encourage students to achieve competence in the learning provided by the teacher. With the application of appropriate and appropriate learning models, students are able to achieve abilities in the cognitive, affective, psychomotor domains and can improve interpersonal skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi fungsi pada siswa SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang menggunakan model pembelajaran problem based learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 2 SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 42 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar soal tes yang ada pada lembar kerja siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing – masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan, untuk proses belajar mengajar dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning hasil belajar siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I persentase ketuntasan kelas mencapai 70,77%. Sedangkan pada siklus II persentase ketuntasan kelas meningkat menjadi 88,50%. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi fungsi siswa kelas X TKJ 2 SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang. Oleh karena itu, para guru sebaiknya menggunakan berbagai macam model pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakter peserta didik dan itu perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk mengoptimalkan pembelajaran, sehingga dapat menciptakan kondisi yang dapat mendorong peseta didik agar dapat mencapai kompetensi dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan diterapkannya model pembelajaran yang tepat dan sesuai, peserta didik mampu mencapai kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, psikomotorik dan dapat meningkatkan kemampuan interpersonal.
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA TIPE PISA DENGAN KONTEKS CABANG OLAHRAGA BULU TANGKIS DEDI YANSEN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1295

Abstract

This study aims to produce PISA-like math problems with uncertainty and data content in the context of the badminton sport that is valid and practical, as well as to see the potential effect of the questions made on the mathematical literacy skills of class X high school students. The research subjects were students of class X SMA Negeri 3 Prabumulih. The research methodology used is design research with the type of development study, which is divided into 2 stages, those are preliminary and formative evaluation. The preliminary stage includes analysis of research subjects, curriculum, PISA framework, mathematical literacy skills, and making question instruments. The formative evaluation stage includes one to one along with an expert review, then a small group, then a field test. The results of the research data analysis showed that: (1) the PISA-like questions that had been developed were declared valid and practical. Valid based on expert review. Practically based on one to one and small group. (2) PISA-like questions that have been developed have a potential effect on students' mathematical literacy skills. The most widely applied mathematical literacy skills are communication skills. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika tipe PISA konten uncertainty and data dengan konteks cabang olahraga bulu tangkis yang valid dan praktis, serta melihat efek potensial dari soal yang dibuat terhadap kemampuan literasi matematis siswa kelas X SMA. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Prabumulih. Metodologi penelitian yang digunakan adalah design research dengan tipe development study, yang terbagi menjadi 2 tahap yaitu preliminary dan formative evaluation. Tahap preliminary meliputi analisis subjek penelitian, kurikulum, framework PISA, kemampuan literasi matematis, dan membuat instrumen soal. Tahap formative evaluation meliputi one to one yang bersamaan dengan expert review, selanjutnya small group, kemudian field test. Hasil dari analisis data penelitian diperoleh bahwa: (1) soal-soal tipe PISA yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan praktis. Valid berdasarkan pada expert review. Praktis berdasarkan pada one to one dan small group. (2) soal-soal tipe PISA yang telah dikembangkan memiliki efek potensial terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Kemampuan literasi matematis yang paling banyak diterapkan yaitu kemampuan komunikasi.
PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI VEKTOR ITA TRISTIANA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1296

Abstract

The development of technology makes everything easy and interesting. Technology is born from education, education should take advantage of technology. The use of technology can improve the quality of education so that learning models that use technology emerge. In this study, the researcher used a flipped classroom model combined with a jigsaw cooperative model to improve learning outcomes in class. Before the research, the researcher conducted a pre-cycle stage to provide an overview of the learning model that would be used as well as an initial test to see the students' basic abilities. In addition, the researchers also divided students into groups of origin and groups of experts. Researchers provide online learning resources and discussion materials for expert groups to study. At the time of face-to-face, students have more time to straighten out concepts, discuss things that have not been understood when studying online. Students also have more time to convey ideas and knowledge to their original group. This learning activity is student-centered. Students become more motivated, so they are more active in participating in a series of learning both online and face-to-face. Increased student learning outcomes can be seen from the results of observations and results of tests carried out by students at the end of each cycle. ABSTRAKPerkembangan teknologi menjadikan segala sesuatu menjadi mudah dan menarik. Teknologi terlahir dari pendidikan, selayaknya pendidikan perlu memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan mutu pendidikan sehingga bermunculanlah model-model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan model flipped classroom yang dipadukan dengan model kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar dikelas. Sebelum penelitan peneliti melakukan tahap pra siklus untuk memberi gambaran tentang model belajar yang akan dipakai sekaligus dibagikan tes awal untuk melihat kemampuan dasar siswa. Selain itu peneliti juga membagi siswa menjadi kelompok asal dan kelompok ahli. Peneliti memberikan sumber belajar dan bahan diskusi secara online pada kelompok ahli untuk dipelajari. Pada saat tatap muka, siswa memiliki waktu lebih banyak untuk meluruskan konsep, mendiskusikan hal - hal yang belum dimengerti saat belajar online. Siswa juga memiliki waktu lebih untuk menyampaikan gagasan dan ilmu kepada kelompok asalnya. Kegiatan pembelajaran ini berpusat pada siswa. Siswa menjadi lebih termotivasi, sehingga lebih aktif mengikuti rangkaian pembelajaran baik saat online maupun saat tatap muka. Hasil belajar siswa meningkat dapat dilihat dari hasil observasi dan hasil tes yang dilakukan siswa setiap akhir siklus.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS IV SDN 2 MANTINGAN RIA WIDYASWATI; MARIA AGUSTINA AMELIA; MARCIANA SARWI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1297

