cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
PENGARUH PENGALAMAN MAGANG, KEMAMPUAN SOFT SKILL DAN KEMAMPUAN HARD SKILL TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII SMK PGRI 1 TULUNGAGUNG Prawita Nurvitria Sulung; Sulastri Rini Rindrayani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13280

Abstract

Work readiness is an important transition between education and career. Ideally, vocational high school (SMK) students are designed to be a quality workforce able to work professionally and navigate their careers. However, empirical conditions at SMK PGRI 1 Tulungagung show that the level of work readiness varies; some students demonstrate strong work readiness, while others still require strengthening in career planning, self-confidence, communication, responsibility, and learning independence. This study aims to examine the influence of internship experience, soft skills, and hard skills on the work readiness of students at SMK PGRI 1 Tulungagung. This quantitative associative study used multiple linear regression analysis via IBM SPSS 25. The population was 110 students, with a sample of 87 students determined using the Yamane formula (5% error margin) through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires. The results showed that internship experience had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =2.867>t_"table" =1.663; p=0.005<0.05). Soft skills also had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =4.539>t_"table" =1.663; p=0.000<0.05). Similarly, hard skills had a positive and significant effect on work readiness (t_"calculated" =4.916>t_"table" =1.663; p=0.000<0.05). The F-test revealed that internship experience, soft skills, and hard skills simultaneously influenced work readiness (F_"calculated" =35.030>F_"table" =2.71; p=0.000<0.05). The Adjusted R Square value of 0.543 (54.3%) indicated the combined variance explained, while 45.7% was influenced by external factors outside the model. In conclusion, internship experience, soft skills, and hard skills positively and significantly affect the work readiness of students at SMK PGRI 1 Tulungagung. ABSTRAK Kesiapan kerja merupakan transisi penting antara pendidikan dan karier. Secara ideal, siswa SMK dirancang menjadi tenaga kerja berkualitas yang mampu bekerja profesional serta menentukan kariernya. Namun, kondisi empiris di SMK PGRI 1 Tulungagung menunjukkan tingkat kesiapan kerja yang masih beragam. Sebagian siswa telah menunjukkan kesiapan kerja yang baik, sementara sebagian lainnya masih memerlukan penguatan dalam aspek perencanaan karier, kepercayaan diri, komunikasi, tanggung jawab, dan kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengalaman magang, kemampuan soft skill, dan kemampuan hard skill terhadap kesiapan kerja siswa SMK PGRI 1 Tulungagung. Penelitian kuantitatif asosiatif ini menganalisis data menggunakan regresi linier berganda berbasis IBM SPSS 25. Populasi berjumlah 110 siswa dengan sampel 87 siswa yang ditentukan menggunakan rumus Yamane (α=5%) melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =2,867>t_"tabel" =1,663; p=0,005<0,05). Kemampuan soft skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =4,539>t_"tabel" =1,663; p=0,000<0,05). Kemampuan hard skill berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (t_"hitung" =4,916>t_"tabel" =1,663; p=0,000<0,05). Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja (F_"hitung" =35,030>F_"tabel" =2,71; p=0,000<0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,543 (54,3%) menunjukkan besarnya kontribusi ketiga variabel independen, sedangkan 45,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman magang, kemampuan soft skill, dan kemampuan hard skill memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa SMK PGRI 1 Tulungagung.  
DESAIN DAN VALIDASI E-BOOK INTERAKTIF BERBASIS KOTOBEE AUTHOR BERORIENTASI PROBLEM-BASED LEARNING PADA MATERI KESEBANGUNAN Shelly Lailatul Khasanah; Dian Septi Nur Afifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13320

