cover
Contact Name
Atika Marzaman
Contact Email
tika.marzaman@gmail.com
Phone
+6285299259004
Journal Mail Official
hjirs@unhas.ac.id
Editorial Address
Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Hasanuddin. Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 10, Tamalanrea, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of International Affairs
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 27753336     EISSN : 27747328     DOI : https://doi.org/10.31947/hjirs.v1i2
Core Subject : Social,
Hasanuddin Journal of International Affairs, is a peer-reviewed journal published twice a year in February and August by Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University. Hasanuddin Journal of International Affairs welcomes academics as well as practitioners to contribute their thoughts on International Relations. Hasanuddin Journal of International Affairs with registered number ISSN 2774-7328 (Print), ISSN 2775-3336 (Online), is published in English or Bahasa Indonesia. Hasanuddin Journal of International Affairs discusses both theoretical and empirical findings. The main theory and concepts should refer to studies of International Relations, International Security, International Political Economy, or International and Transnational Studies.
Articles 60 Documents
Dampak Kebijakan Luar Negeri RRT di Amerika Latin terhadap Perekonomian Brazil St. Husnul Khatimah; Agussalim Burhanuddin; Aswin Baharuddin
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i2.17675

Abstract

This study aims to provide an overview of the implementation of China's foreign policy in Latin America within the framework of peaceful development as a manifestation of China's identity and interests in the region. Furthermore, this study also aims to see the extent of the impact of China's policies in Latin America on the Brazilian economy. The type of research that the author uses is a qualitative method with data collection techniques in the form of literature review/library research. The data used is secondary data sourced from reports, journals, articles, books and other documents which are then analyzed qualitatively by descriptive-analytic method. The results of this study indicate that China's foreign policy towards Latin America based on peaceful development is oriented towards mutual development through increasing cooperation in various fields. The implementation of China's foreign policy in Latin America in this case is carried out in two forms: multilateral cooperation through inter-regional organizations, in particular the CELAC-China Forum as the main structure; and bilateral cooperation with each country in the region. In practice, the two forms of cooperation are carried out synergistically and simultaneously, and are open to the participation of countries outside the region. In the context of Brazil, China's foreign policy in Latin America has more or significant impact, though not comprehensively. By looking at the increase in Brazil's GDP and the PRC's global investment figures in the country during China's joining the CELAC-China Forum and the implementation of the China-Latin American and Caribbean Countries Cooperation Plan (2015-2019) since 2015, it can be said limitedly that China's development oriented economic policy has had a positive impact on the Brazilian economy. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bentuk implementasi kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin dalam kerangka peaceful development sebagai wujud identitas dan kepentingan RRT di kawasan tersebut. Lebih lanjut, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana dampak kebijakan RRT di Amerika Latin terhadap perekonomian Brazil. Tipe penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur/telaah pustaka. Data yang digunakan berupa data sekunder, bersumber dari laporan, jurnal, artikel, buku serta dokumen lain yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri RRT terhadap negara-negara di kawasan Amerika Latin berdasarkan peaceful development berorientasi pada pembangunan bersama melalui peningkatan kerja sama di berbagai bidang. Implementasi kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin dalam hal ini diterapkan melalui dua bentuk: kerja sama multilateral melalui organisasi inter-regional, khususnya Forum CELAC-Tiongkok sebagai struktur utama; dan kerja sama bilateral dengan masing-masing negara di kawasan. Pada praktiknya, kedua bentuk kerja sama tersebut dilakukan secara sinergis dan simultan, serta terbuka terhadap keikutsertaan negara-negara di luar kawasan. Dalam konteks Brazil, kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin kurang lebih memberikan dampak yang cukup signifikan, meskipun tidak menyeluruh. Dengan melihat pada kenaikan PDB Brazil dan angka investasi global RRT di negara tersebut sepanjang bergabungnya Tiongkok dalam CELAC-China Forum beserta implementasi China-Latin American and Caribbean Countries Cooperation Plan (2015-2019) sejak tahun 2015, maka dapat dikatakan secara terbatas bahwa kebijakan ekonomi berorientasi pembangunan bersama yang dijalankan RRT memiliki dampak positif terhadap perekonomian Brazil.
Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Menghilangkan atau Melestarikan Kearifan Lokal Bali Intan Parameswari Anak Agung Ayu
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i2.17715