Abstract

The background of this research is the learning outcomes and learning activities of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects are low so it requires improvements to improve learning outcomes and active learning of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects. The purpose of this study was to find out the improvement of learning outcomes and active learning of fourth grade students of SDN 2 Mantingan in social studies subjects using a problem based learning model. The type of research used is classroom action research. This research was conducted at SDN 2 Mantingan with a total of 32 research subjects. Data collection techniques used are tests and observations. The validity of the data used is expert judgment. The results showed that the use of problem based learning models could improve learning outcomes and active learning of fourth grade students at SDN 2 Mantingan in social studies subjects. In the pre-cycle the average value obtained by students was 62.84 with a classical completeness of 31.25%. Then in the first cycle the average value obtained by students is 74.21 with classical completeness 32.14%. From the pre-cycle to the first cycle there was an increase in the average value of student learning outcomes which was 11.37 and an increase in classical completeness 0.89%. In the second cycle, the average score obtained by the students was 75.34 with a classical completeness of 84.61%. From cycle I to cycle II there was an increase in the average score of 1.13 and an increase in classical completeness as much as 52.47%. The average value of student activity in the pre-cycle is 46.15% and is included in the criteria for being very less active. In the first cycle, the average value of student learning activity was 71.78% and was included in the criteria for being quite active. From the pre-cycle to the first cycle, there was an increase in learning outcomes as much as 25.63%. In cycle II, the average value of student learning activity is 86.92% and is included in the very active criteria. From cycle I to cycle II there was an increase of 15.14%. ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini adalah hasil belajar dan kekatifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS termasuk rendah sehingga memerlukan perbaikan untuk menigkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Mantingan dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Validitas data yang digunakan adalah expert judgment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa kelas IV SDN 2 Mantingan pada mata pelajaran IPS. Pada pra siklus nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 62,84 dengan ketuntasan klasikal 31,25%. Kemudian pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah adalah 74,21 dengan ketuntasan klasikal 32,14%. Dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 11,37 dan peningkatan ketuntasan klasikal 0,89%. Pada siklus II nilai rata-rata yang dipeorleh siswa adalah 75,34 dengan ketuntasan klasikal 84,61%. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata sebanyak 1,13 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebanyak 52,47%. Nilai rata-rata kekatifan siswa pada pra siklus adalah 46,15% dan masuk dalam kriteria sangat kurang aktif. Pada siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 71,78% dan masuk dalam kriteria cukup aktif. Dari pra siklus ke siklus I terjadi peningkatan hasil belajar sebanyak 25,63%. Pada siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa adalah 86,92% dan masuk dalam kriteria sangat aktif. Dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebanyak 15,14%.
PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN DALAM RANGKA MENCETAK INSAN GENERASI MUDA YANG UNGGUL DI SMK TRI’S MAROS KABUPATEN MAROS ANDI NUROCHMAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1298

