cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
INVENTARISASI DAN KARAKTERISASI JAMUR LIAR YANG DAPAT DI KONSUMSI DI DESA WONOJATI KECAMATAN GONDANGWETAN KABUPATEN PASURUAN - JAWA TIMUR Khoirul Anwar; Rela Setyawati; Candra Krida Charisma
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract -Diversity of wild mushrooms in Indonesia is still not widely studied. Among the species of wild mushrooms can be consumed. Need to do an inventory and characterization of the various species of wild mushrooms, especially edible mushrooms. This study aims to inventory and characterize wild mushrooms that can be consumed by the Society in the Wonojati Village, Subdistrict of Gondangwetan, District of Pasuruan, East Java. The study was conducted in February-March 2014. Research method used is purposive sampling methods. Location of collecting mushrooms are grouped into 3 areas including paddy field, plantation areas and residential areas. Mushroom samples obtained from Wonojati village, Subdistrict of Gondangwetan, Pasuruan District. The results of the study were found 3 groups of wild mushrooms consumed by the society of Wonojati Village, namely Termitomyces, Auricularia, and Volvariella. Found 6 species of mushrooms belonging to the genus Termitomyces. Each mushroom has a different morphological characteristics that predicted different species but still into one genus. Termitomyces character is the growing medium in the form of termite nests that is below the ground surface. Another group of mushrooms are Auricularia and Volvariella. Auricularia has a character that resembles the shape of the ear. Volvariella has a volva characters. From some wild mushrooms were found to have been cultivated for consumption by the public is Auricularia and Volvariella. Termitomyces is still not cultivated mushrooms so there are opportunities to be cultivated as a food diversification efforts.Keywords : inventory, wild mushrooms, characterization
Pengaruh Macam Gula Terhadap Kualitas Yoghurt Kacang Buncis (Phaseolus Vulgaris) Varietas Jimas Berdasarkan Hasil Uji Organoleptik Yulia Venicreata Dipu; Utami Sri Hastuti; Abdul Gofur
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang buncis merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kacang buncis berpotensi dibuat minuman sejenis susu asam yang disebut yoghurt kacang buncis. Pemanfaatan kacang buncis menjadi bahan utama yoghurt diperoleh dari hasil fermentasi bakteri asam laktat. Proses pembuatan yoghurt kacang buncis menggunakan variasi gula yaitu gula pasir, gula aren, dan gula palem yang berfungsi dalam pembentukan tekstur dan memberi rasa manis dalam proses pembuatan yoghurt sehingga diperoleh keseimbangan antara rasa asam dan manis. Digunakan variasi gula agar dapat diketahui jenis gula yang menghasilkan yoghurt yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk: 1)menganalisis pengaruh macam gula terhadap tekstur yoghurt kacang buncis; 2) menganalisis pengaruh macam gula terhadap aroma yoghurt kacang buncis; 3) menganalisis pengaruh macam gula terhadap rasa yoghurt kacang buncis. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan untuk setiap perlakuan. Obyek penelitian ekperimen ini terdiri macam gula yaitu gula pasir, gula aren dan gula palem yang diperoleh dari pasar besar Kota Malang. Tahapan pembuatan yoghurt kacang buncis dibagi menjadi 2 tahapan yaitu pembuatan sari kacang buncis dan pembuatan yoghurt kacang buncis. Pembuatan sari kacang buncis terdiri dari beberapa tahapan yaitu siapkan kacang buncis sebanyak 500 gram;penyortiran kacang buncis dari kotoran; pencucian kacang buncis; perendaman kacang selama 12 jam; perebusan kacang buncis sampai lunak; penghalusan kacang buncis yang ditambah dengan 1,5 liter air minum kemasan merk Aqua dengan blender; penyaringan kacang buncis sehingga diperoleh sari kacang buncis. Pembuatan yoghurt kacang buncis meliputi beberapa tahapan yaitu pemberian susu skim  sebanyak 60 gram dan variasi gula berupa gula pasir, gula aren dan gula palem sebanyak 50 gram ke dalam sari kacang buncis diaduk sampai homogen; pasteurisasikan sari kacang buncis pada suhu 80OC selama 10 menit; Dinginkan sampai mencapai suhu 45OC. Inokulasikan  starter merk Biokul sebanyak 60 ml per 1 liter sari kacang buncis diaduk sampai merata; tuangkan ke dalam ice cream cup; Inkubasikan  pada suhu kamar (26O-27OC) selama 1 x 24 jam. Metode uji organoleptik mengacu pada standar yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional tahun 1992 dengan No SNI 01-2981-1992, yang meliputi tekstur, aroma dan rasa disebutkan bahwa kriteria yoghurt dengan kualitas yang baik yaitu memiliki tekstur kental/semi padat, aroma normal yang khas dan rasa khas yaitu asam.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Kualitas yoghurt kacang buncis yang  ditentukan berdasarkan hasil uji organoleptik, meliputi tekstur, aroma dan rasa yang dilakukan oleh 15 responden terlatih. Hasil penelitian uji organoleptik ini selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan analisis varian tunggal. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) tidak ada pengaruh macam gula yang digunakan terhadap tekstur yoghurt kacang buncis yang dihasilkan; 2) tidak ada pengaruh pemilihan macam gula yang digunakan terhadap aroma yoghurt kacang buncis yang dihasilkan; 3) tidak ada pengaruh pemilihan macam gula yang digunakan terhadap rasa yoghurt kacang buncis yang dihasilkan.Kata kunci: Yoghurt, kacang buncis, macam gula, tekstur, aroma dan rasa
