cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEACHING GAMES FOR UNDERSTANDING (TGFU) TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA SMP NEGERI 27 PALEMBANG Devri Uzmar; Nyiayu Fahriza Fuahdiah; Siti Ayu Risma Putri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15301

Abstract

Low student active engagement and suboptimal mastery of fundamental movement techniques in squat-style long jump learning are frequently caused by conventional and monotonous teacher-centered instruction. This study aims to determine the effect of implementing the Teaching Games for Understanding (TGFU) learning model on improving squat-style long jump learning outcomes among eighth-grade students at SMP Negeri 27 Palembang. The research employed a Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest-Posttest Design. The population comprised all eighth-grade students of SMP Negeri 27 Palembang, with a sample of 30 students from class VIII.1 selected via purposive sampling. Data were collected using practical performance tests assessed with rubrics measuring movement skills and cognitive understanding. Data were analyzed using normality (Shapiro–Wilk), homogeneity (Levene's test), and hypothesis testing via Paired Sample t-Test. The findings revealed a statistically significant increase in the mean score of 21.60 points, rising from 59.63 at pretest to 81.23 at posttest with a significance value of 0.000<0.05 (t=-35.671). Thus, the TGFU learning model significantly improves student learning outcomes in the squat-style long jump. This game-modification model is proven effective in fostering an active, enjoyable, and meaningful physical education learning atmosphere. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan aktif peserta didik dan penguasaan teknik dasar yang belum optimal dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok kerap dipicu oleh dominasi metode instruksional konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Teaching Games for Understanding (TGFU) terhadap peningkatan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 27 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Palembang, dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas VIII.1 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja praktik lompat jauh gaya jongkok yang dinilai menggunakan rubrik keterampilan dan pengetahuan gerak. Data dianalisis melalui uji prasyarat (Shapiro–Wilk dan uji Levene) serta uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata yang signifikan sebesar 21,60 poin, dari 59,63 pada saat pretest menjadi 81,23 pada saat posttest dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 (t=-35,671). Dengan demikian, penerapan model pembelajaran TGFU berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok. Model berbasis modifikasi permainan ini terbukti efektif menciptakan suasana pembelajaran pendidikan jasmani yang aktif, rekreatif, dan bermakna.    
PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING FUTSAL PADA SISWA EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 128 PALEMBANG Taufik Qul Hakim; Dessy Wardiah; Siti Ayu Risma Putri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15302

