cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 970 Documents
TANTANGAN PARTISIPASI KEWARGANEGARAAN DIGITAL MAHASISWA PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: STUDI KUALITATIF Difa Ines Amalia Safa; Wahyu Jati Kusuma; R Samidi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13711

Abstract

The rapid advancement of information and communication technology has shifted social dynamics into digital spaces, establishing digital citizenship as an essential pillar for sustaining a healthy democracy. However, students' high intensity of online engagement is rarely matched by substantive, critical, and ethical participation. This study aims to analyze the forms of digital citizenship participation among students of the Civic Education Study Program (PPKn) and to identify the challenges they encounter in realizing responsible digital engagement. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were gathered through in-depth interviews, participant observations, and documentation involving 6 PPKn students as primary informants and 1 PPKn lecturer as a supporting informant, selected via purposive sampling. Data credibility was established through technique and source triangulation, while data analysis followed an interactive model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that while students actively utilize digital platforms to access civic information and monitor national issues, their engagement is heavily constrained by digital passivism, misinformation exposure, weak data verification habits, fear of legal repercussions, and polarized social media echo chambers. The study concludes that reforming Civic Education toward digital advocacy and Pancasila-grounded digital ethics is imperative to develop active, critical, and responsible digital citizens. ABSTRAK Transformasi teknologi informasi dan komunikasi telah menggeser dinamika interaksi sosial ke ruang siber, menempatkan kewarganegaraan digital sebagai pilar esensial dalam menjaga keberlangsungan demokrasi yang sehat. Namun, tingginya intensitas aktivitas digital mahasiswa sering kali belum diimbangi dengan partisipasi yang substantif, kritis, dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi kewarganegaraan digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan partisipasi digital yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 6 orang mahasiswa PPKn sebagai informan utama serta 1 orang dosen PPKn sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive sampling. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengakses informasi, berdiskusi, dan mengikuti isu-isu kebangsaan. Namun, partisipasi tersebut didominasi oleh fenomena digital passivism serta menghadapi tantangan nyata berupa paparan disinformasi, rendahnya verifikasi data, kekhawatiran terhadap sanksi hukum (UU ITE), dan polarisasi media sosial. Disimpulkan bahwa penguatan Pendidikan Kewarganegaraan berbasis advokasi digital dan etika Pancasila sangat mendesak untuk membentuk warga negara digital yang aktif, kritis, dan berintegritas.    
PENGARUH PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL), KOMPETENSI AKUNTANSI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII AKUNTANSI SMKN 2 TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Eka Novita Sari; Kadeni Kadeni; Sulastri Rini Rindrayani
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13753

Abstract

ABSTRACT Work readiness is one of the essential competencies that graduates of Vocational High Schools are expected to possess in order to compete in the labor market. However, preliminary observations conducted at SMKN 2 Tulungagung revealed that some students had not yet achieved optimal work readiness despite having participated in Field Work Practice (FWP) and received accounting competency learning. In addition, previous studies examining the influence of Field Work Practice, Accounting Competence, and Learning Motivation on students' work readiness have reported inconsistent findings, indicating the existence of a research gap. Therefore, this study aimed to examine the influence of Field Work Practice, Accounting Competence, and Learning Motivation on the work readiness of twelfth-grade accounting students at SMKN 2 Tulungagung in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 70 students selected using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method with SmartPLS 3 software. The results showed that Field Work Practice, Accounting Competence, and Learning Motivation each had a positive and significant effect on students' work readiness. Simultaneously, these three variables also had a positive and significant effect on work readiness, with an R-Square value of 0.916, indicating that they explained 91.6% of the variance in students' work readiness, while the remaining 8.4% was explained by other factors outside the scope of this study. This finding indicates that Field Work Practice, Accounting Competence, and Learning Motivation jointly make a strong contribution to explaining students' work readiness. ABSTRAK Kesiapan kerja merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di dunia kerja. Namun, hasil observasi awal di SMKN 2 Tulungagung menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum memiliki kesiapan kerja secara optimal meskipun telah mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan memperoleh pembelajaran kompetensi akuntansi. Selain itu, penelitian terdahulu mengenai pengaruh Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi Akuntansi, dan Motivasi Belajar terhadap kesiapan kerja masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga masih terdapat research gap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi Akuntansi, dan Motivasi Belajar terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII Akuntansi SMKN 2 Tulungagung Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi Akuntansi, dan Motivasi Belajar masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa. Secara simultan, ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai R-Square sebesar 0,916, yang berarti ketiga variabel mampu menjelaskan variasi kesiapan kerja siswa sebesar 91,6%, sedangkan 8,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi Akuntansi, dan Motivasi Belajar secara bersama-sama memiliki kontribusi yang kuat dalam menjelaskan kesiapan kerja siswa.
ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI Syafani Mayang Septi; Yeni Nuraeni; Rahmawati Eka Saputri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13850

