cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SAINS DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR LOGIS KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN DI PAUD AL-FALAAH Tria Nuraini; Achmad Wahidy; Dessi Andriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13551

Abstract

Logical thinking skill during the golden age is a crucial foundation for early childhood in understanding basic concepts and solving problems. However, the dominance of abstract and conventional teaching methods often limits children's exploratory space. This study aims to determine whether utilizing natural materials as science learning media can enhance the logical thinking skills of Group B children (aged 5–6 years) at PAUD Al-Falaah. The study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model involving 14 children. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results showed a significant increase in the average logical thinking development from the pre-cycle stage to Cycle I and Cycle II. The pre-cycle average score was 17 with a 35.42% success rate (categorized as "not yet emerged"). In Cycle I, the average score rose to 29.4 with a 61.25% success rate (categorized as "starting to develop"), representing an increase of 12.4. In Cycle II, the score reached 42.1 with an 87.71% success rate (categorized as "developing very well"), representing a further increase of 12.7. These findings confirm that integrating natural materials into science learning effectively fosters logical thinking skills in early childhood. ABSTRAK Kemampuan berpikir logis pada usia keemasan (golden age) merupakan fondasi penting bagi anak usia dini dalam memahami konsep dasar dan memecahkan masalah. Namun, dominasi metode pembelajaran yang monoton dan abstrak sering kali mengendalikan ruang eksplorasi anak secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemanfaatan bahan alam sebagai media pembelajaran sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak Kelompok B usia 5–6 tahun di PAUD Al-Falaah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri atas 14 anak Kelompok B usia 5–6 tahun. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pencapaian perkembangan berpikir logis anak dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Pada tahap pra-siklus, skor rata-rata diperoleh sebesar 17 dengan persentase keberhasilan 35,42% (kategori belum muncul). Pada Siklus I, skor meningkat menjadi 29,4 dengan persentase keberhasilan 61,25% (kategori mulai muncul), mengalami kenaikan sebesar 12,4. Pada Siklus II, skor mencapai 42,1 dengan persentase keberhasilan 87,71% (kategori berkembang sangat baik), menunjukkan peningkatan sebesar 12,7. Berdasarkan analisis data tersebut, kemampuan berpikir logis anak mengalami peningkatan yang signifikan melalui pembelajaran sains berbasis eksplorasi bahan alam.    
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK KASHTA UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI SISWA SMP DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH Reri Saputra; Ari Khusumadewi; Retno Tri Hariastuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13612

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Kashta-based group counseling in improving emotional regulation among junior high school students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Emotional regulation is a crucial skill for adolescents, particularly in multicultural school settings. Problems observed at SIJ include difficulties controlling emotions, a tendency to dwell on negative feelings, feelings of inadequacy in social interactions, anxiety about speaking in front of the class, and an inability to calm down quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 26 seventh-grade students divided into an experimental group (n=13) and a control group (n=13). A 15-item valid emotional regulation scale (Cronbach's α=0.762) was used as the instrument, developed based on Gross's (2015) Process Model of Emotion Regulation. Paired sample t-test results showed a significant improvement in the experimental group (t=-17.646; p=0.000), while the independent sample t-test of posttest scores revealed a significant difference between groups (t=-12.221; p=0.000). Normalized gain (N-Gain) analysis showed an effectiveness rate of 79.14% (effective category) in the experimental group compared to 14.73% (ineffective category) in the control group. These findings demonstrate that Kashta-based group counseling is effective in improving emotional regulation among junior high school students in the Indonesian diaspora environment. The practical implications support the development of culturally sensitive counseling services in Indonesian schools abroad. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok berbasis kashta dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada remaja, terutama pada lingkungan sekolah multikultural. Masalah regulasi emosi yang ditemukan di SIJ antara lain kesulitan menahan emosi, kecenderungan larut dalam perasaan negatif, rasa minder dalam interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan kelas, serta ketidakmampuan menenangkan diri secara cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII SMP SIJ yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Instrumen yang digunakan berupa skala regulasi emosi dengan 15 item valid (Cronbach's α=0,762) yang dikembangkan berdasarkan teori Process Model of Emotion Regulation Gross (2015). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (t=-17,646; p=0,000), sedangkan uji independent sample t-test pada skor posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t=-12,221; p=0,000). Analisis normalized gain (N-gain) menunjukkan tingkat efektivitas 79,14% (kategori efektif) pada kelompok eksperimen dibandingkan 14,73% (kategori tidak efektif) pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok kashta efektif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di lingkungan diaspora Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sensitif terhadap budaya lokal pada sekolah Indonesia di luar negeri.    
TANTANGAN PARTISIPASI KEWARGANEGARAAN DIGITAL MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: STUDI KUALITATIF Difa Ines Amalia Safa; Wahyu Jati Kusuma; R Samidi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13711

