cover
Contact Name
JOKO SANTOSO
Contact Email
ps.johnsantoso@gmail.com
Phone
+6287836107190
Journal Mail Official
jurnalberitahidup@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Kalioso KM.7.Solo
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0
ISSN : 26564904     EISSN : 26545691     DOI : https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.181
Core Subject : Religion,
Focus & Scope Jurnal Teologi Berita Hidup adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Kepemimpinan Kristen Pendidikan Agama Kristen
Articles 293 Documents
Problematika Penerapan Hukum Pernikahan Levirat dan Penebusan Tanah Warisan dalam Kitab Rut Sin, Sia Kok
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i1.280

Abstract

AbstrakHukum penebusan tanah warisan (Imamat 25) dan pernikahan levirat (Ulangan 25) merupakan dua hukum yang berkaitan dengan proses penebusan dalam kitab Rut. Pembacaan yang teliti terhadap proses penebusan dalam Rut 4 akan menghasilkan kesimpulan bahwa adanya perbedaan dalam pengaplikasian hukum dalam Imamat 25 dan Ulangan 25. Para ahli cenderung untuk menerima atau menolak kedua hukum ini sebagai latar belakang penebusan dalam kitab Rut, tetapi tidak berupaya untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada. Penulis berupaya untuk memberikan pendapatnya tentang alasan dan latar belakang yang dapat menjembatani perbedaan-perbedaan itu. Salah satu faktor yang menjadi penyebab perbedaan itu adalah latar belakang Rut sebagai seorang perempuan Moab. Hal yang sangat penting dalam upaya pengaplikasian hukum-hukum ini adalah hesed (kasih setia). Hesed inilah yang menjadi dasar dan motivasi dalam pengaplikasian hukum-hukum ini, sehingga nampak adanya peluasan, penggabungan dan penyesuaian dalam upaya pengaplikasian hukum-hukum itu. 
Karya Keselamatan Dalam Kristus Berdasarkan Surat Kolose 1:14, 20, 22 Bagi Orang Percaya Masa Kini Stepanus, Stepanus; Suhadi, Suhadi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.427

Abstract

When God created Adam and Eve the first humans, they were created in God's image without any stain of sin in them. As time went on, the first human Adam and Eve finally fell into sin because of their own choice, they had violated God's command by eating the fruit of knowledge that was forbidden to eat so that humans became sinners. But because of God's great love for sinful mankind (John 3:16), God sent Jesus Christ to come into the world to save mankind from sin. By the saving work of Jesus Christ human sins are forgiven by God. Through this paper the author wants to describe by using qualitative methods with a literature study approach. So that it can be concluded that the work of Jesus Christ in the salvation of mankind, Christ redeems, reconciles and sanctifies humans from sin, so that believing humans are free from the penalty of eternal death. Implementation for believers of the work of salvation that is done by Jesus Christ, the believer perseveres in his faith in Jesus Christ and remains firm in the hope of receiving eternal life.Pada waktu Allah menciptakan Adam dan Hawa manusia pertama, mereka diciptakan segambar dengan Allah tanpa ada noda dosa dalam diri mereka.  Seiring berjalannya waktu, Adam dan hawa manusia pertama itu akhirnya jatuh dalam dosa oleh karena pilihan mereka sendiri, mereka telah melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan yang dilarang untuk dimakan sehingga manusia menjadi berdosa.  Tetapi oleh karena kasih Allah yang besar kepada manusia berdosa (Yoh. 3:16), sehingga Allah mengutus Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa.  Oleh karya keselamatan Yesus Kristus  dosa manusia diampuni oleh Allah.   Melalui tulisan ini penulis ingin mendeskripsikan dengan menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya Yesus Kristus dalam keselamatan umat manusia, Kristus menebus, mendamaikan dan menguduskan manusia dari dosa, supaya manusia yang percaya terbebas dari hukuman kematian yang kekal.  Implementasi bagi orang percaya atas karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus, orang percaya bertekun dalam imannya kepada Yesus Kristus dan tetap teguh dalam pengharapan akan menerima hidup yang kekal. 
Strategi Penggembalaan Terhadap Jemaat Yang Memiliki Perilaku Homoseksual Hermanto, Yanto Paulus
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.517

