cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Variasi Pertumbuhan Manglid (Manglietia glauca Bl.) sebagai Sumberdaya Hayati Lokal di Tiga Lokasi Sugeng Pudjiono; Mudji Susanto; Mashudi Mashudi; Ratna Adji Hartati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manglid is one of the rare local biological resources of forest tree species. Manglid is potential producer of wood for carpentry. The purpose of the research is to know the growth variations of Manglid in 3 locations. The design that is used is by planting Manglid in the form of demonstration plot in three locations; Purwobinangun, Sleman Regency, Yogyakarta Province; Candiroto, Temanggung Regency, Central Java Province; and Dompyong, Trenggalek Regency, East Java Province. The Manglid seedlings are came from West Java Province including Tasikmalaya Regency, Sukabumi Regency and Sumedang Regency. The growth characters that are observed include the height of the plant, the diameter of the rod, and the percentage of life at the age of 12 months after planting. The results showed that there is a difference between the growth of plants in 3 different locations. The height of Manglid planted in Purwobinangun Sleman Regency is 45-296cm with 139cm in average, the diameter of the rods is 0.59-5.15 cm and 2.73cm in average, the life percentage is 90-100% with average 98%. Then in the Candiroto, Temanggung Regency the height of Manglid is 10-379cm with 191cm in average, the diameter of the rods is 0.37-9.68 cm and 4.14cm in average, the life percentage is 40-90% with average 65.73%. While in Dompyong, Trenggalek Regencythe height of Manglid is 20-229cm with 113.6cm in average, the diameter of the rods is 0.3-4.0cm and 1.3cm in average, and the life percentage is 55-100% with 85,3% in average.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI BERBASIS DISKOVERI-INKUIRI DENGAN SUMBER BELAJAR POTENSI LINGKUNGAN LOKAL KABUPATEN PASURUAN Ibrohim, Ibrohim; Afiat M, Dyah; Nurdiana, Fatatus R.; Estiningsih, Yuli; Martiana, Cinthiana; N, Fikhi M.
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum 2013 instructed that in learning to use the scientific approach, with one of the suggested method of learning is discovery - inquiry. For more contectual learning science (biology), the use of materials /learning resources from the surrounding environment are needed. Related to this has been done the research and development of learning science (biology) in the Junior Scondary Education with the aim to develop the learning science (biology)   discovery – inquiry-based using teaching materials derived from the potential of the local environment in the district of Pasuruan, East Java. Research and development using 4D models (difine, design, develop, disseminate) of Thiagajan et al (1974) were modified. The study involved 6 Department of Biology students who are taking the thesis and 6 teachers in junior partners test target. Each component of the learning device has been validated by one teacher in junior secondary school partner and one lecturer UM Department of Biological. The results showed that the level of validity of each of the component devices are developed, the validity of the syllabus reached 97.5 %, the validity of the Lesson Plan (RPP) reached 96.0 %, the validity worksheets reached 98 %, handouts validity reached 98.5 %, and validity of assessment instruments reached 96 %. From the try out results obtained at the level of adherence to classroom learning scenarios and devices reached 87.5 %. The results also showed that student learning process achievement were  improve, whether cognitive, affective, and psychomotor. Based on these results it is suggested that learning science (biology) carried kept in appropriate learning methods and sources of contextual learning environment surrounding potential students. Keywords : development of a learning device, Science (Biology), discovery - inquiry, local potential environment
ANALISIS PERAN LIMBAH CAIR TAHU DALAM PRODUKSI BIOGAS Amaliyah Rohsari Indah Utami; Triwikantoro Triwikantoro; Melania Suweni Muntini
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat menggantikan peran bahan bakar minyak bumi dan gas alam. Salah satu komponen biogas adalah gas metana. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi gas metana dilakukan dengan menambahkan bahan aditif berupa limbah cair tahu ke dalam bahan baku penghasil biogas yaitu  kotoran sapi. Penambahan limbah cair tahu ke dalam kotoran sapi tersebut berdasarkan perbandingan massa dengan variasi (80:20), (70:30), dan (60:40). Selanjutnya bahan campuran tersebut diblending dengan air berdasarkan  perbandingan massa 1:2 sebelum dimasukkan ke dalam reaktor skala laboratorium.  Hasil karakterisasi limbah cair tahu menggunakan alat Spectrofotometry dan Kjeldahl menunjukkan kandungan protein, glukosa, dan karbohidrat sebesar 0,45%, 2,31% dan 2,08%. Pengamatan terhadap produksi biogas dilakukan dengan melihat perubahan tekanan gas  setiap hari serta melihat hasil uji kromatrogafi gas metana masing-masing sampel. Produksi biogas tertinggi yang diperoleh dari campuran bahan tersebut adalah sampel ((70:30):2) pada hari ke- 12 yaitu 1,004 atmosfer dengan jumlah mol gas yang terbentuk sebesar 0,1946 mol. Serta kandungan gas metana yang terukur adalah sebesar 6056,12 ppm.    Kata kunci : biogas, metana, limbah cair tahu.
