cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
rifainstitute@gmail.com
Phone
+6283195708831
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia
Published by Cv.Rifainstitut
ISSN : 27756440     EISSN : 27756440     DOI : 10.5454
Syntax Fusion. Jurnal Berbagai Rumpun Ilmu, adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Fusion akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan semua rumpun ilmu. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 423 Documents
Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Kejahatan Di Wilayah Hukum Polres Semarang Subiyanto, Imam
Jurnal Syntax Fusion Vol 5 No 12 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v5i12.520

Abstract

Indonesia sebagai negara hukum menempatkan hukum sebagai dasar dalam mengatur kehidupan masyarakat. Seiring perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi, kejahatan semakin kompleks baik dari segi modus operandi maupun jangkauannya. Hal ini menuntut peran aktif Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya melalui kegiatan patroli sebagai upaya preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran patroli polisi dalam pencegahan kejahatan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang dapat dilakukan di wilayah hukum Polres Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli polisi telah dilaksanakan sesuai prosedur melalui kegiatan Turjawali, patroli premanisme, patroli lalu lintas, dan patroli pengawalan. Namun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan ketakutan masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi hukum dan penguatan kemitraan antara polisi dan masyarakat.
Belajar Atau Sekadar Mengejar Nilai? Potret Problem Dasar Pendidikan Kita Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 04 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i04.521

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis problem dasar pendidikan Indonesia yang kerap menempatkan nilai sebagai tujuan akhir, bukan sebagai indikator antara dalam proses belajar. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-kritis terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga internasional yang terbit terutama dalam rentang 2019–2026. Analisis difokuskan pada relasi antara budaya penilaian, motivasi belajar, kesejahteraan peserta didik, serta kualitas pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi pendidikan yang terlalu berpusat pada angka cenderung mempersempit makna belajar menjadi aktivitas performatif: siswa belajar untuk lulus, bukan untuk paham; guru mengajar untuk mengejar target, bukan untuk menumbuhkan nalar. Di sisi lain, berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa asesmen yang menekankan umpan balik, otonomi belajar, dan relevansi pengalaman belajar lebih berkorelasi dengan motivasi intrinsik, keterlibatan, dan ketahanan akademik peserta didik. Dalam konteks Indonesia, agenda transformasi seperti asesmen formatif dan pembelajaran berpusat pada murid membuka ruang koreksi, tetapi implementasinya masih sering tersandera oleh budaya ranking, tekanan administratif, dan kebiasaan memaknai keberhasilan secara sempit. Artikel ini menegaskan bahwa problem pendidikan kita bukan semata rendahnya capaian, melainkan kekeliruan dalam mendefinisikan apa yang layak dicapai. Pendidikan yang sehat semestinya tidak hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal, tetapi juga manusia yang paham mengapa ia belajar, bagaimana ia berpikir, dan untuk apa pengetahuan itu dipakai. (OECD, 2023; UNESCO et al., 2025; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024).
Nilai Bagus, Otak Tumpul? Kritik Terhadap Orientasi Angka Dalam Pendidikan Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 05 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i05.522

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia, dan juga secara global, selama ini terlalu akrab dengan satu ritual yang tampaknya tak pernah digugat: pengejaran angka. Nilai rapor yang tinggi, indeks prestasi yang gemilang, dan peringkat kelas yang membanggakan seolah menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun pertanyaan yang lebih dalam jarang diajukan, apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan kecerdasan, karakter, dan kapasitas berpikir seorang manusia? Penelitian ini mengkaji secara kritis orientasi angka dalam pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Tujuannya adalah menganalisis dampak psikologis, epistemologis, dan sosial dari dominasi penilaian berbasis angka terhadap kualitas proses belajar dan pengembangan kompetensi holistik peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi angka yang berlebihan melahirkan tiga patologi utama: pertama, surface learning—belajar hanya untuk ujian; kedua, erosi motivasi intrinsik; dan ketiga, pengabaian terhadap kecerdasan multidimensional. Penelitian ini berargumen bahwa transformasi paradigma penilaian dari measurement-centered menuju learning-centered bukan sekadar wacana reformasi pendidikan, melainkan kebutuhan mendesak demi menyelamatkan esensi berpikir dalam dunia pendidikan.
Rapor Digital, Karakter Manual: Ironi Pendidikan Karakter Di Era Teknologi Nurdin Abdul Aziz
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i06.523