Abstract

The increase in the number of homosexuals in various countries should make the church more ready to help them. The church cannot just sit around and do nothing. It is precisely the church whose function is in pastoral care that must begin to think about what strategies can help the congregation who has homosexual behavior. The purpose of this research is to help pastors understand what to do when dealing with a congregation that behaves in this way. The research method used is research with a qualitative approach through literature study. And the results of this study show positive results and can be implemented by churches around the world. There is some knowledge that must be possessed by a shepherd related to theology that must be understood, and the process and strategies of shepherding that must be carried out. Therefore, the results of this research will be used for pastoral ministry in churches.Peningkatan jumlah kaum homosek di berbagai Negara seharusnya membuat gereja semakin siap untuk menolong mereka. Gereja tidak bisa hanya berdiam saja dan tidak melakukan apa-apa. Justru gereja yang fungsinya dalam penggembalaan harus mulai memikirkan strategi apa yang bisa menolong jemaat yang memiliki perilaku homoseksual tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menolong para gembala memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi jemaat yang berperilaku demikian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  melalui studi pustaka. Dan hasil penelitian ini positif dan dapat dilaksanakan oleh gereja-gereja di dunia. Ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki oleh gembala berkaitan dengan teologi yang harus dipahami, proses dan strategi penggembalaan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini akan dapat dimanfaatkan untuk pelayanan penggembalaan di gereja-gereja.
Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Iman-Moral Remaja dan Pemuda Masa Kini: Pentingnya Pendidikan Agama Kristen Boiliu, Esti Regina; Boiliu, Fredik Melkias; Sianipar, Ronald
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.230

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 era has a significant impact, including on aspects of faith and morals, especially for young people. This article examines these impacts and offers solutions through Christian Education. It is hoped that an understanding of these challenges and solutions can help build a young generation of faith and morality in this digital era. This research uses a qualitative approach with a literature study to analyze the impact of the Industrial Revolution 4.0 on the faith and morals of young people, as well as its implications for Christian Education. This research uses a qualitative approach with a literature study to analyze the impact of the Industrial Revolution 4.0 on the faith and morals of young people, as well as its implications for Christian Education. Christian religious education plays an important role in guiding young people in the era of the Industrial Revolution 4.0. With a proper understanding of the challenges and solutions offered, it is hoped that the younger generation can develop into individuals of faith and morality.Era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak signifikan, termasuk pada aspek iman dan moral, khususnya bagi kaum muda. Artikel ini mengkaji dampak tersebut dan menawarkan solusi melalui Pendidikan Agama Kristen. Diharapkan pemahaman tentang tantangan dan solusi ini dapat membantu membangun generasi muda yang beriman dan bermoral di era digital ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap iman dan moral kaum muda, serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap iman dan moral kaum muda, serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen memegang peran penting dalam membimbing kaum muda di era Revolusi Industri 4.0. Dengan pemahaman yang tepat tentang tantangan dan solusi yang ditawarkan, diharapkan generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi yang beriman dan bermoral.
Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13 Siburian, Carel Hot Asi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.604

Abstract

Tema mengenai penundaan parousia sering kali menjadi bagian sentral dalam eskatologi Perjanjian Baru. Namun pemahaman tersebut hanya berhenti sebatas “pengharapan” oleh manusia saja. Artinya, yang ditunggu masih belum tiba. Menariknya, hanya dalam perumpamaan sepuluh gadis (Mat. 25:1-13) saja, “sosok” yang diharapkan tiba, telah tiba. Ia adalah mempelai laki-laki. Di sinilah letak kebaruan penelitian dalam artikel ini, sebab ketibaan “sosok” yang ditunggu ini menimbulkan paham lateness eschatology dan bukan delayed eschatology. Argumen utama dari artikel ini adalah bahwa 1) sangat aneh menerima kenyataan bahwa Yesus datang terlambat dalam pesta-Nya sendiri (jika pembaca masih menyejajarkan figur Yesus dengan mempelai laki-laki), dan oleh sebab itu, 2) muncul paham tentang lateness eschatology hanya dalam perumpamaan ini. Namun baik itu delayed maupun lateness, keduanya bukan karena Allah pada diri-Nya sendiri menyampaikan keterlambatan atau penundaan kedatangan-Nya, melainkan akibat pengharapan berlebih oleh manusia. Akhirnya, artikel ini membuka wacana apakah memang ada “keterlambatan” seperti itu dan mengapa tema tersebut muncul dalam Injil Matius.
Integrasi TQM dalam Kepemimpinan di Lingkup Perguruan Tinggi Teologi Kristen di Salatiga Putriardi, Riyani; Matin, Matin; Ahmad, Masduki
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.642

