cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 29 Documents clear
ANALISIS KESENJANGAN ANTARA EKSPEKTASI DAN REALITAS DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR: PENDEKATAN STUDI KASUS SUARDIANI, NI PUTU; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4463

Abstract

This study analyzes the gap between expectations and reality in Social Studies (IPS) learning at the elementary school level. Various gaps were identified in aspects of planning, teaching methods, and evaluation. The planning aspect revealed significant differences between lesson plan documents and actual classroom implementation. Teaching methods were predominantly teacher-centered, with limited use of technology. Evaluation focused mainly on cognitive aspects, neglecting character and skills assessment. Findings suggest a need for more adaptive approaches in Social Studies learning at the elementary level to achieve educational goals effectively. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis kesenjangan antara ekspektasi dan realitas dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Berbagai kesenjangan ditemukan dalam aspek perencanaan, metode pembelajaran, serta evaluasi. Aspek perencanaan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan implementasi di kelas. Metode pembelajaran didominasi oleh pendekatan konvensional berpusat pada guru, dengan keterbatasan penggunaan teknologi. Pada evaluasi, penilaian cenderung fokus pada aspek kognitif, mengabaikan evaluasi karakter dan keterampilan siswa. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih adaptif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang ideal.
EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBELAJARAN IPS KONTEKSTUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR: PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DEWI, NI PUTU ELLYS SUCITHA; LASMAWAN, I WAYAN; KERTIH, I WAYAN
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4464

Abstract

This study explores the inhibiting factors in the implementation of contextual Social Studies (IPS) learning at elementary schools from the perspectives of teachers and students. Contextual learning aims to connect Social Studies content with students' daily lives to enhance understanding and learning motivation. However, various challenges, such as limited resources, administrative workload for teachers, differences in students' abilities, and lack of parental support, hinder the effectiveness of this approach. This research employs a qualitative method with a case study at several elementary schools in Malang City. Findings indicate that adequate facilities, continuous teacher training, and parental awareness of the importance of the contextual approach are necessary to optimize Social Studies learning. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor penghambat dalam penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kontekstual di sekolah dasar dari sudut pandang guru dan siswa. Pendekatan pembelajaran kontekstual bertujuan untuk mengaitkan materi IPS dengan kehidupan sehari-hari siswa guna meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, beban administratif guru, perbedaan tingkat kemampuan siswa, dan kurangnya dukungan orang tua menghambat efektivitas pendekatan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di beberapa sekolah dasar di Kota Malang. Temuan menunjukkan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai, pelatihan guru berkelanjutan, serta kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendekatan kontekstual sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pembelajaran IPS.
PENANGANAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK OLEH PEMERINTAH KABUPATEN BIMA Rodzi, Muhammad Fakhrur; Sugiyanto, Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4487

Abstract

Children are a precious gift from the Creator, entrusted to families as the foundation of community life. However, cases of sexual violence against children have become alarmingly prevalent in Indonesia. This article highlights the situation in Bima Regency, where such cases have shown an upward trend: 40 cases were reported in 2022, increasing to 43 in 2023, and reaching 50 in 2024. Using a qualitative approach, this study gathered data through interviews and secondary sources. The findings reveal that efforts to address sexual violence against children in Bima Regency remain inadequate due to limited infrastructure, insufficient facilities, and constrained budgets. Preventive measures are neither effective nor appropriately targeted. Field investigations to identify and assist victims lack responsiveness and thoroughness, while social rehabilitation services are subpar. The absence of safe houses for victims, along with the lack of psychosocial support officers in the Office of Women Empowerment and Child Protection (DP3AP2KB), further hampers progress. Additionally, repatriation services are hindered by operational challenges, particularly in transportation, and the legal assistance sector within DP3AP2KB is constrained by the absence of qualified legal advisors or advocates. ABSTRAKAnak adalah anugerah dari sang pencipta yang diberikan pada sebuah keluarga atau unit terkecil dari kehidupan masyarakat yang terdiri dari suami dan istri.Kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan kasus yang sangat masif terjadi di Indonesia pada saat ini. Atikel ini di tulis karena Kabupaten Bima sendiri kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2022 sebanyak 40 kasus, tahun 2023 sebanyak 43 kasus serta tahun 2024 sebanyak 50 kasus . Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data lewat wawancara dan data sekunder lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bima belum optimal dan maksimal dikarenakan,kekurangan sumber daya infrastruktur sarana, prasarana dan anggaran. Pada penanganan pencegahan yang belum maksimal dan belum tepat sasaran, identifikasi kasus untuk melakukan pendalaman turun ke lapangan menemui korban masih kurang respon dan maksimal, layanan rehabilitasi sosial yang kurang optimal tidak adanya rumah aman untuk korban dan tidak ada petugas psikososial di (DP3AP2KB), pelayanan pemulangan yang belum optimal terutama dalam hal operasional transportasi serta dalam bantuan hukum instansi (DP3AP2KB) tidak memiliki petugas atau pendamping hukum/profesi advokat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PENGAWASAN INSPEKTORAT DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Prabowo, Irvan Dhani; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4514

