cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
jurnal.mkmi@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
journal.mkmi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 02162482     EISSN : 23564067     DOI : https://doi.org/10.30597/mkmi.v18i1
Core Subject : Health,
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia accepts scientific papers in the form of research reports (original research papers) with a focus on the development of public health issues problems in Indonesia, including the developments and main problems in the field of epidemiology; Health Promotion; Environmental Health, Occupational Health, and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information Systems in Regional of Indonesia.
Articles 406 Documents
PEMETAAN DISTRIBUSI DENSITAS LARVA AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN TAMALANREA INDAH KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Irsan Syukur
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2: JUNI 2013
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.976 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v9i2.447

Abstract

Kelurahan Tamalanrea Indah adalah salah satu daerah endemis DBD di Kecamatan Tamalanrea. Tahun 2009 dilaporkan 18 kasus DBD dengan Angka Bebas Jentik 78%, tahun 2010 dilaporkan 12 kasus dengan ABJ 61%, dan tahun 2011 dilaporkan 3 kasus dengan ABJ 66% dan kematian 1 orang. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran pemetaan distribusi densitas larva Aedes aegypti dan gambaran upaya PSN melalui kegiatan abatesasi dan 3M. Jenis penelitian adalah metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel adalah seluruh rumah di Kelurahan Tamalanrea Indah dan sampel 114 rumah, dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian diperoleh pemetaan pelaksanaan tindakan 3M yang memenuhi syarat, yaitu 52 (45,6%) dengan keberadaan larva negatif dan tidak memenuhi syarat, yaitu 62 (54,4%) dengan positif larva 40 (64,5%). Pada pemetaan kegiatan abatisasi yang memenuhi syarat, yaitu 39 (37,5%) dengan keberadaan larva negatif dan yang tidak memenuhi syarat 65 (62,5%) dengan positif larva 40 (61,5%) dan yang paling berperan dalam tindakan 3M adalah ibu rumah tangga sebesar 82 (71,9%). Densitas larva Aedes aegypti tergolong kepadatan sedang dengan density figure 5. Hal ini masih menunjukkan besarnya risiko penularan penyakit DBD.
Penyelidikan KLB Keracunan Makanan di Desa Banjaroyo Kabupaten Kulon Progo Fatma Nuraisyah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 4: DESEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.219 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i4.8428

Abstract

Based on the report, there are seven people consulted at the health center with the same complaints/symptoms,experiencing diarrhea, abdominal pain, dizziness, heartburn, weakness after consuming food. The purposeof this research is to search for the symptoms and suspected causes of poisoning after consuming food served incelebration event Microhidro May 16, 2014 in Banjaroyo village. This research use case-control study. Cases werepeople who consumed food served during the ceremony who experienced symptoms of diarrhea, abdominal pain,and nausea . Controls were people with no symptomps after consumed food served with age and sex matching.Subjects were interviewed regarding food items consumed. Left-over food items were sent to a laboratory for testing.There were 170 cases. Majority had diarrhea (73%) and abdominal pain (67%). Incubation periods rangedfrom 1 to 16 hours. The epidemic curve was that of a common source outbreak. Sixty cases and 60 controls wereincluded in the case-control study. Food items associated with illness were fried chicken (OR:10.47;95% CI 2.34-46.70) and sambal krecek (OR:6.88; 95% CI 1.38-34.29); these were positive for Staphylococcus. Foods werestored at room temperature with some persons taking food home to share with their families, some of who also gotsick. This outbreak was probably caused by food contaminated with Staphylococcus. The foods could ha ve beencontaminated during preparation and storage.
KAJIAN SPASIAL FAKTOR RISIKO TERJADINYA KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK DENGAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM Apris L. Isu; Pius Weraman; Intje Pucauly
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 4: DESEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.581 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i4.1545

Abstract

Cakupan imunisasi yang tinggi bukan jaminan tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko penyebab terjadinya KLB campak di wilayah kerja Puskesmas KualinKabupaten TTS. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data primer dari hasil investigasi KLB campak dan wawancara dengan responden. Jumlah sampel sebanyak 204 responden yang terdiri dari 102 kasus yang diambil dengan metode total sampling dan 102 kontrol yang diambil dengan metode purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data analisis secaraspacial menggunakan GIS. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 94,1% berumur <15 tahun, dengan persentase laki-laki sebesar 54,9%, tidak diimunisasi 93,1%, dan sebesar 67,5% penderita tidak memperoleh vitamin A. Hasil uji chi-square diperoleh umur, vitamin A, status imunisasi, status gizi, pendapatan keluarga, kepadatan hunian, penyakit infeksi dan riwayat kontak sebagai faktor risiko terjadinya KLB Campak. Faktor risiko yang bersifat sebagai protektor adalah status imunisasi, pemberian vitamin A, status gizi, tingkat kepadatan hunian dan penyakit infeksi.
PERILAKU SUPIR ANGKUTAN PASCA PENETAPAN PERDA KAWASAN TANPA ROKOK DI KOTA MAKASSAR Intan Fatmasari; Indar Indar; Darmawansyah Darmawansyah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 10 No. 3: SEPTEMBER 2014
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.719 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v10i3.481

