cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 679 Documents
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA YANG TERKANDUNG PADA BUDAYA BERTANI MASYARAKAT JOMBANG Risdiana Andika Fatmawati; Supriyono Supriyono; Slamet Arifin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8931

Abstract

Farming culture is a social practice rich in local knowledge and ethnomathematical elements contained in each stage of rice cultivation, as well as analysing its relevance to contextual mathematics learning. The research used qualitative methods with an ethnographic approach through field observations, in-depth interviews, and documentation of farmers who were directly involved in all aspects of rice cultivation, including the forms of mathematical reasoning that arose naturally from the community's experience in cultivating rice fields. However, the potential of mathematics in the agricultural culture of Bareng Subdistrict, Jombang Regency, has not been widely explored as a source of learning in primary schools. This study aims to identify and describe the agricultural process. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and interactive conclusion drawing. The results of the study show that every agricultural activity, from ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, to harvesting, contains mathematical concepts such as measurement, estimation, comparison, row-column patterns, symmetry, proportionality, division of space, work rhythm, and frequency calculation. These concepts are applied intuitively and are not expressed in formal mathematical language, but are reflected through the actions and work strategies of farmers. This study concludes that the farming culture of the Bareng community has strong potential as a learning resource for developing numeracy. ABSTRAK Budaya bercocok tanam merupakan salah satu praktik sosial yang kaya akan pengetahuan lokal, unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam setiap tahapan bercocok tanam padi, serta menganalisis relevansinya bagi pembelajaran matematika kontekstual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petani yang terlibat langsung dalam seluruh termasuk bentuk-bentuk penalaran matematis yang muncul secara alami dari pengalaman masyarakat dalam mengolah sawah. Namun, potensi matematika dalam budaya pertanian di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, belum banyak dieksplorasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aktivitas pertanian mulai dari ngluku, nggebyok, nandur, ngopeni, hingga panen mengandung konsep matematika seperti pengukuran, estimasi, perbandingan, pola baris kolom, simetri, proporsionalitas, pembagian ruang, ritme kerja, dan perhitungan frekuensi. Konsep-konsep ini diterapkan secara intuitif dan tidak dinyatakan dalam bahasa matematika formal, tetapi tercermin melalui tindakan dan strategi kerja petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya bertani masyarakat Bareng memiliki potensi kuat sebagai sumber belajar untuk mengembangkan  numerasi siswa melalui pembelajaran berbasis konteks yang dekat dengan kehidupan mereka.  
PENGARUH MODEL TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR SEL Elsa Rima Prahesti; Arni Ramadhani; Niken Alya Salsabila; Nevilia Pramesti Irawan; Jodion Siburian; Ine Tentia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.8933

Abstract

Communication skills are a vital competency in the era of globalization and society 5.0, but their application in biology learning is often still minimal due to the lack of active interaction in the classroom. This study aims to evaluate the effectiveness of the Two Stay Two Stray (TSTS) learning model in improving students' communication skills in cell structure material. Using the Classroom Action Research (CAR) method implemented in two cycles (planning, implementation, observation, and reflection) in class X.2.2 of SMA Negeri 8 Jambi City with 33 students, this study measured communication indicators such as cooperation, interpersonal skills, integrity, responsibility, and interactive communication through a non-test questionnaire. Quantitative descriptive analysis showed a significant increase in students' communication skills, moving from the good category (80.3%) in the pre-action to very good (88.1%) in the second cycle. This increase was driven by the optimization of discussion time and group presentation obligations that facilitated a more intensive exchange of ideas. It was concluded that the TSTS model was effective in developing students' communication skills, although additional mentoring strategies were needed for students with low initial abilities to ensure equitable learning outcomes. ABSTRAK Keterampilan komunikasi merupakan kompetensi vital dalam era globalisasi dan masyarakat 5.0, namun penerapannya dalam pembelajaran biologi sering kali masih minim akibat kurangnya interaksi aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada materi struktur sel. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi) di kelas X.2.2 SMA Negeri 8 Kota Jambi dengan 33 siswa, penelitian ini mengukur indikator komunikasi seperti kerja sama, keterampilan interpersonal, integritas, tanggung jawab, dan komunikasi interaktif melalui angket non-tes. Analisis deskriptif kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan komunikasi siswa, bergerak dari kategori baik (80,3%) pada pra-tindakan menjadi sangat baik (88,1%) pada siklus kedua. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi waktu diskusi dan kewajiban presentasi kelompok yang memfasilitasi pertukaran ide secara lebih intensif. Disimpulkan bahwa model TSTS efektif dalam menumbuhkan kemampuan komunikasi siswa, meskipun diperlukan strategi pendampingan tambahan bagi siswa dengan kemampuan awal yang rendah untuk memastikan pemerataan hasil belajar.  
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD Rita Dewi; Endang Wahyuningrum; Siti Aisyah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9206