Abstract

This study analyzes the factors that influence the effectiveness of supervision of the Inspectorate of the Special Region of Yogyakarta. Supervision plays an important role in ensuring efficient and effective governance and preventing deviations. This study uses a qualitative approach with interview methods and documentation analysis. The results of the study indicate that limited human resources, budget, and minimal adoption of information technology are the main obstacles. These limitations cause the supervision process to be often late and have an impact on the decline in the quality of audit results. This study concludes that to improve the effectiveness of supervision, strategic steps are needed, such as increasing the number of qualified supervisors, increasing budget allocations, and developing a technology-based supervision information system. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pengawasan Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengawasan berperan penting dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan efisien dan efektif serta mencegah penyimpangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan adopsi teknologi informasi yang masih minim menjadi kendala utama. Keterbatasan ini menyebabkan proses pengawasan sering terlambat dan berdampak pada penurunan kualitas hasil audit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, diperlukan langkah-langkah strategis, seperti penambahan jumlah tenaga pengawas yang berkualitas, peningkatan alokasi anggaran, dan pengembangan sistem informasi pengawasan berbasis teknologi.
REFLEKSI GANDENG GENDONG MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA YOGYAKARTA Muryani, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4515

Abstract

Poverty and income inequality in the community are strategic issues for the Yogyakarta City Government. One of the reasons is the low competitiveness of small businesses and the lack of strong synergy between poverty alleviation programs and activities. This encouraged the initiation of the Gandeng Gendong program innovation, namely a collaboration program between development stakeholders. To realize Gandeng Gendong's innovation, it is necessary to strengthen the role of stakeholders, namely cities, corporations, campuses, communities and villages, which is acronymed with the term 5K. Strong stakeholders will have a positive impact on the success of the tandem carrying program. Qualitative descriptive research approach. Informants were selected according to purposive sampling technique. Data collection techniques using interview, observation and documentation methods. Primary and secondary data are integrated into content analysis and then tested using triangulation techniques.  The research results show that the collaboration program has had a positive impact in reducing poverty rates. From 2019 to 2023, the poverty rate experienced a downward trend, namely 0.86%. Apart from that, the level of participation of people who are members of the gangen gendong program, especially in the nlarisi application, is increasing. However, several obstacles were still found, namely that assistance from authorized Regional Apparatus Organizations was felt to be insufficient. ABSTRAKKemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat adalah isu strategis Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya daya saing pelaku usaha kecil serta belum adanya sinergi yang kuat keterpaduan antar program dan kegiatan pengentasan kemiskinan. Hal ini mendorong dicetuskannya inovasi program Gandeng Gendong, yaitu program kerjasama antar stakeholder pembangunan. Untuk mewujudkan inovasi Gandeng Gendong, perlu penguatan peran stakeholder, yaitu  kota, korporasi, kampus, kamunitas dan kampung yang diakronim dengan istilah 5K. Stakeholder Peran dan kerjasama  yang kuat antar pemangku kepentingan pembangunan tersebut akan membawa dampak positif atas keberhasilan program gandeng gendong. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Informan dipilih sesuai teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data primer dan dan sekunder diintegrasikan dalam konten analisis kemudian diuji dengan teknik triangulasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program gandeng memberikan dampak positif dalam penurunan angka kemiskinan. Sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023, jumlah angka kemiskinan mengalami tren penurunan, yaitu 0,86%. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat yang tergabung dalam program gandeng gendong, khususnya dalam aplikasi nglarisi semakin bertambah. Namun masih ditemukan beberapa kendala yaitu pendampingan dari Organisasi Perangkat Daerah yang berwenang dirasakan belum cukup.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN LABORATORIUM BERBASIS DIGITAL “TARS” PADA MATERI LITOSFER DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 16 SURABAYA Lestary, Tika Chandrika; Rindawati, Rindawati; Widodo, Bambang Sigit
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4516