Abstract

The purpose of this study is discibe how the education management unit is in order to produce superior young people. This research method is evaluation. Data collection tools, namely, interviews, documentation and observation. Based on data processing, the management of education units in SMKTRI’S MAROS in order to produce superior young generation is determined by the ability of principals with teachers, supervisors, and parents of students, so that the readiness of school leaders and teachers can succees in SMK TRI’S MAROS to be able to produce young generation superior. Advice for SMK TIS’S Maros principals should always have an effort to improve the ability as a change leader and optimize coaching for teachers to become more qualified and professional. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakahpengelolaan satuan pendidikan dalam rangka mencetak insan generasi muda yang unggul.Metode penelitian inievaluasi. Alat pengumpulan data yaitu, wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan pengolahan data maka pengelolaan satuan pendidikan pada SMK dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul adalah ditentukan oleh faktor kemampuan kepala sekolah bersama guru, pengawas, dan orang tua siswa, sehingga kesiapan pimpinan sekolah dan guru dapat menyukseskan pendidikan di SMK TRI’S Maros Kabupaten Maros dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul.Saran untuk kepala sekolah SMK TRI”S MarosKabupaten Maros hendaknya selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuannya sebagai pemimpin perubahan dan dapat mengoptimalkan pembinaan kepada guru agar menjadi lebih berkualitas dan profesional.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATERI KOLOID DI SMAN 22 JAKARTA YENI ANGGRAENI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i2.1299

Abstract

This study aims to determine whether there is an effect of Jigsaw II Cooperative Learning Method on the learning outcomes of students in class XI on colloidal material. Research has been carried out in the even semester of 2017/2018 school year at SMAN 22 Jakarta. The research method used was quasi-experimental with a sample of 71 students of class XI MIPA taken from 2 classes. Class XI MIPA 2 became the control class which was treated with the learning of the discussion method and class XI MIPA 4 became the experimental class treated with Jigsaw learning. II. The research instrument used was a multiple choice test instrument with 5 alternative answers as many as 30 questions. The results of this study found the difference in the average experimental class 82.33 and control class 74.8. From the results of the calculation of the Mann Whitney U test obtained a significance value of 0.000 <0.05, it can be concluded that there are differences in learning outcomes between the experimental and control classes so that the application of the Jigsaw II learning method has a positive influence on students in studying the colloidal system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif tipeJigsaw II terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi koloid. Penelitian telah dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 di SMAN 22 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan sampel 71 peserta didik kelas XI MIPA yang diambil dari 2 kelas.. Kelas XI MIPA 2 menjadi kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan pembelajaran metode diskusi dan kelas XI MIPA 4 menjadi kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan pembelajaran Jigsaw II. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes pilihan ganda dengan 5 alternatif jawaban sebanyak 30 soal. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan rata-rata kelas eksperimen 82,33 dan kelas kontrol 74,8. Dari hasil perhitungan uji U Mann Whitney didapatkan nilai signifikansi 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kontrol sehingga penerapan metode pembelajaran Jigsaw II memberikan pengaruh positif bagi peserta didik dalam mempelajari sistem koloid.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH JENJANG SD SE-KECAMATAN BATUKLIANG UTARA LALU MUHAMAD NASIR; ERLAN HARTAWAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1610

Abstract

This study aims to describe the teacher's steps in implementing social care character education at the elementary school level in Batukliang Utara District. This research is a qualitative descriptive study. Researchers conducted observations, interviews, and documentation with the research subjects, namely principals, teachers, and students. Data analysis uses data reduction, data display, and drawing conclusions. The data validity technique uses technical triangulation and source triangulation. The results of the study show that the implementation of social care character education is carried out through; (1) self-development in the form of routine activities with infaq, the teacher provides an example in the form of direct examples, the teacher also carries out spontaneous activities by reprimanding students who are indifferent to friends, and through conditioning by installing rules, student codes of ethics and posters related to social care, teachers also condition the class with group work; (2) school culture development is carried out with school activities in accordance with social care character indicators; (3) the integration of social care characters in the subject matter; and (4) familiarize students to empathize with the bereaved family or school neighbors by bringing Pelangar (sasak culture). ABSTRAKPelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di jenjang SD Se-Kecamatan Batukliang Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial dilakukan melalui; (1) pengembangan diri berupa kegiatan rutin dengan infaq, guru memberikan keteladanan berupa contoh langsung, guru juga melaksanakan kegitan spontan dengan menegur siswa yang acuh dengan teman, serta melalui pengkondisian dengan memasang tata tertib, kode etik siswa dan poster berkatian dengan peduli sosial, guru juga mengkondisikan kelas dengan kerja kelompok; (2) pengembangan budaya sekolah dilaksanakan dengan kegiatan sekolah sesuai dengan indikator karakter peduli sosial; (3) pengintegrasian karakter peduli sosial dalam materi pelajaran; dan (4) membiasakan siswa untuk turut berempati kepada keluarga siswa atau tetangga sekolah yang berduka dengan membawa pelangar (budaya sasak).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI HIDROKARBON MELALUI PENGGUNAAN SOFTWARE CHEMDRAW DI SMKN 1 BP BANGSA RAJA DIANA NOVITASARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1611

