Articles
186 Documents
Kematangan Emosi dan Perilaku Agresif Siswa
Hasrawati, Waode Ririn;
Badara, Aris;
Herik, Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21518
Siswa merupakan remaja dengan kondisi emosional yang masih belum stabil dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif sehingga dapat melakukan perilaku agresif. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif adalah kematangan emosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan perilaku agresif pada siswa SMK Negeri 1 Kendari. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 488 siswa kelas 11 SMK Negeri 1 Kendari, dengan menggunakan teknik simple random sampling diperoleh 83 subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala kematangan emosi dan skala perilaku agresif. Analisis data statistik menggunakan Uji Analisis Pearson’s Product Moment dengan bantuan SPSS Statistics 24.0 for windows. Hasil uji hipotesis kematangan emosi dengan perilaku agresif menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,615 dengan taraf signifikansi 0,000 (Ï<0,05). Sehingga, dapat disimpulkan terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku agresif.
Kemandirian Siswa yang Ibunya Bekerja dan Tidak Bekerja
Lapae, Sania Pratiwi;
Hamid, Rimba;
Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21516
Ibu yang bekerja memiliki waktu yang lebih terbatas untuk bertemu dengan remaja dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap masalah perkembangan remaja, salah satunya adalah kemandirian. Kemandirian adalah suatu sikap individu yang akan diperoleh melalui perkembangan untuk mau terus belajar agar bisa bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi yang ada disekitarnya sehingga mampu bertindak sendiri tanpa bantuan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian adalah status pekerjaan ibu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran data kemandirian pada siswa yang ibunya bekerja dan siswa yang ibunya tidak bekerja serta untuk mengetahui perbedaan kemandirian antara siswa yang ibunya bekerja dan tidak bekerja. Jumlah populasi pada penelitian ini sejumlah 289 siswa dengan menggunakan disproportionate stratified random sampling diperoleh jumlah sampel 94 siswa. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala kemandirian, dan metode analisis data dengan menggunakan teknik Analisis of Varians (Anova) dengan jenis anova satu arah, diperoleh nilai signifikansi bahwa nilai F hitung sebesar 216 jauh lebih kecil daripada nilai F tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemandirian antara siswa SMA Negeri 1 Kendari yang ibunya bekerja dan ibu yang tidak bekerja.
Self-Compassion dan Psychological Well-Being Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi
Aditya, Rajes;
Sahidin, Latief;
Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21397
Mahasiswa akhir sering kali mengalami banyak hambatan dan konflik karena tuntutan akademik termasuk yang berkaitan dengan proses penyusunan skripsi. Konflik yang tidak dapat diatasi akan menimbulkan emosi negatif yang dapat mempengaruhi psychological well-being mahasiswa akhir. Self-compassion merupakan salah satu variabel yang diduga mampu untuk membantu mahasiswa akhir dalam menyelesaikan konflik yang ditemui sehari-hari, sehingga dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan psychological well-being. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 100 orang dari 2638 populasi mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Metode pengumpulan data menggunakan skala self-compassion dan skala psychological well-being. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara self-compassion dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi.
Psychological Well-Being pada Lanjut Usia
Malidu, Ika Nugrahani;
Suarni, Waode;
Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.18787
Psychological well-being merupakan kemampuan individu dalam merealisasikan diri, mengembangkan potensi, dan mengaktualisasikan diri secara optimal dan kontinu, serta mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain, dan menghadapi lingkungan sosial. Melihat adanya masalah-masalah yang terjadi pada lanjut usia maka perlu diperoleh suatu cara untuk mencegah atau mengurangi beban dari masalah-masalah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para lanjut usia adalah dengan berusaha mencapai kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada lansia yang tinggal di Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (LRSLU) Minaula Kendari. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 5 orang informan pendukung. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari pria 4 orang dan wanita 1 orang yang berusia 65-78 tahun. Metode pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima subjek memiliki psychological well-being yang baik. Kelima subjek penelitian ini memiliki penerimaan diri yang baik, memiliki hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi hal ini dipengaruhi oleh faktor religiusitas dan dukungan sosial.
Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Belajar Siswa
ebit riadi justin;
Aspin Aspin Aspin;
Eva Herik
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i3.12597
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 1 Wonggeduku. Subjek penelitian ini berjumlah 40 siswa dari kelas VIII yang mempunyai prestasi belajar tinggi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional dari Ananta yang dimodifikasi oleh peneliti dan dokumentasi prestasi belajar. Metode analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi korelasi sebesar 0,276 > 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,177. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 1 wonggeduku, yang mempunyai prestasi belajar tinggi.
