cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 32 Documents clear
MANAJEMEN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI KERJA GURU DI MADRASAH DINIYYAH AL-FUTUHIYYAH ASSALAFIYYAH SUKOREJO SEMPU ANDONG BOYOLALI Assi, Muhammad Hamid; Ibrahim, Rustam
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7464

Abstract

The This study aims to describe and analyze the management of the head of the madrasah in motivating teachers at Madrasah Diniyyah Al-Futuhiyyah Assalafiyyah Sukorejo Sempu Andong Boyolali, as well as to identify the obstacles encountered and the solutions implemented. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of the head of the madrasah as the key informant and several permanent and non-permanent teachers selected through purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results revealed that the head of the madrasah implemented four main management functions planning, organizing, actuating, and controlling in an integrated manner to enhance teachers’ work motivation. The head of the madrasah actively served as a leader, mentor, and motivator through spiritual, humanistic, participatory, and exemplary approaches. The main challenges included limited teacher attendance and time, insufficient learning facilities, and the absence of a standardized performance evaluation system. To overcome these issues, the head of the madrasah adopted adaptive strategies such as schedule adjustments, non-material rewards, strengthened communication, and continuous spiritual guidance. This study concludes that religious and humanistic-based leadership effectively fosters a harmonious work atmosphere, enhances teacher motivation and discipline, and sustains the learning process in nonformal Islamic educational institutions. This management model can serve as a reference for other Islamic educational institutions in developing effective, participatory, and value-based management systems that emphasize spiritual development and teacher professionalism. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kepala madrasah dalam memotivasi kerja guru di Madrasah Diniyyah Al-Futuhiyyah Assalafiyyah Sukorejo Sempu Andong Boyolali, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah sebagai informan kunci serta guru tetap dan tidak tetap yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, secara terpadu untuk meningkatkan motivasi kerja guru. Kepala madrasah berperan aktif sebagai pemimpin, pembimbing, dan motivator melalui strategi spiritual, humanis, partisipatif, dan keteladanan. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu guru, sarana prasarana yang minim, serta belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terstandar. Untuk mengatasinya, kepala madrasah menerapkan solusi adaptif berbasis kekeluargaan, pembinaan spiritual, dan penghargaan nonmaterial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang humanis dan religius berperan penting dalam membangun motivasi kerja guru dan menjaga stabilitas lembaga pendidikan nonformal. Model manajemen ini dapat menjadi contoh efektif bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengembangkan sistem manajemen berbasis nilai, partisipatif, dan berorientasi pada pembinaan spiritual serta profesionalitas guru.
MANAJEMEN KONFLIK DALAM TIM EDUPRENEUR SEBAGAI KATALISATOR INOVASI DI MI Fauzi, Hasan; Salim, Muhlisin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7557