Abstract

The development of interactive digital learning media has become an essential strategy for supporting contextual and student-centered mathematics learning. However, the teaching of similarity concepts is still predominantly conducted using conventional instructional media, resulting in students experiencing difficulties in understanding mathematical concepts and applying them to real-life situations. This study aimed to describe the design characteristics and features of an interactive e-book developed using Kotobee Author, explain the integration of the Problem-Based Learning (PBL) syntax into the e-book structure and content, and determine the product's feasibility through expert validation. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, focusing on the Analysis, Design, and Development (ADD) stages. Data were collected through classroom observations, interviews, and expert validation questionnaires involving media and subject-matter experts. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis based on percentage scores. The results indicated that the developed interactive e-book features systematically organized learning materials, multimedia content, instructional videos, interactive quizzes, automatic feedback, and user-friendly navigation that can be accessed across various digital devices. Furthermore, the Problem-Based Learning syntax was systematically integrated into the e-book through the stages of problem orientation, organizing learning activities, investigation, presentation of solutions, and evaluation. The expert validation results demonstrated that the e-book achieved a validity score of 93.33% from the media expert and 85.45% from the subject-matter expert, with an overall average of 89.39%, indicating a highly valid category. Therefore, the interactive e-book developed using Kotobee Author and oriented toward Problem-Based Learning is considered feasible for mathematics learning on the topic of similarity. ABSTRAK Pengembangan media pembelajaran digital yang interaktif menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Namun, pembelajaran materi kesebangunan masih didominasi penggunaan media konvensional sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan menghubungkannya dengan permasalahan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik desain dan fitur e-book interaktif berbasis Kotobee Author, menjelaskan integrasi sintaks Problem-Based Learning (PBL) ke dalam struktur dan konten e-book, serta mengetahui kelayakan produk berdasarkan hasil validasi ahli. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap Analysis, Design, dan Development (ADD). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta lembar validasi ahli media dan ahli materi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book interaktif memiliki karakteristik berupa penyajian materi yang sistematis, dilengkapi fitur multimedia, video pembelajaran, kuis interaktif, umpan balik otomatis, serta navigasi yang mudah digunakan pada berbagai perangkat digital. Sintaks Problem-Based Learning diintegrasikan secara sistematis melalui tahapan orientasi masalah, pengorganisasian belajar, penyelidikan, penyajian hasil, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-book memperoleh persentase sebesar 93,33% dari ahli media dan 85,45% dari ahli materi dengan rata-rata 89,39%, sehingga termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, e-book interaktif berbasis Kotobee Author berorientasi Problem-Based Learning dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi kesebangunan.  
STUDENTS’ PERCEPTIONS OF USING DEEPL APPLICATION IN LEARNING ENGLISH AT THE ENGLISH DEPARTMENT OF UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Alifia Amada Permata Putri; Moh Choirul Huda; Ayu Rizki Septiana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13322

Abstract

ABSTRACT The increasing integration of artificial intelligence (AI) into English language education has transformed how students engage with translation and academic learning. Among AI-powered translation tools, DeepL has gained attention for its contextual accuracy and natural language output. However, limited studies have explored students’ perceptions of its use within Indonesian higher education from a qualitative perspective. This study aimed to investigate English Education students’ perceptions of using DeepL in learning English and to identify the challenges they encountered. A descriptive qualitative design was employed involving students from the English Education Department of Universitas Bhinneka PGRI. Data were collected through questionnaires and semi-structured interviews and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that students generally hold positive perceptions of DeepL across three dimensions. Cognitively, DeepL is perceived as an effective tool for producing contextually appropriate translations while supporting vocabulary acquisition, grammatical awareness, and academic writing. Affectively, the application enhances learners’ confidence and reduces anxiety when completing English-related tasks. Behaviorally, students demonstrate responsible use by reviewing, comparing, and revising translation outputs before incorporating them into academic work. Despite these benefits, several challenges remain, including contextual translation limitations, the risk of excessive dependence, concerns regarding academic integrity, and restricted access to premium features. The study concludes that DeepL can serve as a valuable learning support tool when integrated critically and ethically, complementing rather than replacing students’ independent language learning processes.   ABSTRAK Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa perubahan dalam pembelajaran bahasa Inggris, salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi penerjemahan berbasis AI seperti DeepL. Meskipun DeepL dikenal memiliki akurasi dan kualitas terjemahan yang baik, kajian mengenai persepsi mahasiswa terhadap penggunaannya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi DeepL dalam pembelajaran bahasa Inggris serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi selama penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bhinneka PGRI. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan DeepL. Secara kognitif, DeepL dinilai membantu menghasilkan terjemahan yang akurat, memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman tata bahasa, serta mendukung kegiatan akademik. Secara afektif, penggunaan DeepL meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa dalam menyelesaikan tugas berbahasa Inggris. Secara perilaku, mahasiswa memanfaatkan DeepL secara kritis dengan meninjau dan merevisi hasil terjemahan sebelum digunakan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan penerjemahan pada konteks tertentu, potensi ketergantungan, isu integritas akademik, dan keterbatasan fitur pada versi gratis. Dengan demikian, DeepL dapat menjadi media pendukung pembelajaran bahasa Inggris yang efektif apabila digunakan secara kritis, etis, dan tetap diimbangi dengan upaya belajar secara mandiri.
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING BERBANTUAN ZEP QUIZ BERDASARKAN KEPRIBADIAN INTROVERT Irfa' Uddarojah; Luluk Faridah Faridah; Abdur Rohim
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13367

