cover
Contact Name
Astrid Hapsari Rahardjo
Contact Email
arsitekta@tau.ac.id
Phone
+6287871841660
Journal Mail Official
arsitekta@tau.ac.id
Editorial Address
Jl. Swadarma Raya No.58, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,12250
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Arsitekta
Core Subject : Engineering,
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Arsitektur Tanri Abeng University dengan frekuensi terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini adalah media bagi para dosen, peneliti, mahasiswa dan praktisi untuk berbagi pemikiran tentang perancangan arsitektur dan perkotaan secara berkelanjutan. Fokus publikasi diarahkan pada telaah mengenai riset, pemikiran dan inovasi di bidang perancangan bangunan, ruang dalam, ruang luar, kawasan maupun pengembangan perkotaan, serta kajian terkait teori, sejarah dan dokumentasi arsitektur yang menunjang keberlanjutan.
Articles 89 Documents
Kenyamanan Termal Pada Bangunan Rumah Tinggal: (Studi Kasus: Jln. Imam Bonjol, Gg. Randu, Dermawan 1, Kemiling, Bandar Lampung) Ai Siti Munawaroh; Indra Bayu Wibowo; Sapta Ari Heriawan; Fritz Akhmad Nuzir
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.306

Abstract

Rumah tinggal yang terletak di jln. Imam bonjol, Gg. Randu, dermawan 1, Kemiling, Bandar Lampung merupakan bangunan rumah tinggal di kawasan padat penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal pada bangunan rumah tersebut. Penelitian dilakukan pada ruang dalam (indoor) yang meliputi ruang tamu dan ruang luar (outdoor) yang meliputi teras dan halaman rumah. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran secara langsung dan bertahap. Pengukuran ini menggunakan alat pengukur suhu dan kelembapan (termohygrometer digital) dan alat pengukur kecepatan angin (anemometer). Hasil penelitian menunjukkan rumah tinggal yang diteliti memiliki suhu antara 30-33°C, kelembaban 59-71% dan kecepatan angin 0 m/s dan masuk dalam kategori tidak nyaman berdasarkan standar kenyamanan termal.
Studi Karakteristik Fasad Arsitektur Kolonial Modern pada Gereja di Jakarta Dian Monica Erveline Basri; Ridha Sanjaya; Depiyanah Sri Utami
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.308

Abstract

Abstrak Suatu peninggalan arsitektur selalu memiliki identitas unik yang jika dicermati dapat menginformasikan banyak hal terutama tentang gaya arsitektur yang mengacu pada kapan bangunan tersebut dibangun. Dalam hal ini, identifikasi karakteristik arsitektur adalah pada bagian fasad bangunan, yang dipilih karena merupakan bagian bangunan yang langsung terlihat dari luar, sehingga merupakan hal pertama yang teridentifikasi. Objek penelitian yang dipilih adalah gereja, sebab merupakan salah satu bangunan yang cukup penting, mengingat fungsinya sebagai tempat ibadah. Untuk lokasi penelitian, dipilih kota Jakarta sebab dianggap dapat mewakili keragaman gereja di Indonesia. Setelah diadakan pengamatan awal, dapat diketahui bahwa gereja di Jakarta sudah ada sejak akhir tahun 1800. Tentunya gereja masa awal ini memiliki karakter arsitektur yang berbeda dengan gereja yang dibangun pada akhir tahun 1900. Mengingat bahwa akhir tahun 1800 adalah masa arsitektur colonial, maka penelitian ini dibuat untuk mengetahui apakah ada kaitan antara karakter arsitektur bangunan (dalam hal ini fasad bangunan) terhadap karakter arsitektur yang ada pada masa itu (gaya arsitektur kolonial). Dalam hal ini, metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dimana studi kasus akan dianalisa elemen fasadnya berdasarkan karakter fasad arsitektur kolonial. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa sebagian besar studi kasus memiliki karakter fasad yang sama dengan acuan yang digunakan sebagai arsitektur kolonial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada kesesuaian antara fasad studi kasus terhadap karakteristik fasad arsitektur kolonial. Kata kunci: gereja, fasad, kolonial
Kajian Keberadaan dan Peran Ruang Tamu dalam Desain Perancangan Rumah Tinggal Mohamad Wisnu Ibadi; Gatot Wijanarko
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.309

