cover
Contact Name
Doni Ferdiansyah
Contact Email
agrosains@uim.ac.id
Phone
+6287866101838
Journal Mail Official
doni.ferdiansyah.df@gmail.com
Editorial Address
Jl. Miftahul Ulum Islamic Boarding School Bettet Pamekasan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif
ISSN : 24076287     EISSN : 25984179     DOI : https://doi.org/10.31102/agrosains.v5i2
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif OF AGROSAINS: Creative and Innovative Works are Electronic and Print Journals. This journal publishes scientific articles both from research results and innovations from upstream to downstream in various fields of science including: Agrotechnology Agribusiness Agribusiness Fisheries.
Articles 102 Documents
PEMUPUKAN RASIONAL NPK DAN PUPUK ORGANIK PADA PADI SAWAH ATAS DASAR STATUS HARA DALAM TANAH Dewo Ringgih; Lulus Sunaryo
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2015.2.2.200-211

Abstract

Assembled technology to support a program to increase rice production needs to be evaluated and developed in order to answer the problems that exist. Application of the technology package that is not specific location or a general nature led to less efficient in the use of the package. To overcome such a drop in soil fertility, must be done by the use of inorganic and organic fertilizers. The use of organic fertilizer is intended to improve the physical, chemical and biological soil followed by improvements to the soil chemical properties in a rational fertilization. NPK fertilizer experiment (Phonska) and organic fertilizer made on rice plants at two locations, Sumenep and Pasuruan. 14 treatment combinations in a test for NPK fertilizer (Phonska) and 18 treatment combinations in a test for organic fertilizer, all treatments were made to 3x replication using split plot design. Data collected include parameters of growth and yield components, which are then analyzed using ANOVA and the differences between treatments were tested by Duncan Multi Range Test (DMRT 0.05). From the experiments shown that the use of NPK fertilizer (Phonska) and organic fertilizer is very effective in improving growth and yield compared with each treatment comparison (control). At the location reseach, in Sumenep and Pasuruan use of NPK (Phonska) as much as 200kg / ha combined with 250 kg urea / ha had a very real response to the growth parameters and yield compared to other treatment dose. Response of plants to the use of organic fertilizers differ between the two test sites, depending on the level of soil fertility. Sumenep optimal dose is 250 kg + 200 kg NPK fertilizer (Phonska) + organic fertilizer 6000 kg / ha. As for the location pasuruan optimal dose of 150 kg + 200 kg NPK fertilizer (Phonska) + organic fertilizer 4000 kg / ha. But consideration of the amount of organic fertilizers that are required in large quantities and is not easy in the procurement, application and costs, so that the recommended dose between 2000 and 6000kg / ha. Differences optimal dose in each of these locations indicates the importance of the application on the basis of a rational fertilizing the soil nutrient status as proposed by Suyamto (2002).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHA BUDIDAYA PEMBESARAN UDANG VANNAME (Litopenaeus vannamei) DI KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR M.Taufiq Hidayat; Supriyadi Yadi
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.212-223