Abstract

This study was conducted to see whether the Indonesian government's policy to increase tourist visits will eliminate the values ​​of local wisdom and reduce people's welfare or vice versa. Furthermore, this paper also examines whether there is a role that the government can take to improve the welfare of the Balinese people and protect local values ​​as the unique attraction of Bali as the Island of the Gods. The findings of this research found that the high competition between countries in order to attract tourist visits to their country has caused Indonesia to start thinking and seriously reviewing various ways to further increase the number of tourists visiting Indonesia. Bali, as a tourist destination, is strongly encouraged to be able to increase the number of tourist visits every year. However, the question is whether the government is capable enough to encourage the growth of this sector without ignoring many conflicting effects that can arise, one of which is the increasing number of tourists in quantity but not accompanied by the quality of tourists and their purchasing power in this country. Another thing in terms of language problems, for example, tourists visiting Bali are mostly from China. Related to this, our society needs to work hard to be able to adapt and have good Chinese language skills in order to treat Chinese tourists. However , in practice many tour guides come from outside Bali, causing concerns and feelings of competition for the local Balinese people who work in this field.   Penelitian ini akan mengkajian mengenai apakah kebijakan ini akan menghilangkan atau mampu melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang ada hingga kesejahteraan masyarakat lokal serta apakah ada peran yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat lokal serta nilai-nilai agar tentu dapat tetap dilestarikan sebagai satu daya Tarik khas Pulau Dewata. Temuan dalam penelitian ini ada;ah bahwa tingginya persaingan antar negara yang menyebabkan Indonesia mulai memikirkan bagaimana untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia terus dikaji. Bali khususnya sebagai daerah pariwisata menjadi daerah yang begitu didorong untuk mampu setiap tahunnya terus meningkatkan jumlah wisatawannya. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah mampu mendorong perekonomian di sektor ini tanpa melihat banyak efek yang dapat muncul, salah satunya adalah jumlah wisatawan yang meningkat secara kuantitas tidak diiringi dengan kualitas wisatawan yang datang serta daya beli mereka di negara ini. Hal lainnya ialah wisatawan yang banyak datang ialah wisatawan asal negara Tiongkok yang mana dari sisi Bahasa masyarakat kita perlu berupaya keras untuk beradaptasi dalam sisi Bahasa untuk dapat mentreat wisatawan yang datang yang pada prakteknya banyak tour guide yang berasal dari luar bali yang perlu didatangkan sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat lokal bali yang merasa tersaingi.
Kerjasama Indonesia - Malaysia dalam Peningkatan Taraf Pendidikan Anak TKI di Negeri Sabah Anita; Darwis; Aswin Baharuddin
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v1i2.17737

