cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 29 Documents clear
PERAN PENGELOLAAN KELAS GURU EKONOMI DALAM MENGATASI KEBERAGAMAN KECERDASAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 TAKALAR SALAM, BASRI; YAHYA, MUH.; SYARIFUDDIN, SYARIFUDDIN; ELPISAH, ELPISAH
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4093

Abstract

This study aims to evaluate classroom management by Economics teachers in overcoming differences in students' intellectual, emotional, and spiritual intelligence in Class XI of SMA Negeri 2 Takalar. This research was conducted in the 2023/2024 school year using a qualitative approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation to assess how classroom management pays attention to differences in students' intellectual, emotional, and spiritual intelligence. The results showed that effective classroom management involves different strategies for each type of intelligence. In addressing intellectual intelligence, classroom management is done by considering problem-solving skills and language use. For emotional intelligence, teachers focus on self-control, empathy and student motivation. Meanwhile, for spiritual intelligence, classroom management emphasizes flexibility, awareness, and the ability to face challenges. The findings provide insights into how classroom management strategies tailored to intelligence types can improve student learning outcomes, and recommend further research to develop more adaptive classroom management practices. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan kelas oleh guru Ekonomi dalam mengatasi perbedaan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik di Kelas XI SMA Negeri 2 Takalar. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menilai bagaimana pengelolaan kelas memperhatikan perbedaan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif melibatkan strategi yang berbeda untuk setiap jenis kecerdasan. Dalam mengatasi kecerdasan intelektual, pengelolaan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan memecahkan masalah dan penggunaan bahasa. Untuk kecerdasan emosional, guru memfokuskan pada pengendalian diri, empati, dan motivasi siswa. Sementara itu, untuk kecerdasan spiritual, pengelolaan kelas menekankan fleksibilitas, kesadaran, dan kemampuan menghadapi tantangan. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana strategi pengelolaan kelas yang disesuaikan dengan jenis kecerdasan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, serta merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan praktik pengelolaan kelas yang lebih adaptif.
DIGITALISASI BUDAYA BALI: MEDIA AR SEBAGAI BENTUK REVITALISASI AKSARA BALI NURHUDA, TRIFALAH; PURNAMI, IDA AYU PUTU; WISNU, I WAYAN GEDE; JONIARTA, I MADE
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4094

Abstract

Balinese script is one of the cultural heritages of the Balinese people that has become increasingly marginalized in today's era of globalization. This study aims to design and evaluate Augmented Reality (AR)-based learning media as a form of cultural revitalization for Bali. The research was conducted using the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) to create interactive learning media tailored to the needs of students and teachers. The results of the study indicate that the Balinese Script AR media significantly enhances students' interest and understanding of Balinese script, receiving an average rating of "excellent" (96.5% by subject matter experts and 88.26% by students). Teachers also provided highly positive feedback, with an average score of 97.5%, as the media effectively supports the learning process. In addition to serving as an interactive educational tool, this media contributes to the preservation of local culture by connecting younger generations to the heritage of their ancestors. This research concludes that AR-based learning media holds great potential for supporting both the learning process and the revitalization of Balinese script in the digital era. ABSTRAKAksara Bali merupakan salah satu warisan budaya Masyarakat Bali yang seiring dengan perkembangan semakin terpinggirkan di era globalisasi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) sebagai bentuk revitalisasi budaya Bali. Penelitian dilakukan dengan menerapkan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk menciptakan media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media AR Aksara Bali mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap aksara Bali dengan penilaian rata-rata sangat baik (96,5% oleh ahli materi dan 88,26% oleh siswa). Guru juga memberikan penilaian yang sangat positif, dengan skor rata-rata 97,5%, karena media ini mendukung proses pembelajaran secara efektif. Selain berfungsi sebagai alat edukasi interaktif, media ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal dengan menghubungkan generasi muda dan warisan budaya leluhur mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis AR memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran dan revitalisasi aksara Bali di era digital.
PEMBANGUNAN SOSIAL UNTUK KETAHANAN AIR DI DESA PULAU MARINGKIK KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR SUPRATMAN, SUPRATMAN; ILHAMALIMY , RIDHO RAFQI; SEPTIKA, BAIQ HERDINA; WULANDARI, YAYANG ERRY
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4126

