cover
Contact Name
Muhammad Yacob
Contact Email
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Phone
+6285290749355
Journal Mail Official
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Jalan Darussalam No.47, Desa Hagu Selatan
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe
ISSN : 25283391     EISSN : 27763153     DOI : https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1
Core Subject : Health,
Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami adalah sebuah jurnal jurnal ilmiah bidang pendidikan keperawatan berbasis islami, memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dngan keperawatan medis dan penanganan pasien dengan pendekatan ilmu keperawatan yang dipadukan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran sebagai mana yang dipelopiri oleh ibnu sina. Semua publikasi di Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun
Articles 83 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Tersedak Pada Balita Wahyuni, Liza; Afzal, Muhammad; Rahayu, Inong Sri
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.72

Abstract

Salah satu kejadian yang sering terjadi pada anak usia dini adalah tersedak. Hal ini dikarenakan masuknya benda asing seperti makanan, mainan, logam, kelereng, dan lain-lain yang masuk kedalam jalan nafas atas sehingga menimbulkan kegawatan pada sistem pernafasan. Orang tua masih belum mengetahui dampak tersedak dan menganggap tersedak kejadian yang sepele dan bukan kejadian gawat darurat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua khususnya dalam mekanisme, teknik penanganan back blows, chest trust dan Heimlich maneuver di Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan cross sectional dengan populasi sebanyak 586 orang, dan sampel yang didapat 112 sampel dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang telah di uji reliabilitas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ibu dengan pengetahuan tinggi sebanyak 19 orang (17,0%), pengetahuan sedang 62 orang (55,4%) dan pengetahuan rendah sebanyak 31 orang (27,7%). Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar ibu memiliki pengetahuan sedang dalam penanganan tersedak pada balita. Diharapkan ibu dapat lebih meningkatkan pengetahuan untuk menangani terjadinya tersedak pada anak.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Pertolongan Pertama Keracunan Pada Anak Usia Sekolah Jufrizal, Jufrizal; Annisa, Annisa
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.73

Abstract

Keracunan makanan banyak dijumpai pada anak-anak yang disebabkan oleh perilaku ingin tahu dan bereksplorasi terhadap lingkungan dan ini menyebabkan kegawatdaruratan dan berdampak pada kematian. Pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan sangat dibutuhkan oleh siswa agar dapat melakukan pertolongan pertama pada keracunan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan tentang pertolongan pertama keracunan antara lain: usia, jenis kelamin, sumber informasi dan pengalaman dalam menangani keracunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan bantuan pengetahuan pertama keracunan pada anak usia sekolah. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 89 yang memenuhi kriteria inklusi, alat ukur menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji person chi square . Hasil penelitian ini diperoleh Tidak ada hubungan usia dengan pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.167). Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.051). Tidak ada hubungan sumber informasi dengan pengetahuan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.065). Tidak ada hubungan pengalaman dengan pertolongan pertama pada keracunan ( P-value = 0.055). Disarankan kepada siswa agar lebih aktif lagi untuk mencari sumber informasi tentang keracunan yang nantinya akan berdampak pada pertolongan pertama pada keracunan.
Penggunaan obat tradisional untuk menurunkan tekanan Darah pada lansia : Pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional untuk menurunkan tekanan Darah pada lansia dengan hipertensi Agusri, Agusri; Andala, Sri; Safitri, Mirna; Nurlis, Nurlis
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.74

Abstract

Penyakit degeneratif banyak ditemukan pada usia lanjut, salah satunya yaitu hipertensi. Jika terapi non-farmakologi pada penderita tidak berhasil maka harus diatasi dengan terapi farmakologi yaitu terapi menggunakan obat baik obat kimia maupun obat tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi berjumlah 64 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan di analisa dengan menggunakan univariat. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Hasil analisa data univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang penggunaan obat tradisional untuk menurunkan tekanan darah yaitu sebanyak 42 responden (66,7%).
Peninjauan Isi Bahan Kimia Obat Prednison Dan Deksametason Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis : Peninjauan Isi Bahan Kimia Obat Prednison Dan Deksametason Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Hersa, Mutiara; Chasanah, Eneng Uswatun; Octaviela, Tyara; Maelaningsih, Firdha Senja
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.76