Abstract

Principal leadership plays a strategic role in creating a work environment that supports improvements in teaching quality and teacher instructional performance. In the context of changing demands in education, principals are expected not only to manage schools but also to implement participative and adaptive leadership while providing policies and facilities that address teachers' needs. This study aims to analyze the principal's leadership style, teachers' mastery of basic teaching skills, and the relationship between school leadership policies and teachers' instructional performance at SD Negeri Cibodas 6, Tangerang City. This study employed a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained from the principal and three Grade V teachers, while secondary data were obtained from school profile documents and the 2024 Education Report Card. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings indicate that: (1) the principal applies a democratic-participative leadership style combined with Hersey-Blanchard's situational leadership through directing, coaching, supporting, and delegating approaches according to teachers' conditions and readiness; (2) the three teachers demonstrate good mastery of basic teaching skills, including opening and closing lessons, explaining materials using technological support, asking HOTS-based questions, facilitating discussions, managing classrooms, providing reinforcement, and implementing differentiated instruction for small groups and individual learners; and (3) the principal's policies, particularly transparent RKAS management and the provision of digital learning facilities, support teacher creativity, motivation, and workplace comfort. These findings indicate that participative and adaptive leadership, supported by transparent policies and adequate learning facilities, creates a work environment that supports the development of teachers' instructional performance. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kinerja mengajar guru. Dalam konteks perubahan tuntutan pembelajaran, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pengelola sekolah, tetapi juga perlu menerapkan kepemimpinan yang partisipatif dan adaptif serta menyediakan dukungan kebijakan dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah, penguasaan keterampilan dasar mengajar guru, serta keterkaitan kebijakan kepala sekolah dengan kinerja mengajar guru di SD Negeri Cibodas 6 Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer terdiri atas kepala sekolah dan tiga guru kelas V, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen profil sekolah dan Rapor Pendidikan 2024. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis-partisipatif yang dipadukan dengan kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard melalui pendekatan directing, coaching, supporting, dan delegating sesuai kondisi dan kesiapan guru; (2) ketiga guru menunjukkan penguasaan keterampilan dasar mengajar yang baik, meliputi keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan materi berbantuan teknologi, mengajukan pertanyaan berbasis HOTS, membimbing diskusi, mengelola kelas, memberikan penguatan, serta melaksanakan pembelajaran kelompok kecil dan perseorangan berbasis diferensiasi; dan (3) kebijakan kepala sekolah berupa transparansi pengelolaan RKAS dan penyediaan fasilitas digital mendukung kreativitas, motivasi, dan kenyamanan kerja guru. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan yang partisipatif dan adaptif, didukung kebijakan transparan serta fasilitas pembelajaran yang memadai, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kinerja mengajar guru.
ANALISIS IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL SEBAGAI PILAR PEDAGOGIK BARU (STUDI KASUS DI SMAN 11 KOTA BANDUNG) Hasan Busyori; Ipman Syahrial Alamsyah; Metty Karlina Sastrawijaya; Rika Octiyasari; Syam Ahmad; Lilis Suwandari
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13915

