cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
ed.continuous2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No 2/22 K, Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Continuous Education : Journal of Science and Research
Published by Pusdikra Publishing
ISSN : -     EISSN : 27468224     DOI : -
Core Subject : Education,
Continuous Education Journal of Science and Research invites lecturers, scholars, researchers, and students to contribute the results of their studies and research in fields related to education, which include textual and field studies with various perspectives, Educational Management, Educational Policy, Educational Technology, Educational Psychology, Development. Curriculum and Learning Strategies as well as contemporary research results in the field of Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 188 Documents
Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kinerja Administrasi Pendidikan Smk Swasta Budi Utomo Binjai Tahun Ajaran 2024-2025 D, Hamidah; Sanjani, Maulana Akbar; Winanda, Wira
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kinerja administrasi pendidikan di SMK Swasta Budi Utomo Binjai. Gaya kepemimpinan ini dinilai mampu memberikan dorongan dan motivasi kepada staf administrasi agar bisa bekerja lebih maksimal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja administrasi, antara lain melalui pemberian motivasi, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan staf, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan dalam penggunaan teknologi, kurangnya kesempatan mengikuti pelatihan, dan pembagian kerja yang belum merata. Untuk mengatasi masalah tersebut, kepala sekolah mengambil beberapa langkah, seperti mengadakan pelatihan internal, membagi tugas dengan lebih adil, serta memperkuat komunikasi antar staf. Langkah-langkah ini terbukti membantu meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan administrasi di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kepemimpinan transformasional yang diterapkan kepala sekolah berpengaruh besar dalam meningkatkan kinerja administrasi pendidikan.
Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMK Swasta Budi Utomo Binjai Tahun 2024-2025 Ananda, Adelia Maharani Putri; Sanjani, Maulana Akbar; Faqrurowzi, Lendra
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Swasta Budi Utomo Binjai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang didukung pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan 5 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMK Swasta Budi Utomo Binjai menunjukkan hasil yang baik dan efektif. Hal ini dapat terlihat dari beberapa temuan yang penulis dapatkan yaitu: (1) Dalam proses perencanaan supervisi kepala sekolah telah bekerja sesuai dengan langkah operasional yang ideal sesuai dengan buku pedoman kinerja kepala sekolah. Adapun kegiatan dari perencanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah mengundang tim pengembang sekolah, jadwal supervisi, substansi materi pelaksanaan supervisi dan menyusun instrumen penilaian; (2) Dalam proses pelaksanaan supervis i kepala sekolah telah berhasil menggunakan teknik-teknik yang baik. Dengan menggunakan teknik kunjungan kelas dan melakukan refleksi setelah supervisi dilakukan dengan pendekatan formal dan informal; (3) Dalam proses tindak lanjut kepala sekolah mengadakan bimbingan dan refleksi kepada guru-guru yang telah disupervisi. Pendidikan dan pelatihan yang diadakan kepala sekolah berdasarkan temuan kekurangan yang didapatkan kepala sekolah pada saat supervisi dilakukan.
Model Pembentukan Karakter Islami Melalui Internalisasi pada Anak Usia Dini : Perspektif Psikologi Positif Islami Khairani, Nur; Ginting, Muhammad Hairun; Budiman, Indra; Lubis, Lahmuddin
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2813

Abstract

Pembentukan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial-emosional. Usia dini dikenal sebagai masa keemasan perkembangan, sehingga internalisasi nilai-nilai Islami menjadi strategi efektif untuk menanamkan karakter mulia sejak awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pembentukan karakter Islami melalui pendekatan internalisasi berbasis psikologi positif Islami, dengan ruang lingkup pada pendidikan anak usia dini dalam konteks keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan menganalisis literatur akademik, sumber keislaman (Al-Qur’an dan hadits), serta hasil penelitian sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai Islami secara efektif dapat dilakukan melalui empat pendekatan utama: keteladanan, pembiasaan, cerita dan permainan edukatif, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Selain itu, budaya sekolah Islami dan peran keluarga sebagai madrasah pertama menjadi faktor penunjang keberhasilan proses internalisasi. Perspektif psikologi positif Islami memperkuat proses ini melalui penguatan nilai seperti iman, syukur, tawakal, sabar, optimisme, dan empati. Internalisasi nilai bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi pengalaman yang menyentuh aspek afektif dan spiritual anak secara langsung, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kepribadian yang utuh. Dengan demikian, model pembentukan karakter Islami berbasis psikologi positif tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga aplikatif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter anak secara holistik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter Islami yang kontekstual dan berkelanjutan di era modern.
Efektivitas Pengaruh Doa dan Dzikir sebagai Strategi Regulasi Diri dalam Proses Belajar Shiddiqy, Juhri Ash; Lubis, Lahmuddin; Arief, Ajie Al
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas doa dan dzikir sebagai strategi regulasi diri dalam proses belajar. Regulasi diri merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku guna mencapai tujuan belajar secara efektif. Dalam konteks pendidikan Islam, regulasi diri tidak hanya mencakup aspek kognitif dan metakognitif, tetapi juga aspek spiritual yang memiliki kontribusi signifikan terhadap ketenangan batin, fokus, dan motivasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan kitab klasik Islam, serta sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk mendeskripsikan, menafsirkan, dan mensintesis temuan dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dan dzikir berperan penting dalam tiga aspek utama regulasi diri, yaitu motivasi, pengendalian emosi, dan perilaku belajar. Doa berfungsi mengarahkan niat, membentuk kesiapan mental, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menguatkan motivasi intrinsik. Dzikir membantu menjaga ketenangan batin, memulihkan fokus saat terdistraksi, menurunkan kecemasan akademik, serta menumbuhkan rasa syukur dan optimisme. Keduanya efektif dalam meningkatkan konsentrasi, ketenangan, dan motivasi belajar jika dilakukan secara konsisten dan penuh penghayatan. Efektivitas ini diperkuat oleh kesadaran spiritual, dukungan lingkungan keluarga dan sekolah, serta manajemen waktu yang baik. Dengan demikian, doa dan dzikir bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga instrumen psikologis yang mampu mengintegrasikan kekuatan spiritual dengan pengaturan diri, sehingga proses belajar menjadi lebih fokus, tenang, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.
Penerapan Collaborative Learning dalam Bimbingan Kelompok terhadap Sikap Eksklusif Siswa SMPN 1 Rejoso Adinda Rini, Nafila; Setiawati, Denok; Nursalim, Mochamad; Ghozali, Muhamad Afifuddin
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2953