INVENTARISASI ARECACEAE DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN IRENGGOLO KEDIRI Antoni, Herman Wayudi; Ratnasari, Deny; Nurmilawati, Mumun; Santoso, Agus Muji
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract-Arecaceae is a monocot that grows in parts of the world from the tropics and sub-tropics, lowlands to highlands, on the mountains and the shore, in the lush and barren land. From the 215 genus of Arecaceae, the 46 genus is growing in Indonesia and 29 of them is endemic plant. Lately, Aracaceae research related to rare, whereas the benefits of it is good among other for drugs, cosmetics, building materials, and others. The study aims to determine the species of Arecaceae in the waterfall region of Irenggolo Kediri. Descriptive study was conducted with the observation and literature review technique. Samples were taken with a random roaming method which is divided into four zones according to the height of land. The Arecaceae found in Irenggolo waterfall Kediri as many as of six species, namely  A. pinnata, P. roconata, Daemonorops sp., Calamus unifarius, Calamus sp., S. Zalampaicc. Keywords :inventory, Arecaceae, waterfall, Irenggolo
INVENTARISASI TUMBUHAN PADA KETINGGIAN YANG BERBEDA PASCA LETUSAN GUNUNG MERAPI JALUR PENDAKIAN BALERANTE KECAMATAN KEMALANG KABUPATEN KLATEN Titik Suryani; Miftahul Khoir Abdurrahman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan kawasan yang sering mengalami suksesi akibat dari letusan Gunung Merapi. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi dan mengetahui jenis tumbuhan serta keanekaragaman hayati tumbuhan yang terdapat di sekitar jalur pendakian Balerante Kemalang Klaten pasca letusan Gunung Merapi. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan deskripsi : pengambilan data dengan diamati morfologi dan deskripsi tumbuhan, dicatat, didokumentasikan pada area ketinggian yang berbeda ( 1.400, 1.600 dan 1.800 M.dpl) di Gunung Merapi sepanjang jalur pendakian Balerante Kemalang Klaten.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 12 bangsa, 13 suku  meliputi 24 jenis  tumbuhan. Pada ketinggian 1.400 M.dpl didapatkan  13 jenis tumbuhan dari 8 suku,  pada ketinggian 1.600 M.dpl didapatkan 6 jenis tumbuhan dari 5 suku, pada ketinggian 1.800 M.dpl didapatkan11 jenis tumbuhan.dari   9 suku. Keanekaragaman hayati tumbuhan pasca letusan Gunung Merapi di jalur pendakian Balereante Kemalang Klaten paling tinggi pada ketinggian 1.400 m.dpl ditemukan  13 jenis tumbuhan. Jenis tumbuhan belum banyak tumbuh ditemukan, ketinggian semakin tinggi dan dekat ke kawah aktif , keanekaragaman tumbuhan semakin rendah. Kesimpulan menunjukkan bahwa keanekaragaman tumbuhan  di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi pasca letusan rendah  Kata Kunci : Inventarisasi Tumbuhan, Taman Nasional Gunung Merapi, Pasca Letusan
Keterampilan Kerjasama Siswa Dalam Pembelajaran Biologi Melalui Penerapan Cooperative Learning Tipe Student Team Achievment Divisions (STAD) dan Think Pair Share (TPS) Roro Putri Nur Azmi Saputra Wijaya; Meti Indrowati; Yudi Rinanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 16, No 1 (2019): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine differences in cooperative learning model STAD and TPS on cooperation inbiology learning skills class XI student of Mathematics. This research is a quasi-experimental design quantitative Posttest- Only Control Design. The study population was a class XI student of Mathematics and Science High School N 6 Surakarta in the academic year 2018/2019 amounted to 166 students consisting of 5 classes. The sampling technique using cluster random sampling study. This research conducted in two classes: Class XI Mathematics 2 were 36 students as classroom experiments A cooperative learning model STAD and XI MIPA 4 as class B experiments with cooperative learning model TPS. Data collection technique