Abstract

Budidaya (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2007).Kondisi seperti ini mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan budidaya karena produksi tangkap menurun. Usaha perikanan budidaya diperkirakan akan mempunyai peran yang penting dalam jangka panjang karena sumber daya laut akan semakin berkurang yang disebabkan oleh sifatnya yang terbuka untuk di manfaatkan oleh siapa saja dan termasuk sumber daya alam yang mempunyai waktu lama untuk bisa diperbaharui. Bukan hanya itu, budidaya perikanan juga mempunyai peran penting bagi perikanan Indonesia dalam menyediakan lapangan kerja, ketahanan pangan, pendapatan, devisa dan mata pencaharian bagi rakyat. Tujuan Penelitian Untuk mempelajari kondisi yang ada dari usaha budidaya pembesaran udang vanname yang terdiri dari karakteristik pembudidaya, dan karakteristik budidaya di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Menganalisis faktor produksi yang mempengaruhi usaha budidaya pembesaran udang vanname di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. kegunaan penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat Bagi peneliti diharapkan penelitian ini dapat berguna dalam pengembangan ilmu ekonomi perikanan dan sebagai penyempurna bagi penelitian yang sama dimasa yang akan datang terutama yang berkaitan dengan faktor produksi budidaya pembesaran udang vanname , bagi para pelaku usaha diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor utama yang mempengaruhi produksi udang vanname yang mereka jalankan saat ini dan bagi pemerintah diharapkan dapat memberikan informasi dan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas udang vanname. Karakteristik pembudidaya udang vanname dapat diketahui bahwa berdasarkan usia pembudidaya terbanyak berkisar antara 33-38 tahun dan 45-50 tahun dengan jumlah masing-masing 13 orang (26%). Sedangkan umur pembudidaya dengan jumlah terkecil pada usia 63 – 68 tahun yaitu 1 orang (2 %). Berdasarkan tingkat pendidikan pembudidaya terbanyak yaitu SD sebesar 15 orang (30%) dan tingkat pendidikan pembudidaya terkecil yaitu Sarjana sebesar 8 orang (16%). Berdasarkan pekerjaan pembudidaya menganggap usaha budidaya pembesaran udang vanname merupakan pekerjaan utama sebanyak 39 orang (78%) dan pekerjaan sampingan sebanyak 11 orang (22%). Pembudidaya terbanyak dan terkecil yang menganggap usaha budidaya udang vanname sebagai pekerjaan sampingan, yaitu mempunyai pekerjaan utama sebagai wiraswasta sebesar 5 orang (45,4%) dan sebagai karyawan sebesar 1 orang (9,1%). Karakteristik budidaya yang dilakukan oleh pembudidaya udang vanname meliputi : 1) persiapan lahan tambak (perbaikan konstruksi tambak, pengangkatan lumpur, pengeringan, penyettingan sarana dan fasilitas tambak, pengapuran, pengisian dan persiapan air, aplikasi probiotik, serta pengadaan dan pengangkutan benur); 2) pemeliharaan (pengelolaan media budidaya, pengelolaan pakan, sampling, pengendalian dan pemberantasan hama, serta manajemen penanggulangan penyakit) dan; 3) pemanenan dan penanganan hasil.
ANCAMAN PERIKANAN SKALA KECIL TERHADAP HIU DI SUMENEP UNTUK KEBUTUHAN PENGELOLAAN YANG EFEKTIF DAN BERKELANJUTAN Doni Ferdiansyah; M.Taufiq Hidayat
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.224-233

Abstract

ABSTRACT The high demand of shark products, particularly fins, have influenced the increase in the exploitation and trade of sharks, included small scale fisheries. The condition can increase the vulnerability of sharks because of their biological cycle and as a top predator and economically important fish. This paper aims to identify the conditions of exploitation and management of sharks in Sumenep Regency. The method used in this research is the field observation, in-depth interview and review of policies. Based on the existing results indicate that over-exploitation has occurred in Sumenep, where fishermen catch almost any size shark, both great until the baby sharks ('baby hiu’) in large numbers. Several species of sharks that many caught are the species Carcharhinus melanopterus, C. obscurus, Sphyrna lewini and Chiloscyllium punctatum. Shark trade activities occur in Tempat Pelelangan Ikan (TPI) of Pasongsongan, the fishing port of Ambunten, Dasuk, Dungkek, and Tanjung–Saronggi. Currently, the regulations governing the management and protection of sharks in Indonesia is still limited to only a few species of sharks, including whale sharks (Rhincodon typus), shark saws (Pristis Microdon, P. clavata, P. zijsron, and Anoxypritis cuspidata), and manta rays (Manta birostris and M. Alfredi), although other species has status Near Threatened until Endengered based International Union for Conservation of Nature (IUCN) and Appendix II based on the Convention on International Trade in Endangered species (CITES). Not to socialized existing regulations to the fishermen, the absence of regional policy in particular, and the high price is one reason still rampant shark fishing on a large scale. To that end, public awareness activities to fishermen and communities and appropriate regulation is needed in sustainable shark management efforts
PENGARUH MACAM BAHAN ORGANIKTERHADAP PERTUMBUHAN SEMAIAN KLON KAKAO ( Theobroma cacao, L ) Rully Awidiyantini
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.234-243

Abstract

Untuk mengetahui macam bahan organik terbaik terhadap pertumbuhan semaian beberapa klon kakao. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percobaan di Perum TrunojoyoRegency Marengan pada ketinggian sekitar kurang 40 m dpl. Penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) secara faktorial dengan 3 ulangan . Faktor pertama adalah macam bahan organik yang terdiri atas kompos kulit kopi ( M1 ), kompos jerami ( M2 ), kompos pupuk kandang (M3), kompos belotong (M4), kompos serbuk gergaji kayu jati (M5), kompos serbuk gergaji kayu sengon (M6). Faktor yang kedua macam klon yaitu yang terdiri atas klon BR 25 (K1). PBC 123 (K2) dan BAL 209 (K3).Parameter utama yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun diameter batang, panjang akar, volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat basah akar, batang dan daun, berat kering akar, batang, dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan organik terbaik adalah kompos kulit kopi dengan (C/N = 11,8) klon terbaik klon BR 25. Sebaliknya bahan organik yang berpengaruh paling jelek dengan C/N 15,5 pada semaian kakao.
Evaluasi Nilai Heterosis dan Heterobeltiosis Pada Persilangan Dialel Tanaman Jagung Madura (Zea mays L.) Achmad Amzeri
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.244-253