Abstract

This study aims to analyze the improvement of fifth-grade students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model at SD Peradaban Serang. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. The population consisted of all fifth-grade students in the 2024/2025 academic year, with two classes selected as the experimental and control groups, each comprising 21 students. The research instruments included an essay-based mathematical critical thinking test developed according to Facione’s indicators (interpretation, analysis, evaluation, and inference) and a multiple-choice mathematics achievement test, all of which met validity and reliability requirements. Data were analyzed using an independent samples t-test and N-Gain analysis. The results indicated that the implementation of PBL had a significant effect on mathematical critical thinking skills (t = −3.317; p = 0.002) and mathematics learning outcomes (t = −2.241; p = 0.031). Mathematically, the mean N-Gain score for mathematical critical thinking in the experimental class was 0.5236 (52.36%), which was higher than that of the control class at 0.4966 (49.66%), with a difference of 2.70%; both were categorized as moderate. Meanwhile, the mean N-Gain score for mathematics learning outcomes in the experimental class was 0.3715 (37.15%), classified as moderate, and higher than that of the control class at 0.2352 (23.52%), which was categorized as low. These findings indicate that the Problem Based Learning model is more effective in improving students’ mathematical critical thinking skills and mathematics learning outcomes at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Peradaban Serang melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas V tahun ajaran 2024/2025, dengan dua kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 21 siswa. Instrumen penelitian terdiri atas tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan indikator Facione (interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi) serta tes hasil belajar matematika berbentuk pilihan ganda, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan independent samples t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis (t = −3,317; p = 0,002) dan hasil belajar matematika (t = −2,241; p = 0,031). Secara matematis, nilai rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kritis matematis pada kelas eksperimen sebesar 0,5236 (52,36%) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,4966 (49,66%), dengan selisih peningkatan sebesar 2,70% dan keduanya berada pada kategori sedang. Sementara itu, nilai N-Gain hasil belajar matematika pada kelas eksperimen sebesar 0,3715 (37,15%) termasuk kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,2352 (23,52%) yang berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
DEVELOPMENT OF ETHNO-STEM BASED MODULES INTEGRATED WITH CREATIVE THINKING ON ELEMENTS, COMPOUNDS AND MIXTURES MATERIAL Erina Debora Mastauli Lubis; Ely Djulia; Samdinal Samdinal
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9227

Abstract

The limited relevance of science learning and the dominance of conventional teaching methods have led to low creative thinking skills among students. This study aims to develop an Ethno-STEM-based module integrated with creative thinking skills on the topic of elements, compounds, and mixtures. The development model used is the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), limited to expert validation, teacher and student responses. The module integrates local wisdom and cultural contexts with STEM learning stages, fostering fluency, flexibility, originality, and elaboration. The validation results show that the module meets the "very valid" criteria from material experts (Aiken’s V = 0.85), learning experts (0.84), media experts (0.81), and test instrument validators (0.83). Science teachers also rated the module very valid (0.89). Student responses reached an average of 89%, categorized as “very practical,” indicating that the module is attractive, easy to understand, culturally relevant, and effective in stimulating creative thinking. Thus, the developed Ethno-STEM module is highly feasible, practical, and relevant as an alternative teaching material in supporting the Independent Curriculum and enhancing students’ creative thinking. ABSTRAK Keterbatasan relevansi pembelajaran sains dan dominasi metode pengajaran konvensional telah menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif di kalangan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis Etno-STEM yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif pada topik unsur, senyawa, dan campuran. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Definisikan, Rancang, Kembangkan, dan Sebarkan), yang dibatasi oleh validasi ahli, Guru dan respons siswa. Modul ini mengintegrasikan kearifan lokal dan konteks budaya dengan tahapan pembelajaran STEM, mendorong kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul tersebut memenuhi kriteria "sangat valid" dari para ahli materi (Aiken’s V = 0,85), ahli pembelajaran (0,84), ahli media (0,81), dan validator instrumen tes (0,83). Guru IPA juga menilai modul tersebut sangat valid (0,89). Respons siswa mencapai rata-rata 89%, dikategorikan sebagai "sangat praktis," menunjukkan bahwa modul tersebut menarik, mudah dipahami, relevan secara budaya, dan efektif dalam merangsang berpikir kreatif. Dengan demikian, modul Ethno-STEM yang dikembangkan sangat layak, praktis, dan relevan sebagai bahan ajar alternatif dalam mendukung Kurikulum Mandiri dan meningkatkan pemikiran kreatif siswa.  
THE EFFECT OF THE COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILL ON ECOLOGY AND BIODIVERSITY MATERIAL GRADE VII SMP Isfahani Isfahani; Wina Dyah Puspita Sari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9228