Potensi Remap STAD (Reading Concept Mapping Student Teams Achievement Division) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Farqiyatur Ramadhan; Susriyati Mahanal; Siti Zubaidah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking skills needed in learning process to train students to solve problems. In addition, the 21st century need the individuals who have analytical and critical thinking. To prepare students to face the challenges of 21st century life, the critical thinking skills need to be developed. Empowering critical thinking skills can be done through the implementation of Remap STAD learning models. Remap STAD can enhance students' critical thinking skills because it was required students to read in advance, so the students will be trained to read. After reading activity students make a concept map from what they have been read. Furthermore, using Remap STAD learning models can enhance students' thinking skills beacuse students can share their idea in group work.             Kata kunci:        Remap STAD, Critical Thinking
APRESIASI GURU IPA SMP SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY Wisanti, Wisanti; Lutfi, Achmad
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru seperti yang tercantum dalam Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 adalah kompetensi pedagogik  Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Lesson study merupakan bentuk pembinaan profesi guru, agar guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogiknya. Lesson study ini telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2001,   yaitu di beberapa sekolah di Bandung, di Malang  dan di Yogyakarta. Pada tahun 2008, di Surabaya telah dilaksanakan lesson Study di beberapa SMP dengan sasaran guru IPA. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui a) pelaksanaan lesson study di SMP Surabaya; b) aktivitas guru model selama kegiatan lesson study; c) aktivitas guru sebagai observer selama lesson study;d) respon guru terhadap implementasi lesson study.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi untuk setiap kegiatan lesson study dan hasil observasi tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Implementasi lesson study berlangsung di 4 SMP di Surabaya, pada semester gasal dan genap TA 2009/2010. Setiap semester berlangsung 1 kali plan dan 2 kali do (open lesson). Selain itu setiap akhir  lesson study tiap semester dijaring data tentang respon guru terhadap pelaksanaan lesson study melalui angket.Hasil pelaksanaan lesson study oleh guru IPA SMP Surabaya menunjukkan adanya keterlibatan aktif guru IPA sebagai guru model, guru peserta dan observer pada tahap plan, do dan see. Demikian pula prinsip kolaboratif, berkelanjutan, kolegalitas, mutual learning dan komunitas belajar sudah diterapkan dengan tepat. Model pembelajaran sangat bervariasi pada saat pelaksanaan lesson study.  Sebagai observer guru sudah berperan baik sehingga hasil observasi bisa dipergunakan sebagai pertimbangan untuk open lesson berikutnya. Dengan demikian guru IPA SMP di Surabaya telah memberikan apresiasi yang positif terhadap pola pembinaan profesi melalui kegiatan lesson study dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kata kunci: lesson study, guru IPA
Uji Validitas Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Biologi Berbasis Probing Prompting pada Materi Pencemaran Lingkungan MTS Kelas VII untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Siti Qomariyah; Tabitha Sri Hartati Wulandari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 15, No 1 (2018): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process conducted in MTS Al-Musthofawiyah is still conventional and still uses the lecturemethod, thus affecting the students' learning outcomes, which is currently sufficiently high score of 60% withKKM score (70). The currently used Student Worksheet is still simple in terms of materials, drawings andlanguage used, so it needs the development of Student Worksheet (LKS) based on probing prompting onenvironmental pollution material to improve student learning outcomes. The method used is the developmentof ADDIE (Analyze, Desing, Defelopment, Implementation, Evaluation). But in this development only to thestage of Defelopment. The purpose of this research is to know the result of validity test of Student Worksheetwith probing prompting on environmental pollution material to improve student learning result of MTs Al-Musthofawiyah Palang. The instruments used for this study were questionnaires. The result of the validity testfrom the media expert obtained an average value of 82.2%, and the average value obtained from the materialexperts 81% with criteria is very valid, thus it can be concluded that from the test results of the validity of theproduct development of Student Worksheet (LKS) biology-based probing prompting feasible used to improvestudent learning outcomes MTs Al-Musthofawiyah Palang.