Abstract

Fenomena sikap eksklusif di kalangan siswa SMP dapat berdampak pada terbatasnya interaksi sosial dan munculnya kelompok pertemanan tertutup di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok dalam collaborative learning untuk mengurangi sikap eksklusif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa kelas IX SMPN 1 Rejoso yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor pretest tinggi, sedang, dan rendah pada angket sikap eksklusif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,900). Perlakuan diberikan dalam enam kali pertemuan yang berfokus pada kegiatan kolaboratif seperti diskusi kelompok, kerja sama lintas teman, dan refleksi sosial. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test menunjukkan hasil signifikansi 0,013 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Rata-rata skor sikap eksklusif menurun dari 70,25 menjadi 59 setelah perlakuan, yang menunjukkan adanya perubahan positif menuju sikap sosial yang lebih inklusif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan kelompok dalam collaborative learning efektif digunakan sebagai strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan empati, kerja sama, serta penerimaan terhadap perbedaan di antara siswa.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Ngayah di Desa Nusa Bali Dirgantara, Gusti Agung; Sari, Nila; Mariyani, Mariyani
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2986

Abstract

Pendidikan karakter merupakan cara agar generasi muda dapat memiliki watak yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Kemajuan zaman dan teknologi yang sangat pesat memberikan kemudahan bagi warga negara dalam mengakses informasi dari berbagai macam negara salah satunya adalah budaya. Budaya luar seperti individualisme bukanlah hal yang lumrah dalam ideologi bangsa Indonesia, oleh karenanya masalah dalam menangkal pengaruh dari luar harus menemukan jawabannya, salah satunya melalui pendidikan karakter secara tidak langsung dalam lingkungan masyarakat. Penelitian ini akan berfokus pada penggalian nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi ngayah di Desa Nusa Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan, reduksi, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Uji keabsahan menggunakan uji kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang didapat ialah masyarakat melakukan tradisi ngayah atas dasar keyakinan agama dan adat, melaksanakan aturan dalam desa adat, serta saling menyokong segala upacara yang dilakukan secara bersama-sama dalam sebuah desa adat. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi ngayah di Desa Nusa Bali terdapat beberapa nilai pendidikan karakter yaitu nilai religius, nilai bertanggung jawab, dan nilai gotong royong serta temuan lainnya berupa nilai toleran, nilai komunikatif dan nilai disiplin.
Halua Puzzle: Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Tradisi Kuliner Melayu untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Siswa di Sekolah Alam Medan Ayu Setiawati, Nanda; L, Winny Sunfriska
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.3036

Abstract

This study, entitled “Halua Puzzle: The Development of Interactive Learning Media Based on Malay Culinary Traditions to Enhance Students’ Environmental Awareness at Sekolah Alam Medan,” aims to develop an interactive learning medium called Halua Puzzle, which integrates local wisdom from Malay culinary traditions to foster students’ environmental awareness. The research employed the Research and Development (R&D) method following the Borg & Gall model through several stages: potential identification, design, validation, revision, and field testing.The research subjects were elementary-level students of Sekolah Alam Medan. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The results indicate that the Halua Puzzle media is highly feasible for use, achieving a validation score of 83.57, and received positive responses from students. The media proved effective in improving environmental awareness while reinforcing culturally based learning.Thus, the Halua Puzzle grounded in Malay culinary traditions is an effective interactive learning innovation that not only enriches students’ learning experiences but also instills environmental care values through local cultural contexts closely related to their daily lives.
Media Guru PAI dalam Menanamkan Sikap Toleransi pada Siswa di SMAN 1 Namorambe Lbs, Mhd. Abdan Syakuro; Darlis, Ahmad
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.3045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan sikap toleransi siswa di SMAN 1 Namorambe, menganalisis penerapannya dalam pembelajaran, serta memahami alasan pemilihan media tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini yaitu guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik. Adapun terknis analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menggunakan media visual berupa video pembelajaran melalui proyektor serta media cetak berupa Al-Qur’an, hadis, dan buku teks. Penerapan dilakukan secara kombinatif, di mana video berfungsi sebagai ilustrasi konkret sedangkan media cetak memberikan dasar normatif. Alasan guru memilih media tersebut adalah karena sesuai dengan kondisi sekolah multikultural dengan mayoritas siswa non-Muslim, sehingga media visual menarik minat siswa, dan media cetak memperkuat landasan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi media pembelajaran efektif dalam menanamkan nilai toleransi di sekolah multikultural.