cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
EDUKASI MASYARAKAT MELALUI AKTIVITAS RELAWAN NON MEDIS DALAM MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN CAKRANEGARA UTARA Maruni Wiwin Diarti; Yunan Jiwintarum; Awan Dramawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.635 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i1.605

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Virus Covid-19 umumnya ditransmisikan melalui kontak fisik erat dan percikan (droplet) dari saluran pernapasan, sedangkan transmisi melalui udara (airborne) dapat terjadi saat melakukan prosedur medis yang menghasilkan aerosol.  Cakranegara Utara merupakan salah satu kelurahan di Kota Mataram yang sampai dengan bulan Agustus 2020 masih ditetapkan sebagai Zona merah.  Peran masyarakat diakui cukup penting untuk menekan kasus Covid-19 yang terus bertambah.  Relawan non medis merupakan kelompok mahasiswa yang peduli terhadap Covid-19.  Pendekatan edukasi masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan Cakranegara Utara. Metode yang digunakan dalam Edukasi Masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dalam memutus rantai penularan Covid-19 melalui ceramah, metode diskusi dan metode demonstrasi. Untuk mengetahui keberhasilan edukasi pada masyarakat melalui aktivitas relawan non medis ini dilakukan pretest dan posttest pada masyarakat. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai cara cuci tangan yang benar (WHO), Covid-19 dan pencegahannya dan Edukasi masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tentang cara mencuci tangan dengan benar (WHO), Covid-19 dan cara pencegahannya, social distancing dan manfaat pengunaan masker untuk memutus rantai penularan Covid-19.
PENINGKATAN PENGETAHUAN & SKILL DALAM MERAWAT LUKA Alva Cherry Mustamu; Hillary L Mustamu; Nur Hafni Hasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.722 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i2.483

Abstract

Luka memiliki berbagai penyebab; beberapa timbul dari intervensi bedah, akibat dari cedera, dan yang lain adalahkonsekuensi dari faktor ekstrinsik, seperti tekanan atau gesekan, bahkan komorbid yang mendasari seperti diabetesatau penyakit pembuluh darah.Prevalensi risiko diabetic foot ulcer (DFU) di Indonesia diperkirakan tinggi, karenabanyak pasien DM yang tidak terdiagnosis. saat ini Pengembangan prosedur keperawatan dalam perawatan lukamerupakan tuntutan klien dalam menerima standar layanan baru. Beberapa penelitian menunjukan bahwa, berbagaijenis program peningkatan sumber daya manusia termasuk pendidikan berkelanjutan seperti seminar dan workshopnampaknya sangat penting, Sebenarnya, pendidikan yang terarah bisa meningkatkan keefektifitasannya karenadidasarkan pada kondisi dan kebutuhan perawat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini adalah workshop yang meliputi diskusi interaktif dan praktik langsung antara pengabdi denganperawat yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sorong. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dengan Jumlahpeserta sebanyak 49 orang. Evaluasi penilaian menggunakan kuisioner dan lembar observasi dengan metode prepost test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa pengetahuan perawat meningkat dari Mean:12,53 menjadi 17,59 dan skill perawat meningkat dari mean: 10,39 menjadi 14.
APLIKASI DETEKSI BORAKS, FORMALIN DAN RODAMIN B MENGGUNAKAN BAHAN YANG MUDAH DIDAPAT, DISOSIALISASIKAN PADA SISWA SMPN 1 JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lale Budi Kusuma Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.979 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i1.457