Abstract

This study aims to determine the effect of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on students learning outcomes and critical thinking skills in Ecology and Biodiversity material for Grade VII students at SMP Negeri 35 Medan. The research employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design involving two classes with a total of 64 students, in which the experimental class was taught using the NHT learning model while the control class was taught using a conventional teacher-centered learning model. Data were collected through pretest and posttest instruments, and the improvement in students’ learning outcomes was measured using the normalized gain (N-Gain). The results showed that both classes experienced improvement; however, the experimental class demonstrated a higher increase, with an average N-Gain score of 0.523 categorized as medium, compared to 0.372 in the control class, which was also categorized as medium. Furthermore, the results of the onetailed independent sample t-test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the improvement in learning outcomes of students taught using the NHT learning model was significantly higher than that of students taught using the conventional learning model. These findings indicate that the Numbered Heads Together (NHT) learning model has a positive and significant effect on students learning outcomes and can be used as an effective alternative model in science learning, particularly in Ecology and Biodiversity topics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati kelas VII di SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group yang melibatkan dua kelas dengan jumlah keseluruhan 64 siswa, di mana kelas eksperimen diajar menggunakan model pembelajaran NHT sedangkan kelas kontrol diajar menggunakan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen pretest dan posttest, sedangkan peningkatan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan normalized gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,523 pada kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,372 yang juga termasuk kategori sedang. Selanjutnya, hasil uji independent sample t-test satu arah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa serta dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BILATERAL HAND SKILL UNTUK PENGUATAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN Dihni Sofwatun Najah; Aprilia Wahyuning Fitri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9274

Abstract

This study aimed to develop a bilateral hand skill-based learning media called “Tree and Caterpillar Numbers” to improve number concept recognition from 1 to 20 in children aged 5–6 years. The research method used was Research and Development (R&D) with the 4D model consisting of the define, design, develop, and disseminate stages; however, this study was limited to the develop stage. The research subjects were children aged 5–6 years at RA Al Ma’arif Mandiraja and TK Perwanida Mandiraja. Data collection techniques included observation, expert validation questionnaires, and documentation. The results showed that the developed learning media was categorized as feasible to be used in learning activities because it integrated motor and cognitive activities through bilateral hand coordination. This media created a more interactive and enjoyable learning environment and helped children understand number concepts more concretely. Therefore, bilateral hand skill-based learning media can be used as an alternative instructional tool to improve early childhood number concept abilities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis bilateral hand skill berupa pohon dan ulat angka untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan 1–20 pada anak usia 5–6 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun penelitian dibatasi sampai tahap develop. Subjek penelitian melibatkan anak usia 5–6 tahun di RA Al Ma’arif Mandiraja dan TK Perwanida Mandiraja. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket validasi ahli media dan ahli permainan anak usia dini, serta dokumentasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media “pohon dan ulat angka” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran karena mampu mengintegrasikan aktivitas motorik dan kognitif melalui koordinasi kedua tangan. Media ini dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan membantu anak dalam memahami konsep bilangan secara lebih konkret. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis bilateral hand skill dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak usia dini.  
ANALISIS KINERJA METAKOGNISI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA: SUATU SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Achmad Nurhadi; Scolastika Mariani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9285