Abstract

This study aims to describe the effectiveness and challenges of Indonesia- Malaysia cooperation in improving the education level of the Indonesian labour’s Children in Sabah, Malaysia. The research method used in the preparation of this thesis is a descriptive qualitative method which aims to describe the effectiveness and challenges of Indonesia-Malaysia cooperation. The data collection technique used is a literature review that comes from various literatures such as books, journals, documents, articles, and electronic media such as the internet. In this research, the writer also uses qualitative data analysis with deductive writing method. The results of this study indicate that there is a good relationship that exists between Indonesia and Malaysia through bilateral cooperation between the two countries in solving the problems of children of Indonesian labour workers residing in the country of Sabah. Indonesia implements the foreign policy with the aim of achieving its national interest, namely intellectual life of the nation. In its implementation, accompanied by the issuance of the Guidelines for Establishing CLC in Sabah by the Malaysian Ministry of Education, Indonesia has implemented several policies to facilitate the provision of educational services to the children of Indonesian migrant workers. These include establishing the Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), the establishment of a Community Learning Center (CLC), the implementation of sending Indonesian teachers to Sabah next repatriation programs, as well as the issuance of official documents or population documents, namely passports, birth certificates, and marriage certificates. The collaboration between Indonesia and Malaysia can be said to be quite effective, as seen from the increase number of teachers accompanied by the addition of available education levels, namely CLC SD and CLC SMP which are widely spread and are directly proportional to the increase Indonesian labour’s children who can access education/get educational services. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dan tantangan dari kerjasama Indonesia-Malaysia dalam peningkatan taraf pendidikan anak-anak TKI yang ada di Negeri Sabah, Malaysia. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode kualitatif deskripstif yang bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dan tantangan dari kerjasama Indonesia- Malaysia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah telaah pustaka yang bersumber dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, dokumen, artikel, maupun media elektronik seperti internet. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan analisis data kualitatif dengan metode penulisan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Malaysia melalui kerjasama bilateral kedua negara dalam menyelesaikan permasalahan anak TKI yang berada di negeri Sabah. Indonesia mengimplementasikan kebijakan luar negerinya dengan tujuan untuk mencapai kepentingan nasionalnya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam penjalanannya, disertai dengan dikeluarkannya Pedoman Penubuhan CLC di negeri Sabah oleh Kementerian Pelajaran Malaysia, Indonesia menjalankan beberapa kebijakan untuk memudahkan pemberian layanan pendidikan kepada anak-anak TKI. Diantaranya mendirikan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), terbentuknya Community Learning Center (CLC), pelaksanaan pengiriman guru Indonesia ke Sabah hingga program repatriasi, serta penerbitan dokumen resmi atau dokumen kependudukan, yakni berupa Paspor, Surat Akta Kelahiran, dan Surat Pernikahan. Kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dan Malaysia dapat dikatakan cukup efektif dilihat dari adanya penambahan jumlah guru disertai penambahan jenjang pendidikan yang tersedia yaitu CLC SD serta CLC tingkat SMP yang banyak tersebar dan berbanding lurus dengan bertambahnya anak-anak TKI yang dapat mengakses pendidikan/mendapatkan layanan pendidikan.
Peran ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER) dalam Penanggulangan Bencana Alam di Indonesia Agussalim Burhanuddin; Adis Dwi Magfirah; Indra; Nandito Octaviano Guntur; Kezia Atirah Monica Bubun; Muhammad Daffa Rizqilah; Annisa Apriliani
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i1.18656

Abstract

Responding to problems related to natural disasters, ASEAN created a regional regime, namely AADMER (ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response) which was framed based on the commitment of “One ASEAN, One Response”. The research method that will be used is descriptive qualitative method. Primary data were obtained from in-depth interviews with a scientist who has a special concern about ASEAN disaster management. Then, the primary data was confirmed and clarified with secondary data obtained from the literature, especially journals, the ASEAN framework, and Indonesian law related to disaster management. From this study it was found that the Indonesian government had taken sides with the Indonesian government to adopt AADMER through the National Disaster Management Agency (BNPB). Due to the limitations of ASEAN's work, member countries can realize AADMER. Similarly, Indonesia's inadequacy in threat management is examined. The efficacy of disaster risk reduction is noteworthy as a regional organization has the ability to expand its authority in making regional arrangements to address the issue.   Menyikapi permasalahan permasalahan terkait bencana alam, ASEAN menciptakan rezim regional yaitu AADMER (ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response) yang dibingkai berdasarkan komitmen “One ASEAN, One Response”. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan seorang akademisi yang memiliki perhatian khusus seputar penanganan bencana ASEAN. Kemudian, data primer dikonfirmasi dan diklarifikasi dengan data sekunder yang diperoleh dari tinjauan literatur khususnya jurnal, kerangka ASEAN, dan hukum Indonesia terkait penanggulangan bencana. Dari penelitian ini ditemukan bahwa keberpihakan Indonesia telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk menganut AADMER melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena keterbatasan kerja ASEAN, negara-negara anggota dapat menghambat pemenuhan AADMER. Demikian pula, ketidakcukupan Indonesia dalam manajemen risiko bencana diperiksa. Kemanjuran pengurangan risiko bencana patut dicatat sebagai organisasi regional yang memiliki kemampuan untuk memperluas kewenangannya dalam membuat pengaturan regional untuk mengatasi masalah tersebut.
Politik Luar Negeri Tiongkok Sejak Tahun 1978: Transisi, Rebalancing dan Aktivisme Muhammad Erza Pradana
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i1.19839