Abstract

Berdasarkan data hasil pengawasan, penyalahgunaan bahan berbahaya masih cukup signifikan, dimana pada tahun 2016, terdapat 7.29% sampel dari total 7.752 sampel yang diambil dan diuji pada saat pengawasan rutin masih mengandung bahan berbahaya (Formalin, Boraks. Methanil Yellow, dan Rhodamin-B). Keadaan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran pelaku usaha terkait hygiene dan sanitasi masih kurang. Untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya, konsumen perlu berhati-hati dalam memilih produk pangan antara lain dengan mengenal ciri-ciri produk pangan yang mengandung bahan terlarang dan mengetahui cara deteksi bahan bahan tersebut. Cahyaningsih dkk tahun 2016 membuat produk inovatif SIBOMIN B yang dapat digunakan untuk mendeteksi boraks dan rodamin B. Pereaksi yang digunakan cukup sederhana dan mudah didapat, yaitu alkohol dan kunyit dengan perbandingan 1:1. Interpretasi hasil uji boraks positif adalah perubahan warna kuning kunyit menjadi warna merah karena pembentukan senyawa rosocyanin, sedangkan hasil uji boraks negatif adalah tidak terjadi perubahan warna kunyit. Sosialisasi ini dilakukan pada hari sabtu tanggal 8 September 2018. Peserta sosialisasi sebanyak 60 siswa SMPN 1 Jonggat dengan didampingi oleh kepala sekolah dan guru olah raga. Pada sosialisasi tersebut didemonstrasikan cara pembuatan SIBOMIN B dan uji boraks dan rodamin B pada sampel negatif dan sampel positif. Para siswa juga dibagikan SIBOMIN B untuk dibawa pulang dan digunakan di lingkungan rumah masing-masing 
EDUKASI GIZI PENANGANAN KESULITAN MAKAN ANAK USIA 3- 6 TAHUN DI KELURAHAN DASAN CERMEN Reni Sofiyatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.336 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i2.688

Abstract

Anak usia prasekolah (3-6 tahun)  adalah masa untuk memperkenalkan dan mendorong anak untuk mengkonsumsi beragam makanan bergizi.  Anak Usia 3-6 tahun sering menolak makanan dan memilih makanan yang disukai,sehingga perlu diperkenalkan makanan yang beranekaragam. Edukasi gizi yang diberikan kepada ibu diharapkan dapat merubah pengetahuan gizi ibu terkait penanganan kesulitan makan pada anak . Tujuan Pengabdian masyarakat  untuk memberikan edukasi gizi pada ibu dalam penanganan kesulitan makan pada anak sebagai upaya penangulangan masalah gizi khususnya stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan respondneya ibu yang memiliki anak usia 3-6 tahun di Kelurahan Dasan Cermen Sandubaya Mataram . Hasil  : 22 responden yang mendapatkan edukasi gizi  sebagian besar berumur 31-40 tahun (50 %) dengan tingkat  pendidikan sebagian besar SMP ( 41 %)  serta 55 % merupakan ibu rumah tangga. dan sebanyak  18 anak ( 81,8 %) masuk dalam kategori mengalami kesulitan makan. Kesimpulan  Pemberian edukasi gizi meningkatkan pengetahuan gizi ibu dalam kategori baik dari 12,55 % menjadi 15,68 %. 
PENDAMPINGAN PROGRAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DENGAN KEGIATAN KONSERVASI LINGKUNGAN Khambali Khambali; Fitri Rokhmalia; Rachmaniyah Rachmaniyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.416 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i1.601

Abstract

Ekowisata atau Wisata Alam adalah kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab atas kawasan / kawasan yang masih alami yang dikelola sesuai kaidah alam, dengan tujuan menikmati keindahan alam yang melibatkan unsur edukasi, pemahaman dan dukungan bagi upaya pelestarian alam serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Komunitas lokal. Pengembangan ekowisata / desa wisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan upaya memasukkan peran masyarakat dalam kegiatan desa / kelurahan wisata yang dikenal dengan istilah “Community Based Development”. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan wawasan dalam bidang kesehatan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya.Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam Ekowisata Mangrove yaitu pelestarian lingkungan berupa reboisasi / penghijauan dengan penanaman pohon dan mangrove. Penanaman 3000 avicennia marinaa tanaman mangrove di laut, pemberian bibit tanaman dan penanaman 3000 avicennia marinaa tanaman mangrove melibatkan Dinas Perkebunan dan Pertamanan. Pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2016 telah ditanam 300 tanaman mangrove avicennia marinaa, dan setelah dilakukan evaluasi hingga 10 November 2016 telah ditanam 3000 tanaman mangrove avicennia marinaa. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada peneliti lain adalah melakukan uji konsentrasi Pb, lahan dan berbagai jenis tumbuhan guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan fitoremediasi menggunakan tumbuhan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya evaluasi secara berkala terhadap fungsi mangrove jenis avicennia marinaa yang telah ditanam di Ekowisata Mangrove.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN TERAPY KOMPLEMENTER MASSAGE ENDORPHIN DAN PIJAT LAKTASI DI KELURAHAN DASAN CERMEN Baiq Eka Putri Saudia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.923 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i1.479