Abstract

Penelitian ini adalah lanjutan dari penelitianterdahulu yang mengkaji perancangan teras sebagai ruang tamu New Normal di rumah tinggal setelah pandemi Covid 19, dan telah dimuat di Jurnal Arsitekta edisi sebelumnya. Penelitian dalam jurnal ini menitik beratkan bagaimana keberadaan dan peran Ruang Tamu dalam Rumah Tinggal di program ruang dan desain perancangan yang dirancang oleh para pengembang dan developer perumahan. Studi kasus mengambil kawasan perumahan Tanglin Parc Bogor dan Arfa Green Serang yang dirancang oleh dua developer berbeda. Peneliti bekerja sama dengan empat orang mahasiswa mengambil denah rumah tinggal dan melakukan wawancara dengan perwakilan pengembang dari kedua perumahan tersebut untuk dilakukan perbandingan. Saat penelitian, didapatkan bahwa meskipun Rumah Tinggal yang didesain memiliki ukuran cukup luas, ternyata pengembang tidak lagi memasukkan Ruang Tamu ke dalam program ruang dan desain perancangannya. Sehingga untuk mendapatkan validasi latar belakang masalah tersebut, tim peneliti kemudian menyebar kuesioner secara umum untuk mengkaji keberadaan dan peran Ruang Tamu di rumah tinggal para responden. Di akhir penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa perilaku dan kehidupan sosial budaya masyarakat saat ini telah mengalami perubahan. Hal ini kemudian diaplikasikan oleh para pengembang dan developer untuk tidak lagi menempatkan ruang tamu dalam desain perancangan rumah tinggal di kawasan perumahan yang mereka kelola.
Studi Kecukupan Pencahayaan Buatan Pada Permukaan Area Kerja Dapur Rumah Tinggal Sederhana Astrid Hapsari Rahardjo; Hendrik Poltak Doloksaribu
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.310

Abstract

Penelitian tentang pencahayaan pada area kerja dapur pada rumah tinggal belum banyak ditemukan padahal hal ini penting mengingat tingkat kompleksitas dan detail kegiatannya yang cukup tinggi. Aspek terkait efisiensi pelaksanaan kegiatan, kenyamanan visual dan keselamatan kerja sangat penting untuk dipertimbangkan dalam perancangan pencahayaan di dapur, terutama pada area kerja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pencahayaan pada area kerja dapur. Fokus penelitian ini ditekankan pada pencahayaan buatan dikarenakan karakteristiknya yang stabil dan juga mengingat kegiatan di dapur dapat dijalankan sewaktu-waktu. Lokus penelitian dipilih berdasarkan tipe konfigurasi dasar dapur. Adapun ruangan dapur tanpa jendela di perimeternya dipilih agar tidak terjadi bias pencahayaan alami. Tiap lokus juga dibatasi dengan beberapa keadaan terutama dengan adanya kabinet di atas area kerja sehingga penyediaan pencahayaan setempat atau task lighting dapat disediakan di sisi bawah kabinet tersebut. Pengukuran tingkat pencahayaan rata-rata (iluminasi) dilakukan dalam dua kondisi yakni ketika task lighting tersebut dimatikan dan dinyalakan. Nilai iluminasi yang diperoleh kemudian akan dibandingkan kesesuaiannya dengan standar yang ada. Di sini kemudian dapat diketahui apakah task lighting hendaknya disediakan pada perancangan dapur terutama yang terkait dengan area kerjanya dan bila disediakan berapa tingkat iluminasi yang dibutuhkan agar kondisi kerja yang efisien, nyaman dan aman dapat dicapai. Penelitian bersifat sederhana namun memiliki nilai urgensi. Dapur merupakan jantung dari sebuah rumah tinggal di mana kegiatan persiapan berbagai kebutuhan penghuninya banyak dilakukan. Tingkat ketelitian menyangkut kebersihan atau higienitas dan keselamatan sangat terbantu dengan adanya penyediaan pencahayaan yang cukup. Diharapkan kedepannya agar penelitian yang lebih kompleks dengan lokus penelitian yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengedepankan kesadaran pentingnya area kerja dapur pada rumah tinggal yang layak guna, efisien, nyaman dan aman.
Desain Berkelanjutan Pada Pemenuhan Kebutuhan Air (Studi Kasus Daerah Industri DAS Cileungsi) Wenny Hamilton Sihombing; Anggita Krisnandini; Paramastri Rahmi Syafina; Adecar Nugroho; Nurisa .; Titia Yudha Sarah Puspita
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.311