Abstract

ABSTRACT The identification of heterosis and heterobeltiosis in a dialel cross between the Madura inbred lines is needed as a basis for assembling hybrid maize varieties that suitable for development in Madura. This study aimed to identify the combination of crosses that showed the best heterosis and heterobeltiosis values ​​for early maturity, production support and production per hectare characters. This research was conducted at The Experimental Station of Agricultural Faculty of Madura Trunojoyo University. Plant material used were 6 inbred lines of madura maize (UTM 2, UTM 7, UTM 14, UTM 14, UTM 15, UTM 18, and UTM 22), and 30 full-dielel cross hybrids between 6 genotypes of inbred lines. The experiments used the randomized complete block design (RCBD) three replications so that there were 108 experimental units. The observed characters were flowering age, harvest age, cob diameter, cob length, weght of 100 seed, and production per hectare. The crosses that produced the best heterosis and heterosbeltiosis values ​​for early maturity were UTM14 x UTM18, UTM15 x UTM2 and UTM18 x UTM2. The crosses for the character of cob diameter, cob length and the weight of 100 seeds mostly result in heterosis and heterobeltiosis values ​​are positive. On the character of production per hectare the highest heterosis and heterobeltiosis values ​​were crossed UTM2 x UTM14 (214,742%) and UTM2 x UTM18 (171,585%).
PENGARUH TINGKAT NAUNGAN DAN CEKAMAN AIR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RELATIF TUMBUHAN Ageratum conyzoides Linn. Riski Busaifi
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.254-266

Abstract

This research was done to determine the effect of shelter and drought stress Relative Growth Rate of plant Ageratum conyzoides Linn. The experiment was conducted at Madame Agricultural land in PPPPTK Pertanian Cianjur from December 2012 until February 2013. The experiment was using Split-plot Design with two factors. First is the degree of shelter as main plot which is consist of shelter 0%, 25%, 45% and 55%, as a drought subplot (% field capacity) consists of 100%, 80%, 60%, and 40% of field capacity (KL). There are 16 combinations of treatments with 3 repeat. Each unit treatment contained four plants which fully observed. The experimental results showed the level of shelter and water stress significantly on several variables observations. Shelter and water stress levels effect on long Relative Growth Rate plants week 4, Relative Growth Rate of leaf number 8th week, fresh weight, dry weight of plant Ageratum conyzoides Linn.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI KAKAO (Theobroma cacao) KERING (STUDI KASUS PADA PTPN XII (PERSERO) KEBUN NGRANGKAH PAWON- KEDIRI, JAWA TIMUR) Farah Mutiara
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.267-277

Abstract

Cocoa is one of the important agricultural products in Indonesia. Currently, Indonesiaranks third after Ivory Coast and Ghana as the world’s largest cocoa producer. In Indonesia, the cocoa type that can be grown is a kind of cocoa Bulk. There are many kinds of government and private sector that work in this cocoa commodity as both upstream or downstream. PTPN XII (Persero) Ngrangkah Pawon Plantation is one of company that work in the same field, in this means cocoa. This study objectives are: 1)To analyze the export trend of cocoa beans in PTPN XII (Persero) Ngrangkah Pawon Plantation, 2)To analyze the factors that affecting export of cocoa beans in PTPN XII (Persero) Ngrangkah Pawon Plantationand, 3)To analyze the benefits of cocoa beans in PTPN XII (Persero) Ngrangkah Pawon Plantation. Theresearchmethoduse trend analysisto analyze the export trend, use multiple linear regression to analyze the factors that affecting export volume of cocoa and use cost-benefit analysis to analyze thebenefit of cocoa beans. The analysisstates thatthe export trend in research location have a decrease movement pattern, factors that affecting on export volume of cocoa beans is production of cocoa beans in research locationandthe agribusiness of cocoa beans in Ngrangkah Pawon is profitable. Hopefully, with this conditions the related institution would consider all decision about cocoa in order to increase the export volume dan profitable of cocoa itself.
EKSTRUDER ULIR GANDA: PENGARUH KONDISI PROSES TERHADAP VISKOSITAS INTRINSIC ALGINAT DARI Sargassum cristaefolium Sugiono Sugio; Teti Estiasih; Masruri Masruri; Simon Bambang W.
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2016.3.1.278-285

