cover
Contact Name
Karlina Dwijayanti
Contact Email
karlina.dwijayanti@lecture.utp.ac.id
Phone
+6285713051827
Journal Mail Official
jurnalpenjas.utp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Walanda Maramis No.31, Nusukan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57135
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran)
ISSN : 24423874     EISSN : 27757609     DOI : https://doi.org/10.36728/jip.v7i1
Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual serta hasil penelitian yang telah dicapai di bidang olahraga. JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) dipublikasikan 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) secara khusus menitikberatkan pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu-ilmu keorahragaan sebagai berikut : 1. Pendidikan Jasmani 2. Biomekanika Olahraga 3. Olahraga Rekreasi 4. Aktivitas Fisik 5. Fisiologi Olahraga 6. Pedagogi Olahraga 7. Modifikasi Olahraga 8. Psikologi Olahraga 9. Olahraga Tradisional 10. Pembinaan Olahraga
Articles 189 Documents
EFEKTIVITAS PERMAINAN BOLA VOLI YANG DIMODIFIKASI TERHADAP AKTIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS ATAS DI SD NEGERI 2 SECANG KECAMATAN SECANG KABUPATEN MAGELANG TAHUN AJARAN 2015/2016 SLAMET SANTOSO
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas permainan bola voli yang dimodifikasi dalam meningkatkan aktivitas siswa kelas atas SD Negeri 2 Secang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2015/2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas atas (V) SD Negeri 2 Secang Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 77 siswa. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling yang berjumlah 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa putra dan 20 siswa putri. Variabel dalam penelitian ini adalah permainan bola voli yang dimodifikasi, aktivitas siswa, dan denyut nadi. Instrumen yang digunakan adalah tes denyut nadi yang dibuat oleh Oktia Woro Kasmini H. Analisis data menggunakan rumus t-test untuk menguji signifikan perbedaan mean. Penelitian ini menggunakan metode treatmen. Nilai rata-rata beda kelompok eksperimen sebesar 11,65 dan kelompok pembanding sebesar 5,75. Jadi nilai rata-rata beda kelompok eksperimen lebih dari nilai rata-rata beda kelompok pembanding yaitu 11,65 > 5,75. Dengan selisih beda antara kelompok eksperimen dengan kelompok pembanding sebesar 5,9. Dengan rumus t-test menghasilkan thitung sebesar 2,71 kemudian dikonsultasikan dengan nilai ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (d.b) NE + NP – 2 = 38. Dari hasil konsultasi pada t-tabel didapatkan nilai sebesar 2,68. Jadi nilai t-hasil lebih besar dari ttabel yaitu 2,71 > 2.68. Dengan demikian, perumusan hipotesis kerja yang menyatakan: “Permainan bola voli yang dimodifikasi lebih efektif untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, diterima”. Kesimpulan hasil penelitian bahwa eksperimen yang dilakukan mempunyai pengaruh terhadap kelompok eksperimen. Dengan telah diketahuinya hasil penelitian tersebut di atas, maka pendapat yang menyatakan bahwa permainan bola voli yang dimodifikasi lebih efektif untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani terbukti.  