Abstract

Menyusui merupakan proses yang alamiah yang tidak mudah di lakukan. Cakupan ASI eksklusif tidak lepas dari masalah yang terjadi dalam proses menyusui diantaranya adanya kepercayaan yang salah bahwa ASI keluar sedikit atau ASI kurang mencukupi kebutuhan bayi. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu, kondisi psikologis atau emosi ibu, bentuk payudara yang tidak normal sehingga tidak dapat berperan dalam proses menyusui, isapan bayi (reflex isap/kekuatan mengisap, lama mengisap, dan keseringan mengisap) juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Berbagai penelitian yang telah dilakukan di Indonesia untuk memperlancar produksi ASI diantaranya adalah metode Pijat Oksitosin, Teknik Marmet, Kompres Hangat, Massage Rolling (punggung), massage Endorphin, Breast Care, tetapi karena keterbatasan informasi di layanan kesehatan tentang prosedur pelaksanaan maka metode-metode ini hanya dikenal saja tetapi jarang diberikan oleh tenaga kesehatan sebagai care giver kepada pasien. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui dalam pemberian terapy komplementer massage endorphin dan pijat laktasi. Desain penelitian ini adalah pra-experimental one-group pretest design dengan responden ibu menyusui di kelurahan Dasan Cermen sebanyak 20 peserta. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bulan November 2019. Hasil pengabdian kepada masysaakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang terapy komplementer sesudah diberikan penyuluhan dan demonstrasi dengan metode demonstrasi dan booklet. Pemberian demonstrasi memberikan efek positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang massage endorphin dan pijat laktasi. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan setelah diberi demonstrasi. 
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.775

Abstract

Praktik pernikahan remaja perempuan terjadi hampir di semua wilayah Indonesia, prevalensi pernikahan remaja perempuan usia 16 dan 17 tahun masih mengalami peningkatan secara konsisten. Pernikahan remaja memberikan beberapa efek pada ekonomi, kesehatan reproduksi, dan kesejahteraan remaja perempuan. Pernikahan remaja perempuan telah menghilangkan hak-hak dan membuat mereka memikul tanggung jawab sebelum waktunya dan rentan terhadap perceraian ataupun tindak kekerasan. Masalah kehamilan remaja menjadi semakin konkret jika dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan angka kematian ibu. Pasalnya, hamil terlalu muda merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kematian ibu. Hamil, melahirkan, dan memiliki bayi pada usia remaja merupkan risiko bagi ibu dan bayi sekaligus. Komplikasi diantaranya eklamsia, anemia, kelahiran prematur, perdarahan bahkan kematian ibu dan bayi. Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabaupaten Lombok Barat tahun 2018, jumlah perkawinan dibawah 20 tahun pada perempuan sebanyak 1.038 kasus dan laki-laki 357 kasus, dengan kasus pernikahan usia 15-18 tahun mencapai 60 kasus di Kecamatan Narmada. Tingginya kehamilan dan kelahiran pada usia remaja bisa dicegah dengan menunda pernikahan usia dini sampai dengan usia reproduksi sehat dengan mengoptimalkan peran teman terdekat.Metode yang digunakan focus group discussion (FGD), Ceramah, Penyuluhan, pendampingan pada remaja. Hasil pengabdian pengetahuan remaja pada kelompok intervensi meningkat pada post -tes 95 % remaja berpengetahuan baik setelah diberikan intervensi oleh teman sebaya. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pendidikan kesehtan yang dilakukan oleh teman sebaya pada remaja kelompok intervesi. Saran perlunya advokasi kepada pihak terkait pada  kurikulum terintegrasi dengan mata pelajaran topik pendidikan kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini
STIMULASI PERKEMBANGAN DAN PIJAT BAYI DALAM MENCAPAI TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DI DESA KARANG BAYAN Ni Putu Karunia Ekayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.796

