cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal/about/editorialTeam
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 182 Documents
Uji Konsentrasi Dan Interval Pemupukan Npk Terhadap Pertumbuhan Marigold (Tagetes Erecta L.) Nugroho E.D.S; Elonard Ardian; Rusmana Rusmana; Sri Ritawati
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v7i3.1415

Abstract

Abstrak Marigold merupakan tanaman herba hias yang saat ini mulai menjadi primadona serta memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, oleh karena itu produktivitas dan kualitas bunga Marigold perlu ditingkatkan. Cara pemberian serta jenis pupuk yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar menjadi efektif terhadap tanaman Marigold. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan pupuk NPK dalam bentuk konsentrasi dan interval pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman Marigold. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama merupakan konsentrasi pupuk NPK yang terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa pupuk, 100 mg/liter air, dan 150 mg/liter air. Faktor kedua adalah interval pemupukan NPK yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 1 kali/minggu, 1 kali/2 minggu, dan 1 kali/3 minggu. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 27 plot. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, inisiasi bunga, diameter bunga, lama kesegaran bunga. Perlakuan konsentrasi 150 mg/liter air dengan interval pemupukan 1 kali/minggu menjadi input yang optimal untuk pertumbuhan tanaman Marigold. Kata kunci: marigold, konsentrasi, interval pemupukan, pupuk NPK, pertumbuhan dan hasil
Keefektivan Tiga Teknik Pengendalian Tikus Sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) di Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu. Eka Sudartik
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2015): 2015
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.79

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan organisme Penganggu Utama Tanaman (OPT) padi di Indonesia. Tikus sawah dapat menyerang padi pada setiap stadia tanaman padi, mulai dari stadia persemaian sampai panen. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan suatu percobaan tentang keefektifan tiga teknik pengendalian tikus sawah (R.Argentiventer) di Kabupaten Luwu. Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui salah satu teknik pengendalian tikus yang efektif dalam menekan populasi tikus dan intensitas serangannya pada pertanaman padi. Adapun kegunaan sebagai bahan informasi pada petani dalam rangka mengendalikan tikus pada tanaman padi. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Murante, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi-Selatan, mulai Maret sampai Juli 2011. Percobaan ini menggunakan metode pengendalian tikus dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, rancangan perlakuannya yaitu P1: kontrol, P2: Trap Barrier Sistem ( TBS ), P3: Perangkap Bubu Liniear (SPBL), dan P4: pengemposan asap belerang pada lubang aktif di lahan sawah. Masing- masing perlakuan menggunakan hamparan padi seluas 100 ha jarak antara perlakuan satu dengan yang lain adalah 1,5 km dan jarak antara ulangan 50 m. Pengamatan di lakukan mulai 14 hari setelah tanam sampai panen dengan parameter pengamatannya adalah 1) Populasi tikus terperangkap pada perlakuan Sistem Perangkap Bubu Linear (SPBL) dan perlakuan Trap Barrier sistem (TBS), serta 2) Populasi tikus mati karena pengemposan yang diamati setiap minggu. Pengamatan intensitas serangan tikus dilakukan dengan berjalan dari sudut petakan sawah ke sudut yang lain, kemudian setiap sepuluh langkah diamati rumpun yang terserang. Jumlah tikus yang terperangkap pada perlakuan Trap Barrier Sistem (TBS) lebih banyak dari jumlah tikus yang terperangkap pada perlakuan Pengemposan, Sistem Perangkap Bubu Linear (SPBL) yaitu berkisar 413 ekor. sehingga ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan Trap Barrier Sistem (TBS) lebih efektif dibandingkan dengan ke tiga perlakuan lainnya. Intensitas rata–rata serangan tikus terendah terdapat pada perlakuan Trap Barrier Sistem (TBS) yaitu 0.94%. Sedangkan rata-rata intensitas serangan tikus tertinggi yaitu pada lahan Kontrol yaitu sebesar 30%. Rata-rata hasil produksi tertinggi terdapat pada perlakuan Trap Barrier Sistem (TBS) yaitu 6.76 ton/ha dan produksi terendah pada perlakuan Kontrol yaitu sebesar 2.96 ton/ha.
FORMULASI DAN UJI ORGANOLEPTIK OTAK-OTAK IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI TEPUNG PENSTABIL Gita Srihidayati; Erni Firdamayanti
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 9, No 2 (2021): PERBAL : Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v9i2.1582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi pembuatan otak-otak ikan cakalang Katsuwonus pelamis dengan pemberian kombinasi tepung sagu dan tepung jagung serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan dari uji organoleptik. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Produksi Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, Kota Palopo. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian terdiri atas 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Formulasi perlakuan penelitian meliputi P1= 50% daging ikan cakalang + 10% santan + 30% tepung sagu + 10% tepung jagung, P2= 50% daging ikan cakalang + 10% santan + 20% tepung sagu + 20% tepung jagung dan  P3= 50% daging ikan cakalang + 10% santan + 10% tepung sagu + 30% tepung jagung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam (ANOVA) dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Sidik ragam menunjukkan pemberian perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kesukaan panelis pada tiap atribut uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi yang disukai dari segi rasa, aroma, kekenyalan, warna dan kenampakan keseluruhan berada pada formulasi 50% daging ikan cakalang + 10% santan + 20% tepung sagu + 20% tepung jagung.Kata kunci: cakalang, Katsuwonus pelamis, otak-otak, tepung sagu, tepung jagung
Analisis biaya dan pendapatan usaha tani dengan sistem kondomisasi pada buah kakao (theobroma cacao. L) (studi kasus di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu) Ida Wati
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v3i3.721