Abstract

Mathematical problem-solving ability is a crucial higher-order cognitive competence essential in 21st-century education. This skill significantly contributes to students' reasoning, decision-making, and their readiness to face various real-world problems. Integrating mathematical problem-solving into education promotes critical thinking and equips students with cross-curricular skills necessary for modern careers. This study aims to conduct a systematic literature review (SLR) to synthesize research on students' mathematical problem-solving abilities and metacognitive performance. The review utilized the Scopus database and adopted a Population-Concept-Context (PCC) framework to formulate research questions. The results indicate a growing trend in the integration of metacognitive strategies, such as self-regulation and metacognitive awareness, into mathematics education. Studies highlight the positive impact of metacognitive training on problem-solving skills, with technology-based learning tools further enhancing metacognitive awareness. The study concludes that fostering metacognitive skills through strategic teaching can improve students' problem-solving abilities, especially among low-achieving learners. Future research should explore long-term effects and refine measurement tools for metacognitive skills to expand the understanding of how metacognition impacts mathematical problem-solving across different educational contexts. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kompetensi kognitif tingkat tinggi yang sangat penting dalam pendidikan abad ke-21. Kemampuan ini berkontribusi signifikan terhadap penalaran, pengambilan keputusan, serta kesiapan siswa dalam menghadapi permasalahan dunia nyata yang beragam. Integrasi pemecahan masalah matematika dalam pendidikan tidak hanya mendorong berpikir kritis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan lintas kurikuler yang relevan dengan tuntutan karier modern. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic literature review (SLR) guna mensintesis penelitian terkait kemampuan pemecahan masalah matematika dan kinerja metakognisi siswa. Kajian ini menggunakan basis data Scopus dan mengadopsi kerangka Population-Concept-Context (PCC) dalam merumuskan pertanyaan penelitian. Hasil sintesis menunjukkan tren yang meningkat dalam penerapan strategi metakognitif, seperti regulasi diri dan kesadaran metakognitif, dalam pembelajaran matematika. Studi-studi menunjukkan pengaruh positif pelatihan metakognitif terhadap keterampilan pemecahan masalah, dengan alat pembelajaran berbasis teknologi yang lebih lanjut meningkatkan kesadaran metakognitif siswa. Kesimpulannya, pengembangan keterampilan metakognitif melalui pengajaran yang terstrategi dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, terutama pada siswa dengan prestasi rendah. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji efek jangka panjang dan mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan metakognitif untuk memperluas pemahaman tentang pengaruh metakognisi terhadap pemecahan masalah matematika di berbagai konteks pendidikan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS VIDEO ANIMASI STOPMOTION PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD/MI Nisa Fidian Sary; Nurul Hidayah; Anton Tri Hasnanto
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9292

Abstract

The main problem in science and science learning for class IV SD/MI is the limited use of conventional learning media and the lack of ability to visualize abstract material, resulting in low student involvement and understanding. This research aims to develop digital learning media based on stopmotion animation videos and test the level of feasibility and user response to the media developed. The research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which includes analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research subjects involved media experts, material experts, educators, and class IV SD/MI students. Data was collected through validation questionnaires and response questionnaires, then analyzed quantitatively and qualitatively. The research results showed that the media developed obtained a feasibility level of 77% from media experts and 94% from material experts, and received a very positive response from educators (97%) and students (88–90%). Thus, digital learning media based on stopmotion animation videos is declared very suitable for use. The implications of this research show that stopmotion media can be an innovative alternative to improve the quality of contextual and interesting science and science learning in elementary schools. ABSTRAK Permasalahan utama dalam pembelajaran IPAS kelas IV SD/MI adalah keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mampu memvisualisasikan materi yang abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital berbasis video animasi stopmotion serta menguji tingkat kelayakan dan respon pengguna terhadap media yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli media, ahli materi, pendidik, dan peserta didik kelas IV SD/MI. Data dikumpulkan melalui angket validasi dan angket respon, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 77% dari ahli media dan 94% dari ahli materi, serta mendapat respon sangat positif dari pendidik (97%) dan peserta didik (88–90%). Dengan demikian, media pembelajaran digital berbasis video animasi stopmotion dinyatakan sangat layak digunakan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media stopmotion dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang kontekstual dan menarik di sekolah dasar.  
PENGARUH MANAJEMEN KELAS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP Naslawati Naslawati
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9301

