Journal for Lesson and Learning Studies
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles
548 Documents
Mengenal Pecahan dengan Modul Matematika
Ni Nengah Sekar Wangi;
I Gusti Ngurah Japa;
Ndara Tanggu Renda
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38327
Kurangnya buku ajar untuk menyajikan pengajaran matematika yang efektif terutama pada pelajaran matematika dan belum ada pengembangan bahan ajar yang membantu siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan menghasilkan modul Matematika yang sudah teruji validitasnya pada materi pecahan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 ahli media pembelajaran, 1 ahli materi pembelajaran, dan 1 praktisi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pencatatan dokumen berupa angket/kuesioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini dinyatakan sangat valid dengan uji yang dilakukan kepada ahli media pembelajaran, materi matematika dan praktisi. Berdasarkan penilaian yang disebarkan, diperoleh hasil 93,3% dari uji ahli media pembelajaran, 92,3% uji ahli materi matematika, dan 96% uji praktisi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Modul matematika materi pecahan ini layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Analisis Kesulitan Belajar Biologi Melalui Pembelajaran Daring dan Hubungannya dengan Hasil Belajar Siswa
Sindi Suryani;
Lufri Lufri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38566
Masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran online adalah rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar adalah hambatan atau gangguan pada individu yang mengakibatkan individu tersebut tidak dapat belajar dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persentase dan kategori kesulitan belajar biologi siswa melalui pembelajaran online dan untuk mengetahui hubungan antara kesulitan belajar biologi melalui pembelajaran online dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa. Sampel penelitian berjumlah 94 siswa yang terdiri dari 5 kelas. Teknik pengambilan sampel adalah teknik proportional stratified random sampling dengan proporsi sampel 50%. Data penelitian dianalisis menggunakan korelasi rank spearman kemudian dilakukan uji t untuk mengetahui korelasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesulitan pembelajaran biologi melalui pembelajaran online berada pada kategori tinggi yaitu 67%. Dan hubungan antara kesulitan belajar biologi melalui pembelajaran online dengan hasil belajar siswa dengan nilai r = 0,254; Koefisien nilai thitung sebesar 2,604 lebih besar dari ttabel yaitu 1,986, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesulitan belajar biologi melalui pembelajaran online dengan hasil belajar siswa.
Kesulitan dalam Belajar Biologi saat Pembelajaran Daring
Nova Sari Zaputri;
Lufri Lufri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38567
Kesulitan belajar adalah suatu kondisi di mana peserta didik tidak dapat belajar secara wajar di sebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar. Semenjak diterapkannya belajar dari rumah atau pembelajaran daring (dalam jaringan) banyak kesulitan-kesulitan yang dialami oleh peserta didik. Peserta didik yang terindikasi sejumlah kesulitan belajar akan mendapat hasil belajar yang rendah. Kesulitan belajar dapat terjadi karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik saturation sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel penelitian berjumlah 43 orang peserta didik. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket dengan 35 butir pernyataan. Skor hasil kesulitan dalam belajar biologi saat pembelajaran daring ini tersebar ke dalam empat kategori yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Hasil penelitian menujukkan bahwa kesulitan dalam belajar biologi saat pembelajaran daring di MAN 3 Kampar berada pada kategori Tinggi. Di mana rata-rata persentase kesulitan peserta didik dari faktor internal sebesar 67,4%, kesulitan oleh faktor eksternal sebesar 59%, dan kesulitan peserta didik berhubungan dengan karakteristik materi biologi sebesar 67%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan peserta didik dalam belajar biologi saat pembelajaran daring di berada pada kategori kesulitan yang tinggi.