Abstract

This article presents the integration of Total Quality Management (TQM) in leadership within the Christian Theological College in Salatiga. Christian Theological Colleges have a unique responsibility in developing not only academic aspects, but also student spirituality. The integration of TQM in leadership in this environment leads to holistic efforts to improve the quality of education. Through a qualitative approach with descriptive methods accompanied by descriptive analysis to obtain an integrative concept of leadership and TQM within the scope of the Christian Theological College in Salatiga. The research results showed that to integrate TQM and Leadership, a change in the quality paradigm of the leadership team is needed, an obsession with quality and building clear and open communication in order to produce a solid team. The integration of TQM in the leadership of Christian theological colleges will provide a solid foundation for achieving higher quality education while integrating spiritual and moral values in the educational processTulisan ini menyajikan perihal integrasi Total Quality Management (TQM) dalam kepemimpinan di lingkup Perguruan Tinggi Teologi Kristen di Salatiga. Perguruan Tinggi Teologi Kristen memiliki tanggung jawab yang unik dalam mengembangkan tidak hanya aspek akademis, tetapi juga spiritualitas mahasiswa. Integrasi TQM dalam kepemimpinan di lingkungan ini mengarah pada upaya peningkatan mutu pendidikan yang holistik. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif disertai dengan analisis deskriptif untuk mendapatkan konsep integratif kepemimpinan dan TQM dalam lingkup Perguruan Tinggi Teologi Kristen di Salatiga. Hasil penelitian didapatkan bahwa untuk mengintegrasikan TQM dan Kepemimpinan diperlukan perubahan paradigma mutu dari tim pemimpin, obsesi pada mutu dan membangun komunikasi yang jelas serta terbuka dalam rangka menghasilkan tim yang solid. Integrasi TQM dalam kepemimpinan perguruan tinggi teologi Kristen akan memberikan landasan yang kokoh untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih tinggi sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam proses pendidikan. 
Sumbangsih Bukti-bukti Arkeologi Alkitab dalam Membangun Iman Percaya Masa Kini Siringoringo, Lumayan Maya; Suhadi, Suhadi
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.566

Abstract

This study examines the role of archaeological evidence in strengthening the Christian faith today. Amid rampant doubt and skepticism, archaeological discoveries offer historical verification and contextualization of biblical stories. This research reviews important archaeological discoveries related to people, places, and events in the Bible. This evidence demonstrates the historical accuracy of the Bible and strengthens confidence in the stories it contains. Furthermore, this study discusses how archaeological findings allow Christians to better understand and appreciate the meaning of sacred texts. Although archaeology cannot prove all aspects of the Christian faith, it offers valuable tools for strengthening faith and combating doubt. By connecting the Bible with physical evidence, archaeology helps build bridges between past and present, allowing Christians to connect with the heritage of their faith more deeply. Penelitian ini mengkaji peran bukti arkeologi dalam memperkuat iman Kristen di masa kini. Di tengah maraknya keraguan dan skeptisisme, penemuan arkeologi menawarkan verifikasi sejarah dan kontekstualisasi kisah-kisah Alkitab. Penelitian ini meninjau penemuan arkeologi penting yang terkait dengan orang, tempat, dan peristiwa dalam Alkitab. Bukti-bukti ini menunjukkan keakuratan historis Alkitab dan memperkuat kepercayaan terhadap kisah-kisah yang terkandung di dalamnya. Lebih lanjut, penelitian ini membahas bagaimana temuan arkeologi memungkinkan umat Kristiani untuk lebih memahami dan menghargai makna teks suci. Meskipun arkeologi tidak dapat membuktikan semua aspek iman Kristen, ia menawarkan alat berharga untuk memperkuat iman dan memerangi keraguan. Dengan menghubungkan Alkitab dengan bukti fisik, arkeologi membantu membangun jembatan antara masa lalu dan masa kini, memungkinkan umat Kristiani untuk secara lebih mendalam terhubung dengan warisan iman mereka.
Harmonisasi Hubungan dengan Alam Melalui Perjanjian Kekal Allah dengan Makhluk Hidup Berdasarkan Kejadian 9:12-17 Pakpahan, Abraham Gerald
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.570

