cover
Contact Name
Guspri Devi Artanti
Contact Email
vie_artanti@yahoo.com
Phone
+628128770292
Journal Mail Official
jurnalsainsboga@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta Kampus A UNJ, Gedung H Lantai 2 Jln. Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Boga
ISSN : 26225557     EISSN : 26225557     DOI : https://doi.org/10.21009
Journal Sains Boga is a scientific journal containing various research articles and reviews related to the fields of learning, food processing, bread and cakes, business management, also nutrition and food technology. Journal Sains Boga is published two times a year in May and November Jurnal Sains Boga adalah jurnal ilmiah yang memuat berbagai artikel hasil penelitian dan telaah (review) yang berkaitan dengan bidang pembelajaran, pengolahan makanan, roti dan kue, manajemen usaha, serta gizi dan teknologi pangan. Jurnal sains boga diterbitkan dua kali setahun pada bulan Mei dan November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Studi Kepuasan Konsumen Pada Tempat Penyedia Makanan di Kampus Universitas Negeri Jakarta Endah Fitria Sari; Ari Fadiati; Guspri Devi Artanti
Jurnal Sains Boga Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Sains Boga, Volume 2 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.002.1.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran kepuasan konsumen pada tempat penyedia makanan di kampus A Universitas Negeri Jakarta. Penelitian dilakukan di lingkungan kampus A Universitas Negeri Jakarta sejak Januari 2019 hingga Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para civitas akademika dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan berdasarkan rumus slovin. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert. Teknik uji instrumen menggunakan uji validitas dengan metode korelasi product moment di mana 28 butir pernyataan dinyatakan valid karena nilai rhitung > rtabel dan uji reliabilitas dengan metode alpha cronbach di mana 28 butir pernyataan yang valid dinyatakan reliabel karena nilai koefisien reliabilitas R11 > 0.6. Hasil dari perhitungan dengan uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa di Beranda Resto & Café kualitas pelayanan menjadi faktor pilihan konsumen dengan nilai mean sebesar 4.08, di kantin Blok M dan kantin Blok G faktor harga menjadi faktor pilihan konsumen dengan nilai mean sebesar 4.13 dan 4.19, sedangkan di Terrace Café faktor kemudahan menjadi faktor pilihan konsumen dengan nilai mean sebesar 4.12. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan ialah faktor pilihan konsumen pada tempat penyedia makanan di kampus Universitas Negeri Jakarta dengan nilai mean sebesar 4.08. Kata kunci: kepuasan konsumen, penyedia makanan
Pengaruh Penambahan Tepung Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Daya Terima Kerupuk Jengkol Alsuhendra; Retno Agi Persada; Ari Fadiati
Jurnal Sains Boga Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Sains Boga, Volume 2 Nomor 2, November 2019
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.002.2.01

Abstract

AbstractThis research aimed to portray the effect of jengkol flour addition with different concentrations on consumer acceptance. This research was conducted at the Food Processing Laboratory, Culinary Education, Faculty of Engineering, State University of Jakarta from February 2018 to January 2019. This research used an experimental method. The acceptance test was conducted by 30 semi-trained panelist including aspects of color, taste, aroma, crispness, linear expansion, and thickness. The results of hypothesis testing using the Friedman test with α = 0,05 showed that there is an effect of jengkol flour addition with different concentrations (30%, 50%, 70%) on consumers acceptance, color, taste, aroma, linear expansion and thickness aspects. While, there is no effect of jengkol flour addition in the manufacture of jengkol crackers on crispness aspect. In conclusion, Jengkol crackers with 50% of jengkol flour addition is recommended as the best formula. Keywords: jengkol flour, jengkol crackers, consumer acceptance AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya terima kerupuk jengkol. Penelitian di lakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta sejak Februari 2018 hingga Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Uji daya terima dilakukan kepada 30 orang panelis agak terlatih meliputi aspek warna, rasa, aroma, kerenyahan, daya kembang, dan ketebalan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi berbeda (30%, 50%, 70%) dalam pembuatan kerupuk jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol pada aspek warna, rasa, aroma, daya kembang, dan ketebalan, sedangkan pada aspek kerenyahan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol. Formula yang direkomendasikan adalah kerupuk jengkol dengan penambahan tepung jengkol 50%. Kata-kata kunci: tepung jengkol, kerupuk jengkol, daya terima konsumen
Pengaruh Substitusi Pati Ganyong (Canna Edulis Kerr) Terhadap Mutu Sensoris Tartlet Viona Monty Aprillya; Guspri Devi Artanti; Mariani
Jurnal Sains Boga Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Sains Boga, Volume 3 Nomor 2, November 2020
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.003.2.03

