cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 182 Documents
Efektifitas tiga ekstrak tumbuhan dalam menekanan intensitas serangan hama Riptortus Linearis Fab pada tanaman kedelai Eka Sudartik
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.287

Abstract

Salah satu hama yang paling mengkhawatirkan pada pertanaman kedelai di Sulawesi-Selatan yaitu Riptortus linearis ( Kepik penghisap polong) merupakan hama yang tergolong dalam ordo Hemiptera famili Alydidae tersebar di seluruh sentra pertanaman kedelai dan kacang hijau Keberadaan hama pada pertanaman kedelai merupakan kendala dalam memajukan usaha pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan tiga ektrak tumbuhan yang berasal dari daun nimba, mahoni,dan tehprosia sebagai insektisida nabati terhadap aspek intensitas serangan hama R linearis. Penelitian ini terdiri dari 7 perlakuan yaitu ekstrak segar tanaman daun nimba, ekstrak segar tanaman daun tephorisa, ekstrak segar daun mahoni, ekstrak fermentasi daun nimba, ekstrak fermentasi daun tephorisa, dan ekstrak fermentasi daun mahoni selanjutnya perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 21 unit satuan percobaan dan masing-masing perlakuan menggunakan konsentrasi aplikasi sebesar 25 % .Penelitian ini menunjukkan bahwa pada perlakuan ekstrak berbeda nyata dengan kontrol. Pada perlakuan ekstrak segar daun nimba dapat menekan jumlah intensitas serangan R linearis sebesar 4,89 %, ekstrak segar daun mahoni sebesar 5,64%, ekstrak segar daun tephorisa sebesar 5,56 %, ekstrak fermentasi daun nimba 3,00%, ekstrak fermentasi daun mahoni 4,45%, ekstrak fermentasi daun tephorisa 4,91%, kontrol 9,64%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak fermentasi daun nimba dapat menekan jumlah intensitas serangan hama R Linearis.
ANALISIS ORGANOLEPTIK PRODUK KALDU BUBUK INSTAN DARI EKSTRAK IKAN MALAJA (Siganus canaliculatus) Erni Firdamayanti; Gita Srihidayati
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 2 (2021): PERBAL : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v9i2.1583

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mendapatkan formulasi terbaik untuk memperoleh kaldu bubuk instan dari ekstrak ikan Malaja (Siganus canaliculatus) yang memiliki sifat sensori yang disukai berdasarkan rasa, aroma, warna dan tekstur. Lokasi penelitian di Rumah Produksi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Pertanian Terpadu Universitas Cokroaminoto Palopo, Kota Palopo. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan melihat hasil uji orgaloptik oleh panelis berdasarkan kuesioner. Penelitian terdiri atas 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Adapun formulasi yang digunakan adalah kaldu  ikan Malaja + tepung terigu sebagai bahan pengisi.  Kaldu  ikan Malaja 60 % + tepung terigu 40 %, kaldu  ikan Malaja 70 % + tepung terigu 30 % dan kaldu  ikan Malaja 80 % + tepung terigu 20 %. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa formulasi terbaik dari segi warna, aroma, rasa, tekstur berada pada  formulasi perlakuan II yakni kaldu ikan Malaja 70 % + tepung terigu 30 % dengan skor rata-rata suka. Kata kunci: kaldu bubuk, ekstrak ikan Malaja, Siganus canaliculatus
Pengaruh pemberian hormon tumbuh dan diameter stek terhadap pertumbuhan stek jeruk nipis tanpa biji (citrus aurantifolis s) ANDI HERAWATI
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.717

Abstract

This study aims to determine the effect of growth hormone and diameter cuttings seedless lime (Citrus aurantifolis S). This research conducted experiments using a randomized block design (RAK) are arranged in a factorial of two factors. The first factor is the growth hormone (H) and the second factor is the cutting diameter (D). The results showed that growth of hormone Rootone-F with diameter cuttings 0.7 cm and interactions gives the best effect on the growth of seedless lemon cuttings. Keyword : Growth Hormone, Diameter Cuttings, Seedless Lime
Pemanfaatan Pupuk Organik Dan Arang Sekam Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terong (Selanum Melogena L.) Wakifatul Hisani; Herman Herman
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v7i2.1378