INDIVIDUAL PATTERN APPROACH THE IMPROVEMENT OF LEARNING OUTCOMES IN THE PASSING ATAS IN VOLLEYBALL IN CLASS VIII SMP INDUSTRIAL CIAMPEL DIDIK FAUZI DERMAWAN
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to determine the patterns of individual approach to learning outcome overhead passing in volleyball. Whether there is influence patterns of individual approach to the learning outcomes overhead passing in volleyball? This research using quantitative approach, the experimental research methods. sample in this research 30 students with simple random sampling. Research instruments to test overhead passing in volleyball. Based on research results there are significant individual pattern approach to learning outcome overhead passing in volleyball in class SMP VIII Industri Ciampel. Kata kunci : Learning, individual approach, Overhead passing, volleyball
KETERAMPILAN VERTICAL SPLIT ( Hubungan antara kelentukan togok dan keseimbangan dengan keterampilan vertical split pada atlet aerobic gymnastics klub Estafet Indonesia Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta ) CITRA RESITA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the relationship between flexibility togok and balance with Vertical Split skill of athlete aerobic gymnastics Club Estafet Indonesia. The sample consited of 25 people athlete aerobic gymnastics of club estafet indonesia selected total sampling. Data analysis was performed using the simple regression and correlation, multiple regression correlation. Results obtained from this study are: (1) by using the correlation, flexibility togok with vertical split skill with linear regression equation Y = 23,53+0,53X1. Correlation coefficient ry1 = 0,53 with tarithmetic = 3,29 and ttabel = 2,048. Because tarithmatic > ttabel with rejected Ho, correlation coefficient 0,53 is meant. (2)  by using the correlation between balance with vertical split skill with linear regression equation Y = 25,57 + 0,45X2, correlation coefficient ry2 = 0,44 with tarithmatic = 2,59 and ttabel = 2,048, because tarithmatic > ttabel therefore rejected Ho, correlation coefficient 0,44 is meant.  (3) by using the correlation flexibility togok and balance together with vertical split skill with  double linear regression equation Y = 9 + 0,46X1 + 0,36X2, double correlation coefficient (Ry1-2) 0,64 with Farithmatic = 9,32 greater than from Ftabel 3,59 at the level of 0,05 it can be concluded that double correlation coefficient Ry1-2 = 0,64 is meant.
PENGARUH MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA TERHADAP MOTORIK HALUS ARIF ROHMAN HAKIM
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motorik kasar dengan kemampuan motorik halus anak tunagrahita dan untuk mengetahui keterkaitan motorik kasar terhadap kemampuan motorik halus anak tuna grahita. Populasi dalam penelitian ini adalah  siswa tunagrahita berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Alat pengumpulan data penelitian menggunakan tes dan pengukuran. Analisis data ini menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan kemampuan motorik kasar dengan kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r hitung sebesar 0,752 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Ada sumbangan kemampuan motorik kasar terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita. Ditunjukkan dari nilai koefisien determinasi (r2) sebesar 0,566 menunjukkan besarnya sumbangan kemampuan motorik kasar terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita adalah sebesar 57,40%.
PERBEDAAN GRIP TERHADAP AKURASI BACKHAND GROUNDSTROKE TENIS LAPANGAN UNTUNG NUGROHO
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegangan eastern dan western terhadap akurasi Backhand groundstroke. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemula dewasa usia 18-25 tahun dengan sampel sebanyak 28 orang, yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pegangan eastern, tes pegangan western dan tes akurasi backhand groundstroke top spin. Teknik analisis data menggunakan product momen untuk reliabilitas, rumus chi kuadrat untuk uji barlett dan uji t untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan pegangan eastern dan western terhadap akurasi backhand groundstroke, diketahui t hitung: 2,114 lebih besar dari t tabel: 2,0. Ada perbedaan yang signifikan antara pegangan eastern dan western terhadap akurasi forehand groundstroke top spin. (2) Diketahui rerata atau mean hasil tes pegangan eastern adalah 31,357 sedangkan rerata atau mean pegangan western adalah 27,179. Dapat disimpulkan bahwa pegangan eastern lebih baik daripada pegangan western terhadap akurasi forehand groundstroke top spin pada atlet senior. Kata kunci: Backhand, groundstroke, Akurasi
