cover
Contact Name
Mashuri
Contact Email
mashuri@its.ac.id
Phone
+6281235200374
Journal Mail Official
amorijurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Editor, Laboratorium Mekatronika Departemen Teknik Mesin Industri Kampus ITS Sukolilo, Surabaya - 60111
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI)
ISSN : 26552337     EISSN : 27213560     DOI : 10.12962/j27213560
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri merupakan media bagi para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya yang berkualitas tinggi dalam bidang mekatronika, otomasi dan robot industri. Makalah yang dimuat dalam jurnal ini mencakup hasil riset ilmu dasar, ide-ide inovasi dan aplikasi dalam bidang tersebut, yang diusulkan oleh para peneliti, innovator ataupun tenaga ahli dari seluruh wilayah Indonesia. Topik-topik yang termasuk dalam bidang ini diantaranya : Sistem Kontrol, Elektronika, Sistem Pengolahan Data, Mekatronika, Internet of Things, serta Aplikasinya pada Dunia Industri Skala Kecil dan Besar.
Articles 102 Documents
STUDI PEMANFAATAN RANCANG BANGUN ALAT FERMENTASI BIOGAS ECENG GONDOK SEBAGAI PENGOPTIMALAN PRODUKSI ENERGI ALTERNATIF Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring populasi manusia yang terus bertambah setiap tahun mengakibatkan permintaan terhadap energijuga meningkat dan keterbatasannya bahan bakar khususnya gas, munculah inovasi memberdayakan potensi yang adadilingkungan sekitar untuk dijadikan bahan bakar alternatif khususnya enceng gondok. Pada realitanya pemanfaatanenceng gondok tidak diikuti dengan fasilitas mesin untuk mengektrasi. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mampumengolah enceng gondok menjadi yang lebih bermanfaat ,dengan proses pencernaan anaerobik yakni dimanamikroorganisme memecah bahan biodegradable dalam keadaan tanpa oksingen, proses pembuatan biogas dimulaidengan mencacah eceng gondok kemudian ditambahkan variable air dan e4 sesuai variable pengencaran. Teknologi“Digester“ gas bio telah berkembang sejak lama namun aplikasi penggunaannya sebagai sumber energi alternatif belumberkembang secara luas. Beberapa kendala antara lain yaitu, digester tidak berfungsi akibat bocor atau kesalahankonstruksi, disain tidak user friendly, selain itu penerapan proses produksi belum terintegrasi. Proses produksi biogasyang akan dipakai berazaskan pada teknologi tepat guna dengan menggunakan digester dan aman untuk digunakandalam skala rumah tangga sehingga mampu menghasilkan biogas sebagai energi alternatif. Pada pengujian inimenggunakan kapasitas 200 liter, dan menghasilkan energi yang dapat digunakan sebagai pembakaran selama 28 menit,dan menghasilkan kalor sebesar 2.016 KJ dan tekanan yang dihasilkan pada biogas sebesar 6 psi
ANALISA AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN BAKAR BOILER PADA PRODUKSI GULA TAHUN 2018 DI PG KREBET BARU II MALANG Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa menjadi salah satu pilihan alternatif pengganti bahan bakar fosil yang mulai terbatas jumlahnya.Biomassa masuk kedalam kategori sumber energi terbarukan, dan saat ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakaruntuk plant – plant pembangkit daya dan pengolahan. Seperti yang terdapat pada PG KREBET BARU II, yangmenggunakan ampas tebu menjadi bahan bakar untuk mengolah nira menjadi gula. Ampas tebu (bagasse) merupakanlimbah dalam bentuk serat yang dihasilkan dari penggilingan tebu. Serat tersebut yang digunakan sebagai bahan bakarpengolahan gula di PG KREBET BARU II. Penelitian ini akan berfokus pada analisa kebutuhan jumlah ampas tebu sebagaibahan bakar yang dihasilkan pada proses produksi gula pada tahun 2018 dan pemecahan permasalahan padakekurangan produksi ampas tebu (Bagasse) untuk bahan bakar. Analisa dilakukan dengan menghitung performa boilerberbahan bakar ampas tebu sebagai. Analisa dimulai dengan menghitung nilai kalor ampas tebu, nilai heat loss dalamboiler, dan efisiensi boiler dengan direct method, serta perhitungan jumlah kebutuhan ampas tebu yang diperlukan.Dari hasil perhitungan akan dilakukan analisa mengenai ampas yang ideal untuk mencukupi kebutuhan bahan bakarboiler. Dari hasil perhitungan diperoleh kebutuhan ampas tebu yang ideal yaitu ampas yang memiliki kandungan airsebanyak 45 % sehingga mampu meningkatkan efisiensi boiler dari 65 % menjadi 70 % serta mengurangi konsumsibahanbakar dari 56865 kg ampas/jam menjadi 47838 kg ampas/jam dan menghasilkan surplus ampas sebesar 300kg/jam. Sedangkan dengan analisa penentuan nilai persen ampas sebesar28,5 % menghasilkan surplus ampas tebusebesar 297 kg/jam dari kekurangan ampas sebanyak 8,7 Ton/jam pada produksi gula tahun 2018.
