cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 14 Documents clear
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PENYANDANG TUNAWICARA DI KECAMATAN WARUNGPRING KABUPATEN PEMALANG AMBARWATI, SEPTIANA; USBAH, ALIKA MAEZALATI; LESTARI, SRI AYU; MASFIA, IRMA; FAHMY, ZULFA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2874

Abstract

The parenting style of parents who have children with special needs tends to have greater challenges in parenting their children, so when caring for children with disabilities, there needs to be an appropriate parenting style in order to form the self-confidence of children with disabilities in their environment. This research aims to find out a general description of the forms of parenting used by parents for teenagers with disabilities speech impaired and to find out how parenting styles can shape the self-confidence of teenagers with speech impairments. The results of the interviews, which were strengthened by relevant research literature, showed that parenting styles play a very important role in shaping the self-confidence of teenagers with disabilities speech impaired This research is a type of qualitative research using the interview method. The informants in this study were parents of teenagers with speech impairments. In this research, the parenting style used by informants is democratic parenting. Apart from parenting style factors, there are other supporting factors that can build the self-confidence of teenagers with speech impairments. These other factors are similarity factors, educational factors and technological developments. ABSTRAKPola asuh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki tantangan yang lebih besar dalam pola pengasuhan terhadap anaknya sehingga dalam mengasuh anak disabilitas perlu adanya pola asuh yang tepat agar dapat membentuk kepercayaan diri anak disabilitas di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenai bentuk pola asuh yang digunakan oleh orang tua terhadap remaja penyandang tunawicara serta untuk mengetahui bagaimana pola asuh dapat membentuk kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara. hasil wawancara yang diperkuat dengan literatur penelitian yang relevan, didapatkan hasil bahwa pola asuh sangat berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara. Informan pada penelitian ini adalah orang tua dari remaja penyandang tunawicara. Dalam penelitian ini pola asuh yang digunakan oleh informan adalah pola asuh demokratis. Selain faktor pola asuh orang tua, terdapat faktor pendukung lain yang dapat membangun kepercayaan diri remaja penyandang tunawicara. Faktor lain tersebut adalah faktor kesamaan, faktor pendidikan dan perkembangan teknologi.
IMPLEMENTASI KEGIATAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA MUTU DI MTs. NEGERI BATANG FATIMAH, FATIMAH; HARYATI, TITIK
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2883

Abstract

Pancasila Student Profile is a program launched by the Ministry of Education and Culture to strengthen character education in Indonesia. The objectives of this research are: 1). find out how the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is implemented, 2). knowing the supporting and inhibiting factors for implementing the Pancasila Student Profile. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study type of research. Data collection in this research used interviews, observation and documentation. The data analysis used is: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results show that: 1). The implementation of the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is implemented through the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students and Rahmatan Lil Alamin Pancasila Students (P5PPRA). and live sustainably. 2). The supporting factor for implementing the Pancasila Student Profile at MTsN Batang is the solidarity of the facilitator team which has a good quality culture, namely being open-minded, happy to learn new things and collaborative. Meanwhile, the inhibiting factor is the lack of programmed activities to strengthen the capacity of educators at both basic and advanced levels. This topic is interesting and important because this program has great hopes in improving the character and skill competencies of students in educational units in accordance with the 6 characteristics of the Pancasila student profile as follows: Faith and devotion to the Almighty God and noble character, global diversity, mutual cooperation, independence , creative and critical reasoning. ABSTRAKProfil Pelajar Pancasila merupakan program yang digulirkan oleh kemdikbudristek untuk memperkuat pendidikan karakter di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1). mengetahui bagaimana implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang, 2). mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi Profil Pelajar Pancasila. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Implementasi Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang di implementasikan melaui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5PPRA), adapun tema P5PPRA yang sudah diterapkan yaitu tema bhineka tunggal Ika, kearifan lokal, kewirausahaan, suara demokrasi, bangunlah jiwa dan raganya, dan hidup berkelanjutan. 2). Faktor pendukung pelaksanaan Profil Pelajar Pancasila di MTsN Batang adalah kesolidan dari tim fasilitator yang memiliki budaya mutu yang baik yaitu berpikiran terbuka, senang mempelajari hal yang baru dan kolaboratif. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurang terprogramnya kegiatan penguatan kapasitas pendidik baik tingkat dasar maupun lanjutan. Topik ini menarik dan penting karena program ini mempunyai harapan besar dalam meningkatkan karakter dan kompetensi skill peserta didik disatuan pendidikan sesuai dengan 6 karakter Pofil pelajar Pancasila sebagai berikut: Beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berahlak mulia, berkhebinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.
PERAN MANAGEMEN PERTAHANAN EGO DALAM SUDUT PANDANG PSIKIATRI TERHADAP PENERIMAAN BREAKING BAD NEWS PADA PASIEN KANKER OVARIUM STADIUM AKHIR ANTIKA, SINDI; DARMAYASA, I MADE; WARDANI, IDA AJU KUSUMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2884