Abstract

Pemenuhan akan kebutuhan air bersih menjadi hal yang esensial dalam kehidipan sehari hari. Adapun jumlah kebutuhan air berdeda beda untuk setiap sektornya. Sektor industri menjadi sektor yang cukup menarik dalam pembahasan pemenuhan kebutuhan air ini dimana sektor industri menjadi sektor penggerak roda perekonomian negara yang cukup besar sehingga memiliki tingkat kepentingan yang cukup tinggi. Di saat yang bersamaan dengan tingginya kebutuhan air sektor industri, dampaknya terhadap sekitar (masyarakat dan lingkungan) juga relatif signifikan di mana hal ini memberikan tantangan sendiri bagi pihak perencana. Di cetuskan pada 1987 prinsip desain yang berkelanjutan memberikan arahan nyata bagi perencana untuk dapat memberikan solusi dengan dampak samping seminimal mungkin dengan nilai manfaat yang setinggi tingginya. Studi kasus Daerah Industri pada DAS Cileungsi memberikan daya tarik khusus di karenakan jenis industri yang cukup besar dengan kepentingan sektor sektor lain di dalam DAS tersebut, menjadikan kasus ini sangat relevan untuk pembahasan perencanaan yang berkelanjutan.
Redaksi dan Daftar Isi, Jurnal Arsitekta Vol. 04 No. 01, Mei 2022 ojsadmin TAU
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 4 No 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Taman Sebagai Strategi Kontra Terorisme Studi Kasus Gedung Sate dan Gasibu Bandung Heriansyah Heriansyah
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.344

Abstract

Jawa Barat termasuk daerah zona merah terorisme di Indonesia. Jawa Barat menduduki rangking ketiga sebagai lokasi kejadian aksi terorisme. Di Bandung, ibukota Provinsi Jawa Barat, sudah terjadi tiga kali aksi teror yaitu di Kecamatan Cibiru, Cicendo dan Buah Batu. Namun demikian, di pusat pemerintahan kawasan Gedung Sate dan Gasibu belum pernah terjadi aksi teror. Artikel ini menjelaskan secara deskriptif desain keamanan Gedung Sate dan Gasibu dengan dengan pendekatan natural surveilliance, defensible space, fungsi taman kota dan modal sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif-fenomenologi penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara sebagai sumber primer, dilengkapi dengan data-data sekunder dari buku, dokumen, jurnal dan website. Penulis menemukan korelasi antara tamanisasi dengan rendahnya tingkat kejahatan, khususnya terorisme.
PERBANDINGAN DESAIN RUANG ISOLASI TERHADAP JUMLAH KUMAN UDARA DI RUANG ISOLASI (Studi Analitik Pada Ruang Isolasi COVID-19) Ridha Wahyutomo
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 01 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i01.352

