cover
Contact Name
Wenti Marlensi Maubana
Contact Email
wentimmaubana@gmail.com
Phone
+6285298710332
Journal Mail Official
journalmagnetic@gmail.com
Editorial Address
Jln. Veteran No. 1-3 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Published by Universitas San Pedro
ISSN : -     EISSN : 27758583     DOI : -
Core Subject : Science,
Magnetic adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas San Pedro, yang fokus pada bidang fisika dan penerapannya. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian yang terkait dengan bidang fisika dan aplikasi terapan atau penerapannya. Beberapa pengetahuan khusus yang diterima adalah: Geofisika, Fisika Material, Astronomi, Astrofisika, Fisika Komputasi, Fisika Instrumentasi, Studi Fisika Teoritis, Fisika Nuklir, Fisika Medis, Biofisika dan Pendidikan Fisika.
Articles 101 Documents
Analisis Tingkat Kebisingan di Area Pembangkit Listrik Tenaga Diesel  (PLTD) Kahayan Baru Ety Kurniati; Natalia Resoldes Lbn Tobing; Kadek Ayu Cintya Adelia
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.427

Abstract

Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik maka efisiensi dan keandalan suatu pembangkit Listrik tenaga diesel juga berbanding lurus dengan penghematan kebutuhan energi listrik. PT. PLN (Persero) ULPLTD Tambun Bungai UNIT PLTD Kahayan Baru di kota Palangka Raya merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga diesel di Indonesia. Dalam kegiatan operasionalnya, PLTD berpotensi menimbulkan kebisingan dari mesin genset yang dapat membahayakan karyawan sekitar area PLTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di area PLTD Kahayan Baru. Metode pengukuran yang digunakan mengacu ke pada nilai ambang batas (NAB) kebisingan menurut Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.48/MENLH/11/1996. Alat yang digunakan pada penelitian ini yakni Multi-function Enviroment Meter model 8820, tripot dan mesin diesel yang sedang beroperasi. Metode yang dilakukan dalam pengambilan data adalah metode partisipatif Pada 4 lokasi di lingkungan kerja yaitu ruang kantor PLTD, ruang kantor dan ruang operator secara umum memenuhi NAB yaitu < 85 dBA, sedangkan pada lokasi ruang mesin berada diatas NAB yaitu > 85 dBA atau berkisar pada 97,5 dBA, dan tingkat kebisingan pada pemukiman penduduk pada 5 lokasi yaitu samping kiri PLTD, samping kanan PLTD, perumahan karyawan PLTD, dan belakang PLTD secara umum berada diatas NAB yaitu > 55 dBA, sedangkan area pemukiman sekitar PLTD secara umum memenuhi NAB yaitu < 55 dBA. Maka dari itu, jarak tingkat kebisingan semakin jauh jarak pengukuran maka semakin rendah nilai tingkat kebisingannya.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri dan Model Pembelajaran Konvensional Terhadap Prestasi Belajar Fisika di SMA Pokok Bahasan Usaha dan Energi Pote, Fernince
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.428

Abstract

Penelitian secara deskriptif dan komparatif untuk mengetahui kecenderungan dan perbedaan prestasi belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional. Variabel bebas adalah model pembelajaran inkuiri yang diberikan kepada kelompok eksperimen dan konvensional yang diberikan kepada kelompok kontrol. Variabel terikat adalah prestasi belajar fisika. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji-t . Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan dengan model pembelajaran inkuiri termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan model pembelajaran konvensional termasuk kategori tinggi. Secara komparatif ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran konvensional.
Distribusi Spasial Kualitas Air Sumur di Kelurahan Batakte Kecamatan Kupang Barat Anna Apriani Maniuk Solo; Nipu, Lidia Paskalia; Leko, Leonardus Lewa
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.429