Abstract

This research is qualitative research using a case study approach combining observational study and biographical study. A 50 year old woman, Balinese, high school education, married, self-employed. The patient was diagnosed with late stage ovarian cancer, complained of pain throughout the abdomen, especially the lower abdomen, the stomach was said to be getting bigger and made the patient uncomfortable, the patient was taken to the hospital because the pain continued to increase even though he had been given painkillers. The patient currently says he still wants to recover and be able to live his life. everyday normally. This has always been in his thoughts about healing and has not been able to accept his current condition. The results of this research are that delivering bad news to patients with end-stage cancer does have various challenges, one of which is how the patient accepts the bad news. If this is not managed well, it will give rise to new problems and new stress for patients and families. The crisis in this patient was found to be that the patient still had high expectations of being able to recover and be able to return to his normal activities again. Even though it is known that the patient has now been diagnosed with end-stage ovarian cancer and there are metastases to other organs. The conflict that occurred in this patient was related to the ego defense mechanisms that emerged in the patient, namely the ego defense mechanisms of repression, denial and introjection. The patient still denies the diagnosis and says he will be fine and can carry out his activities again and that his current illness is due to his inability to fight the disease. The ego defense mechanisms in this patient include immature ego defense mechanisms. It is necessary to carry out psychotherapy on patients in order to replace these immature ego defense mechanisms with mature ego defense mechanisms so that the patient's coping mechanisms can be more accepted. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus menggabungkan antara studi observasi dan studi biografi. Seorang perempuan 50 tahun, Bali, Pendidikan SMA, telah menikah, Wiraswasta. Pasien didiagnosa dengan kanker ovarium stadium akhir, mengeluh nyeri pada seluruh perut terutama perut bawah, perut dikatakan semakin membesar membuat pasien tidak nyaman, pasien dibawa ke RS karena nyeri terus bertambah meski telah diberikan antinyeri pasien saat ini mengatakan masih ingin bisa sembuh dan bisa menjalani kehidupannya sehari-hari dengan normal. Hal tersebut selalu menjadi pemikirannya tentang kesembuhan dan belum dapat menerima kondisinya saat ini. Hasild dari penelitian ini adalah penyampaian berita buruk pada psien dnegan kondisi kaker stadium akhir memang memiliki berbagai tantangan salah satunya aitu bagaimana pernerimaan pasien dalam menghadapi berita buruk tersebut. Hal ini jika tidak dikelola dengan baik makan akan memunculkan masalah baru dan stress baru bagi pasien dan keluarga. Krisis pada pasien ini diapatkan bahwa pasien masih memiliki ekspektasi yang tinggi untuk dapat sembuh dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa kembali. Padahal diketahui pasien saat ini telah didiagnosa kanker ovariaum stadium akhir dan telah ada metastase ke organ lainnya. Konflik yang terjadi pada pasien ini terkait mekanisme pertahanan ego yang muncul pada pasien yaitu mekanisme pertahanan ego Represi, denial dan introyeksi. pasien masih menyangkal diagnosis dan mengatakan dirinya akan baik-baik saja dan bisa melakukan aktifitasnya kembali dan penyakitnya saat ini karena ketidakmampuannya untuk melawan penyakit tersebut. Mekanisme pertahan ego yang pada pasien ini termasuk mekanisme pertahanan ego imatur. Perlu untuk dilakukan psikoterapi kepada pasien agar mengganti mekanisme pertahanan ego yang imatur tersebut menjadi mekanisme pertahanan ego yang matur sehingga mekanisme coping pasien dapat lebih diterima.
ANALISIS DAMPAK EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTS NEGERI BATANG RUFAIDA, DIENA; HARYATI, TITIK
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2885

