cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 197 Documents
The Effect of Adding Katuk Leaf Flour (Sauropus androgynus) in Making Tofu Waste Crackers: Pengaruh Penambahan Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kadar Air, Kadar Protein, Rendemen, dan Sifat Organoleptik Kerupuk Ampas Tahu Nur Zahilah, A Riska; astrina nur inayah; Nur yahya abdullah; Andi Nurwidah
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.488

Abstract

Ampas tahu adalah hasil sisa dari pembuatan tahu yang memiliki kandungan gizi tinggi, baik dari protein maupun lemak, sehingga sangat cocok untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti kerupuk ampas tahu. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan gizi pada kerupuk dari ampas tahu adalah dengan menambahkan tepung dari daun katuk, karena daun tersebut kaya akan protein. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh penambahan tepung daun katuk terhadap kadar air, kadar protein, dan rendemen, serta untuk mencari metode yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, yaitu A (tanpa tepung daun katuk), B (5% tepung daun katuk), C (10% tepung daun katuk), dan D (15% tepung daun katuk). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tepung daun katuk tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar air pada perlakuan B (5%) dengan nilai tertinggi sebesar 4. 56%, dan juga terhadap kadar protein pada perlakuan C (10%) dengan nilai tertinggi 7.05%, serta rendemen 48.29%, di mana hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan D (15%). Berdasarkan hasil uji sensorik, perlakuan A ( 0% daun katuk )  adalah perlakuan yang terbaik dengan nilai rata-rata 4. 41 dalam aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun katuk tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air, protein, dan rendemen, serta menurunkan penerimaan organoleptik. Disarankan penggunaan konsentrasi rendah dan perbaikan proses pengolahan daun katuk untuk meningkatkan mutu produk.
Farmers’ Response to The Utilization Of Vatious Light Sources For The Control Of Rice Bug Pests (Leptocorisa acuta thunberg) in Rice (Oryza sativa L.): Respons Petani terhadap Pemanfaatan Cahaya Berbeda Pengendalian Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta thunberg) pada Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) junaidi, junaidi; Rukka, Hermaya; Aimanah, Ummu; Rohman, Fatur
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.491

Abstract

Hama walang sangit (Leptocorisa acuta Thunberg.) merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman penting pada padi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 50% pada musim tertentu. Salah satu pendekatan pengendalian ramah lingkungan yang potensial adalah penggunaan perangkap cahaya (light trap). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas warna cahaya yang berbeda terhadap tingkat ketertarikan walang sangit dan (2) mengidentifikasi respons petani terhadap pemanfaatan cahaya sebagai metode pengendalian hama. Penelitian dilakukan pada April–Mei 2024 di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, menggunakan empat perlakuan warna lampu LED yaitu, bening (P0), kuning (P1), merah (P2), dan hijau (P3), masing-masing dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya merah (P2) merupakan warna paling efektif, dengan total tangkapan 20 ekor dan persentase rata-rata 35,69%, lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Preferensi kuat terhadap cahaya merah berkaitan dengan sensitivitas visual serangga pada panjang gelombang 620–700 nm dan respons fototaksis positif. Respon petani menunjukkan penerimaan yang baik terhadap teknologi perangkap cahaya sebagai alternatif pengendalian yang murah, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia. Secara keseluruhan, penggunaan cahaya merah berpotensi menjadi komponen efektif dalam strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada tanaman padi.
Carcass Percentation, Boneless Meat, Bone, and Meat-to-Bone Ratio with Different Body Weights in Broiler Chickens: Persentase Karkas, Daging Tanpa Tulang, Tulang dan Rasio Daging-Tulang dengan Bobot Badan Yang Berbeda pada Ayam Broiler Hafid, Harapin; Jinan Fadila, Zahra; Ananda, Siti Hadrayanti; Kimestri, Asma Bio
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.495