Abstract

Students' mathematical problem solving in statistical materials tends to be low due to less relevant learning approaches and lack of learning adjustment to students' personality types. This research was conducted with the aim of describing students' mathematical problem solving through a deep learning approach assisted by Zep Quiz on statistical material based on introverted personality. The research method used is qualitative descriptive. The subjects of this study were two students of class X-2 who were selected from 35 students using purposive sampling techniques based on the results of the questionnaire on the students' personality type. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, namely data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study found that students with introverted personalities showed very optimal performance in solving mathematical problems according to Polya. The first introverted student (IN-1) was proven to master all stages of analysis from understanding the problem completely, planning steps, completing calculations consistently, to systematically reviewing answers. In line with this, the second introverted subject (IN-2) also showed equally high achievement on each of the Polya indicators tested. ABSTRAK Pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika seringkali tidak maksimal karena metode pembelajaran yang tidak sesuai dan kurangnya penyesuaian dengan tipe kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana siswa dengan tipe kepribadian introvert memecahkan masalah matematis melalui pendekatan deep learning berbantuan Zep Quiz pada materi statistika. Metode penelitian yang dipilih adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, dua siswa kelas X-2 dipilih dari 35 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil angket tipe kepribadian. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kepribadian introvert memiliki performa yang sangat baik dalam memecahkan masalah matematis menurut tahapan Polya. Siswa introvert pertama (IN-1) terbukti menguasai seluruh tahapan analisis mulai dari memahami masalah secara lengkap, merencanakan langkah penyelesaian, menyelesaikan masalah dengan konsisten, hingga melakukan peninjauan ulang jawaban secara sistematis. Sejalan dengan hal tersebut, siswa introvert kedua (IN-2) juga menunjukkan pencapaian yang sama tingginya pada setiap indikator Polya yang diuji.    
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, BUSINESS CENTRE, DAN KETERAMPILAN DIGITAL MARKETING TERHADAP KESIAPAN BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI BISNIS DIGITAL SMK NEGERI 1 BOYOLANGU Antin Rosa Febriyani; Nailariza Umami; Imam Sukwatus Suja’i
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13373

Abstract

The high unemployment rate among vocational high school (SMK) graduates highlights the importance of strengthening students' entrepreneurial readiness as an alternative pathway to employment. This study aimed to examine the effects of entrepreneurship learning, the Business Centre, and digital marketing skills on the entrepreneurial readiness of eleventh-grade students in the Digital Business Program at SMK Negeri 1 Boyolangu during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with an associative research design involving 87 students selected through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 25. The results revealed that entrepreneurship learning, the Business Centre, and digital marketing skills each had a positive and significant effect on students' entrepreneurial readiness. Furthermore, these three variables simultaneously had a positive and significant effect on entrepreneurial readiness. The research model yielded an Adjusted R² value of 0.764, indicating that entrepreneurial readiness could be explained by entrepreneurship learning, Business Centre, and digital marketing skills, while the remaining 23.6% was influenced by other factors beyond the scope of this study. These findings indicate that integrating entrepreneurship learning, practical business experience through the Business Centre, and digital marketing competencies can effectively enhance students' entrepreneurial readiness. Therefore, these components should be strengthened to better prepare vocational school graduates for entrepreneurial careers. ABSTRAK Tingginya tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan pentingnya peningkatan kesiapan berwirausaha sebagai alternatif dalam menciptakan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan, Business Centre, dan keterampilan digital marketing terhadap kesiapan berwirausaha siswa kelas XI Program Keahlian Bisnis Digital SMK Negeri 1 Boyolangu Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 87 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan, Business Centre, dan keterampilan digital marketing masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha. Ketiga variabel tersebut juga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R² sebesar 0,764 menunjukkan bahwa kesiapan berwirausaha dapat dijelaskan oleh pembelajaran kewirausahaan, Business Centre, dan keterampilan digital marketing, sedangkan sisanya sebesar 23,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran kewirausahaan, pengalaman praktik melalui Business Centre, dan penguasaan keterampilan digital marketing berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan berwirausaha siswa. Oleh karena itu, ketiga aspek tersebut perlu dioptimalkan sebagai bagian dari strategi penguatan pendidikan kewirausahaan di SMK.    
HUBUNGAN HASIL TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMAN 1 MANDASTANA Ahmad Rifani; Sunarno Basuki; Rahmadi Rahmadi; Januar Inggar Yadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13387

