Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Articles
174 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA MENGGUNAKAN APLIKASI “ISI PIRING AMBO” SEBAGAI UPAYA PENERAPAN GIZI SEIMBANG
Betty Yosephin Simanjuntak;
Anang Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (967.459 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.485
Remaja adalah anak yang berusia 10-19 tahun. Pada masa ini individu mengalami perkembanganpsikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa. Perubahan tersebutmempengaruhi kebutuhan gizi dan makanan terhadap masing-masing individu. Isi piringkumenggambarkan tentang makanan SEHAT dengan pedoman gizi seimbang. Perkembanganmedia teknologi informasi dan komunikasi pada era sekarang ini menunjukan betapasemakin banyak media komunikasi yang beredar dalam masyarakat. Oleh karena itu edukasi inidilakukan melalui smartphone dengan menggunakan aplikasi. Metode yang digunakan dalampengabdian masyarakat adalah pelaksanaan edukasi dengan ceramah, diskusi, dan Tanya jawab.Hasil dari kegiatan pengabmas ini adalah pengukuran pretest dan postest menunjukkanpeningkatan rerata skor pengetahuan siswa/siswi yang dilanjutkan dengan memonitoringperkembangan transfer pengetahuan dari siswa/siswi yang telah mendapat pendidikan gizikepada siswa sebaya mengenai pengetahuan gizi seimbang isi piringku dengan aplikasismartphone. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan siswa/siswi mengalami peningkatanpengetahuan mengenai isi piringku dengan aplikasi “Isi Piring Ambo”.
EDUKASI TENTANG GIZI SEIMBANG UNTUK IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN DINI STUNTING
Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.39 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.476
Pemenuhan gizi ibu hamil adalah yang terpenting pada masa kehamilan. Dengan mendapatkangizi yang seimbang dan baik, ibu hamil dapat mengurangi resiko ksehatan pada janin dan sangibu. Oleh karena itu, memperhatikan asupan makanan dan juga nutrisi sangat penting dilakukanoleh ibu hamil maupun keluarganya.Menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil sangat diperlukan agar kondisi ibu dan janin tetap sehat dengan memberikan makanan yang cukupmengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga. Dan sebagai sumber zatpembangun protein mendapatkan tambahan minimal zat besi, kalsium, vitamin, asam folat danenergi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan ibu hamil dalam gizi seimbang. Metode dilakukan dengan pemberian edukasitentang gizi seimbang pada ibu hamil, dilaksakan di Desa Karang Bayan,Kecamatan LingsarKabupaten Lombok Barat. Evaluasi penilaian menggunakan kuisioner dengan metode pre-posttest. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pengetahuan ibu hamil sejumlah 40 respondenmeningkat dari 46,45 menjadi 76,25.
PENGELOLAAN KERIPIK BELIMBING SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DESA TERHADAP PERAWATAN TEKANAN DARAH DI JEMBER
Murtaqib Murtaqib;
Kushariyadi Kushariyadi;
Didik Pudji Restanto;
Arnis Budi Santoso
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.568 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i2.632
Permasalahan yang ada di mitra Desa Rowosari yaitu banyak tanaman belimbing yang tumbuh di tiap lahan pekarangan masyarakat yang buahnya masih belum dioptimalkan secara maksimal. Belimbing masih menjadi buah biasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat mulai dari usia anak-anak sampai dengan lansia. Masyarakat masih belum banyak mengetahui manfaat buah belimbing terutama untuk kesehatan. Belimbing masih belum dikreasikan menjadi produk olahan yang berkualitas dan bermanfaat secara maksimal terutama terhadap kesehatan yaitu untuk menurunkan tekanan darah terutama pada masyarakat lansia. Desa Rowosari merupakan daerah agraris dan masyarakatnya bekerja sebagai petani karena secara geografis terletak di dataran tinggi. Pekerjaan petani dilakukan oleh laki-laki dan perempuan untuk mendukung keadaan ekonomi, sehingga pendapatan yang diperoleh masih terbatas. Pemberdayaan terhadap perempuan di Desa Rowosari masih belum ada. Banyak masyarakat petani perempuan setelah selesai bekerja di sawah tidak melakukan aktivitas lain yang dapat menunjang tambahan penghasilan perekonomian. Metode yang digunakan focus group discussion (FGD). Hasil pengabdian meliputi pembentukan kelompok social peduli hipertensi; penyuluhan tentang hipertensi, pelatihan pengembangan ekonomi lokal desa (membuat keripik belimbing), kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan perempuan; pendampingan kelompok perempuan sebagai kelompok utama dalam menyelesaikan masalah mitra; evaluasi program dan keberlanjutannya. Kesimpulan yaitu terbentuknya peningkatan peran serta masyarakat dalam mengatasi hipertensi, terbentuknya kepedulian masyarakat dalam pelayanan social.
