cover
Contact Name
Hoiruddin Fathurohman
Contact Email
rifainstitute@gmail.com
Phone
+6283195708831
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas, No.20 Rancasari, Ciwastra - Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia
Published by Cv.Rifainstitut
ISSN : 27756440     EISSN : 27756440     DOI : 10.5454
Syntax Fusion. Jurnal Berbagai Rumpun Ilmu, adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Fusion akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan semua rumpun ilmu. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 414 Documents
Peran Patroli Polisi Dalam Upaya Pencegahan Kejahatan Di Wilayah Hukum Polres Semarang Subiyanto, Imam
Jurnal Syntax Fusion Vol 5 No 12 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v5i12.520

Abstract

Indonesia sebagai negara hukum menempatkan hukum sebagai dasar dalam mengatur kehidupan masyarakat. Seiring perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi, kejahatan semakin kompleks baik dari segi modus operandi maupun jangkauannya. Hal ini menuntut peran aktif Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya melalui kegiatan patroli sebagai upaya preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran patroli polisi dalam pencegahan kejahatan, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang dapat dilakukan di wilayah hukum Polres Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, serta studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patroli polisi telah dilaksanakan sesuai prosedur melalui kegiatan Turjawali, patroli premanisme, patroli lalu lintas, dan patroli pengawalan. Namun demikian, terdapat hambatan berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan ketakutan masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi hukum dan penguatan kemitraan antara polisi dan masyarakat.
Belajar Atau Sekadar Mengejar Nilai? Potret Problem Dasar Pendidikan Kita Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 04 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i04.521

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis problem dasar pendidikan Indonesia yang kerap menempatkan nilai sebagai tujuan akhir, bukan sebagai indikator antara dalam proses belajar. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-kritis terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan lembaga internasional yang terbit terutama dalam rentang 2019–2026. Analisis difokuskan pada relasi antara budaya penilaian, motivasi belajar, kesejahteraan peserta didik, serta kualitas pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi pendidikan yang terlalu berpusat pada angka cenderung mempersempit makna belajar menjadi aktivitas performatif: siswa belajar untuk lulus, bukan untuk paham; guru mengajar untuk mengejar target, bukan untuk menumbuhkan nalar. Di sisi lain, berbagai studi mutakhir menunjukkan bahwa asesmen yang menekankan umpan balik, otonomi belajar, dan relevansi pengalaman belajar lebih berkorelasi dengan motivasi intrinsik, keterlibatan, dan ketahanan akademik peserta didik. Dalam konteks Indonesia, agenda transformasi seperti asesmen formatif dan pembelajaran berpusat pada murid membuka ruang koreksi, tetapi implementasinya masih sering tersandera oleh budaya ranking, tekanan administratif, dan kebiasaan memaknai keberhasilan secara sempit. Artikel ini menegaskan bahwa problem pendidikan kita bukan semata rendahnya capaian, melainkan kekeliruan dalam mendefinisikan apa yang layak dicapai. Pendidikan yang sehat semestinya tidak hanya menghasilkan siswa yang pandai menjawab soal, tetapi juga manusia yang paham mengapa ia belajar, bagaimana ia berpikir, dan untuk apa pengetahuan itu dipakai. (OECD, 2023; UNESCO et al., 2025; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024).
Nilai Bagus, Otak Tumpul? Kritik Terhadap Orientasi Angka Dalam Pendidikan Abdul Aziz, Nurdin
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 05 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i05.522

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia, dan juga secara global, selama ini terlalu akrab dengan satu ritual yang tampaknya tak pernah digugat: pengejaran angka. Nilai rapor yang tinggi, indeks prestasi yang gemilang, dan peringkat kelas yang membanggakan seolah menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun pertanyaan yang lebih dalam jarang diajukan, apakah angka-angka itu benar-benar mencerminkan kecerdasan, karakter, dan kapasitas berpikir seorang manusia? Penelitian ini mengkaji secara kritis orientasi angka dalam pendidikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Tujuannya adalah menganalisis dampak psikologis, epistemologis, dan sosial dari dominasi penilaian berbasis angka terhadap kualitas proses belajar dan pengembangan kompetensi holistik peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi angka yang berlebihan melahirkan tiga patologi utama: pertama, surface learning—belajar hanya untuk ujian; kedua, erosi motivasi intrinsik; dan ketiga, pengabaian terhadap kecerdasan multidimensional. Penelitian ini berargumen bahwa transformasi paradigma penilaian dari measurement-centered menuju learning-centered bukan sekadar wacana reformasi pendidikan, melainkan kebutuhan mendesak demi menyelamatkan esensi berpikir dalam dunia pendidikan.
Rapor Digital, Karakter Manual: Ironi Pendidikan Karakter Di Era Teknologi Nurdin Abdul Aziz
Jurnal Syntax Fusion Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v6i06.523

Abstract

Pendidikan karakter di Indonesia telah memasuki babak baru: laporan perkembangan siswa kini terdigitalisasi, platform e-rapor diimplementasikan secara masif, dan indikator karakter diinput dalam sistem berbasis data. Namun di balik kemajuan administratif itu, pertanyaan yang lebih mendasar justru semakin mendesak, apakah digitalisasi pelaporan karakter benar-benar mencerminkan pembentukan karakter, ataukah sekadar memindahkan formalitas dari kertas ke layar? Artikel ini mengajukan argumen bahwa terdapat ironi struktural dalam kebijakan pendidikan karakter kontemporer: semakin canggih sistem pencatatan, semakin tipis perhatian terhadap proses pembentukan nilai yang sesungguhnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis kebijakan, penelitian ini mengkaji kesenjangan antara orientasi teknokratis dalam implementasi pendidikan karakter dan substansi pembentukan karakter yang bersifat relasional, kontekstual, serta tidak terukur secara algoritmik. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi rapor karakter cenderung mereduksi proses moral yang kompleks menjadi skor dan kategori, sehingga mendorong guru dan sekolah pada perilaku pemenuhan administratif (compliance behavior) daripada internalisasi nilai. Artikel ini berargumen bahwa reformasi pendidikan karakter yang bermakna tidak dimulai dari sistem pelaporan, melainkan dari rekonstruksi relasi pedagogis antara guru, siswa, dan nilai-nilai yang hendak ditanamkan. Implikasi kebijakan yang dihasilkan mengarah pada perlunya evaluasi kritis terhadap desain sistem e-rapor karakter agar tidak menjadi mesin dokumentasi yang steril dari makna.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 06 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 05 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 04 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 03 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 02 (2026): Jurnal Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 6 No 01 (2026): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 12 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 11 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 10 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 09 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 08 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 07 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 06 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 11 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 10 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 08 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 07 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 06 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 05 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 04 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 03 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 02 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 4 No 01 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 12 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 11 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 10 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 09 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 08 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 07 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 06 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 05 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 04 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 03 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 02 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 3 No 01 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 12 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 11 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 10 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 09 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 08 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 07 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 06 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 05 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 04 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 03 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 2 No 01 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 12 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 11 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 10 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 09 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 08 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 07 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 06 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 05 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 04 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 03 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia More Issue