Abstract

The purpose of this study is to analyze the forms of conflict, management strategies, and their role as catalysts for innovation within the edupreneur team at MI Roudlotul Huda Terban. The research method used was qualitative with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with foundation administrators, madrasah principals, and teachers, as well as participant observation and documentation studies. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman. The results showed that: (1) The forms of conflict that emerged consisted of substantive conflicts, such as tensions between teachers' pedagogical visions and the foundation's commercial orientation, as well as affective conflicts resulting from generational dynamics within the team; (2) The effective conflict management strategy implemented was a collaborative approach colored by Islamic values, such as deliberation to find the best solution (mashlahah), strengthening ties, and making congregational prayer a medium for shared reflection; (3) This constructively managed conflict proved to be a catalyst that triggered a number of important innovations, including the birth of the "Creative Student Market" program that teaches the principles of muamalah, the adoption of an integrated digital payment system, and the development of a more interactive tahfiz learning module. The conclusion of this study is that in the context of MI Roudlotul Huda Terban, conflict is not avoided but rather managed productively with value-based strategies, which ultimately encourages the creation of strategic innovations for the advancement of the madrasah. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk konflik, strategi manajemen, dan perannya sebagai katalisator inovasi dalam tim edupreneur di MI Roudlotul Huda Terban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus yayasan, kepala madrasah, dan guru, serta observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk konflik yang muncul terdiri dari konflik substantif, seperti ketegangan antara visi pedagogis guru dengan orientasi komersial yayasan, serta konflik afektif akibat dinamika generasi dalam tim; (2) Strategi manajemen konflik yang efektif diterapkan adalah pendekatan kolaboratif yang diwarnai nilai-nilai Islam, seperti musyawarah untuk mencari solusi terbaik (mashlahah), mempererat silaturahmi, dan menjadikan shalat berjamaah sebagai media refleksi bersama; (3) Konflik yang dikelola secara konstruktif ini terbukti menjadi katalisator yang memicu sejumlah inovasi penting, di antaranya lahirnya program "Pasar Siswa Kreatif" yang mengajarkan prinsip muamalah, adopsi sistem pembayaran digital yang terintegrasi, dan pengembangan modul pembelajaran tahfiz yang lebih interaktif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa dalam konteks MI Roudlotul Huda Terban, konflik tidak dihindari melainkan dikelola secara produktif dengan strategi berbasis nilai, yang pada akhirnya justru mendorong terciptanya inovasi-inovasi strategis bagi kemajuan madrasah.
EKSPLORASI STRATEGI GURU DALAM MEMBANGUN KOMUNIKASI POSITIF SEBAGAI BENTUK PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DI SD NEGERI 02 SOKOSARI Restalia, Winda; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7558

Abstract

This qualitative research aims to explore the strategies employed by teachers in building positive communication as a form of marketing educational services at SD Negeri 02 Sokosari. This case study employed a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews with teachers, participant observation of teacher interactions with parents and students, and document analysis, including communication agendas. The results revealed that teacher strategies manifested themselves in three main ways. First, empathetic interpersonal communication, where teachers actively listened to parents' concerns and aspirations. Second, transparency of information through regular meetings and a contact book regarding students' academic and behavioral progress. Third, active collaboration with parents in resolving children's learning challenges. This positive communication has been shown to build trust and a strong sense of belonging among parents. Ultimately, this parental satisfaction translates into the most effective form of organic marketing: word-of-mouth recommendations, which strengthen the school's positive image in the community. These findings highlight the critical role of teachers not only as educators but also as marketing spearheads, building the school's reputation through humane and sustainable relationships. The implication of this research is the need for schools to systematically support and develop teachers' capacity in strategic communication. ABSTRAKPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh guru dalam membangun komunikasi positif sebagai bentuk pemasaran jasa pendidikan di SD Negeri 02 Sokosari. Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para guru, observasi partisipatif terhadap interaksi guru dengan orang tua dan siswa, serta analisis dokumen seperti agenda komunikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi guru terwujud dalam tiga bentuk utama. Pertama, komunikasi interpersonal yang empatik, dimana guru aktif mendengarkan keluhan dan aspirasi orang tua. Kedua, transparansi informasi melalui pertemuan rutin dan buku penghubung mengenai perkembangan akademik dan perilaku siswa. Ketiga, kolaborasi aktif dengan orang tua dalam memecahkan masalah belajar anak. Komunikasi positif ini terbukti mampu membangun kepercayaan (trust) dan rasa memiliki yang kuat di kalangan orang tua. Pada akhirnya, kepuasan orang tua ini berubah menjadi bentuk pemasaran organik yang paling efektif, yaitu rekomendasi dari mulut ke mulut (word-of-mouth) yang memperkuat citra positif sekolah di masyarakat. Temuan ini menyoroti peran kritis guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai ujung tombak pemasaran yang membangun reputasi sekolah melalui hubungan yang manusiawi dan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya sekolah secara sistematis mendukung dan mengembangkan kapasitas guru dalam hal komunikasi strategis.
PROSES PEMBENTUKAN JIWA KEPEMIMPINAN MELALUI PROGRAM "CLASS CAPTAIN" DI KELAS TINGGI SD NEGERI 02 SOKOSARI Atiyah, Atiyah; Restalia, Winda; Khasanah, Nur; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7559

