cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 133 Documents
PENGARUH MUSIM TERHADAP KOMPOSISI JENIS DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI PERAIRAN BATANG BUNGO KABUPATEN BUNGO, PROPINSI JAMBI Syaf, Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.103

Abstract

ABSTRAK Sungai Batang Bungo merupakan perairan terbuka dengan tingkat pemanfaaatan relative tinggi.  Kondisi ini di duga juga akan menyebabkan keanekaragaman ikan dan kualitas perairan akan terdegradasi.  Keberlanjutan sumber perikanan dari ancaman  turunnya komposisi jenis dan keanekaragaman ikan sangat perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musim terhadap terhadap komposisi jenis,  struktur komunitas  dan faktor lingkungan perairan yang pengaruhi keanekaragaman ikan  pada sungai Batang Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Musim berpengaruh pada komposisi ikan  dengan  nilai keanekaraman dan keseragaman ikan sungai Batang Bungo berkategori rendah dan mengindikasikan ada tekanan lingkungan. Faktor  lingkungan kuat pengaruhi keanekaragaman ikan adalah TSS, DO bernilai negatif sedangkan kecerahan dan pH bernilai positip terhadap keanekaragaman ikan di sungai  Batang Bungo. Kata kunci. Komposisi jenis, Keaneka ragaman ikan, musim sungai Batangn Bungo.
KAJIAN MORFOMETRIK DAN MERISTIK IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP) DI PASIA NAN TIGO DAN KOTO XI TARUSAN, SUMATERA BARAT Putri, Miranda Ika; Suparno, Suparno; Junaidi, Junaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1694

Abstract

AbstractContinuous intensive Rastrelliger sp fishing will threaten the availability or sustainability of mackerel resources. This results in a decrease in the Rastrelliger sp population which has an impact on fishermen's income. For this reason, morphological studies are needed that can be used in studies of fish biology, fish physiology, ecology and data collection on the existence or stock of fish. Therefore, the shape of the fish's body is closely related to its habitat and lifestyle. This study aimed to analyze the Morphometrics and Meristic of Rastrelliger sp in Pasia Nan Tigo and Koto XI Tarusan, West Sumatra. This study was conducted in August - October 2024, the location where the Rastrelliger sp samples were taken was TPI Pasia Nan Tigo and Koto XI Tarusan, West Sumatra. The method used in this study is the direct observation method. Furthermore, measurements of morphometric and meristic characters were carried out on Rastrelliger sp that had been obtained according to gender. The data in this study was analyzed descriptively from the results of morphometric and meristic measurements of Rastrelliger sp and then presented in table. Based on the results of the study of Morphometric and Meristic Characteristics of Rastrelliger sp landed in the two locations Pasia Nan Tigo and Koto XI Tarusan, West Sumatra, there are no significant differences in the morphometric and meristic characteristics of fish in the two locations. The type of fish with the morphometric and meristic characteristics is the Rastrelliger kanagurta.  
STUDI PROTEIN IKAN KEMBUNG SEGAR DAN IKAN KEMBUNG ASIN (RASTRELLIGER SPP) DI PASAR BUNGUR KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI. NUR, NURHIDAYATI; HERTATI, RINI; JUN, DJUNAIDI
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.99

Abstract

Uji protein merupakan cara untuk menentukan berapa banyaknya kandungan protein yang terdapat pada ikan. Ikan kembung disukai karena bergizi tinggi, dagingnya lembut, mudah di peroleh, harga terjangkau dan tidak menimbulkan alergi (Santoso dkk. 1997). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah terdapat perbedaan  kadar protein Ikan kembung segar dan ikan kembung asin (Rastrelliger spp) di Pasar Bungur Muara Bungo Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode Purposive Sampling yaitu, penentuan sampel di lakukan berdasarkan tujuan penelitian. Pengambilan sampel di lakukan 1 kali untuk ikan kembung segar dan ikan kembung asin dari 3 pedagang ikan segar dan 3 pedagang ikan asin di ambil  secara acak untuk mengetahui kandungan protein. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kandungan protein pada ikan kembung segar dan ikan kembung asin (Rastrelliger  spp) yang ada di Pasar Bungur Muara Bungo yaitu protein pada ikan kembung segar 25,32%  % sedangkan protein pada ikan kembung asin 28,73%. Terjadinya perbedaan ini disebabkan oleh  suhu , kadar garam,  penangan penyimpanan dan bakteri atau mikroorganisme. Kata kunci : Ikan Kembung, Asin, Segar, Uji Protein,
IDENTIFIKASI MOLUSKA (BIVALVIA DAN GASTROPODA) DI AREA KAWASAN LUBUK LARANGAN SUNGAI BATANG BUNGO DUSUN TEBAT KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Mariyah, Mariyah; Amrullah, Mohd Yusuf; Syafrialdi, Syafrialdi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1732