Abstract

The rapid advancement of information and communication technology has shifted social dynamics into digital spaces, establishing digital citizenship as an essential pillar for sustaining a healthy democracy. However, students' high intensity of online engagement is rarely matched by substantive, critical, and ethical participation. This study aims to analyze the forms of digital citizenship participation among students of the Civic Education Study Program (PPKn) and to identify the challenges they encounter in realizing responsible digital engagement. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were gathered through in-depth interviews, participant observations, and documentation involving 6 PPKn students as primary informants and 1 PPKn lecturer as a supporting informant, selected via purposive sampling. Data credibility was established through technique and source triangulation, while data analysis followed an interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that while students actively utilize digital platforms to access civic information and monitor national issues, their engagement is heavily constrained by digital passivism, misinformation exposure, weak data verification habits, fear of legal repercussions, and polarized social media echo chambers. The study concludes that reforming Civic Education toward digital advocacy and Pancasila-grounded digital ethics is imperative to develop active, critical, and responsible digital citizens. ABSTRAK Transformasi teknologi informasi dan komunikasi telah menggeser dinamika interaksi sosial ke ruang siber, menempatkan kewarganegaraan digital sebagai pilar esensial dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang sehat. Namun, tingginya intensitas aktivitas digital mahasiswa sering kali belum diimbangi dengan partisipasi yang substantif, kritis, dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi kewarganegaraan digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan partisipasi digital yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 6 orang mahasiswa PPKn sebagai informan utama serta 1 orang dosen PPKn sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengakses informasi, berdiskusi, dan mengikuti isu-isu kebangsaan. Namun, partisipasi tersebut didominasi oleh fenomena digital passivism serta menghadapi tantangan nyata berupa paparan disinformasi, rendahnya verifikasi data, kekhawatiran terhadap sanksi hukum (UU ITE), dan polarisasi media sosial. Disimpulkan bahwa penguatan Pendidikan Kewarganegaraan berbasis advokasi digital dan etika Pancasila sangat mendesak untuk membentuk warga negara digital yang aktif, kritis, dan berintegritas.    
PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK “AKSIMA” UNTUK MENSTIMULASI KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Lila Aulia; Ajeng Putri Pratiwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13938

Abstract

Early literacy is a fundamental skill that young children need before progressing to more complex reading and writing. Observations and interviews conducted at TK Kartika IV-80 and KB TK Afkar revealed that many children aged 5-6 years were still unable to name familiar letter symbols or understand the relationship between sounds and letter shapes, while the learning media available at both institutions were limited mainly to magazines and had not meaningfully integrated the local wisdom of Malang City. This study aimed to develop a Pop Up Book “Aksima” that is valid and appropriate for use as an interactive, locally-rooted medium to stimulate children's early literacy. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The resulting product is a Pop Up Book that expands to A3 size when opened, consisting of six pages covering local cultural content of Malang City, equipped with a QR code linking to instructional videos and various interactive activities such as arranging letters, matching pictures, and role play. Validation results showed the media scored 87.5 from material experts, 92.5 from media experts, and 100 from user validators (teachers), all in the “Very Feasible” category. The small-group trial scored 94 and the large-group trial scored 91, both also categorized as “Very Feasible”. Based on these findings, the Pop Up Book “Aksima” is a feasible, concrete, interactive, and enjoyable alternative learning medium for stimulating early literacy in children aged 5-6 years. ABSTRAK Keaksaraan awal merupakan fondasi penting bagi anak usia dini sebelum memasuki tahap membaca dan menulis yang lebih kompleks. Hasil observasi dan wawancara di TK Kartika IV-80 dan KB TK Afkar menunjukkan bahwa sebagian anak usia 5-6 tahun belum mampu menyebutkan simbol-simbol huruf serta memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf, sementara media pembelajaran yang tersedia masih terbatas pada majalah dan belum mengintegrasikan kearifan lokal Kota Malang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Pop Up Book “Aksima” yang layak digunakan sebagai media interaktif berbasis kearifan lokal untuk menstimulasi keaksaraan awal anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dihasilkan berupa Pop Up Book berukuran A3 saat dibuka, terdiri atas enam halaman materi kearifan lokal Kota Malang (Tugu Malang, Topeng Malangan, Tari Topeng Malangan, Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, dan Bakso Malang), dilengkapi QR code berisi video materi serta berbagai aktivitas interaktif seperti menyusun huruf, mencocokkan gambar, dan bermain peran. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh skor 87,5 dari ahli materi, 92,5 dari ahli media, dan 100 dari pengguna (pendidik), yang seluruhnya berkategori “Sangat Layak”. Uji coba kelompok kecil memperoleh skor 94 dan uji coba kelompok besar memperoleh skor 91, keduanya juga berkategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book “Aksima” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan untuk menstimulasi keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam mengenal simbol huruf dan memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf.    
ANALISIS KESIAPAN TEKNIS DAN MENTAL SISWA TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF SMKS AL-AZHAR BATAM DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN TEKNOLOGI OTOMOTIF MODERN DI INDUSTRI BATAM Syaiful Bahrizal; Wawan Purwanto
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14177