Abstract

This qualitative research aims to investigate the process of leadership development in students through the “Class Captain” program in upper grades (IV, V, and VI) of SD Negeri 02 Sokosari. This research uses a case study approach to explore the experiences and understanding of participants in depth. Data were collected through participant observation in the classroom, in-depth interviews with six students who had served as Class Captains, two homeroom teachers, and four other students, and supported by study documentation. The research findings reveal that the process of leadership development occurs through three interrelated stages: (1) the Recruitment Stage, which emphasizes the values ??of democracy and sportsmanship through the process of acceptance and voting; (2) the Coaching Stage, where teachers provide guidance and space for students to carry out daily leadership tasks, such as leading prayers and coordinating friends; and (3) the Evaluation Stage, which includes reflection and feedback to build accountability. Through this experiential process, key leadership aspects that develop in students include an increased sense of responsibility, self-confidence, communication skills, initiative, and empathy. The main supporting factors are teacher commitment and active student participation, while the main obstacles are shyness and minor social conflict dynamics. This study concludes that the Class Captain program serves as an effective leadership laboratory, providing crucial hands-on experience in instilling the foundations of leadership character in elementary school students. ABSTRAKPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pembentukan jiwa kepemimpinan siswa melalui program “Class Captain” di kelas tinggi (IV, V, dan VI) SD Negeri 02 Sokosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menggali pengalaman dan pemahaman para partisipan secara mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan di dalam kelas, wawancara mendalam dengan enam siswa yang pernah menjabat sebagai Class Captain, dua guru wali kelas, serta empat siswa lainnya, dan didukung oleh studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa proses pembentukan jiwa kepemimpinan berlangsung melalui tiga tahap yang saling terkait: (1) Tahap Rekrutmen, yang menekankan nilai demokrasi dan sportivitas melalui proses nominasi dan pemungutan suara; (2) Tahap Pembinaan, dimana guru memberikan pendampingan dan ruang bagi siswa untuk melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan sehari-hari, seperti memimpin doa dan mengkoordinir teman; dan (3) Tahap Evaluasi, yang melibatkan refleksi dan umpan balik untuk membangun akuntabilitas. Melalui proses eksperiensial ini, aspek-aspek kepemimpinan utama yang berkembang pada siswa mencakup peningkatan rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, inisiatif, dan empati. Faktor pendukung utamanya adalah komitmen guru dan partisipasi aktif siswa, sementara kendala utama adalah rasa malu dan dinamika konflik sosial minor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Class Captain berfungsi sebagai sebuah laboratorium kepemimpinan yang efektif, memberikan pengalaman langsung yang kritis dalam menanamkan fondasi karakter kepemimpinan pada siswa sekolah dasar.
INOVASI MANAJEMEN KEUANGAN MELALUI KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN (EDUPRENEURSHIP) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI MI Suhermi, Lulut; Salim, Muhlisin; Bambang, Bambang
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7560

