cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
muhammadmuzaini@uncp.ac.id
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jai@gmail.com
Editorial Address
Grand Alauddin Residence Blok D No 6A, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 27972895     EISSN : 27972887     DOI : -
JAI: Jurnal Abdimas Indonesia (ISSN 2797-2887) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia. Jurnal Abdimas Indonesia adalah jurnal yang bertaraf Nasional yang menerbitkan artikel tentang pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif multidisiplin ilmu. Jurnal ini merupakan wadah untuk para akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk mengeksplorasi isu-isu dan praktik yang berkaitan dengan penelitian, implementasi teknologi, dan kebijakan tentang pemberdayaan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 979 Documents
Pelatihan Pengolahan Sampah Secara Bijak Dengan Memanfaatkan Bank Sampah Diah Putri Islamy; Muhammad Febrianza; Siti Lady Havivi; Icuk Muhammad Sakir; Yana Mahdiana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4277

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa. Salah satu kegiatan program kerja KKN mahasiswa Stisipol Candradimuka dengan memfokuskan pada pengolahan sampah yang bijak. Hal ini dikarenakan sampah merupakan masalah terbesar di Indonesia, timbunan sampah yang semakin menggunung setiap harinya tentu membawa dampak pencemaran udara dan sumber penyakit bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan maka diperlukan pelatihan pengolahan sampah secara bijak, salah satunya menggunakan bank sampah. Bank sampah adalah metode penyaluran dan pengumpulan sampah yang diganti dengan sejumlah uang tergantung pada jumlah berat sampah yang dikumpulkan. Sampah yang dikumpulkan berupa sampah anorganik dapat berupa plastic, kertas, logam. Pelatihan dilakukan di daerah Sungai jawi kelurahan Sungai selincah kecamatan kalidoni Palembang. Pelatihan diikuti 70 warga dan narasumber yang terdiri dari akademisi, pengurus bank sampah, dan pihak dinas Lingkungan Hidup. Pada pelatihan warga dilatih untuk mengolah sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Metode reduce adalah mengurangi penggunaan sampah plastic saat berbelanja, reuse Adalah menggunakan Kembali sampah sesuai fungsinya dan recycle Adalah konsep mendaur ulang sampah menjadi barang yang lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi seperti tas, dompet, pot tanaman dan lainnya.
Penguatan Karakter Anti-Perundungan melalui Edukasi Interaktif dan Kegiatan Kreatif bagi Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar di Kelurahan Sungai Selayur Palembang Sutinah Sutinah; Budi Santoso; Ivana Ivana; Wangi Sari; Ahmad Rozikin; M. Ridwan; M. Aria S.
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4307

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Rendahnya pemahaman anak mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan perundungan menunjukkan pentingnya edukasi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) mengenai perilaku anti-perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tahun 2026 pada 27 Juli 2026 di Rumah Cinta Dahlia, RW 02, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain action research yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 42 anak usia PAUD dan SD beserta orang tua atau wali. Program dilaksanakan melalui edukasi anti-perundungan secara interaktif, pemutaran film edukatif, diskusi, serta kegiatan kreatif berupa lomba mewarnai, cat patung, dan menyanyi. Data kegiatan dianalisis secara kualitatif deskriptif berdasarkan observasi, catatan lapangan, respons peserta, dan umpan balik orang tua/wali. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak menunjukkan kemampuan memahami pesan dasar mengenai pentingnya menghormati orang lain, menghargai perbedaan, membangun empati, dan menghindari perilaku menyakiti teman. Kegiatan kreatif juga mendukung pengembangan rasa percaya diri, kemampuan berekspresi, sportivitas, dan keterampilan sosial. Keterlibatan orang tua/wali turut memperkuat penyampaian nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian, kombinasi edukasi interaktif, media film, aktivitas kreatif, dan keterlibatan keluarga dapat menjadi pendekatan partisipatif yang relevan dalam mendukung upaya pencegahan perundungan dan penguatan karakter anak di tingkat masyarakat.
Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat melalui Edukasi dan Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Lamoare Fatmaniar Fatmaniar; Amelia Amelia; Aas Ariska; Ilmiana Ilmiana; Andi Ulfianti; Yusmita Loli; Nursuhaela Nursuhaela; Muhammad Reno; Nurtani Nurtani; Elmoris Darmoputra; Roby Wijaya; Putu Agus Merta Yasa; Kartomo Kartomo; Surianto Ilham
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4323

Abstract

Desa Lamoera memiliki berbagai tanaman obat yang digunakan dari generasi ke generasi, tetapi cara penggunaannya masih mengandalkan pengalaman dari orang tua ke anak cucu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan dengan memberikan edukasi dan memperkenalkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, diskusi interaktif, serta pengenalan langsung terhadap tanaman obat. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami manfaat, cara mengolah, serta cara menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA) dengan aman sebagai pendukung kesehatan keluarga.
Modernisasi Dapur UMKM dan Pemasaran Visual: Kunci Sukses HC Catering Melejitkan Omzet di Era Digital Ririsma Sihombing; M. Rachman Mulyandi; Hotma Glorya Ika Sari; Felix Nando; Kristia Kristia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4364

