cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 48 Documents clear
PSYCHOMETRIC ANALYSIS OF MATHEMATICS READINESS ASSESSMENT TOOL FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS: A RASCH MODEL APPROACH SHEPTIAN, RIKY; ARTHUR, RIYAN; WARDHANI, RAHAYU
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3725

Abstract

This study examines the psychometric properties of a Mathematics Readiness Assessment Tool for elementary school students using Rasch analysis through the Winstep program. The analysis involved 214 students responding to 15 items. Results show strong psychometric characteristics with an item reliability of 0.95 and person reliability of 0.69. The instrument demonstrates good construct validity with INFIT and OUTFIT MNSQ values falling within the acceptable range (0.5-1.5). Analysis of unidimensionality showed satisfactory results with raw variance explained by measures at 26.8% and unexplained variance in the first contrast at 7.6%. Local independence assumption was met with residual correlations ranging from -0.22 to 0.20. Item difficulty ranges from -1.33 to 1.56 logits, indicating a good spread of item difficulties. The test information function shows optimal measurement precision for students of average ability levels, though less precise for extremely high or low abilities. Differential Item Functioning (DIF) analysis revealed some items requiring revision, particularly items 13-15. The instrument's Alpha Cronbach value of 0.73 indicates good internal consistency. Overall, the assessment tool demonstrates adequate psychometric properties for measuring mathematics readiness in elementary school students, though some improvements are recommended for optimal measurement across all ability levels.
LITERATUR REVIEW: PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SPINNING WHEEL UNTUK MENINGKATKAN CAPAIAN MENULIS NARATIF SISWA KELAS 4 SD BAMBANG, BAMBANG; SARWI, SARWI; SUDARMIN, SUDARMIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3760

Abstract

Writing is an essential skill in learning Indonesian language that needs to be mastered by elementary school students. However, many students, including grade 4 elementary school students, face difficulties in writing coherent and interesting narratives. This study aims to review the development and effectiveness of Spinning Wheel learning media in improving narrative writing skills. This literature review integrates constructivism theory and game-based learning to explore the benefits of interactive media in learning. The results of the review indicate that the use of Spinning Wheel can improve students' motivation, participation, and writing skills. This is achieved through active interactions that encourage creativity and better organization of ideas. In addition, Spinning Wheel allows for random exploration of story elements, which hones students' critical thinking skills. These findings can be the basis for the development of more innovative media and teaching approaches in the future. ABSTRAKMenulis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang perlu dikuasai siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, banyak siswa, termasuk kelas 4 SD, menghadapi kesulitan dalam menulis narasi yang koheren dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengembangan dan efektivitas media pembelajaran Spinning Wheel dalam meningkatkan keterampilan menulis naratif. Literatur review ini mengintegrasikan teori konstruktivisme dan pembelajaran berbasis permainan untuk mengeksplorasi manfaat media interaktif dalam pembelajaran. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan Spinning Wheel dapat meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemampuan menulis siswa. Hal ini dicapai melalui interaksi aktif yang mendorong kreativitas dan pengorganisasian ide secara lebih baik. Selain itu, Spinning Wheel memungkinkan eksplorasi elemen cerita secara acak, yang mengasah keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan media dan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif di masa depan.
ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) GHOFUR, ABDUL; CHOIRIYAH, FITHROTUL; NASHRULLAH, MOCHAMAD; PURWOKO, BUDI; BUDIYANTO, BUDIYANTO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3761

Abstract

This study aims to analyze character education through the implementation of the Madrasah Ibtidaiyah (MI) curriculum based on the Decree of the Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia Number 450 of 2024. This policy places character development based on Islamic religious values ??as the core of the curriculum, in line with national education goals. The research approach used is a literature study. The results of the study indicate that the MI curriculum is designed to integrate religious and national values ??through subjects as an important element in forming students who have noble morals and Pancasila character. However, the implementation of the curriculum faces challenges in the form of limited human resources, educational infrastructure, and access to technology, especially in remote areas. With the support of innovative strategies, ongoing teacher training, and collaboration between madrasas, parents, and the community, character education through the MI curriculum is expected to run effectively. This study provides recommendations to strengthen the role of madrasas as centers for developing student character based on Islamic values ??and local wisdom. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter melalui implementasi kurikulum Madrasah Ibtidaiyah (MI) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 450 Tahun 2024. Kebijakan ini menempatkan pengembangan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam sebagai inti dari kurikulum, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum MI dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan melalui mata pelajaran menjadi elemen penting dalam membentuk siswa yang memiliki akhlak mulia dan karakter Pancasila. Namun, implementasi kurikulum menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur pendidikan, dan akses teknologi, terutama di daerah terpencil. Dengan dukungan strategi inovatif, pelatihan guru secara berkelanjutan, dan kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat, pendidikan karakter melalui kurikulum MI diharapkan dapat berjalan efektif. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat peran madrasah sebagai pusat pengembangan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS ETNOPEDAGOGI DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR: POTENSI KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MAHARANI, OKVI; SARWI, SARWI; SUDARMIN, SUDARMIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3762