Abstract

This research aims to determine the impact of the effectiveness and efficiency of implementing independent learning on student learning motivation at Mts Negeri Batang. This research uses a quantitative research design with a case study approach. This design makes it possible to gain an in-depth understanding of the impact of the effectiveness and efficiency of Merdeka Belajar implementation on student learning motivation at MTs Negeri Batang. The population of this study were all students at MTs Negeri Batang. In this research, a simple random sample will be taken consisting of 100 students from various class VII and VIII groups at MTs Negeri Batang. The research instrument used was a questionnaire. Based on the analysis of the impact of the effectiveness and efficiency of the implementation of Merdeka Belajar on student learning motivation at MTs Negeri Batang, several main findings were found 1) The implementation of Merdeka Belajar can increase student learning motivation. Students become more motivated, independent, and actively participate in the learning process. 2) Positive impacts on student learning motivation are produced through learning independence, active student participation, use of appropriate resources, teacher involvement, and use of technology. 3) Implementation of Merdeka Belajar provides efficiency in the use of resources, including the time and effort of students and teachers. The use of technology is also a supporting factor for efficiency in this implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak efektivitas dan efisiensi implementasi merdeka belajar terhadap motivasi belajar siswa di Mts Negeri Batang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Desain ini memungkinkan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dampak efektivitas dan efisiensi implementasi Merdeka Belajar terhadap motivasi belajar siswa di MTs Negeri Batang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang berada di MTs Negeri Batang. Dalam penelitian ini, akan diambil sampel acak sederhana yang terdiri dari 100 siswa dari berbagai rombel kelas VII dan VIII di MTs Negeri Batang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan analisis dampak efektivitas dan efisiensi implementasi Merdeka Belajar terhadap motivasi belajar siswa di MTs Negeri Batang, ditemukan beberapa temuan utama 1) Implementasi Merdeka Belajar dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih termotivasi, mandiri, dan aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. 2) Dampak positif terhadap motivasi belajar siswa dihasilkan melalui kemandirian belajar, partisipasi aktif siswa, penggunaan sumber daya yang tepat, keterlibatan guru, dan pemanfaatan teknologi. 3) Implementasi Merdeka Belajar memberikan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, termasuk waktu dan upaya siswa serta guru. Penggunaan teknologi juga menjadi faktor pendukung efisiensi dalam implementasi ini.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS RENDAH PRASETYO, AGUS BUDI; KURNIANTI, ENDANG M.; HASANAH, USWATUN
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2914