Abstract

Physical agility is a crucial physical component supporting futsal dribbling skills in elementary school children, yet the limitation of training variations often poses a major obstacle in school coaching. This study aims to analyze the effect of shuttle run and zig-zag run training and compare the effectiveness of both exercises on improving students' futsal dribbling ability. The research used a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design. The population consisted of 20 extracurricular futsal students in grades V and VI at SD Negeri 128 Palembang, selected via total sampling. The sample was divided into two groups using the matched subject ordinal pairing (MSOP) technique, namely Group A (shuttle run, n=10) and Group B (zig-zag run, n=10). Data were collected through a futsal dribbling ability test before (pretest) and after (posttest) 16 treatment sessions. Data were analyzed using paired sample t-tests and independent sample t-tests. The paired sample t-test results showed that shuttle run training (t_"calculated" =5.821;p=0.000<0.05) and zig-zag run training (t_"calculated" =5.142;p=0.001<0.05) both significantly improved dribbling ability (mean time for shuttle run improved from 18.42 seconds to 15.31 seconds; zig-zag run from 18.55 seconds to 15.98 seconds). The independent sample t-test yielded t_"calculated" =1.681<t_"table" =2.101 with p=0.055>0.05, indicating no significant difference in effectiveness between shuttle run and zig-zag run exercises. Thus, both exercises can be used interchangeably as agility training variations to improve elementary students' futsal dribbling skills. ABSTRAK Kelincahan fisik merupakan komponen kondisi fisik yang sangat krusial dalam menunjang keterampilan dribbling futsal pada anak usia sekolah dasar, namun keterbatasan variasi latihan sering kali menjadi kendala utama dalam pembinaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan shuttle run dan zig-zag run serta membandingkan efektivitas kedua bentuk latihan tersebut terhadap peningkatan kemampuan dribbling futsal siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan two-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 20 siswa ekstrakurikuler futsal kelas V dan VI SD Negeri 128 Palembang yang diambil secara total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik matched subject ordinal pairing (MSOP), yaitu Kelompok A (shuttle run, n=10) dan Kelompok B (zig-zag run, n=10). Data dikumpulkan melalui tes kemampuan dribbling futsal sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan selama 16 sesi. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan shuttle run (t_"hitung" =5,821;p=0,000<0,05) dan latihan zig-zag run (t_"hitung" =5,142;p=0,001<0,05) masing-masing berpengaruh signifikan terhadap peningkatan dribbling (rerata waktu shuttle run membaik dari 18,42 detik menjadi 15,31 detik; zig-zag run dari 18,55 detik menjadi 15,98 detik). Hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai t_"hitung" =1,681<t_"tabel" =2,101 dengan nilai p=0,055>0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan shuttle run dan zig-zag run. Dengan demikian, kedua latihan tersebut dapat digunakan secara bergantian sebagai bentuk variasi latihan kelincahan untuk meningkatkan kemampuan dribbling futsal siswa sekolah dasar.    
PENGARUH LATIHAN DRILL SERVIS ATAS TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATLET BOLA VOLI GANDUS LEGEND PALEMBANG Aldy Deo Pratama; Siti Ayu Risma Putri; Puput Sekar Sari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15304

Abstract

The overhead serve is a crucial initial attacking technique in determining point acquisition and game rhythm in volleyball; thus, implementing structured drill training is essential for building motor automatization and player accuracy. This study aims to determine the effect of overhead serve drills on the upper serve skills of Gandus Legend Palembang volleyball athletes. The research method used was a quantitative pre-experimental one-group pretest-posttest design. The study population consisted of 20 Gandus Legend Palembang volleyball club athletes selected using a purposive sampling technique, resulting in 12 athletes aged 14 to 17 years old as research subjects. The research instrument utilized the AAHPERD (American Alliance for Health, Physical Education, Recreation and Dance) volleyball serve skills test with 10 serving attempts. Data analysis techniques included the Shapiro-Wilk normality test and paired sample t-test using SPSS 26. The results demonstrated that the average pretest score of 18.25 increased to 27.08 in the posttest. The normality test confirmed that the data were normally distributed with pretest and posttest significance values of 0.134 and 0.213 (p > 0.05), respectively. Furthermore, hypothesis testing yielded a t-count value of -21.803, which is greater in magnitude than the t-table value of 2.201 with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Consequently, H₀ was rejected and Hₐ was accepted, confirming a significant effect of overhead serve drill training on improving the overhead serve ability of Gandus Legend Palembang volleyball athletes. ABSTRAK Servis atas merupakan salah satu teknik penyerangan awal yang sangat krusial dalam menentukan perolehan poin dan ritme permainan bola voli, sehingga penerapan metode latihan drill yang terstruktur menjadi sangat penting guna membentuk otomatisasi gerak serta akurasi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drill servis atas terhadap kemampuan servis atas atlet bola voli Gandus Legend Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 20 atlet klub bola voli Gandus Legend Palembang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 12 atlet berusia 14 sampai 17 tahun sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan servis atas bola voli AAHPERD (American Alliance for Health, Physical Education, Recreation and Dance) dengan 10 kali percobaan servis. Teknik analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis paired sample t-test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 18,25 meningkat menjadi 27,08 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest sebesar 0,134 dan posttest sebesar 0,213 (). Selanjutnya, hasil pengujian hipotesis memperoleh nilai  sebesar -21,803 yang secara absolut lebih besar dari  sebesar 2,201 dengan nilai signifikansi 0,000 (). Dengan demikian,  ditolak dan  diterima, yang membuktikan adanya pengaruh signifikan latihan drill servis atas terhadap peningkatan kemampuan servis atas atlet bola voli Gandus Legend Palembang.    
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GADGET TERHADAP PENGUATAN PROFIL LULUSAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 ATINGGOLA Sinta Adnan; Frahmawati Bumulo; Abdulrahim Maruwae; Roy Hasiru; Imam Prawiranegara Gani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15316