Abstract

This study aims to the effect of canna starch substitutes (Canna Edulis Kerr) with the sensory quality of the tartlets skin senses devouring aspects of color, taste, aroma and texture. This research was carried out in the Pastry dan Bakery Laboratory, Food and Nutrition Program, Faculty of Engineering, State University of Jakarta. This research was conducted a tartlet laboratory test with the analysis of the properties of water content and ash content. Then the sensory quality assesment carried out organoleptic tests conducted on 45 rather trained panelists. This research is using experimental method. The population in this study was the tartlet with the canna starch subtitution, while the sample was the skin of tartlet substitution canna starch with the percentage of 20%, 40% and 30%. Based on deskriptive analysis, the results of the tartlet hypotesis test analysis with 40% canna starch substitution have the highest average of 4,9, which is the criteria for cream color. In the taste aspect, tartlet with a starch substitution of 20% and 30% has the highest average of 3,7, which is the criteria of sweet taste. In the aspect of aroma, tartlet with 40% canna starch substitution has the highest average of 4,1, which is in the criteria flavor not have a canna scent. And in the aspect of texture, tartlet with 30% dan 40% canna starch substitution has the highest average of 4,3, which is on crispy teksture. Kruskal Wallis Test results showed no significant substitution effect of canna starch on the sensory quality of tartlet.
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread Septo Adi Prabowo; Guspri Devi Artanti; Efrina
Jurnal Sains Boga Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Sains Boga Volume 4 Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.004.1.01