Abstract

Perilaku merokok di Indonesia pada tahun 2010 (34,7%) cenderung meningkat pada tahun 2013 (36,3%) dalam penetapan peraturan kawasan tanpa rokok di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku supir angkutan pasca penetapan Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif pada seluruh supir angkutan dengan trayek B1, E1, F1, dan C1. Sampel dalam penelitian sebanyak 260 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku merokok (82,7%), terdapat 51,2% yang mengetahui adanya kawasan tanpa rokok pada angkutan umum dan 75,4% responden tidak mengetahui adanya peraturan kawasan tanpa rokok di tingkat nasional maupun di tingkat daerah Kota Makassar (78,5%). Sikap responden terhadap penerapan peraturan kawasan tanpa rokok sebagian besar setuju (42,7%), tetapi sebagian besar tidak setuju dengan adanya sanksi yang tegas jika ada yang merokok di angkutan umum (43,8%). Sedangkan, tindakan responden merokok saat berada di angkutan umum (72,3%). Responden pada umumnya sudah mengetahui tentang kawasan tanpa rokok. Sikap responden terhadap penerapan kawasan tanpa rokok pada umumnya setuju dengan adanya peraturan tersebut. Tindakan responden terhadap penerapan kawasan tanpa rokok pada umumnya masih kurang.
Pemanfaatan Budaya Posoropu dalam Perawatan Masa Nifas oleh Perempuan Buton Utara Usman Usman; Sapril Sapril
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 14 No. 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.128 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i3.4453

Abstract

The postpartum period is the period after the placenta is born and ends when the uterine devices returnlike pre-pregnancy conditions. Buton women make use of posoropu tradition as postpartum care that affects theirhealth status. This study aims to explore the utilization of posoropu tradition during the postpartum period inKulisusu District, Bonegunu District, & North Kulisusu District in North Buton Regency. A qualitative study withEthnographic approach, conducted with indepth interviews on 14 informants obtained with purposive sampling.rom the analysis of posoropu tradition during the postpartum period, consist of social aspect and cultural aspect.The social aspect of the female Buton has a self concept that the treatment performed by the Bisa (Shaman) causea magical touch, trusted, & service satisfaction in restoring the function of the reproductive organs in the past.Indentification of individuals to social groups that is the interest and habits of hereditary choose treatment doneOdhe (hatra) and “Bisa”. While the cultural aspects of postpartum care tradition that must be done, namely pidahowee musodo (hot bath), pirarai (roasted), kabongkoi (belt/belly), and drinking traditional ingredients. Viewedfrom the social aspect of the people of North Buton still maintains the traditions of the puerperium while the culturalaspects of society still cling to the culture that has been inherited by ancestors from generation to generation.
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Yuli Hasniati; Meilya Farika Indah; Asrinawaty Asrinawaty; Kasman Kasman
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 1: MARET 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.109 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i1.514

Abstract

Pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Hal ini disebabkan presentasi bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak tahun 2015. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitin analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitin adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi umur 7-24 bulan di Desa Tanjung Harapan sebanyak 55 orang dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-squere dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Tidak ada hubungan antara tempat persalinan dengan pemberian ASI Eksklusif. Disarankan agar petugas meningkatkan penyuluhan tentang pemberian ASI Ekslusif pada masyarakat, keluarga dan para ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan pengetahuan agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.
KONSUMSI IKAN PADA IBU HAMIL DAN KAITANNYA DENGAN OUTCOME KELAHIRAN Rendra Kusuma; Ali Khomsan; Lilik Kustiyah
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.635 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3153