OPTIMASI WAKTU PERTUMBUHAN YEAST Saccharomyces cerevisiae 3005 PADA SUBSTRAT LIMBAH CAIR TAHU (Kajian Awal Potensinya dalam Memproduksi Protein Sel Tunggal) Widanti, Asti; Susilawati, Lela
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Limbah cair tahu merupakan limbah hasil proses produksi pengolahan tahu yang dibuang ke lingkungan sehingga berpotensi sebagai polutan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Akan tetapi adanya kandungan karbohidrat dan protein yang masih tinggi pada limbah cair tahu memungkinkan untuk dimanfaatkan lebih lanjut sebagai substrat pertumbuhan mikrobia dalam menghasilkan Protein Sel Tunggal (PST). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu pertumbuhan optimum Saccharomyces cerevisiae 3005 pada media limbah cair tahu sebagai kajian awal untuk mengetahui potensinya dalam menghasilkan PST. S. cerevisiae ditumbuhkan dalam media limbah cair tahu yang dimodifikasi dengan masa inkubasi selama 24; 48; 72; dan 96 jam pada shaker (150 rpm) suhu kamar. Secara periodik (24 jam sekali) di amati pertumbuhannya berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh menggunakan media PCA (plate count agar) dan menimbang berat kering sel (dry weight cells). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48 jam merupakan waktu optimum pertumbuhan S. cerevisiae dalam substrat limbah cair tahu dengan jumlah koloni dan berat kering sel masing-masing 50 x 107 CFU/ml dan 0,049 g/ml.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa limbah cair tahu potensial digunakan sebagai substrat pertumbuhan S. cerevisiae.   Kata kunci: waktu pertumbuhan, S. cerevisiae, Protein sel tunggal, limbah cair tahu.
MODEL PEMBELAJARAN “WISATA LOKAL” PADA MATA PELAJARAN SAINS: SUATU PENDEKATAN R&D Winaryati, Eny
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Guru sains dituntut untuk mengkreasi pembelajaran agar dapat memberikan pengalaman mendalam bagi siswanya.  Potensi daerah dengan segala kelebihan dan permasalahannya, dapat dijadikan sumber belajar dan laboratorium bagi pembelajaran sains. Model pembelajaran “Wisata Lokal” menjadi sangat relevan untuk meningkatkan pembelajaran sains menjadi lebih bermakna. Konsep model pembelajaran ini, akan dapat dilaksanakan oleh guru sebagai pengguna, bila telah teruji kepraktisan dan keefektifannya. Melalui pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) yang runtut dan sistematis, model ini dapat di terima sebagai suatu produk yang dapat disebarluaskan. R&D merupakan konsepsi dan implementasi ide-ide produk baru. Pendekatan R&D disusun berdasarkan kombinasi ADDIE model dan Cennarno, dikombinasi dengan tahap development dari Bor&Gall untuk tahap 4-9, serta pengembangan dari Circular model of R&D. Kombinasi ini menghasilkan 7 langkah R&D untuk mengembangkan model pembelajaran “Wisata Lokal” adalah Analysis, define, Design, Development, Implementation, delivery, dengan selalu memperhatikan potensi lingkungan  yang ada. Memberi penguatan pada tahap implementasi dengan kegiatan Quasi eksperimen. Pada setiap tahap R&D selalu dilakukan evaluasi PAI (Purphose, Activities, Interim Product). Paska tahap delivery,  dapat dijadikan sebagai landasan untuk dimulainya kegiatan analisis yang baru,  baik pada mapel yang lain, bentuk kegiatan lainnya (semisal pelatihan), atau perbaikan terhadap model ini.   Kata kunci: model pembelajaran, wisata lokal, sains, pendekatan, R&D.