DESAIN COVER BANKART DENGAN BOX NEGATIVE PRESSURE SEBAGAI MEDIA PENGANGKUT PASIEN COVID-19 Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pandemi covid-19 menyita banyak perhatian masyarakat dunia diawal tahun 2020. Kemunculanbermula di daratan cina yang menyebar luas ke seluruh negara. Semua kegiatan yang sudah direncanakan akandilakukan di tahun 2020 terpaksa harus tertunda bahkan dibatalkan. Indonesia menjadi bagian dari negara yang terkenadampaknya. Banyak masyarakat terjangkit covid-19. Maka semakin banyak pula yang harus diisolasi ke rumah sakitkhusus yang telah ditetapkan. Penderita suspect covid-19 di Indonesia didominasi mereka yang sudah berusia diatas 40tahun tanpa memandang gender dengan penyakit bawaan yang sudah dialami sebelum adanya covid-19. Penyakitkomorbid atau penyakit bawaan ini sangat mempengaruhi pasien yang terjangkit dengan kondisi yang cukup parah saatmenjalani perawatan di rumah sakit. Pasien covid-19 ketika dipindahkan dari rumah menuju ke rumah sakit rujukandibawa menggunakan mobil ambulance. Jika mengikuti protokol kesehatan, para tenaga medis harus menggunakanpakaian hazmat (hazardous materials). Pakaian ini adalah perlengkapan perlindungan yang terdiri dari bahan antitembus dan digunakan untuk proteksi terhadap material berbahaya. Meskipun dengan peraturan wajib menggunakanpakaian tersebut, masih banyak tenaga medis yang masih bisa terjangkit covid-19 dan menyebabkan meninggal dunia.Permasalahan tersebut menciptakan gagasan berupa desain Cover Bankart dan Box Negative pressure. Metode dalampenelitian perancangan ini adalah metode Pahl & Beitz (1996). Kedepannya dengan alat ini akan lebih membantu kinerjatenaga medis dalam melaksanakan penjemputan pasien covid-19 untuk dibawa ke rumah sakit karena pasien akandiletakkan diatas Bankart ambulance yang tertutup cover. Cover Bankart berkondisi Negative pressure sehinggameminimalisir udara dari dalam keluar dan memberikan rasa lebih aman kepada tenaga medis yang bertugasmenjemput pasien covid-19
ANALISA PENGARUH TURBINE INSPECTION TERHADAP KINERJA TURBIN GAS MW 701D DI PLTGU-PT. PJB UP GRESIK Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTGU merupakan salah satu pembangkit listrik yang berbasis Uap dan Gas. PLTGU akan melakukanperubahan beban seiring dengan perubahan kebutuhan listrik konsumen. Perubahan beban dan Penggunaan komponenturbin gas secara terus menerus akan mempengaruhi kinerja dan umur pemakaian dari komponen turbin gas.Penurunan kinerja dari komponen tersebut akan berdampak terhadap efisiensi pembangkit. Untuk menjaga kinerjaturbin gas pada kondisi optimal PT PJB UP melakukan inspeksi pada komponen-komponen turbin gas tersebut. Dari hasilpengamatan kami berdasarkan parameter kinerja turbin gas pada variasi beban baik itu setelah maupun sebelumoverhaul turbine inspection kinerja turbin gas selalu mengalami kenaikan. Kenaikan kinerja paling baik akibat adanyaturbin inspection berada pada operasi beban maksimum dengan besarnya efisiensi siklus 3,289 %, konsumsi bahanbakar spesifik 1,24 %, rasio kerja sebesar 0,63 %, dan daya netto sebesar 4,14 %.
IMPLEMENTASI METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE PADA MESIN GILINGAN DI PG. KREMBOONG Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PG. Kremboong Sidoarjo, merupakan perusahaan yang memproduksi gula pasir dengan bahan bakutanaman tebu. Kapasitas produksi gula yang mampu dihasilkan mencapai 2500 tcd. Dalam proses produksinya mesingilingan digunakan untuk memerah tebu untuk diambil niranya. Mesin gilingan yang paling sering mengalamikegagalan adalah mesin gilingan IV sehingga mengakibatkan proses produksi gula terganggu. Penelitian ini dilakukandengan tujuan untuk mengetahui bentuk perawatan yang tepat dan nilai keandalan mesin gilingan sebagai acuanuntuk menentukan interval waktu perawatan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance dengan caramengolah data kegagalanya menggunakan Analisa mode kegagalan. Berdasarkan analisis data secara ReliabilityCentered Maintenance hasil yang diperoleh nilai keandalan yaitu 0,0056 selama masa giling, jadwal yang sesuai untukmenerapkan preventive maintenance yaitu dengan interval waktu perawatan tiap 250 jam, dan dari hasil analisamelalui FMEA (Failure Mode Effect Analysis) diketahui terdapat 1 failure mode yang dapat dicegah dengancombination task, 1 failure mode yang dapat dicegah dengan on-condition task, 3 failure mode dapat dicegah denganScheduled restoration task, 1 failure mode yang dapat dicegah dengan no maintenance scheduled
RANCANG BANGUN MESIN ELECTROCHEMICAL GRINDING DENGAN PROSES SILINDRIS Mashuri, Mashuri
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembuatan suatu profil yang mudah pada benda kerja, umumnya terdapat penggunaan mesin gerindakonvensional. Jika penggunaan mesin gerinda konvensional saat pengerjaannya bisa memakan waktu yang relatif lama,bisa terjadi distorsi pada permukaannya, dll.Proses ECG memiliki kelebihan dari gerinda konvensional seperti teganganinduksi rendah, kedalaman potongan, proses pengerjaannya lebih cepat dibandingkan dengan proses pengerjaanlainnya, bisa digunakan untuk segala jenis benda kerja yang bersifat konduktif, dll.ECG menggabungkan prosespenggerindaan konvensional dan proses ECM secara bersamaan antara proses pemesinan dengan gerak mekanispartikel abrasif dan reaksi elektrokimia. Dipasaran mesin ECG memiliki harga yang tinggi maka disini penulis mencobamerancang bangun alat Electrochemical Grinding sederhana agar dapat digunakan oleh mahasiswa Teknik MesinIndustri. Untuk perancangan mesin ECG memerlukan perancangan (struktur, penggerindaankonvensional,ECM),pembuatan mesin ECG dan pengujian. Hasil pengujian dari pembuatan mesin yang telah dilakukanmenunjukkan MRR penggerindaan konvensional 138,57 mm3/min dan MRR ECG 330 mm3/min.
Design of temperature control system in rotary type cloth dryer to optimize drying time Ragani, Nabilla Sukama; Aisyah, Putri Yeni; Hija, Akhmad Ibnu; Ashiddiqi, Muhammad Roy; Pratama, I Putu Eka Widya
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213560.v4i2.9359