Abstract

This study aims to determine the effect of classroom management on mathematics learning outcomes of eighth-grade students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe City. The research employed a quantitative approach with a correlational research design. The population and sample consisted of all eighth-grade students totaling 28 students using saturated sampling technique. Data collection was conducted through a classroom management questionnaire with 25 statement items using a Likert scale and documentation of mathematics grades. Data analysis techniques included descriptive statistics, prerequisite tests (normality and linearity), and simple linear regression analysis. The results showed that classroom management was in the good category with an average score of 97.43, and mathematics learning outcomes had an average of 79.82 with a mastery level of 75%. There was a positive and significant effect of classroom management on mathematics learning outcomes with a t-value of 8.273 > t-table 2.056 and significance of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination of 0.612 indicates that classroom management contributes 61.2% to students' mathematics learning outcomes, while 38.8% is influenced by other factors. The regression equation Y = 24.156 + 0.571X shows that every one-unit increase in classroom management score will improve mathematics learning outcomes by 0.571 units. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen kelas terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 28 siswa dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket manajemen kelas dengan 25 item pernyataan menggunakan skala Likert dan dokumentasi nilai matematika. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan linearitas), dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas termasuk kategori baik dengan skor rata-rata 97,43 dan hasil belajar matematika memiliki rata-rata 79,82 dengan tingkat ketuntasan 75%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen kelas terhadap hasil belajar matematika dengan nilai t hitung 8,273 > t tabel 2,056 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,612 menunjukkan bahwa manajemen kelas memberikan kontribusi sebesar 61,2% terhadap hasil belajar matematika siswa, sedangkan 38,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Persamaan regresi Y = 24,156 + 0,571X menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan skor manajemen kelas akan meningkatkan hasil belajar matematika sebesar 0,571 satuan  
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERKAIT PRESENCE DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY Rieke Nur Fitria; Muhamad Arif Mahdiannur
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9323

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of Presence in augmented reality (AR)-based science learning, which includes the dimensions of spatial Presence, Social Presence, and Self- Presence, and to examine the differences in Presence based on previous AR experience and the relationship between Presence dimensions. A quantitative approach with a survey method was used, involving 335 ninth-grade students of Public Junior High Schools in Krian District, Sidoarjo Regency from SMPN 1 Krian, SMPN 2 Krian, and SMPN 3 Krian. The instrument used was the Augmented Reality Presence Scale (ARPS) consisting of 21 items with a 5-point Likert scale. Data analysis included descriptive statistics, independent t-test, and Pearson correlation. The results revealed that students' Presence perceptions were in the high category (M = 3.70), with the highest Social Presence score (M = 3.85), followed by spatial Presence (M = 3.68), and Self-Presence (M = 3.55). Significant differences were found in all dimensions of Presence between students with and without prior AR experience, with medium to large effect sizes (d = 0.701 – 0.835). Three dimensions of Presence showed a strong positive correlation (r = 0.793 – 0.871). This study concluded that AR technology effectively creates immersive learning experiences, although Self-Presence still needs improvement. It is recommended that teachers provide technology orientation sessions before instruction and that media developers integrate narrative elements to enhance student emotional engagement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa tentang Presence dalam pembelajaran IPA berbasis augmented reality (AR), yang mencakup dimensi spatial presence, social presence, dan self-presence, serta untuk mengkaji perbedaan Presence berdasarkan pengalaman AR sebelumnya dan hubungan antar dimensi Presence. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, melibatkan 335 siswa kelas IX SMP Negeri di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo yang berasal dari SMPN 1 Krian, SMPN 2 Krian, dan SMPN 3 Krian. Instrumen yang digunakan adalah Augmented Reality Presence Scale (ARPS) yang terdiri dari 21 item dengan skala Likert 5 titik. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji-t independen, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa persepsi Presence siswa berada pada kategori tinggi (M = 3,70), dengan skor social presence tertinggi (M = 3,85), diikuti oleh spatial presence (M = 3,68), dan self-presence (M = 3,55). Perbedaan yang signifikan ditemukan di semua dimensi Presence antara siswa dengan dan tanpa pengalaman AR sebelumnya, dengan ukuran efek sedang hingga besar (d = 0,701 – 0,835). Tiga dimensi Presence menunjukkan korelasi positif yang kuat (r = 0,793 – 0,871). Studi ini menyimpulkan bahwa teknologi AR secara efektif menciptakan pengalaman belajar yang imersif, meskipun Presence diri masih membutuhkan perbaikan. Disarankan agar guru memberikan sesi orientasi teknologi sebelum pengajaran dan agar pengembang media mengintegrasikan elemen naratif untuk meningkatkan keterlibatan emosional siswa.