PELAKSANAAN PELATIHAN BHD PADA MASYARAKAT DI DESA KARANG BAYAN KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Hadi Kusuma Atmaja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.043 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i1.369
Kasus-kasus penyebab terjadinya henti jantung dan henti napas dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan padasiapa saja. Setiap orang dapat menjadi penolong pada korban yang tiba-tiba mengalami henti jantung.Penyelamatan ini akan sangat bermanfaat jika dilakukan sesegera mungkin dan sebaik mungkin. Setelahpelaksanaan pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat mengerti dan mampu melaksanakan caramemberikan Bantuan Hidup Dasar Pada Masyarakat Di Desa Karang Bayan. Metode yang digunakan adalahceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi cara melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam upayapeningkatan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pengabdianmasyarakat ini dihadiri oleh masyarakat sejumlah 20 Orang. Dalam kegiatan ini masyarakat sangat antusias danaktif dalam mengikuti pelatihan. Masyarakat mampu menyebutkan tanda dan gejala seseorang yangmembutuhkan pertolongan Bantuan Hidup Dasar (BHD dan mampu melaksanakan cara pemberian pertolonganBantuan Hidup Dasar (BHD)
DESAIN DAN PEMBUATAN 1000 FACE SHIELD SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI DALAM MENCEGAH COVID-19
Artha Budi Susila Duarsa;
Iing Iing;
Aena Mardiah;
Dany Karmila;
Halia Wanadiatri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.551 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i1.603
Kebutuhan alat pelindung diri (APD) berupa pelindung wajah mengalami kenaikan yang tajam semenjak penyebaran covid-19 . Virus yang dapat menular melalui media droplet tersebut dapat membahayakan tenaga kesehatan atau personal yang berinteraksi langsung dengan penderita penyakit yang disebabkan covid-19. Keberadaan pelindung wajah, meskipun bukan alat pelindung satu-satunya sangat diperlukan untuk menunjang peralatan yang lain. Tanpa adanya pelindung wajah tersebut maka akan memperbesar kemungkinan penularan virus covid-19. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan proses pembuatan, serta rencana distribusi APD ke masyarakat. Dari proses yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses produksi melalui beberapa tahapan yang melibatkan beberapa dosen da n beberapa mahasiswa kedokteran yang memiliki kreatifitas dalam pembuatan face shield sehingga menghasilkan produk yang maksimal.. Dari segi distribusi, pengiriman alat dilakukan dengan langsung datang ke tempat yang membutuhkan dan menerapkan physical distancing, memakai masker, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer serta menggunakan jasa kurir
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI KELAS PRANIKAH UNTUK MENYIAPKAN KEHAMILAN YANG SEHAT DI DESA WATUGEDE SINGOSARI KABUPATEN MALANG
Tarsikah Tarsikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (792.204 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.481
Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu lebih banyak dilakukan pada saat perempuan sudahhamil, sedangkan program kesehatan reproduksi remaja belum menyentuh materi bagaimana menyiapkankehamilan yang sehat. Penyiapan kesehatan reproduksi pada catin di KUA belum maksimal karena keterbatasanpemateri kesehatan yang bisa memberikan pembekalan secara kontinyu. Kelas pra nikah untuk remaja usiaakhir dan belum menikah menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan adalahmeningkatkan pengetahuan remaja tentang kesiapan menjalani kehamilan yang sehat melalui kegiatan kelas pranikah. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi dengan media pembelajaran lembarbalik persiapan pranikah, lap top dan video. Sasaran kegiatan adalah remaja putri sejumlah 24 orang yangdibagi dua kelompok yang masing masing kelompok dua kali pertemuan dengan topik kesiapan fisik, kesiapangizi dan kesiapan psikologis menghadapi kehamilan. Kegiatan dilakukan pada bulan Juni-Juli 2019. Pada akhirpertemuan dilakukan pemeriksaan kadar Hb sebagai upaya skreening anemia. Hasil kegiatan pengabmasmenunjukkan ada perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberikan pendidikan kesehatanmelalui kegiatan kelas pra nikah. Kegiatan ini bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan pra nikah berbasiskomunitas, yang bisa dilakukan sebagai kegiatan tersendiri maupun mengikuti kegiatan pemberdayaan ditingkat masyarakat yang sudah ada misalnya posyandu remaja maupun karang taruna.
