cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran
ISSN : 27985725     EISSN : 27985466     DOI : https://doi.org/10.51878/strategi.v1i2.580
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Learning Strategies and Models.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 23 Documents clear
STRATEGI DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Habidah, Siti Nur; Rifa’i, Ahmad
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.5489

Abstract

ABSTRACT Arabic language learning in madrasahs plays an important role in developing students’ language proficiency and reasoning skills. However, conventional teaching methods that emphasize memorization oftenlead to passive learning and do not adequately train students’ critical thinking abilities. This study aims to examine the implementation of discussion strategies in Arabic language learning at MTsN 3 Sidoarjo and to analyze how these strategies enhance students’ critical thinking skills. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation. The study began with the determination of the research focus and the development of research instruments. Subsequently, data collection was carried out through learning observations, interviews, and document analysis. The collected data were analyzed to identify patterns and meanings relevant to the research objectives, and their validity was ensured through triangulation. The research findings were then systematically organized and presented in accordance with academic writing conventions. The results indicate that the use of discussion strategies significantly increases student participation and interaction in the classroom. Students become more active in exchanging ideas, asking questions, and expressing arguments based on logical reasoning. Through structured discussions, students not only gain a deeper understanding of Arabic language concepts but also develop essential skills such as analysis, evaluation, and problem-solving. The integration of discussion as a learning strategy creates a more dynamic, student-centered classroom environment, which ultimately supports students’ overall development, particularly in terms of critical thinking skills. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Arab di madrasah memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan keterampilan bernalar siswa. Namun, metode pembelajaran konvensional yang menekankan pada hafalan sering kali menyebabkan siswa pasif dan kurang terlatih dalam berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi diskusi dalam pembelajaran bahasa Arab di MTsN 3 Sidoarjo serta menelaah bagaimana strategi tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini diawali dengan penetapan fokus kajian dan penyusunan instrumen penelitian. Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan makna yang relevan dengan tujuan penelitian, kemudian diuji keabsahannya melalui triangulasi. Seluruh hasil penelitian selanjutnya disusun dan disajikan dalam bentuk laporan penelitian yang sistematis sesuai kaidah penulisan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi diskusi secara signifikan meningkatkan partisipasi dan interaksi siswa di kelas. Siswa menjadi lebih aktif dalam bertukar ide, mengajukan pertanyaan, serta mengemukakan argumen dengan penalaran yang logis. Melalui diskusi yang terstruktur, siswa tidak hanya memahami konsep bahasa Arab secara lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan penting seperti analisis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Integrasi diskusi sebagai strategi pembelajaran mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis dan berpusat pada siswa. Hal ini pada akhirnya turut mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, khususnya dalam aspek berpikir kritis.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI DAN MINAT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DPIB Sitio, Meta Maliana; Sitanggang, Nathanael
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.7960

