cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IX B dalam Memahami Sistem Reproduksi Manusia melalui Model Kooperatif di SMPN 2 Angkinang Muhammad Hasnan Fauzi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science lesson in class IX B SMPN 2 Angkinang in semester 1 one of them is Human Reproduction System. But there are problems that are experienced by students is on aspects of students' ability in understanding this material. The ability of students in class IX B SMPN 2 Angkinang in understanding the Human Reproduction System is still very low. Departing from these problems, science teachers then try to improve students' ability in understanding the Human Reproduction System. One way that can improve students' ability in understanding the Human Reproduction System is to use cooperative models. The model focuses on the use of small groups of students to work together in maximizing learning conditions to achieve learning objectives. Therefore, classroom action research needs to be done to improve students ability of class IX B in understanding human reproduction system through cooperative model in SMPN 2 Angkinang. This research was conducted with two cycles consisting of 4 times meeting by using cooperative model which have positive impact for learning process of science subjects especially on the material of Human Reproduction System. It is proven by the average score of students from pre cycle 70.4 in cycle 1 increased to 77.6 and in cycle 2 increased to 87.3. Thus it can be concluded that there is an increase in the ability of students to understand the Human Reproductive System in Students Class IX B SMPN 2 Angkinang.
PENGARUH PEMBERIAN GETAH TANAMAN PATAH TULANG SECARA TOPIKAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN KETEBALAN LAPISAN KERATIN KULIT Supriyanto, Supriyanto; Ika Luviana, Lilis Astria
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tumbuhan patah tulang merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai sifat toksik terhadap kulit dan lapisan lendir. Sifat toksik terdapat pada getahnya yang putih seperti susu. Kandungan utama getah tanaman patah tulang ini adalah phorbol ester dan ingenol ester. Seringkali, penggunaan getah tanaman patah tulang ini pada waktu dioleskan mengenai jaringan sehat di sekitar kulit yang sakit. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian bagaimana pengaruh kerjanya dan apakah pengobatan dengan getah tanaman ini cukup aman ataukah menimbulkan kerusakan juga pada jaringan yang sehat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologis pada kulit serta mengetahui perubahan ketebalan lapisan keratin kulit setelah pemberian getah tanaman patah tulang secara topikal. Dalam penelitian ini, 6 ekor kelinci putih dibagi secara acak menjadi 3 kelompok pemberian, masing-masing kelompok pemberian terdiri dari 2 ekor yaitu kelompok pemberian 1 hari, 5 hari, dan 10 hari. Kontrol dan perlakuan terdapat pada satu individu. Pemberian getah tanaman patah tulang dilakukan rutin sekali sehari sesuai dengan kelompok pemberian. Mencatat perubahan warna kulit sebelum pembedahan. Pembedahan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu setelah 1 hari, 5 hari dan 10 hari pemberian getah tanaman patah tulang, selanjutnya dibuat preparat kulit dengan pewarnaan hematoxilin-eosin untuk melihat struktur mikroanatomi dan perubahan histologis. Hasil penelitian  pemberian getah tanaman patah tulang secara topikal menunjukkan perubahan warna pada kelompok pemberian berupa eritem. Eritem terjadi mulai dari eritem sangat tipis hingga eritem yang sangat jelas. Dari gambaran mikroanatomi kulit terdapat hiperplasi epidermis, namun tidak ditemukan piknosis maupun nekrosis. Hiperplasi dapat dilihat terjadi peningkatan ketebalan lapisan keratin pada epidermis.   Kata kunci : Euphorbia tirucalli, histopatologis, epidermis, keratin.