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia telah memasuki babak baru: laporan perkembangan siswa kini terdigitalisasi, platform e-rapor diimplementasikan secara masif, dan indikator karakter diinput dalam sistem berbasis data. Namun di balik kemajuan administratif itu, pertanyaan yang lebih mendasar justru semakin mendesak, apakah digitalisasi pelaporan karakter benar-benar mencerminkan pembentukan karakter, ataukah sekadar memindahkan formalitas dari kertas ke layar? Artikel ini mengajukan argumen bahwa terdapat ironi struktural dalam kebijakan pendidikan karakter kontemporer: semakin canggih sistem pencatatan, semakin tipis perhatian terhadap proses pembentukan nilai yang sesungguhnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, penelitian ini mengkaji kesenjangan antara orientasi teknokratis dalam implementasi pendidikan karakter dan substansi pembentukan karakter yang bersifat relasional, kontekstual, serta tidak terukur secara algoritmik. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi rapor karakter cenderung mereduksi proses moral yang kompleks menjadi skor dan kategori, sehingga mendorong guru dan sekolah pada perilaku pemenuhan administratif (compliance behavior) daripada internalisasi nilai. Artikel ini berargumen bahwa reformasi pendidikan karakter yang bermakna tidak dimulai dari sistem pelaporan, melainkan dari rekonstruksi relasi pedagogis antara guru, siswa, dan nilai-nilai yang hendak ditanamkan. Implikasi kebijakan yang dihasilkan mengarah pada perlunya evaluasi kritis terhadap desain sistem e-rapor karakter agar tidak menjadi mesin dokumentasi yang steril dari makna.
Optimalisasi Infrastruktur Hijau sebagai Elemen Urban Ecological Network: Infrastruktur Hijau By Nur Hidayah Rahmawati; Raksa Maulana Subki; Stephanie Arvina Yusuf; Rachmat Kurnia
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i06.524

Abstract

Rapid urbanization has resulted in landscape fragmentation, environmental degradation, and weakened ecological connectivity. The concept of the Urban Ecological Network (UEN) provides a systemic framework for integrating green spaces into a functional ecological system. Green infrastructure acts as the structural backbone of this network. This study aims to analyze the strategic role of green infrastructure in establishing UEN and to formulate optimization strategies for sustainable urban landscape planning. The research employs a qualitative-descriptive approach through a systematic literature review and conceptual analysis grounded in landscape ecology theory. The findings indicate that green infrastructure optimization requires spatial network planning, multi-scale integration, and regulatory alignment with ecological connectivity principles. Green infrastructure should be positioned as a core ecological structure rather than merely an aesthetic element in resilient urban systems.
Efektivitas Nurse-Led Transitional Care Terhadap Kejadian Rawat Ulang Dan Kualitas Hidup Pasien Dewasa Pascaperawatan Mohammad Dwi Ardianto; Novita Elliyana Anisyarina; Shanti Widiyatika I.S; Vidya Nur Utami; Umuhani Umuhani; Bandung Armagedon Pule; Dwi Aghita Widoyani H.
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i06.525

Abstract

Nurse-led transitional care is an important nursing strategy to ensure continuity of care after hospital discharge, especially among adult patients with chronic diseases who are at risk of readmission and decreased quality of life. This literature review aimed to analyze the effectiveness of nurse-led transitional care in reducing hospital readmission and improving the quality of life of adult post-discharge patients. The method used was a literature review by analyzing 18 relevant articles published between 2017 and 2025, consisting of Indonesian and international studies. The literature focused on transitional care, discharge planning, readmission, rehospitalization, discharge readiness, self-care, and quality of life. The findings showed that nurse-led transitional care, particularly through structured discharge planning, patient and family education, follow-up after discharge, home visits, telephone counseling, and electronic-based monitoring, contributed positively to reducing readmission, improving discharge readiness, increasing self-care ability, strengthening medication adherence, and improving patients’ quality of life. The strongest evidence was found in patients with stroke, diabetes mellitus, heart failure, and chronic diseases. However, the implementation of discharge planning in several health care facilities remains suboptimal due to limited documentation, high nursing workload, lack of standardization, and insufficient continuity of post-discharge follow-up. Therefore, structured, patient-centered, family-involved, and nurse-led transitional care should be strengthened as part of nursing services to improve patient outcomes and health service efficiency.
Adab sebagai Indikator Mutu: Membaca Ulang Total Quality Management dalam Perspektif Evaluasi Dwi-Dimensi Pendidikan Pesantren Irsyad Taufieq Rahman; Muhammad Rosyad Huda; Lenny Siratna Dewi; Anzas Asmara; Anie Rohaeni
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 07 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i07.527

Abstract

A B S T R A K Paradigma manajemen mutu terpadu (Total Quality Management/TQM) yang berkembang dalam wacana pendidikan, termasuk pendidikan Islam, umumnya berpijak pada logika kepuasan pelanggan dan perbaikan berkelanjutan ala Sallis. Nilai-nilai Islam seperti ihsan, itqan, dan amanah kerap dihadirkan sebagai pelengkap spiritual atas kerangka tersebut, namun jarang ditempatkan sebagai indikator mutu yang berdiri sejajar dengan capaian akademik. Artikel ini mengkaji secara konseptual bagaimana tradisi pendidikan pesantren, melalui prinsip adab sebelum ilmu sebagaimana diajarkan Az-Zarnuji, menawarkan struktur mutu yang berbeda: evaluasi dwi-dimensi yang memisahkan sekaligus mensejajarkan capaian kognitif dan capaian akhlak. Dengan metode kepustakaan dan pendekatan deskriptif-analitis, artikel ini membandingkan struktur TQM konvensional dengan struktur evaluasi adab-ilmu pesantren, serta menjadikan praktik rapor ganda (Rapor Pendidikan dan Rapor Adab) di lingkungan Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam sebagai ilustrasi konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa adab, dalam tradisi ini, bukan nilai tempelan melainkan indikator struktural yang menentukan keabsahan mutu itu sendiri. Temuan ini menawarkan reorientasi bagi manajemen mutu pendidikan Islam agar tidak sepenuhnya larut dalam logika output dan kepuasan stakeholder semata
Strategi Manajemen Mutu Pendidikan dalam Mewujudkan Budaya Akademik yang Berdaya Saing Indriani Aisyah Saadiyah; Yusuf Taufik; Dikdik Wahyudin Ashidik; Farhan Ainurofiqofiq; Anie Rohaeni
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 07 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i07.530