Abstract

This article seeks to explain and analyze the changes and continuity in China’s foreign policy since 1978. The rise of China is perceived as both remarkable and threatening by many countries. Like all great powers, China’s rising power has been to further assert its dominance especially in Asia. However, since its declaration in 1949, China’s foreign policy had undergone significant adjustments to adapt with both domestic and international situation. In this article, the author the author divides the development of post-Mao Chinese foreign policy into 3 main phases, namely, Transition, Rebalancing and Activism. Of the three phases, the author will explain and analyze the changes and continuity that occur in the development of China's foreign policy. This artcile uses the Neoclassical Realist Theory of foreign policy to explain the evolution in China’s foreign policy. The author uses a qualitative approach with the literature study method as a data collection technique.   Artikel ini berusaha menjelaskan dan menganalisis perubahan dan kesinambungan kebijakan luar negeri China sejak 1978. Kebangkitan China dianggap luar biasa dan mengancam oleh banyak negara. Seperti semua kekuatan besar, kekuatan China yang meningkat telah semakin menegaskan dominasinya terutama di Asia. Namun, sejak dideklarasikan pada tahun 1949, kebijakan luar negeri China telah mengalami penyesuaian yang signifikan untuk beradaptasi dengan situasi domestik dan internasional. Dalam artikel ini, penulis membagi perkembangan politik luar negeri China pasca era Mao menjadi 3 fase utama, yaitu Transisi, Rebalancing dan Aktivisme. Dari ketiga fase tersebut, penulis akan menjelaskan dan menganalisis perubahan dan kontinuitas yang terjadi dalam perkembangan politik luar negeri China. Artikel ini menggunakan Teori Neoklasik Realis kebijakan luar negeri untuk menjelaskan evolusi dalam kebijakan luar negeri China. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data.
Potensi Perluasan Kemitraan Internasional Universitas Hasanuddin dengan Universitas dalam Lingkungan ASEAN Nasly Perosyah
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i1.21008

Abstract

This study aims to determine the form and effect of partnerships conducted by Hasanuddin University with universities in Southeast Asia. The research method used is a qualitative method where data collection is carried out by conducting in-depth interviews. The results of this study indicate that the partnership between Hasanuddin University and the University of Malaysia and the University of Thailand includes student and staff exchanges; Symposium; exchange of scientific works; research funding; cooperation in the honey bee industry to cooperation in the fields of marine and fisheries and biotechnology. So far, this collaboration has shown a significant positive impact. What needs to be improved is that in this partnership it is related to the development of human resources both at Hasanuddin University and partner universities in Southeast Asia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan pengaruh kerjasama kemitraan yang dilakukan oleh Universitas Hasanuddin dengan universitas dalam lingkup Asia Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kerjasama kemitraan antara Universitas Hasanuddin dengan Universitas Malaysia dan Universitas Thailand mencakup pertukaran pelajar dan staf; Symposia; pertukaran karya ilmiah; pendanaan penelitian; kerjasama industri lebah madu hingga pada kerjasama dalam bidang kelautan dan perikanan serta bioteknologi. Sejauh ini kerjasama tersebut menunjukkan dampak positif yang signifikan. Adapun yang perlu ditingkatkan adalah dalam kemitraan ini adalah terkait dengan pengembangan sumber daya manusia baik di Universitas Hasanuddin maupun universitas mitra di lingkup Asia Tenggara
Pengaruh Sanksi Uni Eropa Terhadap Rusia Atas Krisis Ukraina Mahfud Massaguni; Muhammad Nasir Badu; Muhammad Ashry Sallatu
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i1.21011