used method of observation to observation sheet cooperation skills Crebet and refer to the indicators. Data analysis using descriptive statistical analysis techniques. Prerequisite test hypotheses using normality test and homogeneity test. Hypothesis test used is the independent sample t-test with a significance level of 0.05. Assisted data analysis using SPSS 16. The results showed that the average value of the experimental class A collaboration skills with STAD cooperative learning model that is 84.09 higher than the average value of cooperation skills class B experiment with cooperative learning model TPS is 77.50. Based on the results of this study concluded that there are differences of class XI student collaboration skills of Mathematics and Science in biology learning through the implementation of cooperative learning model STAD and TPS.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning disertai Media Augmented Reality (ECO-AR 1-3) terhadap Penguatan Aspek Pengetahuan dalam Literasi Lingkungan Ella Nur Laela; Puguh Karyanto; Suciati Suciati; Anik Nur Purwaningsih
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning disertai media augmented reality dengan penguatan aspek pengetahuan dalam literasi lingkungan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kausal komparatif atau ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yang digunakan yaitu kelas X MIPA sebanyak 32 siswa. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling. Desain penelitian menggunakan post only group desain. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui onservasi, dokumentasi, tes pengetahuan materi ekosistem dan angket NEP. Teknik analisis data secara kuantitatif dan kualitatif dan analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t tidak berpasangan dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis menggunakan uji independent samples t-test pada tes pengetahuan menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 sehingga H0 diterima dan H1 diterima, sehingga penerapan model pembelajaran discovery learning disertai media augmented reality (eco-ar 1-3) berpengaruh terhadap penguatan aspek pengetahuan dalam literasi lingkungan
PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Ari Nidhi Astuti; Anggraini Puspa Wardha; Nur Fathurahman R; Muhamad Nur R; Suranto Suranto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan dan produktifitas jamur tiram putih dan konsentrasi media enceng gondok yang paling efektif untuk pertumbuhan jamur tiram putih. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Satu Faktor (RAL satu faktor) dengan 4 taraf perlakuan yaitu kontrol, pemberian limbah eceng gondok 10 %, 20 %, dan 30 %. Masing-masing perlakuan dibuat 25 ulangan dan ukuran setiap baglog adalah 1 kg. Prosedur kerja terdiri atas: penyiapan substrat eceng gondok, pembuatan baglog, penyeterilan, inokulasi jamur, inkubasi, pemeliharaan dan pengamatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA satu jalur  dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikansi 5 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah enceng gondok dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur tiram putih. Selain itu, pemberian limbah enceng gondok kering pada media serbuk kayu dapat meningkatkan karakteristik pertumbuhan dan produktivitas pertumbuhan jamur tiram putih baik dari aspek diameter tudung jamur maksimal, panjang tangkai buah maksimal, Berat basah buah jamur, Jumlah badan buah jamur, maupun Biological efficiency ratio (BER) dari baglog limbah enceng gondok. Parameter tersebut mengalami peningkatan signifikan (berbeda nyata) setelah di uji DMRT pada setiap peningkatan konsentrasi substrat dari 0%, 10%, 20% dan 30% dari media limbah enceng gondok. Parameter tersebut paling tinggi pada enceng gondok dengan konsentrasi 30 %.   Kata kunci : Limbah Enceng Gondok, Media Tanam, Jamur Tiram.