Abstract

In showing the relationship between humans and nature, interpreters still often use Genesis 1:28 to understand humans' relationship with the rest of creation. The words 'conquer' and 'dominate' in caring for the earth are interpreted as the superior power possessed by humans to view the relationship between humans and nature because Allah gave them the responsibility and right to regulate and rule all creation on earth. This interpretation gives rise to power that is hierarchical in nature because humans are placed directly above other created creatures so that humans can exploit created creatures according to human wishes. Through Genesis 9:12-17, researchers will conduct research to see the eternal covenant that God made to humans and all other creations. God's eternal covenant with living creatures is the basis for seeing God's attitude towards all of His creatures. Is the anthropocentric attitude still the basis on which humans view the rest of God's creation? So, this research can become one of the foundations of ecological theology, which is able to change the attitude of viewing other created creatures only as beneficial interests for humans to viewing created creatures from their intrinsic value. Other created creatures cannot be manipulated by humans, so it is not the nature of exploitation that is born but the nature that loves created creatures.
Relasi Persaudaraan Teosentris dalam Injil Markus 3:31-35 dan Maknanya pada Slogan “Torang Samua Ciptaan Tuhan" di Sulawesi Utara Selanno, Semuel; Wagiu, Meily M.; Dendeng, Leonardo C.
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.707

Abstract

Artikel ini bermaksud menganalisis relasi persaudaraan yang tidak hanya dibangun berdasarkan pada hubungan kekerabatan melalui darah, keluarga maupun daerah. Konstruksi relasi saudara perlu juga dibangun berdasarkan relasi persaudaraan Teosentris. Allah menjadi pusat persaudaraan. Tujuannya adalah meletakan posisi manusia sebagai ciptaan Allah yang berkomitmen untuk melakukan kehendak Allah. Konsep ini meletakan manusia dalam posisi sama sebagai insan ciptaan Allah yang menemukan persaudaraan itu dalam kemanusiaan sebagai makhluk ciptaan yang terpusat pada kehendak Allah. Tujuan artikel ini adalah mengkaji Konsep “Torang Samua Ciptaan Tuhan” orang Sulawesi Utara. Mengeksplorasi gagasan persaudaraan Teosentris dengan menggali makna pedagogis teologis melalui kerja hermeneutis Markus 3:31-35. Menyajikan perspektif teologis pedagogis untuk menemukan relasi saudara dalam konsep Teosentris versi Yesus, kemudian direfleksikan dengan falsafah “Torang Samua Ciptaan Tuhan” dalam konteks Sulawesi Utara. Kesimpulan artikel ini adalah kebijakan pemerintah dalam upaya mengedukasi, mengimplementasi nilai-nilai keharmonisan dan kerukunan maka perlu diberi dasar pedagogis teologis yang bersifat Teosentris yang bertujuan memperkuat dan memaknai slogan “Torang Samua Ciptaan Tuhan” dari perspektif Pendidikan Teologi Kristen
Kajian Kritis Terhadap Eksistensi Kaum Homoseksual di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Antropologis Biblika Gulo, Fenius; Nainggolan, Nurhayda; Supriatna, Yusup
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.561

Abstract

Homosexuality is a serious issue for discussion in recent years. The existence of homosexuals who are increasingly open, has invited pros and cons both among academics, religious leaders and even the public who are active in seeking wisdom and truth. Taking into account this issue, the researcher conducted a critical study to see the biblical anthropological view of homosexuals by using qualitative research methods. After conducting research, concluded that the existence of homosexuality is a result of human fall into sin which affects the area of human life. Viewed from a biblical anthropological perspective, homosexual behavior is a deviation from God's Word. However, those with illnesses or disabilities such as homosexuals must still be served by the Church. The church must be called to provide understanding so that they are aware and return to the right path according to God's Word.Homoseksual merupakan isu yang serius untuk didiskusikan beberapa tahun terakhir ini. Eksistensi homoseksual yang semakin terbuka, telah mengundang pro dan kontra baik di kalangan akademisi, tokoh rohaniwan bahkan masyarakat yang giat untuk mencari kebijaksanaan dan kebenaran. Memperhatikan persoalan ini, peneliti melakukan kajian secara kritis untuk melihat pandangan antropologis biblika terhadap kaum homo seksual dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah melakukan penelitian, berkesimpulan bahwa keberadaan homoseksual merupakan akibat dari kejatuhan manusia dalam dosa yang berefek pada aera kehidupan manusia. Ditinjau dari perspektif antropologis biblika, perilaku homoseksual merupakan penyimpangan terhadap Firman Allah. Namun demikian, mereka yang mengalami penyakit atau kelainan seperti homoseksual harus tetap dilayani oleh Gereja. Gereja harus terpanggil untuk memberikan pemahaman agar mereka sadar dan kembali ke jalan yang benar sesuai Firman Allah.