Abstract

Penurunan kualitas sumur dapat diketahui dengan menganalisis parameter fisika, kimia, dan biologi air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi parameter fisika, kimia, dan biologi air, diantaranya pH, TDS, Nitrat, dan Total Coliform. Penelitian dilakukan pada 3 sumur di RT 09 RW 04 Kelurahan Batakte pada bulan September 2022. Metode analisis yang dilakukan analisis ex situ dan membandingkan hasil analisis fisika, kimia, dan biologi dengan baku mutu air yang berlaku sesuai dengan peruntukannya. Serta melakukan analisis pola distribusi parameter. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis fisika, kimia, dan biologi, parameter TDS dan Total Coliform pada 3 sumur tidak memenuhi standar baku mutu untuk keperluan higienis dan sanitasi. Adapun tingkat penyebaran kontaminasi dari bahan organik dan bakteri dalam air tanah dipengaruhi oleh jenis tanah, kemiringan, dan arah aliran air tanah. Semakin rendah suatu daerah maka semakin tinggi potensi pencemaran air tanah. Pola distribusi parameter sesuai dengan arah aliran air tanah.
Pemetaan Lapisan Batuan Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang Sumby, Ratna; Sianturi, Hery Leo; Boimau, Yanti
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.433

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemetaan perlapisan batuan di bawah permukaan dengan metode geolistrik resistivitas di Desa Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian bertujuan untuk memetakan pola perlapisan batuan berdasarkan nilai resistivitas, mengidentifikasi jenis batuan di bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan menentukan ketebalan lapisan-lapisan batuan di daerah penelitian pada semua lintasan. Pengolahan data menggunakan software Res2dinv. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa pola perlapisan batuan  untuk 4 lintasan dengan panjang lintasan 400 meter dengan variasi nilai resistivitas berkisar antara 0,474 Wm–11,436 Wm, 0,777 Wm–21,231 Wm, 2,96 Wm–3.634 Wm  dan 0,637 Wm–3.085 Wm, batuan yang teridentifikasi yaitu batuan lempung, batuan aluvium dan batuan gamping yang berada pada ketebalan masing-masing yaitu lapisan batuan lempung berkisar antar 7,5-47,5 m, ketebalan lapisan batuan aluvium 5-60 m dan ketebalan lapisan batuan gamping 5 m–52,8 m.
Kajian Sifat Fisik dan Mekanik Batako dengan Pemanfaatan Sampah Organik Araujo, Theresia De; Bukit, Minsyahril; Tarigan, Jonshon
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.434

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian sifat fisik dan mekanik batako dengan pemanfaatan sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas batako yang memenuhi standar kelayakan sebagai bahan kontruksi dengan penambahan sampah organik (serbuk daun) dan (serbuk kayu)  dengan variasi presentase 5%, 10% dan 15% terhadap bahan material yang dicetak dengan cara, pemadatan dan pengeringan. Setelah proses pengeringan dilakukan pengujian karakteristik sifat fisik dan mekanik benda uji berupa: uji kuat tekan (compression strength), densitas (density) dan penyerapan air (water absorbsi). Berdasarkan analisis data, batako yang memiliki nilai densitas 1.52 gr/cm3 dan 1.48 gr/cm3 pada variasi 5% serbuk daun dan 5% serbuk kayu tergolong dalam klasifikasi batako ringan struktur dan kuat tekan batako pada 0% sebesar 46.7 kg/cm²  memenuhi standar kuat tekan minimum mutu  III, untuk variasi sampah organik (serbuk daun) 5% dan serbuk kayu 5%  dan 10%  sebesar  25.7 kg/cm², 26.7 kg/cm² dan 20 kg/cm² memenuhi standar minimum mutu IV. Sedangkan untuk penyerapan air pada variasi campuran 5% - 15%  memenuhi standar penyerapan air pada mutu I.
Identifikasi Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geomagnet di Daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor Mautorin, Novita Ester; Tanesib, Jehunias L.; Maubana, Wenti Marlensi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.436