SEBARAN ANAKAN ANGSANA (Pterocarpus indicus Wild.) DI KEBUN RAYA PURWODADI – LIPI Setyawan Agung Danarto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pterocarpus indicus Wild. merupakan jenis pohon lokal dan termasuk jenis langka yang memiliki beragam potensi antara lain penghasil kayu dan penyerap karbon tinggi dan pola penyebaran anakan belum diketahui. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat penyebaran anakan Pterocarpus indicus di sekitar pohon induknya  di Kebun Raya Purwodadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran anakan tidak jauh dari pohon induknya dan berada pada kondisi lingkungan dengan kelembaban yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 1392 anakan di sekitar pohon induk sana kembang (Pterocarpus indicus Wild.) pada berbagai arah pengamatan.  Jumlah anakan yang ditemukan banyak terdapat pada tingkat naungan yang tinggi daripada di tempat cahaya terbuka. Pola sebaran anakan angsana dan faktor-faktor yang mempengaruhinya akan dibahas di dalam paper ini. Kata kunci: Anakan, Pterocarpus indicus wild., Kebun Raya Purwodadi
KERAGAMAN FAUNA DI AREAL PT ARUTMIN INDONESIA – NORTH PULAU LAUT COAL TERMINAL, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Mochamad Arief Soendjoto; Maulana Khalid Riefani; Sonny Sylva Siregar
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Arutmin Indonesia - North Pulau Laut Coal Terminal (PT AI-NPLCT) adalah pelabuhan bongkar muat batubara di bawah manajemen PT Arutmin Indonesia. Fauna lingkungan darat belum pernah dipantau, karena fokus utamanya  biota perairan (laut). Tujuan penelitian adalah mendata spesies  aves, mamalia, dan reptilia (diurnal),  amfibi (nokturnal)  dan statusnya serta menganalisis kehadiran  spesies di tipe habitat dan penggunaan habitat oleh spesies. Dengan metode titik kelimpahan dan penjelajahan, fauna diamati langsung secara visual, diidentifikasi berdasarkan pada suara, atau ditangkap-lepas. Parameternya  adalah tipe habitat, waktu (jam, menit) kehadiran, nama spesies, dan jumlah individu. Foto digunakan untuk mengidentifikasi spesies yang sukar diidentifikasi. Data ditabulasi dan dianalisis, sehingga diperoleh frekuensi relatif kehadiran spesies di satu tipe habitat dan frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh satu spesies. Status kelindungan, keterancaman, dan keperdaganganannya pun ditentukan. Ditemukan 62 spesies fauna, tetapi  1  di antaranya belum teridentifikasi. Terdapat 2 spesies endemik Kalimantan. Frekuensi relatif kehadiran spesies di satu  tipe habitat dan frekuensi relatif penggunaan habitat oleh satu spesies bervariasi. Lima belas spesies dilindungi menurut PP No. 7/1999. Satu spesies hampir punah, 4 hampir terancam, 48 sedikit diprihatinkan, dan 8 belum dinilai IUCN. Satu spesies masuk dalam Appendix I dan 5 Appendix II CITES. Bekantan adalah prioritas pelestarian.   Kata kunci: fauna, frekuensi, habitat, keragaman, status

Page 65 of 124 | Total Record : 1234