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BAMBOO DANCING DAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR Tri Wahyuni; Suciati Sudarisman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA biologi di SMP Negeri 2 Tangen, Kabupaten Sragen. Pembelajaran yang cenderung bersifat deklaratif, menyebabkan pembelajaran menjadi tidak menarik dan membosankan sehingga peserta didik menjadi pasif. Kondisi ini kurang sesuai dengan hakikat IPA dimana pembelajaran IPA seharusnya tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep sebagai produk sains, tetapi juga dapat memberi kesempatan pada peserta didik agar dapat berinteraksi aktif melakukan keterampilan proses sains serta mengembangkan sikap ilmiah.                Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dan tipe NHT terhadap hasil  belajar biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan  menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing dan tipe NHT. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Tangen, Kabupaten Sragen, semester gasal tahun pelajaran 2010/2011 pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup. Data berupa nilai hasil belajar yang dijaring dengan menggunakan teknik tes serta sikap kooperatif yang diperoleh melalui penilaian ranah afektif yang dilengkapi dengan rubrik penilaian.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara umum penggunaan model pembelajaran kooperatif baik tipe Bamboo Dancing maupun tipe NHT dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik; 2) Hasil belajar peserta didik model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan tipe NHT (75,32) lebih baik daripada menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Bamboo Dancing (68,38); 3) Penggunaan model pembelajaran kooperatif baik tipe Bamboo Dancing maupun tipe NHT dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ciri-Ciri Makhluk Hidup mendapat respon positif dari peserta didik. Kata kunci : Pembelajaran kooperatif, Bamboo Dancing, NHT, Hasil belajar
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI TOKSISITAS HAYATI PIGMEN FIKOBILIPROTEIN DARI EKSTRAK Spirulina platensis Agustini, Ni Wayan Sri
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pigmen fikobiliprotein diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sebagai pewarna alami untuk makanan, kosmetik dan obat-obatan.  Salah satu mikroalga penghasil pigmen fikobiliprotein adalah Spirulina platensis. Berdasarkan literatur, diketahui bahwa fikobiliprotein dapat meredam radikal bebas dari 2,2’-azobis(2-amidinopropane)dihydroxychloride (AAPH) dan mencegah inisiasi reaksi radikal berantai.  Pigmen fikobiliprotein diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis dengan menggunakan larutan kalsium klorida 1%. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan secara peredaman radikal DPPH dan uji aktivitas biologi secara BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efek peredaman radikal bebas dari pigmen fikobiliprotein dan ada aktivitas biologi dengan menghitung tingkat kematian larva Artemia salina Leach. Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sebesar 96,57µg/ml dan nilai LC50 sebesar 174,66µg/ml.   Kata Kunci: Antioksidan, toksisitas hayati, fikobiliprotein, antioksidan, Spirulina platensis.
UBI JALAR UNGU PAPUA SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Loretha Natalia Samber; Haryono Semangun; Budhi Prasetyo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu sudah dikenal secara umum di masyarakat Papua sebagai salah satu umbi-umbian yang di manfaatkan sebagai makanan tambahan sehari-hari. Ubi jalar ungu dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia, bahkan ubi jalar menjadi tanaman pokok di Papua, khususnya daerah pegunungan, dan beberapa daerah di Indonesia. Kandungan gizi yang dimiliki ubi jalar sangat melimpah, antara lain karbohidrat, protein, vitamin, β- karoten dan pigmen antosianin yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat berperan sebagai pewarna alami dalam industri makanan dan juga sebagai sumber antioksidan yang dapat berperan melawan radikal bebas.  Kata Kunci : Ubi jalar ungu Papua, Antioksidan
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing dan Performance Assesment pada Siswa XI IPA 1 SMA Kristen 1 Salatiga Tahun Ajaran 2016/2017 Siti Mayang Mangurai
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand the increase in skill the process of science students with a guided inquiry model and performance assessment and the implementation of guided inquiry model and performance assessment to students of class XI IPA Christian High School 1 Salatiga . Skills of the research process are studied consisting of observing, hypothesizing, questioning, applying concepts, communicating, and practicing with minimum criteria for psychomotor criteria for 73. The type of research used is classroom action research with data triangulation research technique, in the form of questionnaire instrument, interview sheet, observation sheet, student performance assessment result, and supporting data in the form of documentation. The results showed that the results of the students' science process skills experienced an increase in each cycle. In the first cycle the percentage of science-process skills acquired was 63%. The second cycle percentage increased by 3% to 66%, and the third cycle became 78%. The percentage earned is included in either category. The data is supported with the result of the percentage of observation sheet of learning implementation that is 15% in cycle I, 16% in cycle II, and 20% in cycle III. Student learning outcomes also increased from 77% in cycle I to 87% in cycle II and III. Student's science process skills can be developed using guided inquiry learning model with performance assessment. Guided inquiry models also familiarize students to play an active role in all learning activities and practicum conducted by students, so that students not only understand the material but also skillfully using laboratory tools..
