Jurnal Kewarganegaraan
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023"
:
10 Documents
clear
Patronase Politik dalam Konsep Kewarganegaraan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan
Prayetno, Prayetno;
Pinem, Windawati;
Iqbal, Muhammad;
Ramadhan, Taufiq
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.44552
AbstractThis study aims to see political patronage in the concept of citizenship in the Ar-Raudlatul Hasanah Medan pesantren. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah is one of the modern pesantren that has kiai as an important figure. However, the relationship between kiai and santri tends to be emotional, cultural, and forms patronage. Kiai is a patron who has power and influence. While santri is a client group that has a sami'na wa atho'na attitude. This patronage is not only in religious matters but also in political matters. Referring to the concept of citizenship, the patronage established between Kiai and Santri is considered contrary to democratic principles. This is because the political behaviour of students is still influenced by kiai figures. The research method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Primary data is deep interviews. While secondary data is sourced from books and journals. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and FGDs. While the data validation technique uses the triangulation method. The results of the study found that political patronage in the Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah took the form of half-hearted political patronage. The obedience of santri to kiai is limited to religious matters only, not in political matters.-------------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat patronase politik dalam konsep kewarganegaraan di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah merupakan salah satu pesantren modern yang memiliki kiai sebagai figur penting. Akan tetapi hubungan yang terjalin antara kiai dan santri cenderung bersifat emosional kultural dan membentuk patronase. Kiai merupakan patron yang memiliki power dan pengaruh. Sedangkan santri adalah kelompok client yang memiliki sikap sami™na wa atho™na. Patronase ini tidak hanya dalam urusan agama saja, melainkan juga dalam persoalan politik. Merujuk pada konsep kewarganegaraan, patronase yang terjalin antara kiai dan santri dianggap berlawanan dengan prinsip demokrasi. Hal ini dikarenakan perilaku politik santri masih dipengaruhi oleh figure kiai. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data primer berupa deep interview. Sedangkan data sekunder bersumber dari buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan FGD. Sedangkan teknik validasi data menggunakan metode triangulasi. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa patronase politik di ponpes Ar-Raudlatul Hasanah berbentuk patronase politik setengah hati. Kepatuhan santri kepada kiai terbatas hanya dalam persoalan agama saja tidak dalam urusan politik.
Penguatan Keterampilan Partisipasi sebagai Civic Skills Siswa Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar
Tavip, Herlan;
Muthali’in, Achmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.44977
AbstractThe Basic Leadership Training is an annual program implemented for the framework of new candidates for IPM, HW, and PMR High School Muhammadiyah 1 Karanganyar. The aim of this study is to know the strengthening of participation skills as civic skills students through LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar activities. The method used in this study is qualitative descriptive. The results of this study showed that LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar enhanced the participation skills of participants. It is demonstrated 1) activities that are compatible with four indicators of participatory skills: student participation in order, willingness to comply with the rules, courage to argue, and giving leadership material. 2) Differences occur among which participants are less interested in activities, some are less obedient, less confident, and have not understood the entire leadership material. (3) The implemented solutions include procuring rafting in the trade, granting sanctions, fishing to dare to argue, and providing tasks with leadership materials. Then from the above results, it can be concluded that there is an enhancement of student participation skills through LDK Muhammadiyah High School 1 Karanganyar.-------------------AbstrakLatihan Dasar Kepemimpinan adalah program tahunan yang dilaksanakan untuk pengkaderan calon pengurus baru IPM, HW dan PMR SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penguatan keterampilan partisipasi sebagai civic skills siswa melalui kegiatan LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar menguatkan keterampilan partisipasi peserta. Hal ini ditunjukan 1) kegiatan yang berkesesuaian dengan empat indikator keterampilan partisipasi yaitu partisipasi siswa yang tertib, kemauan mematuhi peraturan, berani berpendapat dan pemberian materi kepemimpinan. 2) Kendala yang terjadi di antaranya peserta kurang tertarik dengan kegiatan, beberapa kurang patuh, kurang percaya diri dan belum memahami keseluruhan materi kepemimpinan. 3) Solusi yang diterapkan diantaranya pengadaan rafting di magelang, pemberian sanksi, memancing agar berani berpendapat dan pemberian tugas dengan materi kepemimpinan. Maka dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat penguatan keterampilan partisipasi siswa melalui LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar.