Abstract

Penelitian mengenai identifikasi bawah permukaan menggunakan metode geomagnet di daerah Retta Desa Pura Selatan Kabupaten Alor telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi batuan bawah permukaan berdasarkan nilai anomali magnetik. Akusisi data menggunakan Proton Prosession Magnetometer (PPM) tipe GSM-19T dengan 41 titik ukur. Data yang diperoleh ialah nilai medan magnet total dan variasi harian. Pengolahan data meliputi koreksi diurnal, koreksi IGRF (International Geomagnetik Reference Field), dan kontinuasi ke atas. Interpretasi didasarkan pada pola kontur anomali medan magnetik. Interpretasi bertujuan untuk menentukan bentuk dan kedalaman benda anomali atau struktur geologi melalui pemodelan 2D. Hasil interpretasi menunjukkan tiga pola anomali. Anomali rendah memiliki rentang nilai -850 sampai -10 nT, anomali sedang dengan rentang nilai 50 sampai 100 nT, dan anomali tinggi dengan rentang nilai 110 sampai 590 nT. Sedangkan interpretasi kuantitatif diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa diduga terdapat 3 jenis batuan di daerah penelitian, antara lain: batuan pasir (sandstone) dengan nilai kontras suseptibilitas 1 × 10-4 SI, 5 × 10-4 SI, batuan basal dengan nilai kontras suseptibilitas 145× 10-4 SI, 28 × 10-4  SI, 41 × 10-4 SI dan batuan breksi vulkanik dengan nilai kontras suseptibilitas 251× 10-4  SI, 374× 10-4 SI, 317× 10-4 SI. 
Pemuliaan Tanaman Bayam Lokal Timor dengan  Metode Radiasi Multigamma Standar Putri, Ewilda Eriani; Pasangka, Bertholomeus; Louk, Andreas Ch.
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.437

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemuliaan tanaman bayam lokal Timor dengan mengunakan metode radiasi multigamma standar. Pemuliaan ini bertujuan menetapkan dan menyeleksi untuk mendapatkan dosis radiasi yang tepat pada pemuliaan tanaman hingga diperoleh varietas yang lebih unggul. Penelitian ini menggunakan metode radiasi multigamma dengan 7 perlakuan dosis yang berbeda meliputi 1) tanpa radiasi, 2) 1000 rads, 3) 1500 rads, 4) 2000 rads, 5) 2500 rads, 6) 3000 rads, 7) 3500 rads dan 8) 4000 rads. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa radiasi memberikan pengaruh terhadap tanaman dan dosis radiasi yang baik digunakan untuk pemuliaan tanaman bayam lokal Timor adalah dosis 1000 rads. Dosis radiasi dominan pada karakter sebagai beikut: waktu tumbuh tercepat pada dosis 1000 rads – 4000 rads berumur 7 hari, jumlah benih yang tumbuh terbanyak pada dosis 1000 rads yaitu 10 tanaman, jumlah helai daun terbanyak pada dosis 3500 rads 6-12 helai daun, tinggi tanaman tercepat pada dosis 1000 rads memiliki rataan 20,27 cm, lebar daun tertinggi pada dosis 4000 rads 7,86 cm, massa per 10 tanaman terberat pada dosis 4000 rads 109,22 gram, warna daun yang paling bagus pada dosis 1000 rads – 2000 rads berwarna hijau, dan rasa yang paling enak pada dosis 1000 rads,  sedangkan semakin besar dosis radiasi rasa dari bayam semakin pahit dan sepat.
Investigasi Pemaparan Radiasi Kosmik dan Radiasi Ultraviolet di Daerah Pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Fuamuni, Yusta; Pasangka, Bartholomeus; Sutaji, Hadi Imam; Lapono, Laura A. S.
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.465