Abstract

Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at the Cake and Bread Laboratory of the Catering Education Study Program, Jakarta State University, from February to August 2019, using the experimental method. The difference in the time of the final fermentation used is 50 minutes, 60 minutes and 70 minutes. Quality assessment is carried out by scoring tests on external and internal aspects, namely shape, skin color, skin characteristics, pores, crumb color, texture, taste, and aroma to the somewhat trained panelists namely students of Culinary Education Study Program, Jakarta State University, amounting to 45 people . Quality test results and physical analysis of Japanese Milk Bread products with differences in final fermentation time have a good value from external and internal aspects. On the external aspect, the form of Japanese Milk Bread in the final fermentation of 50 and 60 minutes is in the category of approaching to expand and the final fermentation of 70 minutes is in the assessment between expand and very expand. In the aspect of skin color Japanese Milk Bread with final fermentation of 50, 60, and 70 minutes is in the category of approaching yellowish white. In the aspect of skin color characteristics of Japanese Milk Bread with the final fermentation time of 50, 60, and 70 minutes is in the near-thin category. As for internal aspects, the pore of Japanese Milk Bread with final fermentation of 50, 60, and 70 minutes is in the near-fine evaluation aspect. In the aspect of crumbs of Japanese Milk Bread with 50, 60, and 70 minutes fermentation, the assessment is near the yellowish white. In the aspect of texture of Japanese Millk Bread with the final fermentation time of 50 and 70 minutes, the evaluation is close to soft, and the final fermentation time of 60 minutes is in the category of evaluation between soft and very soft. In the aspect of taste with a final fermentation time of 50, 60, and 70 minutes is in the category of assessment approaching the taste of milk. The evaluation category approaching the scented butter is found in the aspect of Japanese Milk bread aroma with final fermentation of 50 and 60 minutes while the final fermentation of 70 minutes is in the butter scented evaluation category. High dimensional aspect physical test at the final fermentation of 50 minutes is 5 cm; 5.5 cm for 60 minutes final fermentation and 6 cm for 70 minutes final fermentation. The final 70 minute fermentation pore aspect still has small, fine pores and has no air space in the bread. The results of the Kruskal-Wallis test at α=0.05 indicate that there is no influence on the quality of Japanese Milk Bread with the difference in final fermentation time. However, when viewed from the results of physical and physical tests, researchers recommend that Japanese Milk Bread with a final fermentation time of 70 minutes is the best final fermentation time for making Japanese Milk Bread. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama waktu fermentasi akhir (final proofing) pada pembuatan Japanese Milk Bread. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kue dan Roti Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negerti Jakarta pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2019 dengan menggunakan metode eksperimen. Perbedaan lama waktu fermentasi akhir yang digunakan adalah 50 menit, 60 menit, dan 70 menit. Penilaian kualitas dilakukan dengan uji skoring terhadap aspek ekternal dan internal yaitu bentuk, warna kulit, karakteristik kulit, pori, warna remah, tekstur, rasa, dan aroma kepada panelis agak terlatih yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta yang berjumlah 45 orang. Hasil uji kualitas serta analisis fisik terhadap produk Japanese Milk Bread dengan perbedaan waktu fermentasi akhir memiliki nilai yang baik dari aspek eksternal maupun internal. Pada aspek eksternal, bentuk Japanese Milk Bread pada fermentasi akhir 50 dan 60 menit berada pada kategori penilaian mendekati mengembang serta fermentasi akhir 70 menit berada pada penilaian antara mengembang dan sangat mengembang. Pada aspek warna kulit Japanese Milk Bread dengan fermentasi akhir 50, 60, dan 70 menit berada pada kategori mendekati putih kekuningan. Pada aspek karakteristik warna kulit Japanese Milk Bread dengan waktu fermentasi akhir 50, 60, dan 70 menit berada pada kategori mendekati tipis. Sementara untuk aspek internal, pori Japanese Milk Bread dengan fermentasi akhir 50, 60, dan 70 menit berada pada aspek penilaian mendekati halus. Pada aspek warna remah Japanese Milk Bread dengan fermentasi akhir 50, 60, dan 70 menit berada pada kategori penilaian mendekati putih kekuningan. Pada aspek tekstur Japanese Millk Bread dengan waktu fermentasi akhir 50 dan 70 menit berada pada penilaian mendekati lembut, serta waktu fermentasi akhir 60 menit berada pada kategori penilaian antara lembut dan sangat lembut. Pada aspek rasa dengan waktu fermentasi akhir 50, 60, dan 70 menit berada pada kategori penilaian mendekati terasa susu. Kategori penilaian mendekati beraroma butter terdapat dalam aspek aroma Japanese Milk bread dengan fermentasi akhir 50 dan 60 menit sementara pada fermentasi akhir 70 menit berada dalam kategori penilaian beraroma butter. Uji fisik aspek dimensi tinggi pada fermentasi akhir 50 menit adalah 5 cm; 5,5 cm untuk fermentasi akhir 60 menit dan 6 cm pada fermentasi akhir 70 menit. Aspek pori fermentasi akhir 70 menit masih mempunyai pori yang kecil dan halus serta tidak mempunyai ruang udara didalam roti. Hasil uji Kruskal-Wallis pada α=0,05 menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kualitas Japanese Milk Bread dengan perbedaan waktu fermentasi akhir. Namun jika dilihat dari hasil uji kualitas dan fsik peneliti merekomendasikan Japanese Milk Bread dengan waktu fermentasi akhir 70 menit adalah waktu fermentasi akhir terbaik untuk pembuatan Japanese Milk Bread. Kata kunci: Japanese Milk Bread, waktu fermentasi akhir, kualitas
Pengaruh Penambahan Lengkuas Pada Pembuatan Dendeng Patin Lumat Terhadap Daya Terima Dan Kandungan Serat Yati Setiati; Yeni Yulianti
Jurnal Sains Boga Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Sains Boga, Volume 2 Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.002.1.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan lengkuas pada pembuatan dendeng patin lumat terhadap daya terima konsumen dan kandungan serat ditinjau dari uji organoleptik pada aspek warna, aroma, rasa dan tekstur. Proses penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan dan Laboratorium Analisa Bahan Makanan, Program Studi Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji Friedman, untuk mengetahui kelompok mana yang terbaik diantaranya, maka perlu digunakan uji Tuckey’s. Hasil yang diperoleh dari uji vailiditas oleh 5 dosen ahli dengan memberikan dua sampel yang berbeda, maka dapat dijelaskan bahwa dendeng lumat ikan patin dengan penambahan jenis lengkuas merah secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata 3,93 dan dendeng lumat ikan patin dengan penambahan jenis lengkuas putih secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata 4,4 sehingga nilai terbesar pada perlakuan dendeng lumat ikan patin dengan penambahan jenis lengkuas putih yang akan dilanjutkan uji dya terima dengan persentase berbeda yaitu 10%, 15%, dan 20%. Hasil rata-rata daya terima tertinggi pada aspek warna, rasa, aroma dan tekstur pada dendeng lumat ikan dengan penambahan lengkuas putih sebanyak 30%. Hasil uji hipotesis tidak terdapat pengaruh penambahan lengkuas putih pada pembuatan dendeng lumat ikan patin dengan persentase 10%, 20%, 30% terhadap aspek warna, rasa dan tekstur. Hasil Pengujian hipotesis x2 hitung 34,7 > x2 tabel 5,99 menunjukkan terdapat pengaruh penambahan lengkuas putih pada pembuatan dendeng lumat ikan patin dengan persentase 10%, 20%, 30% terhadap aspek aroma. Aroma dendeng lumat ikan patin dengan persentase penambahan lengkuas putih sebesar 30% (C) merupakan produk yang paling baik atau berkualitas.
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung Sana Widianti; Rita Patriasih; Cica Yulia
Jurnal Sains Boga Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Sains Boga, Volume 2 Nomor 2, November 2019
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.002.2.05

