cover
Contact Name
Wirmando
Contact Email
wirmando29@gmail.com
Phone
+6282238793570
Journal Mail Official
jurnalflorencenightingale@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maipa no 19 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale
ISSN : 26570548     EISSN : 26570548     DOI : https://doi.org/10.52774/jkfn
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale (JKFN) merupakan jurnal ilmiah di bidang ilmu keperawatan yang dikelola oleh para dosen dan praktisi yang berasal dari berbagai background perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale (JKFN) telah terbit secara online pertama kali pada tahun 2018 untuk Vol 1 No 1 (2018), dan sejak tahun 2021, jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun (Juni dan Desember). Jurnal Keperawatan Florence Nightingale (JKFN) menargetkan setiap issue terdiri dari 10 artikel per volume secara konsisten setiap terbit. Cakupan dan fokus JKFN yaitu bidang ilmu Keperawatan seperti Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Anak, Keperawatan kritis, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Komunitas dan Keluarga, Keperawatan Gerontik, dan Manajemen Keperawatan) dan bidang ilmu kesehatan lainnya yang masih serumpun.
Articles 222 Documents
Hubungan Perubahan Peran Sosial Dengan Depresi Pada Lansia di Kelurahan Lette Kota Makassar Rosmina Situngkir; Herlin Pasca Lidya; Elviana Uto Ledor
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.110

Abstract

Semakin lanjut usia seseorang, maka kemampuan fisik akan menurun dan berpengaruh pada peran soaial lansia dimasyarakat, saat lansia tidak mampu menerima perubahan peran tersebut maka bisa menimbulkan depresi yang dapat menyebabkan lansia putusasa dan merasa tidak berguna. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perubahan peran sosial dengan depresi pada lansia di Kelurahan Lette Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 81 responden. Instrumen yang digunakan untuk menilai peran sosial  lansia adalah kuesioner dan untuk menilai depresi menggunakan Geriatric Depresion scale. Hasil penelitian diperoleh nilai a = 0,000 dan a = 0,05 artinya ada hubungan antara perubahan peran sosial   dengan depresi pada lansia. Sehingga, perlu melibatkan lansia dalam kegiatan -kegiatan didalam keluarga maupun masyarakat untuk meningkatkan peran lansia sehingga dapat mengurangi terjadinya depresi.
Hubungan Self Awareness dan Cek Rutin Tekanan Darah Penderita Hipertensi dengan Kejadian Stroke Fransiska Anita Ekawati Rahayu Sapang; Felisima Ganut; Sheilla Hattu; Sheryn
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.111

Abstract

Stroke merupakan gangguan peredaran darah di otak yang terjadi secara mendadak, yang ditandai dengan hilangnya fungsi dari bagian tubuh tertentu sehingga mengalami kecacatan. Stroke yang memasuki fase rehabilitasi untuk mengurangi kecacatan menyebabkan fungsi tubuh meningkat sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari yang menjadi bagian dari self management. Sehingga akan dapat self efficacy yang baik agar self management pada fase rehabilitasi dapat berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan self management pada pasien post stroke.  Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling melalui accidental sampling yang berjumlah 41 responden. Instrument yang digunakan adalah berupa kuesioner, uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik chi-square diperoleh nilai p = 0,015 dengan tingkat pemaknaan ? = 0,05 yang dibaca di continuity correction.  Hal ini menunjukkan bahwa nilai p< a artinya ada hubungan self efficacy dengan self management pada pasien post stroke di satu RSUD daerah Sulawesi Tengah.  Penelitian ini memberikan implikasi kepada perawat pentingnya meningkatkan self efficacy pada pasien stroke sehingga pasien termotivasi untuk sembuh dan meningkatkan kualitas hidup serta berdampak pada self management yang baik.
Analisis Faktor Penyebab Kejadian Stunting Ketut Suryani; Maria Tarisia Rini; Bangun Dwi Hardika; Ni Kadek Widiastari
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.112

Abstract

Stunting adalah tinggi badan anak lebih pendek jika dibandingkan dengan anak seusianya atau panjang/tinggi badan menurut usia kurang dari -2SD.  Kejadian stunting masih menjadi permasalahan global, meskipun di Indonesia angka kejadian stunting terus mengalami penurunan namun angka kejadiannya masih tergolong tinggi. Banyak factor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak di Indonesia diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap ibu terhadap asupan nutrisi baik selama hamil maupun seelah anak lahir terutama saat awal kehidupan anak. Factor lain yang juga menjadi penyebab stunting yaitu usia ibu, praktik pengasuhan yang kurang baik, keamanan makanan, Pendidikan ibu dan pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor penyebab stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai anak usia balita,berjumlah 50 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pengetahuan dan sikap. Alat yang digunkaan untuk menetukan stunting berupa timbangan, metlin dan grafik panjang/tinggi badan berdasarkan usia menurut WHO. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistic Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan (p: 0,86, a: 0,05), sikap (p: 0,25, a: 0,05), usia (p: 0,531, a: 0,05),  dan Pendidikan ibu (p: 0,52, a: 0,05) dengan kejadian stunting. Ada hubungan pekerjaan (p: 0,039, a: 0,05) dengan kejadian stunting pada anak dan nilai korelasi 0,295. Disarankan ibu mempertahankan pengetahuan tentang kebutuhan gizi anak dan untuk peneliti selanjutnya disaranakan untuk meneliti lagi faktor lain yang dapat mempengaruhi stunting anak terutama melihat seribu hari pertama anak.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kesiapan Penerapan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler Mery Sambo; Yunita Gabriela Madu; Anggun Cahyani; Angreani Ta'ba
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.113

