cover
Contact Name
I Nyoman Laba Jayanta
Contact Email
laba.jayanta@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lessonandlearningstudies@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal for Lesson and Learning Studies
ISSN : 26156148     EISSN : 26157330     DOI : https://doi.org/10.23887/jlls
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles 548 Documents
Modul Elektronik (E-Modul) IPA Bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) mengenai Materi Sistem Reproduksi pada Manusia Fauziah Hervi; Ristiono Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i3.35425

Abstract

Pendidikan di Indonesia selama ini masih mengutamakan penguasaan aspek intelektual saja. Bahan ajar yang digunakan oleh sekolah adalah buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKPD) yang masih mengutamakan aspek intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul elektronik (e-module) IPA bernuansa ESQ tentang sistem reproduksi pada manusia yang valid dan praktis. E-modul tersebut divalidasi oleh 2 orang dosen jurusan biologi FMIPA UNP dan 1 orang guru IPA di SMP Pengembangan Laboratorium UNP. Uji kepraktisan dilakukan oleh 1 orang guru IPA dan 25 peserta didik di SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Hasilnya, e-modul IPA bernuansa ESQ yang dikembangkan menggunakan 3 tahapan model 4D, yaitu tahap define dengan mendefinisikan istilah pembelajaran menggunakan kurikulum, tahap design dengan merancang komponen e-modul, dan tahap develop yang bertujuan untuk menghasilkan e-modul yang valid dan e-modul praktis. Nilai validitas sebesar 83,89% dengan kriteria valid, kepraktisan oleh guru sebesar 95,83% dengan kriteria sangat praktis dan peserta didik sebesar 90,16% dengan kriteria sangat praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul IPA bernuansa ESQ valid dan sangat praktis untuk pembelajaran.
Tinjauan Hasil Belajar dalam Jaring pada Mata Pelajaran Biologi di Beberapa SMA di Pesisir Selatan Miftahur Rahma; Ristiono Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.35721

Abstract

Hasil belajar pada mata pelajaran biologi siswa SMA masih rendah. Hal ini disebabkan baik dari sarana prasarana, metode, maupun model pembelajaran yang digunakan selama proses pembelajaran daring. Sehingga perlu dilakukan tinjauan hasil belajar peserta didik, untuk melihat hasil belajar selama pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil belajar biologi peserta didik yang pembelajarannya dilakukan dalam jaringan di daerah pesisir selatan pada mata pelajaran Biologi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu berupa hasil belajar yang terkait dengan hasil belajar biologi peserta didik untuk Kelas XI. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data (Data Display), Menarik Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion Drawing and Verification). Sampel penelitian berjumlah 839 orang peserta didik yang terdiri dari 6 SMA Kelas XI. Hasil yang didapatkan dari penelitian diperoleh 94,4% peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di sekolah pertama, 42,36% peserta didik yang mencapai KKM di sekolah kedua, 47,16% peserta didik yang mencapai KKM di sekolah ketiga, 5,26% peserta didik yang mencapai KKM di sekolah keempat,  97,05% yang mencapai KKM di sekolah kelima, dan sekolah keenam dengan 6,81% peserta didik yang mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa banyak peserta didik yang memiliki hasil belajar rendah dan sedikit dari peserta didik yang hasil belajarnya tidak begitu berbeda atau berubah dari pembelajaran tatap muka.
Efektivitas Metode Diskusi Pada Pembelajaran Daring Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Ni Putu Wina Wulandini; I Wayan Eka Wiweka; Gede Wira Bayu
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.35938

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa dalam masa pandemi mengakibatkan menurunnya hasil belajar. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang tidak tepat sehingga menyebabkan proses pembelajaran menjadi membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode diskusi pada pembelajaran daring terhadap hasil belajar IPS Siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pengamatan, refleksi dan observasi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD, yang berjumlah 12 orang siswa, yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Dalam penelitian ini data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan lembar observasi, metode analisis data dengan analisis deskriptif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa secara klasikal mencapai 66,66% dengan nilai rata-rata 70,83. Pada siklus II hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,88% dengan nilai rata-rata 80,83. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode diskusi pada pembelajaran daring efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Masa Pembelajaran Daring Irma Nur Isnaini; Ni Wayan Rati; Kadek Suranata
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36051