Abstract

Financial limitations are often the main obstacle in improving the quality of learning in Islamic Elementary Schools (MI). Funding from the government and parental contributions (SPP) are often insufficient to finance innovative infrastructure and learning programs. This study aims to analyze how financial management innovation through entrepreneurial activities (edupreneurship) can contribute to improving the quality of learning in MI. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies at MI Al-Ikhlas as the research locus. Data were analyzed interactively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings show that: (1) The implementation of edupreneurship through the "Market Day" program, plant cultivation, and handicraft production has successfully created new sources of income for the madrasah. (2) The resulting funds are managed with an innovative, transparent, and accountable financial management system, including planning, budgeting, implementing, and reporting. (3) The proceeds from this financial management are allocated directly to support improvements in the quality of learning, such as purchasing science teaching aids, procuring literacy-supporting reading materials, and providing training to improve teacher competency. Edupreneurship-based financial management innovation has proven effective not only in increasing the financial independence of madrasas but also significantly impacting the quality of learning input, process, and output. This model can be an alternative solution for other Islamic elementary schools (MIs) to overcome funding constraints while instilling an entrepreneurial spirit in students. ABSTRAKKeterbatasan finansial seringkali menjadi kendala utama dalam peningkatan mutu pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendanaan dari pemerintah dan iuran orang tua (SPP) seringkali belum mencukupi untuk membiayai sarana prasarana dan program pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi manajemen keuangan melalui kegiatan kewirausahaan (edupreneurship) dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi di MI Al-Ikhlas sebagai lokus penelitian. Data dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan edupreneurship melalui program "Market Day", budidaya tanaman, dan produksi kerajinan tangan berhasil menciptakan sumber pendapatan baru bagi madrasah. (2) Dana yang dihasilkan dikelola dengan sistem manajemen keuangan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, meliputi perencanaan (planning), penganggaran (budgeting), pelaksanaan (implementing), dan pelaporan (reporting). (3) Hasil dari pengelolaan keuangan ini dialokasikan secara langsung untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, seperti pembelian alat peraga IPA, pengadaan buku bacaan penunjang literasi, dan pelatihan peningkatan kompetensi guru. Inovasi manajemen keuangan berbasis edupreneurship terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemandirian finansial madrasah tetapi juga secara signifikan berdampak pada peningkatan kualitas input, proses, dan output pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif solusi bagi MI-MI lain untuk mengatasi keterbatasan dana sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan kepada peserta didik.
KARAKTERISASI PROGRAM PENDIDKAN NON FORMAL DI KB DAN TK IMAN AL QURBAH Saphira, Nur; Akma, Nur Syaidatul; Ansar, Ahlun; Arismunandar, Arismunandar
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7646

Abstract

This study aims to analyze the implementation of non-formal education at Iman Al-Qurban Kindergarten and Kindergarten, which offer a flagship program for memorizing the Quran (tahfidz) and developing morals in early childhood. This study utilized observation and interviews with the principal and teachers, as well as direct observations at the institution. The results indicate that the institution has a simple yet effective organizational structure, with the principal as the primary administrator, assisted by class teachers and assistant teachers. The curriculum used is a special curriculum from the foundation, integrated with the values of the Quran and Hadits through an Individual Learning Plan (ILP). The learning process employs the batiniyah method for memorizing the Quran and thematic activities to develop children's morals and creativity. Learning facilities are adequate, supported by teaching aids, television, and outings for out-of-class learning. Evaluation is conducted periodically through assessments of child development and feedback to parents. Overall, the implementation of non-formal education at Iman Al-Qurban Kindergarten and Kindergarten is effective in shaping the character, morals, and basic skills of early childhood. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan non-formal di KB dan TK Iman Al-Qurban, yang memiliki program unggulan tahfidz dan pembentukan moral anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan data yaitu observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, serta hasil pengamatan langsung di Lembaga tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lembaga ini memiliki struktur organisasi yang sederhana namun efektif, dengan kepala sekolah sebagai pengelola utama yang dibantu oleh guru kelas dan juga guru pendamping. Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum khusus dari Yayasan yang di padukan dengan nilai-nilai Al-Quran dan Hadis melalui rencana pembelajaran berbasis ILP (Individual Learning Plan).proses pembelajaran menerapkan metode nuraniyah untuk tahfidz dan kegiatan tematik untuk pengembangan moral serta kreativitas anak. fasilitas belajar cukup memadai dengan dukungan alat peraga, televisi dan kegiatan outing kelas sebagai pembelajaran luar kelas. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui penilaian perkembangan anak dan umpan balik kepada orang tua. Secara keseluruhan, pelaksanaan pendidikan Non- Formal di KB dan TK iman Al-Qurbah berjalan efektif dalam membentuk karakter, moral, dan kemampuan dasar anak usia dini.
STRATEGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SALATIGA DALAM INSERSI KURIKULUM BERBASIS CINTA Apriana, Rizzal Rizqi; Abshar, Muhammad Umar Ulil Aidi; Yani, Arum Pebri; Sulistyowati, Dwi; Susilawati, Ulfah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7664