Tradisi Maulid Adat Sebagai Pelestarian Civic Culture di Bayan Lombok Utara
Febrian, Alfan Didit;
Dahlan, Dahlan;
Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.45638
AbstractThe custom maulid tradition is a tradition that is regularly held by the Bayan community of North Lombok district in commemoration of the birthday of the great prophet Muhammad SAW. The implementation of the customary maulid tradition consists of several series of processions which have their own value in the formation of the cultural character of the community. This study aims to find out how the series of processions for the adat maulid tradition and what values are contained in the procession so that it becomes a form of preserving civic culture in the adat maulid tradition in the village of Bayan, sub-district, Bayan, North Lombok district and to identify supporting and inhibiting factors for the implementation of customary maulid tradition activities. This research is a type of qualitative research using ethnographic methods. Data collection techniques use observation techniques, interview techniques and documentation techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the adat maulid tradition is carried out every year as a form of citizen identity and in each process it still preserves civic culture values such as social values, economic values, and religious values.------------------AbstrakTradisi maulid adat merupakan .sebuah tradisi.yang.diselenggarakan secara rutin oleh.masyarakat Bayan kabupaten Lombok Utara dalam memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW. pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat terdiri dari beberapa rangkaian prosesi yang memiliki nilai tersendiri dalam pembentukan karakter kebudayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rangkaian prosesi tradisi maulid adat dan nilai apa saja yang terkandung dalam prosesi tersebut sehingga menjadi bentuk pelestarian civic culture pada tradisi maulid adat di desa Bayan kecamatan Bayan kabupaten Lombok utara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat. penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi maulid adat dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk identitas warga negara dan pada setiap prosesnya masih melestarikan nilai civic culture seperti nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai religius
Hubungan Pengetahuan Kewarganegaraan Tentang Norma Dengan Sikap Patuh Terhadap Norma
Prasetyo, Ardhin;
Wijianto, Wijianto;
Muchtarom, Muchtarom
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.45723
AbstractThis study aims to prove whether there is a relationship between knowledge of norms and adherence to norms in class VII students of SMPN 8 Surakarta. This research uses quantitative methods with correlational quantitative research types. The variables in this study are knowledge of norms and adherence to norms. The population of this study were all class VII students of SMPN 8 Surakarta, totaling 254 students. The sample in this study was 60 students in classes VII D and VII H. The sampling technique was Cluster Random Sampling. The validity test used the Biserial Point test and the Product Moment test. The reliability test used the Spearman-Brown test and the Cronbach Alpha test. Test the hypothesis using the Spearman rank test and look for the regression equation. The results of this study, there is a value of Sig. that is 0.00 and R that is 0.413. From these values, is that students who have knowledge of high norms, these students will also have an obedient attitude toward high norms as well. These results reinforce the theory of Stimulus Organism Response and Cognitive Affective Consistency. The process of the occurrence of a relationship is described through the Elaboration Likelihood Model. and The Assimilation-Contrast theory.--------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat hubungan pengetahuan tentang norma dengan sikap patuh terhadap norma pada siswa kelas VII SMPN 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kuantitatif korelasional. Variabel dalam penelitian ini yaitu pengetahuan tentang norma dan sikap patuh terhadap norma. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 8 Surakarta yang berjumlah 254 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu 60 siswa kelas VII D dan VII H. Teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling. UJi validitas menggunakan uji Point Biserial dan uji Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan uji Spearman Brown dan uji Cronbach Alpha. Uji hipotesis melalui uji Spearman Rank serta dicari persamaan regresi. Hal penelitian yaitu terdapat nilai Sig. yaitu 0,00 dan R yaitu 0,413. Nilai tersebut menunjukan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan tentang norma tinggi, maka siswa tersebut juga akan memiliki sikap patuh terhadap norma yang tinggi juga. Hasil tersebut memperkuat teori Stimulus Organisme Respons dan Cognitive Affective Consistency. Proses hubungan dijelaskan melalui Elaboration Likelihood Model dan The Assimilation-Contrast theory.
