cover
Contact Name
Muhammad Yacob
Contact Email
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Phone
+6285290749355
Journal Mail Official
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Jalan Darussalam No.47, Desa Hagu Selatan
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe
ISSN : 25283391     EISSN : 27763153     DOI : https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1
Core Subject : Health,
Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami adalah sebuah jurnal jurnal ilmiah bidang pendidikan keperawatan berbasis islami, memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dngan keperawatan medis dan penanganan pasien dengan pendekatan ilmu keperawatan yang dipadukan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran sebagai mana yang dipelopiri oleh ibnu sina. Semua publikasi di Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun
Articles 83 Documents
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELF EFFICACY PADA ANAK REMAJA : lingkungan sosial terhadap self efficacy suriani; Alhuda; Dedy Ahmady; Roslaini
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 7 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v7i2.46

Abstract

The social environment is one that influences a person to take action and changes for each individual. Self-efficacy continues to develop and can change with increasing age, increasing experience and expanding the social environment. Children begin to learn from the environment and their friends at play. The process of forming self-efficacy at school age is cognitively formed and developing. The general objective is to identify the influence of the social environment on self-efficacy in adolescents at SMP N 7 Baktiya, kabupaten Aceh Utara. This type of research is analytic, the design used is a cross-sectional study. Total population is 59 students of SMP N 7 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. The sample used is total sampling. The results obtained p-value 0.051 by doing the Chi-square test. There is no relationship between the influence of the social environment on self-efficacy in adolescents at SMP N 7 Baktiya Kabupaten Aceh Utara. Researcher's suggestions increase knowledge about the influence of the social environment, school environment and self-efficacy on adolescents. Increase the number of variables studied, increase the number of samples for the sake of enriching scientific knowledge and so on.
MEKANISME KOPING WANITA PREMENOPAUSE Mariyati; Nurul Fazila2; Inong Sri Rahayu3; Ida Suryawati
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 7 No. 1 (2022): Juni2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v7i1.52

Abstract

Women's unpreparedness in dealing with Perimenopause signs and symptoms is one of the factors that can affect coping mechanisms. If a woman is not ready to face premenopause and the psychosocial environment does not provide positive support, then the woman's physical and mental health will be affected. This study aims to describe the coping mechanisms of premenopausal women. This study uses a descriptive research design. The population in this study were premenopausal women aged 45-50 years, totaling 100 people. Sampling using an accidental sampling technique with a target sample of 99.99% of the total population of 94 people. Data collection techniques using a questionnaire sheet. The results of univariate data analysis showed that the majority of respondents had threshold coping mechanisms, namely 60 respondents (63.8%), compared to 19 respondents (20.2%) who had maladaptive coping mechanisms, and only 15 (16.0%) respondents who had have adaptive coping mechanisms. The majority of premenopausal, have threshold coping mechanisms. So it is recommended to be able to improve coping mechanisms by implementing their knowledge related to premenopausal signs in the form of adaptive behavior to all signs and symptoms of premenopausal experienced.
PRILAKU SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP Ida Suryawati; Yudi Akbar; Cut Sri Wahyuni
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 7 No. 1 (2022): Juni2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v7i1.53

Abstract

Hypertension is one of the leading causes of death in the world. The prevalence of hypertension is increasing because of the ineffectiveness of hypertension self-care. Correct and well-managed self-care management is needed to maintain blood pressure stability and improve quality of life. This study aims to determine the relationship between self-care and the quality of life of hypertensive patients at the Nisam Antara Health Center in North Aceh. This is an analytical research project with a cross-sectional study approach. The population in this study was 920 people with hypertension. Sampling using stratified random sampling with a sample of 90 people using the Slovin formula The results of statistical tests using the Chi-square test showed that the p-value was 0.000 0.05, meaning that there was a significant relationship between self-care and the quality of life of hypertensive patients at the Nisam Antara Health Center in North Aceh. It is recommended to the respondents that they be able to maintain and increase their knowledge by looking for more references about self-care and regularly participating in several activities about hypertension self-care to improve their quality of life.
Hubungan Strategi Promosi Kesehatan Dengan Tingkat PHBS Pada Tatanan Rumah Tangga di Kecamatan Silih Nara Maihayati; Nababan, Donal; Manurung, Jasmen
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.43