Abstract

This study examines the strategies used by teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga in integrating the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) into the teaching and learning process, specifically in seventh-grade classrooms. The research aims to identify the practical approaches implemented by teachers to foster love-based values in students and to analyze the challenges encountered during the implementation of this curriculum innovation. A qualitative descriptive method was employed, involving classroom observations, interviews with teachers, and documentation analysis to obtain a comprehensive understanding of teaching practices. The findings show that teachers apply various methods such as modeling compassionate behavior, integrating affective values into learning materials, strengthening teacher-student relationships, and promoting collaborative learning environments. However, the implementation still faces several obstacles, including limited teacher training, varied student characteristics, insufficient learning media, and time constraints due to curricular demands. Despite these challenges, teachers demonstrate a strong commitment to cultivating emotional and spiritual development in students. This study concludes that the integration of a Love-Based Curriculum contributes positively to character formation and supports a more humanistic Islamic education model, although continuous professional development and institutional support are required to optimize the implementation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji strategi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Salatiga dalam menginsersikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) ke dalam proses pembelajaran pada kelas VII serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara dengan guru, dan studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif terkait praktik pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, antara lain memberi keteladanan sikap penuh kasih, mengintegrasikan nilai afektif dalam materi pelajaran, memperkuat relasi guru–siswa, serta menciptakan suasana belajar kolaboratif. Namun, implementasi KBC masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan pelatihan guru, karakteristik siswa yang beragam, minimnya media pembelajaran pendukung, serta keterbatasan waktu akibat padatnya tuntutan kurikulum. Meskipun demikian, guru tetap berkomitmen dalam menumbuhkan perkembangan emosional dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa insersi Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter dan mendukung model pendidikan Islam yang lebih humanis, namun perlu adanya dukungan berkelanjutan dan penguatan kapasitas guru agar pelaksanaannya lebih optimal.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Irvan, Irvan; Wardan, Khusnul
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7832

Abstract

The quality of education in Indonesia still faces serious challenges, as indicated by the low PISA 2023 scores, despite principals playing a central role in orchestrating the transformation of educational institutions. This research focuses on an in-depth analysis of principals' leadership strategies in improving educational standards through a managerial approach, academic supervision, and technology integration. Using a descriptive qualitative method based on a literature review of scientific documents and journals from the past decade, this study examines effective leadership patterns in addressing the dynamics of the times. The study stages include identifying the implementation of school-based management, analyzing teacher professional development programs, and evaluating the use of digital technology in learning. Key findings indicate that visionary and collaborative transformational leadership has a significant impact on increasing teacher motivation, community participation, and student learning outcomes. Furthermore, ongoing academic supervision has proven to be a vital instrument in maintaining pedagogical quality. The study's conclusions emphasize that principals must act as adaptive agents of change capable of synergizing all school resources, making strengthening managerial and leadership capacity an absolute prerequisite for realizing a superior and globally competitive educational ecosystem. ABSTRAKKualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius yang terindikasi dari rendahnya capaian skor PISA 2023, padahal kepala sekolah memegang peran sentral dalam mengorkestrasi transformasi mutu lembaga pendidikan. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan standar pendidikan melalui pendekatan manajerial, supervisi akademik, dan integrasi teknologi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur terhadap dokumen dan jurnal ilmiah satu dekade terakhir, penelitian ini menelaah pola kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi dinamika zaman. Tahapan kajian meliputi identifikasi implementasi manajemen berbasis sekolah, analisis program pengembangan profesional guru, serta evaluasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Temuan utama menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional yang visioner dan kolaboratif memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi guru, partisipasi masyarakat, dan hasil belajar siswa. Selain itu, supervisi akademik yang berkelanjutan terbukti menjadi instrumen vital dalam menjaga kualitas pedagogik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepala sekolah harus bertindak sebagai agen perubahan adaptif yang mampu menyinergikan seluruh sumber daya sekolah, sehingga penguatan kapasitas manajerial dan kepemimpinan menjadi prasyarat mutlak demi terwujudnya ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing global.
MERAKIT KETAPANG: MENANAM HARAPAN DI PEDALAMAN KATINGAN MELALUI KETAHANAN PANGAN Fahdiani, Dina
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7833