Abstract

Abstract Underweight is a health disorder which is caused imbalance of nutrient needed for growth. The direct factor of underweight are food intake and infectious diseases. Foods consumed by toddlers will become a habit and form eating habit for toddlers. Caused of underweight are still a problem in west java, one of which is in Puskesmas Ciumbuleuit. The research was aimed to find eating habit toddlers recorded in Puskesmas Ciumbuleuit. The method was quantitative descriptive with cross-sectional design. The population of was 70 mother who have of toddlers underweight status. The sampling technique used was purposive in consideration of toddlers underweight status of was 4 to 5 years old already active consumers therefore the sample of the research was 20 people. The result of research that 55% of toddlers was only eating and snacking twice a day,77,5% of toddlers feeding schedule was irreguler, the quantity of toddler eating did not meet daily nutrition needs since the average intakes of staple food 177,9 gram, 48,4 gram of animal protein 9,75 gram of vegetables protein, 32,7 gram of vegetable, 11,6 gram of fruit, 32,8 gram of milk, the quality of 85% of toddler feeding was energy deficit, 70% of them were protein deficit, 95% was fat deficit,77,5% of toddler eating variation was not varied. Recommendations for related institutions are expected to provide knowledge and mentoring to the eating habit in toddlers underweight status, for mother of toddlers pay attention to food consumed by children so that it will produce a good eating habit. Keywords: eating habits, toddler, underweight status. Abstrak Gizi kurang adalah gangguan kesehatan ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Faktor langsung penyebab gizi kurang adalah asupan makanan dan penyakit infeksi. Makanan yang dikonsumsi balita akan menjadi kebiasaan dan terbentuklah pola makan pada balita. Kasus gizi kurang masih menjadi masalah di Jawa Barat, salah satunya di puskesmas Ciumbuleuit. Tujuan pemelitian ini untuk mengetahui pola makan anak balita status gizi kurang yang tercatat di puskesmas Ciumbuleuit Bandung. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 70 orang ibu yang memiliki balita status gizi kurang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive dengan pertimbangan anak balita yang memiliki status gizi kurang berusia 4-5 tahun sudah menjadi konsumen aktif. Sampel penelitian ini adalah 20 orang ibu balita gizi kurang. Penelitian diperoleh mengenai frekuensi makan dalam sehari lebih dari setengahnya (55%) balita makan hanya dua kali dalam sehari dan mengkonsumsi snack dua kali. Jadwal makan anak balita sebagian besar (77%) tidak teratur. kuantitas makan balita seluruhnya masih belum sesuai dengan yang dianjurkan. Rata-rata konsumsi makanan pokok 177,9 gram, lauk hewani 48,4 gram, lauk nabati 9,75 gram, sayuran 32,7 gram, buah 11,6 gram, susu 32,8 gram. Kualitas makan balita sebagian besar(85%) defisit energi, lebih dari setengahnya (70%) defisit protein, sebagian besar (95%) defisit lemak, lebih dari setengahnya (75%) defisit karbohidrat, dan variasi makanan balita sebagian besar (77,5%) tidak bervariasi. Rekomendasi bagi lembaga terkait diharapkan untuk memberikan pengetahuan dan pendampingan untuk pola makan pada balita status gizi kurang, bagi ibu balita memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak sehingga akan menghasilkan pola makan yang baik. Kata-kata kunci: anak bawah lima tahun, pola makan, status gizi kurang
Pengaruh Substitusi Tepung Jagung (Zea Mays L.) Pada Pembuatan Kue Semprit Terhadap Daya Terima Konsumen Fiki Adi Saputra; Rusilanti; Mariani
Jurnal Sains Boga Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Sains Boga Volume 4 Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.004.1.05