Abstract

Reading is important and must be mastered by students, especially low class students such as class I and class II. By reading students can increase their knowledge and provide new insights to students. However, the facts on the ground still show a lack of reading ability in early grade students. In this way, flashcard media is used to change students' low reading abilities. This research aims to identify the relationship between the use of flashcard media and the reading ability of low grade students. The method used in this research is Systematic Literature Review (SLR). The articles studied in this research were 10 articles obtained from Google Scholar. Based on the literature review that has been carried out, it was found that the use of flashcard media has a good effect on the reading ability of low grade students, this is proven by an increase in student learning outcomes. ABSTRAKMembaca merupakan hal penting dan harus sudah dikuasai siswa, terlebih siswa kelas rendah seperti kelas I dan kelas II. Dengan membaca siswa dapat menambah pengetahuan serta memberi wawasan baru terhadap siswa. Namun, fakta dilapangan masih menunjukan kurangnya kemampuan membaca pada siswa kelas awal tadi. Dengan begitu digunakan media flashcard untuk merubah kemampuan membaca siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terkait penggunaan media flashcard terhadap kemampuan membaca siswa kelas rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review(SLR). Artikel yang dikaji dalam penelitian ini sebanyak 10 artikel yang didapatkan dari Google Schoolar. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan ditemukan bahwa penggunaan media flashcard berpengaruh baik terhadap kemampuan membaca siswa kelas rendah, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa.
HARGA DIRI, TRUST DAN ONLINE SELF-DISCLOSURE PADA PENGGUNA MEDIA APLIKASI DATING ONLINE TINDER SALSABILLA, REEFAL AUFA NAURAH; RAHARDJO, WAHYU
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2915

Abstract

Currently, the online dating application Tinder is being widely discussed by the wider community. Looking for a soul mate can be done online who has been found according to individual criteria. Several things that can cause online self-disclosure include self-esteem and trust. The aim of this research is to examine the influence of self-esteem and trust on online self-disclosure among media users of the online dating application Tinder. Participants in this research involved 106 male and female respondents aged 18-40 years who used the online dating application Tinder. The sampling technique was carried out using non-probability sampling using purposive sampling. Data analysis in this study used multiple regression tests. The results of this study show that there is an influence between self-esteem and online self-disclosure of 6.6%, trust shows that it has no effect on online self-disclosure. This research shows that self-esteem has a greater influence than trust, because individuals with low self-esteem tend to lose self-confidence so that these individuals use online dating applications to express themselves online. ABSTRAKSaat ini media aplikasi dating online Tinder sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas. Mencari pasangan dapat dilakukan dengan melalui online yang sudah ditemukan sesuai dengan kriteria individu. Beberapa hal yang dapat menyebabkan online self-disclosure diantaranya harga diri dan trust. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh harga diri dan trust terhadap online self-disclosure pada pengguna media aplikasi dating online Tinder. Partisipan penelitian ini melibatkan 106 responden pria dan wanita dengan rentang usia 18-40 tahun yang menggunakan media aplikasi dating online Tinder. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara harga diri dan online self-disclosure sebesar 6,6%, trust menunjukkan tidak berpengaruh terhadap online self-disclosure. Penelitian ini menunjukkan bahwa harga diri memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan trust, dikarenakan individu memiliki harga diri yang rendah cenderung kehilangan kepercayaan diri sehingga individu tersebut menggunakan aplikasi dating online untuk melakukan online self-disclosure.
METODE QIROATI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA ALQUR’AN DI SD ISLAM BUSTANU USYSYAQIL QURAN DESA LESMANA KECAMATAN AJIBARANG ARIANI , ATUN; HANIF, MUH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2930

Abstract

This research was triggered by researchers' interest in the ability of young or elementary school children to be able to recite the Al-Quran through tartil, fluently, and using recitation correctly. The aim of this research is to understand how the Qiroati method is applied at the Bustanu Usysyaqil Quran Islamic Elementary School in Lesmana Village, Ajibarang District. The type of research used is descriptive qualitative. The research subject is the management of learning management at the Bustanu Usysyaqil Quran Islamic Elementary School, while the research object is the students' ability to read the Al-Quran. Data collection techniques used include observation, interviews and documentation. Data collection instruments include observation sheets and interviews with administrators, school principals and student parents. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis. The success of this research was assessed by increasing positive learning behavior as well as students' ability to read the Koran and memorize it. ABSTRAKPenelitian ini dipicu oleh ketertarikan peneliti terhadap kemampuan anak usia dini atau masih SD yang dapat melafalkan Al-Quran melalui tartil, fasih, dan menggunakan tajwid yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana metode Qiroati diterapkan di SD Islam Bustanu Usysyaqil Quran di Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah pengelolaan manajemen pembelajaran di SD Islam Bustanu Usysyaqil Quran, sedangkan objek penelitian adalah kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Quran. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan wawancara dengan pengelola, kepala sekolah, dan wali murid. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Keberhasilan penelitian ini dinilai dari peningkatan perilaku belajar yang positif serta kemampuan membaca Al-Quran dan hafalan peserta didik.
FENOMENOLOGI ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK TUNARUNGU OSTIAN, RAI NANDANA; BAHAR, JIHAN MAILA NURIL; MADAFI, HASNA LAILA DHIAULHAQ AL; FAHMY, ZULFA; MASFIA, IRMA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2969

