cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN SCHOOL WELL BEING TERHADAP ACADEMIC ANXIETY PADA MAHASISWA PROVINSI BANTEN Celliando Wujindra; Kornelia Erista Setiyanti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13504

Abstract

High academic demands faced by university students as part of their educational responsibilities may trigger negative emotional responses known as academic anxiety. High levels of academic anxiety can affect students’ physical, cognitive, and behavioral aspects, potentially hindering their academic achievement. Academic anxiety is influenced by both internal and external factors, including self-regulated learning as an internal factor and school well-being as an external factor. This study aims to examine the effects of self-regulated learning and school well-being on academic anxiety among university students in Banten Province. This study employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The participants consisted of 201 active university students from semesters 1 to 14 studying in Banten Province, who were selected using a non-probability sampling technique based on predetermined criteria. Data were collected using three scales: the Self-Regulated Learning Scale (SLRS), the School Well-Being Scale (SWBS), and the Academic Anxiety Scale (AAS). The results showed that self-regulated learning and school well-being simultaneously explained 29.6% of the variance in academic anxiety, as indicated by an F-value of 41.607, a significance level of < 0.001 (p < 0.05), and an R-square value of 0.296. Partially, self-regulated learning contributed 7%, while school well-being contributed 22% to academic anxiety. Thus, 70.4% of the variance in academic anxiety was explained by other factors not examined in this study. These findings indicate that higher levels of self-regulated learning and school well-being among university students are associated with lower levels of academic anxiety. ABSTRAK Tingginya tuntutan akademik yang diemban mahasiswa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dalam pendidikan dapat memunculkan respons emosional negatif yang dikenal sebagai kecemasan akademik. Tingkat kecemasan akademik yang tinggi dapat memengaruhi aspek fisik, kognitif, dan perilaku mahasiswa sehingga berpotensi menghambat pencapaian akademik. Kecemasan akademik dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, di antaranya self-regulated learning sebagai faktor internal dan school well-being sebagai faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning dan school well-being terhadap academic anxiety pada mahasiswa di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Subjek penelitian terdiri atas 201 mahasiswa aktif semester 1 hingga 14 yang berkuliah di Provinsi Banten dan dipilih menggunakan teknik non-probability sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala, yaitu Self-Regulated Learning Scale (SLRS), School Well-Being Scale (SWBS), dan Academic Anxiety Scale (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan self-regulated learning dan school well-being berpengaruh terhadap academic anxiety sebesar 29,6%, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 41,607, signifikansi < 0,001 (p < 0,05), dan nilai R square sebesar 0,296. Secara parsial, self-regulated learning memberikan kontribusi sebesar 7%, sedangkan school well-being memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap academic anxiety. Dengan demikian, sebesar 70,4% varians academic anxiety dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-regulated learning dan school well-being yang dimiliki dan dirasakan mahasiswa, semakin rendah academic anxiety yang dialami.
THE EFFECTIVENESS OF USING VOCABULARY.COM WEBSITE ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT SECOND SEMESTER UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Berlian Try Wahyuni; Ika Rakhmawati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13546