Abstract

The crisis of Ukraine is one of the hot topics in the international world talks. The cancellation of the signing of the Association Agreement, which is a stage of integration of Ukraine into the EU, resulted in a wave of massive protests from citizens of Ukraine. Representatives of the EU mediating between the Ukrainian government and the protesting parties ultimately resulted in an agreement to oust President Viktor Yanukovych. The deposition of President Viktor Yanukovych, called pro-Russian, resulted in anger on the part of Russia, on the grounds that the elected president of Viktor Yanukovych's successor was a pro-European party. After the election, unarmed armed forces took over the Crimea territory and held a referendum for the territory to join Russia. Russian involvement in this conflict led to the EU sanctioning Russia. This prolonged sanction not only affects Russia, but also against Europe, because basically each side is one of the largest trading partners. Krisis Ukraina merupakan salah satu topik hangat dalam perbincangan dunia internasional. Pembatalan penandatanganan Association Agreement, yaitu sebuah tahapan integrasi Ukraina kedalam Uni Eropa, mengakibatkan gelombang protes besar-besaran dari warga Ukraina. Perwakilan Uni Eropa yang menjadi penengah antara pemerintah Ukraina dan para pihak yang melakukan protes, akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk melengserkan presiden Viktor Yanukovych. Dilengserkannya Presiden Viktor Yanukovych yang disebut sebagai pro-Rusia, mengakibatkan kemarahan dari pihak Rusia, dengan alasan presiden terpilih pengganti Viktor Yanukovych merupakan pihak yang pro-Eropa. Setelah pemilihan, pasukan bersenjata tanpa identitas mengambil alih wilayah Krimea dan mengadakan referendum agar wilayah tersebut bergabung dengan Rusia. Keterlibatan Rusia dalam konflik ini menyebabkan Uni Eropa memberi sanksi terhadap Rusia. Sanksi berkepanjangan ini tidak hanya berdampak pada Rusia, namun juga terhadap Eropa, karena pada dasarnya masing-masing pihak merupakan salah satu mitra dagang paling besar.
Dampak Ekspansi Alibaba Group Terhadap Perkembangan E-Commerce Di Indonesia Muhammad Iqbal; Darwis; Muhammad Ashry Sallatu
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i1.21012

Abstract

This study aims to find out about the threat of Alibaba Group expansion of local E-commerce in Indonesia, as well as the attitude of the Government of Indonesia to Alibaba Expansion Group, research method used is Descriptive Data collection techniques used by the authors is the form of library research and study Document that is by collecting literature relating to the subject matter to be discussed, and see the developments that occur from the discussion studied by the author. The results of this study indicate that with the existence of Alibaba Group Expansion there are several threats to E-commerce in Indonesia, among others, is the competition between foreign E-commerce companies with large capital in its operation as well as the potential strikes of Chinese production goods caused by access and marketing more easy. The Indonesian government's attitude towards Alibaba Group expansion is by issuing Perpres no.44 of 2016 and the policy of E- commerce Road Map in Indonesia which contains about protection and guidance on local E-commerce in order to compete with foreign players and strengthening Infrastructure to support Ecosystem of E-commerce in Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang ancaman ekspansi Alibaba Group terhadap E-commerce lokal di Indonesia, serta sikap pemerintah Indonesia terhadap Ekspansi Alibaba Group, Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah berupa telaah pustaka (library research) dan studi dokumen yaitu dengan mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan dibahas, serta melihat perkembangan yang terjadi dari pembahasan yang diteliti oleh penulis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya Ekpansi Alibaba Group terdapat beberapa ancaman bagi E-commerce di Indonesia antara lain adalah persaingan antara perusahaan E-commerce asing dengan modal yang besar dalam operasinya serta adanya potensi gempuran barang produksi China diakibatkan oleh akses masuk dan pemasaran yang lebih mudah. Sikap pemerintah Indonesia terhadap Ekspansi Alibaba Group ini adalah dengan mengeluarkan Perpres no.44 tahun 2016 serta adanya kebijakan Road Map E-commerce di Indonesia yang mana berisi tentang perlindungan dan bimbingan pada E-commerce lokal agar dapat bersaing dengan pemain asing dan penguatan Infrastruktur untuk mendukung ekosistem E-commerce di Indonesia.
Masalah Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dan Perjuangan Diplomasi Republik Indonesia Nurnaningsih Al Hasmi; Burhanuddin; Patrice Lumumba
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i2.21600