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji perbedaan bobot potong memengaruhi persentase dari daging tanpa tulang (boneless) pada ayam broiler. Hasil penelitian diharapkan memberikan informasi bagi peternak serta konsumen mengenai hubungan antara bobot potong dan proporsi boneless. Kegiatan penelitian berlangsung di peternakan ayam Perdos, Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Mei 2025. Materi dan peralatan yang digunakan meliputi 14 ekor ayam broiler, pisau, timbangan analitik, kertas isap, water bath, tisu, baskom, serta alat tulis. Penelitian terdiri atas lima kelompok perlakuan berdasarkan rentang bobot tubuh. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan jumlah ulangan berbeda. Parameter yang diamati adalah bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, persentase boneless, persentase tulang, serta rasio daging terhadap tulang. Hasil menunjukkan bahwa bobot potong tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap persentase karkas, dengan nilai masing-masing 63,81% untuk bobot 650–850 g, 54,40% (851–1050 g), 57,10% (1051–1250 g), 58,97% (1251–1450 g), dan 58,26% (1451–1700 g). Sebaliknya, bobot potong memberikan pengaruh sangat signifikan (p<0,01) terhadap persentase boneless, yaitu 73,98%, 69,73%, 74,72%, 79,96%, dan 77,51%. Persentase tulang tidak menunjukkan perbedaan nyata antar kelompok (p>0,05), masing-masing 22,02%, 30,27%, 25,28%, 25,04%, dan 22,49%. Bobot potong juga tidak berpengaruh nyata terhadap rasio daging-tulang, dengan nilai 2,84%, 2,31%, 3,01%, 3,07%, dan 3,48%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa bobot potong hanya memberikan pengaruh sangat nyata pada persentase daging tanpa tulang, tetapi tidak pada persentase karkas, tulang, maupun rasio daging-tulang. Semakin besar bobot potong, semakin tinggi proporsi daging dalam karkas. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan rentang bobot yang lebih terperinci serta variabel pendukung lainnya.
A Quality and Productivity of Fresh Semen of Kalosi Chickens After Feeding Moringa Leaf Pellets: Kualitas dan Produktivitas Semen Segar Ayam Kalosi Setelah Pemberian Pakan Pellet Daun Kelor (Moringa oleifera) Rihul Islam Syahputra; Sri Firmiaty; Muhammad Idrus
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.508