Abstract

The objective of the research is to study the influence corn flour substitute on making semprit cookies with different percentages towards consumer acceptability. This research conducted on Pastry and Bakery Laboratory, Vocational Education in Culinary Arts, State University of Jakarta since September 2019 until August 2020. This research uses experiment method. Consumer acceptability test done by 20 not trained panelists to assess of semprit cookies covering aspects colors, flavor, tastes, and textures semprit cookies. Hypothesis test result using Friedman Test with significant level a = 0.05 continued with Tuckey’s Test show that there is influence on semprit cookies substitute with corn flour on colors aspects percentages 35%, 50%, and 65% towards consumer acceptability. The result of taste and texture aspects also shows there is influence of semprit cookies with corn flour substitute towards consumer acceptability. While in aroma aspects there is no influence of semprit cookies substitution corn flour towards consumer acceptability. Based on consumer acceptability test noted that the most preffered product on semprit cookies with corn flour substitute is semprit cookies with percentages 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung jagung pada pembuatan kue semprit dengan persentase yang berbeda terhadap daya terima konsumen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pastry and Bakery, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta sejak September 2019 hingga Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Uji daya terima konsumen dilakukan pada 20 panelis agak terlatih untuk menilai kue semprit meliputi aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur kue semprit. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan taraf signifikan a = 0.05 dan dilanjutkan dengan uji Tuckey menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada kue semprit substitusi tepung jagung pada aspek warna dengan persentase 35%, 50%, dan 65% terhadap daya terima konsumen. Hasil pada aspek rasa dan tekstur juga menunjukkan adanya pengaruh kue semprit substitusi tepung jagung terhadap daya terima konsumen. Sedangkan pada aspek aroma tidak terdapat pengaruh substitusi tepung jagung terhadap daya terima konsumen. Berdasarkan hasil uji daya terima konsumen diketahui bahwa produk yang paling disuka pada pembuatan kue semprit substitusi tepung jagung adalah kue semprit dengan substitusi tepung jagung dengan persentase 50%.
Pengaruh Penerapan Metode Debat Terhadap Keaktifan Peserta Didik Dalam Materi Zat Gizi Sumber Zat Pengatur Di SMKN 32 Jakarta Siti Nurlailia; Rina Febriana; Annis Kandriasari
Jurnal Sains Boga Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Sains Boga Volume 4 Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.004.1.03

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the debate method on the activeness of students in the nutritional content of regulatory substances at SMKN 32 Jakarta, using the Quasi-experimental method. The activeness instrument consists of five lattice indicators of the activeness observation sheet consisting of display, oral, listening, writing and mental with a total of 28 items. The sample of this research was 59 students who were selected by the purposive sampling method. From the data obtained by the experimental class with 29 respondents and the control class with 30 people, the results on visual indicators were 82.74% for activeness in the experimental class and 78.69% for the control class. In the oral indicator as much as 79.59% for activeness in the experimental class and 76.12% for the control class. On the listening indicator as much as 80.12% for activeness in the experimental class and 75.71% for the control class. The writing indicators were 77.98% for activeness in the experimental class and 71.55% for the control class. On mental indicators as much as 75.95% for activeness in the experimental class and 71.67% for the control class. Based on the results obtained, the activeness of students can be ranked according to its indicators, namely indicators of speaking, displaying, writing, listening, and mental. This study found the results of the data analysis were not normally spread, then testing with mann whitney u-test concluded that the method of debate had an effect on the activeness of students in learning the material for the source of regulatory substances. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode debat terhadap keaktifan peserta didik dalam materi zat gizi sumber zat pengatur di SMKN 32 Jakarta, menggunakan metode Quasi-eksperimen. Instrumen keaktifan terdiri dari lima indikator kisi-kisi lembar observasi keaktifan yang terdiri dari tampilan, lisan, mendengarkan, menulis, dan mental dengan total 28 butir. Sampel penelitian ini adalah 59 peserta didik yang dipilih dengan metode sampling bertujuan. Dari data yang diperoleh kelas eksperimen dengan jumlah responden 29 orang dan kelas kontrol dengan jumlah 30 orang, mendapatkan hasil pada indikator visual sebanyak 82,74% untuk keaktifan pada kelas eksperimen dan 78,69% untuk kelas kontrol. Pada indikator oral sebanyak 79,59% untuk keaktifan pada kelas eksperimen dan 76,12% untuk kelas kontrol. Pada indikator listening sebanyak 80,12% untuk keaktifan pada kelas eksperimen dan 75,71% untuk kelas kontrol. Pada indikator writing sebanyak 77,98% untuk keaktifan pada kelas eksperimen dan 71,55% untuk kelas kontrol. Pada indikator mental sebanyak 75,95% untuk keaktifan pada kelas eksperimen dan 71,67% untuk kelas kontrol. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh keaktifan peserta didik dapat di peringkatkan menurut indikatornya, yaitu indikator berbicara, tampilan, menulis, mendengarkan, dan mental. Penelitian ini mendapatkan hasil analisis data tidak tersebar normal dan dilanjutkan dengan pengujian dengan uji u-man withney, didapatkan hasil bahwa metode debat berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik dalam pembelajaran materi zat gizi sumber zat pengatur.
Subtitusi Kuning Telur dengan Tahu dalam Pembuatan Kue Pukis Mohammad Syaltut Abduh Javier; Fauzan Andriandi Prasetyo
Jurnal Sains Boga Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Sains Boga Volume 4 Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.004.1.02