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menentukan kondisi proses ekstrusi yang memberikan nilai maksimum respon viskositas intrinsic. Rancangan factorial 2k digunakan untuk mengetahui pengaruh suhu, kec. ulir dan pH terhadap viskositas intrinsik dan menentukan ketepatan model polynomial orde pertama. Perlakuan suhu, kec. ulir dan pH ekstraksi alginat proses ekstrusi memberikan pengaruh signifikan terhadap viscositas intrinsik. Nilai maksimum viskositas intrinsik alginat 416.16 ml/g terjadi pada kondisi proses ekstrusi suhu 60oC, kec. ulir 75 rpm dan pH 10. Model polinomial orde pertama berbentuk kuadratik,perencanaan titik pusat penelitian suhu 60oC, kec. Ulir 75 rpm dan pH 10 adalah tepat. Keywords:Alginat, Ekstruder ulir ganda, viscositas instrinsik, Sargassum cristaefolium
Strategi Pengembangan Agribisnis Durian Sebagai Komoditas Unggulan Madura Lia Kristiana
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2018.5.2.71-81

Abstract

Kecamatan Pegantenan merupakan salah satu Kecamatan dari 13 Kecamatan di Kabupten Pamekasan. Kec. Pegantenan mengembangkan tanaman durian selain tanaman padi, jagung, tembakau alpukat dan rambutan. Jumlah tanaman durian terbanyak yakni 16.950 tanaman dengan produksi 5.400 kwintal/tahun. Permasalahan yang menjadi pokok utama penelitian ini adalah faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan agribisnis durian dan bagaimana Prioritas strategi pengembangan agribisnis durian di Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil Identifikasi Faktor-Faktor Agribisnis Durian yaitu Subsistem penyedia sarana produksi, Subsistem usahatani, Subsistem Pengolahan, Subsistem Pemasan dan subsistem penunjang menunjukkan bahwa seluruh kriteria mendapat nilai bobot skoring ≥ 48. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kriteria dan subkriteria dapat diterima dan digunakan sebagai faktor yang berpengaruh dalam pengembangan agribisnis durian. Strategi Pengembangan Agribisnis berdasarkan hasil pembobotan yaitu Subsistem usahatani (0,277), Subsistem sarana produksi pertanian (0,242), Subsistem Pemasaran (0,236), Subsistem agroindustri (0,161) dan subsistem sarana penunjang (0,084). Sedangkan Instansi yang memiliki prioritas utama yaitu bappeda (0,279), Dinas perdagangan (0,221), Dinas koperasi (0,181), Dinas Pertanian (0,130), Perguruan Tinggi (0,103) dan swasta (0,085).
Uji Daya Tembus Akar Menggunakan Lapisan Lilin Pada Padi Lokal dan Non Lokal Di Kabupaten Merauke Nurhening Yuni Ekowati
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2018.5.2.82-90

Abstract

Padi merupakan komoditas pertanian di Indonesia. Sumber plasma nutfah padi memerlukan perhatian yang serius untuk menjaga karakter-karakter unggul padi yang tahan terhadap cekaman biotik maupun abiotik. Cekaman air merupakan faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketahanan tanaman padi lokal dan non lokal di Kabupaten Merauke menggunakan uji daya tembus akar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2018 di Screen house Laboratorium Agroteknologi Universitas Musamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan lapisan lilin untuk mensimulasi tingkat kekerasan akar. Lapisan lilin dibuat dari campuran parafin dan vaselin dengan rasio 20/80, 40/60, 60/40, dan 80/20. Penelitian ini menggunakan 2 padi lokal yaitu Cempo Ireng dan Palenok, dan 2 padi varietas unggul yaitu Inpago 10 dan IR 64. Benih padi ditumbuhkan di dalam pralon PVC dengan tinggi 15 cm yang berisi media tanam berupa campuran tanah dan kompos. Pada bagian bawah pralon ditempel dengan lapisan lilin dengan tingkat kekerasan yang telah ditentukan. Tanaman disiram hingga umur 21 HST, selanjutnya dibiarkan tanpa pengairan sampai umur 45 HST. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa padi lokal Cempo Laut memiliki daya tembus akar yang paling kuat pada rasio parafin/vaselin 60/40, kemudian Inpago 10, IR 64, dan Palenok. Padi Cempo laut menunjukkan kemampuan daya tembus akar yang paling baik, serta memiliki karakter yang paling baik pada parameter jumlah dan panjang akar yang menembus lapisan lilin, jumlah total akar, berat kering akar, berat kering tajuk, serta tingkat ketebalan akar. Kata kunci : lapisan lilin, padi lokal, daya tembus akar, cekaman kekeringan

Page 3 of 11 | Total Record : 102