Abstract

Technological development in education requires an educator to be creative and innovative in creating an interactive learning atmosphere on hydrocarbon material which is classified as abstract and is considered difficult for students to understand. Technology-based learning that has been developed in this research is to use ChemDraw software as an alternative to interactive learning to replace conventional methods. The research method used is using the pretest and posttest methods with the aim of seeing the effect of using ChemDraw software on increasing student learning outcomes on hydrocarbon material. The test data were analyzed using the N-Gain test, t test and effect size. Based on the results of the calculation of the pretest and posttest scores, there was an increase in the average score of class X students at SMK N 1 BP. BR from 64.9 to 89.15, while the average value of N-Gain is 0.69 or 69%. This shows that the application of the ChemDraw software learning media is proven to be effective in improving the learning outcomes of students in the medium category. In the t-test obtained -1.68 < tcount < 1.68 and the occurrence of rejecting Ho and accepting H1 which shows that there is a difference in the average score before and after using the software. While the results of the analysis of the effect size of 0.87 which is quite strong. This shows that there is a strong influence and good effectiveness in the use of ChemDraw software on hydrocarbon materials to improve student learning outcomes. ABSTRAKPerkembangan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut seorang pendidik menjadi kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana belajar interaktif pada materi hidrokarbon yang tergolong abstak dan dianggap sulit dipahami oleh siswa. Pembelajaran berbasis teknologi yang telah dikembangkan pada penelitian ini ialah dengan memanfaatkan software ChemDraw sebagai alternatif pembelajaran interaktif pengganti metode konvesional. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan metode pretest dan postest dengan tujuan melihat penggaruh penggunaan software ChemDraw terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji N-Gain, uji t dan effect size. Berdasarkan hasil perhitungan nilai pretest dan posttest, terjadinya peningkatan nilai rata-rata siswa kelas X SMK N 1 BP. BR dari 64,9 menjadi 89,15, sedangkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,69 atau 69%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran software ChemDraw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kategori sedang. Pada uji t diperoleh -1,68 < thitung < 1,68 dan terjadinya tolak Ho dan terima H1 yang menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor sebelum dan sesudah penggunakan software. Sedangkan hasil analisis effect size sebesar 0,87 yakni tergolong kuat. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dan efektifitas yang baik dalam penggunaan software ChemDraw pada materi hidrokarbon terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU IPA DENGAN MEDIA VIRTUAL LABORATORIUM BERBASIS ANDROID RUSTI LUMBAN GAOL
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1612

Abstract

This study aims to improve the ability of science teachers by implementing an android-based virtual laboratory. This research is a school action research which is designed to follow the Kemmis and Mc Taggart model each cycle consisting of 3 activities, namely planning, action, observation and reflection followed by planning in the next cycle by utilizing the results of previous reflections. The solution is designed based on a study of learning theory and input from the field. The solution design in question is an action in the form of implementing an android-based virtual laboratory in increasing the creativity of science teachers at the 15 team fostered junior high schools in Deli Serdang. The results obtained from the two cycles are the presence of learning devices in the form of an android-based virtual laboratory module and an apk that can be installed on an Android cellphone. The research finding is that the implementation of an android-based virtual laboratory can improve the ability of teachers, positive responses to the learning, as evidenced by the increasing ability of teachers in each cycle, from 64.76% (enough) to 85.71% (very good). For this reason, teachers are expected to be able to apply an Android-based virtual laboratory in their learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru IPA dengan implementasi virtual laboratorium berbasis android. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang dirancang mengikuti Model Kemmis dan Mc Taggart setiap siklus terdiri dari 3 kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang diikuti oleh perencanaan pada siklus berikutnya dengan memanfaatkan hasil refleksi sebelumnya. Solusinya dirancang berdasarkan kajian teori pembelajaran dan input dari lapangan. Adapun rancangan solusi yang dimaksud adalah tindakan berupa implementasi virtual laboratorium berbasis android dalam meningkatkan kreativitas guru IPA di SMP Binaan Tim 4 Deli Serdang sebanyak 15 orang. Hasil yang di dapat dari kedua siklus adalah terdapatnya perangkat pembelajaran berupa modul virtual laboratorium berbasis android dan apk yang dapat diinstal di HP android. Temuan penelitian bahwa dengan implementasi virtual laboratorium berbasis android dapat meningkatkan kemampuan guru, tanggapan yang positif terhadap pembelajaran tersebut, dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan guru setiap siklus yaitu dari 64,76 % (cukup) menjadi 85,71 % (sangat baik). untuk itu para guru diharapkan dapat menerapkan virtual laboratorium berbasis android dalam pembelajarannya

Page 9 of 29 | Total Record : 281