Abstract

The background to this research problem is the condition of SMAN 1 Katingan Hulu, located in a remote area with limited access, where the community is predominantly gold mining workers. This results in underdeveloped farming skills, resulting in a heavy reliance on urban vegetable supplies. However, this situation is seen as an opportunity to introduce contextual learning about food security through the innovative "MERAKIT KETAPANG" program. This research focuses on the program's implementation as an effort to increase student engagement and strengthen their character competencies. Key stages of the research used descriptive qualitative methods with a case study approach, including observation, documentation, teacher reflection, and gathering feedback from students and parents. Key findings indicate that the program successfully increased student active participation and produced tangible products. Another key finding was a significant increase in student competency, with 80% reaching the proficient stage and 20% still in the developing stage. It is concluded that the MERAKIT KETAPANG program is effective as a contextual learning model relevant to local needs. ABSTRAKLatar belakang masalah penelitian ini adalah kondisi SMAN 1 Katingan Hulu yang terletak di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, di mana masyarakatnya didominasi pekerja tambang emas. Hal ini menyebabkan keterampilan bercocok tanam belum berkembang, sehingga pemenuhan kebutuhan sayuran sangat bergantung pada pasokan dari kota. Namun, kondisi ini justru dilihat sebagai peluang untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual tentang ketahanan pangan melalui program inovatif "MERAKIT KETAPANG". Penelitian ini berfokus pada implementasi program tersebut sebagai upaya meningkatkan keterlibatan siswa dan memperkuat kompetensi karakter mereka. Tahapan penting penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang meliputi observasi, dokumentasi, refleksi guru, serta pengumpulan umpan balik dari murid dan orang tua. Temuan utama menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan partisipasi aktif murid dan menghasilkan produk nyata. Temuan kunci lainnya adalah peningkatan kompetensi murid yang signifikan, dengan 80% mencapai tahap cakap dan 20% masih dalam tahap berkembang. Disimpulkan bahwa program MERAKIT KETAPANG efektif sebagai model pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan lokal.
EVALUASI PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA DI MADRASAH Hidayat, Taufik; Khuriyah, Khuriyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.7834

Abstract

This research is a research in examining the budget planning in Islamic educational institutions, both from the policy level (government) to the implementation in Madrasahs. This research will later find an overview and solution to the problem of planning the education expenditure budget in madrasas. This research aims to find out how the planning, implementation, supervision, and evaluation of the Islamic education expenditure budget in Indonesia is planned. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, with data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study revealed that: Budget planning through the preparation of the Madrasah Budget Work Plan involves needs analysis, expenditure planning, and consultation with the head of the madrasah, treasurer, administration, teacher council, and committee,  Madrasah Budget Work Plan helps estimate expenditure needs for one school year, Implementation Expenditure includes the expenditure of funds from four sources, namely School Operational Cost funds as the main source, committees, madrasah businesses and other sources used for operational and sudden needs, Supervision is carried out by internal and external parties to ensure the budget is as planned. Evaluations are carried out every three months by the head of the madrasah to ensure the use of the budget in accordance with the Madrasah Budget Work Plan. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian dalam mengkaji perencanaan anggaran belanja yang ada di lembaga pendidikan Islam, baik dari tingkat kebijakan (pemerintah) hingga kepada pelaksanaan di Madrasah. Penelitian ini nantinya akan  menemukan sebuah gambaran dan solusi terhadap permasalahan perencanaan anggaran belanja pendidikan di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi anggaran belanja pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa : Perencanaan anggaran melalui penyusunan Rencana Kerja Anggaran Madrasah melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan pengeluaran, dan konsultasi dengan kepala madrasah, bendahara, tata usaha, dewan guru, dan komite, Rencana Kerja Anggaran Madrasah membantu memperkirakan kebutuhan belanja untuk satu tahun ajaran, Pelaksanaan belanja mencakup pengeluaran dana dari empat sumber yaitu dana Biaya Operasional Sekolah sebagai sumber utama, komite, usaha madrasah dan sumber lain digunakan untuk kebutuhan operasional dan mendadak, Pengawasan dilakukan oleh pihak internal dan eksternal untuk memastikan anggaran sesuai rencana. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh kepala madrasah untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai Rencana Kerja Anggaran Madrasah.

Page 1 of 4 | Total Record : 32