Abstract

This study aims to examine how the implementation of Discovery Learning with an ethnopedagogy approach, which integrates local wisdom, can contribute to the formation of students' character. Through a literature review, this study analyzes various studies that implement local cultural elements in learning to identify the effectiveness of this approach in improving character values ??such as responsibility, tolerance, and respect for diversity. The method used is a systematic review of relevant articles and research that discuss the integration of local wisdom through the Discovery Learning model in the context of character education. The results of this study indicate that the Discovery Learning approach that focuses on independent exploration and discovery, when combined with local cultural values ??through ethnopedagogy, is effective in building positive character in students. Culture-based learning not only enriches students' understanding of their cultural identity but also encourages students' active involvement in appreciating and internalizing relevant social values. This study recommends the development of a sustainable learning model based on local culture as an effort to strengthen students' character based on local wisdom values. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan Discovery Learning dengan pendekatan etnopedagogi, yang mengintegrasikan kearifan lokal, dapat berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Melalui tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis berbagai studi yang mengimplementasikan elemen budaya lokal dalam pembelajaran untuk mengidentifikasi efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis terhadap artikel dan penelitian relevan yang membahas integrasi kearifan lokal melalui model Discovery Learning dalam konteks pendidikan karakter. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan Discovery Learning yang berfokus pada eksplorasi dan penemuan secara mandiri, ketika dikombinasikan dengan nilai-nilai budaya lokal melalui etnopedagogi, efektif dalam membangun karakter positif pada siswa. Pembelajaran berbasis budaya tidak hanya memperkaya pemahaman siswa tentang identitas budaya mereka tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menghargai dan menginternalisasi nilai-nilai sosial yang relevan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran berkelanjutan yang berbasis budaya lokal sebagai upaya memperkuat karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 6 BANDAR LAMPUNG SUPRIADI, HENY; RUSWANTO, RUSWANTO; SUSILAWATI , BETI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3763

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) is a crucial subject that supports the development of students’ moral character and Islamic values. In this context, integrating digital literacy strategies into PAI teaching is essential to enhance its effectiveness. This study examines the implementation of digital literacy in PAI at SMA Negeri 6 Bandar Lampung, focusing on the stages of planning, implementation, and evaluation in the learning process. This field research involved 8 respondents, consisting of 3 PAI teachers and 5 students from class X B. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the planning stage includes preparing lesson plans (RPP), digital teaching materials such as e-books and educational videos, and utilizing applications like WhatsApp and YouTube. The implementation stage involves using digital learning media tailored to the subject matter, while the evaluation stage comprises assignments and practice exercises. Supporting factors include school-provided facilities like internet access and laptops, ensuring smooth learning processes. However, challenges arise from students misusing technology, such as accessing irrelevant applications during lessons. This study highlights the importance of effectively managing technology to achieve successful digital literacy integration in PAI education. ABSTRAKPendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran penting yang mendukung pembentukan akhlakul karimah dan karakter Islami peserta didik. Dalam konteks ini, pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi digital menjadi relevan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran PAI. Artikel ini mengkaji implementasi literasi digital pada mata pelajaran PAI di SMA Negeri 6 Bandar Lampung, dengan fokus pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan lapangan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan 8 responden, yaitu 3 guru PAI dan 5 siswa kelas X B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan mencakup pembuatan RPP, penyediaan bahan ajar berbasis digital seperti e-book dan video pembelajaran, serta penggunaan aplikasi seperti WhatsApp dan YouTube. Tahap pelaksanaan menggunakan media pembelajaran digital yang sesuai dengan materi, sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui pemberian latihan soal dan pekerjaan rumah. Faktor pendukung implementasi literasi digital adalah tersedianya fasilitas seperti internet dan laptop yang disediakan sekolah. Namun, terdapat hambatan berupa penyalahgunaan teknologi oleh siswa, seperti membuka aplikasi yang tidak relevan selama pembelajaran. Studi ini menegaskan pentingnya pengelolaan teknologi yang bijak untuk mendukung keberhasilan pembelajaran berbasis literasi digital dalam mata pelajaran PAI.
PERAN KONTROL DIRI TERHADAP PERILAKU CYBERSLACKING PADA MAHASISWA PUTRA, HOKI HERIYONO; R. DEWI, FRANSISCA IRIANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3764