Abstract

Proses perkembangan memerlukan penemuan-penemuan baru atau inovasi dibidang teknologi pertanian dan cara-cara pengusahaannya. Penerapan teknik dan metode baru di dalam berusahatani dapat meningkatkan produksi pertanian dan secara langsung meningkatkan pendapatan petani. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani kakao adalah penerapan kondomisasi pada buah kakao yaitu budidaya tanaman kakao secara insentif yang menerapkan pemeberantasan penggerek buah kakao (PBK). Tujuan dari penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dikeluarkan oleh petani kakao dengan kondomisasi pada buah kakao dibandingkan dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, (2). Untuk mengetahui seberapa besar pendapatan petani yang menerapkan pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Hipotesis yang diajukan adalah diduga bahwa (1). Biaya yang dikeluarkan petani dengan kondomisasi pada buah kakao relatif lebih besar dibanding dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, (2). Petani dengan kondomisasi pada buah kakao akan memperoleh yang lebih besar dibanding dengan non kondomisasi pada buah kakao di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis B/C Ratio. Total biaya yang dikeluarkan petani dengan Kondomisasi pada buah kakao adalah Rp. 1.598.050/Ha. Nilai biaya ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan petani non Kondomisasi pada buah kakao yaitu Rp. 1.384.570/Ha dengan selisih biaya Rp. 213.480 selama 1 tahun. Rata-rata pendapatan bersih yang dterima oleh petani dengan kondomisasi pada buah kakao yaitu Rp. 9.357.150/Ha dan non kondomisasi pada buah kakao Rp. 5.063.930/Ha. Nilai B/C Ratio yang dihasilkan dengan penambahan teknologi Kondomisasi pada buah kakao adalah 21.11. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani dengan Kondomisasi pada buah kakao lebih menguntungkan dibandingkan dengan non Kondomisasi pada buah kakao. Kata Kunci: Biaya, Usaha Tani, Kondominasi, Kakao
Respon pertumbuhan tanaman anggrek (dendrobium sp.) Pada beberapa konsentrasi air cucian ikan bandeng dan air cucian beras secara in vivo Rahman Hairuddin; Mayasari Yamin; Ahmad Riadi
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v6i2.1044