Abstract

ABSTRACT Students’ learning outcomes in the Road and Bridge Construction component at vocational high schools (SMK) have not yet reached an optimal level. This condition is presumed to be related to the limited variation in instructional models used as well as differences in students’ learning interests. This study was conducted to examine the effects of implementing the SAVI learning model and Direct Instruction, students’ levels of learning interest, and the interaction between these two variables on the learning outcomes of Grade XI DPIB students at SMK Negeri 2 Medan. The study employed a quasi-experimental approach using a 2×2 factorial design and involved a comparison group that was administered both a pretest and a posttest. The research subjects were Grade XI DPIB students in the 2025/2026 academic year, selected through purposive sampling. Learning outcome data were collected through tests, while learning interest was measured using a questionnaire. Data analysis began with prerequisite testing, including tests of normality and homogeneity, followed by a two-way analysis of variance (ANOVA) at a significance level of 0.05. The results indicated that the data were normally distributed and homogeneous. Hypothesis testing showed that the calculated F value exceeded the critical F value, indicating significant differences in learning outcomes between students taught using the SAVI model and those taught using Direct Instruction. Significant differences in learning outcomes were also found when viewed in terms of students’ levels of learning interest, and an interaction was identified between the instructional model and students’ learning interest. The findings reveal that the implementation of the SAVI learning model yields more optimal results for students with high learning interest, whereas the Direct Instruction model demonstrates greater effectiveness for students with lower levels of learning interest. Therefore, alignment between the instructional model and students’ learning interest characteristics plays an important role in improving learning achievement. ABSTRAK Hasil belajar siswa pada elemen Konstruksi Jalan dan Jembatan di SMK belum optimal, hal ini diduga berkaitan dengan pemilihan model pembelajaran yang kurang variatif serta perbedaan minat belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI dan Direct Instruction, tingkat minat belajar siswa, serta interaksi antara kedua variabel tersebut terhadap hasil belajar siswa kelas XI DPIB di SMK Negeri 2 Medan. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuasi eksperimental, menerapkan rancangan faktorial 2×2, serta melibatkan kelompok pembanding yang diberikan tes awal dan tes akhir. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DPIB tahun ajaran 2025/2026 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data hasil belajar diperoleh melalui tes, sedangkan minat belajar diukur menggunakan angket. Tahap analisis data dimulai dengan pengujian prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas, selanjutnya dilakukan analisis varians dua arah (ANAVA) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa nilai F hitung melampaui F tabel, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna pada hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SAVI dan Direct Instruction, terdapat perbedaan capaian belajar ditinjau dari tingkat minat belajar, serta ditemukan interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar siswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI memberikan hasil yang lebih optimal pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, sementara model Direct Instruction menunjukkan efektivitas yang lebih besar pada siswa dengan tingkat minat belajar rendah. Oleh karena itu, kesesuaian antara model pembelajaran dan karakteristik minat belajar siswa berperan penting dalam upaya meningkatkan capaian hasil belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X DPIB Saragih, Kesia Trinita; Sitanggang, Nathanael
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.7961

Abstract

ABSTRACT The implementation of appropriate learning models contributes to the achievement of student learning outcomes, particularly when viewed in relation to differences in learning motivation levels. This study aims to analyze the effect of implementing the Inquiry learning model and students learning motivation levels on learning outcomes, as well as to examine the interaction between these two variables in the subject Basic Principles of Design Modeling and Building Information for tenth grade DPIB students at SMK Negeri 2 Medan. This study employed a quasi experimental method with a 2 × 2 factorial design, which included the administration of a pretest, the learning process, and a posttest. The research sample consisted of two classes: class X DPIB 1, comprising 36 students as the experimental group that applied the Inquiry learning model, and class X DPIB 2 with the same number of students as the control group that used the Direct Instruction model. The research instruments included a learning outcomes test and a learning motivation questionnaire, both of which had been tested for validity and reliability. The homogeneity test indicated that the data were derived from a homogeneous population. Data analysis using two way ANOVA revealed differences in learning outcomes influenced by the learning model and learning motivation level, as well as an interaction between the two variables. Students with high learning motivation achieved more optimal learning outcomes when the Inquiry model was applied, whereas students with low learning motivation tended to obtain better results through the Direct Instruction model. These findings are expected to serve as a basis for teachers in adjusting the selection of learning models according to students learning motivation characteristics. ABSTRAK Penerapan model pembelajaran yang tepat berkontribusi terhadap pencapaian hasil belajar siswa, terutama jika ditinjau berdasarkan perbedaan tingkat motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiry dan tingkat motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa, serta mengkaji adanya interaksi antara kedua variabel tersebut pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan siswa kelas X DPIB di SMK Negeri 2 Medan. Penelitian ini menerapkan metode kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 × 2 yang mencakup pelaksanaan pretest, proses pembelajaran, dan posttest. Sampel penelitian melibatkan dua kelas, yaitu kelas X DPIB 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran Inquiry, serta kelas X DPIB 2 dengan jumlah siswa yang sama sebagai kelompok kontrol yang menggunakan model Direct Instruction. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes untuk mengukur hasil belajar serta angket motivasi belajar yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Uji homogenitas menunjukkan data berasal dari populasi homogen. Hasil pengolahan data melalui ANAVA dua jalur menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang dipengaruhi oleh model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar, serta adanya interaksi antara kedua variabel tersebut. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi menunjukkan capaian hasil belajar yang lebih optimal ketika diterapkan model Inquiry, sementara siswa dengan motivasi belajar rendah cenderung memperoleh hasil yang lebih baik melalui model Direct Instruction. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi guru dalam menyesuaikan pemilihan model pembelajaran dengan karakteristik motivasi belajar siswa.
THE IMPACT OF SYNTAX MASTERY ON STUDENTS’ WRITING ACCURACY Amru, Aisyah; Wulandari, Nadia; Sakinah, Nasywa; Sari, Izzati Amirah; Ismahani, Siti
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8299