Abstract

Parents want a perfect child with no flaws. The support of families, communities and governments is important to remove the stigma against children with special needs and fulfill their rights. Neglect of children with special needs has a negative impact on their developmental and academic aspects. It is important to understand how parents experience and understand this pihenomenon in their daily lives. The researcher wanted to understand the role of parents in caring for deaf children, the challenges faced, the strategies used, and the role of the government in supporting them. In this research, the research method used is the phenomenological method with a qualitative approach. This research was conducted in Wonolopo Village, Mijen Sub-district, Semarang City. The role of parents in the care of children with special needs is crucial, especially in the education of deaf children. Parents who accept their children's condition will try to fulfill their needs, while those who do not accept tend to ignore special needs. Informant 1 provides guidance and communication with signs, while Informant 2 relies more on teachers. Social support and government assistance also varied, with informant 1 getting more support than informant 2. Parents are responsible for understanding their deaf child's special needs, providing guidance, and creating a supportive environment. Parents who accept their children's limitations will place them in a supportive environment. ABSTRAKOrang tua menginginkan anak yang sempurna tanpa kekurangan. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah penting untuk menghapus stigma terhadap anak berkebutuhan khusus dan memenuhi hak mereka. Penelantaran anak berkebutuhan khusus menimbulkan dampak negatif bagi aspek perkembangan dan akademiknya. Sangat penting untuk memahami bagaimana orang tua mengalami dan memahami fenomena ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Peneliti ingin memahami peran orang tua dalam mengasuh anak tunarungu, tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, serta peran pemerintah dalam mendukung mereka. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Peran orang tua dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus sangat krusial, terutama dalam pendidikan anak tunarungu. Orang tua yang menerima kondisi anaknya akan berusaha memenuhi kebutuhan mereka, sedangkan yang tidak menerima cenderung mengabaikan kebutuhan khusus. Informan 1 memberikan bimbingan dan komunikasi dengan isyarat, sementara Informan 2 lebih mengandalkan guru. Dukungan sosial dan bantuan pemerintah juga bervariasi, dengan informan 1 mendapatkan lebih banyak dukungan dibandingkan informan 2. Orang tua bertanggung jawab memahami kebutuhan khusus anak tunarungu, memberikan bimbingan, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Orang tua yang menerima keterbatasan anak akan menempatkan mereka di sekolah khusus, sementara yang belum menerima menganggap sekolah inklusi cukup. Tantangan pengasuhan termasuk kepekaan anak, komunikasi sulit, dan kurangnya dukungan sosial, serta peran pemerintah yang masih kurang.   
PENGEMBANGAN MODUL PARENTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BUNUH DIRI PADA REMAJA ZUHROH, LUTHFIATUS
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.2970

Abstract

This research develops a parenting module as an effort to prevent suicidal behavior in adolescents. This type of Research and Development (R&D) research uses two types of quantitative and qualitative data. The results of the Parenting Module Development met the validity of the media expert test at 80% and the material expert test at 85%. Field trials found 85% of the modules were effective and interesting. There are prominent differences in the level of understanding seen from the comparison of pre-post test results. The follow-up to this research is that parenting media is developed by integrating smartphone-based technology ABSTRAKPenelitian ini mengembangan modul parenting sebagai upayapencegahan perilaku bunuh diri pada remaja. Jenis penelitian Reseach and Development (R&D) menggunakan dua jenis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil Pengembangan Modul Parenting memunuhi valid dari uji ahli media 80% dan uji ahli materi 85%. Uji coba lapangan 85% bahwa modul efektif dan menarik. Terdapat  perbedaan yang menonjol pada tingkat pemahaman dilihat dari perbandingan hasil pre-post test. Tindak lanjut untuk penelitian ini agar media parenting dikembangan dengan mengintegrasikan teknologi berbasis smartphone
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN STRES KERJA KARYAWAN PRODUKSI DI PT. X BOGOR BEATITUDO, EWALDUS SENARAI; FAHLEVI, REZA; BASARIA, DEBORA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3027