Abstract

kebersihan Perilaku dan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran masing-masing sehingga setiap anggota keluarga atau keluarga dapat membantu dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Tujuan peneliti ini mengindentifikasi hubungan promosi kesehatan dengan perilaku hidup sehat. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analisis cross-sectional yaitu yang digunakan untuk melihat faktor hubungan sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan PHBS terbesar 41 orang (48,2%) berada pada kategori sehat II, 29 responden (34,1 %) pada kategori sehat IV, dan hanya ada 15 responden (17,6 %) yang berada pada kategori Sehat II, sedangkan strategi promosi kesehatan (advokasi) terbesar yaitu 44 responden (51,7%) bependapat kategori tidak baik, dan hanya ada 5 orang responden (5, 9%) yang mengklasifikasikan sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh angka nilai signifikansi dari variabel advokasi sebesar sig= 0,034 < 0,05, berdasarkan hasil uji korelasi yang diperoleh dari bina suasana sebesar sig= 0,045 < 0,05. Sedangkan berdasarkan hasil uji korelasi yang diperoleh dari pemberdayaan sebesar sig= 0,038 < 0,05.
Gambaran Pola Asuh Ibu dan Kemampuan Berkomunikasi Anak Usia Prasekolah Pohan, Vivi Yosafianti; Yanto, Arief; Subekti, Titis
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.51

Abstract

Pola asuh adalah bagaimana cara orang tua memberikan stimulus sehingga anak dapat meniru. Pola pengasuhan yang diberikan orang tua berpengaruh terhadap proses perkembangan anak untuk kemampuan berkomunikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh ibu dan kemampuan berkomunikasi anak usia kehamilan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan satu dan lima menerapkan pola asuh demokratis, informan dua dan enam menerapkan pola asuh otoriter, informan tiga dan 4 menerapkan pola asuh permisif. Anak dengan pengasuhan demokratis memiliki kemampuan berkomunik'asi baik, anak dengan pengasuhan otoriter memiliki kemampuan berkomunikasi kurang baik dan anak dengan pengasuhan permisif memiliki kemampuan berkomunikasi baik. Pola pengasuhan yang diberikan orang tua berpengaruh terhadap kemampuan berkomunikasi anak. Anak dengan pola pengasuhan demokratis memiliki pribadi yang spektakuler, percaya diri, bijaksana dan mampu mengungkapkan keinginannya. Anak dengan pola pengasuhan permisif memiliki pribadi yang mudah bergaul dengan teman-temannya dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya. Anak dengan pola pengasuhan otoriter memiliki pribadi yang pendiam, mudah marah dan menangis. Saran: Ibu sebaiknya mengetahui pola asuh apa yang akan digunakan ketika melakukan mengasuh kepada anaknya.  
Permasalahan Psikologis Pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Amni, Rahmalia; Yudi Akbar
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.54

Abstract

Pasien PPOK mengalami perubahan fisiologis akibat inflamasi di paru-paru sehingga menyebabkan sesak nafas atau dyspnea yang bersifat persisten dan progresif. Kondisi ini dapat memicu timbulnya permasalahan psikologis, berupa kecemasan maupun depresi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran permasalahan psikologis (kecemasan) yang dialami pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional . Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien PPOK di Puskesmas Wilayah Kerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling dengan jumlah sampel yang didapat sebanyak 65 responden. Instrumen penelitian yang digunakan kuesionerSkala Peringkat Hamilton untuk Kecemasan (HARS). Data secara dijelaskan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia >65 tahun (36,9%), jenis kelamin laki-laki (63,1%), pendidikan menengah (49,2%) dan tidak bekerja (29,2%). Tingkat kecemasan responden sebagian besar berada dalam kategori ringan (49.2%) dan sebagian lainnya mengalami kecemasan sedang (32,8%) serta kecemasan berat (16,9%). Penting bagi pemberi pelayanan kesehatan melakukan pengkajian permasalahan psikologis pada pasien PPOK, sehingga berbagai upaya penanganan dapat diterapkan sesedini mungkin.
Koordinasi Kerja Kepala Ruangan Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Riski Dian Ardianti; Rahmi, Aulia; Zuhra, Meutia
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.55