Abstract

This study aims to develop a digital laboratory-based learning media called “Terra Academy Rock and Soil” (TARS) and evaluate its effectiveness on student activeness and learning outcomes. The research used the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model and was conducted at SMA Negeri 16 Surabaya involving 70 grade X students, divided into experimental and control classes. The use of the TARS digital laboratory in the experimental class resulted in an increase in the average learning outcomes from pretest (71) to posttest (76). Meanwhile, the control class only showed an increase from the average pretest (71) to posttest (72). Based on the results of the independent sample t test in the experimental class, the sig (2-tailed) value of 0.042 <0.05 was obtained, so it can be concluded that there is a significant difference between the average learning outcomes of students in the control and experimental groups, proving that TARS has a more positive impact on student learning outcomes. Although effective, this development has limitations, namely not supporting device types with the IOS operating system, so it needs to be developed further. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis laboratorium digital bernama "Terra Academy Rock and Soil" (TARS) dan mengevaluasi keefektifannya terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan dilaksanakan di SMA Negeri 16 Surabaya dengan melibatkan 70 siswa kelas X, yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Penggunaan laboratorium digital TARS pada kelas eksperimen menghasilkan peningkatan rata-rata hasil belajar pretest (71) ke posttest (76). Sementara itu, kelas kontrol hanya menunjukkan peningkatan dari rata-rata pretest (71) ke posttest (72). Berdasarkan hasil uji independent sampel t Tes pada kelas eksperimen didapatkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,042 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaaan yang  antara rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelompok kontrol dan eksperimen, membuktikan bahwa TARS memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Meskipun efektif, pengembangan ini memiliki keterbatasan yakni belum mendukung jenis perangkat dengan sistem operasi IOS, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut.
ANALISIS PENGARUH JOB DEMAND, TINGKAT STRES DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERSONEL MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERSONEL BINTARA DI SPRIPIM POLDA JATENG Perwira, Budi Cahya; Indarto, Indarto; Budiati, Yuli
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4517

Abstract

The study aims to analyze the influence of job demand, stress levels, and organizational culture on personnel performance, with job satisfaction as an intervening variable, focusing on brigadiers at the Secretary of the Chief of Central Java Regional Police. In a dynamic and high-pressure work environment, understanding these influencing factors is crucial for enhancing organizational effectiveness. This research employs a quantitative approach using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) to examine relationships between variables. Data were collected through questionnaires distributed to 62 brigadiers at the Secretary of the Chief of Central Java Regional Police. The analyzed variables include job demand, stress levels, organizational culture, job satisfaction, and personnel performance, with hypotheses tested using SEM-PLS to assess both direct and mediating effects. The findings indicate that job demand has a significant negative influence on job satisfaction due to high workload and time pressure, while work stress has a significant negative influence on performance, leading to fatigue and decreased productivity. However, stress levels, organizational culture, and job satisfaction do not significantly influence job satisfaction or performance, as other factors—such as reward systems, motivation, personnel adaptability, and hierarchical work structures—play a more dominant role. These findings have theoretical and managerial implications, offering policy recommendations to assist Central Java Regional Police in optimizing human resource management, fostering a conducive work environment, and enhancing both personnel performance and well-being to improve organizational effectiveness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demand, tingkat stres, dan budaya organisasi terhadap kinerja personel melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada personel Bintara di Spripim Polda Jateng. Dalam lingkungan kerja yang dinamis dan penuh tekanan, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja personel sangat penting untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menganalisis hubungan antar variabel. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yaitu 62 personel Bintara di Spripim Polda Jateng. Variabel yang diteliti mencakup job demand, tingkat stres, budaya organisasi, kepuasan kerja, dan kinerja personel, dengan pengujian hipotesis menggunakan SEM-PLS untuk mengukur hubungan langsung maupun mediasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demand berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja akibat beban kerja tinggi dan tekanan waktu, sementara stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja, menyebabkan kelelahan dan penurunan produktivitas. Sedangkan tingkat stres, budaya organisasi, dan kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun kinerja. Hal ini disebabkan oleh dominasi faktor lain, seperti sistem penghargaan, motivasi, kemampuan personel dalam beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan dan sistem kerja yang hierarkis serta prosedural. Temuan ini memiliki implikasi teoritis dan manajerial serta menawarkan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat membantu Polda Jateng dalam mengoptimalkan manajemen SDM, menciptakan lingkungan kerja kondusif, serta meningkatkan kinerja dan kesejahteraan personel demi efektivitas organisasi.
ANALISIS PENERAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI IPAS Saputra, Genta Fhany; Asrin, Asrin; Novitasari, S.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4526

