cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 135 Documents
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SELAR KUNING (Selaroides leptolepis) YANG TERTANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BELAWAN PROVINSI SUMATERA UTARA Harahap, Ivanca Christine Rosaline; Sinaga, Mardame Pangihutan
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1897

Abstract

Ikan selar ekor kuning (Selaroides leptolepis) merupakan spesies ikan dengan nilai ekonomi penting di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Spesies ini umumnya ditemukan di perairan dangkal dan menjadi incaran nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan. Penangkapan ikan layang kuning yang berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan populasi dan perubahan struktur komunitas ikan di perairan tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh dari total 105 ekor ikan, dengan rentang panjang 90 mm sampai 160 mm, dengan panjang total dominan ikan yang tertangkap berada pada kisaran rata-rata 110 mm. Sementara itu, berat Ikan Selar Ekor Kuning (Selaroides leptolepis) berkisar antara 10 sampai 53 gram, dengan berat total dominan ikan yang tertangkap berada pada kisaran rata-rata 15 gram. Nilai b hitung yang diperoleh dari uji Ikan Selar Ekor Kuning (Selaroides leptolepis) adalah 0,148651. Berdasarkan nilai b yang diperoleh, panjang/berat ikan dapat dinyatakan 3, yang bersifat allometrik negatif, yang berarti pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Nilai K hitung untuk uji Ikan Selar Ekor Kuning (Selaroides leptolepis) adalah 2,884805, yang menunjukkan bentuk ikan adalah pipih (gemuk).
KAJIAN REKRUTMEN KARANG DI ZONA INTI DAN ZONA PEMANFAATAN TERBATAS KAWASAN KONSERVASI PULAU PIEH Utama, Agung Putra; Suparno, Suparno; Damanhuri, Harfiandri
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1814

Abstract

This study aimed to assess coral recruitment conditions and genus diversity in the core zone and limited use zone of the Pieh National Marine Conservation Area, West Sumatra. A quantitative descriptive method was employed, using 1x1 meter quadrat transects at ten observation stations. Observed parameters included the number of coral recruits and genus identification. The results showed that average coral recruitment in the core zone was categorized as very low (1.84 ind/m²), while the limited use zone reached a low category (2.83 ind/m²), with one station (Limited Use Zone 3) showing high recruitment (7.33 ind/m²). The dominant coral genera in both zones were Pocillopora and Porites, while the limited use zone exhibited higher genus diversity (12 genera) compared to the core zone (10 genera). This study highlights that coral recruitment success is not solely determined by conservation zone status, but is also strongly influenced by microhabitat conditions and local environmental factors. The findings serve as a scientific reference for data-driven management of marine conservation areas to support coral reef ecosystem sustainability.
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN KEPADATAN GASTROPODA DI KAWASAN MANGROVE DESA TUNGKAL SATU KECAMATAN TUNGKAL ILIR KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia; Alwi, Yun; Hariski, M; Lisna, Lisna; Endang, Ester Restiana; Heltria, Septy
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 2 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i2.1841

Abstract

Ekosistem mangrove tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut, berfungsi sebagai daerah asuhan, daerah mencari makan dan daerah pemijahan bagi bermacam-macam jenis hewan akuatik seperti ikan, crustacea, moluska, bivalvia, gastropoda dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kerapatan mangrove dengan kepadatan gastropoda di Kawasan Mangrove Pantai Kelapa, Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dilaksanakan pada tanggal 1 Februari – 1 Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 4 spesies mangrove dengan nilai kerapatan berkisar dari 733,333 ind/ha – 1.266,666 ind/ha, dengan komposisi mangrove tertinggi ditempati oleh spesies Rhizopora mucronata dengan nilai 52 %. Gastropoda yang ditemukan teridentifikasi 10 spesies dengan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun 3 dengan nilai 11.233,33 ind/ha. Indeks keanekaragamaan (H’) spesies 1,72-1,88 yang masuk kedalam kategori sedang. Indeks Keseragaman (E) dengan nilai 0,78 – 0,85. Indeks dominasi (C) dengan nilai 0,17 – 0,21. Analisis regresi linear sederhana meenunjukkan nilai R2 = 0,1459 termasuk kedalam korelasi sangat lemah artinya kerapatan mangrove tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepadatan gastropoda.
Isolasi dan Karakterisasi Fisikokimia Kitosan dari Limbah Cangkang Kerang Lokan (Geloina erosa) Sindy Gemaeka Putri; Yusra Yusra; Lidya Dwi Handayani
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 10, No 1 (2026): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v10i1.1988

Abstract

Limbah cangkang kerang lokan (Geloina erosa) merupakan salah satu limbah perikanan yang memiliki kandungan kitosan yang memiliki sifat biorenewable, biodegradable, dan biofungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kitosan dan karakteristiknya dari cangkang kerang lokan (Geloina erosa). Penelitian dilakukan pada tanggal 20 November - 30 Desember 2025. Isolasi dan karakterisasi kitosan dilakukan di Laboratorium terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Bung Hatta. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan memiliki bentuk seperti serbuk dan berwarna putih. Pada hasil rendemen kitosan diperoleh rendemen tertinggi adalah 15,07% dan terendah 4,22%. Kitosan cangkang kerang lokan memiliki kadar air 1,83%, kadar abu 97,75% dan derajat deasetilasi 26%. Hasil analisis uji FTIR diperoleh gugus fungsi OH dan mode vibrasi regangan NH2.  
Keberadaan Dan Identifikasi Jenis Ikan Tilan (Mastacembelus Sp.) Di Sungai Batang Bungo, Dusun Karak, Kabupaten Bungo Juliana J; Rini Hertati; Mohd. Yusuf Amrullah
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 10, No 1 (2026): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v10i1.2045

Abstract

Ikan tilan merupakan ikan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang populasinya terus menurun. Penurunan populasi ini diduga disebabkan oleh aktivitas penangkapan berlebih dan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penelitian dilaksanakan pada Februari – Mei 2025 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, dan pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap pancing dan tembak. Tiga spesies ikan tilan berhasil di identifikasi di Sungai Batang Bungo: Mastacembelus unicolor, Mastacembelus notophthalmus, dan Macrognathus circumcinctus. Spesies M. unicolor ditemukan paling dominan dengan 13 individu, diikuti oleh M. notophthalmus 2 individu dan M. circumcinctus 1 individu. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan suhu 26,6–26,8°C dan pH 6,5–6,6, namun tingkat kecerahan air tercatat sangat rendah (0,03–0,05 m). Tingkat kecerahan yang rendah ini mengindikasikan adanya penurunan kualitas air akibat aktivitas PETI. Ikan tilan masih ditemukan di Sungai Batang Bungo, namun populasinya sangat terbatas. Diperlukan upaya konservasi yang serius serta pengawasan ketat terhadap aktivitas penambangan ilegal untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan dan populasi ikan tilan di wilayah tersebut.