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap infeksi di rumah sakit, terutama terkait penilaian akreditasi dan tujuan keselamatan pasien, mendorong penyediaan fasilitas pelayanan termasuk desain ruang isolasi yang mengurangi risiko infeksi. Pemilihan desain ruang isolasi khususnya pada masa pandemi COVID-19 memerlukan pemantauan konsentrasi mikroba di udara dan kualitas udara ruang isolasi yang harus dilaporkan dan dianalisis untuk menyusun strategi dan kebijakan pengelolaan ruang isolasi. Secara keseluruhan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara desain ruang isolasi dengan jumlah kuman airborne di ruang isolasi COVID-19.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode komparatif. Sampel penelitian adalah udara di ruang isolasi COVID-19 RS Mardi Rahayu Kudus. Variabel penelitian meliputi suhu, kelembaban, aliran udara, dan jumlah bakteri di udara dengan menggunakan data primer dari penilaian dan surveilans ruang isolasi Januari-Maret 2020 di RS Mardi Rahayu Kudus. Analisis menggunakan Mann Whitney dan dilanjutkan dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah kuman yang terbawa udara di ruang isolasi desain tipe S dengan jumlah kuman yang diisolasi melalui udara pada desain tipe N. Dari hasil regresi didapatkan bahwa untuk desain tipe N dan S, faktor suhu, kelembaban, dan ACH tidak mempengaruhi jumlah koloni dalam ruangan.
De Groote Postweg Sebagai Pemicu Perubahan Struktur Kota di Jawa Bagian Barat Firmansyah Bachtiar; Albertus Sidharta; VG Sri Rejeki; Riandy Tarigan; Antonius Ardiyanto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.358

Abstract

Jalan Raya Pos (De Groote Postweg) merupakan suatu bentuk pengembangan infrastruktur peninggalan kolonial yang menjadi salah satu pemicu pertumbuhan kawasan perkotaan di sepanjang jalur yang dilaluinya. Jaringan jalan ini melintas dari Anyer hingga Panarukan dan diantaranya melewati beberapa kota besar pada 5 provinsi di Pulau Jawa. Jalur jalan ini di masa sekarang terkenal sebagai jalur transportasi darat utama khususnya di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, menghubungkan wilayah barat dan timur sepanjang sekitar 1.000 km. Pada wilayah di sisi barat Pulau Jawa, jalur jalan tersebut antara lain melewati wilayah Serang, Jakarta, Bogor, Bandung, dan Cirebon. Kota-kota tersebut berkembang saat ini dengan struktur kota yang dipengaruhi oleh keberadaan De Groote Postweg yang mengubah tatanan kota pada masa lalu sehingga berkembang layaknya sekarang. Perubahan struktur ruang kota itu antara lain terjadi dalam bentuk pemindahan pusat kota maupun perubahan pola jaringan jalan sehingga membuat pemanfaatan ruang di kota-kota yang dilalui cenderung berorientasi ke jalan raya pos sebagai media transportasi logistik dan pasukan di era Daendels. Perkembangan kota—kota tersebut seperti yang dapat dilihat hingga kini merupakan salah satu dampak dari perubahan struktur ruang pasca kota-kota tersebut terhubung oleh jalur De Groote Postweg.
Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pendayagunaan Tiang Flyover Kendaraan Pada Area Paths di Kota Jakarta Hendrik Poltak
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 4 No. 02 (2022): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v4i02.360

Abstract

Pesatnya pembangunan dan besarnya jumlah penduduk yang beraktifitas serta tinggal di Kota Jakarta, adalahakar dari berbagai masalah perkotaan, salah satu permasalahan itu adalah masalah transportasi kendaraandan kemacetan. Untuk mengurai kedua masalah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangunbanyak Jalan Layang Non Tol (JLNT) dan Mass Rapid Transportation (MRT). Konstruksi keduanya berada di ataspermukaan tanah atau flyover kendaraan, dengan ditunjang oleh tiang-tiang kolom besar di sisi sepanjangjalan yang sudah ada. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana persepsi masyarakat terhadap pendayagunaantiang-tiang kolom besar penunjang konstrusi tersebut, dengan mengambil studi kasus di tiang-tiang JLNT Antasari dan MRT Fatmawati-Lebak Bulus. Metode Penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalahMetode Penelitian Kuantitatif. Dari hasil pengamatan dalam penelitian awal, ada tiga jenis pendayagunaantiang-tiang besar tersebut, yaitu sebagai Lukisan Dinding (Mural), Tanaman Rambat (Vertikal) dan Media IklanLuar Ruang (Reklame). Penelitian kemudian dilanjutkan dengan menyebar kuesioner ke sejumlah respondenmasyarakat kota untuk melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap ketiga jenis pendayagunaan tiangtiang flyover kendaraan tersebut.