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian air cucian ikan bandeng dan air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman anggrek dan untukmengetahuikonsentrasi yang tepatuntukpenggunaan air cucian ikan bandeng dan air cucian beras terhadappertumbuhan tanaman anggrek.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Anggrek Fakultas Pertanian Kampus II Universitas Cokroaminoto Palopo, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara Kota Palopo.Penelitian dilaksanakan mulai dari Bulan Februari sampai Mei 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu P0 = kontrol, P1 = air cucian ikan bandeng 50 ml/tanaman dan air cucian beras 50 ml/tanaman. P2 = air cucian Ikan bandeng 100 ml/ tanaman dan air cucian beras 100 ml/tanaman. P3 = air cucian ikan bandeng 150 ml/tanaman dan air cucian beras 150 ml/tanaman.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air cucian ikan bandeng dan air cucian beras tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berpengaruh nyata terhadap diameter batang karena penyerapan unsur hara yang tidak terpenuhi oleh tanaman. Perlakuan P1 menghasilkan tinggi tanaman terbaik dengan rata-rata 16.01 cm, jumlah daun terbaik dengan rata-rata 4.67 helai, lebar daun terbaik dengan rata-rata 44.67 cm, dan diameter batang terbaik dengan rata-rata 46.20 cm. Kata kunci: Air cucian beras, air cucian ikan bandeng, pertumbuhan tanaman anggrek.
Kajian Penambahan Pupuk Kandang Ayam Dan Jumlah Benih Perlubang Tanam Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) Erse Drawana Pertiwi; Ahmad Maksum Maksum
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v7i2.1374

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman jagung manis adalah dengan pemberian pupuk kandang ayam dan jumlah benih per lubang tanam. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kandang ayam dengan 4 taraf yaitu tanpa pemberian pupuk kandang ayam (A0), pemberian pupuk kandang ayam 6 kg (A1), pemberian pupuk kandang ayam 12 kg (A2), pemberian pupuk kandang ayam 18 kg (A3) dan faktor kedua adalah jumlah benih per lubang tanam dengan 2 taraf yaitu 1 biji per lubang tanam (J1) dan 2 biji per lubang tanam (J2). Hasil penelitian yang diperoleh adalah perlakuan penggunaan pupuk kandang ayam A2 (pupuk kandang ayam 12 kg) memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, dan bobot tongkol per buah tanaman jagung manis. Penggunaan jumlah benih J1 (1 biji per lubang tanam) memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang tanaman jagung manis.Tidak terjadi interaksi antara penggunaan pupuk kandang ayam dan jumlah benih per lubang tanam pada semua variabel pengamatan tanaman jagung manis. Kata kunci : jagung manis, pupuk kandang ayam, jumlah benih
Analisis Perbandingan Usahatani Rumput Laut antara Sistem Integrasi Ikan Bandeng dan Tanpa Ikan Bandeng di Kelurahan Balandai Kecamatan Bara Kota palopo Dharma Fidyansari; Widanah Rafli
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 4, No 1 (2015): 2015
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v4i1.69

Abstract

Ikan bandeng dan rumput laut secara biologis memiliki sifat-sifat yang dapat bersinergi sehingga budidaya polikultur semacam ini dapat dikembangkan karena merupakan salah satu bentuk budidaya polikultur yang ramah terhadap lingkungan. Polikultur ikan bandeng dan rumput laut juga sangat berpengaruh dalam produktivitas rumput laut itu sendiri. Sehingga perlu dikaji tentang teknik polikultur ikan bandeng dan rumput laut sehingga dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam meningkatkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan yang diperoleh antara petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng dengan tidak menggunakan ikan bandeng di Kelurahan Balandai Kecamatan Bara Kota Palopo. Penentuan sampel pada penelitian ini dengan mengambil sebanyak 10 sampel petani, dimana masing – masing 5 responden petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng dan tanpa ikan bandeng. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan November tahun 2014 sampai pada bulan Januari tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan dan penilaian hasil produksi dengan menggunakan metode secara kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan mengumpulkan variabel yang dianalisis dalam penelitian yang diperoleh langsung dari responden. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif untuk mengetahui perbandingan rumput laut yang mengunakan integrasi ikan bandeng dan tanpa ikan bandeng. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendapatan petani rumput laut dengan integrasi ikan bandeng sebanyak Rp6.400.000.00 dengan jumlah produksi 800 kg dalam sekali pemanenan dan tanpa integrasi ikan bandeng sebanyak Rp4.547.166.00 dengan jumlah produksi 586 kg dalam sekali pemanenan. Dimana usahatani yang menggunakan sistem integrasi ikan bandeng, jumlah produksi dan pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan usahatani rumput laut tanpa sistem integrasi ikan bandeng.
Karakterisasi Kimia Dan Organoleptik Selai Dengan Kombinasi Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dan Buah Sirsak (Annona muricata) Muh Arsyad; Hendrik Abay
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v8i3.1544