Abstract

Pulau Maringkik Village, with an area of about 45 hectares, is located in the middle of the Indian Ocean, 4 km from the mainland of Lombok Island. This village faces serious challenges, including water and food shortages, as well as high disaster vulnerability due to natural factors such as coastal abrasion, climate change, and the threat of high tides from the Alas Strait and the Indian Ocean. This research aims to analyze social development to increase water security in the village. The approach used is a qualitative method with data collection through interviews, observations, and documentation, as well as data analysis through reduction, presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the people of Pulau Maringkik Village have succeeded in creating innovations that are suitable for their geographical and social context, which allows them to survive despite facing water limitations. In addition, the response from the local government of East Lombok Regency and the village government of Pulau Maringkik Village showed a commitment to reduce its vulnerability to water shortage disasters. However, these efforts have not been maximized and still require continuous monitoring, evaluation, and support involving various stakeholders. The study concludes that stronger collaboration between the community and the government is critical in improving water security in Maringkik Island Village and reducing its vulnerability to disasters. ABSTRAKDesa Pulau Maringkik, dengan luas sekitar 45 hektar, terletak di tengah laut Samudra Hindia, berjarak 4 km dari daratan Pulau Lombok. Desa ini menghadapi tantangan serius, termasuk keterbatasan air dan pangan, serta kerentanan bencana yang tinggi akibat faktor alam seperti abrasi pantai, perubahan iklim, dan ancaman air pasang dari Selat Alas dan Samudra Hindia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembangunan sosial untuk meningkatkan ketahanan air di desa tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pulau Maringkik berhasil menciptakan inovasi yang sesuai dengan konteks geografis dan sosial mereka, yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup meskipun menghadapi keterbatasan air. Selain itu, respon dari pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur dan pemerintahan desa Pulau Maringkik menunjukkan komitmen untuk mengurangi kerentanannya terhadap bencana kekurangan air. Meskipun demikian, upaya ini belum maksimal dan masih memerlukan pengawasan, evaluasi, serta dukungan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan ketahanan air di Desa Pulau Maringkik dan mengurangi kerentanannya terhadap bencana.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM-BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI MA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH ASROFI, ASROFI; ISLAH, AHMAD NUR; ABIDIN, ZAENAL
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4170

Abstract

Problem Based Learning (PBL) is one of the effective approaches to develop students' critical thinking skills. This study aims to explore the implementation of PBL in MA Nurul Ali Secang Magelang and its impact on students' cognitive skills. In addition, this article will also present relevant data and statistics to support the argument regarding the effectiveness of the PBL model in improving student learning outcomes. The results of the study showed that there was a clear increase in students' analytical and synthesis skills after implementing PBL. Data and statistics showed a significant increase in students' average scores and learning outcomes after implementing PBL. Training for teachers and support from school management are essential to ensure the success of implementing this learning model. ABSTRAKPembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi PBL di MA Nurul Ali Secang Magelang dan dampaknya terhadap keterampilan kognitif siswa. Selain itu, artikel ini juga akan menyajikan data dan statistik yang relevan untuk mendukung argumen mengenai efektivitas model PBL dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang jelas dalam kemampuan analisis dan sintesis siswa setelah menerapkan PBL. Data dan statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam nilai rata-rata siswa dan hasil belajar setelah penerapan PBL. Pelatihan untuk guru dan dukungan dari manajemen sekolah sangat penting untuk memastikan keberhasilan penerapan model pembelajaran ini.
PENERAPAN TEORI SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTERANAK USIA DINI RIASTI, NOVIDA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4287

Abstract

This research aims to explore the influence of social theory in the formation of children's character at Puspita Malang Kindergarten. The method used is descriptive with a qualitative approach and case studies. Data was collected through observation, documentation and interviews. The data analysis technique used involves triangulation of relationship models, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research subjects consisted of parents, educators and the community at Puspita Malang Kindergarten. The results of the analysis show that early childhood character development is influenced by three main factors: 1) family environment, 2) school environment, and 3) community environment. They learn through imitation of adults they consider as role models, such as parents, teachers or community figures. As a teacher, you must have a positive and optimistic attitude in order to help the younger generation develop their character.figures. As a teacher, you must have a positive and optimistic attitude in order to help the younger generation develop their character. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh teori sosial dalam pembentukan karakter anak di TK Puspita Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan melibatkan triangulasi model hubungan, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, pendidik, dan masyarakat di TK Puspita Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa perkembangan karakter anak usia dini dipengaruhi oleh tiga faktor utama: 1) lingkungan keluarga, 2) lingkungan sekolah, dan 3) lingkungan masyarakat. Mereka mempelajari melalui tindakan peniruan kepada orang dewasa yang mereka anggap sebagai panutan, seperti orang tua, guru, atau tokoh Masyarakat. Sebagai seorang guru harus mempunyai sikap positif dan optimis agar dapat membantu generasi muda mengembangkan karakter mereka.
POTRET AWAL PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN KETERAMPILAN ABAD 21 SISWA SMKN PANCATENGAH KABUPATEN TASIKMALAYA WIBOWO, PRIYO; WAHIDIN, WAHIDIN; SUMANTRI, AGUS; BADRIAH, LIAH; HERNAWATI, DIANA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4289