Abstract

Pengobatan herbal ialah bahan tunggal ataupun gabungan komponen-komponen, misalnya tumbuhan obat alami, materi hewani, unsur-unsur dasar endapan alam, fraksi (pengobatan herbal), ataupun kombinasi komponen-komponen yang disebutkan. Kita berupaya melakukan pencegahan, pengobatan, dan pemeliharaan kesehatan. Pengobatan herbal dimanfaatkan oleh kelompok atau masyarakat karena masyarakat sangat tertarik dengan penggunaannya. Mereka menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) pada sediaan farmasi konvensional untuk mempercepat dampak terapeutik atau kemanjuran yang dijanjikan. Penyalahgunaan jamu yang mengandung BKO dapat menimbulkan dampak buruk yang serius. Artikel review ini mencoba memberikan ulasan yang lebih mendalam terhadap dua obat mengenai ada tidaknya steroid BKO dalam jamu. Penulis menggunakan sumber daya terkomputerisasi seperti Researchgate dan Google Scholar untuk melakukan tinjauan literatur. Tinjauan literatur yang mencakup sejumlah jurnal penelitian nasional dan internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun sebelumnya (2013-2023). Metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis) digunakan untuk menganalisis jamu yang memiliki kandungan zat aktif prednison dan deksametason. Didapatkan hasil dari beberapa jamu yang dianalisis terdapat kandungan zat aktif prednison dan deksametason.
Studi Komparasi Psychological Well-Being Pada Siswa Sekolah Menengah Atas dan Pesantren Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.77

Abstract

Sekolah yang berbasis pesantren memiliki beberapa perbedaan dengan sekolah umum, seperti perbedaan kurikulum, peraturan, sistem dan waktu pembelajaran, serta keterlibatan orang tua. Perbedaan ini berpengaruh pada psychological well-being siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi ada tidaknya perbedaan psychological well-being antara siswa sekolah berbasis pesantren dengan sekolah umum. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan cross-sectional study. Cluster random sampling digunakan sebagai metode teknik pengambilan sampel dan sekitar 262 siswa direkrut menjadi sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Psychological Well-Being Scale (PWBS) dengan 18 item pernyataan terdiri dari dimensi kemandirian, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Hasil analisis statistik Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan rata-rata skor PWBS siswa sekolah berbasis pesantren dan umum (U= 0,79; p > 0,05). Hal ini dapat dapat disimpulkan bahwa meskipun kedua model sekolah memiliki kurikulum, sistem, dan waktu pembelajaran yang berbeda, namun dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik siswa yang hampir sama. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih luas dengan melibatkan sampel di beberapa sekolah umum dan pesantren
Penerapan Terapi Musik Klasik Dalam Perawatan Pasien Skizofrenia Dengan HalusinasiPendengaran: Sebuah Studi Kasus Aiyub, Aiyub
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.78

Abstract

Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap objek objek atau stimulus dari luar. Salah satu tipe yang sering dialami pasien adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran merupakan suatu kondisi dimana pasien mendengar suara yang membicarakan, mengejek, menertawakan, mengancam, atau memerintahkan untuk pasien melakukan sesuatu. Perawat sebagai bagian dari tim kesehatan bertanggung jawab memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi di rumah sakit melalui penerapan strategi pelaksanaan untuk membantu pasien mengenali halusinasi, mengetahui cara mengontrol halusinasi (menghardik, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal). Selain itu perawat juga dapat memberikan terapi tambahan berupa terapi musik klasik. Studi kasus ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan secara menyeluruh dengan terapi musik klasik sebagai terapi tambahan sehingga pasien menjadi lebih relak dan nyaman. Asuhan keperawatan dan terapi tambahan dilakukan selama enam hari, dengan hasil yang dicapai adalah: pasien menunjukkan penurunan tanda dan gejala halusinasi, mampu mempraktikkan kembali strategi pelaksanaan yang sudah diajarkan, lebih tenang, dan pikirannya menjadi teralihkan dari halusinasinya. Direkomendasikan agar perawat di Rumah Sakit Jiwa dapat memberikan berbagai bentuk terapitambahan disamping strategi pelaksanaan yang sudah rutin dilakukan.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Hygiene Dan Sanitasi Pada Pekerja Pada Pabrik Roti di Kabupaten Pidie Maifrizal
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.84