Pentingnya Ikut Serta Orang Tua dalam Memotivasi Belajar Anak Sekolah Dasar
Refri Diantika Sari;
Erik Aditya Ismaya;
Siti Masfuah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38572
Pentingnya orang tua merupakan tugas yang memiliki andil dalam mendukung keberhasilan anaknya terutama dalam hal meningkatkan motivasi belajar anak. Anak yang mempunyai motivasi belajar rendah cenderung mengabaikan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pentingnya orang tua dalam memotivasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 anak sekolah dasar dan 6 orang tua. Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi tahap observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan. Analisis data pada penelitian ini merupakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tugas penting dalam memotivasi belajar anak sekolah dasar sebagai korektor, informator, motivator, organisator, fasilitator dan pembimbing. Dalam penelitian ini pembentukan jam belajar anak, pendampingan belajar anak, dan pemeberian reward mampu memotivasi belajar anak sekolah dasar. Dalam penelitian ini pembentukan jam belajar anak, pendampingan belajar anak, dan pemberian reward mampu memotivasi belajar anak sekolah dasar. Pentingnya ikut serta orang tua dalam mengontrol jam belajar anak, pendampingan belajar anak dan pemberian pujian. Hal ini dapat meningkatkan disiplin anak, dan dapat memotivasi belajar anak. Dapat disimpulkan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting bagi anak sehingga orangtua harus memperhatikan anak dengan baik.
Lembar Kerja Praktikum (LKP) Materi Sistem Sirkulasi Berbasis Diagram Vee
Fitri Annisa;
Sa'diatul Fuadiyah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38588
Lembar Kerja Praktikum (LKP) merupakan panduan atau pedoman yang digunakan peserta didik sebagai pengarah dalam melakukan kegiatan praktikum. LKP yang digunakan peserta didik hendaknya dapat mengarahkan kegiatan praktikum pada penemuan konsep agar kegiatan praktikum yang dilakukan peserta didik lebih bermakna. Faktanya peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan kegiatan praktikum dengan konsep yang telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas LKP yang digunakan peserta didik berdasarkan komponen diagram Vee. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sampel dari penelitian ini yaitu 3 LKP materi sistem sirkulasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis dalam paktikum ini yaitu rubrik keberadaan komponen diagram Vee dan rubrik penilaian kualitas komponen LKP berdasarkan komponen diagram Vee. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LKP materi sistem sirkulasi sudah dapat dikatakan memiliki struktur yang lengkap sesuai komponen diagram Vee, namun komponen-komponen yang ada masih memiliki kualitas yang kurang dan belum mencapai skor maksimum. Kegiatan praktikum materi sistem sirkulasi memerlukan LKP yang dapat menunjang pembentukan pengetahuan dengan langkah kerja yang tepat dan sesuai dengan tuntutan kurkulum, dengan demikian disarankan untuk melakukan rekontruksi pada LKP tersebut.
Model Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu Siswa Muatan IPA di Sekolah Dasar
Evry Lia Dwi Putri;
Antik Estika Hader;
Andiyanto Andiyanto
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38651
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu Siswa Muatan IPA di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design. Rancangan berbentuk quasi experimental design yang digunakan yaitu Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar. Sampel yang terdiri dari 30 siswa kelas V.B (kelas eksperimen) dan 31 siswa kelas V.A (Kelas Kontrol). Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas uji hipotesis dan uji independent samples t-tes untuk mengukur perbedaan nilai antara Post-test dikelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik penelitian dalam pengumpulan data menggunakan teknik tertulis berupa soal objektif sebanyak 20 soal. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis melalui uji t dengan taraf nyata 0,05. Hasil uji coba menunjukan bahwa diperoleh signifikansi 0,049. Karena hasil signifikan 0,049 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model quantum teaching terhadap hasil belajar tematik terpadu siswa muatan IPA kelas V. implikasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran. penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Booklet Sistem Koordinasi Sebagai Suplemen Bahan Ajar Biologi Kelas XI SMA/MA
S. Syamsurizal;
Riska Ardianti
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38685
Materi biologi yang dianggap sulit oleh peserta didik sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa yang rendah. Penyebab kesulitan yang dialami dalam mempelajari biologi adalah karakteristik materi biologi yang tak jarang terdapat konsep-konsep abstrak yang sulit dipahami. Selain itu, kurangnya media pembelajaran akan mempengaruh kemampuan siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan booklet sistem koordinasi sebagai suplemen bahan ajar biologi kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara menyebarkan angket kepada 108 peserta didik dan satu orang guru biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi,wawancara, dan kuesioner. Metode yang diguankan dalam mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil angket menunjukkan bahwa peserta didik dalam mempelajari biologi sudah dilengkapi dengan bahan ajar, tetapi peserta didik masih kesulitan memahami materi sistem koordinasi dan membutuhkan bahan ajar tambahan pada materi sistem koordinasi. Bahan ajar yang paling dibutuhkan peserta didik yaitu bahan ajar berupa bacaan yang disertai gambar dan memuat penjelasan materi yang singkat, padat, dan jelas. Pengembangan booklet sebagai suplemen bahan ajar biologi dapat dijadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh guru dan peserta didik pada materi sulit sistem koordinasi.
Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa yang Pembelajarannya dalam Jaringan (Daring) Kelas XI
Feni Klara;
Ristiono Ristiono
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.38819
Adanya wabah pandemi covid-29 memberikan dampak bagi pendidikan. banyak dari siswa mengeluhkan, saat berlangsungnya pembelajaran daring terjadi beberapa kekurangan serta berbagai kesulitan siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam mata pelajaran biologi kelas IX. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas IX. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menyebar angket menggunakan aplikasi google formulir, angket berisikan 30 butir pernyataan. Hasil penelitian menunjukan kesulitan pembelajaran daring yang dialami oleh siswa adalah kendala teknis berupa jaringan yang tidak stabil, siswa yang tidak fokus ketika guru menjelaskan, kesultan ini dapat berkurang apabila stake holder berperan penting dalam memfasilitasi siswa dalam pembelajaran daring kemudian menjadi fasilitator untuk siswa terutama orang tua yang paling dekat dengan siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi awal mengenai faktor penyebab kesulitan belajar siswa, sehingga untuk pembelajaran selanjutnya dapat ditemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan guru serta pemerintah dapat mengantisipasi hal apapun yang dapat menghambat proses pembelajaran daring.
Instrumen Alat Ukur Pengetahuan Konseptual Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Ari Anggreni Putri;
I Wayan Widiana;
Kadek Suranata
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.39098
Masih banyak guru yang kesulitan dalam membuat instrument penilaian yang baik. Selain itu, soal-soal yang digunakan guru hanya untuk mengukur hasil belajar dan menilai pemahaman siswa saja daripada pada penguasaan pengetahuan konseptual. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan instrumen penilaian konseptual pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini yaitu R&D (Research and Development). Model yang digunakan untuk mengembangkan instrumen adalah model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian ini yaitu ahli instrumen penilaian yang berjumlah 5 orang. Subjek uji coba yaitu siswa kelas IV SD yang berjumlah 95 siswa. Metode untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Observasi serta wawancara digunakan untuk mengetahui permasalahan yang ada. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu Berdasarkan hasil uji validitas isi nilai yang didapatkan yaitu CVR 1,00 sehingga masuk kedalam katagori valid. Pengembangan instrumen ini menunjukkan tingkat instrumen yang baik dilihat dari hasil validitas dan reliabilitas yang tinggi sebesar 0,80. Dapat disimpulkan bahwa instrument penilaian kemampuan konseptual pada siswa layak digunakan oleh guru. Implikasi penelitian ini yaitu Instrument pengetahuan konseptual dapat memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa terhadap pengetahuan konseptual.
Menilai Kemampuan Siswa Sekolah Dasar Melalui Instrumen Penilaian Pengetahuan Faktual
Silver Yevwiner Sigumonrong;
I Nyoman Jampel;
I Wayan Widiana
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 3 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i3.39232
Kurangnya penggunaan instrument penilaian yang baik yang mampu mendorong guru dan siswa untuk mengetahui strategi dan pendekatan pembelajaran yang baik serta kurangnya motivasi siswa untuk berproses dalam sebuah pembelajaran. Selain itu, guru juga kurang paham untuk mengembangkan instrumen penilaian factual yang dapat mengukur kemampuan factual pada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menciptakan instrumen penilaian pengetahuan factual pada siswa. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall. Subjek penelitian ini yaitu 5 orang ahli instrument penilaian. Subjek uji coba yaitu siswa yang berjumlah 321 siswa. Metode untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu hasil perhitungan mengenai validitas instrumen mendapatkan nilai 0,75 termasuk dalam kategori Valid. Hasil reliabilitas mendapatkan nilai sebesar 0,86 sehingga memiliki tingkat reliabilitas tinggi. Dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian pengetahuan faktual pada siswa layak digunakan. Implikasi penelitian ini yaitu Instrument pengetahuan factual dapat digunakan oleh guru untuk menilai pengetahuan factual pada siswa.