cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 43 Documents clear
PEMBELAJARAN BERBASIS STUDI KASUS DALAM PENDIDIKAN KIMIA: PEMAHAMAN DAN ANALISIS, EVALUASI MOTIVASI, KETERLIBATAN MAHASISWA Side, Sumiati; Munawwarah , Munawwarah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4616

Abstract

Studi kasushas been implemented in chemistry education as a strategy to enhance students' conceptual understanding and analytical skills. This study aims to evaluate the effectiveness of the studi kasus in increasing students' motivation and engagement in learning, as well as to identify the challenges encountered during its implementation. This research employs a mixed-methods approach with a descriptive evaluative design. Data were collected through a questionnaire consisting of Likert-scale closed-ended questions and open-ended questions. The research subjects were 26 chemistry education students who had participated in courses using the studi kasus. The results indicate that students exhibit a high level of motivation towards this method, particularly in terms of understanding the relevance of the material and their interest in learning. Additionally, the studi kasus enhances student engagement in class discussions and teamwork. However, several challenges were identified, including varying levels of participation within groups, limited discussion time, and the need for further guidance from lecturers in analyzing cases. Therefore, the implementation of this method should be accompanied by more adaptive strategies, such as providing clearer case analysis guidelines, facilitating more effective discussions, and optimizing time management to maximize its effectiveness in learning. ABSTRAKPembelajaran berbasis studi kasus telah diterapkan dalam pendidikan kimia sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan analitis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode studi kasus dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain deskriptif evaluatif. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari pertanyaan tertutup berbasis skala Likert dan pertanyaan terbuka. Subjek penelitian adalah 26 mahasiswa program studi Pendidikan Kimia yang telah mengikuti perkuliahan dengan metode studi kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat motivasi yang tinggi terhadap metode ini, terutama dalam hal pemahaman terhadap relevansi materi dan ketertarikan terhadap pembelajaran. Selain itu, studi kasus juga meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi kelas dan kerja sama tim. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti perbedaan tingkat partisipasi dalam kelompok, keterbatasan waktu diskusi, serta kebutuhan akan bimbingan lebih lanjut dari dosen dalam menganalisis kasus. Oleh karena itu, penerapan metode ini perlu disertai dengan strategi yang lebih adaptif, seperti penyediaan panduan analisis kasus yang lebih jelas, fasilitasi diskusi yang lebih efektif, serta pengelolaan waktu yang lebih optimal agar dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Tiban, Sindi Pratiwi B.; Abdullah, Gamar; Marshanawiah, Andi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4617

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes by implementing the PBL (problem based learning) learning model assisted by wordwall media. This research method is Classroom Action Research (CAR). Data collection techniques are observation, tests and documentation. The subjects in this study were fifth grade students of SDN 3 Kwandang. Based on a preliminary study, the abilities obtained by students were still very low, namely only 5 students completed the course with a percentage of 31.25%. In cycle I, there was an increase of 9 students with a percentage of 56%. This has not reached the classical completeness criteria that have been set, namely 80%, so the study will be continued in the next cycle, namely cycle II. In cycle II, there was an increase of 14 students with a percentage of 87.5%. The results of the study showed that the use of the PBL (Problem based learning) learning model assisted by Wordwall media on the material on the Area of ??Triangles and Quadrilaterals can improve the learning outcomes of fifth grade students at SDN 3 Kwandang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran pbl (problem based learning) berbantuan media wordwall. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Kwandang. Berdasarkan studi pendahuluan kemampuan yang diperoleh siswa masih sangat rendah yakni hanya 5 orang siswa yang tuntas dengan persentase 31,25%. Pada siklus I terjadi peningkatan yakni sebanyak 9 orang dengan persentase 56%. Hal ini belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan yakni 80%, sehingga penelitian akan dilanjutkan pada siklus selanjutnya yakni siklus II. Pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 14 orang dengan persentase 87,5%. Hasil penelitian menunjukan  bahwa penggunaan model permbelajaran PBL (Problem based learning) dengan berbantuan media Wordwall pada materi Luas bangun Datar Segitiga dan Segiempat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SDN 3 Kwandang.
POTRET AWAL SELF-EFFICACY SISWA SMP PADA MATERI ZAT ADITIF Herlina, E.; Suprapto, P.K.; Badriah, L.; Hernawati , D.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4630