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dengan mitra sasaran HC Catering di Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Mitra merupakan kelompok masyarakat produktif secara ekonomi dengan 14 anggota dan bergerak pada usaha katering untuk acara khusus, perusahaan, dan kebutuhan rumah tangga. Program berfokus pada dua aspek prioritas, yaitu produksi dan pemasaran. Pada aspek produksi, kondisi awal menunjukkan rata-rata produksi harian sekitar 70–100 porsi, sementara penyiapan bahan masih membutuhkan sekitar 2–3 jam per hari karena keterbatasan alat potong sayur. Pada aspek pemasaran, mitra telah memiliki bahan konten, tetapi frekuensi publikasi belum konsisten dan kualitas visual masih terkendala keterbatasan perangkat pendukung. olusi yang dirancang meliputi penerapan alat teknologi tepat guna berupa Meat Slicer Getra, Meat Grinder Getra, Satmesin Mesin Fritter, Getra Rice Warmer penghangat , Toshiba Microwave Oven Low serta perangkat pendukung digital marketing berupa lisensi Canva Pro, microphone lavalier, tripod, dan ring light. Program juga mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. Data capaian aktual, tanggal kegiatan, hasil pengukuran pre-test/post-test, realisasi anggaran, dan bukti luaran perlu dilengkapi dari dokumen pelaksanaan/berita acara/rekap pengukuran tim sebelum diserahkan sebagai laporan final.
Penerapan Media Mission Board Sistem Persamaan Linier Dua Variabel: Penerapan Media Mission Board Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Maya Masitha Astriani; Mal Alfahnum
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4411

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di SMK Kihajar Dewantara Jambe ini bertujuan untuk membantu siswa yang menghadapi kesulitan dalam memahami materi dan mengerjakan soal-soal Sistem Persamaan Linier Dua Variable (SPLDV). Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih mudah dan menyenangkan sehingga pembelajaran lebih bermakna. Guru dapat memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan media Mission Board untuk materi Sistem Persamaan Linier Dua Variable (SPLDV). Media Mission Board dapat digunakan dengan meletakkan elemen X, Y dan C pada mission board sesuai alur untuk dapat menghitungnya. Penggunaan media dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa mengatasi kesulitan belajar matematika terutama pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV).
Kesenjangan Literasi Dasar dan Al-Qur’an Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Muara Talang Hidayati Ramadhani; Khairun Nada; M. Gazali Rahman; M. Hakim; Nabila Sakina Putri; Rabiatol Adawiyah; Salmah Salmah; Siti Nurlaila; Silva Ramadhanti; Zahroul Firdausy Hidayatulloh; Mila Mila
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4417

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kesenjangan kemampuan literasi dasar dan literasi keagamaan pada sebagian siswa sekolah dasar di Desa Muara Talang. Permasalahan tersebut terlihat dari masih adanya siswa kelas tinggi yang mengalami kesulitan membaca, mengeja, membaca tulisan bersambung, serta mengenali huruf dan kata. Selain itu, ditemukan pula kesenjangan antara tingkat pembelajaran Al-Qur’an dengan kemampuan membaca yang dikuasai, seperti kesulitan mengenali huruf hijaiyah, harakat, dan membedakan panjang-pendek bacaan. Pada aspek keagamaan, sebagian siswa juga belum menguasai pengetahuan dasar tentang salat, meliputi nama salat wajib, jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, bacaan salat, takbiratul ihram, dan doa setelah berwudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kemampuan literasi dasar, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta pengetahuan dasar ibadah siswa sekolah dasar di Desa Muara Talang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan tes sederhana terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara jenjang pendidikan yang ditempuh dengan penguasaan kompetensi dasar pada sebagian siswa. Tingkat kelas maupun tingkat pembelajaran Al-Qur’an yang telah dicapai belum selalu mencerminkan penguasaan kemampuan secara aktual. Temuan juga menunjukkan bahwa kemampuan akademik umum dan pengetahuan keagamaan tidak selalu berkembang secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemetaan kemampuan secara berkala, pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, pembiasaan belajar, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, guru mengaji, dan masyarakat. Dengan demikian, permasalahan literasi dan literasi keagamaan perlu dipahami sebagai fenomena pendidikan yang memerlukan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai kelemahan individu siswa. Kata Kunci: : literasi dasar, membaca Al-Qur’an, literasi keagamaan, siswa sekolah dasar, Desa Muara Talang
Edukasi Pencegahan Bullying Sebagai upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa Kelas IV–VI SD Negeri 1 Lara Terhadap Perilaku Perundungan Afwan Mustajab; Manda; Nurwakia; Derni Lestari; Resky; Siti Aminah; Kristina Rande; Wahyu Sabir; Rilla Eka Meilasari; Fikrana; Muhammad Danus Bahri; Nadya Karmila Putri; Kadirun
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4428