REMAP RT (Reading Concept Map Reciprocal Teaching) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Mar’atus Sholihah; Siti Zubaidah; Susriyati Mahanal
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking is one of the skills that students must have to solve a problems in everyday life appropriately. Critical thinking skills have not been empowered well in learning process. That’s skills can be empowered with specific learning models, that was Remap RT (Reading Concept Map Reciprocal Teaching) learning model. The research objective to empower critical thinking skills of first grade students of high schools on the course from Biology by applying Remap RT. The type of research was quasi-experimental research with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The sample was the students of X MIA 2 and X MIA 4 in SMAN 2 Batu. Student’s critical thinking skills were measured using an essay test that scored by rubric of critical thinking skills integrated with an essay test. Data were analysis using Anacova test. The results showed Remap RT learning model influence on students' critical thinking skills. Students that learned with Remap RT learning model have critical thinking skills increased by 147.49%, while students that learned with conventional learning-based scientific approaches to increase critical thinking skills by 111.02%.  Based on the results, we can conclude that Remap RT learning model has a higher potential in improving students' critical thinking skills than conventional learning-based scientific approach, because of the Remap RT syntax have potential to develop critical thinking skills.Keywords:      Critical thinking skills, Remap RT 
Improving Critical Thinking Ability and Scientific Attitude Students through the Combine Methods of Inquiry and Reciprocal Teaching on the Material Excretion Systemat 11th Natural Science 5 Class Senior High School 7 Kediri Academic Year 2014-2015 Lestari, Ivayatul Lailil; Utami, Budhi; Budhiretnani, Dwi Ari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provide direct experience for students to find, critical thinking and answer a scientific phenomenon is very important, especially in learning biology. However, the reality on the ground is not case, the result of interviews and observations of students and teachers of biologi at Senior High School 7 Kediri in the 11st natural science class scientifically known that learning is still rarely performed and critical thinking skills of student still low, because learning still tends to be centered on the teacher, while students follow what the teacher taught only. So this study, researches aims to improvecritical thinking skillsandscientific attitudeof students throughthe combine methods of inquiry and reciprocal teaching canon the materialexcretion systemat11st natural science 5 class Senior High School 7Kediri, academic year2014/2015.The method usedin this researchis a Class Action Research (CAR) which consists of 2 cycle each have four in phase, it’s planning, implementation, observation and reflection. The research instrument used is questionnaires and tests.The results showed that in cycle 1 of critical thinking skills obtained from the evaluasion test results show the average value of attainment at 81 and increase in cycle II becomes 85. The results scientific attitudeobtained from 5 aspects, it’s curiosity, flexible attitude, critical attitude, honest attitude and accuracy.  In cycle I coriusity of students 49% increase in cycle II becomes 70%, attitude flexible of 72% becomes 76%, critical attitude of  73% becomes 78%, honest attitude  of 63% becomes 66% and accuracy aspects of 40% becomes 58%. Based on the research data it can be concluded that the combine methods of inquiry and reciprocal teaching can improvecritical thinking skillsandscientific attitudeof students on the materialexcretion systemat11st natural science 5 class Senior High School 7Kediri, academic year2014/2015.Keywords: Scientific Attitude, Inquiry, Reciprocal Teaching
PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SAINS DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER Rustaman, Nuryani Y
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Proses membangun karakter berlangsung terus menerus dan seyogianya dilakukan melalui pendidikan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses tersebut memerlukan upaya serius untuk merealisasikannya secara terencana. Studi tentang pembangunan karakter dapat ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya melalui pembelajaran bidang studi tertentu, melalui pengembangan kemampuan berpikir; mengintegrasikan domain kognitif, afektif dan psikomotor; memfokuskan pada ipteks dan imtaq, dan pengembangkan sikap ilmiah. Pembangunan karakter melalui pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu alternatif dalam pendidikan sains. Kecerdasan majemuk juga meru-pakan salah satu wahana yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Kebiasaan berpikir (habits of mind) sebagai perilaku cerdas jauh lebih penting dibandingkan dengan membekalkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik melalui pendidikan sains. Habits of mind dalam arti perilaku cerdas dapat dilatihkan dan diukur pencapaiannya. Semua itu dimungkinkan apabila pendidikan sains menekankan pembelajaran berbasis inkuiri dan didukung dengan penerapan asesmen otentik dan asesmen formatif.  Penelitian sains yang menekankan asesmen formatif menjadi bidang yang menarik untuk diteliti, karena berbeda dengan asesmen sumatif yang lebih menekankan hasil belajar (assessment of learning), asesmen formatif justru mendorong peserta didik untuk belajar (assessment for learning).   Kata kunci : Keterampilan berpikir tingkat tinggi, habits of mind, pendidikan sains, pembangunan karakter, kecerdasan majemuk

Page 79 of 124 | Total Record : 1234