cover
Contact Name
Muhammad Yacob
Contact Email
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Phone
+6285290749355
Journal Mail Official
yacobtarigan@stikeslhokseumawe.ac.id
Editorial Address
Jalan Darussalam No.47, Desa Hagu Selatan
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe
ISSN : 25283391     EISSN : 27763153     DOI : https://doi.org/10.54460/jifa.v6i1
Core Subject : Health,
Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami adalah sebuah jurnal jurnal ilmiah bidang pendidikan keperawatan berbasis islami, memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dngan keperawatan medis dan penanganan pasien dengan pendekatan ilmu keperawatan yang dipadukan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran sebagai mana yang dipelopiri oleh ibnu sina. Semua publikasi di Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun
Articles 83 Documents
Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Mualim, Azhar
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.96

Abstract

Perawatan kaki salah satunya SPA diabetik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sirkulasi darah perifer sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian adalah semua pasien diabetes mellitus berjumlah 604 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 15 orang dan tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 13 Juli – 13 Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden (73,3%), Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden (66,7%), Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus dengan nilai P-value 0,000 menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan t-tabel = 2,145. Sehingga dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Saran: Diharapkan bagi responden dengan adanya penelitian ini memberikan informasi tentang Efek dari SPA Kaki Diabetik dapat memperbaiki sensitifitas kaki. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk pengobatan non farmakologis sensitifitas kaki pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko neuropati serta dapat mencegah komplikasi yang berakibat ulkus diabetik maupun amputasi.
Pengetahuan Dan Sikap Perawat Pelaksana Dalam Memberikan Discharge Planning Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibnu Sina Kabupaten Pidie Ismutania, Ismutania
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.97

Abstract

Latar belakang: discharge planning pasien dapat memberikan motivasi untuk mencapai kesembuhan, dapat memberikan dampak terhadap pemendekan lama perawatan pasien di rumah sakit, menurunkan anggaran kebutuhan rumah sakit, menurunkan angka kekambuhan, dan memungkinkan intervensi rencana pulang dilakukan tepat waktu. Tujuan: ntuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap perawat pelaksana tentang discharge planning di Ruang Rawat Inap RSU. Ibnu Sina Kabupaten Pidie. Metode: menggunakan desain penelitian deskriptif untuk melihat gambaran pengetahuan dan sikap perawat dalam memberikan discharge planning. Sampel yang digunakan sebgaai 32 perawat dengan menggunakan metode sampling yaktu total sampling. Hasil penelitian: gambaran pengetahuan perawat tentang discharge planning ialah kategori baik sebanyak 18 orang (56,3%), kategori cukup sebanyak 10 orang (31,2%), dan kategori kurang sebanyak 4 orang (12,5%). Selanjutnya, gambaran sikap perawat dalam melaksanakan discharge planning ialah kategori sikap positif sebanyak 21 orang (65,6%), kategori sikap negatif sebanyak 11 orang (34,4%). Saran: disarankan kepada perawat agar dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai sumber informasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien, bukan hanya pada saat pasien datang ke rumah sakit tetapi juga pada saat pasien akan pulang juga harus diberikan discharge planning sehingga tingkat kemandirian pasien menjadi lebih baik
Hubungan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Penyembuhan Luka Diabetik Maulidya, Riski
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.98

Abstract

Kepatuhan terhadap diet makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien DM setiap hari untuk menjaga kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan luka, berupa 3J yaitu : tepat jadwal, tepat jenis dan tepat jumlah. Ketidakpatuhan diet pada akhirnya dapat memperburuk kondisi pasien dan dapat menimbulkan komplikasi. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 49 responden dan menggunakan alat ukur food recall dan lembar ceklis obeservasi luka. Analisa data menggunakan uji statistic dengan kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji statistic chi-square diperoleh nilai p-value = 0.000 < α (0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik perawatan luka Alhuda Wound Care.Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet pasien DM dengan proses penyembuhan luka diabetik, dimana semakin tidak patuh pasien DM terhadap dietnya maka penyembuhan luka akan semakin lambat.
Efikasi Pemberian Makanan Fungsional Ekstrak Buncis Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah penderita Diabetes Mellitus Zulfan; Itsnatani Salma; Evi Maisara; Lia Arsyina; Khayatol Fadhillah
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.94