Abstract

Information and communication technology developments have driven the utilization of gadgets as potential learning media. However, student gadget use is still dominated by entertainment. This quantitative research, employing a survey method, aims to determine the effect of gadget media usage on reinforcing the Graduate Profile of 8th-grade students at SMP Negeri 1 Atinggola. The research sample consisted of 84 students selected through a purposive sampling technique. Data were collected via questionnaires and analyzed using SPSS software, involving validity, reliability, normality, descriptive analysis, simple linear regression, t-test, and the coefficient of determination. The instrument tests indicated that all data were valid, reliable (Cronbach’s Alpha = 0.991), and normally distributed (sig. 0.200 > 0.05). Simple linear regression analysis yielded the equation Y = 0.954 + 0.783X, indicating a positive relationship. The t-test resulted in a significance value of 0.000 < 0.05, thereby accepting the hypothesis. The coefficient of determination (R2) of 0.535 shows that gadget media contributes 53.5% to reinforcing the Graduate Profile, while the remaining 46.5% is influenced by other factors. In conclusion, the use of gadget media has a positive and significant influence on reinforcing the Graduate Profile of 8th-grade students at SMP Negeri 1 Atinggola. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memicu pemanfaatan gadget sebagai media pembelajaran yang potensial. Namun, mayoritas siswa masih menggunakannya untuk hiburan. Penelitian kuantitatif dengan metode survei ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gadget terhadap Penguatan Profil Lulusan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Atinggola. Sampel penelitian berjumlah 84 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket, lalu dianalisis menggunakan program SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, analisis deskriptif, regresi linier sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasil uji instrumen menunjukkan seluruh data valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,991) serta berdistribusi normal (sig. 0,200 > 0,05). Analisis regresi linier sederhana menghasilkan persamaan Y = 0,954 + 0,783X, yang membuktikan adanya hubungan positif. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis diterima. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,535 menandakan bahwa media gadget berkontribusi sebesar 53,5% terhadap Penguatan Profil Lulusan, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gadget berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguatan Profil Lulusan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Atinggola.    
ANALISIS BENTUK ABREVIASI DAN KOMPOSISI PADA MEDIA SOSIAL MAHASISWA INSTITUT KEGURUAN DAN TEKNOLOGI LARANTUKA Karolinda Letek Karhi; Pilipus Wai Lawet; Yoakim Yolanda Mario Leu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15317