Abstract

This study aims to analyze the self-efficacy of students of SMP N 8 Banjar class VIII on the material of additives. Self-efficacy is important as one of the psychological aspects that play a role in learning. Specifically, the role of self-efficacy in learning includes increasing students' self-confidence in understanding difficult material, encouraging motivation to learn with greater effort and persist in facing challenges, helping students set realistic goals according to their abilities, and encouraging the selection of effective learning strategies. The method used is descriptive quantitative with a questionnaire consisting of 27 questions and involving 32 students. Self-efficacy is measured based on 3 dimensions based on magnitude level, generality, strength. The results of the study showed an average value of each dimension, namely: magnitude level (66), generality (70) and strength (63). The overall average value of the self-efficacy dimension is 66 with a sufficient category. The less than optimal study was caused by students' lack of confidence in their abilities, giving up easily if given more complex tasks and low learning motivation. Strategies such as providing positive feedback, real-world problem-based learning, more contextual learning models, and social support that encourage students' self-confidence and resilience in facing academic tasks are recommended. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-efficacy siswa SMP N 8 Banjar kelas VIII pada materi zat aditif. Self-efficacy ini penting sebagai salah satu aspek psikologis yang berperan dalam pembelajaran. Secara spesifik, peran self-efficacy dalam pembelajaran meliputi peningkatan kepercayaan diri siswa dalam memahami materi yang sulit, mendorong motivasi untuk belajar dengan usaha lebih keras dan bertahan menghadapi tantangan, membantu siswa menetapkan tujuan yang realistis sesuai dengan kemampuan mereka, serta mendorong pemilihan strategi belajar yang efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan angket kuesioner sebanyak 27 butir soal dan melibatkan 32 siswa. Self-efficacy  yang diukur berdasarkan 3 dimensi berdasarkan magnitude level, generality, strength. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tiap dimensi yaitu : magnitude level (66), generality (70) dan strength (63). Nilai rata-rata secara keseluruhan dimensi self-efficacy yaitu 66 dengan kategori cukup. Kurang optimalnya penelitian ini disebabkan oleh kurang yakinnya siswa terhadap kemampuan yang dimiliki, mudah menyerah jika diberi tugas yang lebih komplek serta motivasi belajar yang masih rendah. Disarankan strategi seperti pemberian umpan balik positif, pembelajaran berbasis masalah nyata, model pembelajaran yang lebih kontekstual, serta dukungan sosial yang mendorong rasa percaya diri dan ketahanan siswa dalam menghadapi tugas akademik.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DALAM MEMAHAMI DAN MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA PADA MATERI PENGANTAR GRUP BERDASARKAN TEORI KASTOLAN Sinaga, Debora; Silalahi, Lisbeth Grace Luciana; Saing, Nasib Maruli Tua; Manurung, Sri Lestari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4658

Abstract

Mathematics education students often face difficulties in understanding and solving problems related to mathematical induction, particularly in introductory group theory. This study aims to identify and analyze students' errors in induction proof based on Kastolan’s Theory, which classifies errors into three categories: conceptual, procedural, and technical. Using a qualitative approach with a case study method, this research involved 20 fourth-semester mathematics education students. Data were collected through diagnostic tests and document analysis of students' work. The findings reveal that students frequently make conceptual errors in selecting the appropriate formula and understanding the steps of proof. Procedural errors arise due to inconsistencies in structuring proof steps and difficulties in simplifying problems to their final form. Additionally, technical errors are commonly found in the form of inaccuracies in algebraic calculations and symbol manipulation. These findings emphasize the need for more effective learning strategies, such as scaffolding and group discussions, to enhance students' understanding of mathematical induction concepts. ABSTRAKMahasiswa pendidikan matematika kerap menghadapi kesulitan dalam memahami serta menyelesaikan soal terkait induksi matematika, khususnya pada materi pengantar grup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan mahasiswa dalam pembuktian induksi berdasarkan Teori Kastolan, yang mengklasifikasikan kesalahan ke dalam tiga kategori: konseptual, prosedural, dan teknis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa pendidikan matematika semester IV. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik serta analisis dokumen hasil pekerjaan mahasiswa. Hasil penelitian mengungkap bahwa mahasiswa sering melakukan kesalahan konseptual dalam memilih rumus yang sesuai serta memahami tahapan pembuktian. Kesalahan prosedural muncul akibat ketidakteraturan dalam menyusun langkah-langkah pembuktian dan kesulitan dalam menyederhanakan soal hingga bentuk akhir. Selain itu, kesalahan teknis banyak ditemukan dalam bentuk ketidaktelitian perhitungan aljabar dan manipulasi simbol. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif, seperti scaffolding dan diskusi kelompok, guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep induksi matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Syaifuddin, Syafa Shahnaz; Martini, Martini
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4683