Abstract

The Academic Ability Test (AAT) is a standardized assessment instrument essential for mapping students' cognitive potential; however, inconsistencies between AAT scores and classroom report card achievements demand empirical verification regarding the extent to which AAT predicts learning success. This study aims to examine the relationship between the results of the Academic Ability Test (AAT) and students' academic achievement at SMAN 1 Mandastana. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto correlational design. The sample consisted of 179 twelfth-grade students selected through purposive sampling based on complete AAT scores and report card documentation. Data were collected via institutional documentation and analyzed using the Pearson Product Moment correlation with SPSS version 25. The results indicated that the standardized mean scores for both AAT and academic achievement were 200.03. Correlation analysis demonstrated that most relationships between AAT scores and academic performance were very weak to weak. A statistically significant relationship was only identified in Indonesian Language Group 5 (r=0.407; p=0.026<0.05), representing a moderate correlation. These findings suggest that AAT cannot be used as the sole predictor of students' academic achievement, as academic outcomes are concurrently influenced by non-cognitive factors, learning motivation, and instructional environments. ABSTRAK Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen asesmen terstandar yang penting dalam memetakan potensi kognitif siswa, namun inkonsistensi antara skor TKA dan nilai capaian rapor harian di sekolah menuntut pengujian empiris mengenai sejauh mana TKA mampu memprediksi keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan prestasi akademik siswa SMAN 1 Mandastana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 179 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki dokumentasi skor TKA dan nilai rapor yang lengkap. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata skor baku TKA dan prestasi akademik masing-masing sebesar 200,03. Analisis korelasi menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan antara TKA dan prestasi akademik berada pada kategori sangat lemah hingga lemah. Hubungan signifikan hanya ditemukan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelompok 5 (r=0,407; p=0,026<0,05) pada kategori sedang. Secara keseluruhan, TKA belum dapat dijadikan sebagai prediktor tunggal prestasi akademik siswa di sekolah karena pencapaian akademik turut dipengaruhi oleh faktor non-kognitif, motivasi belajar, dan lingkungan pembelajaran.  
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBASIS GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK MANIPULATIF LEMPAR TANGKAP PADA SISWA KELAS IV SDN CAHAYA BARU Muhammad Furqan Hafizi; Akhmad Amirudin; Ramadhan Arifin; Norma Anggara
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13431

Abstract

Elementary school pupils need to have basic motor abilities, such as manipulative throwing and catching. However, learning outcomes for fourth-grade students at SDN Cahaya Baru showed that these abilities were not yet at their best because some of the children had failed to meet the Minimum Mastery Criteria (KKM). This study used a game-based cooperative learning model with the Teams Games Tournament (TGT) strategy to enhance manipulative throwing and catching abilities. Based on the Kemmis and McTaggart model, the study used the Classroom Action Research (CAR) technique, which consists of four stages that were carried out over two cycles: planning, action implementation, observation, and reflection. Twelve boys and nine girls from SDN Cahaya Baru's fourth grade served as the subjects. Quantitative descriptive methods based on average scores and learning mastery percentages were used to analyse the data, which were gathered through observation and the evaluation of manipulative movement skills. The outcomes showed that the students' manipulative movement skills were successfully enhanced by the game-based TGT Cooperative Learning paradigm. With a classical mastery percentage of 57.14% (12 students attaining mastery), the average score in Cycle I was 70.83. The average score increased to 80.36 in Cycle II, and 19 pupils attained a classical mastery rate of 90.48%. These results lead to the conclusion that fourth-grade students at SDN Cahaya Baru can improve their manipulative throwing and catching skills by using the game-based Teams Games Tournament (TGT) Cooperative Learning model. ABSTRAK Siswa sekolah dasar perlu memiliki kemampuan motorik dasar, seperti keterampilan melempar dan menangkap secara manipulatif. Namun, hasil belajar siswa kelas empat di SDN Cahaya Baru menunjukkan bahwa kemampuan tersebut belum optimal karena sebagian siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis permainan dengan strategi Teams Games Tournament (TGT) untuk meningkatkan kemampuan melempar dan menangkap secara manipulatif. Berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat tahapan yang dilaksanakan dalam dua siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan dari kelas empat SDN Cahaya Baru. Metode deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan melalui observasi dan evaluasi keterampilan gerak manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan gerak manipulatif siswa berhasil ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif TGT berbasis permainan. Dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 57,14% (12 siswa mencapai ketuntasan), nilai rata-rata pada Siklus I adalah 70,83. Nilai rata-rata meningkat menjadi 80,36 pada Siklus II, dan 19 siswa mencapai tingkat ketuntasan klasikal sebesar 90,48%. Hasil ini menyimpulkan bahwa siswa kelas empat SDN Cahaya Baru dapat meningkatkan keterampilan melempar dan menangkap secara manipulatif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan.    
EXPLORING STUDENT PERCEPTION ON THE USE OF CHATGPT AS LEARNING TOOLS IN ENGLISH EDUCATION AT UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Berlian Meisyaharani Hendradi; Erna Dwinata
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13441