Abstract

ABSTRACT Digital literacy has become increasingly relevant in secondary school learning because the use of technology requires students not only to access information, but also to evaluate, process, and use it responsibly. This condition encourages the integration of digital literacy into pedagogical practices that are aligned with learning objectives and students’ characteristics. This study aims to analyze the implementation of digital literacy at SMA Negeri 11 Kota Bandung, including its application in learning, teachers’ roles, students’ experiences, and supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation, and were analyzed through data condensation, data display, theme categorization, and conclusion verification. The findings indicate that digital literacy is implemented through a Learning Management System, interactive media, digital assessment applications, communication platforms, digital content production, and artificial intelligence (AI). Teachers act as facilitators, information curators, critical thinking guides, and facilitators of ethical technology use, while students engage in information seeking, interaction, collaboration, and the completion of digital tasks. Its implementation still faces challenges related to network connectivity, device access, disparities in digital competencies, and uncritical use of AI. Ultimately, digital literacy is positioned as a pedagogical practice that connects technology, learning activities, critical thinking, and ethical responsibility. ABSTRAK Literasi digital menjadi bagian yang semakin relevan dalam pembelajaran sekolah menengah karena penggunaan teknologi menuntut peserta didik tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga menilai, mengolah, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Kondisi tersebut mendorong perlunya integrasi literasi digital ke dalam praktik pedagogik yang selaras dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi literasi digital di SMA Negeri 11 Kota Bandung, meliputi penerapan dalam pembelajaran, peran guru, pengalaman peserta didik, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, pengelompokan tema, dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital diterapkan melalui Learning Management System, media interaktif, aplikasi evaluasi, platform komunikasi, produksi konten digital, dan artificial intelligence (AI). Guru berperan sebagai fasilitator, kurator informasi, pembimbing berpikir kritis, serta pengarah penggunaan teknologi secara etis, sementara peserta didik terlibat dalam pencarian informasi, interaksi, kolaborasi, dan penyelesaian tugas digital. Pelaksanaannya masih menghadapi kendala jaringan, akses perangkat, kesenjangan kemampuan digital, dan penggunaan AI secara tidak kritis. Literasi digital pada akhirnya diposisikan sebagai praktik pedagogik yang menghubungkan teknologi, aktivitas belajar, berpikir kritis, dan tanggung jawab etis.
CERITA FANTASI ‘BOLA-BOLA WAKTU’ KARYA RAKHMA SUBARNA : KAJIAN LINGUISTIK TERAPAN Suci Rahmawati; Ika Septiana
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13924

Abstract

This study is motivated by the critical role of grammatical reference in establishing textual cohesion and coherence, particularly within narrative literary discourses. Previous investigations have predominantly focused on categorizing reference types without examining their textual and stylistic functions in narrative construction. Therefore, this study aims to describe the types of endophoric references, including anaphoric and cataphoric forms, and to explain their functions in the fantasy story Bola-Bola Waktu by Rakhma Subarna. This research employed a descriptive qualitative method utilizing the text of Bola-Bola Waktu from the Grade VII Indonesian junior high school textbook as the primary data source. Data were collected using the non-participatory observation technique (SBLC) and analyzed via the distributional method utilizing Immediate Constituent Analysis and substitution techniques. The findings reveal that the text is predominantly governed by third-person singular pronoun references (the enclitic -nya with 22 occurrences and the pronoun ia with 17 occurrences), complemented by temporal and locational demonstrative references. These references not only establish internal grammatical cohesion but also crystallize the third-person point of view, sharpen characterization, and sustain chronological progression through personal, locational, temporal, and analogical interpretation principles. Consequently, endophoric references serve a vital stylistic function in preserving discourse unity while directing reader empathy toward the protagonist's emotional journey. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya aspek gramatikal referensi dalam membangun kohesi dan koherensi sebuah teks, khususnya pada karya sastra naratif. Berbagai penelitian sebelumnya cenderung hanya mengidentifikasi inventarisasi jenis referensi tanpa mengkaji fungsi penggunaannya secara mendalam dalam mengonstruksi struktur naratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis referensi endofora, baik anaforis maupun kataforis, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam cerita fantasi Bola-Bola Waktu karya Rakhma Subarna. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerita fantasi Bola-Bola Waktu yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII. Data dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dan teknik substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa referensi yang dominan digunakan ialah referensi pronomina persona ketiga tunggal (-nya sebanyak 22 kemunculan dan ia sebanyak 17 kemunculan), serta referensi demonstratif temporal dan lokasional. Fungsi referensi tersebut tidak hanya membangun kohesi gramatikal antarstruktur kalimat, tetapi juga mengukuhkan sudut pandang persona ketiga (diaan), mempertegas penokohan, serta mengatur alur maju melalui prinsip penafsiran personal, lokasional, temporal, dan analogi. Penggunaan referensi endofora terbukti berperan vital dalam menjaga keterpaduan wacana sekaligus membimbing empati pembaca terhadap pergulatan batin tokoh utama dalam teks cerita fantasi.    
PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK “AKSIMA” UNTUK MENSTIMULASI KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Lila Aulia; Ajeng Putri Pratiwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13938