Abstract

Diabetes Melitus merupakan non communicable disease (NCDs) yang prevalensinya meningkat di dunia. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan komponen aktif pangan yang banyak terdapat di dalam buncis. Tujuan penelitian untuk mengetahui efikasi pemberian makanan fungsional buncis terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe II. Penelitian  bersifat eksperimental dengan rancangan pretest dan postest. Penelitian dilaksanakan  di Wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Populasi yaitu  seluruh penderita diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 15 kelompok yang diberikan ekstrak buncis dan 15 kelompok yang diberikan sirup rendah energi sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan  tentang identitas penderita,  kadar gula darah sebelum diberikan perlakuan dan  setelah diberikan perlakuan.  Analisa data menggunakan uji statistik Dependent dan Independen T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dikatakan bermakna jika (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II setelah diberikan ekstrak buncis sebesar 41,9 gr/dl, sementara yang diberikan sirup rendah energi turun sebesar 3,5 gr/dl. Sehingga selisih penurunan sebesar 25,1 gr/dl antara ekstrak buncis dengan sirup rendah energi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Millitus tipe II. Diharapkan penderita Diabetes melitus dapat menggunakan estrak buncis untuk menurunkan kadar gula.   
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus Noviana, Laina; Sarah Nadiya; Abrar; Novia Rizana
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.99

Abstract

Neuropati merupakan sekelompok penyakit yang mempengaruhi semua jenis saraf. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat adanya neuropati diabetik adalah senam kaki diabetik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap respon neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Desain penelitian ini bersifat Quassy experiment, dengan perancangan One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus sebanyak 32 pasien. Jumlah sampel sebanyak 32 responden ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa respon neuropati sebelum dilaksanakan senam kaki diabetik (PreTest) berada pada kategori neuropati sebesar 93.8% dan respon neuropati sesudah dilaksanakan senam kaki diabetik (PostTest) berada pada kategori normal sebesar 71.9%. Hasil nilai p-value= 0.000<0.05, hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap respon neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Kesimpulan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan dapat menambah pengetahuan bagi pasien tentang tata cara/tata laksana senam kaki sehingga dapat dilakukan secara mandiri dirumah masing-masing pasien.
Penanganan Masalah Keperawatan Hipervolemia dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien dengan Sirosis Hepatis: Studi Kasus Riski Amalia; Pera Sasmita; Nani Safuni
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sirosis hepatis adalah penyakit kronis yang berlangsung progresif yang menyerang jaringan hati sehingga menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan gangguan pada fungsi hati. Di Indonesia paling sering terdiagnosa sirosis hepatis adalah hepatitis B sebesar 40-50% kasus. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengaplikasikan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º dan teknik batuk efektif terhadapa Tn. A dengan hipervolemia dan bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil pengkajian didapatkan bahwa Tn. A. mengalami nyeri pada abdomen kanan bawah, asites, terdapat udema pada ektremitas bawah, lemas, sesak napas, adanya bunyi ronkhi, batuk berdahak, menggunakan otot bantu pernapasan (diafragma) dan pasien kesulitan mengeluarkan sputum. Implementasi yang sudah diberikan yaitu melakukan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º, dan teknik batuk efektif. Dari hasil implementasi didapatkan hipervolemia belum teratasi dikarenakan pasien masih asites. Diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian dikarenakan pasien sudah bisa melakukan teknik batuk efektif namun pasien masih batuk dan masih adanya bunyi ronkhi.
Penanganan Masalah Keperawatan Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Dengan Cedera Kepala Berat: Studi Kasus Riski Amalia; Annisa Ul Husna; Laras Chyntia Kasih
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.101