Abstract

The rapid disruption of modern automotive technology, such as Electronic Fuel Injection (EFI) systems, electronic control modules, and advanced sensors within Batam's industrial hub, demands a comprehensive link and match alignment regarding vocational graduates' work readiness. This study examined the technical and mental readiness of Automotive Light Vehicle Engineering (TKRO) students at SMKS Al-Azhar Batam in responding to the demands of modern automotive technology within Batam’s industrial environment. A descriptive qualitative approach was employed involving five students, two vocational teachers, and two industry instructors selected purposively. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and document analysis, then examined using the Miles and Huberman interactive model. Data credibility was strengthened through source and technique triangulation. The findings revealed that students possessed adequate cognitive foundations in periodic maintenance, basic tool operation, and occupational safety and health (OSH) procedures. Nevertheless, psychomotor competence remained insufficient in operating digital diagnostic devices (scan tools), interpreting fault data (live data stream), utilizing specialized tools (SST), and meeting industrial time standards. In the mental domain, understanding of the 5S work culture had been established, whereas initiative, professional communication, adaptability, and self-confidence (self-efficacy) still required reinforcement. Readiness was supported by intrinsic motivation, teacher assistance, and industrial partnerships. Conversely, limited access to advanced facilities and administratively oriented pre-internship preparation constituted the primary barriers. Therefore, curriculum alignment, broader practical exposure, and integrated mental preparation should be strengthened before students enter professional automotive workplaces. ABSTRAK Pesatnya disrupsi teknologi otomotif modern seperti sistem Electronic Fuel Injection (EFI), modul kendali komputer, dan sensor canggih di kawasan industri Batam menuntut penyepadanan (link and match) kesiapan kerja lulusan SMK secara komprehensif. Riset ini bertujuan menelaah kesiapan teknis dan mental siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMKS Al-Azhar Batam dalam merespons tuntutan teknologi otomotif modern di lingkungan industri Batam. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan lima siswa, dua guru produktif, dan dua instruktur industri yang ditetapkan secara purposif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis memakai model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan informasi diperkuat melalui triangulasi teknik dan sumber. Temuan riset memperlihatkan bahwa landasan kognitif siswa telah cukup memadai dalam pelaksanaan perawatan berkala, penggunaan peralatan dasar, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Meskipun demikian, keterampilan psikomotorik belum sepenuhnya berkembang pada pengoperasian perangkat diagnosis digital (scan tool), penafsiran data gangguan (live data stream), pemanfaatan Special Service Tools (SST), dan pemenuhan standar waktu industri. Pada ranah mental, pemahaman terhadap budaya 5S telah terbentuk, sedangkan prakarsa, komunikasi profesional, adaptabilitas, dan keyakinan diri (self-efficacy) masih memerlukan penguatan. Kesiapan tersebut ditopang oleh motivasi intrinsik, pendampingan guru, dan kemitraan industri. Sebaliknya, keterbatasan sarana mutakhir serta pembekalan pra-PKL yang masih berorientasi administratif menjadi kendala utama. Oleh karena itu, sinkronisasi kurikulum, perluasan pengalaman praktik, dan penguatan mental perlu dilaksanakan secara terpadu sebelum siswa memasuki lingkungan kerja profesional.    
PENGEMBANGAN MEDIA OCEAN ADVENTURE UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4-5 TAHUN Sitti Saodah Rahmadan Soamole; Ahmad Samawi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15123