Abstract

Erratic climate change and limited drying space in apartments lead to an inefficient clothes drying process. Commercial clothes dryers are often sub-optimal in terms of drying duration and energy efficiency. Clothes dryer technology without dependence on solar energy has been widely circulated, but has disadvantages, such as long drying time and high price. This research develops a temperature control system on a prototype rotary-type clothes dryer to optimize drying time. The dimensions of the prototype are 0.65 cm x 0.70 cm x 90 cm, the power consumption of the cloth dryer is 598.4 watts, using a DHT22 sensor to control the temperature. The motor speed rotates at 730-790 rpm, with the fan rotating constantly, and the heater has temperature set points of 43°C (upper) and 45°C (lower). The system applies an on-off control method to achieve the desired temperature set point. The test results show that the temperature control system in the clothes dryer with the on-off method is successful with an error rate of 0.74% for a mass of 1 kg of clothes. This error rate meets the set standard of no more than 5%, indicating that the on-off control system works as expected.
Analysis and selection of skf bt2-8131 a roller bearing lubricant for the vertical roller mill at pt. solusi bangun indonesia tuban factory Suhariyanto; Rusdiyana, Liza; Sampurno, Bambang; Hakim, M Lukman; Abimanyu, Abiyyu Abyan
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213560.v4i2.9361