Abstract

Early literacy is a fundamental skill that young children need before progressing to more complex reading and writing. Observations and interviews conducted at TK Kartika IV-80 and KB TK Afkar revealed that many children aged 5-6 years were still unable to name familiar letter symbols or understand the relationship between sounds and letter shapes, while the learning media available at both institutions were limited mainly to magazines and had not meaningfully integrated the local wisdom of Malang City. This study aimed to develop a Pop Up Book “Aksima” that is valid and appropriate for use as an interactive, locally-rooted medium to stimulate children's early literacy. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The resulting product is a Pop Up Book that expands to A3 size when opened, consisting of six pages covering local cultural content of Malang City, equipped with a QR code linking to instructional videos and various interactive activities such as arranging letters, matching pictures, and role play. Validation results showed the media scored 87.5 from material experts, 92.5 from media experts, and 100 from user validators (teachers), all in the “Very Feasible” category. The small-group trial scored 94 and the large-group trial scored 91, both also categorized as “Very Feasible”. Based on these findings, the Pop Up Book “Aksima” is a feasible, concrete, interactive, and enjoyable alternative learning medium for stimulating early literacy in children aged 5-6 years. ABSTRAK Keaksaraan awal merupakan fondasi penting bagi anak usia dini sebelum memasuki tahap membaca dan menulis yang lebih kompleks. Hasil observasi dan wawancara di TK Kartika IV-80 dan KB TK Afkar menunjukkan bahwa sebagian anak usia 5-6 tahun belum mampu menyebutkan simbol-simbol huruf serta memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf, sementara media pembelajaran yang tersedia masih terbatas pada majalah dan belum mengintegrasikan kearifan lokal Kota Malang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Pop Up Book “Aksima” yang layak digunakan sebagai media interaktif berbasis kearifan lokal untuk menstimulasi keaksaraan awal anak. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Produk yang dihasilkan berupa Pop Up Book berukuran A3 saat dibuka, terdiri atas enam halaman materi kearifan lokal Kota Malang (Tugu Malang, Topeng Malangan, Tari Topeng Malangan, Kayutangan Heritage, Alun-Alun Kota Malang, dan Bakso Malang), dilengkapi QR code berisi video materi serta berbagai aktivitas interaktif seperti menyusun huruf, mencocokkan gambar, dan bermain peran. Hasil validasi menunjukkan media memperoleh skor 87,5 dari ahli materi, 92,5 dari ahli media, dan 100 dari pengguna (pendidik), yang seluruhnya berkategori “Sangat Layak”. Uji coba kelompok kecil memperoleh skor 94 dan uji coba kelompok besar memperoleh skor 91, keduanya juga berkategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book “Aksima” layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan untuk menstimulasi keaksaraan awal anak usia 5-6 tahun, khususnya dalam mengenal simbol huruf dan memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf.    
INTEGRASI MATA KULIAH PENDIDIKAN SENI MUSIK MELALUI PROJECT BASED LEARNING (PjBL) KOLABORATIF: PENGALAMAN BELAJAR BERMAKNA UNTUK CALON GURU SD MASA DEPAN Lousy Loustiawaty; Dini Yuniarti; Dede Sri Nurkhotimah; Farhan Rayhan; Amelia Nurkhasanah; Aliska Aliska
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.13975