Abstract

Perairan umum daratan di Indonesia meliputi rawa, sungai, dan danau, yang menjadi media tempat hidup organisme makroobentos seperti Moluska jenis bivalvia dan gastropoda. Penelitian ini dilaksanakan di area kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Bungo Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, dilakukan pada bulan Agustus 2024. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis dan karakteristik moluska yang ditemukan di area kawasan Lubuk Larangan Sungai Batang Bungo Dusun Tebat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Hasil penelitian pada area kawasan Lubuk Larangan Dusun Tebat Sungai Batang Bungo, pada moluska kelas bivalvia ditemukan dengan 1 (satu) spesies yaitu Anodonta woodiana, dan kelas Gastropoda, ditemukan dengan 6 (enam) spesies di antaranya adalah Stenomelania rufescens, Terebia granifera, Thiara winteri, T. scabra, Melanoides plicaria, dan Pila ampullacea. Phylum moluska untuk bivalvia memiliki 2 jenis.
STUDI MERISTIK IKAN KAKATUA (SCARUS SP) DI KEPULAUAN MENTAWAI, SUMATERA BARAT Arungla'bi, Yora; Suparno, Suparno; Damanhuri, Harfiandri
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1722

Abstract

Kondisi terumbu karang yang sehat tidak lepas dari peran ikan kakatua sebagai spesies herbivora pemakan alga dan tumbuhan air lainnya yang menempel pada terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek meristik ikan kakatua (Scarus sp) hasil tangkapan nelayan asal Kepulauan Mentawai. Penelitian dilakukan di Pulau Siberut dan Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai dengan Maret 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk menganalisis parameter meristik ikan kakatua (Scarus sp) asal perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Lokasi perairan Kepulauan Mentawai di Kabupaten Siberut Selatan (Stasiun I) dan Kabupaten Sikakap (Stasiun II). Analisis meristik ikan kakatua dilakukan dengan melihat kisaran angka per karakter meristik dan mencocokkannya dengan buku identifikasi. Jumlah Jari-jari Sirip Dorsal (D) D.IX.10 D.IX.10 Jumlah Jari-jari Sirip Anal (A) A.III.9. A.III.9 Jumlah Jari-jari Sirip Dada (P) D.13 D.13 Jumlah Jari-jari Sirip Perut (V) V.I.5 V.I.5 Jumlah Jari-jari Sirip Ekor (C) C.19 C.19. Hasil analisis meristik ikan kakatua dari dua lokasi pengambilan sampel, yaitu Kecamatan Siberut Selatan dan Kecamatan Sikakap, menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik spesies Scarus rubroviolaceus. 
UJI PRIKSIMAT ABON IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI KECAMATAN RIMBO ULU KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Nur, Nurkhayati; JUN, DJUNAIDI; SYAF, SYAFRIALDI
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.100

Abstract

ABSTRAK Uji proksimat merupakan suatu metoda analisis kimia yang bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia, diantaranya kadar air, abu, lemak, dan protein. Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui komposisi kimia abon ikan adalah analisis proksimat. Hasil analisis Proksimat yang dilakukan dua kali uji yaitu pada minggu pertama awal penyimpanan dan pada minggu ketiga akhir penyimpanan terdapat varian Proksimat abon ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dimana terjadi peningkatan pada kadar Air dan penurunan pada kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein. Pada minggu pertama abon ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan gizi yaitu kadar air 8,38%, kadar abu 3,27%, kadar lemak 27,70%, dan kadar protein 37,81%, sedangkan pada minggu ketiga kadar air 9,45%, kadar abu 3,01%, kadar lemak 27,22%, dan kadar protein 27,62%. Hal tersebut dapat terjadi karena disebabkan oleh faktor suhu dan lama penyimpanan.
PENGARUH KEDALAMAN BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN BUBU DI PERAIRAN KARANG DUSUN WAITOTA, MALUKU BARAT DAYA Tupamahu, Agustinus; Hehanussa, Kedswin G.
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1733

Abstract

Pemanfaatan alat tangkap bubu di ekosistem terumbu karang merupakan pendekatan ramah lingkungan dalam aktivitas perikanan, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah kedalaman perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman berbeda terhadap komposisi spesies, kelimpahan, dan ukuran ikan hasil tangkapan bubu di perairan karang Dusun Waitota, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan total 297 individu dari 37 spesies ikan berhasil tertangkap, dengan variasi komposisi spesies antar kedalaman. Kedalaman 7–9 m menghasilkan tangkapan tertinggi (104 individu), nilai CPUE tertinggi (2,08 ekor/bubu/hari), serta rata-rata ukuran ikan terbesar (23,13 cm dan 241,06 g). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap ukuran ikan (panjang dan berat) antar kedalaman (Asymp-sig 0,05).
TEKNIK PENGOPERASIAN DAN HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PERAIRAN KOTA PARIAMAN Delfi, Muhammad Fahri; Amrullah, Mohd Yusuf
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v9i1.1734