Abstract

Critical thinking skills of students serve as the foundation for developing the competencies and qualities required in the 21st century. Therefore, teachers play a crucial role in helping students improve these skills through appropriate learning strategies. This study aims to describe students' critical thinking skills using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 36 eighth-grade students from class B at a public junior high school in Surabaya. The instruments used were pretest and posttest sheets. Data collection was conducted through tests, while data analysis involved paired t-tests and N-Gain analysis. The t-test results indicated a significant difference in the average critical thinking skills before and after the implementation of the guided inquiry learning model. Additionally, the N-Gain analysis resulted in a score of 0.8, which falls into the high category. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the guided inquiry learning model in the human respiratory system material is effective in improving students' critical thinking skills. ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis peserta didik menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi dan kualitas yang dibutuhkan di abad ke-21. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membantu peserta didik meningkatkan keterampilan ini melalui strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan jenis penelitian pre-experimental design dalam rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 36 peserta didik kelas VIII-B di salah satu SMP Negeri Surabaya. Instrumen yang digunakan adalah lembar pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, sementara teknik analisis data melibatkan uji-t berpasangan dan analisis N-Gain. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan rerata keterampilan berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Selain itu, hasil analisis N-Gain memperoleh nilai sebesar 0,8, yang termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi sistem pernapasan manusia efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Meriska, Novi; Sudibyo, Elok
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4684

Abstract

In the 21st century, critical thinking is a crucial skill that supports the development of students' competence and quality. Therefore, teachers play a strategic role in designing effective learning strategies to enhance this ability. This study aims to describe critical thinking skills. This research uses a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest research design. The research sample consists of 34 students from class VII-E at SMP Negeri 61 Surabaya. The instruments used in this study include pretest and posttest sheets, learning implementation observation sheets, and student response questionnaires. The data collection techniques used in this study are tests, observations, and questionnaires. The data analysis technique for measuring the improvement of critical thinking skills uses a paired t-test and N-Gain analysis. The t-test results indicate a difference in the average critical thinking skills of students before and after the implementation of the PBL model. The N-Gain analysis results show a score of 0.8, categorized as high. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the PBL model in the water pollution material can improve students' critical thinking skills. ABSTRAKDi era abad ke-21, berpikir kritis menjadi keterampilan penting yang mendukung pengembangan kompetensi dan kualitas siswa. Oleh sebab itu, guru memiliki peran strategis dalam merancang pembelajaran yang efektif guna meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan menggunakan desain penelitian one-group pretest posttest design. Sampel penelitian ini adalah 34 peserta didik kelas VII-E SMP Negeri 61 Surabaya. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar pretest dan posttest, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar angket respons peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah tes, observasi, dan angket. Teknik analisis data peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan uji-t berpasangan dan analisis N-Gain. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan rerata keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model PBL. Hasil analisis N-Gain mendapatkan nilai sebesar 0,8 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL pada materi pencemaran air dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
PENGARUH TUGAS KKNI TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN PRODUKTIVITAS MAHASISWA MANAJEMEN KONSTRUKSI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN ANGKATAN 2023 Saing, Nasib Maruli Tua; Sitindaon, David; Sagala, Prihatin Ningsih; Sinaga, Debora; Silalahi, Lisbeth Grace Luciana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4685

Abstract

This study analyzes the impact of KKNI assignments on sleep quality and productivity among 2023 Construction Management students at Universitas Negeri Medan. Using a quantitative approach with a correlational survey design, this research measures the relationship between KKNI assignment workload, sleep disturbances, and their effects on students' academic productivity. The results of multiple linear regression analysis indicate that late-night study habits, reduced sleep duration, and fatigue during lectures due to KKNI assignments significantly affect student productivity. Students who frequently stay up late experience a decline in productivity due to disruptions in physical and mental recovery. Although some students can adapt to academic pressure, the negative effects of sleep deprivation outweigh the productivity gains from academic demands. This study provides valuable insights for educational institutions in formulating more balanced academic policies to support student well-being. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis pengaruh tugas KKNI terhadap kualitas tidur dan produktivitas mahasiswa Manajemen Konstruksi Universitas Negeri Medan angkatan 2023. Dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain survei korelasional, penelitian ini mengukur hubungan antara beban tugas KKNI dengan gangguan tidur dan dampaknya terhadap produktivitas akademik mahasiswa. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kebiasaan tidur larut malam, berkurangnya waktu tidur, serta rasa lelah saat kuliah akibat tugas KKNI memiliki dampak signifikan terhadap produktivitas mahasiswa. Mahasiswa yang sering begadang mengalami penurunan produktivitas akibat terganggunya proses pemulihan fisik dan mental. Meskipun sebagian mahasiswa dapat beradaptasi dengan tekanan akademik, efek negatif dari kurang tidur lebih dominan dibandingkan peningkatan produktivitas akibat tekanan akademik. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi institusi pendidikan dalam menyusun kebijakan akademik yang lebih seimbang guna menjaga kesejahteraan mahasiswa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Amanda, Anita Septi; Sudibyo, Elok
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4686