Abstract

This study investigates the effect of students’ syntax mastery on writing accuracy in English as a Foreign Language (EFL). Writing accuracy is closely related to the correct application of syntactic rules, including sentence structure, word order, and grammatical relationships. An experimental research design was employed involving ten first-semester EFL students. Data were collected through a syntax mastery test and a writing task designed to measure students’ accuracy in constructing grammatical sentences. Pre-test and post-test scores were analyzed to examine the relationship between syntax mastery and writing performance. The results indicate that students with higher levels of syntax mastery achieved significantly better writing accuracy compared to those with lower mastery. These students demonstrated greater ability to produce grammatically correct and well-structured sentences. The findings underscore the importance of syntax instruction in enhancing EFL learners’ writing accuracy. Consequently, the integration of syntax-focused teaching strategies is recommended to support the development of accurate writing skills in EFL classroom contexts. ABSTRAK Penelitian ini menyelidiki pengaruh penguasaan sintaksis siswa terhadap akurasi menulis dalam konteks Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Akurasi menulis sangat berkaitan dengan penerapan aturan sintaksis yang benar, termasuk struktur kalimat, urutan kata, dan hubungan gramatikal. Desain penelitian eksperimen digunakan dengan melibatkan sepuluh mahasiswa EFL semester pertama. Data dikumpulkan melalui tes penguasaan sintaksis dan tugas menulis yang dirancang untuk mengukur akurasi siswa dalam membangun kalimat yang gramatikal. Skor pre-test dan post-test dianalisis untuk mengkaji hubungan antara penguasaan sintaksis dan performa menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat penguasaan sintaksis yang lebih tinggi memperoleh akurasi menulis yang secara signifikan lebih baik dibandingkan siswa dengan penguasaan rendah. Siswa tersebut menunjukkan kemampuan lebih besar dalam menghasilkan kalimat yang gramatikal dan tersusun dengan baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran sintaksis dalam meningkatkan akurasi menulis siswa EFL. Oleh karena itu, integrasi strategi pengajaran yang berfokus pada sintaksis direkomendasikan untuk mendukung pengembangan keterampilan menulis yang akurat dalam konteks kelas EFL.
LEARNING A WRITING POETRY THROUGH PRAGMATIC ANALYSIS Prasetyo, Dodi Erwin; Hadi, Abdul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8301

Abstract

ABSTRACT Writing is a language skill that is developed through continuous practice, including in poetry writing. However, in instructional practice, poetry writing activities tend to focus mainly on aesthetic aspects of language and have not widely incorporated more contextual linguistic approaches, particularly pragmatic analysis. In addition, scholarly studies integrating poetry writing with a pragmatic perspective remain relatively limited. Therefore, this study aims to explore poetry writing through a pragmatic analysis approach and to examine its contribution to the development of students’ critical thinking and writing skills. This research employs a qualitative approach using a library research method by systematically reviewing textbooks, journal articles, and previous studies relevant to poetry writing and pragmatics. The research stages include collecting relevant literature, analyzing the concepts of writing and poetry, examining pragmatic contexts, and synthesizing the relationship between pragmatics and the poetry writing process. The findings indicate that integrating pragmatic analysis into poetry writing instruction has the potential to enhance students’ ability to generate and develop ideas, understand contextual meanings, and foster critical language awareness. The main conclusion of this study emphasizes that a pragmatic approach can serve as a strategic alternative in poetry writing instruction, with pedagogical implications highlighting the need for collaboration between educators and curriculum developers, as well as opportunities for further research examining the relationship among pragmatics, poetry, and learners’ levels of language proficiency. ABSTRAK Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat terlatih dan memerlukan proses pembiasaan yang berkelanjutan, termasuk dalam penulisan puisi. Namun, dalam praktik pembelajaran, kegiatan menulis puisi masih cenderung terbatas pada aspek estetika bahasa dan belum banyak memanfaatkan pendekatan linguistik yang lebih kontekstual, khususnya analisis pragmatik. Selain itu, kajian ilmiah yang mengintegrasikan penulisan puisi dengan perspektif pragmatik masih relatif jarang ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penulisan puisi melalui pendekatan analisis pragmatik serta mengkaji kontribusinya terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui penelaahan sistematis terhadap buku teks, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penulisan puisi dan pragmatik. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sumber pustaka, analisis konsep menulis dan puisi, kajian konteks pragmatik, serta sintesis hubungan antara pragmatik dan proses penulisan puisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi analisis pragmatik dalam pembelajaran menulis puisi berpotensi meningkatkan kemampuan siswa dalam menemukan dan mengembangkan ide, memahami konteks makna, serta menumbuhkan kepekaan berbahasa secara kritis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pragmatik dapat menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran menulis puisi, dengan implikasi pedagogik berupa perlunya kolaborasi antara pendidik dan pengembang kurikulum, serta peluang penelitian lanjutan yang mengkaji hubungan pragmatik, puisi, dan tingkat kebahasaan peserta didik.
PENERAPAN DIGITAL LEARNING DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT Sugiharto, Firsta Bagus; Rozhana, Kardiana Metha; Sayekti, Reni Wahyu Eka; Surandoko, Tomas
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8490