Abstract

Konsumsi ikan ibu hamil yang rendah menjadi faktor risiko yang kuat pada kejadian persalinan prematur dan bayi berat lahir rendah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor yang memengaruhi outcome kelahiran. Penelitian ini didanai oleh Neys-van Hoogstraten Foundation. Desain penelitian ini adalah cohort study dengan jumlah subjek sebanyak 41 di Kecamatan Lenteng dan 38 ibu hamil di Kecamtan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Data usia, pendidikan, pendapatan, ukuran rumah tangga, berat badan pra-hamil, dan paritas ibu diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, tinggi badan ibu menggunakan microtoise, asupan energi menggunakan recall 2x24 jam, konsumsi ikan menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire. Berat, panjang, dan lingkar kepala lahir bayi berdasarkan catatan bidan. Analisis data menggunakan korelasi pearson dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata konsumsi ikan ibu sebesar 61,8 gram. Rata-rata berat, panjang, dan lingkar kepala bayi lahir sebesar 3090,5 gram, 49,1 sentimeter, dan 33,3 sentimeter. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ikan dan tinggi badan ibu dengan berat dan panjang lahir bayi. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ikan ibu dengan lingkar kepala lahir bayi. Konsumsi ikan dan tinggi badan ibu menjadi faktor yang memengaruhi berat lahir bayi. Konsumsi ikan menjadi faktor yang memengaruhi panjang dan lingkar kepala lahir bayi.
Pengaruh Faktor Riwayat Lahir dan Sosial Ekonomi terhadap Gizi Lebih pada Remaja Elita Oktorina Pasaribu; Drajat Martianto; Cesilia Meti Dwiriani
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 2: JUNI 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.44 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i2.6308

Abstract

Obesity is a major problem in the world, especially in adolescents whose prevalence increase and obesityin adolescents are multi-factorial desease. Birth history and socio-economic factors that influence obesity. Thepurpose of this study was to identify birth history and socio-economic factors for over nutrition in adolescents.The design of this study is a cohort study using secondary data from the Indonesian Family Life Surveys (IFLS)and carried out from December 2017 - August 2018. The study involved 426 adolescents aged 15-17 years. Thestatistical analysis used is Structural Equation Modeling (SEM). The direct effect on birth weight was gestationalage (OR 7.7) (p <0.05). The direct effect of adolescent nutritional status was found in father’s education (p <0.05)and maternal BMI (p <0.05) had a significant effect, while maternal education (p> 0.05), income / capita / month(p> 0.05 ), and the living area (p> 0.05) did not find significant results for over nutrition in adolescents. Adolescentswho have highly educated fathers and overweight or obese mothers are risk factor for adolescents to becomeover nutrition.
PENGARUH LATIHAN AEROBIK TERHADAP ASAM LAKTAT DAN SKALA BORG ATLET SEPAKBOLA Aditya Candra; Gusbakti Rusip; Yetty Machrina
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 1: MARET 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.41 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i1.547

Abstract

Kadar asam laktat yang tinggi pada atlet akan memberikan dampak negatif karena akan mempercepat kelelahan. Skala Borg digunakan untuk menilai tanggapan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan aerobik dapat menurunkan asam laktat dan skala borg. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan eksperimen ulang non-random. Penelitian dilakukan untuk membandingkan kadar asam laktat dan skala borg sebelum dan sesudah program latihan pada tiga kelompok, yaitu kelompok perlakuan latihan aerobik intensitas ringan (LAIR), kelompok latihan aerobik intensitas sedang (LAIS) dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di stadion sepakbola Harapan Bangsa Banda Aceh dengansubjek atlet sepakbola PPLP Dispora Aceh. Rerata kadar asam laktat ketiga kelompok menunjukkan perbedaan. Penurunan asam laktat setelah uji latih yang bermakna terlihat pada kelompok dengan LAIS (p=0,04). Rerata skala Borg ketiga kelompok menunjukkan perbedaan. Penurunan nilai scoring skala Borg setelah uji latih yang berbeda bermakna terlihat pada kelompok dengan LAIS (p=0,012) dan LAIR (p=0,008). Latihan aerobik yang dilakukan dengan intensitas, durasi dan frekuensi yang tepat dapat meningkatkan performa dan prestasi atlet.
Pengaruh Karakteristik Rumah Tangga, Keragaman Makanan, Lingkungan Hidup terhadap Status Gizi Balita Fitria Nur Rahmawati; Tri Mulyaningsih; Akhmad Daerobi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 15 No. 4: DESEMBER 2019
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.713 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v15i4.7929

Abstract

The household or family is a place for children to maximize their growth and development and fulfilltheir nutrition, to create high-quality human resources and to drive the country’s economic growth for thefuture. This study aims to examine factors of household socioeconomic characteristics, dietary diversity, andthe environment and their effects on the nutritional status of children under five in Indonesia. This study usescross-sectional design and uses secondary data from Indonesia Family Live Survey (IFLS) wave 5 (IFLS5). IFLSis a longitudinal survey of a random sample of 83% of the population in Indonesia in 1993. The sample in thisstudy was children aged 0-60 months (toddlers), totaling 4,670 children under five. The research method is touse a multinomial logistic regression model. The results showed that the nutritional status of children under fiveyears old was affected by family income, mother’s education, the gender of children under five, residential areas,access to drinking water and good sanitation. The conclusion is that the mother’s education has a significantinfluence on the three nutritional status of children under five, namely wasted, severely wasted, and overweight.