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran dilaksanakan melalui pembelajaran daring. Permbelajaran daring menimbulkan berbagai masalah salah satunya motivasi belajar siswa menurun. Pembelajaran daring mengalihkan peran guru dan orang tua, orang tua lebih banyak berperan selama pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar pada pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas V SD. Subjek tersebut dipilih karena dianggap mampu memberikan data yang dibutuhkan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kualitatif Creswell. Penelitian ini mendapatkan hasil beberapa cara orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan memberikan motivasi, mengontrol waktu belajar, menciptakan suasana yang mendukung, menyediakan waktu untuk terlibat, memantau perkembangan anak, dan memberikan penghargaan. Sedangkan, hambatan yang dirasakan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di antaranya adalah anak yang lelah dan jenuh, anak terlalu sering bermain game, dan anak tidak disiplin. Dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada masa pembelajaran daring.
Hot Based Assessment Instrument to Assess Math Learning Achievement Ni Nyoman Tri Rapianingsih; I Made Suarjana; I Ketut Dibia
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36734

Abstract

Minimnya ketersediaan instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan kognitif tingkat kemampuan C4-C6, kurangnya pemberian soal latihan tingkat C4-C6 dalam pembelajaran Matematika mengakibatkan penilaian yang dilakukan kurang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menguji kualitas instrumen penilaian hasil belajar matematika berorientasi HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model 4D oleh Thiagarajan. Tahapan tersebut adalah: define, design, develop, dan disebarluaskan. Penelitian yang dilakukan baru sampai pada tahap pengembangan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Subjek penelitian adalah kisi-kisi dan tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 20 soal. Metode pengumpulan data adalah metode tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket juri dan tes hasil belajar. Metode analisis data validitas isi menggunakan rumus Gregory, dan validitas item menggunakan rumus Product moment, daya pembeda, tingkat kesukaran, kualitas distraktor, dan reliabilitas menggunakan rumus KR-20. Hasil analisis data diperoleh uji validitas isi 1,00 dengan kriteria sangat tinggi. Memiliki daya pembeda 16 item dengan kriteria “cukup baik”, 2 dengan kriteria “baik”. Memiliki indeks kesukaran 1 butir soal dengan kriteria “sulit”, 14 butir soal dengan kriteria “sedang”, dan tiga butir soal dengan kriteria “mudah”. Memiliki kualitas mengganggu P > 5% sebanyak 53, P < 5% sebanyak 7. Dengan uji reliabilitas 0,93 kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, pengembangan instrumen penilaian hasil belajar matematika berorientasi HOTS adalah valid, reliabel, dan layak digunakan.
Model Pembelajaran Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Tematik (Muatan Pelajaran IPA) pada Siswa Kelas IV SD Widya Puspita Dewi; Gede Wira Bayu; Ni Nyoman Arca Aspini
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36859

Abstract

Rendahnya hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa disebabkan oleh kurangnya motivasi siswa terhadap pembelajaran tematik (muatan pelajaran IPA), model pembelajaram yang kurang inovatif dan kurangnya keterkaitan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang  dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengumpulan data, refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 19 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa kelas IV. Hal ini dibuktikan dari hasil belajar siswa pada prasiklus dengan nilai rata-rata sebesar 56,8 yang berada pada kategori sangat rendah, siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 57,9 yang berada pada kategori rendah dan pada siklus II peningkatan rata-rata 71,1 dan ketuntasan belajar 73,9% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa kelas IV.
Pembelajaran Discovery Learning Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Pande Putu Sudirama; I Gusti Ngurah Japa; Luh Putu Yasmiartini Yasa
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36868