Abstract

The development of digital technology has encouraged Community Learning Centers (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) to adopt more flexible learning approaches that are responsive to learners’ needs. However, the implementation of digital learning in PKBM still faces limitations related to resource readiness and supporting infrastructure. This study aims to analyze the implementation of digital learning in supporting learners’ learning processes in PKBM, particularly in improving content comprehension, digital skills, and learning independence. The study employed a descriptive approach involving PKBM learners and tutors as research subjects. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of digital learning increases learners’ active participation, facilitates access to learning materials, and promotes the development of digital literacy and confidence in using technology. Despite challenges such as limited devices and unequal internet access, digital learning has been shown to contribute positively to the effectiveness of learning in PKBM and is worthy of further development as a learning strategy in nonformal education. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengadaptasi pembelajaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, penerapan digital learning di PKBM masih menghadapi keterbatasan pada aspek kesiapan sumber daya dan sarana pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan digital learning dalam mendukung pembelajaran peserta didik di PKBM, khususnya pada peningkatan pemahaman materi, keterampilan digital, dan kemandirian belajar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek peserta didik dan tutor PKBM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital learning meningkatkan partisipasi aktif peserta didik, mempermudah akses materi, serta mendorong peningkatan literasi digital dan kepercayaan diri dalam penggunaan teknologi. Meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan perangkat dan akses internet, penerapan digital learning terbukti memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran di PKBM dan layak dikembangkan sebagai strategi pembelajaran pendidikan nonforma  
PENGUATAN KETERAMPILAN ABAD 21 GURU MIPA DALAM PEMBELAJARAN MIPA: TINJAUAN 4C, HOTS, DAN TPACK P, Ria Indria; Mulyati, Sri; Rahayu, Lusy; Purnamasari, Risa; Karim, Nuzulia
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8537

Abstract

Contemporary educational transformation requires educators, particularly in Mathematics and Natural Sciences (MIPA), to master competencies that are adaptive to global changes, technological innovation, and the learning needs of the digital generation. Twenty-first-century competencies encompass critical thinking, creativity, collaboration, and communication (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), which are considered fundamental in creating meaningful MIPA learning. The purpose of this article is to analyze the strategic importance of developing twenty-first-century competencies for MIPA educators within the Indonesian education system. A literature review approach was employed to examine research publications and educational regulations published between 2020 and 2025. The findings indicate a disparity between the expectations of twenty-first-century learning and the actual capacity of MIPA educators, particularly in facilitating HOTS and implementing pedagogy-based technology. The implementation of the Merdeka Curriculum, character building through the Pancasila Student Profile, and the performance of Indonesian students in science and mathematics literacy in global assessments such as PISA strengthen the argument for the importance of enhancing MIPA educators' capacity in twenty-first-century skills. This article proposes continuous professional development, educator communities of practice, and technology optimization through the TPACK framework as primary approaches to competency enhancement. ABSTRAK Transformasi pendidikan kontemporer mengharuskan pendidik, terutama dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), menguasai kompetensi yang adaptif terhadap perubahan global, inovasi teknologi, dan kebutuhan pembelajaran generasi digital. Kompetensi abad ke-21 mencakup berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), komunikasi (communication) atau disingkat 4C, keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), dan pengetahuan teknologi pedagogi konten (Technological Pedagogical Content Knowledge/TPACK) yang dianggap fundamental dalam menciptakan pembelajaran MIPA bermakna. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis kepentingan strategis pengembangan kompetensi abad ke-21 bagi pendidik MIPA dalam sistem pendidikan Indonesia. Pendekatan kajian literatur digunakan untuk menelaah publikasi riset dan regulasi pendidikan yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan mengindikasikan adanya disparitas antara ekspektasi pembelajaran abad ke-21 dengan kapasitas riil pendidik MIPA, terutama pada aspek fasilitasi HOTS dan penerapan teknologi berbasis pedagogi. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, dan performa literasi sains serta matematika siswa Indonesia dalam evaluasi global seperti PISA memperkuat argumentasi pentingnya peningkatan kapasitas pendidik MIPA dalam keterampilan abad ke-21. Artikel ini mengusulkan pengembangan keprofesian berkelanjutan, komunitas praktik pendidik, dan optimalisasi teknologi melalui kerangka TPACK sebagai pendekatan utama dalam peningkatan kompetensi.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP HUKUM NEWTON Hidayah, Nurul
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8608