Abstract

The phenomenon of cyberslacking in students during lectures is caused by inappropriate internet use. Cyberslacking is an act of using gadgets at inappropriate times such as opening social media during lectures or playing games while the lecturer is giving an explanation in class. One of the causal factors is weak self-control. Therefore, this study aims to test how much self-control contributes to cyberslacking behavior in students. The measures used were the Cyberslacking Academic Scale and the Brief Self-Control Scale (BSCS). A quantitative correlational approach was used in this study, using a convenience sampling data collection technique. Data were collected using a questionnaire constructed from a scale of 1 to 7 for the self-control measure and 1 to 5 for the cyberslacking measure. The study involved 232 students from public and private universities, with the majority of respondents from private universities (51.5%). In terms of gender, 66.4% of the respondents were female students. The results of the regression analysis showed that self-control plays a negative role in cyberslaking behaviour among university students. The results of the t-test = -14.233; p = 0.000 (.0.05). The study concluded that there is a role of self-control on cyberslacking behaviour in college students. With a contribution of 46.8%. While the remaining 53.2% is influenced by other factors. ABSTRAKFenomena cyberslacking pada mahasiswa selama perkuliahan disebabkan penggunaan internet yang tidak semestinya. Cyberslacking ialah suatu tindakan memakai gawai saat yang tidak tepat seperti membuka sosial media saat perkuliahan berlangsung atau bermain game saat dosen sedang memberikan penjelasan di kelas. Salah satu faktor penyebabnya ialah karena kontrol diri yang lemah. Untuk itu studi ini bertujuan menguji seberapa besar kontrol diiri berkontribusi menyebabkan terjadi perilaku cyberslacking pada mahasiswa. Alat ukur yang dipakai yaitu Cyberslacking Academic Scale dan The Brief Self-Control Scale (BSCS). Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan dalam studi ini, dengan menggunakan teknik pengumpulan data convinience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun dari skala 1 hingga 7 untuk alat ukur kontrol diri dan 1 hingga 5 untuk Cyberslacking. Studi ini melibatkan 232 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta mayoritas responden dari perguruan tinggi swasta (51.5%). Berdasarkan jender, responden mahasiswi yang terlibat sebesar 66,4%. Hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa kontrol diri berperan secara negatif terhadap perilaku cyberslaking pada mahasiswa. Hasil uji t= -14.233; p=0.000 (,0.05). kesimpulan studi bahwa  terdapat peran kontrol diri terhadap perilaku cyberslacking pada mahasiswa. Dengan kontribusi sebesar 46,8%. Sementara 53,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
PENERAPAN TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK DI RUMAH SEKOLAH CENDEKIA KABUPATEN GOWA MARYAM, MARYAM; AMRI, MUHAMMAD; YAHDI, MUHAMMAD
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3765

Abstract

The purpose of this study was to analyze the application of multiple intelligences theory in fostering the religious values ??of students at Rumah Sekolah Cendekia, Gowa Regency. This type of research is field research using a descriptive qualitative method. The approach used is a phenomenological approach. The data sources in this study were the principal, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers and students at Rumah Sekolah Cendekia, Gowa Regency. Data were obtained based on observation, interviews and documentation. The data processing and analysis techniques used three stages, namely: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that multiple intelligences learning in fostering the religious values ??of students at Rumah Sekolah Cendekia, Gowa Regency is applied through the learning process in the classroom in Islamic Religious Education subjects and outside the classroom in routine activities or programs run by the school. In its application, to foster students' religious values, teachers are faced with several major challenges, namely social media as a source of information and its ease of accessing anything for students who are not yet fully able to filter the various information received, the mindset of educators and the commitment of students who are still changing. In this case, the religious values ??that are fostered in students have been implemented well based on positive changes or improvements in students' spiritual and social attitudes. It's just that its implementation is still not ideal or perfect. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan teori multiple intelligencres dalam menumbuhkan nilai-nilai keberagamaan pesertaa didik di Rumah Sekolah Cendekia Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualiatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah adalah Kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas dan peserta didik Rumah Sekolah Cendekia Kabupaten Gowa. Data diperoleh berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data mennggunakan tiga tahapan yakni: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran multiple intelligences dalam menumbuhkan nilai-nilai keberagamaan peserta didik di Rumah Sekolah Cendekia Kabupaten Gowa diterapkan melalui proses pembelajaran di ruang kelas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan di luar kelas pada kegiatan rutin atau program-program yang dijalankan sekolah. Dalam penerapannya, untuk menumbuhkan nilai-nilai keberagamaan peserta didik, guru dihadapkan dengan beberapa tantangan besar yakni media sosial sebagai sumber infromasi serta kemudahannya dalam mengakses apapun bagi peserta didik yang sepenuhnya belum mampu menyaring berbagai informas diterima, midset pendidik serta komitmen peserta didik yang masih berubah-ubah. Dalam hal ini, nilai-nilai keberagamaan yang ditumbuhkan pada peserta didik telah diterapkan secara baik berdasarkan perubahan-perubahan positif atau peningkatan sikap spiritual maupun sosial peserta didik. hanya saja penerapannya masih bersifat belum ideal atau sempurna.
PERAN DAN TANTANGAN PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MASA DEPAN BUDI, IMANUEL SETYO; PUTRAYASA, I.B.; WISUDARIANI, NMR; SUDIANA, I.N.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3767