Abstract

The dynamics of digital communication in the modern era have driven the emergence of distinctive word shortenings and compounds on social media platforms. This study aims to describe the use of Indonesian abbreviations and compounds on WhatsApp and Facebook among students of the Institute of Teacher Training and Technology of Larantuka (IKTL). The study employed a qualitative descriptive method with data sources consisting of students’ written communications containing abbreviation and compounding forms. The use of abbreviations and compounds reflects the adaptation of the Indonesian language to technological developments and the demands of fast, practical, and communicative digital interactions. Data were collected through observation, interviews, and documentation techniques, and analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that: (1) abbreviation forms identified consist of shortenings, acronyms, and clipping forms used to simplify writing and enhance communication efficiency in digital interactions; and (2) compounding forms found consist of endocentric and exocentric compounds used to create new terms in social media communication. ABSTRAK Dinamika komunikasi digital di era modern telah mendorong munculnya berbagai pemendekan dan penggabungan kata yang khas pada platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan abreviasi dan komposisi Bahasa Indonesia pada media sosial WhatsApp dan Facebook mahasiswa Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa komunikasi tertulis mahasiswa yang mengandung bentuk abreviasi dan komposisi. Penggunaan abreviasi dan komposisi menunjukkan adanya adaptasi Bahasa Indonesia terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan komunikasi digital yang cepat, praktis, dan komunikatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk abreviasi yang ditemukan terdiri atas singkatan, akronim, dan kliping yang digunakan untuk mempersingkat penulisan serta meningkatkan efisiensi komunikasi digital; dan (2) bentuk komposisi yang ditemukan terdiri atas komposisi endosentris dan eksosentris yang digunakan untuk membentuk istilah-istilah baru dalam komunikasi media sosial.    
BENTUK DAN MAKNA MAJAS PERSONIFIKASI DALAM NOVEL SRIMENANTI KARYA JOKO PINURBO Maria Evisiana Bulu Latan; Imelda Oliva Wissang; Rikardus Pande
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15318

Abstract

Joko Pinurbo's stylistic character uniquely blends diction simplicity with deep poetic nuance. Examining personification figures of speech is essential to uncovering aesthetic dimensions and reflective messages within fictional texts. This study aims to describe the form and meaning of personification figures of speech in the novel Srimenanti by Joko Pinurbo. This study uses a qualitative descriptive method with a stylistic approach. The source of research data is the novel Srimenanti by Joko Pinurbo, while the research data are in the form of words, phrases, sentences, and quotations containing personification figures of speech. Data collection was carried out through reading, recording, and identifying relevant data using purposive sampling. Data analysis was carried out using an interactive analysis model covering data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that personification figures of speech in the novel Srimenanti are classified into three forms: (1) personification based on feelings or emotions (7 data), (2) personification based on human actions (7 data), and (3) personification based on cognitive abilities (7 data). The meaning of personification reflects: (1) the character's life experiences, (2) psychological conditions of inner alienation and loneliness, and (3) human relationships with the environment as well as existential reflections on life, love, and mortality. ABSTRAK Gaya bahasa Joko Pinurbo memiliki kekhasan dalam memadukan kesederhanaan diksi dengan kedalaman makna puitis. Kajian terhadap majas personifikasi menjadi sangat esensial guna membongkar dimensi estetis dan pesan reflektif yang tersembunyi di balik teks fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna majas personifikasi dalam novel Srimenanti karya Joko Pinurbo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data penelitian adalah novel Srimenanti karya Joko Pinurbo, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan yang mengandung majas personifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, dan mengidentifikasi data yang relevan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas personifikasi dalam novel Srimenanti terbagi menjadi tiga bentuk: (1) personifikasi berbasis perasaan atau emosi (7 data), (2) personifikasi berbasis tindakan manusia (7 data), dan (3) personifikasi berbasis kemampuan kognitif (7 data). Makna majas personifikasi merefleksikan: (1) pengalaman hidup tokoh, (2) kondisi psikologis berupa keterasingan dan kesepian batin, serta (3) hubungan manusia dengan lingkungan dan perenungan eksistensial mengenai kehidupan, cinta, dan kematian.    
METODOLOGI PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: PENDEKATAN STUDI KASUS DAN TANTANGAN KONTEMPORER Kelik Wardiyono; Abdul Matin Bin Salman; Muhammad Munadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15319