Peningkatan Karakter Peserta Didik Berbasis Projek Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo
Patuti, Sri Mulyani;
Adhani, Yuli;
Yunus, Rasid
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.46035
AbstractThe improvement of student behavior that contradicts the values of Pancasila has become one of the challenges frequently encountered in the field of education. This issue needs to be promptly addressed by the government to safeguard the nation's continuity. The Minister of Education of the Republic of Indonesia has proposed the Pancasila Student Profile Project as an effort to cultivate students who embrace and apply Pancasila values. This research aims to understand the urgency of the Pancasila Student Profile and its implementation in enhancing the character of students at SMPN 12 Gorontalo. The research method employed is qualitative descriptive, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that the urgency of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo lies in its role as a framework for 21st-century character and competencies. The implementation of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo encompasses the development of dimensions related to faith, devotion to the One and Only God, and noble behavior; the dimension of cooperation; the dimension of critical thinking; and the dimension of creativity.--------------AbstrakPeningkatan perilaku peserta didik yang bertentangan dengan nilai Pancasila menjadi salah satu tantangan yang kerap terjadi pada dunia pendidikan. Hal ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah untuk menjaga kelangsungan bangsa. Menteri Pendidikan RI telah mengusulkan Projek Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya untuk menciptakan peserta didik yang menganut dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk memahami urgensi Profil Pelajar Pancasila dan bagaimana implementasinya dalam meningkatkan karakter peserta didik di SMPN 12 Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo adalah sebagai kerangka karakter dan kompetensi abad ke-21. Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo meliputi pengembangan dimensi beriman, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berperilaku mulia; dimensi gotong royong; dimensi berpikir kritis; dan dimensi kreativitas.
Penguatan Partisipasi Siswa Pada Kegiatan Jumat Pagi dalam Membentuk Kewarganegaraan Yang Baik di SMP Negeri 1 Teras
Hendrawan, Deviyanthi Putri;
Muthali'in, Achmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.46077
AbstractThe focus of the research is on increasing student participation in Friday morning activities as a means of fostering good citizenship. Participation contributes to activities carried out conscientiously and responsibly; therefore, schools become a vehicle for building the younger generation, particularly in Pancasila and Citizenship Education, which relate to behavior, norms, perspectives, and national values. The focus of the research was on the notion that the Friday morning habituation program increased student participation, which could shape students into good citizens. This study seeks to determine the effect of increased student participation in Friday morning activities on the development of good citizenship. This study employs descriptive qualitative and flow model analysis methodologies. The results of the study indicate that Friday Morning activities can strengthen student participation in developing good citizenship, as indicated by five indicators of participation-strengthening abilities. Several students did not participate and the weather constituted the obstacles. The solutions provided are in the form of scores and motivational, regardless of the weather, students can adopt other indoor-active habits. The conclusion is that student participation in Friday Morning activities at SMP Negeri 1 Teras strengthens the formation of good citizenship.---------------AbstrakFokus penelitian adalah penguatan partisipasi siswa pada kegiatan jumat pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik. Partisipasi merupakan kontribusi kegiatan yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab, maka sekolah menjadi wadah dalam membangun generasi muda terutama pada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karena berhubungan dengan tingkah laku, norma, pandangan serta nilai kebangsaan. Fokus penelitian melihat adanya penguatan partisipasi siswa setelah diadakannya program pembiasaan jumat pagi yang dapat membentuk siswa memiliki kewarganegaraan yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penguatan partisipasi siswa pada kegiatan jumat pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis model alir. Hasil penelitian bahwa kegiatan Jumat Pagi mampu menguatkan partisipasi siswa dalam membentuk kewarganegaraan yang baik, ditunjukkan dari lima indikator penguatan kemampuan partisipasi. Kendalanya beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dan cuaca. Solusi yang diberikan berupa skor dan dorongan motivasi, sedangkan cuaca dapat dialihkan pembiasaan lain yang beraktivitas dalam ruangan. Kesimpulan terdapat penguatan partisipasi siswa melalui kegiatan Jumat Pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik di SMP Negeri 1 Teras.