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang investigasi pemaparan radiasi kosmik dan radiasi ultraviolet di daerah pertanian Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur. Penelitian ini bertujuan menentukan kisaran radiasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian,memetakan distribusi pemaparansinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian, mengestimasi luas daerah dengan pemaparan radiasi kosmik dan sinar UV yang tinggi, di daerah pertanian, mengetahui tingkat kontaminasi sinar kosmik dan sinar UV di daerah pertanian sesuai dengan standar aman lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacah radiasi kosmik di daerah penelitian untuk pengukuran pagi, siang dan sore berkisar dari 4 cpm sampai dengan 33 cpm. Untuk radiasi ultraviolet pada pengukuran pagi,siang dan soren berkisar dari 80 W/cm2 sampai 1000 W/cm2. Luas daerah dengan tingkat radiasi kosmik tertinggi yaitu 0,000179 m2 dan luas daerah radiasi ultraviolet yang tertinggi yaitu 0,001738 m2. Dari hasil konversi secara manual tingkat kontaminasi radiasi sinar kosmik yang berbahaya sesuai dengan standar IAEA untuk umum yang dapat diterima makhluk hidup di lokasi penelitian cukup tinggi yaitu berkisar antara 1,079 mSv/thn sampai 2,739 mSv/thn. Untuk radiasi ultraviolet waktu paparan radiasi paling berbahaya sesuai dengan standar radiasi efektif yang diterima makhluk hidup yaitu pada waktu pagi dan siang hari.
Analisis Keradioaktifan Tanah Pertanian di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Akibat Penggunaan Pupuk Kimia Dopong, Marlince; Olla, Angelikus; Maubana, Wenti Marlensi
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.466

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis kandungan radioisotop dalam sampel tanah pertanian di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian: menentukan kisaran aktivitas jenis massa kandungan radioisotop, memetakan sebaran kandungan radioisotop berdasarkan aktivitas jenis massa dan mengestimasi luas daerah yang kadar kandungan radioisotopnya cukup tinggi di lokasi penelitian. Metode utama penelitian adalah metode analisis radioaktivitas lingkungan sedangkan metode pendukung lainnya meliputi observasi/survei, sampling, analisis dan interpretasi. Proses analisis sampel tanah untuk penentuan aktivitas jenis terdiri dari: a). penumbukan/penghalusan sampel, b). pengayakan, c). pembakaran, d). penghomogenan, e). pengeringan dengan hasil berupa debu yang sangat halus, f). Pencacahan sampel, g). Penimbangan, h). Menghitung nilai aktivitas jenis. Hasil analisis kandungan radioisotop dipetakan dengan menggunakan software 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebaran kandungan radioisotop dalam sampel tanah pertanian di Desa Pukdale Kabupaten Kupang Kecamatan Kupang Timur berdasarkan aktivitas jenis berkisar dari 2.5855 x 10-5–7.387 x 10-5 µCi/gram. Berdasarkan peta kontur aktivitas jenis massa kandungan radioisotop yang terdapat dalam tanah pertanian di Pukdale tersebar merata hal ini terlihat dari sebaran kandungan radioisotop dan juga aktivitas jenis massa kandungan radioisotop.. Kontaminasi radioisotop pada lingkungan masih tergolong kontaminasi sedang untuk radiasi alpha dan beta, dan secara umum cacah radiasi radioisotop di lapangan masih berada pada batas toleransi.
Pemetaan Potensi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur Lima, Joshua; Tanesib, Jehunias L.; Wahid, Abdul
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 2 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i2.467

Abstract

Telah dilakukan pemetaan daerah potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Rote Ndao menggunakan Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat kerawanan dan mengetahui faktor penyebab terjadinya potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao. Diperoleh parameter curah hujan memiliki nilai 8,8 mm/bulan (tinggi), tutupan lahan yang didominasi oleh semak belukar dengan luas 46.670,96 Ha, jenis tanah yang didominasi oleh Molisol Haplik dengan luas 43.343,19 Ha, dan titik api yang didominasi oleh titik api dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 34 titik. Parameter tersebut dianalisis menggunakan overlay dari nilai skoring dan bobot untuk setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rote Ndao memiliki tingkat potensi rawan yang tinggi dengan luas 69.393,42 Ha, sedang dengan luas 12.521,57 Ha, dan rendah dengan luas 45.920 Ha. selanjutnya diketahui untuk perbandingan kesesuaian titik api berdasarkan tingkat kepercayaan terhadap tingkat potensi rawan kebakaran hutan dan lahan, diperoleh 7 titik api yang sesuai dan 33 titik api yang tidak sesuai.  

Page 9 of 11 | Total Record : 101