cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI IKATAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS Indah Levia; Muhammad Rusdi; Wilda Syahri; Yusnaidar Yusnaidar; Febrry Romundza
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15340

Abstract

The abstract nature of chemical bonding concepts involving three levels of representation (macroscopic, submicroscopic, and symbolic) often poses major challenges in classroom instruction, directly contributing to low student scientific literacy. This study aims to develop a Problem-Based Learning (PBL)-based animated video on chemical bonding and determine its feasibility and student responses. The research employed the Research and Development (R&D) method using the Lee & Owens (2004) model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. Data collection instruments included teacher interview guides, student needs analysis questionnaires, expert validation sheets, and student response questionnaires. The developed product was validated by instructional design and learning model experts, subject matter and media experts, and evaluated by a chemistry teacher, followed by one-to-one and small-group evaluations. The validation results confirmed high feasibility scores: 90.00% from design and model experts, 91.25% from material and media experts, and 94.00% from the chemistry teacher, all categorized as "Very Feasible". The small-group trial with 10 students achieved a 92.92% positive response rate, categorized as "Very Good". In conclusion, the PBL-based animated video is highly feasible, practical, and recommended for chemistry instruction to enhance students' scientific literacy. ABSTRAK Karakteristik materi ikatan kimia yang bersifat abstrak dan melibatkan tiga level representasi (makroskopis, submikroskopis, dan simbolik) kerap menjadi kendala utama dalam pembelajaran sehingga berimplikasi pada rendahnya capaian literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video animasi berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi ikatan kimia serta menguji tingkat kelayakan dan respons siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee & Owens (2004) yang mencakup lima tahapan: analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrumen pengumpulan data meliputi lembar wawancara guru, angket analisis kebutuhan siswa, lembar validasi ahli, serta angket respons siswa. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli desain dan model pembelajaran, ahli materi dan media, serta dinilai oleh guru kimia, kemudian diujicobakan melalui uji coba satu-satu (one-to-one evaluation) dan uji coba kelompok kecil (small group evaluation). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, yaitu 90,00% dari ahli desain dan model pembelajaran, 91,25% dari ahli materi dan media, serta 94,00% dari guru kimia yang seluruhnya berkategori "Sangat Layak". Uji coba kelompok kecil terhadap 10 orang siswa memperoleh persentase respons sebesar 92,92% dengan kategori "Sangat Baik". Berdasarkan hasil pengembangan dan evaluasi, disimpulkan bahwa video animasi berbasis PBL sangat layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran kimia untuk mendukung penguatan literasi sains siswa.  
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI PADA MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Era Az Zhuhra; Elva Sulastriana; Try Hariadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15341

Abstract

Critical thinking skills are essential in learning observational report texts, yet student participation often remains low due to less engaging instructional strategies. This study aims to analyze the effectiveness of the discussion learning model on students' critical thinking skills in observational report texts. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a nonequivalent control group design. The study sample consisted of 32 students in the experimental class and 28 students in the control class at SMA Negeri 1 Jawai. Data collection techniques used a critical thinking ability test in the form of a pretest and posttest. Data were analyzed using the Mann-Whitney U Test and N-Gain test. The hypothesis testing results using the Mann-Whitney U Test showed a significant difference between the experimental and control classes (U=58.000; Z=-5.906; p<0.001). The average N-Gain score for the experimental class was 63.74% (quite effective), higher than the control class's 22.60% (ineffective). The results concluded that the discussion learning model was effective in improving students' critical thinking skills in observational report texts. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran materi teks laporan hasil observasi, namun partisipasi siswa di kelas kerap kali rendah akibat penggunaan strategi pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran diskusi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi teks laporan hasil observasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 28 siswa kelas kontrol di SMA Negeri 1 Jawai. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan N-Gain. Hasil pengujian hipotesis Mann-Whitney U Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (U=58,000; Z=-5,906; p<0,001). Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 63,74% (cukup efektif), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 22,60% (tidak efektif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi teks laporan hasil observasi.    
PENGARUH LATIHAN PASSING BAWAH MENGGUNAKAN MEDIA DINDING SEBAGAI TARGET TERHADAP KEMAMPUAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER VOLI PUTRI SMA NEGERI 2 OKU Fahrul Irwansyah; Siti Ayu Risma Putri; Ilham Arvan Junaidi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15406