Pengembangan Modul Problem Based Learning (PBL) pada Materi Populasi Hewan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret Aryani, Ima; Masykuri, Mohammad; Maridi, Maridi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu: 1) Mengetahui kelayakan Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret, 2) Mengetahui efektivitas Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret.Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang telah dimodifikasi dari Borg dan Gall (1983). Sampel penelitian pengembangan meliputi: 1) Sampel uji coba produk awal sejumlah 3 validator ahli dan 2 dosen sebagai praktisi, 2) Sampel uji coba lapangan terbatas sejumlah 15 mahasiswa, dan 3) Sampel uji lapangan operasional sejumlah 41 mahasiswa. Instrumen yang digunakan angket, lembar observasi, kuisioner, wawancara, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Data kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif diuji menggunakan uji T-Test (Paired Samples T-Test) dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Kelayakan Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah dilakukannya uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, dan uji lapangan operasional didapatkan rata-rata sebesar 3,49 dengan persentase 87,17% dikategorikan ˝baik˝, 2) Efektifitas Modul Problem Based Learning (PBL) pada materi populasi hewan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa didapatkan nilai N-gain dari kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,75 dikategorikan ˝tinggi˝ dan hasil belajar kognitif sebesar 0,69 dikategorikan ˝sedang˝ dengan hasil signifikansi sebesar p=0,000
Kondisi, Ancaman, dan Persepsi Masyarakat terhadap Cetacea di Perairan Pantai Wawaran dan Tawang Pacitan melalui Pemantauan Partisipatif Nurul Kusuma Dewi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cetacea adalah kelompok mamalia laut yang telah beradaptasi sepenuhnya dengan kehidupan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi awal tentang Cetacea (paus dan lumba-lumba) dan persepsi masyarakat terhadap sumber daya laut tersebut di Perairan Pantai Wawaran dan Tawang Pacitan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keberadaan dan kondisi kelompok Cetacea di Perairan Wawaran dan Tawang sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan pengelolaan sumber daya laut di wilayah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam terhadap 14 nelayan Pantai Wawaran dan 19 nelayan Pantai Tawang Pacitan menggunakan kuesioner tangkapan/tangkapan sampingan dugong yang terstandarisasi dari UNEP/CMS. Kuesioner terdiri dari 100 pertanyaan yang meliputi latar belakang narasumber, tangkapan/tangkapan sampingan dugong, persepsi, informasi perikanan, tangkapan/tangkapan sampingan penyu, dan tangkapan/tangkapan sampingan Cetacea. Pantai Wawaran dan Tawang merupakan habitat bagi Cetacea. Seluruh responden menyatakan pernah melihat Cetacea jenis paus dan lumba-lumba. Mereka melihat Cetacea ketika memancing dan ketika menuju lokasi memancing, Menurut responden, lumba-lumba yang mungkin hidup di lokasi ini berjumlah ribuan, sedangkan paus berada dalam jumlah yang lebih sedikit. Seluruh responden juga menyatakan melihat lumba-lumba hampir setiap hari. Rata-rata responden mengetahui bahwa paus dan lumba-lumba merupakan hewan dilindungi. Disisi lain, responden juga dapat menjadi ancaman karena mereka menganggap lumba-lumba sebagai pengganggu. Lumba-lumba sering merusak jaring dan menghabiskan ikan di dalamnya. Selain itu, populasinya yang melimpah menyebabkan responden berpikir bahwa keberadaan Cetacea tidak penting. Perlu dilakukan pendampingan kepada nelayan-nelayan di Pantai Wawaran dan Tawang agar memahami dan ikut menjaga keberadaan sumber daya laut tersebut.
Evaluasi Perkuliahan Genetika untuk Calon Guru Biologi di Universitas Nusantara PGRI Kediri Poppy Rahmatika Primandiri; Agus Muji Santoso
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology teachers are expected to have competence of 21st century skills, including mastering aspects of genetic material that continues to be advented. Therefore, studies that aim to empower genetic study needs to be done. This study aimed to describe some of the obstacles encountered during the course of genetics for prospective teachers UNP Biology in Kediri to be immediately followed up. This research was a case study, conducted by participant observation for three academic years (2013 - 2015) in the lecture class genetics. This study shown that the unavailability of relevant teaching materials, genetics practices were not supported of the concept, yet supported tools - genomic analysis, and lecturing genetics have not utilized the development of genomic data base that continues to grow. This condition causes the students still have misconceptions about the structure of the genetic structure, the regulation of gene expression, mutation, and recombination of genes.Keywords: genetics, biology teachers, program evaluation
PENGUATAN MODAL MANUSIA DAN PENINGKATAN LITERASI EKOLOGI MELALUI PEDAGOGI SPESIFIK MATERI:PENGEMBANGAN MODEL DALAM PEMBELAJARAN EKOLOGI MELALUI PENELITIAN EKOFISIOLOGI TIKUS SAWAH Puguh Karyanto; Baskoro Adi Prayitno; Sajidan Sajidan; Suwarno Suwarno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education for sustainable development emphasizes on the effectiveness of diffusion of environmentally friendly knowledge and skill to people to have positively environmental attitude in the human-environment interface. In scholarly activities, such transfer of knowledge and value involves particular strategy of transfer ensuring that the given knowledge has impacted on the affective and action. Indeed, theories in environmental psychology suggest that appropriate education changes people’s environmental attitude and behavior.  Theories, approaches, strategy and models of learning are available and can be scrutinized to provide the best way in teaching of ecology in particular concept. Here, the eco-physiological research towards rice-field rats is used as the learning material. Borg and Gall method of research and development can also be used guiding the methodological steps in this review. Keywords : human capital, ecological literacy, subject specific paedagogy, ecophysiological research

Page 18 of 124 | Total Record : 1234