Abstract

This research is intended to determine the basis of the diplomatic struggle of the Republic of Indonesia in the problem of TKI in Saudi Arabia and the substance of the diplomatic struggle of the Republic of Indonesia against the problem of TKI in Saudi Arabia. The results of the study indicate that the The large number of migrant workers to Saudi Arabia is due to the high demand from the country as a developed country which continues to develop its country in various sectors, thus requiring a lot of manpower. This is an opportunity for the Government of Indonesia to send TKI to Saudi Arabia in order to reduce unemployment and improve the economy of the people in Indonesia, but the consequences of this delivery cause various problems such as: persecution, unpaid salaries, harassment, and murder which cause problems in the context of Indonesia-Saudi Arabia relations. On that basis, as a consequence, the Indonesian Government must fight for the fate of the TKI through diplomacy such as mediating the interests of the TKI with the Government of Saudi Arabia, providing advocacy or legal assistance.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar perjuangan diplomasi Republik Indonesia dalam permasalahan TKI di Arab Saudi dan substansi perjuangan diplomasi Republik Indonesia terhadap permasalahan TKI di Arab Saudi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banyaknya TKI ke Arab Saudi disebabkan oleh tingginya permintaan dari negara tersebut selaku negara maju yang terus membangun negaranya di berbagai sektor, sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja. Hal ini menjadi peluang bagi Pemerintah Indonesia untuk mengirimkan TKI ke Arab Saudi agar dapat mengurangi pengangguran dan meningatkan ekonomi masyarat di Indonesia, akan tetapi akibat dari pengiriman tersebut menimbulkan berbagai permasalahan seperti: penganiayaan, gaji tidak dibayar, pelecehan, dan pembuhunan yang menimbulkan masalah dalam konteks hubungan Indonesia-Arab Saudi. Dengan dasar itu, sebagai konsekuensi bagi Pemerintah Indonesia harus memperjuangkan nasib para TKI tersebut melalui diplomasinya seperti memediasi kepentingan para TKI dengan Pemerintah Arab Saudi, memberi advokasi atau bantuan hukum. 
Transformasi Rezim Internasional: Kasus International Whaling Commission dalam Menghentikan Perburuan Ikan Paus Mawaddah Dhuha Rahmarilla; Najamuddin Khairur Rijal; Hamdan Nafiatur Rosyida
Hasanuddin Journal of International Affairs Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Department of International Relations, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/hjirs.v2i2.22454

Abstract

  This study analyzes why international regimes are undergoing transformation, with a study on the transformation of the International Whaling Commission (IWC) in stopping whaling. There has been a development of the focus and objectives of the IWC which has caused the IWC to transform from a whaling regulatory regime to a whale conservation regime. The theoretical foundation of Oran R. Young is used to identify the factors that lead to regime transformation, which include Internal Contradiction, Underlying Structure of Power, and Exogenous Forces. The research method used is qualitative-descriptive. Data collection techniques used literature studies obtained through organizational documents, journal articles, research results, and information from the media. The results show that the transformation of the IWC from a regime that regulates whaling to a regime of whale conservation is influenced by several things that are constantly running such as the implementation of a moratorium on commercial whaling, the dominance and influence of anti-poaching states in IWC policies, polarization of IWC membership, and pressure from environmental-based organizations.       Penelitian ini menganalisis mengapa rezim internasional mengalami transformasi, dengan studi pada transformasi International Whaling Commission (IWC) dalam menghentikan perburuan paus. Dalam perjalanannya, telah terjadi perkembangan fokus dan tujuan IWC yang menyebabkan IWC bertransformasi dari rezim pengatur perburuan paus menjadi rezim konservasi paus. Landasan teori dari Oran R. Young digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan transformasi rezim, yang meliputi kontradiksi internal, pergeseran struktur kekuasaan, dan kekuatan eksternal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang diperoleh melalui dokumen organisasi, artikel jurnal, hasil penelitian, maupun informasi dari media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi IWC dari rezim yang mengatur perburuan paus menjadi rezim konservasi paus dipengaruhi oleh beberapa hal yang berjalan konstan seperti implementasi moratorium perburuan paus komersial, dominasi dan pengaruh negara anti perburuan dalam kebijakan IWC, polarisasi keanggotaan IWC, serta tekanan dari organisasi berbasis lingkungan.