Abstract

This research is motivated by the urgency of mastering critical thinking skills in Elementary School Teacher Education (PGSD) students as an essential competency in transforming abstract science concepts, especially Newton's Laws, into meaningful learning for elementary school students. The weakness in understanding basic physics concepts at the teacher candidate level is feared to have a systemic impact on the quality of science education at the elementary level. This quantitative descriptive research aims to analyze the profile of critical thinking skills of 16 3rd semester PGSD students in solving Newton's Law problems using an open-ended test instrument referring to the indicators of Erceg. The research findings indicate that the level of critical thinking of students is still relatively low, with quantitative data revealing that in question number 1.1, only 87.5% of students answered correctly; in question 1.2, the percentage of correct answers decreased drastically to 6.25% with 87.5% answering incorrectly; and in question number 2 which requires in-depth analysis, all students (100%) gave incorrect answers. The main conclusion of this study indicates that students tend to solve problems based only on logical intuition without a strong foundation in physics concepts, so that more effective learning methodology interventions are needed to improve critical thinking capacity and reduce misconceptions in basic mechanics material. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguasaan keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai kompetensi esensial dalam mentransformasikan konsep sains abstrak, khususnya Hukum Newton, menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa sekolah dasar. Kelemahan pemahaman konsep fisika dasar di tingkat calon guru dikhawatirkan berdampak sistemik pada kualitas pendidikan sains di jenjang dasar. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan berpikir kritis 16 mahasiswa PGSD semester 3 dalam menyelesaikan persoalan Hukum Newton menggunakan instrumen tes open-ended yang mengacu pada indikator Erceg. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis mahasiswa masih tergolong rendah, dengan data kuantitatif mengungkapkan bahwa pada soal nomor 1.1, hanya 87,5% mahasiswa menjawab benar; pada soal 1.2, persentase jawaban benar menurun drastis menjadi 6,25% dengan 87,5% menjawab salah; dan pada soal nomor 2 yang menuntut analisis mendalam, seluruh mahasiswa (100%) memberikan jawaban salah. Simpulan utama studi ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung menyelesaikan masalah hanya berdasarkan intuisi logika tanpa landasan konsep fisika yang kuat, sehingga diperlukan intervensi metodologi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas berpikir kritis dan mereduksi miskonsepsi pada materi mekanika dasar.  
USING THE COOPERATIVE LEARNING STRATEGY ON COMPARATIVE DEGREE OF THE FIFTH GRADERS AT FATHONA ISLAMIC SCHOOL PALEMBANG Kusumah, Yohana Cahya; Firdaus, Masagus
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8661