Abstract

Budaya akademik yang berdaya saing menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas lembaga pendidikan di era globalisasi. Namun, berbagai lembaga pendidikan masih menghadapi tantangan dalam membangun sistem mutu yang konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen mutu pendidikan dalam mewujudkan budaya akademik yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai sumber ilmiah, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola, strategi, dan implementasi manajemen mutu dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen mutu yang efektif meliputi penguatan kepemimpinan visioner, peningkatan kompetensi pendidik, evaluasi berkelanjutan, pengembangan budaya kolaboratif, serta optimalisasi sistem penjaminan mutu internal. Implementasi strategi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas akademik, serta daya saing lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen mutu pendidikan yang terencana dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan mampu membentuk budaya akademik yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap tantangan pendidikan modern.
Akreditasi dan Mutu Pendidikan di Pesantren Persatuan Islam Perspektif Manajemen Mutu Internal Ateng Zaenal Muttaqin; Ate Saeful Hamzah; Agus Darori; Lukman Hakim; Arina Rachmi; Anie Rohaeni
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 07 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i07.531

Abstract

Akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu eksternal yang menilai kelayakan satuan pendidikan berdasarkan standar yang ditetapkan negara. Dalam konteks pesantren Persatuan Islam, akreditasi tidak dapat dipahami hanya sebagai pemenuhan administrasi kelembagaan, tetapi harus diletakkan dalam kerangka manajemen mutu internal yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Regulasi terbaru melalui Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023 menegaskan bahwa akreditasi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah merupakan mekanisme penilaian kelayakan layanan pendidikan dan akuntabilitas publik. Sementara itu, panduan BAN-PDM memberi arahan teknis pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah sebagai rujukan operasional bagi satuan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan akreditasi dan mutu pendidikan di pesantren Persatuan Islam dari perspektif manajemen mutu internal. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap regulasi, panduan akreditasi, dan literatur penjaminan mutu pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pendidikan pesantren akan lebih kuat jika akreditasi eksternal diintegrasikan dengan sistem penjaminan mutu internal yang mencakup pemetaan mutu, evaluasi diri, perencanaan perbaikan, pelaksanaan tindakan korektif, dan monitoring berkelanjutan.
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku Pada Anyufa Snack Yogyakarta Fijar Aji Permana; Suseno Suseno
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 07 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i07.534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku yang paling tepat dan efisien untuk diterapkan pada Anyufa Snack Yogyakarta. Pengendalian persediaan yang akurat sangat krusial bagi UMKM kuliner ini guna menghindari risiko kelebihan stok (overstock) maupun kekurangan stok (stockout), terutama pada komponen bahan baku utama produk Semar Mendem yang bersifat mudah rusak (perishable goods). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengimplementasikan sistem Material Requirement Planning (MRP) melalui uji komparasi dua metode lot sizing, yaitu metode Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ) selama periode empat minggu awal produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LFL jauh lebih unggul dan aman dibandingkan dengan metode EOQ. Melalui teknik LFL, kuantitas pemesanan secara dinamis berfluktuasi mengikuti Jadwal Produksi Induk sehingga berhasil menciptakan kondisi tanpa sisa stok (zero inventory) di akhir pekan dengan akumulasi biaya simpan sebesar Rp0. Sebaliknya, metode EOQ memicu penumpukan persediaan akhir (ending inventory) di setiap minggu yang meningkatkan risiko pembusukan bahan baku di gudang serta menahan perputaran modal kerja. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi Anyufa Snack Yogyakarta untuk menggunakan teknik LFL secara konsisten dalam perencanaan belanja mingguan mereka, disertai dengan upaya negosiasi kontrak jangka panjang (vendor partnership) dengan supplier utama guna menekan frekuensi biaya pemesanan yang tinggi.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 07 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 05 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 04 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 03 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 02 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 01 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 12 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 11 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 10 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 09 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 08 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 07 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 06 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 11 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 10 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 08 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 07 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 06 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 05 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 04 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 03 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 02 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 01 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 12 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 11 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 10 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 09 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 08 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 07 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 05 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 04 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 03 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 12 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 11 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 10 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 09 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 08 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 07 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 06 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 05 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 04 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 03 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 12 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 11 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 10 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 09 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 08 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 07 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 06 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 05 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 04 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 03 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia More Issue