Abstract

The dominance of formal education policy studies and administrative quantitative methods, which frequently overlook value-based governance in non-formal institutions, backgrounds this article. These operational gaps lead to a scarcity of methodological frameworks that are sensitive to the distinctive characteristics of classical Islamic institutions. The primary focus of this scholarly inquiry is to formulate an Islamic non-formal education policy research methodology utilizing a policy case study approach alongside identifying its contemporary challenges. This conceptual qualitative methodology was executed through contemporary literature synthesis and empirical illustrations of the New Student Admission policy at Kuttab Ibnu Abbas Klaten, engaging 5 key actors and 1 marginal informant. Structured data collection procedures encompassed operational regulatory document analysis, in-depth semi-structured interviews, and satisfaction surveys, which were subsequently analyzed using thematic analysis, the Van Meter and Van Horn framework, and policy-practice gap mapping. The study reveals that non-formal institutional policies are substantially driven by organizational culture, leadership figures, tarbiyah values, and fragmented operational records. Field challenges involve limited actor access, inclusive digital service obstacles, and analytical generalization constraints. The main conclusion confirms that the policy case study framework is proven to be highly robust, ethical, and contextual in comprehensively unraveling the governance dynamics of non-formal Islamic education. ABSTRAK Dominasi kajian kebijakan pendidikan formal dan metode kuantitatif administratif yang kerap mengabaikan tata kelola berbasis nilai pada institusi nonformal melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional tersebut memicu keterbatasan kerangka metodologis yang peka terhadap karakteristik unik lembaga Islam klasik. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah merumuskan metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam nonformal melalui pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta identifikasi tantangan kontemporernya. Langkah-langkah pendekatan kualitatif konseptual ini dioperasikan melalui penelaahan literatur mutakhir serta ilustrasi empiris kebijakan Penerimaan Santri Baru di Kuttab Ibnu Abbas Klaten yang melibatkan 5 aktor kunci dan 1 informan marginal. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur via analisis dokumen regulasi operasional, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan survei kepuasan, yang kemudian dieksekusi melalui analisis tematik, model Van Meter dan Van Horn, serta pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Temuan studi membuktikan bahwa kebijakan lembaga nonformal sangat dipengaruhi oleh dinamika budaya organisasi, figur kepemimpinan, nilai tarbiyah, serta dokumen kebijakan yang terfragmentasi. Hambatan nyata di lapangan mencakup keterbatasan akses informan, tantangan digitalisasi layanan yang inklusif, dan batasan generalisasi analitis. Simpulan utama menegaskan bahwa kerangka studi kasus kebijakan terbukti sangat efektif, andal, etis, dan kontekstual dalam membedah dinamika tata kelola pendidikan Islam nonformal secara mendalam serta berkelanjutan ke depan.    
PENGARUH PEMBELAJARAN AKUNTANSI DASAR TERHADAP PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN PRAKTIS MYOB SISWA SMK NEGERI 7 MEDAN Erik Martua Simatupang; Andri Zainal; Ramdhansyah Ramdhansyah; Tuti Sriwedari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15320

Abstract

Mathematics learning outcomes among elementary school students often face challenges due to low student engagement and the abstract nature of mathematical concepts. This study aims to determine the effect of the Game-Based Learning (GBL) model assisted by congklak media on the mathematics learning outcomes of fourth-grade students at SDN 74 Palembang. This quantitative study utilized a posttest-only control group experimental design. The study population comprised all fourth-grade students, with a sample of 60 students selected through a simple random sampling technique. Data were collected using a mathematics achievement test and analyzed using an independent sample t-test. The results revealed that the average score of students in the control class was 43.83, whereas the experimental class achieved 75.70. Hypothesis testing through the independent sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is smaller than the significance threshold of 0.05 (); therefore,  was rejected and  was accepted. In conclusion, the Game-Based Learning model assisted by congklak media has a significant effect on improving the mathematics learning outcomes of fourth-grade students at SDN 74 Palembang. ABSTRAK Hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar sering kali menghadapi kendala akibat rendahnya motivasi dan anggapan bahwa konsep matematika bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game Based Learning (GBL) berbantuan media congklak terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 74 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen posttest-only control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IV, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar matematika, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas kontrol sebesar 43,83, sedangkan kelas eksperimen mencapai 75,70. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (), sehingga  ditolak dan  diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model Game Based Learning berbantuan media congklak terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 74 Palembang.    
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PELAJARAN IPS KELAS V SD Rachma Zulfa Aulia; Dyah Triwahyuningtyas; Ertina Koernia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15321