Abstract

Setiap anak mempunyai tugas perkembangan yang harus dilewati dengan baik terlebih pada anak usia toddler. Salah satu tugas perkembangan anak usia toddler adalah toilet training. Sehingga diperlukan pengetahuan dan sikap ibu dalam kesiapan menerapkan toilet training pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kesiapan penerapan toilet training pada anak usia toddler. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian desain cross-sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 58 responden yang dikumpulkan menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Samping. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji Chi-Square diperoleh nilai p dari masing-masing variabel adalah 0,003 dan 0,008 yang menunjukkan p < ? yaitu 0,05 yang berarti ada hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kesiapan penerapan toilet training pada anak usia toddler. Pengetahuan dan sikap ibu berpengaruh dalam kesiapan menerapakan toilet training pada anak usia toddler
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Cuci Tangan dengan Kepatuhan Five Moment Cuci Tangan pada Perawat di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta Hana Debora Boru Haloho; Siwi Ikaristi Maria Theresia; Margareta Hesti Rahayu
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.115

Abstract

Pandemic Covid-19 mendorong kesadaran untuk mencuci tangan, khususnya pada perawat untuk menghindari perpindahan virus dari peralatan kesehatan dan aktivitas fisik yang dilakukan. Namun, pengetahuan perawat tentang pentingnya five moment cuci tangan masih rendah sehingga berpengaruh terhadap penerapan perilaku mencuci tangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan cuci tangan dengan kepatuhan pelaksanaan five moment cuci tangan pada perawat di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel independen adalah pengetahuan cuci tangan sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan five moment cuci tangan. Sampel yang digunakan adalah perawat pelaksana di IGD dan bangsal rawat inap. Pengujian yang dilakukan adalah uji validitas, reliabilitas, analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,6% perawat memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan 11,4% perawat memiliki tingkat pengetahuan yang sedang tentang cuci tangan. Sebanyak 95,5% perawat yang sangat patuh melaksanakan five moment. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan cuci tangan dengan kepatuhan five moment perawat.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Perineal Hygiene Dengan Kejadian Fluor Albus pada Remaja Puteri SMA Xaverius 2 Palembang Lusia Efi Kristiani; Dheni Koerniawan
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.116

Abstract

Perawatan dan menjaga kebersihan genetalia itu sangatlah penting, dan sampai saat ini masih banyak wanita yang belum mengetahui cara menjaga kebersihan area kewanitaan yang baik dan benar. Perineal hygiene menjadi salah satu bagian dari kebutuhan dasar manusia yang dapat meningkatkan kenyamanan, meningkatkan kesehatan tubuh serta mengurangi terjadinya resiko penularan berbagai penyakit yang salah satunya adalah timbulnya kejadian keputihan yang patologis (fluor albus). Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku personal hygiene dengan kejadian fluor albus pada remaja puteri. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 10 di SMA Xaverius 2 Palembang yang berjumlah 52 responden. Sebanyak 50 responden digunakan dalam penelitian yang dikumpulkan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji statistic Kendalls tau. Hasil penelitian didapatkan sig.2 (tailed) < 0,05 maka terdapat hubungan antara pengetahuan perineal hygiene dengan kejadian keputihan, dan ada hubungan signifikan antara perilaku perineal hygiene dengan kejadian keputihan, danidak ada hubungan yang signifikan antara sikap remaja terhadap perilaku perineal hygiene. Remaja perlu meningkatkan pengetahuan dan perilaku perineal hygiene dan keputihan. Untuk penelitian selanjutnya disarankan meningkatkan pengetahuan dan perilaku perianal hygiene dan keputihan dengan memberikan pengaruh atau perbandingannya dengan kejadian suatu penyakit.
Analisis Kualitas Pelayanan Rawat Inap Dengan Menggunakan Pendekatan Metode Servqual Siprianus Abdu; Fitriyanti Patarru'
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.117