Pengembangan Digital Citizenship Melalui Pojok Baca Digital di Masyarakat Karang Bedil Kota Mataram
Utomo, Muhamad Dwi;
Ismail, M.;
Sawaludin, Sawaludin;
Sumardi, Lalu
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.48274
AbstractThe purpose of this research is to provide an understanding to the public to be smart in choosing positive news that does not contain fake news and increases literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study use a qualitative approach with descriptive methods because this research describes objects, phenomena, and social conditions that occur in the Karang Bedil community through POCADI services. The development of digital citizenship through POCADI is therefore as follows: 1. Digital citizenship involves understanding the risks associated with technology and how to protect oneself online. This also includes respecting the rights of others and using technology responsibly. 2. Digital citizenship aims to enable people to utilize technology properly in accordance with applicable ethics and norms. The concept of this coaching is for the development of society to reduce the time to use technology to make the organization productive for both children and adults. Digital citizenship aims to ensure that everyone can use digital media, technology, and responsible Digital citizenship coaching.-----------------AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih berita yang sifatnya positif, tidak mengandung berita bohong dan meningkatkan literasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena dalam penelitian ini menggambarkan objek, fenomena atau kondisi sosial yang terjadi di masyarakat Karang Bedil melalui layanan POCADI. Maka pengembangan Kewarganegaraan digital melalui POCADI adalah sebagai berikut: 1. Kewarganegaraan digital melibatkan pemahaman risiko yang terkait dengan teknologi dan cara melindungi diri sendiri secara online. Ini juga termasuk menghormati hak orang lain dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. 2. Kewarganegaraan digital bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik sesuai etika dan norma yang berlaku. Konsep pembinaan ini adalah untuk pengembangan masyarakat untuk mengurangi waktu untuk menggunakan teknologi agar masyarakat produktif baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan kewarganegaraan digital adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat menggunakan media digital, teknologi, dan bertanggung jawab Pembinaan kewarganegaraan digital.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Aplikasi Canva Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Sekolah Dasar
Khairunnisa, Avivah;
Apoko, Tri Wintolo
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.48898
AbstractCreative and innovative learning media assist educators in delivering material to students. Digital learning media increases student motivation to learn so that the learning process is not boring. This research aims to know the development of student digital learning media effectiveness based on the Canva app for Pancasila and Citizenship Education Subject, as well as to know the student response to digital learning media based on the Canva app at elementary school. The research method used research and development with models ADDIE that involved 27 respondents at a public elementary school. Media expert validation results showed an average percentage 98% and t included in the title of very worthy. At the same time material expert validation results showed an average percentage 100% and stated worthy. Based on these results, it can be concluded that digital learning media based on the Canva app can be used in the learning process and assist students in learning especially in Pancasila and Citizenship Education subjects at elementary school.------------------AbstrakMedia pembelajaran yang kreatif dan inovatif membantu pendidik dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Media pembelajaran digital mengoptimalkan semangat belajar peserta didik agar proses pembelajaran tidak membosankan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasicanvapada materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta mengetahui responspeserta didik atasmedia pembelajaran digital berbasis aplikasi canvadi sekolah dasar. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah research and development dengan model ADDIE yang melibatkan 27 responden pada sebuah Sekolah Dasar Negeri. Temuan validasi ahli alat menunjukkan persentase rerata 96% dan temuan ini termasuk dalam predikat sangat layak. Sedangkan temuan validasi ahli materi dengan persentase rerata 100% dan dinyatakan dengan predikat sangat layak. Pada lembar survei peserta didik didapat persentase rerata sebesar 86.40% dan dinyatakan layak. Berdasarkan temuan validasi ahli materi dan alat, maka media pembelajaran digital berbasis aplikasi canva bisa dipakai dan membantu peserta didik dalam pembelajaran, terutama pada materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk sekolah dasar.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Projek di SMA Batik 1 Surakarta
Tanamal, Dadang;
Prasetiyo, Wibowo Heru
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.49021