Abstract

Early symbolic thinking and early numeracy skills are essential foundations for cognitive development in early childhood; however, the utilization of interactive technology-based learning media in early childhood education institutions remains limited. This study aims to develop an interactive digital learning media called Ocean Adventure that is feasible and effective in stimulating symbolic thinking abilities in children aged 4–5 years. The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model across five systematic stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The media was developed as a web-based application utilizing the Figma platform and tested at KB-TK Afkar and TK Kartika IV-80. The media integrates ocean adventure-themed animated videos with four educational games covering key indicators: counting 1–10, recognizing number concepts, recognizing number symbols, and recognizing letter symbols. Material expert validation yielded an average score of 91% (highly feasible), media expert validation reached 80% (highly feasible), and user (teacher) validation scored 97% (highly feasible). Small group trials produced a feasibility percentage of 88%, while large group trials achieved 98%, both categorized as highly feasible. The findings demonstrate that Ocean Adventure media is highly feasible and effective for stimulating symbolic thinking skills in early childhood in an interactive and enjoyable manner. ABSTRAK Kemampuan berpikir simbolik dan literasi numerasi awal merupakan fondasi esensial bagi perkembangan kognitif anak usia dini, namun pemanfaatan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi di satuan PAUD masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital interaktif Ocean Adventure yang layak dan efektif dalam menstimulasi kemampuan berpikir simbolik anak usia 4–5 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menerapkan model ADDIE melalui lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media dikembangkan berbasis website menggunakan platform Figma dan diujicobakan di KB-TK Afkar serta TK Kartika IV-80. Media mengintegrasikan video animasi bertema petualangan bawah laut dengan empat permainan edukatif yang mencakup indikator membilang 1–10, mengenal konsep bilangan, mengenal lambang bilangan, dan mengenal lambang huruf. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase rata-rata 91% (sangat layak), ahli media sebesar 80% (sangat layak), dan validasi pengguna (pendidik) sebesar 97% (sangat layak). Uji coba kelompok kecil menghasilkan persentase kepraktisan sebesar 88% dan uji coba kelompok besar mencapai 98%, keduanya berada pada kategori sangat layak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Ocean Adventure sangat layak digunakan untuk menstimulasi kemampuan berpikir simbolik anak usia dini secara efektif, interaktif, dan menyenangkan.    
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LAHAN BASAH SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Farah Dhafiya; Ahmad Suriansyah; Rizky Amelia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15297