Abstract

Salah satu bentuk memberikan rangsangan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak lebih optimal dapat diakukan memalui pemberian pijat bayi. Tindakan pijat bayi secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan teknik pemijatan bayi dapat merangsang pertumbuhan fisik dan perkembangan emosional bayi. Namun teknik pijat bayi yang tepat belum banyak diketahui oleh masyarakat. Survey pendahuluan di Dusun Berembeng Timur diperoleh hampir semua orang tua beranggapan bahwa pijat bayi lebih cendrung dilakukan oleh dukun pijat. Orang tua belum mengetahui manfaat lebih jauh dari pijat bayi dan belum memahami bagaimana cara memijat bayi yang benar sehingga mereka tidak melakukan pemijatan secara mandiri. Tujuan pengabdian pada msyarakat ini adalah diharapkan orang tua dapat mengetahui stimulasi perkembangan  sesuai dengan usia bayi dan cara melakukan pijat bayi yang tepat sehingga memiliki kesadaran untuk melakukan stimulasi perkembangan bayinya dan melaksanakan pijat bayi secara rutin. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua yang memiliki balita usia 1-12 bulan di Dusun Brembeng Timur Desa Karang Bayan Wilayah Kerja Puskesmas Sigerongan sejumlah 30 orang. Metode kegiatan yang digunakan adalah teknik ceramah, diskusi dan demonstrasi cara atau teknik pijat bayi. Hasil Kegiatan adalah sasaran seluruhnya mengikuti penyuluhan tentang simulasi perkembangan dan mampu melakukan teknik pijat bayi yang diajarkan dengan baik dan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta tentang stimulasi perkembangan. Keterampilan pijat Bayi pada peserta bervariasi sesuai dengan tingkat Pendidikan peserta dan pengalaman peserta dalam merawat bayi dan melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Diharapkan orang tua dapat menerapkan teknik pijat bayi secara teratur dan mandiri di rumah masing-masing sesuai teknik yang telah diberikan.
UPAYA MENGGALAKKAN KEBIASAAN MAKAN SAYUR DAN BUAH PADA KELOMPOK IBU BALITA DAN GURU PAUD Dian Aby Restanty; Yuniasih Purwaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.776

Abstract

Usia dini disebut sebagai usia keemasan merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar sepanjang rentang pertumbuhan serta perkembangan kehidupan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini salah satunya dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi salah satunya sayur dan buah. Konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia dan anak usia sekolah pada khususnya masih rendah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang manfaat dan pengolahan sayur dan buah agar menarik bagi anak. Selain itu memberikan penguatan kepada Guru PAUD dalam rangka penerapan kurikulum dengan tujuan pengenalan sayur dan buah. Kegiatan ini dilakukan di Pos PAUD Alamanda 66 Banjarsengon Kabupaten Jember bersama 29 ibu balita dan 12 orang guru PAUD. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan, pelatihan guru, lomba mewarnai sayur dan buah bagi anak, lomba menciptakan menu variatif berbahan dasar sayur dan buah, serta pembagian bibit sayur dan buah
UPAYA PENCEGAHAN FLOUR ALBUS PADA REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI Ati Sulianty; Najla Fitriana; Luk Luk Azriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.806

Abstract

Kejadian flour albus di Indonesia menurut data BKKBN 2009, sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih (BKKBN, 2009). Penelitian yang dilakukan oleh Donatila Novrinta Ayuningtyas (2011) pada remaja putri di SMA Negeri 4 Semarang angka kejadian keputihan sangat tinggi 96,9% responden mengalami keputihan dan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi terutama tentang keputihan dan personal hygiene pada diri responden masih sangat kurang. Pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk remaja putrid di Dusun Bagek Nunggal Timur Kecamatan Lingsar Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Lingsar dapat disimpulkan berhasil sampai tahapan pengetahuan   yang baik walaupun masih ada yang masuk dalam kategori kurang ,keberhasilan ini ditunjukkan antara lain oleh adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan para remaja putri  tentang personal hygiene untuk mencegah terjadinya flour albus selain itu terdapat respon yang positif dari peserta mengingat kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan kebutuhan remaja putri karena menjadi masalah disetiap bulannya. Pada hasil akhir pengabdian masyarakat terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan remaja putri saat pre tes  kategori baik sebanyak 25 % naik menjadi 70 %

Page 4 of 18 | Total Record : 174