Abstract

This study aims to analyze the implementation of learning devices based on Higher-Order Thinking Skills (HOTS) in the Integrated Science and Social Studies (IPAS) subject for grade IV at SDN Gugus V Ampenan. This research uses a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and document analysis methods to collect in-depth data. The results show that the design of HOTS-based learning devices in grade IV at SDN Gugus V Ampenan is in accordance with curriculum standards and successfully integrates critical and creative thinking skills in the learning process. The implementation of HOTS-based learning devices in the classroom demonstrates that problem-based learning methods and group discussions are effective in encouraging students to think analytically and innovatively. Supporting factors for the implementation of HOTS include teacher readiness, relevant learning resources, and active student participation. However, some hindering factors include time limitations and differences in students' initial abilities. In conclusion, the implementation of HOTS-based learning devices in grade IV at SDN Gugus V Ampenan positively contributes to the development of students' higher-order thinking skills, but improvements are needed in time management and adaptation of lessons for students with varying abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan perangkat pembelajaran berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SDN Gugus V Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk menggali data yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas IV SDN Gugus V Ampenan sudah sesuai dengan standar kurikulum dan mampu mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam proses pembelajaran. Implementasi perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok efektif dalam mendorong siswa untuk berpikir analitis dan inovatif. Faktor pendukung penerapan HOTS meliputi kesiapan guru, sumber daya pembelajaran yang relevan, dan keterlibatan siswa yang aktif. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan awal siswa. Kesimpulannya, penerapan perangkat pembelajaran berbasis HOTS di kelas IV SDN Gugus V Ampenan berkontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, namun perlu adanya peningkatan dalam pengelolaan waktu dan adaptasi pembelajaran untuk siswa dengan kemampuan beragam.
INTERNALISASI NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM SIKAP GOTONG ROYONG PADA PROFIL PELAJAR PANCASILA Kusuma, Ria Nata; Wachidi, Wachidi; Mustofa, Triono Ali
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v4i4.4534

Abstract

This study examines the internalization of the value of Islamic Religious Education and Ethics through mutual cooperation in the Pancasila Student Profile at SMKN 1 Mojosongo and SMKN 1 Sambi, which involves aspects of faith, morals, responsibility, and muamalah. The approach used is qualitative with a case study method, aiming to explore the application of these values in the daily lives of students. Data was collected through observation, interviews and documentation involving school principals, deputy principals for curriculum, teachers of Islamic Religious Education and Ethics, and students. The results of the study show that the application of these values has succeeded in forming a mutual cooperation attitude which is reflected in cooperation, concern, and social responsibility. This study suggests a stronger integration between Islamic Religious Education and Ethics in the curriculum to strengthen the character of students with noble ethics. This research also provides an overview of the importance of strengthening character education through practical activities that involve all elements of the school, with an emphasis on parental involvement and the use of technology to monitor the development of students' character. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji internalisasi nilai Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui gotong royong dalam Profil Pelajar Pancasila di SMKN 1 Mojosongo dan SMKN 1 Sambi, yang melibatkan aspek akidah, akhlak, tanggung jawab, dan muamalah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut berhasil membentuk sikap gotong royong yang tercermin dalam kerjasama, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyarankan adanya integrasi yang lebih kuat antara Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam kurikulum untuk memperkuat karakter peserta didik yang berbudi pekerti luhur. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan praktis yang melibatkan seluruh elemen sekolah, dengan penekanan pada keterlibatan orang tua dan penggunaan teknologi untuk memantau perkembangan karakter peserta didik.

Page 3 of 3 | Total Record : 29