Abstract

Social studies learning in elementary schools should be implemented actively, interactively, and student-centered to improve cognitive learning outcomes. However, in reality, social studies learning activities in fifth grade at SDN Gadang 1 Malang City are still dominated by lecture methods and are teacher-centered, so students tend to be passive and their cognitive learning outcomes have not reached the Minimum Completion Criteria (MCC). The purpose of this study is to improve students’ cognitive learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by the digital media Kahoot. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is implemented in two cycles, and each cycle consists of two meetings. The subjects of this study are 26 fifth-grade elementary school students. Data collection techniques use tests and non-tests in the form of observation and documentation. The results of the study show an increase in student learning outcomes in each cycle. The percentage of student learning completion increased from 23% in the pre-cycle to 38% in the first cycle and 81% in the second cycle. In addition, student activeness and participation in learning activities also increased. Thus, the application of the Problem Based Learning model assisted by the digital media Kahoot is proven to improve students’ cognitive learning outcomes in fifth-grade elementary school social studies. ABSTRAK Pembelajaran IPS di sekolah dasar seharusnya dilaksanakan secara aktif, interaktif, dan bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif murid. Namun pada kenyataannya, kemampuan murid kelas V SDN Gadang 1 Kota Malang dalam menganalisis permasalahan dan mengaitkan materi dengan konteks nyata masih rendah, sehingga hasil belajar kognitif yang diperoleh oleh murid masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar kognitif murid melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media digital Kahoot. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan tiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas V SDN Gadang 1 Kota Malang yang berjumlah 26 murid. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non-tes berupa observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar murid pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar murid meningkat dari 23% pada pra-siklus menjadi 38% pada siklus I dan 81% pada siklus II. Selain itu, keaktifan dan partisipasi murid dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media digital Kahoot terbukti dapat meningkatkan hasil belajar kognitif murid pada mata pelajaran IPS kelas V SD.    
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI PADA EKSTRAKULIKULER BOLA VOLI SMA N 10 PALEMBANG Alfalah Sobri. S; Siti Ayu Risma Putri; Husni Fahritsani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15322

Abstract

This study aims to determine the effect of plyometric training on increasing leg muscle power in extracurricular volleyball students at SMA Negeri 10 Palembang. Leg muscle power is crucial in volleyball because it supports players' jumping ability for smashes and blocks. This study used an experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 25 students selected using a total sampling technique. Leg muscle power was measured using the Vertical Jump test. The research activities included an initial test (pretest), 16 sessions of plyometric training, and a final test (posttest). Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and paired sample t-tests using SPSS version 27. The analysis results showed a significance value of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pretest and posttest results. After participating in plyometric training, students' vertical jump ability improved from a mean of 48.24 cm to 54.16 cm (mean difference of 5.92 cm), indicating increased leg muscle power. Based on the research results, it can be concluded that plyometric training significantly increased leg muscle power in extracurricular volleyball students at SMA Negeri 10 Palembang. Therefore, plyometric training can be an effective training method for increasing leg muscle explosive power in volleyball. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 10 Palembang. Power otot tungkai sangat penting dalam permainan bola voli karena mendukung kemampuan pemain saat melakukan lompatan untuk smash dan block. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran power otot tungkai dilakukan menggunakan tes Vertical Jump. Kegiatan penelitian meliputi tes awal (pretest), pemberian latihan plyometric selama 16 kali pertemuan, dan tes akhir (posttest). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Setelah mengikuti latihan plyometric, kemampuan vertical jump siswa meningkat dari rerata 48,24 cm menjadi 54,16 cm (selisih 5,92 cm), yang menunjukkan adanya peningkatan power otot tungkai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric berpengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 10 Palembang. Dengan demikian, latihan plyometric dapat dijadikan salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai dalam permainan bola voli.