Abstract

ABSTRACT The low level of elementary school students’ mastery of English grammatical structures, particularly comparative degrees, indicates the need for the implementation of more interactive and student-centered learning strategies. This study aims to examine the effectiveness of cooperative learning strategies in improving students’ understanding of comparative degrees among fifth-grade students at Fathona Islamic School Palembang. The study employed a quasi-experimental design using a pre-test and post-test non-equivalent control group model, involving 30 students who were divided into an experimental group and a control group. The experimental group received instruction through cooperative learning strategies, while the control group was taught using conventional teaching methods. The results of the analysis showed that the average post-test score of the experimental group (85.4) was higher than that of the control group (72.8). An independent samples t-test confirmed a statistically significant difference between the two groups (p < 0.05). In addition to improving learning outcomes, cooperative learning was also found to enhance students’ active engagement in discussions and group work. These findings conclude that cooperative learning strategies are effective in improving students’ understanding of comparative degrees while also strengthening motivation and active participation in English language learning at the elementary school level. ABSTRAK Rendahnya penguasaan siswa sekolah dasar terhadap struktur tata bahasa Inggris, khususnya comparative degree, menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pemahaman comparative degree pada siswa kelas V di Sekolah Islam Fathona Palembang. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model pre-test dan post-test non-equivalent control group, melibatkan 30 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan strategi kooperatif, sementara kelompok kontrol diajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelompok eksperimen (85,4) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (72,8). Uji independent samples t-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0,05). Selain meningkatkan hasil belajar, pembelajaran kooperatif juga terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan kerja kelompok. Temuan ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan pemahaman comparative degree sekaligus memperkuat motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES (SSI) DAN NATURE OF SCIENCE (NOS) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA Sholihath, Lia Laelatul; Ismail, Agus Yadi
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8696

Abstract

Scientific literacy is an essential 21st-century competence that reflects students’ ability to understand, apply, and evaluate scientific knowledge in real-life contexts. However, the scientific literacy achievement of Indonesian students remains relatively low, as reflected in the results of the Programme for International Student Assessment (PISA). One of the main contributing factors to this condition is science learning practices that are still predominantly focused on rote memorization of concepts, place limited emphasis on understanding the Nature of Science, and lack relevant social contexts. This article aims to comprehensively examine the effectiveness of the Nature of Science (NOS) and Socio-Scientific Issues (SSI) approaches in enhancing students’ scientific literacy through a Systematic Literature Review (SLR) method. The literature analyzed includes national and international journal articles addressing scientific literacy, the implementation of NOS, and SSI-based science learning. The synthesis of the reviewed studies indicates that explicitly and reflectively implemented NOS instruction significantly contributes to strengthening students’ epistemological understanding of science and critical thinking skills. Meanwhile, the SSI approach has been shown to be effective in improving contextual scientific literacy, with moderate gains based on N-Gain analysis and highly positive student learning responses, particularly in environmental-related issues. Furthermore, the findings suggest that the effectiveness of NOS and SSI is optimized when supported by innovative instructional models and authentic assessments that comprehensively measure the content, process, and contextual dimensions of science learning. Therefore, the integration of NOS and SSI is recommended as a comprehensive pedagogical strategy to strengthen scientific literacy among Indonesian students. ABSTRAKLiterasi sains merupakan kompetensi esensial abad ke-21 yang mencerminkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menggunakan, dan mengevaluasi pengetahuan sains dalam konteks kehidupan nyata. Namun, capaian literasi sains peserta didik di Indonesia masih relatif rendah, sebagaimana tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA). Salah satu faktor utama penyebab kondisi tersebut adalah praktik pembelajaran IPA yang masih berorientasi pada hafalan konsep, kurang menekankan pemahaman hakikat sains, serta minim konteks sosial yang relevan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif efektivitas pendekatan Nature of Science (NOS) dan Socio-Scientific Issues (SSI) dalam meningkatkan literasi sains peserta didik melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dianalisis meliputi artikel nasional dan internasional yang membahas literasi sains, implementasi NOS, dan pembelajaran berbasis SSI. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pembelajaran NOS yang diterapkan secara eksplisit dan reflektif berkontribusi signifikan dalam memperkuat pemahaman epistemologis sains dan kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, pendekatan SSI terbukti efektif dalam meningkatkan literasi sains secara kontekstual, dengan peningkatan kategori sedang berdasarkan analisis N-Gain serta respons belajar siswa yang sangat positif, khususnya pada isu lingkungan. Temuan lain menunjukkan bahwa efektivitas NOS dan SSI akan optimal apabila didukung oleh model pembelajaran inovatif dan asesmen autentik yang mampu mengukur dimensi konten, proses, dan konteks sains secara terpadu. Dengan demikian, integrasi NOS dan SSI direkomendasikan sebagai strategi pedagogis komprehensif untuk memperkuat literasi sains peserta didik di Indonesia.

Page 1 of 3 | Total Record : 23