Abstract

Alat tangkap Payang merupakan alat penangkap yang sudah ada sejak dulu dikenal nelayan Indonesia, alat ini masih termasuk dalam klasifikasi alat tangkap tradisional, karena pengoperasiannya masih sangat sederhana dan belum menggunakan alat bantu mekanis. Alat tangkap payang umumnya digunakan untuk menangkap jenis-jenis ikan pelagis yang biasanya hidup dibagian lapisan atas air. Teknik dan jenis ikan yang terangkap pada hasil tangkapan payang yang beroperasi di perairan Kota Pariaman belum teridentifikasi secara rinci dan berkala. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2024 di di perairan pantai Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Pengoperasian alat tangkap payang meliputi: Persiapan (Persiapan alat tangkap, anak buah kapal, kapal dan perbekalan); Penentuan fishing ground; Penurunan jaring (setting), Penarikan jaring (hauling). Pada daerah penangkapan perairan Kota Pariaman terdapat 5 jenis ikan yang berhasil ditangkap, sedangkan pada lokasi daerah penangkapan pada perairan Padang Pariaman hanya terdapat 4 jenis ikan yang mana hasil tangkapan di dominasi ikan tongkol (Euthynnus affinis).
IDENTIFIKASI BIOFISIK PERAIRAN UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KABUPATEN BUNGO PROPINSI JAMBI Jun, Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 1, No 1: Agustus 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v1i1.101

Abstract

ABSTRAK Salah satu kesalahan dalam pengembangan budidaya perikanan adalah dimanfaatkannya lingkungan perairan yang tidak  cocok. Agar budidaya dapat berkembang dengan baik diperlukan kondisi perairan yang sesuai dengan spesies ikan yang akan dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi biofisik perairan dari sisi parameter  fisika, kimia dan biologi untuk pengembangan budidaya perikanan pada zona pemanfaatan umum yang telah ada di Kabupaten Bungo dan sekitamya. Metode penelitian adalah metode qualitaitf yaitu mengevaluasi nilai parameter fisika, kimia dan biologi perairan yang kemudian dianalisis kelas kesesuaiannya mengacu pada Rekomendasi DKP (2002) dan Bakosurtanal (1996). Hasil penelitian dan pengujian terhadap parameter físika terdiri dari kedalaman sebesar 2.5 m – 4 m, kecerahan sebesar 2 m – 3.6 m, suhu perairan sebesar 27.6 ºC - 28.06 ºC, kecepatan arus sebesar 0.038 m/dt sampai 0.177 m/dt dan material dasar perairan  mempunyai jenis antara lain : pasir berlumpur, lumpur sedikit berpasir dan pasir berlembung. Parameter kimia oksigen terlarut sebesar  6.35 ppm sampai 7.30 ppm pH sebesar 6.5 sampai 7.5 fosfat sebesar antara 0.02 mg/l sampai 0.021  mg/l,  dan nitrat sebesar 1.1 mg/l sampai 1.6 mg/l dan parameter biologi kelimpahan fitoplankton sebesar 157.000 sel/l sampai 221.033 sel/l. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisis kesesuaian perairan bagi pengembangan ikan kolam pada stasiun 1 di Kecamatan Tanah Tumbuh adalah sangat sesuai (S1) dengan luas 21.45 ha dengan 3.25 ha yang sudah dimanfaatkan dan 18.2 ha dapat dijadikan potensi pengembangan lebih lanjut, Stasiun 2 di kecamatan Tanah Sepenggal dengan luas 11.87 ha dengan 2.8 ha yang sudah dimanfaatkan dan 9.07 ha dapat dijadikan potensi pengembangan lebih lanjut dan stasiun 3 di Kecamatan Bathin II Babeko berada pada kelas sesuai  bersyarat (S3) dengan luas 22.64 ha dimana 1.82 ha sudah termanfaatkan dan 19.95 ha belum termanfaatkan. Kata Kunci : Identifikasi, Biofisik, Budidaya, Perairan
INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI PERAIRAN DANAU SINGKARAK Mayasari, Lisa; M, Endryeni; Irwandi, Irwandi; Desmiati, Ira
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 9, No 1 (2025): SEMAH: Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i1.1133

Abstract

Keanekaragaman plankton sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, terutama parameter kualitas air seperti suhu, pH, kadar oksigen terlarut (DO). Salah satu dampak nyata dari pencemaran tersebut adalah eutrofikasi, yaitu peningkatan konsentrasi nutrien yang berlebih dalam perairan, yang dapat memicu ledakan populasi plankton tertentu dan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis keanekaragaman plankton di Danau Singkarak dengan pendekatan indeks biodiversitas.Penelitian ini dilaksanakan di Danau Singkarak, Provinsi Sumatera Barat, Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober s/d November 2024. Dari hasil penelitian menjukkan bahwa Nilai indeks Shannon (H’) tertinggi terdapat di Titik C, menunjukkan bahwa keanekaragaman plankton paling tinggi. Nilai evenness (E) di Titik C juga tertinggi (0,887), mengindikasikan distribusi individu antar spesies yang paling merata sedangkan Dominasi (D) paling tinggi di Titik B. Parameter kualitas air berupa suhu, pH, dan oksigen terlarut. Titik A menunjukkan suhu tertinggi, lebih dari 25°C, sedangkan suhu pada Titik B dan Titik C, dengan pH, Titik A memiliki pH sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Titik B dan Titik C. Sedangkan oksigen terlarut, Titik C, yang berada di pinggir sungai, menunjukkan kadar yang lebih tinggi dibandingkan dua titik lainnya.

Page 10 of 14 | Total Record : 133