Abstract

Early childhood learning requires concrete, meaningful learning experiences that are appropriate to the environmental context in which children grow. However, learning practices in early childhood education centers often still focus on worksheets and simple academic activities, thereby limiting children's opportunities to explore their surroundings. This study aimed to describe the implementation of constructivist theory in wetland-based learning through artificial river exploration activities for early childhood at PAUD Fantasha Banjarbaru. The study used a descriptive quantitative approach supported by qualitative data, involving six children aged 4–6 years as subjects. Data were collected through structured observation using a child development checklist instrument and documentation of learning activities, then analyzed descriptively through calculation of mean scores and achievement percentages per developmental aspect, supported by qualitative descriptions of developmental patterns and dynamics. The findings indicate that contextual learning based on wetlands can stimulate children’s development holistically, achieving an overall mean score of 2.99 out of 4.00, with 64% of total evaluations categorized as Developing as Expected (BSH) and Very Well Developed (BSB). The specific achievement scores across developmental aspects were fine motor (3.67), socio-emotional (3.33), Religious and Moral Values/NAM (3.17), cognitive (2.93), language (2.83), and creativity (2.00). Fine motor and socio-emotional aspects showed the most optimal development, while the creativity aspect requires more sustained and structured stimulation. Environmental exploration activities indicate the potential to provide children with opportunities to build knowledge through direct interaction with concrete objects, increase active engagement, and develop social skills through interaction with peers and teachers. Therefore, utilizing wetland environments as a source of contextual learning shows potential as an effective strategy in supporting the holistic development of early childhood while simultaneously strengthening the relevance of learning to the local environment of South Kalimantan. ABSTRAK Pembelajaran anak usia dini membutuhkan pengalaman belajar yang konkret, bermakna, dan sesuai dengan konteks lingkungan tempat anak tumbuh. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering berfokus pada lembar kerja dan aktivitas akademik sederhana, sehingga kesempatan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi teori konstruktivisme dalam pembelajaran berbasis lahan basah melalui kegiatan eksplorasi sungai buatan pada anak usia dini di PAUD Fantasha Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif, melibatkan enam anak dengan rentang usia 4–6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen checklist perkembangan anak dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Data observasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui penghitungan skor rata-rata dan persentase capaian per aspek perkembangan, didukung deskripsi kualitatif untuk menjelaskan pola dan dinamika perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lahan basah mampu menstimulasi perkembangan anak secara holistik dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 2,99 (skala 4) dan 64% total penilaian berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Rincian capaian skor per aspek perkembangan meliputi: motorik halus (3,67), sosial-emosional (3,33), Nilai Agama dan Moral/NAM (3,17), kognitif (2,93), bahasa (2,83), serta kreativitas (2,00). Aspek motorik halus dan sosial-emosional menunjukkan perkembangan yang paling optimal, sementara aspek kreativitas memerlukan stimulasi yang lebih berkelanjutan dan terstruktur. Kegiatan eksplorasi lingkungan mengindikasikan potensi keberhasilan dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk membangun pengetahuan melalui interaksi langsung dengan objek konkret, meningkatkan keterlibatan aktif, serta mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi dengan teman sebaya dan guru. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan lahan basah sebagai sumber belajar kontekstual menunjukkan potensi sebagai strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara holistik sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran dengan lingkungan lokal Kalimantan Selatan.  
PENGARUH STRATEGI MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X Diandra Taruna; Radia Hafid; Fatmawaty Damiti; Frahmawati Bumulo; Maya Novrita Dama
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15298

Abstract

The implementation of appropriate teaching strategies and high levels of student learning motivation are crucial elements in achieving effective economics education in secondary schools. This study aims to determine the extent of teachers' teaching strategies' influence on students' learning motivation in Economics among Grade X Social Science students at SMA Negeri 1 Bone, Bone Bolango Regency. This study employed a quantitative approach using simple linear regression analysis. The research population comprised 126 students in Grade X Social Science, with a sample of 32 students determined using Slovin's formula (margin of error 15%). Data were collected using questionnaires. Data analysis techniques included normality testing, simple linear regression, partial t-tests, and coefficient of determination testing. The findings indicate that teachers' instructional strategies positively affect students' learning motivation. A total of 54.3% of the variability in the Students' Learning Motivation variable in Economics subjects for Grade X Social Science students at SMA Negeri 1 Bone, Bone Bolango Regency, can be explained by the Teachers' Teaching Strategies variable, while the remaining 45.7% is explained by other factors not examined in this study. ABSTRAK Penerapan strategi mengajar yang tepat dan tingkat motivasi belajar siswa merupakan dua elemen krusial dalam mencapai efektivitas pembelajaran ekonomi di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS di SMA Negeri 1 Bone Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linier sederhana. Populasi penelitian berjumlah 126 siswa kelas X IPS, dengan sampel sebanyak 32 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (margin of error 15%). Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji regresi linier sederhana, uji t parsial, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif strategi mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa. Sebesar 54,3% variabilitas variabel motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X IPS di SMA Negeri 1 Bone Kabupaten Bone Bolango dapat diterangkan oleh variabel strategi mengajar guru, sedangkan sisanya sebesar 45,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.  
ONLINE POETRY AS A MEDIUM FOR CHARACTER EDUCATION: A CONTENT ANALYSIS OF SEVENTEEN INDONESIAN POEMS Muhammad Arief Budiman; Dhea Adeliva Jajuwanda; Dinda Fakhira Ramadhani; Ilmi Hidayah; Ismi Dina Putri Amalia; Karina Rizqi Purbarini; Kevin Nugraha
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15299