Abstract

Hasil belajar IPA siswa tergolong rendah dikarenakan guru kurang menggunakan model pembelajaran yang inovatif, penggunaan media dalam proses pembelajaran juga kurang optimal, sedikitnya sumber belajar yang digunakan guru dalam pembelajaran daring, dan guru hanya memberikan tugas melalui WA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 17 orang. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari dua kegiatan yaitu siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan, pada siklus I persentase aktivitas siswa 57% dan persentase ketuntasan klasikal 65%. Pada siklus II persentase aktivitas siswa 71% dan persentase ketuntasan klasikal 82%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.
Model Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Ni Ketut Pebry Yusita; Ni Wayan Rati; Desak Putu Pajarastuti
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36995

Abstract

Rendahnya hasil belajar tematik muatan pelajaran Bahasa Indonesia siswa dikarenakan pembelajaran yang dilaksanakan masih konvensional. Pembelajaran secara konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model problem based learning terhadap hasil belajar pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang diaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengematan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III B yang berjumlah 28 siswa, yang terdiri atas 20 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, dengan jenis tes adalah tes pilihan ganda biasa. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar tematik (muatan pelajaran Bahasa Indonesia) pada siklus I adalah 63,93 dengan kategori rendah, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II rata-rata hasil belajar tematik muatan Bahasa Indonesia yaitu 79,82, dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model problem based learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar tematik muatan Bahasa Indonesia siswa.
Minat Dan Hasil Belajar Biologi pada Pembelajaran Daring Mutiara Hasibuan; Lufri Lufri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i3.37162

Abstract

Pembelajaran online yang saat ini terjadi di Indonesia belum berjalan secara maksimal. Berbagai kendala juga muncul dalam penerapan pembelajaran daring. Pembelajaran melalui internet menjadi hal yang sulit dilakukan di beberapa daerah dikarenakan jaringan yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis minat serta hasil belajar siswa terhadap pembelajaran online pada pembelajaran Biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik dan guru mata pelajaran biologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah non-tes dengan penyebaran angket minat dan pengumpulan nilai hasil belajar peserta didik.Jenis instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar peserta didik. Skala yang digunakan untuk masing-masing jawaban responden adalah skala Likert. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu belajar siswa menunjukkan nilai tertinggi adalah IPA1 85 dan IPA2 89. Nilai terendah adalah IPA1 61 dan IPA2 65, dengan nilai rata-rata 78,5 dan 78,03. Secara keseluruhan minat belajar siswa kelas pada mata pelajaran Biologi sangat rendah 10% yaitu berkisar 0-20%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara minat belajar dengan hasil belajar Biologi peserta didik pada Kelas X IPA.
Hubungan Gaya Belajar dan Kompetensi Kognitif Peserta Didik dalam Pembelajaran Biologi Tiwi Ilhami; Ristiono Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i3.37325

Abstract

Gaya belajar merupakan cara siswa menerima informasi, mengorganisasikan informasi, dan mengolah informasi selama pembelajaran. Ada tiga macam gaya belajar, yaitu gaya belajar visual (belajar dengan cara melihat), auditorial (belajar dengan cara dominan mendengar) dan kinestetik (belajar dengan cara dominan bergerak, bekerja dan menyentuh). Hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa guru masih jarang menggunakan metode, model, dan media pembelajaran yang bervariasi. Pada saat pembelajaran, setiap siswa tidak memahami gaya belajar (modalitas) yang dimilikinya. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara gaya belajar siswa dengan model, metode atau media pembelajaran yang digunakan oleh guru sehingga menyebabkan rendahnya kompetensi kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar dengan kompetensi kognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan non tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment. Pengujian korelasi dilakukan dengan menggunakan rumus t untuk mengetahui apakah koefisien korelasi tersebut signifikan atau tidak. Analisis persentase kontribusi pengaruh gaya belajar siswa terhadap kompetensi kognitif siswa dianalisis dengan menggunakan koefisien determinan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dalam pembelajaran biologi dengan kompetensi kognitif siswa. Gaya belajar yang dominan adalah gaya belajar visual, kemudian gaya belajar kinestetik dan yang paling sedikit adalah gaya belajar auditori. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dalam pembelajaran biologi dengan kompetensi kognitif siswa.