Abstract

Proses koordinasi di ruang rawat inap seperti sulitnya mengatur perawat dan ketidaksamaan keinginan antara atasan dan pelaksana masih serinf terjadi dan harus segera diatasi dengan cara memberikan pengetahuan tentang keorganisasian dalam pelaksanaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui koordinasi kerja kepala ruangan pada perawat di ruang rawat inap rumah sakit umum. Jenis penelitian ini deskriptif Analitik . Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berjumlah 147 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Convenience Sampling. Pada hasil penelitian data karakteristik responden ditemukan responden paling banyak berada pada rentang usia 26-35 Tahun sebanyak 67 (45.6%), paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 106 (72.1%), tingkat pendidikan paling banyak Diploma III yang dilindungi sebanyak 66 (44.9%) , pengalaman bekerja paling >2 Tahun sebanyak 80 (54.5%), koordinasi frekuensi tertinggi responden berada pada kategori koordinasi baik sebanyak 88 (59,9%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa koordinasi kerja kepala ruangan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menuju profesionalisme perawatan. Kepala ruangan yang melaksanakan peran koordinasi mempunyai peranan penting menjaga stabilitas pelayanan pemeliharaan untuk tetap membimbing, mendampingi, memotivasi dan memperhatikan pemeliharaan administrasi.
Pengaruh Terapi Senam Otak Dalam Meningkatkan Memori Jangka Pendek pada Lansia Demensia di Desa Mibo Wilayah Kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh -, Puji Astuti; Risaharti
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.56

Abstract

Senam otak merupakan latihan yang terangkai dari gerakan tubuh yang dinamis yang memungkinkan terjadinya keseimbangan aktivitas kedua bagian otak secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh senam otak ( brain gym ) terhadap memori jangka pendek pada lansia di Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study . Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. mengukur data hasil penelitian yang ditabulasikan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam otak, responden yang mengalami gangguan memori jangka pendek level rendah sebanyak 1 responden (20%) dan responden yang mengalami gangguan memori jangka pendek level kurang dari cukup sebanyak 4 responden (80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan senam otak terlihat adanya peningkatan tingkat memori jangka pendek pada responden, dari level rendah menjadi level kurang dari cukup sebanyak 1 responden (20%) dan level kurang dari cukup menjadi level cukup sebanyak 4 responden (80%). Hal tersebut menunjukkan bahwa senam otak ( brain gym ) berupaya terhadap peningkatan memori jangka pendek pada lansia di Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
Kondisi Analisis Hubungan Sosial Budaya Dan Kebiasaan Buang Air Besar Terhadap Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Ie Alang Kuta Baro Aceh Besar Masyudi; Yuliani Safmila; Riski Muhammad; Burhanuddin Syam; Evi Dewi Yani
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.58

Abstract

Kondisi kehidupan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang masih adanya masyarakat yang buang air besar sembarangan disebabkan karena faktor geografis tempat tinggal warga yang dekat dengan sungai, masyarakat merasa nyaman untuk BAB sembarangan di sungai dari pada BAB di jamban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Penelitan ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh penduduk yang menetap di wilayah kerja Puskesmas Ie Alang dengan jumlah 596 KK, dengan jumlah 86 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Bivariat chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui variabel sosial budaya p=0,000˂0,05, dan kebiasaan p=0,000˂0, 05 menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap pembuangan air besar sembarangan. Saran peneliti diharapkan kepada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Ie Alang agar meningkatkan kesadaran melakukan aktivitas BAB di jamban dengan membangun jamban yang sederhana.
Hubungan Gaya Hidup Lansia dengan Kejadian Rheumatoid Artritis Agusri; Sri Andala; Suryawati, Ida; Lidani
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.60

Abstract

Rheumatoid arthritis penyakit inflamasi yang bersifat sistemik, progresif, cenderung kronis, yang bersifat menyerang berbagai sistem organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan gaya hidup lansia dengan kejadian rheumatoid arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Peudawa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional study. Populasi seluruh lansia sebanayak 422 orang. Dengan menggunakan teknik Accidental Sampling pada 40 responden dengan menggunakan kuesioner. Hasil Analisa data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan 0,05 menunjukkan ada hubungan gaya hidup lansia dengan kejadian rheumatoid arthritis dengan p-value0,001< 0,05. Disarankan agar dapat menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit rheumatoid arthritis dan bagi responden yang sudah menderita rheumatoid arthritis agar tidak kambuh kembali.