Abstract

Low accuracy and consistency in underhand passing technique among female volleyball extracurricular participants pose a primary obstacle in constructing team attack patterns, necessitating structured independent training media such as wall-target bouncing drills. This study aimed to determine the effect of underhand passing training using wall media as a target on the underhand passing ability of female volleyball extracurricular participants at SMA Negeri 2 OKU. This research used a quantitative method with a one-group pretest-posttest experimental design. The population in this study consisted of 30 female students participating in the volleyball extracurricular activity at SMA Negeri 2 OKU, while the sample consisted of 15 students selected using the purposive sampling technique. The research instrument used was the AAHPERD volleyball skill test (volleying test). Data analysis techniques included the Shapiro-Wilk normality test and the paired sample t-test hypothesis test using SPSS 26 software. The results showed that the mean pretest score of 27.93 increased to 37.73 in the posttest. The normality test results indicated that the pretest and posttest data were normally distributed, with significance values of 0.169 and 0.273 (p>0.05), respectively. Furthermore, the hypothesis test results showed that the t-count value was 22.343, which was greater than the t-table value of 2.145, with a significance value of 0.000 (p<0.05). Therefore, H_0 was rejected and H_a was accepted. Based on the results of the study, it can be concluded that underhand passing training using wall media as a target had a significant effect on improving the underhand passing ability of female volleyball extracurricular participants at SMA Negeri 2 OKU. The training, which was conducted repeatedly and systematically, proved effective in improving the accuracy, coordination, and consistency of underhand passing movements. ABSTRAK Rendahnya akurasi dan konsistensi teknik passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri menjadi kendala utama dalam membangun pola serangan tim, sehingga diperlukan bentuk latihan mandiri dan terarah seperti pemanfaatan media dinding sebagai target pantulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan passing bawah menggunakan media dinding sebagai target terhadap kemampuan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 siswi ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU, sedangkan sampel penelitian berjumlah 15 siswi yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan bola voli AAHPERD (volleying test). Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 27,93 meningkat menjadi 37,73 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,169 dan 0,273 (p>0,05). Selanjutnya, hasil uji hipotesis diperoleh nilai t_"hitung"  sebesar 22,343 lebih besar dari t_"tabel"  sebesar 2,145 dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Dengan demikian, H_0 ditolak dan H_a diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan passing bawah menggunakan media dinding sebagai target memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler voli putri SMA Negeri 2 OKU. Latihan yang dilakukan secara berulang dan terprogram terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan, koordinasi, dan konsistensi gerakan passing bawah.    
ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 070996 FULOLO BOTOMUZOI Analisman Lase; Agnes Renostini Harefa; Noveri Amal Jaya Harefa; Eka Periaman Zai
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15407

Abstract

The implementation of summative assessments aligned with Learning Outcomes (CP) is essential to ensure the mastery of Science and Social Studies (IPAS) competencies in the Merdeka Curriculum at elementary schools. This study aims to analyze the implementation of summative assessment instruments toward learning outcomes in IPAS within the Merdeka Curriculum at SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. The study focuses on the forms of summative assessment instruments used by teachers, their alignment with learning outcomes, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. A qualitative phenomenological approach was employed. Participants consisted of four IPAS teachers (grades IV, V, and VI) selected through purposive sampling based on having over three years of teaching experience and participation in Merdeka Curriculum training. Data were collected through interviews, document analysis, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that summative assessment instruments are still dominated by written tests (multiple-choice, short-answer, and essays) that primarily measure lower-order cognitive skills. Alignment between assessment instruments and learning outcomes is not yet optimal because assessments are constructed based on textbook materials rather than CP competence frameworks. Supporting factors include available learning resources and peer collaboration, while inhibiting factors include teachers' limited understanding of translating CP into assessment indicators and time constraints. Improving teachers' professional competence in designing authentic, outcome-based assessment instruments is critical to enhancing IPAS instruction. ABSTRAK Pelaksanaan asesmen sumatif yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kunci utama dalam memastikan ketercapaian kompetensi esensial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi instrumen asesmen sumatif terhadap capaian pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. Fokus penelitian meliputi bentuk instrumen asesmen sumatif yang digunakan pendidik, kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pendidik mata pelajaran IPAS (kelas IV, V, dan VI) yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria masa kerja di atas tiga tahun dan telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dokumen, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sumatif masih didominasi oleh tes tertulis berupa pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang berorientasi pada aspek kognitif tingkat rendah (remembering dan understanding). Kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena penyusunan instrumen masih berorientasi pada materi buku teks daripada konstruksi kompetensi CP. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber belajar dan diskusi antarpendidik, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan pemahaman dalam menurunkan CP menjadi indikator asesmen serta keterbatasan waktu. Diperlukan peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang asesmen autentik berbasis CP IPAS.