AbstractThe independent curriculum is implemented and is based on developing student profiles so that they have the spirit and values contained in the Pancasila precepts. The independent curriculum promotes character education through the Pancasila student profile. The application of the independent curriculum is expected to be able to realize the vision of Indonesian education, namely to realize an advanced Indonesia that is independent, sovereign, and has personality. This study describes the form of implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project along with the obstacles and solutions faced by SMA Batik 1 Surakarta. This study uses a descriptive qualitative design. Data collection used techniques of documentation, interview, and observations of school leaders, PPKn teachers, and students. To test the validity of the data, it was carried out through source triangulation techniques, data collection technique triangulation, and time triangulation. Data analysis techniques using flow model analysis techniques. The results of the analysis show that: 1) Implementation of P5 is carried out for 3 weeks by working in groups; 2) through a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) at Batik 1 Surakarta High School, they can increase the dimensions of cooperation and independence and students can develop themselves as Pancasila students; 3) The school cut the P5 implementation time to 1-2 weeks because of the saturation of students due to the long processing time.-----------Abstrak Kurikulum merdeka dilaksanakan dan didasarkan pada pengembangan profil siswa agar memiliki jiwa dan nilai yang terkandung dalam sila pancasila. Kurikulum merdeka mengedepankan pendidikan karakter melalui profil pelajar Pancasila. Pengaplikasian kurikulum merdeka diharapkan mampu mewujudkan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan Indonesia maju yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila beserta hambatan dan solusi yang dihadapi SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dokumentasi, observasi terhadap pimpinan sekolah, guru PPKn, siswa. Untuk menguji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model alir. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan P5 dilaksanakan selama 3 pekan dengan pengerjaan secara berkelompok; 2) melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di SMA Batik 1 Surakarta dapat meningkatkan dimensi karakter bergotong royong dan mandiri serta siswa dapat mengembangkan diri sebagai pelajar Pancasila; 3) Pihak sekolah memotong waktu pelaksanaan P5 menjadi 1-2 pekan karena kejenuhan siswa akibat lamanya waktu pengerjaan.
Strategi Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Peningkatan Variasi Sumber Belajar di Desa Budaya Bangunjiwo
Setyawati, Adella Puspa;
Aulia, Syifa Siti
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jk.v20i2.49790
AbstractCultural and civic literacy is very important in the era of globalization to maintain the local culture that becomes the identity of the nation. However, cultural and civic literacy is considered less competitive and studies are still minimal in its development. Bangunjiwo Village as a cultural village status is one example of the implementation of cultural and civic literacy. The type of research used is qualitative which uses data as material for analysis and is the narrative and descriptive approach. Data collection of observations, interviews, and documentation then triangulate techniques. The results of research on cultural and civic literacy strategies through increasing the variety of quality learning resources are as follows: 1) Access to library reading with facilities. 2) Digital media as a learning resource using websites, youtube, and instagram, 3) Site visits and history with traditional ceremonial activities and new ways of conveying historical stories through dances such as Ambangunjiwo Goa Wurung historical traces from Prince Diponegoro, 4) Traditional games and art exercises by means of children's dolanan festivals become unique events in conveying the diversity of traditional games packaged into dances. 5) Translation of supporting materials through spatial naming using Javanese script.---------------------------AbstrakLiterasi budaya dan kewargaan sangat penting untuk menghadapi era globalisasi untuk menjaga budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Akan tetapi, literasi budaya dan kewargaan dianggap kurang kompetitif serta kajian yang masih minim dalam pengembangannya. Desa Bangunjiwo sebagai status desa budaya menjadi salah satu contoh dalam implementasi literasi budaya dan kewargaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan data sebagai bahan analisis dan bersifat naratif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian melakukan triangulasi teknik. Hasil penelitian strategi literasi budaya dan kewargaan melalui peningkatan variasi ragam sumber belajar bermutu, sebagai berikut: 1) Akses bacaan perpustakaan dengan fasilitas. 2) Media digital sebagai sumber belajar menggunakan website, youtube, dan instagram, 3) Kunjungan situs dan sejarah dengan kegiatan upacara adat dan cara baru menyampaikan kisah sejarah melalui tarian seperti Ambangunjiwo Goa Wurung jejak sejarah dari Pangeran Diponegoro, 4) Permainan tradisional dan latihan seni dengan cara festival dolanan anak menjadi acara yang unik dalam menyampaikan keberagaman permainan tradisional dikemas menjadi tarian. 5) Penerjemahan bahan penunjang melalui cara penamaan tata ruang menggunakan aksara jawa.