Abstract

ABSTRACT Vocabulary mastery is a fundamental component of English language learning that supports students’ ability to communicate effectively and develop other language skills. However, limited vocabulary remains a common challenge among English as a Foreign Language (EFL) learners, highlighting the need for innovative technology-assisted learning media. This study aimed to investigate the effectiveness of the Vocabulary.com website in improving the vocabulary mastery of second-semester students at Universitas Bhinneka PGRI. A quantitative approach employing a pre-experimental one-group pretest-posttest design was applied. The participants consisted of 32 second-semester students selected as the research sample. Data were collected through a 20-item multiple-choice vocabulary test administered before and after the treatment. The collected data were analyzed using descriptive statistics and a Paired Samples t-Test with SPSS version 25. The findings revealed a substantial improvement in students’ vocabulary achievement, with the mean score increasing from 72.34 on the pretest to 85.78 on the posttest. Statistical analysis demonstrated a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between students’ vocabulary performance before and after the implementation of Vocabulary.com. The findings suggest that the platform effectively enhances vocabulary mastery by providing contextualized, adaptive, and interactive learning experiences that encourage active student engagement. Therefore, Vocabulary.com can be considered an effective digital learning medium for supporting vocabulary instruction in higher education. ABSTRAK Penguasaan kosakata merupakan salah satu komponen dasar dalam pembelajaran bahasa Inggris yang mendukung kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan keterampilan berbahasa lainnya. Namun, keterbatasan kosakata masih menjadi tantangan yang umum dihadapi oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), sehingga diperlukan media pembelajaran berbantuan teknologi yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan situs web Vocabulary.com dalam meningkatkan penguasaan kosakata mahasiswa semester II di Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri atas 32 mahasiswa semester II yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui tes kosakata pilihan ganda sebanyak 20 butir yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Paired Samples t-Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup besar pada pencapaian kosakata mahasiswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 72,34 pada pretest menjadi 85,78 pada posttest. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan kosakata mahasiswa sebelum dan sesudah penggunaan Vocabulary.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform tersebut efektif meningkatkan penguasaan kosakata melalui pengalaman belajar yang kontekstual, adaptif, dan interaktif yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa. Dengan demikian, Vocabulary.com dapat dipertimbangkan sebagai media pembelajaran digital yang efektif untuk mendukung pembelajaran kosakata pada pendidikan tinggi.
PEMANFAATAN BAHAN ALAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SAINS DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR LOGIS KELOMPOK B USIA 5-6 TAHUN DI PAUD AL-FALAAH Tria Nuraini; Achmad Wahidy; Dessi Andriani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13551

Abstract

Logical thinking skill during the golden age is a crucial foundation for early childhood in understanding basic concepts and solving problems. However, the dominance of abstract and conventional teaching methods often limits children's exploratory space. This study aims to determine whether utilizing natural materials as science learning media can enhance the logical thinking skills of Group B children (aged 5–6 years) at PAUD Al-Falaah. The study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model involving 14 children. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results showed a significant increase in the average logical thinking development from the pre-cycle stage to Cycle I and Cycle II. The pre-cycle average score was 17 with a 35.42% success rate (categorized as "not yet emerged"). In Cycle I, the average score rose to 29.4 with a 61.25% success rate (categorized as "starting to develop"), representing an increase of 12.4. In Cycle II, the score reached 42.1 with an 87.71% success rate (categorized as "developing very well"), representing a further increase of 12.7. These findings confirm that integrating natural materials into science learning effectively fosters logical thinking skills in early childhood. ABSTRAK Kemampuan berpikir logis pada usia keemasan (golden age) merupakan fondasi penting bagi anak usia dini dalam memahami konsep dasar dan memecahkan masalah. Namun, dominasi metode pembelajaran yang monoton dan abstrak sering kali mengendalikan ruang eksplorasi anak secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemanfaatan bahan alam sebagai media pembelajaran sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak Kelompok B usia 5–6 tahun di PAUD Al-Falaah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri atas 14 anak Kelompok B usia 5–6 tahun. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pencapaian perkembangan berpikir logis anak dari pra-siklus, Siklus I, hingga Siklus II. Pada tahap pra-siklus, skor rata-rata diperoleh sebesar 17 dengan persentase keberhasilan 35,42% (kategori belum muncul). Pada Siklus I, skor meningkat menjadi 29,4 dengan persentase keberhasilan 61,25% (kategori mulai muncul), mengalami kenaikan sebesar 12,4. Pada Siklus II, skor mencapai 42,1 dengan persentase keberhasilan 87,71% (kategori berkembang sangat baik), menunjukkan peningkatan sebesar 12,7. Berdasarkan analisis data tersebut, kemampuan berpikir logis anak mengalami peningkatan yang signifikan melalui pembelajaran sains berbasis eksplorasi bahan alam.    
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI BANGUN RUANG KELAS V SD Lili Yovita; Rohana Rohana; Treny Hera
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13589