Abstract

Ayam Kalosi merupakan salah satu plasma nutfah ayam asli di Sulawesi Selatan, namun saat ini populasinya sangat menurun jumlahnya. Salah satu cara mempercepat peningkatan populasi dapat dilakukan dengan melakukan Inseminasi Buatan (IB) dan dibutuhkan semen yang berkualitas. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pellet daun kelor terhadap produksi dan kualitas semen ayam Kalosi. Rancangan penelitian merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari 2 ekor ayam jantan, berumur 9 bulan-1 tahun, Pakan ayam terdiri dari campuran jagung, dedak (JD), dan konsentrat (K). Pemberian daun kelor (DK) sesuai perlakuan yaitu P0: 0% DK + 70% JD + 30% K; P1: 5% DK + 70% JD + 25% K, dan P2: 15% DK + 70% JD + 15% K. Data dianalisis menggunakan ANOVA dibantu SPSS v.25. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan nyata antar perlakuan. Volume semen P0 vs P1 vs P2 masing-masing 0,20; 0,25; 0,39 ml. Motilitas dan viabilitas sperma P0 vs P1 vs P2 yaitu 53,63; 82,25; 84,37 dan 56,50; 85,00; 88,13. Disimpulkan pemberian DK dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas semen ayam Kalosi. Pemberian DK sebanyak 15% menunjukkan hasil terbaik, karena daun kelor mengandung Zn yang berperan dalam proses spermatogenesis. Disarankan untuk ayam Jantan sebaiknya diberikan pellet DK sebanyak 15% guna meningkatkan kualitas dan produktivitas semen ayam Kalosi.
The Effect Of Cilembu Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) Substitution On The Production Of Tomato Sauce Of The Ratna Variety (Lycopersicum esculentum): Pengaruh Substitusi Ubi Jalar Cilembu (Ipomoea batatas L.) Pada Pembuatan Saus Tomat Varietas Ratna (Lycopersicum esculentum) ismaizura
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak pot  ensi serta menyehatkan, hal ini dikarenakan kandungan dalam buah tomat cukup baik dan lengkap. Saus tomat merupakan produk pangan olahan yang diperoleh melalui campuran bubur tomat atau pasta tomat dengan berbagai bumbu dan bahan tambahan pangan. Saus tomat memiliki karakteristik warna merah yang dihasilkan oleh pigmen likopen dalam buah tomat, yang berfungsi sebagai antioksidan. Kekentalan merupakan salah satu karakteristik fisik utama dalam produk saus tomat yang berperan penting dalam menentukan tekstur serta mempengaruhi konsistensi produk akhir. Tingkat kekentalan ini dapat ditingkatkan melalui penambahan agen pengental, seperti pati yang bekerja berdasarkan prinsip gelatinisasi. Salah satu bahan pangan yang mengandung pati adalah ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ubi jalar cilembu pada pembuatan saus tomat varietas ratna terhadap kadar air, vitamin C, pH, rendemen dan uji organoleptik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, vitamin C dan pH pada saus tomat tidak berpengaruh nyata, sedangkan pada kadar rendemen berpengaruh nyata. Berdasarkan organoleptik perlakuan yang terbaik adalah penambahan 5% (B).
Growth and Production Response of Two Corn Varieties (Zea Mayz L.) to NPK Mutiara Fertilizer Doses.: Respon Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Tanaman Jagung (Zea Mayz L.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk NPK Mutiara. Mawar; Kurnia Armayanti, Andi
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan dua varietas jagung, menentukan dosis optimal pupuk NPK mutiara untuk masing-masing varietas jagung, menganaslisis interaksi antara varietas dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun barang II Desa Lamatti Riattang Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai. Penelitian ini mulai bulan mei sampai agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode rancangan petak terpisah (RPT) disusun dalam bentuk faktorial dengan perlakuan petak utama varietas jagung yang terdiri 2 taraf perlakuan yaitu V1:Jagung manis paragon, V2 jagung pulut anak petak yaitu pupuk NPK mutiara yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu P0: kontrol, P1 21 g/petak, P2 27 g/petak, P3 33 g/petak. Penggunaan varietas paragon memberikan hasil terbaik terhadap semua parameter pengamatan perlakuan dosis pupuk NPK mutiara 33 g/petak menghasilkan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan, terdapat interaksi antara varietas dan perlakuan dosis pupuk NPK mutiara pada parameter berat buah perplot, diameter tongkol, panjang tongkol, dan bobot buah.
Heat Stress Effects on Physiology, Productivity of Swine and Mitigation Approaches: A Literature Review: Dampak Cekaman Panas terhadap Fisiologi, Produktivitas Ternak Babi dan Strategi Mitigasi Berbasis Tinjauan Literatur Paembonan, Isma Sandune; Rosa Foni, Lidya
Jurnal Agrisistem Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr.v21i2.722

Abstract

Stres panas merupakan salah satu faktor lingkungan yang mengganggu fungsi fisiologis, kesehatan, serta produktivitas babi, terutama di daerah tropis dan subtropis. Ketika suhu udara melebihi rentang nyaman termal babi (18–22°C), berbagai masalah fisiologis dan kesehatan muncul, diikuti dengan penurunan performa produksi. Dampak yang sering terjadi meliputi perubahan metabolisme, pengurangan konsumsi pakan, dan gangguan pada saluran pencernaan. Berdasarkan tinjauan literatur terbaru yang menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), mengkaji 30 artikel dari sumber terpercaya seperti Sinta, Scopus, Google Scholar, dan Garuda terkait kata kunci “heat stress”, “fisiologis”, “kesehatan”, “produktivitas babi”, dan “reproduksi”, ditemukan bahwa peningkatan suhu tubuh, kerusakan jaringan usus, serta menurunnya asupan pakan menjadi tanda utama respons babi terhadap stres panas. Studi ini menegaskan bahwa stres panas memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas babi, yang tercermin dari perubahan parameter fisiologis dan kinerja produksi. Kerentanan terhadap stres panas juga bervariasi tergantung pada usia babi, sistem manajemen pemeliharaan, dan kapasitas adaptasi terhadap lingkungan. Mengingat intensitas perubahan iklim yang semakin meningkat, risiko stres panas pada babi diperkirakan akan semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya mitigasi, seperti penyesuaian desain kandang, pengelolaan pakan yang tepat, pemberian suplemen nutrisi, serta seleksi genetik terhadap ras babi yang tahan terhadap kondisi panas. Secara keseluruhan, hasil tinjauan ini memperlihatkan bahwa stres panas memiliki dampak kompleks yang meliputi aspek fisiologis, kesehatan, dan produktivitas babi.