Abstract

In the industrial world, friction between machine elements such as bearings can affect the performance and service life of components, making lubrication systems based on tribology principles very important. This study analyzes the selection of lubricants for SKF BT2-8131 A roller bearings in a Vertical Roller Mill owned by PT. Solusi Bangun Indonesia, Tuban Factory, with the aim of determining a better lubricant than before and identifying the type of lubricant film formed. The research process involved collecting machine operational data and lubricant specifications, as well as calculating the kappa value and Streibeck curve to determine the type of lubricant layer, such as boundary, mixed, or full film lubrication. The results showed that Pertamina Masri RG 460 lubricant with a kappa value of 1.29 was selected because it had adequate technical performance and was more economical, although Mobil SHC 600 460 lubricant with a kappa value of 1.73 was also recommended if technical performance was the main priority. The results were validated by calculating the predicted bearing life to ensure optimal efficiency and performance.
Redesign of the coal gate on a 20 ton/hour chain grate boiler at pt sopanusa Suhariyanto; Rusdiyana, Liza; Dika Andini Suryandari; Dimitra Meidina Kusnadi; Hafizh Naufal Atho’ulloh
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213560.v4i2.9362

Abstract

A chain grate boiler is a type of boiler with a moving grate system to transport solid fuel through the furnace. The coal gate regulates the distribution flow of coal from the hopper to the furnace. In the 20 tons/hour capacity chain grate boiler at PT Sopanusa, the existing coal gate experienced mechanical failure due to damage to components in the roller chain, shaft, and bearings, so that it could not operate as a coal distribution regulator. To overcome this problem, it is necessary to redesign the coal gate on the 20 tons/hour capacity boiler chain grate hopper at PT Sopanusa. The main components, such as the chain, sprocket, worm gear, shaft, bearing, and pin on the coal gate, need to be redesigned to avoid mechanical failure of the coal gate. After redesigning the main components of the coal gate, a coal gate design that is compatible with the boiler chain grate construction will be obtained. The results of the coal gate redesign are as follows: a lifting chain with Chain Grade 80 type, 4 mm diameter, and a sprocket diameter of 320.92 mm; a worm gear with a ratio of 30:1 using hardened steel for the worm and phosphor bronze for the gear; a shaft with S45C material, 60 mm diameter; bearings using single row deep groove ball bearings, unit number ASB Bearing UCP 212; and pins made of SAE 1045 material with dimensions of 60x20x12 mm to support the manual coal gate mechanism on the 20 tons/hour capacity boiler chain grate at PT Sopanusa.
Replanning of BC-7 belt conveyor in coal handling system with capacity of 150 tph at Lombok ftp-2 (2x50mw) power plant Suhariyanto; Liza Rusdiyana; Mahirul Mursid; Budi Luwar Sanyoto; Berlian Putri Fahmiliana
Jurnal Nasional Aplikasi Mekatronika, Otomasi dan Robot Industri (AMORI) Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Vocational Studies - Research Center, DRPM ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27213560.v4i2.9363

Abstract

Lombok has high tourism potential that requires a reliable electricity supply, one of which comes from the Lombok FTP-2 2Å~50 MW Power Plant in Sambelia, East Lombok. This power plant uses coal supplied through a Coal Handling system, with Belt Conveyor BC-7 as one of its main components. This study aims to redesign the BC-7 Belt Conveyor with a capacity of 150 TPH through manual calculations of capacity and motor power and using Helix Delta T-6 Conveyor Design software. The study focuses on one conveyor unit, using coal material, and only discusses aspects of capacity and motor power under stable operating conditions. The methods used include literature studies, field observations, and data collection from the Lombok FTP-2 PLTU. The data was then processed for manual calculations and software simulations. The results showed a transport capacity of 165 tons/hour (a 10% increase from the previous capacity). The highest motor power without SF from the software was 8.49 kW (19.75% greater than the manual result). The use of software proved to be more efficient and helpful in planning belt conveyor systems.

Page 10 of 11 | Total Record : 102