Abstract

Selai merupakan produk makanan dengan konsisten gel atau semi padat yang dibuat dari bubur buah dengan penambahan asam pektin dan gula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi kimia dan organoleptik selai dengan kombinasi buah naga merah dan buah sirsak segi kadar air, kadar protein, dan kadar vitamin C serta untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis terhadap selai dengan kombinasi buah naga merah dan buah sirsak. Penelitian meliputi 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah kombinasi antara buah naga dan buah sirsak pada perbandingan A1 (800 g buah naga + 200 g buah sirsak), A2 (600 g buah naga + 400 g buah sirsak), A3 (400 g buah naga + 600 g buah sirsak), A4 (200 g buah naga + 800 g buah sirsak). Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar vitamin C, kadar protein, uji organoleptik terhadap rasa dan tekstur selai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan kombinasi buah naga merah dan buah sirsak memiliki pengaruh sangat berbeda nyata terhadap kadar air dan kadar protein selai, tetapi tidak berbeda nyata terhadap kadar vitamin C selai. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan A2 yaitu 34,63 %, dan terendah pada perlakuan A1 yaitu 25,39 %. Kadar vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan A4 yaitu 3,64 %, dan terendah pada perlakuan A1yaitu 3,18 %. Kadar protein yang tertinggi terdapat pada perlakuan A1 yaitu 10,30 %, dan terendah pada perlakuan A4 yaitu 3,29 % dan tingkat kesukaan panelis terbaik terhadap rasa dan tekstur, menunjukkan bahwa selai buah naga merah dan buah sirsak terbaik terdapat pada perlakuan A3 (400 g buah naga merah dan 600 g buah sirsak). Kata kunci : buah naga merah, sirsak, selai
Identifikasi lokasi potensial pengembangan industri pengolahan gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto Syahmidarni Al Islamiyah
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v5i1.686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang digunakan untuk pemilihan lokasi potensial pengembangan industri pengolahan gula merah di dan menentukan lokasi potensial pengembangan industri pengolahan gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan mewawancarai beberapa responden yang dipilih secara sengaja (purposive sampling). Data dianalisis dengan menggunakan MPE (Metode Perbandingan Eksponensial) untuk menentukan lokasi potensial. Hasil penelitian ini diperoleh kriteria lokasi yang paling diprioritaskan dalam memilih lokasi potensial adalah ketersediaan dan kemudahan bahan baku (0,258). Berdasarkan total nilai dari tiga lokasi alternatif diperoleh Kecamatan Binamu sebagai lokasi potensial dengan nilai total tertinggi 32.934. Kata Kunci : Lokasi potensial, gula merah lontar, MPE.
Peningkatan produksi tanaman kacang tanah (arachis hypogaea l.) Dengan pemanfaatan pupuk organik cair (poc) dari kulit pisang, cangkang telur serta limbah rumput laut Wakifatul Hisani; Andi Muhammad Israwan Mallawa
Perbal : Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v5i3.748

Abstract

Penurunan produktivitas lahan dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya mempengaruhi hasil tanaman. Pertumbuhan dan produksi kacang tanah dapat ditingkatkan dengan melakukan pemupukan. pemberian pupuk tidak hanya menambah unsur hara tanaman namun sedikit banyak kondisi tanah mengalami perubahan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo Jln. Lamaranginang, Kelurahan Batupasi Kecamatan Wara Utara Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk, Mengetahui respon pemberian POC kulit pisang, cangkang telur dan rumput laut terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang tanah, Mengetahui perkembangan terbaik pemberian POC kulit pisang, cangkang telur dan rumput laut pada tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan yang diulang sebanyak lima kali. Sehingga dalam penelitian ini terdapat 25 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair dari kult pisang, cangkang telur serta limbah rumput laut berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong basah, berat polong basah, berat polong kering dan berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga tanaman. Kata kunci: kacang tanah, POC kulit pisang, cangkang telur, limbah rumput laut