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Student Profile dimensions in the Merdeka Curriculum, focusing on two main dimensions: critical thinking and creativity, at SMKN Pancatengah. These dimensions are considered relevant in supporting the development of 21st-century skills, including analytical thinking, creativity, and adaptability to change. The study adopts a quantitative approach using experimental methods. Based on data analysis, the critical thinking dimension showed a high average score (67.63), indicating that students are capable of logical thinking and systematic problem-solving. Meanwhile, the creativity dimension also demonstrated high results with an average score of 69.43, suggesting that students possess the ability to develop new ideas and innovate. However, some aspects, such as the courage to innovate and social leadership, still need improvement.The study also examines 21st-century skills in the dimensions of character and citizenship, which showed more varied results, with the citizenship aspect requiring further reinforcement. These findings highlight the importance of effective character and citizenship education to foster individuals who are not only intellectually capable but also socially, emotionally, and morally competent. Therefore, improving the quality of learning in these two dimensions will support the formation of an excellent and productive generation in the 21st century. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dimensi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada dua dimensi utama, yaitu bernalar kritis dan kreatif, di SMKN Pancatengah. Dimensi-dimensi ini dianggap relevan dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21, yang meliputi kemampuan berpikir analitis, kreativitas, serta adaptasi terhadap perubahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen.Berdasarkan analisis data, diperoleh bahwa dimensi bernalar kritis menunjukkan skor rata-rata tinggi (67,63) dengan indikasi bahwa siswa mampu berpikir logis dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Sementara itu, dimensi kreatif juga menunjukkan hasil tinggi dengan rata-rata skor 69,43, menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan dalam mengembangkan ide-ide baru dan berinovasi. Meskipun demikian, beberapa aspek seperti keberanian berinovasi dan kepemimpinan sosial masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini juga mengkaji keterampilan abad 21 dalam dimensi karakter dan kewarganegaraan, yang menunjukkan hasil yang lebih beragam, dengan aspek kewarganegaraan yang perlu penguatan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dan kewarganegaraan yang efektif untuk menciptakan individu yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga sosial, emosional, dan moral. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran di kedua dimensi ini akan mendukung pembentukan generasi yang unggul dan produktif di abad ke-21.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN DAN FILSAFAT ILMU ROYANI, A.; FAUZI, ANIS; MUIN, ABDUL
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4459

Abstract

The purpose of this study is to analyze and examine more deeply how conflict management in the perspective of the Qur'an and Philosophy of Science helps to solve problems wisely, especially those that occur in Islamic educational institutions. The research method used in this study is a qualitative study literature method (library research). The source of data obtained is by searching for data sources through scientific articles or journals, E-Books, or other sources of reading related to the research topic. The results of this study show that conflict management, listed in surah Al-Baqarah verse 176, surah An-Nisa verse 35 and surah Al-Hujurat verse 10, ontology is an effort to manage the occurrence of a problem that occurs in organizational institutions both internally and externally, epistemologically conflict management can be carried out in various ways, one of which is deliberation, and axiologically conflict management aims to enable a leader to use verses  and the philosophy theory as the basis for resolving conflicts, controlling a problem that occurs and producing an improvement. ABSTRAKTujuan penelitian ini menganalisis dan mengkaji lebih dalam bagaimana manajemen konflik dalam perspektif Al-Qur’an dan Filsafat ilmu membantu menyelesaikan masalah dengan bijak hususnya yang terjadi dilembaga Pendidikan islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif study literature (library research). Sumber data yang diperoleh yaitu dengan mencari sumber data melalui Artikel ilmiah atau Jurnal, E-Book, atau sumber bacaan laninnya yang terkait dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen konflik, tercantum pada surah Al-Baqarah ayat 176, surah An-Nisa ayat 35 dan surah Al-Hujurat ayat 10, Secara ontology adalah sebuah upaya mengelola terjadinya sebuah masalah yang terjadi dilembaga organisasi baik internal maupun eksternal, secara epistimologi manajemen konflik dapat dilakukan dengan berbagai macam cara salah satunya adalah musyawarah, dan secara aksiologi manajemen konflik bertujuan seorang pemimpin dapat menggunakan ayat-ayat  tersebut dan teory filasata tersebut  sebagai landasan dalam menyelesaiakan konflik,mengendalikan sebuah masalah yang terjadi dan menghasilkan sebuah perbaikan
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KONTINGENSI DAN MANAJEMEN KONFLIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SDIT DAARUT TAQWA KEC. RAJEG TANGERANG-BANTEN HARTATI, SRI; ZOHRIAH, ANIS; BACHTIAR, MACHDUM; GUNAWAN, AGUS; OKTAVIANA, FADILLA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4460