Abstract

ABSTRAK Sanitasi merupakan hal terpenting dalam industri pengolahan bahan pangan untuk memperoleh produk pangan yang aman dan sehat sedemikian banyak lingkungan kita yang baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan suplai makanan manusia. Hal ini sudah disadari sejak awal sejarahkehidupan manusia dimana usaha-usaha pengawetan makanan telah dilakukan seperti penggaraman, pengasinan, dan lain-lain. Dalam industri roti, sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan secara aseptik dalam persiapan, pengolahan dan pengkemasan produk pangan; pembersihan dan sanitasi lingkungan pabrik serta kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hygiene dan sanitasi pada pekerja di pabrik roti di Desa Ceurih Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan jumlah Sampel penelitian ini adalah pekerja pabrik sebanyak yaitu 34 orang. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Tempat penelitian ini dilakukan pada Pabrik Simas Desa Cuerih Kecamatan Delima Kabupaten Pidie pada tanggal 28 Desember 2018 sampai 03 januari 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pendidikan (P-Value=0,003), masa kerja (P-Value=0,005). sikap (P-Value=0,001). fasilitas sanitasi (P-Value=0,004). APD (P-Value=0,004) dengan hygiene dan sanitasi di Pabrik Roti Simas Kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Diharapkan kepada karyawan untuk bisa lebih fokus dalam memperhatikan proses produksi roti, yang dalam proses produksinya banyak menyebabkan karyawan kurang profesional dalam bekerja. Bagi pekerja perlu memperhatikan hygiene dan sanitasi karena dalam berkerja berhubungan dengan pendidikan, masa kerja, sikap, fasilitas sanitasi dan APD. Kata Kunci: Hygiene, Sanitasi, Pendidikan.
Hubungan Beban Kerja Dengan Burnout Syndrome Pada Perawat Di Kota Lhokseumawe Wahyuni, Liza
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.88

Abstract

Melayani pasien merupakan tuntutan dan beban kerja yang tinggi, seperti pekerjaan rutin, jadwal kerja yang ketat, tanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan orang lain, hal ini menyebabkan terjadinya burnout syndrome pada perawat. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM 07.01 Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 77 Perawat rawat inap, dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat, uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kuesioner MBI-HSS. Penelitian ini telah dilaksakan pada tanggal 10- 14 Juli 2023 di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM 07.01 Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0.324, yang berarti tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM Lhokseumawe. Diharapkan kepada responden agar menetapkan batasan jam bekerja, istirahat jika lelah, dan melakukan usaha yang optimal dalam pekerjaannya.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Melakukan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Melitus Maulinda, Desna
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.92

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol rutin adalah dukungan keluarga.Hal ini merupakan aspek penting untuk mempertahankan kesehatan penderita Diabetes Melitus dan mencegah komplikasi. Seseorang dikatakan patuh apabila melakukan pemeriksaan kadar gula darah, konseling tentang Diabetes Melitus dan pengambilan obat minimal sekali dalam satu bulan pada tiga bulan terakhir.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin di Puskesmas Mon Geudong kota Lhokseumawe.Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan teknik pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Kontrol Rutin.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderitayang sedang menjalani pengobatan ke puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe dari periode Februari hingga Juli 2022 berjumlah 192 penderita.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang.Alat ukur yang digunakan kuesioner dan analisa data yang digunakan adalah analisa univariatdan bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita Diabetes Melitus dengan P-value sebesar 0,000<α = 0,05.Diharapkan bagi penelitian selanjutnya untuk mencari faktor lain yang memiliki hubungan dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita Diabetes Melitus seperti pendidikan, pengetahuan, usia, dan modifikasi lingkungan.
Hubunngan Kualitas Pelayanan Home Care Dengan Kepuasan Pasien Wahyuni, Liza
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.93

Abstract

Pelayanan home care pelayanan kesehatan yang dilakukan ditempat tinggal mereka untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga. Home care mengutamakan pemenuhan kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa melanggar kode etik dan standar mutu pelayanan profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian ini analitik dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 pasien yang menggunakan pelayanan home care di wilayah kerja puskesmas peusangan kabupaten bireuen dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner The Patient Satisfacation Questionnaire Short Form (PSQ-18) dan kuesioner kualitas pelayanan home care. Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan home care dengan kategori baik sebanyak (66.7%) dan kepuasan pasien pada kategori puas sebanyak (58.1%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p_value = 0.007 artinya terdapat hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Disarankan kepada pelayanan kesehatan sebagai pihak yang menyediakan pelayanan home care, agar meningkatkan kepuasan pasien dengan memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga membantu pasien mendapatkan kembali kesehatannya secara optimal melalui pelayanan home care yang diberikan oleh perawat.