DIFFERENCES IN THE EFFECT OF EXERCISE ON SKIPPING PLYOMETRICS AND POWER ON LEG MUSCLES BASKETBALL PLAYERS RAHMAT IQBAL; WENDI GUSHENDRA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an experimental research aims to determine differences in the effects of exercise plyometrics and skipping the leg muscle power in Padang Panjang basketball player. The hypothesis of this study is: 1) There is the effect of exercise plyometrics to power leg muscle. 2) There is the effect of skipping exercise on limb muscle power. 3) There are differences in the effects of exercise plyometrics and skipping the leg muscle power on basketball players.               The population is player basketball club Galaxy Padang Panjang numbered 20 athletes of male, because of the limited number of existing populations, then the entire population sampled (total sampling). After the pre-test all samples were divided into two groups with a total of ordinaly pairing techniques. Both groups consisted of a group of plyometrics exercises and skipping exercise group. Each group consisted of 10 people. Implementation of the study consisted of 18 sessions, a week exercise held 3 times. The duration of the exercises in each meeting is 90 minutes. The results of the pre test-post test that recorded the ability of leg muscle power of basketball players.               Based on data analysis can be concluded that: 1) There plyometrics exercises significant influence on that limb muscle power than the average 72.10 (pre-test) to 78.10 in post test where t = 5.57> table = 2.26. 2) There is a significant effect of skipping exercise the leg muscle power is on average 71.20 (pre-test) to 76.90 in post test where t = 4.36> table = 2.26. 3)               There is no difference in the effects of exercise plyometrics and skipping to the power of leg muscle that is on average 78.80 post test and 76.90 post test where t = 1.21 <table = 2.26. Thus the first and second hypothesis is accepted while the third hypothesis is rejected.
PENGARUH PERMAINAN KECIL TERHADAP MOTOR EDUCABILITY REKHA RATRI JULIANTI; TUTI ALAWIYAH
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kecil terhadap motor educability. Teknik pengumpulan data menggunakan motor educability tes atau IOWA Brace test. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kuantitatif metode eksperimen yang terdiri dari tiga tahap yaitu: pre-test, treatment dan post test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui motor educability awal siswa sebelum mendapat perlakuan dengan permainan kecil. Treatment dilakukan dengan memberikan pembelajaran dengan menggunakan permainan kecil dan kemudian post test untuk mengetahui motor educalibity setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan t-tes dan menunjukkan, permainan kecil berpengaruh terhadap motor educability peserta ekstrakulikuler Pramuka.
MODEL EVALUASI PROGRAM DALAM PENELITIAN EVALUASI AGUSTANICO DWI MURYADI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Sedangkan evaluasi program adalah aktivitas investigasi yang sistematis tentang sesuatu yang berharga dan bernilai dari suatu objek. Evaluasi program merupakan suatu proses. Secara eksplisit evaluasi mengacu pada pencapaian tujuan sedangkan secara implisit evaluasi harus membandingkan apa yang telah dicapai dari program dengan apa yang seharusnya dicapai berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Dalam studi tentang evaluasi, banyak sekali dijumpai model-model evaluasi dengan format atau sistematika yang berbeda, sekalipun dalam beberapa model ada juga yang sama. Ada banyak model evaluasi program yang dikembangkan oleh para ahli yang dapat dipakai untuk mengevaluasi program. Model-model tersebut di antaranya : Discrepancy Model (Provus), CIPP Model (Daniel Stufflebeam’s), Responsive Evaluation Model (Robert Stake’s), Formative-Sumatif Evaluation Model  (Michael Scriven’s), Measurement Model (Edward L. Thorndike dan Robert L. Ebel), dan Goal-Free Evaluation Approach (Michael Scriven’s). Kegiatan penilaian dalam evaluasi program tidak hanya dilaksanakan pada akhir kegiatan program, tetapi sebaiknya dilakukan sejak awal, yaitu dari penyususnan rancangan program, pelaksanaan program dan hasil dari program tersebut. Berbagai model evaluasi tersebut dapat digunakan tergantung kepada tujuan evaluasi yang ditetapkan. Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa keberhasilan suatu evaluasi program secara keseluruhan bukan hanya dipengaruhi penggunaan yang tepat pada sebuah model evaluasi melainkan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor.
MEMULIAKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF ARIF ROHMAN HAKIM
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendidikan  jasmani dan olahraga adaptif bagi individu yang berkebutuhan khusus dan yang memiliki keterbatasan kemampuan, sangat bayak dan luas. sering kita mendengar tentang individu yang memiliki kelainan, berpartisipasi aktif  didalam kegiatan olahraga dan berhasil menjadi juara. Seperti Willma Rudolph yang cacat sejak lahir mendapatkan medali emas  pada nomor lari sprint pada Olimpiade Roma, atlet nasional Ni Made Semiati yang memiliki intelektual dibawah rata-rata dalam events  Special Olympics World Games, yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat. Berdasarkan contoh diatas dapat ditarik pengertian bahwa anak berkebutuhan khusus juga bisa berprestasi secara nasional bahkan internasional. Maka dari ituanak berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan jasmani yang lebih besar daripada siswa normal, hal ini disebabkan karena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengalami hambatan dalam merespon stimulus yang diberikan lingkungan untuk melakukan gerak, meniru gerak, dan bahkan ada yang memang fisiknya terganggu sehingga ia tidak dapat melakukan gerakan yang terarah dengan benar. Selain itu, mereka memiliki masalah dalam sensoris, motorik, belajar, dan tingkah lakunya yang dapat menghambat perkembangan fisik siswa tersebut.Mereka berhak atas  pendidikan jasmani yang dapat mengakomodasi hambatan dan kebutuhan yang mereka miliki. Oleh karena itu, pembelajaran pendidikan jasmani menjadi lebih kompleks bagi guru pendidikan jasmani dalam mengupayakan agar semua kebutuhan anak akan gerak dapat terpenuhi dan dapat meningkatkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Pada kenyataannya tidak semua ABK mendapatkan layanan pendidikan jasmani sesuai dengan kebutuhan atau hambatan yang dimilikinya, karena tidak semua guru pendidikan jasmani memahami dan mengetahui layanan yang harus diberikan kepada ABK. Melalui pendidikan jasmani adaptif kita bisa memuliakan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan keterbatasan dan tingkat kemampuan mereka .
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGANKEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 KARLINA DWIJAYANTI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan denganKekuatan Otot Perut Terhadap Kemampuan Servis Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas XSMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017 Bola voli merupakan permainan beregu,tetapi meskipun demikian kemampuan perorangan yang tinggi akan memudahkan untuk menggalang suatu kerja sama yang memberikan hasil akhir yang bermutu dan baik. Dua unsur komponen kondisi fisik yang dapat mendukung kemampuan servis atas bola voli, yang juga merupakan variabel bebas dalam penelitian ini adalah kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kekuatan otot perutterhadap kemampuan servis atas bola voli pada pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian adalah pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017,sejumlah 113 siswa. Sebagai sampel diambil 71 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitan meliputi tes push up 1 menit, tes sit up 1 menitdan tes servis atas yang dilaksanakan tanggal 02-20 September2016. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik, diperoleh nilai – nilai sebagai berikut : Korelasi X1 dengan Y (ry1) = 0,498 lebih dari r tabel = 0,306 pada taraf signifikan 1 %. Kontribusi X1 terhadap Y = 24,80 %. Korelasi X2 dengan Y ( ry2 ) = 0,748 lebih dari  r tabel = 0,306 pada taraf signifikan 1 %. Kontribusi X2 terhadap Y = 55,95 %. Korelasi X1, X2 dengan Y (Ry 1 2) = 0,386. Diuji dengan statistik F menghasilkan F hitung = 0,5676, lebih dari F tabel 2 : 71 pada taraf signifikan 1 % = 2,92. Kontribusi X1, X2 terhadap Y = 32,21698%. Dari hasil – hasil tersebut dapat disimpulkan: “Adahubungan yang signifikan antara kekuatan otot perut dengankekuatan otot perutterhadap kemampuan servis atas bola voli pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017,“  

Page 8 of 19 | Total Record : 189