Abstract

ABSTRACT Music education for prospective elementary school teachers needs to provide learning experiences that connect the development of musical skills with an understanding of local culture and authentic educational practices. However, learning activities conducted predominantly within the classroom may limit students’ engagement with artistic practice and direct interaction with cultural practitioners. This study aimed to describe the implementation of collaborative Project-Based Learning (PjBL) centered on a gamelan degung performance in the Music Education course of the Elementary School Teacher Education Program at Universitas Muhammadiyah Kuningan. This qualitative study employed a case study approach involving 22 fourth-semester students, organized into four groups, and three local art studios as learning partners. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, documentation, and weekly reflective journals, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The learning process encompassed instrument introduction, basic technical training, progressive practice, ensemble coordination, dress rehearsal, and a final public performance. The findings revealed improvements in students’ gamelan performance skills, collaborative abilities, awareness of Sundanese culture, and confidence as prospective teachers. In conclusion, collaborative PjBL supported by art studios and culminating in a public performance offers an alternative approach to music education that integrates practical experience, collective learning, and the preservation of local cultural heritage. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Seni Musik bagi mahasiswa calon guru sekolah dasar perlu memberikan pengalaman yang menghubungkan penguasaan keterampilan musikal dengan pemahaman terhadap budaya lokal dan praktik pembelajaran nyata. Namun, pembelajaran yang berlangsung terutama di lingkungan kelas berpotensi membatasi keterlibatan mahasiswa dengan praktik seni dan pengalaman langsung bersama pelaku budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Project-Based Learning (PjBL) kolaboratif berbasis pagelaran gamelan degung pada mata kuliah Pendidikan Seni Musik di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Kuningan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 22 mahasiswa Kelas 4C dalam empat kelompok serta tiga sanggar seni lokal sebagai mitra pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan jurnal refleksi mingguan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Proses pembelajaran berlangsung melalui pengenalan instrumen, penguasaan teknik dasar, latihan bertahap, penyatuan permainan ansambel, gladi bersih, hingga pagelaran seni. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan keterampilan memainkan gamelan, kemampuan berkolaborasi, kesadaran terhadap budaya Sunda, dan kepercayaan diri mahasiswa sebagai calon pendidik. Dengan demikian, PjBL kolaboratif berbasis pagelaran dan kemitraan dengan sanggar seni dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman praktik, kerja kolektif, dan penguatan pelestarian budaya lokal.
ANALISIS KENDALA SISWA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI DI SD MUHAMMADIYAH 1 TRENGGALEK Dini Ayus Kurniatin; M. Riza Zainuddin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14065

Abstract

This study was motivated by the existence of various obstacles affecting students' interest in learning Islamic Religious Education (IRE) at SD Muhammadiyah 1 Trenggalek. Learning interest plays a crucial role in supporting successful learning outcomes; however, several challenges still cause students to be less active and enthusiastic during IRE lessons. This study aimed to analyze the obstacles experienced by students in improving their interest in learning IRE and to identify the efforts made by the school and teachers to overcome these obstacles. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, the Islamic Religious Education teacher, and four fifth-grade students selected via purposive sampling. The data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the dominant obstacles stemmed from internal factors, namely physical fatigue and decreased concentration caused by dense religious habituation routines, as well as external factors such as the dominance of monotonous lecture methods. Students explicitly expressed a preference for visual media like colorful mind maps and educational games to make learning more engaging. Efforts undertaken by teachers to address these obstacles included integrating ice-breaking activities, utilizing audiovisual media, accommodating diverse student learning styles, and strengthening communication with parents. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kendala yang memengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Muhammadiyah 1 Trenggalek. Minat belajar merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran, namun dalam praktiknya masih terdapat hambatan yang menyebabkan siswa kurang aktif dan antusias mengikuti pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dialami siswa dalam meningkatkan minat belajar PAI serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru PAI, dan empat siswa kelas V yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala dominan bersumber dari faktor internal berupa kelelahan fisik dan penurunan konsentrasi akibat padatnya kegiatan pembiasaan ibadah di sekolah, serta faktor eksternal berupa dominasi metode ceramah yang monoton. Siswa menyatakan membutuhkan media visual seperti mind map berwarna dan metode permainan edukatif agar materi PAI tidak terkesan membosankan. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut meliputi integrasi metode ice breaking, pemanfaatan media audiovisual, penyesuaian gaya belajar siswa, serta penguatan komunikasi berkala bersama orang tua.    
PENGARUH LITERASI DIGITAL DAN PROTEKSI GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGAS TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU PADA MAHASISWA SEMESTER VIII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Hanif Nurul Hidayah; Siswo Subagyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14071