Abstract

Salah satu upaya untuk mendapatkan hasil tanaman terung yang optimum yaitu dengan melakukan teknik budidaya tanaman terung yang baik dan penggunaan pupuk yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh dari penelitian ini sebanyak 24 unit satuan percobaan. Adapun perlakuannya terdiri dari: P0: Tanpa perlakuan (kontrol), P1: Arang sekam padi 100 gram + POC kotoran kerbau 10 ml/200 ml air, P2: Arang sekam padi 150 gram + POC kotoran kerbau 15 ml/200 ml air, P3: Arang sekam padi 200 gram + POC kotoran kerbau 20 ml/200 ml air, P4: Arang sekam padi 250 gram + POC kotoran kerbau 25 ml/200 ml air, P5: Arang sekam padi 300 gram + POC kotoran kerbau 30 ml/200 ml air. Hasil penunjukkan bahwa dosis POC kotoran kerbau dan arang sekam padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, berat buah dan panjang buah. Hasil terbaik untuk tinggi tanaman terdapat pada perlakuan P3, sedangkan hasil terbaik untuk jumlah daun,jumlah buah terlihat pada perlakuan P4. Hasil terbaik untuk berat buah dan panjang buah terlihat pada perlakuan P5. Kandungan nitrogen dalam kotoran kerbau cukup tinggi sehingga memungkinkan dapat memberikan tambahan kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Kata kunci: Arang Sekam Padi, Pupuk organik, Pertumbuhan, Produksi.
Pengaruh Berbagai Takaran Pupuk Kandang Ayam dan Dosis NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Muhammad Yusuf Idris
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2015): 2015
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.74

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kurrusumanga Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu, yang berlangsung mulai April Sampai Juni 2014. Tujuan dan kegunaan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kakao sehingga menjadi bahan informasi utamanya dalam pengembangan bibit kakao. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun, menurut pola factorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : faktor pertama takaran pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu K0 (tanah tanpa pupuk kandang), K1 (tanah dengan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1), K2 (tanah dengan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:2). Faktor kedua dosis pupuk NPK (Y) yang terdiri dari 5 taraf yaitu Y0 (Tanah tanpa pupuk NPK), Y1 (2,0 g pupuk NPK/polybag), Y2 (4,0 g pupuk NPK/Polybag), Y3 (6,0 g pupuk NPK/Polybag), Y4 (8,0 gr pupuk NPK/polybag. Hasil percobaan menunjukkan bahwa takaran pupuk kandang ayam yang memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan bibit kakao adalah pemberian dengan perbandingan tanah dan pupuk ayam 1 : 2. Sedangkan untuk dosis pupuk NPK yang memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bibit kakao adalah 8 g/tanaman. Interaksi perlakuan antara pupuk kandang ayam dengan pupuk NPK memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan bibit kakao adalah dengan perbandingan 1 : 2 dan dosis pupuk NPK 8 g/tanaman (K2Y4).
PERTUMBUHAN TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS PONELO PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM Asmuliani R Asmuliani R; M Darmawan; I Made Sudiarta; Ria Megasari
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v9i1.1559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman padi varietas ponelo pada berbagai dosis pupuk nitrogen dan jumlah benih perlubang tanam pada budidaya padi ponelo. Penelitian ini dilaksanakan ± 4 bulan terhitung mulai dari bulan Desember 2019 hingga bulan April 2020 bertempat di Desa Iloheluma Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bonebolango Provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial faktor pertama dengan aplikasi pupuk nitrogen yang dan faktor kedua dengan perlakuan jumlah benih perlubang tanam. Setiap perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 18 unit plot percobaan, dengan mengamati 15 tanaman sampel disetiap plot, sehingga terdapat 270 tanaman sampel secara keseluruhan. Variabel yang di amati adalah tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif. Hasil penelitian menunjukan perlakuan dengan 3 benih perlubang tanam memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan produktif dan perlakuan 150 kg/ha menghasilkan jumlah anakan produktif yang terbanyak.
Pengaruh pemanasan sari buah jeruk terhadap tingkat kehilangan vitamin c Erni Firdamayanti
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v5i2.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan pada sari buah jeruk terhadap tingkat kehilangan vitamin C dan mengetahui efek dari beberapa perlakuan pemanasan. Metode yang dilakukan adalah pembuatan sari buah jeruk lalu dilakukan pemanasan menggunakan penangas dengan perlakuan suhu 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit serta kontrol tanpa pemanasan yang selanjutnya akan dinalisa Total Vitamin C, Warna dan kondisi dari supernatan (jernih, keruh, sangat keruh, gelap), Jumlah (ml) dan sifat endapan (rapat atau seperti benang-benang halus, terpisah-pisah). Hasil dari penelitian tersebut yakni pengaruh pemanasan pada sari buah terhadap total vitamin C pada umumya meningkat, yaitu nilai tertinggi pada pemanasan selama 20 menit dan terendah pada perlakuan kontrol (tanpa pemanasan). Efek dari beberapa pemanasan yang dilakukaan, menimbulakan efek yang cukup baik pada pemanasan selama 5, 15, dan 20 menit, dan kondisi supernatant berubah dari jernih menjadi keruh. Kata Kunci: sari buah, vitamin c, jeruk.
Identifikasi spesies lalat buah (bactrocera spp) pada tanaman hortikulura di Kabupaten Wajo Sulfiani sulfiani
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v6i1.922