Abstract

Creative thinking is one of the essential skills that must be possessed by students in the 21st century. However, in practice, many students have difficulty in developing these skills. Therefore, this study aims to improve students' creative thinking skills through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in the learning process. This study used a one-group pretest-posttest design, which is included in the pre-experimental category. The subjects of the study consisted of 34 seventh grade students at UPT SMPN 18 Gresik who were selected using a purposive sampling technique. The research instruments included a creative thinking test conducted before and after learning, as well as an observation sheet to monitor the implementation of learning. Data were collected through observation and testing, then analyzed using the V Gain test to measure the increase in creative thinking skills based on the results of the pretest and posttest. In addition, descriptive analysis was carried out by calculating the average score from the observation sheet to assess the effectiveness of the application of the learning model. The results showed that the application of the PBL model significantly improved students' creative thinking skills, with a high increase category based on the N-Gam calculation. This finding confirms that the use of the PBL model in learning the sub-material of soil pollution can help junior high school students develop creative thinking skills more effectively. ABSTRAKBerpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh peserta didik pada abad ke-21. Namun, dalam praktiknya, banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest, yang tergolong dalam kategori pra-eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas 34 peserta didik kelas VII di UPT SMPN 18 Gresik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes berpikir kreatif yang dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran, serta lembar observasi untuk memantau pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengujian, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain guna mengukur peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan hasil pretest dan posttest. Selain itu, analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung rata-rata skor dari lembar observasi untuk menilai efektivitas penerapan model pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, dengan kategori peningkatan yang tinggi berdasarkan perhitungan N-Gain. Temuan ini menguatkan bahwa penggunaan model PBL dalam pembelajaran submateri pencemaran tanah dapat membantu peserta didik SMP mengembangkan keterampilan berpikir kreatif secara lebih efektif.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Nailinda, Vitra; Alim, Jesi Alexander; Sekarwinahyu, Mestika
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4700

Abstract

This study aims to analyze the effect of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning on critical thinking skills of fourth grade elementary school students. The method used is an experiment with nonequivalent control group design, comparing the learning outcomes between experimental class (IV A) that applies STEM learning and control Class (IV B) that uses conventional methods. The research instrument is a test of critical thinking skills through pretest and posttest techniques. The results of data analysis showed that the significance value of the hypothesis test (2-tailed) of 0.001 < 0.05, which means there is a significant difference in the average score of critical thinking skills between the two classes. In addition, the increase in experimental class posttest scores was higher than that of the control class, which indicates the effectiveness of STEM learning in improving students ' critical thinking skills. Thus, the application of STEM learning has a positive effect on the development of critical thinking skills of elementary school students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain nonequivalent control group design, membandingkan hasil belajar antara kelas eksperimen (IV A) yang menerapkan pembelajaran STEM dan kelas kontrol (IV B) yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa soal tes keterampilan berpikir kritis melalui teknik pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai signifikansi uji hipotesis (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam skor rata-rata keterampilan berpikir kritis antara kedua kelas. Selain itu, peningkatan nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yang mengindikasikan efektivitas pembelajaran STEM dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, penerapan pembelajaran STEM berpengaruh positif terhadap perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN E-MODUL KIMIA PADA MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA Kelana, Ardian Hangga; Irawan , Sakka; Karubaba, Marice; Sahar , Adnan; Daullu, Melissa Aeudia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4578

Abstract

This study aims to investigate the improvement of students' critical thinking skills through the use of Papuan local wisdom-based chemistry e-modules on colloid material. Using the Research and Development (R & D) method, this study focuses on the development and implementation of e-modules that integrate chemistry content with the Papuan cultural and environmental context. The research sample consisted of 30 students of class XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja, Jayapura. Data collection was carried out before and after the implementation of the e-module to measure changes in critical thinking skills. The data analysis technique used the N-Gain test to determine the level of improvement in students' critical thinking skills quantitatively. The results of the N-Gain analysis showed an average increase of 0.48, which was categorized as a moderate increase. These findings indicate that Papuan local wisdom-based chemistry e-modules have the potential to be effective learning media to improve students' critical thinking skills on colloid material. The implication of this study is that the integration of local wisdom in learning materials can increase the relevance and appeal of the material for students, thereby encouraging deeper and more critical thinking. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui penggunaan e-modul kimia berbasis kearifan lokal Papua pada materi koloid. Menggunakan metode Research and Development (R & D), penelitian ini berfokus pada pengembangan dan implementasi e-modul yang mengintegrasikan konten kimia dengan konteks budaya dan lingkungan Papua. Sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja, Jayapura. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah implementasi e-modul untuk mengukur perubahan keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain untuk menentukan tingkat peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara kuantitatif. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 0,48, yang dikategorikan sebagai peningkatan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa e-modul kimia berbasis kearifan lokal Papua memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi koloid. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa integrasi kearifan lokal dalam materi pembelajaran dapat meningkatkan relevansi dan daya tarik materi bagi peserta didik, sehingga mendorong pemikiran yang lebih mendalam dan kritis.