Abstract

ABSTRACT Becoming a teacher requires prospective teachers to develop adequate readiness to respond to changing professional demands in the digital era. Such readiness involves not only the ability to utilize technology but also an understanding of teacher protection in carrying out professional responsibilities. This study aims to analyze the effects of digital literacy and teacher protection in carrying out duties on teacher readiness, both partially and simultaneously, among eighth-semester students of the Economic Education Study Program at Universitas Bhinneka PGRI. The study employed a quantitative approach with an associative design and multiple linear regression analysis. All 73 eighth-semester students were involved as respondents through a population study. Data were collected using questionnaires and analyzed with IBM SPSS Statistics for Windows Version 26. The results indicate that digital literacy has a positive and significant effect on teacher readiness. Teacher protection in carrying out duties also has a positive and significant effect, with a relatively greater contribution than digital literacy. Simultaneously, both variables have a positive and significant effect on teacher readiness and explain 79.3% of its variation. These findings emphasize the need to develop prospective teachers’ readiness through integrated strengthening of digital competence and understanding of professional teacher protection. ABSTRAK Kesiapan menjadi guru menjadi salah satu kapasitas yang perlu dibangun mahasiswa calon guru untuk menghadapi perubahan tuntutan profesi pendidik pada era digital. Kesiapan tersebut berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi sekaligus memahami aspek proteksi guru dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital dan proteksi guru dalam melaksanakan tugas terhadap kesiapan menjadi guru, baik secara parsial maupun simultan, pada mahasiswa Semester VIII Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan analisis regresi linear berganda. Seluruh mahasiswa Semester VIII sebanyak 73 orang dilibatkan sebagai responden melalui penelitian populasi. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics for Windows Version 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru. Proteksi guru dalam melaksanakan tugas juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi relatif lebih besar dibandingkan literasi digital. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru, serta mampu menjelaskan 79,3% variasinya. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan kesiapan calon guru melalui penguatan kompetensi digital dan pemahaman proteksi profesi secara terpadu.
KETERBACAAN BUKU TEKS GAYENG BASA JAWA KELAS X MENGGUNAKAN TEKNIK CLOZE TEST DI SMA AL-I’TISHOM BOARDING SCHOOL Zidan Rozzaq; Dandung Adityo Argo Prasetyo; Mujimin Mujimin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14086

Abstract

The Gayeng Basa Jawa textbook serves as a primary instructional material for Javanese language learning at the senior high school level. However, its readability level and appropriateness for students in boarding school environments with diverse linguistic backgrounds have not been thoroughly examined. This study aims to analyze the readability level of texts in the Gayeng Basa Jawa textbook for tenth-grade students and describe its alignment with students' reading abilities at SMA Al-I'tishom Boarding School Grabag. The research employed a descriptive quantitative design utilizing the cloze test technique through a synonymy scoring approach. A total sampling technique was applied to recruit 17 tenth-grade students as respondents, with six Latin-script texts selected across six chapters serving as textual data. The cloze instruments omitted every third word mechanically regardless of grammatical function. The findings revealed that three texts fell into the instructional category, while the other three reached the independent level. The overall mean readability score was 58.9%, positioning the textbook within the instructional threshold. Consequently, the textbook is appropriate for classroom use, though active teacher mediation remains necessary to help students decipher unfamiliar archaic and borrowed vocabulary. ABSTRAK Buku teks Gayeng Basa Jawa merupakan salah satu bahan ajar utama dalam pembelajaran Bahasa Jawa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, kesesuaian tingkat keterbacaannya dengan kemampuan siswa di sekolah asrama dengan latar belakang bahasa ibu yang beragam belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan wacana dalam buku teks Gayeng Basa Jawa kelas X serta mendeskripsikan kesesuaiannya dengan kemampuan membaca siswa di SMA Al-I'tishom Boarding School Grabag. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik cloze test menggunakan pendekatan synonymy methods. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling terhadap 17 siswa kelas X sebagai responden, dengan data berupa enam wacana beraksara Latin dari enam bab buku teks tersebut. Instrumen penelitian berupa tes rumpang yang melesapkan kata ketiga secara konsisten tanpa memperhatikan fungsi kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga wacana berada pada tingkat instruksional dan tiga wacana berada pada tingkat independen. Rata-rata skor keterbacaan keseluruhan wacana adalah 58,9%, yang menempatkan buku teks ini pada kategori instruksional. Dengan demikian, buku teks ini layak digunakan sebagai bahan ajar, tetapi siswa tetap memerlukan pendampingan guru untuk memahami kosakata arkais dan istilah serapan yang belum familier.