Abstract

The purpose of this research is to determine the relationship between the adversity quotient and work stress among PT production employees. X in Bogor. Method: This research uses quantitative research with regression analysis techniques in the SPSS Statistics 25 application. The sample for this research is 72 production employees. The first measuring instrument used was an adaptation of the new job stress scale. The adaptation was carried out to translate the items on the original measuring instrument so that they could be understood by production employees. The second measuring tool used is a modification of the adversity quotient scale. Results: normality test using the Kolmogorov-Smirnov test showed that work stress data was not normally distributed, p value 0.038<0.05 and the adversity quotient was normally distributed p value 0.097>0.05. The output results were 11 in production employees who experienced low work stress or 15.3%, there were 49 production employees who experienced moderate stress or 68.1% and 12 production employees who experienced high stress or 16.7%. The output results showed that there were 10 employees who had low AQ or 13.9%, there were 49 production employees who had medium AQ or 68.1% and 13 production employees who had high AQ or 18.1%. Based on the results of the Spearman's rho statistical test on work stress, a correlation coefficient value of 1,000 was obtained with a significant value of 0.000 (0.000<0.05). The adversity quotient results obtained a correlation coefficient value of 0.688 with a significant value of 0.000 (0.000<0.05). Statistical test results show that there is a relationship between the two variables, namely a positive relationship. Positive correlation is the relationship between two variables that move in the same direction. Therefore, one variable increases if the other variable also increases. Aspects that can support this positive relationship are control, origin-owner, reach and endurance. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan stres kerja dengan karyawan produksi PT. X di bogor. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi pada aplikasi SPSS Statistics 25. Sampel penelitian ini berjumlah 72 orang karyawan produksi. Alat ukur pertama yang digunakan adalah adaptasi dari the new job stress scale, adaptasi dilakukan untuk menerjemahkan butir-butir alat ukur asli sehingga dapat dipahami oleh karyawan produksi. Alat ukur kedua yang digunakan adalah modifikasi dari Skala adversity quotient. Hasil: uji normalitas dengan kolmogorov-smirnov test didapatkan data stress kerja tidak berdistribusi normal p value 0,038<0,05 dan adversity quotient berdistribusi normal p value 0,097>0,05. Hasil output 11 pada karyawan produksi yang mengalami stres kerja rendah atau 15.3%, terdapat 49 karyawan produksi yang mengalami stres sedang atau 68.1% dan 12 karyawan produksi yang mengalami stres tinggi atau 16.7%. Hasil output terdapat 10 karyawan yang memiliki AQ rendah atau 13.9%, terdapat 49 karyawan produksi yang memiliki AQ sedang atau 68.1% dan 13 karyawan produksi yang memiliki AQ tinggi atau 18.1%. Berdasarkan hasil uji statistic Spearman’s rho pada stress kerja diperoleh nilai correlation coefficient 1.000 dengan nilai signifikan 0,000 (0,000<0,05). Hasil adversity quotient diperoleh nilai correlation coefficient 0,688 dengan nilai signifikan 0,000 (0,000<0,05). Hasil uji Statistic menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kedua variabel yaitu hubungan positif. Korelasi positif adalah hubungan antara dua variabel itu bergerak dalam arah yang sama. Oleh karenanya, satu variabel meningkat jika variabel lainnya juga meningkat. Aspek yang dapat mendukung terjadinya hubungan positif ini adalah control, origin-owner, reach dan endurance.

Page 1 of 2 | Total Record : 14