Abstract

ABSTRACT The difficulty of elementary school students in visualizing three-dimensional objects drives the need for more concrete geometry instructional materials. This study focuses on developing an Augmented Reality (AR)-based geometry learning module and evaluating its feasibility based on established aspects in the development process. A Research and Development (R&D) approach was implemented using the ADDIE framework (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) at SD Negeri 6 Air Kumbang. Feasibility evaluation relied on questionnaire instruments administered to 3 expert validators and real users consisting of 1 fifth-grade teacher and 19 students. Based on empirical data recapitulation, expert testing yielded an average validation score of 88.4%, categorized as highly valid. Regarding operational dimensions, practicality ratings reached 87.96% from teacher responses and 89.14% from student feedback, both classified as highly practical. These findings confirm that integrating print materials with AR digital projections meets validity and usability criteria in the classroom. Consequently, this module is ready to serve as a supplementary learning tool for fifth-grade solid geometry, while examining its impact on learning achievements and spatial skills remains an agenda for future research. ABSTRAK Kesulitan siswa sekolah dasar dalam membayangkan objek tiga dimensi mendorong perlunya inovasi bahan ajar geometri yang lebih konkret. Penelitian ini berfokus menghasilkan modul pembelajaran geometri berbasis Augmented Reality (AR) serta menilai kelayakannya berdasarkan aspek yang ditetapkan dalam proses pengembangan. Pendekatan Research and Development (R&D) dijalankan memakai alur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) di SD Negeri 6 Air Kumbang. Evaluasi kelayakan mengandalkan instrumen angket yang disodorkan kepada 3 orang validator pakar serta pengguna riil yang mencakup 1 orang guru kelas V dan 19 orang peserta didik. Berdasarkan rekapitulasi data empiris, pengujian oleh para pakar menghasilkan angka rata-rata validasi sebesar 88,4% dengan predikat sangat valid. Dari dimensi pengoperasian, penilaian kepraktisan mencapai 87,96% menurut respons pendidik dan 89,14% berdasarkan tanggapan para siswa, yang keduanya tergolong sangat praktis. Temuan ini mengonfirmasi bahwasanya integrasi materi cetak dan proyeksi digital AR telah memenuhi kriteria keabsahan serta kemudahan penggunaan di kelas. Dengan demikian, modul ini siap dimanfaatkan sebagai media pendukung materi bangun ruang kelas V, sedangkan pengujian dampaknya terhadap capaian belajar maupun kecakapan spasial menjadi agenda bagi riset selanjutnya.
PENGARUH MODEL PjBL-KEARIFAN LOKAL BIMA MAJA LABO DAHU TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS lV SDN INPRES NGGERU Nurul Uyun; Ratu Ratu; Nur Afni
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13601

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ responsibility in Civic Education learning, as reflected in limited discipline, task completion, participation in group activities, and concern for the school environment, requires an instructional innovation that connects learning experiences with local cultural values. This study aimed to analyze the effect of implementing the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with the Bima local wisdom of Maja Labo Dahu on the responsibility of fourth-grade students at SDN Inpres Nggeru. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 17 students who completed an initial assessment, participated in project-based learning activities integrating the values of Maja Labo Dahu, and subsequently completed a final assessment. Data were collected using a responsibility attitude questionnaire that had undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, the Wilcoxon Signed-Rank Test, and N-Gain analysis. Before the intervention, 94.12% of students were categorized as having low responsibility, while 5.88% were in the moderate category. Following the intervention, 70.59% reached the high category and 29.41% were categorized as moderate. The Wilcoxon test yielded a significance value of 0.002 < 0.05, while the N-Gain score was 0.57, indicating a moderate improvement. Therefore, the implementation of PjBL integrated with Maja Labo Dahu had a significant positive effect on improving students’ responsibility. ABSTRAK Rendahnya sikap tanggung jawab siswa dalam pembelajaran PPKn, yang terlihat dari kurangnya kedisiplinan, penyelesaian tugas, keterlibatan dalam kegiatan kelompok, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah, memerlukan inovasi pembelajaran yang mampu menghubungkan pengalaman belajar dengan nilai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) bermuatan kearifan lokal Bima Maja Labo Dahu terhadap sikap tanggung jawab siswa kelas IV SDN Inpres Nggeru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen melalui desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 17 siswa yang mengikuti pengukuran awal, pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai Maja Labo Dahu, dan pengukuran akhir. Data dikumpulkan menggunakan angket sikap tanggung jawab yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed-Rank Test, dan N-Gain. Sebelum perlakuan, 94,12% siswa berada pada kategori rendah dan 5,88% pada kategori sedang. Setelah perlakuan, 70,59% siswa mencapai kategori tinggi dan 29,41% berada pada kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,57 berkategori sedang. Dengan demikian, penerapan PjBL bermuatan Maja Labo Dahu berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK KASHTA UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI SISWA SMP DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH Reri Saputra; Ari Khusumadewi; Retno Tri Hariastuti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13612