Abstract

The digital revolution has created great opportunities in the world of education, one of which is using Artificial Intelligence (AI). This text reviews the role and challenges of AI in innovation in developing Indonesian language learning curricula in the future. AI has the ability to improve the quality of learning through personalizing the learning process, developing adaptive materials, automatic assessments, and technology-based interactions such as chatbots and educational applications. By utilizing natural language processing (NLP) technology, AI can help students master grammar, understand text, and improve communication skills in a more effective and efficient way. However, implementing AI in the curriculum also faces challenges. The main obstacles include gaps in access to technology, low digital literacy among teachers, and ethical issues related to student data privacy. Apart from that, AI development must also pay attention to preserving cultural values ??and the uniqueness of the Indonesian language, including the diversity of regional languages. This text emphasizes the importance of collaboration between government, educational institutions, and the technology industry to overcome these challenges. Through this study, it is hoped that various strategies can be designed to optimize the use of AI in Indonesian language learning that is inclusive, relevant and sustainable. This text also provides suggestions for the development of technology-based educational policies and practices that take into account technical, ethical and cultural aspects. ABSTRAKRevolusi digital telah menciptakan peluang besar di dunia pendidikan, salah satunya menggunakan Kecerdasan Buatan (AI). Teks ini mengulas peran dan tantangan AI dalam inovasi pengembangan kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia di masa yang akan datang. AI memiliki kemampuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran lewat personalisasi proses belajar, pengembangan materi yang adaptif, penilaian otomatis, dan interaksi berbasis teknologi seperti chatbot dan aplikasi edukasi. Dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami (NLP), AI dapat membantu siswa dalam menguasai tata bahasa, memahami teks, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Namun, penerapan AI dalam kurikulum juga menghadapi tantangan. Kendala utama mencakup kesenjangan akses terhadap teknologi, rendahnya literasi digital di antara guru, serta isu etika yang berkaitan dengan privasi data siswa. Selain itu, pengembangan AI juga harus memperhatikan pelestarian nilai-nilai budaya serta keunikan bahasa Indonesia, termasuk keragaman bahasa daerah. Teks ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan industri teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Melalui kajian ini, diharapkan bahwa berbagai strategi dapat dirancang guna mengoptimalkan pemanfaatan AI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan. Teks ini juga memberikan saran untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan berbasis teknologi yang memperhitungkan aspek teknis, etis, dan budaya.
IMPLEMENTASI MODEL GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA PELAJARAN PAI DI SMAN 13 BANDUNG AZIZAH, SITI SYAFIQAH; SYAHIDIN, SYAHIDIN; ANWAR, SAEPUL
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3823