Abstract

This study investigates online poetry as a medium for character education through a qualitative content analysis of seventeen Indonesian online poems. The research is grounded in the Indonesian character education framework and the Pancasila Student Profile, which emphasize values such as religiosity, integrity, independence, responsibility, hard work, optimism, and resilience. Data were collected through documentation techniques from various digital platforms and analyzed using qualitative content analysis procedures involving data condensation, coding, categorization, and interpretation. The findings reveal that the poems contain a wide range of character values, with resilience/perseverance, optimism, and hard work emerging as the most dominant themes. These values are consistently represented through motivational language, metaphorical expressions, and reflective narratives that encourage readers to face challenges, maintain hope, and develop self-confidence. The study concludes that online poetry functions not only as a form of literary expression but also as an effective instructional resource for character education in the digital era. It provides meaningful opportunities for learners to internalize moral values through emotionally engaging and contextually relevant texts. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji puisi online sebagai media pendidikan karakter melalui analisis isi kualitatif terhadap tujuh belas puisi online berbahasa Indonesia. Penelitian ini berlandaskan pada kerangka pendidikan karakter Indonesia dan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan nilai-nilai seperti religiusitas, integritas, kemandirian, tanggung jawab, kerja keras, optimisme, dan resiliensi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai platform digital dan dianalisis menggunakan prosedur analisis isi kualitatif yang meliputi reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut mengandung beragam nilai karakter, dengan resiliensi/ketangguhan, optimisme, dan kerja keras sebagai tema yang paling dominan. Nilai-nilai tersebut secara konsisten direpresentasikan melalui bahasa motivasional, ungkapan metaforis, dan narasi reflektif yang mendorong pembaca untuk menghadapi tantangan, menjaga harapan, dan mengembangkan kepercayaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa puisi online tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi sastra, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang efektif untuk pendidikan karakter di era digital. Puisi online memberikan peluang bermakna bagi peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai moral melalui teks yang bersifat emosional dan kontekstual.  
SINERGI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS AKHLAK DAN KEBERLANJUTAN DIGITAL: MODEL MANAJEMEN PROAKTIF UNTUK MODERNISASI LEMBAGA PENDIDIKAN TRADISIONAL Nurmawati Nurmawati; Fauzi Muharom
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15300

Abstract

Digital transformation has become a strategic necessity for educational institutions in addressing social shifts, technological advances, and 21st-century educational quality demands. However, for traditional educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren), madrasas, and faith-based schools, modernization often creates a dilemma between technological innovation and institutional identity preservation. This article aims to develop a proactive management model integrating moral-based visionary leadership with digital continuity to support the sustainable modernization of traditional educational institutions. The study employs a qualitative conceptual approach through a systematic literature review and document analysis covering Islamic leadership, visionary leadership, digital transformation, and organizational resilience from reputable databases. The study generates the Akhlak-Digital Continuity Model consisting of five core dimensions: (1) ethical vision, (2) strategic foresight, (3) digital capacity building, (4) adaptive governance, and (5) digital continuity assurance. These five dimensions synergize to establish a sustainable moral culture that reinforces organizational resilience and institutional modernization. This article asserts that digital transformation does not require sacrificing traditional religious values; rather, it strengthens institutional identity and effectiveness when steered by Islamic moral-based leadership. ABSTRAK Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi lembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tuntutan kualitas pendidikan abad ke-21. Namun, bagi lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren, madrasah, dan sekolah berbasis nilai keagamaan, modernisasi sering kali memunculkan dilema antara inovasi teknologi dan pelestarian identitas kelembagaan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model manajemen proaktif yang mengintegrasikan kepemimpinan visioner berbasis akhlak dengan keberlanjutan digital (digital continuity) guna mendukung modernisasi lembaga pendidikan tradisional secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual (conceptual paper) melalui studi kepustakaan sistematis terhadap literatur kepemimpinan Islam, kepemimpinan visioner, transformasi digital, dan ketahanan organisasi dari pangkalan data bereputasi. Hasil kajian menghasilkan Model Akhlak-Digital Continuity yang terdiri atas lima dimensi utama: (1) visi etis, (2) foresight strategis, (3) penguatan kapasitas digital, (4) tata kelola adaptif, dan (5) jaminan keberlanjutan digital. Kelima dimensi tersebut bersinergi membentuk budaya akhlak berkelanjutan yang memperkokoh ketahanan organisasi (organizational resilience) dan modernisasi institusi. Kajian ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak harus mengorbankan nilai-nilai tradisi keagamaan, melainkan dapat memperkuat identitas dan efektivitas kelembagaan apabila dipandu oleh kepemimpinan yang berakar pada akhlak mulia.