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Kashta-based group counseling in improving emotional regulation among junior high school students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Emotional regulation is a crucial skill for adolescents, particularly in multicultural school settings. Problems observed at SIJ include difficulties controlling emotions, a tendency to dwell on negative feelings, feelings of inadequacy in social interactions, anxiety about speaking in front of the class, and an inability to calm down quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The research subjects were 26 seventh-grade students divided into an experimental group (n=13) and a control group (n=13). A 15-item valid emotional regulation scale (Cronbach's α=0.762) was used as the instrument, developed based on Gross's (2015) Process Model of Emotion Regulation. Paired sample t-test results showed a significant improvement in the experimental group (t=-17.646; p=0.000), while the independent sample t-test of posttest scores revealed a significant difference between groups (t=-12.221; p=0.000). Normalized gain (N-Gain) analysis showed an effectiveness rate of 79.14% (effective category) in the experimental group compared to 14.73% (ineffective category) in the control group. These findings demonstrate that Kashta-based group counseling is effective in improving emotional regulation among junior high school students in the Indonesian diaspora environment. The practical implications support the development of culturally sensitive counseling services in Indonesian schools abroad. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok berbasis kashta dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Regulasi emosi merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada remaja, terutama pada lingkungan sekolah multikultural. Masalah regulasi emosi yang ditemukan di SIJ antara lain kesulitan menahan emosi, kecenderungan larut dalam perasaan negatif, rasa minder dalam interaksi sosial, kecemasan berbicara di depan kelas, serta ketidakmampuan menenangkan diri secara cepat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VII SMP SIJ yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=13) dan kelompok kontrol (n=13). Instrumen yang digunakan berupa skala regulasi emosi dengan 15 item valid (Cronbach's α=0,762) yang dikembangkan berdasarkan teori Process Model of Emotion Regulation Gross (2015). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (t=-17,646; p=0,000), sedangkan uji independent sample t-test pada skor posttest menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (t=-12,221; p=0,000). Analisis normalized gain (N-gain) menunjukkan tingkat efektivitas 79,14% (kategori efektif) pada kelompok eksperimen dibandingkan 14,73% (kategori tidak efektif) pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok kashta efektif dalam meningkatkan regulasi emosi siswa SMP di lingkungan diaspora Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini mendukung pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang sensitif terhadap budaya lokal pada sekolah Indonesia di luar negeri.    
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI: STUDI KASUS DI KELAS X SMAN 1 KAUMAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Yeni Noviatul Khasanah; Ekbal Santoso; Muhammad Anasrullah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13624