Kontrol Diri Terhadap Kenakalan Remaja
Lita Jayanti;
Waode Suarni;
Ida Sriwaty Sunarjo
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i2.12921
Kenakalan remaja adalah gejala patologis sosial yang merujuk pada berbagai perilaku, mulai dari perilkau yang tidak diterima secara sosial (seperti berbuat onar disekolah), pelangggaran status (melarikan diri dari rumah) hingga tindakan kriminal (seperti pencurian). Jika dilakukan orang dewasa maka perbuatan itu merupakan kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif peran kontrol diri terhadap kenakalan remaja kelas XI-XII IPS pada SMA Swasta DDI Kendari. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel adalah siswa-siswi yang pernah melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan siswa-siswi yang pernah masuk ruang BK. Instrumen pengumpulan datanya menggunakan dua skala, yaitu skala kontrol diri dan skala kenakalan remaja. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa kontrol diri berperan terhadap kenakalan remaja. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif terhadap kenakalan remaja sebesar 34,4% sehingga hipotesis penelitian diterima.
Efikasi Diri dan Prestasi Belajar Fisika pada Siswa
Sartika Dewi S;
Waode Suarni;
Yuliastri Ambar Pambudhi
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i3.26912
Siswa selalu dituntut untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik, salah satunya pada mata pelajaran Fisika. Akan tetapi, sebagian siswa yang mendapatkan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada nilai ujian Fisika diduga karena memiliki efikasi diri yang rendah terhadap pelajaran Fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar Fisika pada siswa kelas XI SMAN 1 Latambaga. Subjek penelitian ini berjumlah 109 siswa dari kelas XI dengan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Pengumpulan data menggunakan skala efikasi diri dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS) pelajaran Fisika. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi korelasi sebesar 0,000 dan nilai korelasi Pearson sebesar 0,446. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar Fisika pada siswa kelas XI SMAN 1 Latambaga
Kecemasan Akademik dan Self-Regulated learning pada Mahasiswa
Masnia Masnia;
Muhammad Abas;
Yuliastri Ambar Pambudhi
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i3.24454
Kemandirian mahasiswa dalam mengelola dan mengatur kegiatan belajarnya sangat mempengaruhi keberhasilan mahasiswa di Perguruan Tinggi. Namun dalam prosesnya mahasiswa masih sering dihadapkan kendala dalam menyelesaikan masalah-masalah kuliah yang dihadapi, seperti kesulitan untuk membagi waktu untuk belajar, banyaknya tugas, ataupun persiapan menghadapi ujian. Hal-hal ini dapat diatasi dengan melakukan pengelolaan diri dalam belajar atau yang dikenal sebagi self-regulated learning. Self-regulated learning yang dapat menuntun mahasiswa menjadi lebih disiplin dalam mengatur waktu belajarnya. Namun, strategi belajar yang telah buat bisa menurun karena beberapa faktor, salah satunya adanya kecemasan akademik. Kecemasan akademik yang dirasakan ini akan berdampak terhadap self-regulated learning yang dimiliki. Masalah-masalah akademik yang di hadapi dapat membuatnya khawatir dan takut akan berpengaruh terhadap target yang telah ditetapkan dan tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusunnya.. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar peran kecemasan akademik terhadap self-regulated learning mahasiswa Psikologi Universitas Halu Oleo. Populasi dalam penelitian adalah 106 mahasiwa Psikologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel adalah 106 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan skala kecemasan akademik dan skala self-regulated learning. Teknik analisis data menggunakan uji analisis regresi sederhana. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat peran kecemasan akademik terhadap self-regulated learning mahasiswa Psikologi Universitas Halu Oleo sebesar 10,3%.
Dukungan Sosial Terhadap Stres Kerja
Annisa Maulidya Akib;
Sinarwaty Sunarjo;
Sitti Mikarna Kaimuddin
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i2.21762
Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan dan respon negatif lainnya pada tubuh seseorang akibat adanya tekanan dan tuntutan pekerjaan yang berpengaruh terhadap kemampuan dan kinerja seseorang. Dukungan sosial dapat menurunkan tingkat stres kerja dan merupakan suatu bentuk interaksi yang dibutuhkan dalam mengkoordinasi seseorang dalam lingkungan pekerjaan. Adanya dukungan sosial dapat meredam bentuk-bentuk stres kerja yang ada pada lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran dukungan sosial terhadap stres kerja pegawai Kejaksaan Negeri Konawe dan seberapa besar sumbangan efektif peran dukungan sosial terhadap stres kerja pegawai Kejaksaan Negeri Konawe. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pegawai Kejaksaan Negeri Konawe. Subjek diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel yaitu pegawai aparatur sipil negara (ASN), masa kerja minimal 1 tahun dan pegawai yang menangani perkara. Instrumen penelitian menggunakan skala dukungan sosial dan skala stres kerja. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian ex-post facto. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi sebesar 0,015 menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan sangat signifikan terhadap stres kerja. Nilai R square sebesar 0,195, artinya sumbangan efektif dukungan sosial terhadap stres kerja sebesar 19,5%. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat peran dukungan sosial terhadap stres kerja pegawai Kejaksaan Negeri Konawe.