Abstract

Pelayanan rawat inap merupakan pelayanan terhadap pasien yang masuk rumah sakit yang menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosa, terapi, rehabilitasi medik dan pelayanan medik lainnya. Pasien atau keluarga memiliki ekspektasi untuk mendapatkan pelayanan berkualitas ketika diopname. Penelitian ini bertujuan menganalisis dimensi kualitas pelayanan dan besarnya pemenuhan ekspektasi pasien oleh rumah sakit. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional analitik. Rancangan penelitian yang digunakan comparative yaitu membandingkan ekspektasi dan kenyataan kualitas pelayanan rawat inap. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan pendekatan proportionate random sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah instrumen baku yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan komputer dan dianalisis dengan metode servqual. Diperoleh hasil bahwa nilai ekspektasi tertinggi pasien pada awal opname di rumah sakit adalah dimensi assurance (4,8) dan empathy (4,8). Nilai persepsi kualitas pelayanan tertinggi juga berada pada dimensi assurance (4,8) dan empathy (4,8). Skala prioritas tindakan yang perlu diatasi oleh pihak rumah sakit adalah dimensi tangible (WSC=0,036), assurance (WSC=0,017), empathy (WSC=0,017), responsiveness (WSC=0,011) dan reliability (WSC=0,000). Nilai pemenuhan harapan pasien oleh pihak rumah sakit adalah tangible (ASC=103,7), assurance (ASC=101,7), empathy (ASC=101,7), responsiveness (ASC=101,1) dan reliability (ASC=100). Kesimpulannya adalah ekspektasi dan realitas tertinggi yang didapat pasien adalah dimensi empathy dan  assurance, skala prioritas tindakan yang perlu diambil segera oleh pihak rumah sakit adalah dimensi tangible dan pemenuhan harapan pasien oleh rumah sakit tertinggi adalah dimensi tangible.   
Implementasi Gangguan Kebutuhan Nutrisi Pada Pasien Diabetes Melitus Nutrisi di Rumah Sakit Multazam Kota Gorontalo Akifa Syahrir; Putri Dewinta; Ahmad Aswad
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.118

Abstract

Latar Belakang Masalah: Perawat berperan terhadap gangguan kebutuhan nutrisi pada penderita diabetes melitus yang bertujuan untuk mengontrol dan mempertahankan kadar glukosa darah agar tetap dalam kondisi yang normal. Kurangnya aturan mengikuti pola makan secara tepat menyebabkan kadar glukosa darah akan terus mengalami peningkatan dan bisa memicu komplikasi diabetes. Tujuan: Untuk memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Gangguan Kebutuhan Nutrisi di Rumah Sakit serta menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki status nutrisi pada penderita Diabetes Melitus. Metode: Rancangan ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang dilaksanakan secara komprehensif. Hasil: didapatkan bahwa dengan dilakukan tindakan mandiri manajemen nutrisi dan manajemen hiperglikemia terjadi peningkatan status nutrisi dan kestabilan kadar glukosa darah pada kedua responden. Peningkatan status nutrisi dan kestabilan kadar glukosa terjadi karena kedua subjek mengalami peningkatan berat badan yakni Ny. W 0.8 kg dan Tn. A 1.5 kg serta penurunan gula darah sewaktu dengan Ny. W 154 mg/dL dan Tn. A 180 mg/dL. Kesimpulan: Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada sampel penelitian yang mengalami masalah diabetes melitus terbukti dapat meningkatkan status nutrisi dan kestabilan kadar glukosa darah dengan hasil responden mengalami peningkatan berat badan dan penurunan gula darah sehingga gangguan kebutuhan nutrisi atau defisit nutrisi dan ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi.
Hubungan Perilaku Caring Perawat Dengan Kepuasan Pasien Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Ruang Hemodialisis Dedi Krismiadi; Fransiskus Padak Bura Wunblolong
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.119

Abstract

Perilaku caring perawat merupakan inti utama dalam pelayanan keperawatan. Pasien akan merasa puas atas perilaku caring atau kepedulian yang diberikan perawat kepada dirinya sebagai penerima layanan keperawatan. Pelayanan dikatakan mempunyai mutu yang baik apabila pasien sebagai penerima layanan keperawatan merasa puas atas jasa yang diterimanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien yang menjalani terapi hemodialisis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan independen dilakukan observasi sekaligus pada satu satuan waktu. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability sampling dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa perilaku caring perawat berhubungan dengan kepuasan pasien didapatkan tingkat signifikansinya yakni (Pvalue = 0,022) yang berarti Pvalue< a = 0,05. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan pasien di rumah sakit Stella Maris Makassar. Perilaku caring yang baik akan berdampak pada kepuasan pasien sebagai penerima jasa pelayanan.
Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Obesitas Pada Anak Usia Remaja Pada Masa Pandemi Mery Sambo; Sheryn Amelyani; Sintia Simon
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i2.120

Abstract

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, seperti duduk, berbaring, membaca, menonton TV, bermain handphone, dan lain sebagainya. Sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor dari peningkatan kejadian obesitas. Anak yang tidak aktif dalam melakukan aktivitas fisik membutuhkan lebih sedikit kalori, terutama pada seseorang yang memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi dan tidak melakukan aktivitas yang seimbang memiliki kecenderungan terhadap kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sedentary lifestyle dengan obesitas pada anak usia remaja di masa pandemi di SMP Katolik Rajawali Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Tempat penelitian di SMP Katolik Rajawali Makassar. Populasi penelitian siswa kelas 7 dengan jumlah 140 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling, didapatkan 81 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) dan lembar observasi pengukuran TB dan BB. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ?=0,05 dan diperoleh p=0,048, hal ini menunjukkan p<0,05 berarti ada hubungan sedentary lifestyle dengan obesitas pada anak usia remaja di masa pandemi di SMP Katolik Rajawali Makassar.

Page 7 of 23 | Total Record : 222