Abstract

This study aims to explore English Education Department students' perceptions regarding the benefits and obstacles of using ChatGPT as a learning tool at Universitas Bhinneka PGRI. The research was motivated by the rapid advancement of artificial intelligence (AI) technology and its profound integration into the academic environment. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through open-ended questionnaires. The participants were 44 students from the English Education Department across active semesters (semesters 2, 4, 6, and 8). The findings revealed that most students had highly positive perceptions toward the functional benefits of ChatGPT, especially in enhancing writing and reading skills, generating ideas, correcting grammar, and providing interactive contextual explanations. However, significant academic obstacles were also identified, including the risk of misinformation (AI hallucinations), technical platform constraints, and deep-seated concerns regarding psychological dependency that could diminish independent critical thinking. Despite these challenges, students demonstrated a high degree of critical literacy by actively verifying AI-generated answers with trusted academic sources and maintaining a strong commitment to academic ethics to prevent plagiarism. Based on these findings, this study suggests the need for clear institutional ethical guidelines and AI literacy integration to ensure that ChatGPT is used responsibly as a supplementary learning tool rather than a substitute for independent intellectual effort. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengenai manfaat dan hambatan penggunaan ChatGPT sebagai alat pembelajaran di Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan integrasinya yang mendalam ke dalam lingkungan akademik. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka. Partisipan penelitian ini adalah 44 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris lintas semester aktif (semester 2, 4, 6, dan 8). Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap manfaat fungsional ChatGPT, terutama dalam meningkatkan keterampilan menulis dan membaca, menghasilkan ide, mengoreksi tata bahasa, dan memberikan penjelasan kontekstual yang interaktif. Namun, hambatan akademik yang signifikan juga teridentifikasi, termasuk risiko misinformasi (AI hallucinations), keterbatasan teknis platform, dan kekhawatiran mendalam mengenai ketergantungan psikologis yang dapat menurunkan pemikiran kritis mandiri. Meskipun terdapat tantangan tersebut, mahasiswa menunjukkan tingkat literasi kritis yang tinggi dengan memverifikasi jawaban yang dihasilkan AI secara aktif menggunakan sumber akademik tepercaya dan mempertahankan komitmen yang kuat terhadap etika akademik untuk mencegah plagiarisme. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyarankan perlunya pedoman etika institusional yang jelas dan integrasi literasi AI untuk memastikan bahwa ChatGPT digunakan secara bertanggung jawab sebagai alat pembelajaran tambahan, bukan sebagai pengganti upaya intelektual mandiri.  
PENGARUH APLIKASI PINTEREST SEBAGAI SUMBER INSPIRASI VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PERSUASI PADA POSTER SISWA KELAS XI SMA SWASTA MARISI MEDAN Meylani Sitorus; Juni Agus Simaremare; Beslina Afriani Siagian
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13442