EDUKASI PENINGKATAN SELF CONTROL DAN RELIGIUSITAS DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA KELOMPOK REMAJA DI DESA KARANG BAYAN KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT
Erien Luthfia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (570.066 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i1.454
Pada saat ini seks bebas adalah salah satu masalah yang melanda remaja di Indonesia. Hal ini terjadi karena pergaulan bebas, pengaruh media, keadaan lingkungan masyarakat, tidak berpegang teguh pada agama dan kurangnya perhatian orang tua. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan curah pendapat tentang peningkatan self control dan religiusitas dalam upaya pencegahan perilaku seks bebas. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh remaja sejumlah 20 Orang dan 2 kader kesehatan. Dalam kegiatan ini kelompok remaja sangat antusias dalam mengikuti materi, dan juga curah pendapat. Mereka juga sangat aktif dalam mengikuti pembentukan peer group. Setelah dilakukan edukasi tentang peningkatan self control dan religiusitas, remaja mengetahui cara mencegah perilaku seks bebas
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI DI SMA NEGERI 6 PALEMBANG
Yuli Hartati;
Hana Yuniarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.979 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i1.682
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang masih terjadi di Indonesia, baik anemia pada ibu hamil maupun anemia pada remaja putri. Dampak anemia pada remaja putri tidak hanya menurunkan konsentrasi belajar tetapi juga akan berdampak pada gangguan pertumbuhan sehingga pertumbuhan fisik menjadi tidak maksimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia dengan menggunakan video animasi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan video animasi setelah dilakukan pre test. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ada peningkatan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri setelah dilakukan penyuluhan
SISWA SD BEBAS KECACINGAN DI SD INPRES BESMARAK DAN SD GMIT BIUPU
Agustina W Djuma;
Ni Made Susilawati;
Supriati Wila Djami;
Agnes Rantesalu;
Novian Agni;
Winioliski L.O Rohi Bire;
Neiny Prisy Foekh;
Karol Octrisdey;
Melany F. Bessie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (753.263 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v2i1.599
Prevalensi kecacingan di Indonesia masih tinggi. Kejadian tertinggi infeksi kecacingan di Indonesia yaitu pada anak umur kurang dari 12 tahun. Anak umur 2-9 tahun adalah kelompok anak usia balita dan anak usia sekolah dasar yang sangat rentan terkena penyakit kecacingan, kerena masih berperilaku ceroboh dan sering menggunakan tangan untuk meletakkan suatu benda di mulutnya. Selain itu pada masa ini, anak lebih banyak bermain dibandingkan belajar. Oleh karena itu, melakukan penyuluhan kecacingan dan cara pencucian tangan yang baik serta pemeriksaan kesehatan di SD sangat diperlukan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui apakah siswa SD Inpres Besmarak dan SD GMIT Biupu Kupang bebas kecacingan. Metode dilakukan dengan pemberian edukasi tentang kecacingan, pelatihan hygiene cara mencuci tangan yang benar, dan pemeriksaan kecacingan, Hb, serta golda pada siswa SD Inpres Besmarak dan SD GMIT Biupu, Kecamatan Nekamese. Berdasarkan hasil yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa SD Inpres Besmarak dan SD GMIT Biupu Kupang tidak ada yang terinfeksi cacing.
PENGGUNAAN CAKRAM GIZI SARAPAN PAGI SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA
Retno Wahyuningsih;
Joyeti Darni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.033 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.477
Anak usia sekolah menjadi perhatian khusus, karena di usia ini anak sedang mengalami pertumbuhan yang pesat,sehingga kebutuhan akan zat-zat gizi juga mengalami peningkatan. Sarapan pagi diperlukan untuk anak usiasekolah, agar dapat meningkatkan fungsi kognitif dan prestasi belajar anak. Tujuan kegiatan adalah untukmeningkatkan pengetahuan anak sekolah melalui penyuluhan tentang sarapan pagi. Metode yang digunakanadalah penyuluhan (pemaparan melalui ceramah secara langsung) dengan media cakram gizi sarapan pagi danpengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan. Didapatkan hasilrata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar >80% adalah sebanyak 87,5%, dan setelahpenyuluhan skor benar >80% adalah sebanyak 97,5%. Rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan termasukdalam kategori baik (nilai >80) sebanyak 87,5%, dan pengetahuan sedang sebanyak 12,5%. Setelah penyuluhandidapatkan skor pengetahuan baik sebanyak 97,5% dan sedang sebanyak 2,5%. Kesimpulannya terdapatpeningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan tentang Sarapan pagi.