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui spesies lalat buah yang menyerang pada komuditi buah dikabupaten Wajo. Buah-buah seperti Mangga, Sukun, Nangka, Belimbing, Jambu air, Pepaya, Cabai rawit, Cabai, Tomat dan Gambas yang memperlihatkan gejala serangan dikumpulkan. Sampel kemudian ditempatkan dalam kantong plastik berbeda tiap komuditi dan dibawa ke Laboratorium Hama Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Sampel dimasukkan kedalam stoples yang berisi pasir dan tanah. Stoples dilapisi bahan yang berwarna gelap. Stoples tiap hari diperiksa untuk kemunculan imago. Imago yang muncul kemudian dimasukkan kedalam botol pembunuh (killing jar) yang berisi tissu dan etil asetat. Spesimen ditempatkan dibawah mikroskop untuk diperiksa karakter morfologinya dan ditentukan spesiesnya . hasil pengamatan menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang ditemukan yaitu Bactrocera dorsalis pada Mangga, Cabe rawit, Cabai di semua kecamatan. Batrocera papayae ditemukan menyerang Cabe di kecamatan Sabbangparu. Bactrocera albistrigatusditemukan pada Jambu air di semua kecamatan. Bactrocera umbrosa ditemuka pada Sukun disemua kecamatan dan Nangka di Kecamatan Tempe. Drosophilla melanogaste: 1). Menyerang Mangga disemua kecamatan:2) Pepaya di kecamatan Tanasitolo, Tempe dan Pammana: 3) nangka di kecamatan Tanasitolo dan Sabbangparu: 4) Belimbing di kecamatan Tanasitolo, Tempe dan Pammana: 5) Tomat di kecamatan Tanasitolo dan Sabbangparu. Kata Kunci : lalat buah, Spesies, Wajo
Kecukupan Pangan Terhadap Rumah Tangga Usaha Tani Kakao (Theobroma Cacao ) Di Desa Salulemo Kecamatan Baebunta A. Muhammad Yushan Patawari; Revayani Revayani
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v7i1.1225

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kecukupan pangan terhadap rumah tangga usaha tani di Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini meliputi data primer data dan sekunder. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 30 orang dengan menggunakan metode purposive dimana semua populasi adalah sampel dalam penelitian. Analisis data yang digunakan adalah untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, yang mengkaji status, keadaan, sikap, hubungan, atau sistem pemikiran suatu masalah sebagi obyek penelitian. Data yang dikumpulkan, disusun, dianalisis dan diinterpretasi sehingga dapat menggambarkan kondisi keadaan yang diteliti. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara bahwa ketahanan pangan dari aspek atau kategori kecukupan pangan tergolong baik atau terpenuhi. Hal ini tergambar dari rata-rata responden dapat memenuhi pengeluaran rutin rumah tangga dalam sebulan dan masih terdapatnya sisa penghasilan yang diperoleh dafri usaha tani kakao Kata Kunci : Kecukupan Pangan
Eliminasi Gugur Bunga dan Buah Tanaman Kakao (Theobroma cacao) dengan Suplay Hormon Auxin Muhammad Yusuf Idris
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 1 (2014): .
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i1.64

Abstract

Untuk mengkaji lebih dalam factor gugurnya bunga dan buah tanaman kakao, serta untuk mengetahui pengaruh suplai hormone terhadap tingkat keberhasilan pembentukan bunga dan buah tanaman kakao, dengan pemberian hormon auxin. Efek pemberian suplai hormon auxin terhadap tanaman kakao dapat meningkatkan keberhasilan pembentukan bunga dan buah tanaman kakao, dengan perlakuan hormon auxin, B0 = tanpa auxin, B1 = dengan NAA, B2 = dengan IAA, B3 = dengan IBA. Setiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 12 petak percobaan dengan setiap petak percobaan terdapat 5 tanaman sehingga terdapat 60 tanaman dalam 12 petak. Penyemprotan di lakukan pada bagian bantalan tanaman (tempat unculnya bunga dan buah) serta daun, dimana penyemprotan di lakukan antara pukul 06-10 pagi. Pengamatan dilakukan setiap minggu dimulai sejak penyemprotan perdana, dengan mengamati tingkat ketahanan bunga, terbentuknya buah dan panjang buah, selama tiga kali pengamatan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa suplai (bantuan) hormon dalam rangka ketahanan bunga dan suksesi pembentukan buah pada tanaman kakao (Theobroma cacao) menunjukkan hasil yang terbaik, khususnya pada perlakuan jenis auxin. NAA dengan ukuran 10 ppm memperlihatkan hasil yang terbaik untuk ketahanan bunga, suksesi pembentukan buah dan ukuran buah muda.