Abstract

The ability to write persuasive text on posters is a crucial visual-verbal communication skill for students in the digital era; however, learning is often hindered by a lack of visual references and creative ideas. This study aims to determine the effect of the Pinterest application as a visual inspiration source on the persuasive text writing ability in poster making of Grade XI students at SMA Swasta Marisi Medan for the 2025/2026 academic year. This study used a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of all Grade XI students at SMA Swasta Marisi Medan, with a sample of 32 students from class XI-1 selected through purposive sampling. The instrument used was a persuasive text writing assignment on a poster assessed across four aspects: message content and purpose, text structure, language use, and creativity and poster design. Data were analyzed using Liliefors normality test and paired sample t-test. The average pretest score was 47.28 (Poor category), while the average posttest score increased by 20.97 points to 68.25 (Fair category). The paired sample t-test results at df = 31 and α=0.05 indicated t_"calculated" >t_"table"  (7.07>2.040), rejecting H_0 and accepting H_a. Therefore, it can be concluded that the Pinterest application as a visual inspiration source has a significant effect on improving students' persuasive text writing ability in poster making. ABSTRAK Kemampuan menulis teks persuasi pada poster merupakan kompetensi komunikasi visual-verbal yang sangat krusial bagi siswa di era digital, namun pembelajaran sering kali terhambat oleh minimnya referensi visual dan ide kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Pinterest sebagai sumber inspirasi visual terhadap kemampuan menulis teks persuasi pada poster siswa kelas XI SMA Swasta Marisi Medan tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Swasta Marisi Medan, dengan sampel penelitian sebanyak 32 siswa kelas XI-1 yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa penugasan menulis teks persuasi pada poster yang dinilai berdasarkan empat aspek: isi dan tujuan pesan, struktur teks, penggunaan bahasa, serta kreativitas dan desain poster. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Liliefors dan uji-t berpasangan (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 47,28 (kategori Kurang), sedangkan rata-rata posttest mengalami peningkatan sebesar 20,97 poin menjadi 68,25 (kategori Cukup). Hasil uji-t berpasangan pada df=31 dan α=0,05 memperoleh nilai t_"hitung" >t_"tabel"  (7,07>2,040), sehingga H_0 ditolak dan H_a diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Pinterest sebagai sumber inspirasi visual berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks persuasi pada poster siswa.    
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SERVICE FLAT DALAM PERMAINAN TENIS MEJA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 13 AMBON Krisna Wati Zega; Idris Mohamad Latar; Johny Melvin Tahapary
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13461

Abstract

Mastery of the flat service technique in table tennis requires precise motor coordination, yet the learning outcomes of Grade X students at SMA Negeri 13 Ambon remain low due to conventional teacher-centered learning methods. This study aims to analyze the improvement of flat service learning outcomes in table tennis through the implementation of the problem-based learning (PBL) model. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles comprising planning, acting, observing, and reflecting stages. The research subjects were 25 Grade X students of SMA Negeri 13 Ambon (13 male and 12 female students). Data were collected using performance assessment rubrics covering cognitive, psychomotor, and affective domains. The data analysis in Cycle I revealed that 13 students achieved mastery, resulting in a classical mastery rate of 52.00%, while 12 students (48.00%) remained unmastered with a class mean score of 71.00. Following action improvements integrated with PBL syntax in Cycle II, student learning outcomes increased significantly, where all 25 students achieved individual mastery, resulting in 100.00% classical mastery and an increased class mean score of 82.00. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the problem-based learning model is effective in improving the flat service learning outcomes in table tennis among Grade X students at SMA Negeri 13 Ambon. ABSTRAK Penguasaan teknik service flat dalam permainan tenis meja membutuhkan koordinasi gerak yang presisi, namun hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon masih tergolong rendah akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar service flat tenis meja melalui penerapan model problem-based learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi). Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon (13 siswa putra dan 12 siswa putri). Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes observasi rubrik penilaian unjuk kerja aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Hasil analisis data pada Siklus I menunjukkan bahwa sebanyak 13 siswa tuntas secara individu dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 52,00%, sedangkan 12 siswa (48,00%) belum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 71,00. Setelah dilakukan perbaikan tindakan berbasis sintaks PBL pada Siklus II, hasil belajar siswa meningkat signifikan di mana seluruh siswa sebanyak 25 orang tuntas secara individu dengan ketuntasan klasikal mencapai 100,00% dan nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 82,00. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran problem-based learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar service flat tenis meja pada siswa kelas X SMA Negeri 13 Ambon.