Abstract

ABSTRACT Students' learning interest needs attention in Economics learning because low levels of interest and engagement may hinder the learning process and students' achievement. This study aimed to analyze students' learning interest, identify the factors influencing it, and determine the most dominant factor affecting the learning interest of Grade X students at SMAN 1 Kauman in the 2025/2026 academic year. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research participants consisted of nine Grade X students, an Economics teacher, and a homeroom teacher. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the findings was established through source, technique, and time triangulation. The findings revealed that students' learning interest was generally at a fairly good level, as reflected in their enjoyment, attention, curiosity, satisfaction, and active participation during the learning process. The factors influencing learning interest included internal factors, namely motivation, attention, and perceptions of Economics, as well as external factors, including teachers' instructional strategies, the classroom environment, and family support. Among these factors, teachers' instructional strategies emerged as the most influential, particularly in creating engaging, interactive, and supportive learning experiences that enhanced students' participation. The study concludes that students' learning interest is shaped by the interaction between internal and external factors, highlighting the importance of effective instructional strategies in fostering meaningful learning experiences. ABSTRAK Minat belajar peserta didik perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran Ekonomi karena rendahnya ketertarikan dan keterlibatan peserta didik dapat menghambat proses pembelajaran serta pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi minat belajar peserta didik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menentukan faktor yang paling dominan pada peserta didik kelas X SMAN 1 Kauman Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas sembilan peserta didik kelas X, seorang guru mata pelajaran Ekonomi, dan seorang wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik tergolong cukup baik, ditandai dengan adanya perasaan senang, rasa bangga, ketertarikan, kepuasan, dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Faktor-faktor yang memengaruhi minat belajar meliputi faktor internal berupa motivasi, rasa bangga, dan persepsi terhadap mata pelajaran Ekonomi, serta faktor eksternal berupa strategi pembelajaran guru, lingkungan kelas, dan dukungan keluarga. Strategi pembelajaran guru menjadi faktor yang paling dominan karena mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, interaktif, dan kondusif sehingga meningkatkan keterlibatan peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan minat belajar memerlukan sinergi antara faktor internal peserta didik dan dukungan lingkungan pembelajaran yang efektif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN ANGKATAN 2022 Melinda Khusnul Khotimah; Dian Fithra Permana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13672

Abstract

Student academic achievement is an indicator of the educational process's success, influenced by various internal and external factors. Students' abilities to manage study time, prepare for lessons, and maintain learning motivation are crucial aspects in achieving optimal academic results. This study aims to analyze the impact of study time management, learning readiness, and learning motivation on the academic achievement of students in the Office Administration Education Study Program (Class of 2022). A quantitative approach using a survey method was employed. The study population consisted of students from the Office Administration Education Study Program (Class of 2022), with a sample size of 101 students (n=101) selected based on population characteristics. Data were collected via questionnaires, and analysis was conducted using multiple linear regression with statistical software. The results indicate that study time management, learning readiness, and learning motivation each have a positive and significant partial effect on student academic achievement. Simultaneously, these three variables also exert a positive and significant influence on student academic achievement. These findings suggest that enhancing student academic achievement requires effective study time management, adequate learning readiness, and strong learning motivation. ABSTRAK Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Kemampuan mahasiswa dalam mengelola waktu belajar, mempersiapkan diri sebelum mengikuti pembelajaran, serta mempertahankan motivasi belajar menjadi aspek penting dalam mendukung pencapaian prestasi akademik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Angkatan 2022, dengan jumlah sampel sebanyak 101 mahasiswa (n=101) yang ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel sesuai dengan karakteristik populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu belajar, kesiapan belajar, dan motivasi belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa.Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar mahasiswa perlu didukung oleh kemampuan mengelola waktu belajar secara efektif, kesiapan belajar yang baik, serta motivasi belajar yang kuat.
PENGALAMAN BELAJAR SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN DIRI PADA ANAK RENTAN: STUDI FENOMENOLOGI DALAM PERSPEKTIF KONSELING KOMUNITAS Moh. Fadhlan Adzaky; Zakki Nurul Amin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13673