Abstract

This research discusses the Contingency Leadership Model and Conflict Management in managing Education Quality. The contingency leadership model is a theory that states that there is not one leadership style that is right for all situations, but rather depends on the context and situation faced. In educational management, the contingency leadership model can help educational leaders to identify and apply the most effective leadership style in a particular situation. This research aims to observe the implementation of contingency leadership and conflict management applied by school principals to improve the quality of education at SDIT Daarut Taqwa, Rajeg District, Tangerang-Banten. Contingency leadership, which emphasizes adapting leadership style according to the situation, and conflict management, which relates to how principals manage differences of opinion and challenges in the school environment, are considered important factors in achieving excellent educational quality. This research uses qualitative methods by collecting data through interviews, observation and documentation. The research results state that the effective application of these two concepts contributes to improving the quality of learning, teacher involvement, and overall school management. These findings can be a reference for developing leadership and management strategies in several other schools that will maximize educational value. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang Model Kepemimpinan Kontigensi dan Manajemen konflik dalam pemgelolaan Mutu Pendidikan. Model kepemimpinan kontingensi adalah teori yang menyatakan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang tepat untuk semua situasi, melainkan tergantung pada konteks dan situasi yang dihadapi. Dalam pengelolaan pendidikan, model kepemimpinan kontingensi dapat membantu pemimpin pendidikan untuk mengidentifikasi dan menerapkan gaya kepemimpinan yang paling efektif dalam situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati implementasi kepemimpinan kontingensi dan manajemen konflik yang diterapkan oleh kepala sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDIT Daarut Taqwa, Kecamatan Rajeg Tangerang-Banten. Kepemimpinan kontingensi, yang menekankan adaptasi gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi, dan manajemen konflik, yang berkaitan dengan bagaimana kepala sekolah mengelola perbedaan pendapat dan tantangan di lingkungan sekolah, dianggap sebagai faktor penting dalam mencapai kualitas pendidikan yang sangat baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan kedua konsep tersebut secara efektif berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, keterlibatan guru, serta manajemen sekolah secara keseluruhan. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi kepemimpinan dan manajemen di beberapa sekolah lain yang akan memaksimalkan nilai pendidikan.
EKSPLORASI KENDALA GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR SUMARTINI, NI WAYAN; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4461

Abstract

This study aims to explore the challenges faced by teachers in integrating local wisdom values into social studies education in elementary schools. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document studies involving 15 teachers from 5 elementary schools in Malang Regency. The findings reveal key challenges, including limited teacher understanding of local wisdom concepts, difficulty linking local values with curriculum competencies, lack of teaching materials and instructional media, and insufficient training. Recommended solutions include teacher training, curriculum development, and the provision of local wisdom-based teaching media. This research is expected to serve as a reference for enhancing teacher capacity and integrating cultural values into primary education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap 15 guru dari 5 sekolah dasar di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman guru mengenai konsep kearifan lokal, kesulitan mengaitkan nilai-nilai lokal dengan kompetensi dasar kurikulum, keterbatasan bahan ajar dan media pembelajaran, serta kurangnya pelatihan terkait. Solusi yang direkomendasikan mencakup pelatihan guru, pengembangan kurikulum yang mendukung, dan penyediaan media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kapasitas guru serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan dasar.
TANTANGAN DAN STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI SOSIAL SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR RELA, NI LUH CINDY; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4462

Abstract

This study aims to identify the challenges and formulate strategies used by teachers to develop students' social literacy through social studies (IPS) learning in elementary schools. Social literacy is considered a crucial skill, encompassing the ability to understand, analyze, and participate in social interactions and understand diverse societal perspectives. This research employs a qualitative approach with a case study method. The findings reveal several key challenges, including time constraints, varying levels of social skills among students, limited facilities, and challenges in implementing digital technology. Identified strategies include project-based learning, integration of technology, and collaboration between schools, families, and the community. Conclusions indicate that a holistic approach is necessary for effective and comprehensive development of social literacy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan merumuskan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan literasi sosial siswa melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar. Literasi sosial dianggap sebagai kemampuan penting yang mencakup pemahaman, analisis, dan partisipasi dalam interaksi sosial serta memahami perspektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan waktu, perbedaan tingkat keterampilan sosial siswa, keterbatasan sarana prasarana, serta tantangan dalam penerapan teknologi digital. Strategi yang diidentifikasi meliputi pendekatan pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendekatan holistik diperlukan untuk mengembangkan literasi sosial secara efektif dan menyeluruh.

Page 2 of 3 | Total Record : 29