Abstract

Providing an impact or contribution in increasing student learning motivation is the aim of this research, especially in the Islamic Religious Education subject at SMAN 13 Bandung through the application of a gamification model using the Kahoot application. This research was conducted as an effort to provide a contribution or solution to the problems of PAI learning in the modern era during the development of IT and student behavior. The gamification model was chosen because it was considered capable of attracting student interest and increasing interaction during learning. Pre-Experimental Design in the form of One Group Pre Test – Post Test is the method in this research. The sample consisted of 33 students from class XI-4 and data was collected through a motivation questionnaire with a Likert scale which was then analyzed using the Paired Sample T-Test statistical test. This research resulted in an increase in student learning motivation after implementing the gamification model with the Kahoot application, especially in indicators of student achievement, leadership and social relationships. In conclusion, gamification with Kahoot has an influence in creating an interactive learning atmosphere and supports increasing student motivation in PAI lessons. This emphasizes the importance of innovation in teaching methods to increase student engagement and motivation. ABSTRAKMemberikan dampak atau kontribusi dalam peningkatan motivasi belajar siswa merupakan tujuan dari penelitian ini terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 13 Bandung melalui penerapan model gamifikasi menggunakan aplikasi Kahoot. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kontribusi atau solusi terhadap problematik pembelajaran PAI di era modern di masa perkembangan IT dan perilaku siswa. Model gamifikasi dipilih karena dianggap mampu menarik minat siswa dan meningkatkan interaksi selama pembelajaran. Desain Pre-Experimental berbentuk One Group Pre Test – Post Test menjadi metode pada penelitian ini. Sampel terdiri dari 33 siswa kelas XI-4 dan data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi dengan skala Likert yang kemudian dianalisis dengan bantuan uji statistik Paired Sample T-Test. Dari penelitian ini menghasilkan adanya peningkatan terkait motivasi belajar siswa setelah diterapkan model gamifikasi dengan aplikasi Kahoot, terutama dalam indikator prestasi, kepemimpinan, dan hubungan sosial siswa. Kesimpulannya, gamifikasi dengan Kahoot berpengaruh dalam membentuk suasana pembelajaran yang interaktif dan mendukung peningkatan motivasi siswa dalam pelajaran PAI. Hal ini menegaskan pentingnya inovasi dalam metode pengajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
ANALISIS DAMPAK PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN GURU TERHADAP KEPUASAN KERJA DI SMP ISLAM ANDALUSIA 1 KEBASEN ASTUTI, DEWI; HANIF, MUH.
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.3848

Abstract

More and more, schools are vying for students' enrollment. A high-quality education can be defined as one that meets certain standards in terms of teacher preparation, student achievement, and the quantity of graduates. The purpose of this research is to examine how personnel development and training at SMP Islam Andalusia 1 Kebasen affects teachers' happiness on the job. In this study, questionnaires, interviews, documentation, and observations are some of the methods used. Research employing a qualitative descriptive methodology was what the investigator set out to accomplish. Information gathered by means of surveys, field notes, interviews, and records. Research at SMP Islam Andalusia 1 Kebasen aims to determine how HRD has affected teachers' happiness on the job. Researchers at SMP Islam Andalusia 1 Kebasen interviewed faculty and staff members involved in public relations and school administration. Training and development of human resources significantly and positively affected teacher job satisfaction, according to the study's results. More job satisfaction, increased competence, and intrinsic motivation are the results of teachers' access to high-quality professional development opportunities. However, development programs offer instructors improved professional advancement options and the chance to expand their knowledge and skills. Investing in human resource development and training is crucial if SMP Islam Andalusia 1 Kebasen wants its teachers to be happier in their jobs. Teaching quality and teacher job satisfaction can only be enhanced if schools persist in making training and development programs as effective as possible.   ABSTRAK Semakin banyak, sekolah-sekolah bersaing untuk menarik pendaftaran siswa. Pendidikan berkualitas tinggi dapat didefinisikan sebagai pendidikan yang memenuhi standar tertentu dalam hal persiapan guru, prestasi siswa, dan jumlah lulusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pengembangan dan pelatihan personel di SMP Islam Andalusia 1 Kebasen mempengaruhi kebahagiaan guru dalam pekerjaan mereka. Dalam penelitian ini, kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan observasi adalah beberapa metode yang digunakan. Penelitian yang menggunakan metodologi deskriptif kualitatif adalah apa yang ingin dicapai oleh peneliti. Informasi yang dikumpulkan melalui survei, catatan lapangan, wawancara, dan catatan. Penelitian di SMP Islam Andalusia 1 Kebasen bertujuan untuk menentukan bagaimana HRD telah mempengaruhi kebahagiaan guru dalam pekerjaan mereka. Para peneliti di SMP Islam Andalusia 1 Kebasen mewawancarai anggota fakultas dan staf yang terlibat dalam hubungan masyarakat dan administrasi sekolah. Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan kerja guru, menurut hasil penelitian tersebut. Lebih banyak kepuasan kerja, peningkatan kompetensi, dan motivasi intrinsik adalah hasil dari akses guru ke peluang pengembangan profesional berkualitas tinggi. Namun, program pengembangan menawarkan instruktur opsi peningkatan karir yang lebih baik dan kesempatan untuk memperluas pengetahuan serta keterampilan mereka. Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan sangat penting jika SMP Islam Andalusia 1 Kebasen ingin para gurunya lebih bahagia dalam pekerjaan mereka. Kualitas pengajaran dan kepuasan kerja guru hanya dapat ditingkatkan jika sekolah terus berusaha menjadikan program pelatihan dan pengembangan seefektif mungkin.