Abstract

Vulnerable children often encounter social, economic, and environmental challenges that shape their learning experiences and influence their process of self-formation. Previous studies have primarily focused on educational access and the determinants of vulnerability, while limited attention has been given to understanding how vulnerable children construct the meaning of learning through their lived experiences, particularly from a community counseling perspective. This study aimed to explore the lived learning experiences of vulnerable children and examine how these experiences contribute to their process of self-formation. A qualitative phenomenological design was employed involving three purposively selected vulnerable children in Semarang City, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model supported by NVivo software. The findings revealed that learning was perceived as a life process extending beyond formal education, enabling participants to understand themselves, develop personal capabilities, adapt to life challenges, and maintain hope for the future. These learning experiences were constructed through interactions with family, schools, peers, community organizations, and the broader social environment. Social support from these networks emerged as a significant protective factor that strengthened learning motivation and facilitated self-formation, whereas economic hardship, social pressures, and limited educational opportunities remained major barriers. The study concludes that self-formation among vulnerable children develops through socially embedded learning experiences. These findings highlight the importance of community counseling approaches that actively engage families, schools, and community organizations in creating inclusive, supportive, and empowering learning environments for vulnerable children. ABSTRAK Anak rentan menghadapi berbagai keterbatasan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat memengaruhi pengalaman belajar serta proses pembentukan diri. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada akses pendidikan dan faktor-faktor penyebab kerentanan, sementara pengalaman subjektif anak rentan dalam memaknai belajar sebagai proses pembentukan diri masih terbatas, terutama dalam perspektif konseling komunitas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman belajar anak rentan dan memahami esensi pembentukan diri yang berkembang melalui pengalaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Tiga anak rentan di Kota Semarang dipilih secara purposive berdasarkan pengalaman belajar dalam kondisi kerentanan sosial dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar dimaknai sebagai proses kehidupan yang melampaui aktivitas akademik, yaitu sebagai sarana memahami diri, mengembangkan kemampuan, membangun harapan masa depan, serta beradaptasi dengan berbagai tantangan. Pengalaman belajar terbentuk melalui interaksi dengan keluarga, sekolah, teman sebaya, organisasi, dan komunitas. Dukungan sosial dari lingkungan tersebut menjadi faktor utama yang memperkuat motivasi belajar dan proses pembentukan diri, sedangkan keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, dan lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan yang dihadapi partisipan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan diri anak rentan merupakan proses yang berlangsung melalui pengalaman belajar dalam konteks sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya konseling komunitas yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas sebagai sistem pendukung untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif, dan memberdayakan.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI SATUAN WAKTU PADA SISWA KELAS III SD Nisrina Febriyanti; Allen Marga Retta; BZ Septeiyawan Abdullah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13694

Abstract

ABSTRACT Limitations in conceptual understanding of mathematics at the elementary school level highlight the importance of active problem-oriented learning strategies. This study aims to examine whether there is a significant difference in mathematics learning outcomes between third-grade students receiving Problem Based Learning (PBL) instruction and those following conventional learning on time-unit measurement at SD Negeri 1 Banyuasin I. Quantitative evidence was established through a quasi-experimental approach employing a posttest-only control group design. Sample selection involved 53 students divided via random sampling into class III C with 26 students as the intervention group and class III B with 27 students as the control group. Learning achievement was assessed using essay tests verified for validity and reliability, followed by data processing through normality, homogeneity, and Independent Sample t-Test procedures. The mean posttest score for the experimental group reached 82.4, exceeding the control group's average of 69.7. Inferential results revealed a two-tailed significance value of p < 0.001 along with a calculated t-value of 10.036, which surpassed the critical t-value of 2.000. These findings confirm the efficacy of PBL intervention in driving differences in mathematics achievement on time-measurement concepts. ABSTRAK Keterbatasan pemahaman konseptual matematika di tingkat sekolah dasar menegaskan pentingnya orientasi pembelajaran berbasis eksplorasi masalah secara aktif. Kajian ini difokuskan untuk menguji ada tidaknya perbedaan signifikan pada hasil belajar matematika antara siswa yang mendapatkan instruksi berbasis Problem Based Learning (PBL) dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada materi pengukuran satuan waktu di kelas III SD Negeri 1 Banyuasin I. Pembuktian kuantitatif dijalankan melalui skema quasi-experiment memakai desain posttest-only control group design. Penentuan sampel melibatkan 53 peserta didik yang terbagi secara random sampling ke dalam kelas III C sejumlah 26 anak sebagai kelompok intervensi dan kelas III B sebanyak 27 anak selaku kelompok pembanding. Pengukuran capaian belajar menggunakan tes uraian yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, dilanjutkan pengolahan data melalui uji prasyarat normalitas, homogenitas, hingga pengujian komparatif Independent Sample t-Test. Perolehan skor rerata posttest kelompok eksperimen sebesar 82,4 terbukti melampaui kelompok kontrol yang memperoleh angka 69,7. Bukti inferensial mencatatkan signifikansi dua arah ( ) < 0,001 serta perolehan  hitung sebesar 10,036 yang melampaui  tabel sebesar 2,000. Temuan ini mengonfirmasi efikasi intervensi PBL dalam memicu diferensiasi capaian belajar matematika pada topik satuan waktu.