Abstract

Cedera Kepala Berat (trauma brain injury) merupakan  masalah kesehatan yang menjadi ancaman serius bagi penderitanya.  Cedera kepala dapat menimbulkan pendarahan dan pembengkakan sehingga dapat menyebab peningkatan tekanan intrakranial dan akhirnya dapat menyebabkan kerusakan otak. Pasien dengan cedera  kepala berat juga dapat mengalami  perubahan  fisik dan psikologis, bahkan kematian. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada “Tn. M” dengan  Cedera  Kepala Berat di ruang saraf pria Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS E3M5Vx, agitasi, wajah meringis, luka dibagian punggung, serta kulit dan bibir kering. Intervensi  yang diberikan  berupa  head up 30 derajat, pemberian terapi murotal Al-Quran, pemberian terapi  luka dengan minyak zaitun, dan pemberian madu pada bibir pasien yang kering. Paska intervensi, pasien menjadi lebih tenang, sering tidur, luka mengering dan bibir tampak lembab. Diharapkan pada pasien dan keluarga dapat mengaplikasikan latihan  yang diajarkan  untuk mencegah  resiko terjadinya komplikasi dari cedera kepala berat.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Jeny Riska Vatica; Riska Nurrahmah; Rosi Gusmelly
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.102

Abstract

Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya yaitu peningkatan berat badan. Kontrasepsi suntik 3 bulan merangsang pusat pengendali nafsu makan dihipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada biasanya dan menurunkan aktivitas fisik,akibatnya pemakaian suntikan dapat menyebabkan berat badan bertambah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan. Jenis penelitian bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB Suntik 3 bulan dari penggunaan minimal 6 kali suntikan berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan ≥ 3 tahun yaitu sebanyak 30 orang (69,8%), mayoritas responden dengan kenaikan berat badan < 5 Kg yaitu sebanyak 22 orang (51,2 %). Kesimpulan pada penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan dengan nilai P-Value 0,001 (P ≤ 0,05). Saran pada penelitian ini diharapkan pada tenaga kesehatan agar berperan aktif dengan cara memberikan konseling atau pendidikan kesehatan tentang efek samping alat kontrasepsi suntik 3 bulan terutama efek samping tentang kenaikan berat badan selama pemakaian KB.
Karakteristik dan Kejadian Luka Bakar Pada Masyarakat Jufrizal; Niko Ari Arga
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.104

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan serius. Sebagian besar pasien yang mendapatkan perawatan karena luka bakar membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan biaya yang signifikan untuk perawatan, pengobatan, dan pemulihan fungsi tubuh, baik dari segi estetika maupun rekonstruksi. Dalam kehidupan sehari-hari siapapun berpotensi terhadap terjadinya luka bakar, bisa terjadi di lingkungan rumah maupun diluar lingkungan rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan kejadian luka bakar pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel 396 responden Masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Data disajikan dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan rerata usia adalah 39.66, jenis kelamin mayoritas perempuan 296 responden (74.7%), pendidikan didominasi tinggi berjumlah 318 responden (80.3%) dan pekerjaan 274 responden (69.2%) berada pada katagori IRT. kejadian luka bakar mayoritas pada katagori pernah 273 responden (68.9%) dan katagori tidak pernah 123 responden (31.1%) dan penyebab luka bakar mayorritas adalah karena thermal 364 responden (92%). Diharapkan kepada masyarakat agar mencari sumber-sumber informasi yang relevan, terutama informasi dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.
Cedera Kepala pada Lansia: Penyebab, Tingkat Keparahan, dan Gambaran Computed Tomography Scan Rahmalia Amni; Uci Nurcahya; Fikriyanti
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i2.105

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang secara global dan menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan seumur hidup bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab, tingkat keparahan, dan gambaran CT Scan pada pasien lansia yang mengalami cedera kepala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 21 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,4% responden berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata 69,29 tahun dan SD 7,163. Mayoritas penyebab cedera kepala adalah jatuh (66,7%), dengan tingkat keparahan berupa cedera kepala ringan (GCS 13-15), serta hasil Gambaran CT Scan paling umum adalah lesi multiple (28,6%) dan Subdural Hematoma (23,8%). Disarankan kepada para lansia agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas demi mencegah terjadinya jatuh yang berisiko mengakibatkan terjadinya cedera kepala serta berbagai cedera lainnya.