Abstract

pendidikan dan berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, sosial, serta proses pembelajaran peserta didik. Kurangnya pengetahuan siswa dalam membedakan perilaku bercanda dengan tindakan perundungan menjadi salah satu alasan pentingnya pemberian edukasi sejak tingkat sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November Kolaka ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pengertian, bentuk, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Lara dengan melibatkan 35 siswa kelas IV, V, dan VI. Metode kegiatan menggunakan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, media visual, diskusi interaktif, tanya jawab, identifikasi contoh kasus, dan simulasi tindakan ketika mengalami atau menyaksikan bullying. Materi mencakup bullying fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Rancangan evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman siswa sebelum dan setelah edukasi. Dalam naskah ini, nilai pada bagian hasil disajikan sebagai data simulasi untuk contoh penyusunan analisis dan harus diganti dengan data lapangan sebelum publikasi. Edukasi anti-bullying diharapkan membantu siswa mengenali tindakan perundungan, meningkatkan empati terhadap teman, serta membangun keberanian untuk melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya preventif untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari tindakan perundungan.
Implementasi Penomoran Rumah Warga Sebagai Pendukung Pendataan dan Tertib Administrasi Desa Talata, Kecamatan Tinondo Siti Hudzaifah Miftahul Jannah; Muhammad Aldi; Muh. Agus; Iriana Eka Rianton; Sinar; Wahdan Alfian; Mu'minatul Mukarramah; Tiara; Anggi Putri Nuragny; Nirmala Sari Dewi; Tasya; Ariska Bintiar; Muh. Miftahul Ichsan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4429

Abstract

Administrasi desa yang tertib merupakan salah satu prasyarat penting dalam mendukung pelayanan publik yang efektif dan akuntabel, salah satunya melalui pendataan warga yang akurat. Salah satu unsur dasar dalam pendataan tersebut adalah kejelasan identitas atau alamat rumah warga, yang di banyak desa di Indonesia masih belum tertata dengan baik. Kondisi ini juga menjadi salah satu permasalahan yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Talata, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah desa dalam menciptakan identitas rumah yang lebih terstruktur guna mendukung proses pendataan warga dan mewujudkan tertib administrasi desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan tahapan observasi awal, koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi/pemaparan program kerja kepada masyarakat, pendataan rumah warga, persiapan dan pemasangan nomor rumah, serta dokumentasi dan evaluasi. Selain penomoran rumah, mahasiswa KKN turut membantu pemerintah desa dalam pendataan Kartu Keluarga (KK) warga. Kegiatan pemasangan nomor rumah dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 5–7 Agustus 2026, dengan sasaran seluruh rumah berpenghuni di Desa Talata yang tersebar pada empat dusun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa KKN berhasil memasang nomor rumah pada total 199 rumah berpenghuni (rincian: 51 rumah di Dusun 1, 45 rumah di Dusun 2, 33 rumah di Dusun 3, dan 70 rumah di Dusun 4). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa mempermudah identifikasi lokasi rumah, mendukung akurasi pendataan warga, serta membantu terciptanya tertib administrasi Desa Talata. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa penomoran rumah, meskipun tampak sederhana secara teknis, memiliki kontribusi strategis terhadap penguatan tata kelola administrasi desa dan perlu keberlanjutan pemeliharaan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Pembangunan Penanda Batas Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur Sri Rahlia; Agung Prasetyo; Hamza Jamaludin; Fadilah Mayang Febryani Guci; Sarmila Sarmila; Elsa Elsa; Inar Inar; Wahyu Wahyu; M. Rian Fauzi; Grasella Grasella; Nurdianti Nurdianti; Ayu Gandri; Hasriyanti Hasriyanti
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4435

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pembangunan dan memperjelas identitas wilayah Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur melalui pembangunan penanda batas desa. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap penanda batas wilayah yang jelas, mudah dikenali, dan dapat mendukung penataan serta identitas desa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan dan koordinasi, pelaksanaan pembangunan, serta evaluasi dan serah terima. Kegiatan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat melalui musyawarah, gotong royong, serta pendampingan selama proses pembangunan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan penanda batas Desa Iwoikondo berhasil menghasilkan penanda wilayah yang jelas, kokoh, dan mudah dikenali oleh masyarakat maupun pengguna jalan. Selain memberikan manfaat fungsional dalam memperjelas batas wilayah dan mengurangi potensi sengketa antarwilayah, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat dan semangat gotong royong. Bagi mahasiswa, kegiatan memberikan pengalaman dalam manajemen pembangunan, kerja sama tim, komunikasi, dan musyawarah dengan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan penanda batas desa dapat menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pembangunan desa.