Abstract

This research will use the substitution knows as egg yolks because the know do not contain cholesterol. This research uses experimental methods 1 product control which is a cake which uses yellow egg Pukis 100% and 3 treatment products namely cakes using Pukis 30% Tofu, 60% Tofu, 90% Tofu. Data obtained by spreading detailed questionnaire to two groups, the first is a group of expert panelists as many as 5 people to know of the difference between the control and treatment of products product group, the panelists are not trained as many as 25 people to find out if it can be accepted by the community. The results obtained through the test anova is there is no noticeable difference in terms of texture, the taste, the smell, the color of the product control and treatment products. test your favorite product that is most preferred treatment 90% Tofu the value of 2.92, treatment 60% Tofu the value of 2.89, treatment of 30% with a value of 2.82, and control products with a value of 2.69. Penelitian ini akan menggunakan tahu sebagai subtitusi kuning telur karena tahu tidak mengandung kolesterol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental 1 produk kontrol yang merupakan kue Pukis yang menggunakan kuning telur 100% dan 3 produk perlakuan yaitu kue Pukis menggunakan 30% tahu, 60% tahu, 90% tahu. Data diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 2 kelompok, yang pertama ialah kelompok panelis ahli sebanyak 5 orang untuk mengetahui adanya perbedaan antara produk kontrol dan produk perlakuan, kelompok panelis tidak terlatih sebanyak 25 orang untuk mengetahui apakah dapat diterima oleh masyarakat awam. Hasil yang diperoleh melalui uji anova adalah tidak terdapat perbedaan yang nyata dari segi tekstur, rasa, aroma, warna dari produk kontrol dan produk perlakuan. uji kesukaan produk yang paling disukai adalah perlakuan 90% tahu dengan nilai 2,92, perlakuan 60% tahu dengan nilai 2.89, perlakuan 30% dengan nilai 2.82, dan produk kontrol dengan nilai 2.69.
M Model Pelatihan Higiene Sanitasi Bagi Penjamah Makanan Sri Handajani Soedirham
Jurnal Sains Boga Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Sains Boga, Volume 3 Nomor 2, November 2020
Publisher : Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSB.003.2.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kepraktisan model pelatihan dan 2) Keefektifan pelatihan meliputi aktifitas instruktur, aktifitas dan respon peserta pelatihan serta peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik higiene penjamah makanan. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model Plomp (1997) yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pengkajian awal (preliminary investigation), tahap disain (design), tahap realisasi (realization), dan tahap tes, evaluasi, dan revisi (test, evaluation, and revision). Uji coba pelatihan dilaksanakan di Foodcourt Baseball Unesa Ketintang Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Evaluasi kepraktisan model diperoleh model pelatihan yang memenuhi kriteria sangat valid (4,28) dan layak digunakan, serta handout dengan kriteria baik sekali (86,19%); 2) Hasil penilaian aktifitas instruktur baik sekali dan 96% peserta pelatihan mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik; 89% peserta pelatihan memberikan respon senang terhadap kegiatan pelatihan; Pelatihan secara signifikan efektif terhadap peningkatan pengetahuan, praktik berperilaku higienis, dan sikap penjamah makanan.